Ambarwati Ambarwati
Prodi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta Jl. A Yani Tromol Pos I, Pabelan Surakarta, Indonesia Mahasiswa Program Doktor Fakultas Biologi UGM, Yogyakarta, Indonesia

Published : 20 Documents
Articles

Found 20 Documents
Search

KEANEKARAGAMAN STREPTOMYCES YANG BERASOSIASI DENGAN RIZOSFER JAGUNG (Zea mays)

Prosiding Seminar Biologi Vol 9, No 1 (2012): Seminar Nasional IX Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.968 KB)

Abstract

ABSTRAK   Actinomycetes merupakan kelompok bakteri yang memiliki morfologi seperti fungi, hal ini dikarenakan struktur Actinomycetes berupa filament lembut yang sering disebut hyfa atau mycelia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi isolat Streptomyces berdasarkan hasil pewarnaan gram dan morfologi serta permukaan rantai spora isolat dengan mikroskop elektron (SEM) sehingga dapat diketahui keanekaragaman Streptomyces yang berasosiasi dengan rizosfer Jagung (Zea mays). Jenis penelitian ini adalah eksplorasi dengan pemeriksaan laboratorium. Untuk mencapai tujuan di atas maka dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:  1). Peremajaan kembali isolat dari rizosfer Jagung yang telah didapatkan pada penelitian sebelumnya dengan media Starch-Casein Agar (SCA), 2). Pewarnaan gram untuk mengetahui morfologi sel, 3). Colour grouping untuk melihat warna vegetatif dan aerial miselium dan 4). Identifikasi isolat dengan SEM. Berdasarkan hasil penelitian diketahui tujuh isolat yang diisolasi dari rizosfer dan non rizosfer tanaman jagung memiliki bentuk batang bercabang, berwarna ungu dan termasuk gram positif, yang mengindikasikan bahwa ketujuh isolat termasuk anggota Streptomycetes. Berdasarkan hasil analisis dengan SEM didapatkan hasil bahwa ketujuh isolat memiliki morfologi bulat (J10, J16, NJ20, dan NJ25), batang (NJ6 dan NJ13) dan loop (J23 dan NJ20) dengan ornamen permukaan spora halus (J16, J23, NJ6 dan NJ13) serta berkutil (J10, NJ20 dan NJ25).   Kata kunci:  biodiversitas, streptomyces, rizosfer dan non rizosfer jagung

KEANEKARAGAMAN STREPTOMYCES YANG BERASOSIASI DENGAN RIZOSFER JAGUNG (Zea mays)

Prosiding Seminar Biologi Vol 9, No 1 (2012): Seminar Nasional IX Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.968 KB)

Abstract

ABSTRAK   Actinomycetes merupakan kelompok bakteri yang memiliki morfologi seperti fungi, hal ini dikarenakan struktur Actinomycetes berupa filament lembut yang sering disebut hyfa atau mycelia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi isolat Streptomyces berdasarkan hasil pewarnaan gram dan morfologi serta permukaan rantai spora isolat dengan mikroskop elektron (SEM) sehingga dapat diketahui keanekaragaman Streptomyces yang berasosiasi dengan rizosfer Jagung (Zea mays). Jenis penelitian ini adalah eksplorasi dengan pemeriksaan laboratorium. Untuk mencapai tujuan di atas maka dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:  1). Peremajaan kembali isolat dari rizosfer Jagung yang telah didapatkan pada penelitian sebelumnya dengan media Starch-Casein Agar (SCA), 2). Pewarnaan gram untuk mengetahui morfologi sel, 3). Colour grouping untuk melihat warna vegetatif dan aerial miselium dan 4). Identifikasi isolat dengan SEM. Berdasarkan hasil penelitian diketahui tujuh isolat yang diisolasi dari rizosfer dan non rizosfer tanaman jagung memiliki bentuk batang bercabang, berwarna ungu dan termasuk gram positif, yang mengindikasikan bahwa ketujuh isolat termasuk anggota Streptomycetes. Berdasarkan hasil analisis dengan SEM didapatkan hasil bahwa ketujuh isolat memiliki morfologi bulat (J10, J16, NJ20, dan NJ25), batang (NJ6 dan NJ13) dan loop (J23 dan NJ20) dengan ornamen permukaan spora halus (J16, J23, NJ6 dan NJ13) serta berkutil (J10, NJ20 dan NJ25).   Kata kunci:  biodiversitas, streptomyces, rizosfer dan non rizosfer jagung

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI ISOLAT ACTINOMYCETES DARI RIZOSFER PADI (Oryza sativa) TERHADAP Salmonella typhosa DAN Staphylococcus aureus

Prosiding Seminar Biologi Vol 10, No 2 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.06 KB)

Abstract

Actinomycetes merupakan anggota bakteri yang dipromosikan sebagai penghasil zat  antimikrobial  terbesar.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengisolasi dan mengidentifikasi Actinomycetes dari rizosfer padi (Oryza sativa) yang berpotensi sebagai penghasil antibakteri dan dapat menghambat pertumbuhan Salmonella typhosa dan Staphylococcus aureus. Penelitian ini menghasilkan 17 isolat Actinomycetes, 8 isolat diantaranya mampu menghasilkan zat antibakteri. Diantara 8 isolat tersebut, satu isolat mampu menghambat pertumbuhan kedua bakteri uji, yaitu NRPR 13 yang menghambat Salmonella typhosa (dengan diameter daerah hambatan 14 mm) dan Staphylococcus aureus (12 mm). Tiga isolat mampu menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella  typhosa, yaitu NRPR  14  (11 mm), NRPR  62 dan NRPR 67 (masing-masing 10 mm). Dan empat isolat mampu menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus, yaitu RPR 15 (14 mm),  NRPR 11 (17 mm), NRPR 33 (11 mm) dan NRPR 46 (16 mm).  Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Actinomycetes yang diisolasi dari rizosfer padi berpotensi menghasilkan zat antibakteri. Kata kunci : Actinomycetes,  Zat Antibakteri, S. typhosa,  S. aureus.

MEDIA LEAFLET, VIDEO DAN PENGETAHUAN SISWA SD TENTANG BAHAYA MEROKOK (Studi pada Siswa SDN 78 Sabrang Lor Mojosongo Surakarta)

Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Merokok merupakan kegiatan yang sering kita jumpai di masyarakat. Meskipun sebagian besar masyarakat mengetahui bahaya merokok, namun kebiasaan merokok tetap banyak dilakukan di masyarakat. Bahkan telah merambah ke siswa sekolah dasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media leaflet dengan video terhadap pengetahuan siswa SDN 78 Sabrang Lor Mojosongo tentang bahaya merokok. Jenis penelitian ini adalah eksperimen, dengan rancangan penelitian pretest and posttest without control group design. Sampel sebanyak 96 siswa kelas V dan VI SD Sabrang Lor Mojosongo yang ditentukan dengan tehnik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pre test pengetahuan siswa SD pada kelompok leaflet sebagian besar, yaitu 30 orang (62,5%) dalam kategori baik dan pada kelompok video sebagian besar, yaitu 33 siswa (68,8%) dalam kategori cukup. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan ada pengaruh penggunaan media leaflet (p= 0,000≤ α=0,05) namun tidak ada pengaruh penggunaan media video (p= 0,328> α=0,05) terhadap pengetahuan siswa SDN 78 Sabrang Lor Mojosongo tentang bahaya merokok. Sehingga dapat dikatakan media leaflet lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa SD tentang bahaya merokok dibandingkan video. Smoking is an activity that often be done by society. Although almost human know the negative effect of cigarette, but they still have cigarette smoking habit. In fact, the habit have cut down to students in elementary school. The aim of the research was to know the influence of health education with leaflet and film toward elementary school Sabrang Lor student’s knowledge about the negative effect of smoking. The study was experimental with pretest and posttest without control group design. Sample were 96 Sabrang Lor elementary school students that was given by total sampling technique. The result of the study showed, before intervention in leaflet group, the score of student’s knowledge majority was in good category= 30 students (62,5%) and in film group majority in enough category= 33 students (68,8%). After intervention, the score increased, in leaflet group there were 8 Students to be good category and in film group there were 3 students to be enough category. The conclu-sion of the research was : leaflet is more effective to increase the knowledge of Sabrang Lor elementary school students about the dangerous of smoking than film media.

PENGARUH PELAYANAN KOPERASI TERHADAP MINAT PEMBELIAN ANGGOTA KP-RI ”MENTAS” KECAMATAN PURWOREJO

OIKONOMIA - Jurnal Pendidikan Ekonomi Vol 2, No 4 (2013): Jurnal Pendidikan Ekonomi
Publisher : Program Studi Pendidikan Ekonomi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh yang positif dan signifikan antara pelayanan koperasi terhadap minat pembelian di KP-RI “MENTAS” Kecamatan Purworejo. Yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah pembeli yang menjadi anggota koperasi di  KP-RI “MENTAS” Kecamatan PURWOREJO dengan jumlah 95 orang. Penentuan jumlah sampel dengan menggunakan tabel yang dikembangkan oleh Isaac dan Michael dengan taraf kesalahan 5%. Dari pembeli yang berjumlah 95 diambil sampel dengan taraf kesalahan 5% yaitu 75 anggota. Hipotesis dalam penelitian ini Ada pengaruh yang positif dan signifikan antara pelayanan koperasi terhadap minat pembelian di KP-RI “MENTAS” kecamatan Purworejo. Metode pengumpulan data menggunakan angket yang diisi oleh responden, metode analisis menggunakan analisis diskriptif dan analisis kuantitatif. Berdasarkan analisis diskriptif menunjukan bahwa minat pembelian berada pada kategori tinggi sebesar 60%,  pelayanan pada kategori kurang sebesar 57,33%. Berdasarkan analisis kuantitatif menunjukan bahwa pelayanan koperasi memberikan pengaruh yang posoitif dan signifikan terhadap minat pembelian. Hasil analisis regresi, diperoleh koefisien regresi (R) 0,250 sig.0,031 < 0,05, ( )  0,0625. Besarnya pengaruh yang diberikan sebesar 6,25% dan 93,75% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti. Persamaan  regresi . Kata Kunci : Pelayanan Koperasi, Minat Pembelian

Inhibition Test of Noni Fruit Extract (Morinda citrifolia) toward Fungal Isolates that Cause Dandruff

Prosiding Seminar Biologi Vol 12, No 1 (2015): Seminar Nasional XII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.46 KB)

Abstract

Dandruff  is  the most head skin problem. If it does not treatment as possible as, dandruff can cause hair drop off. Dandruff  is  caused by microorganism, especially fungal. Noni (Morinda citrifolia) fruit has an activity as antifungal. The aim of this research was to know the inhibition effect of Noni extract toward fungal isolates that can cause dandruff. This research was exploration research. The steps in this research included : (1). Isolation microorganism from dandruff on Potatos Dextro Agar media by Spread plate methode. (2). Purification was done to get a pure fungi isolate by streak plate methode. (3). Made Noni extract. (4). Inhibition test of Noni extract toward fungal isolates by paper disc methode. Based on this research, there were 18 fungal isolates from the purification. Three isolates was knowen as kapang and 15 isolates as yeast. Noni extract could inhibit the grow of 14 fungal isolates with diameter of inhibition zone about 10 until 35 mm. Seven isolates could be blocked with strong category (the diameter of inhibition zone ≥ 25 mm), namely : J4 (30 mm), J5 (35 mm), J8 and J16 (26 mm), J13 (33 mm), J14 (25 mm),  and J18 (28 mm). The conclusion of this  research is Noni fruit extract can be used as an alternative medicine to treatment dandruff. Keywords: Noni fruit extract, antifungal, dandruff

Kejadian Perdarahan Pemasangan Nasogastric Tube Pada Pasien Anak Dengan Trombositopenia

Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 1, No 2 (2006)
Publisher : School of Nursing Faculty of Medicine Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Please refer to the file

IDENTIFIKASI FITOPLANKTON DARI PERAIRAN WADUK NADRA KRENCENG KOTA CILEGON BANTEN

Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 4 (2014)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.414 KB)

Abstract

Inlet of Waduk Nadra affected by the antrophogenic wastes from the domestic activity in surronding area. For the management reason, it is important to do the research in this waters area. The study conducted on June – July 2014 at Waduk Nadra Krenceng, Cilegon Banten. The research used purpossive sampling methods and analyzed by the desctriptive methods. The result showed there were 10 genus of phytoplankton i.e Anabaena sp, Closterium sp, Staurastrum sp, Tetraedron sp, Gloeocystis sp, Desmodesmus sp, Navicula sp, Melosira sp, Gonyostomum sp, and Staurodesmus sp. The most abundant phytoplankton is Anabaena sp and followed by Closterium sp. Total abundance of algae at Waduk Nadra in a range of 6.795 – 16.099 ind/l, where the highest abundance was at station I and the lowest at station III.Keywords: Waduk Nadra, management, phytoplankton

The Role of Multichannel Marketing in Customer Retention and Loyalty: Study in Emerald Bank Customer in Indonesia

Asia-Pacific Management and Business Application Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Department of Management, Faculty of Economics and Business, Brawijaya University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Attention on the relationship between customer retention, customer loyalty, and customer satisfaction that serves as "seed" of customer loyalty highlight the important factors for multichannel management. With the growing trends of people in investing their money in bank for securities need to be responded by the marketing department to create better marketing strategies. The purpose of this study is to examine and explain the effect of a multichannel bank on emerald customers retention   in one of the largest SOE bank in Indonesia, in the city of Surabaya, BNI (Bank Negara Indonesia) toward customer  satisfaction, loyalty and customer  retention. This study develops the theory  of  mix marketing by using multichannel  as one of the elements that can increase customer retention   using satisfaction mediation and customer loyalty. Mechanical determination of sample units in this study is a  purposive sampling, of 89 respondents. Generalized Structured Component Analysis (GSCA) was applied to test the hypotheses. The results of this study indicate that direct multichannel not  significantly effect the customer retention. Customer satisfaction can not be a perfect mediation  and the customer loyalty can be a perfect mediation in the relationship between multichannel and customer retention. This study contributes to the banking industry in applying the concept of the mix marketing.

PAKOM PELATIHAN PENDAURULANGAN SAMPAH MENJADI BARANG KERAJINAN TANGAN PADA IBU-IBU PENGURUS PKK

WARTA WARTA LPM, Vol. 20, No. 2, September 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1347.864 KB)

Abstract

Sampah merupakan permasalahan yang sering muncul di masyarakat. Sampah yang menumpuk tidak hanya menimbulkan kesan kotor tetapi juga dapat menimbulkan bau yang tidak enak. Produksi sampah diperkirakan mencapai 0,8 sampai 1,0 Kg/orang/hari. Meskipun sampah berpotensi menimbulkan masalah, namun jika dikelola dengan baik, maka akan diperoleh dampak yang positif,  diantaranya diperolehnya lingkungan yang bersih dan bahkan dapat memberikan tambahan uang belanja bagi masyarakat. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengelola sampah adalah dengan pemanfaatan sampah menjadi berbagai barang kerajinan tangan.RT 03 Kemasan dan RT 04 Kauman, merupakan 2 RT yang berada di wilayah RW 09 Ngadirejo, Kartasura,  Sukoharjo. Pada tahun 2015 ini bapak Kepala Desa Ngadirejo mencanangkan kedua RT sebagai RT percontohan kegiatan Bank Sampah. Untuk mendukung program tersebut maka diajukan kegiatan yang meliputi: pemanfaatan sampah menjadi berbagai macam kerajinan tangan.Dari kegiatan ini didapatkan hasil sebagai berikut : (1). Sampah dapat didaur ulang menjadi barang kerajinan tangan yang lebih bermanfaat. (2). Sebanyak tiga barang kerajinan tangan dapat dibuat dari sampah pada pelatihan ini, yaitu : a). Potongan kain sisa yang dibuat bros, b). Dus bekas roti yang dilapisi kulit jagung kering, pelepah batang pisang kering dan kertas kardus bekas untuk dibuat tempat tisue, serta c). Botol plastik bekas untuk dibuat tempat pensil. (3). Semua (100%) peserta berpendapat pelatihan ini bermanfaat. (4). Hasil di RT 03/09 Kemasan menunjukkan barang kerajinan yang paling mudah dibuat adalah tempat tisue (78,57%), yang paling menarik juga tempat tisue (50%), yang paling bermanfaat adalah tempat pensil (64,29%), semua  barang berpotensi untuk dijual  (50%), dan barang yang paling berpotensi untuk dijadikan souvenir adalah bros (85,71%). dan mereka bersedia untuk mengikuti pelatihan serupa jika suatu saat ada pelatihan lagi. (5). Hasil di RT 04/09 Kauman menunjukkan barang kerajinan yang paling mudah dibuat adalah bros (85,71%), yang paling menarik juga tempat pensil (52,38%), yang paling bermanfaat adalah bros (71,43%),   barang yang paling berpotensi untuk dijual adalah bros (52,38%), dan barang yang paling berpotensi untuk dijadikan souvenir adalah bros (85,71%). (6). Semua (100%) pengurus baik di RT 03/09 maupun RT 04/09 bersedia untuk mengikuti pelatihan serupa jika suatu saat ada pelatihan lagi.