Dimas Amarullah
Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Tanjungpura kerjasama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

KEPEMIMPINAN LURAH SEMELAGI KECIL DALAM MEWUJUDKAN TATA KELOLA PEMERINTAHAN YANG BAIK

GOVERNANCE--Jurnal Mahasiswa Prodi Ilmu Pemerintahan Vol 2, No 1 (2013): Governance April 2013
Publisher : Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Untan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penulisan jurnal ini bertujuan untuk menganalisa kepemimimpinan Lurah dalam menjalankan tugas dan kewajibannya menyelenggarakan pemerintahan di Kelurahan Semelagi Kecil. Hasil temuan penulis dalam penelitian ini yaitu tidak adanya program untuk pengembangan potensi pertanian sebagai salah satu sumber daya alam unggulan dan ketergantungan petani terhadap bantuan dari pemerintah dan vakumnya aktivitas organisasi pemuda seperti karangtaruna dalam pengembangan potensi sumber daya manusia. Kurangnya dukungan dari pemerintah kelurahan untuk menyalurkan minat dan bakat generasi muda di Kelurahan Semelagi Kecil. Kata Kunci: Kepemimpinan, tata kelola pemerintahan yang baik.

Pengembangan Kompetensi Aparatur Perencana (Studi Kasus di Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Provinsi Kalimantan Barat)

Jurnal Ilmiah Administrasi Publik Vol 4, No 3 (2018): Jurnal Ilmiah Administrasi Publik
Publisher : FIA UB

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan upaya pengembangan kompetensi aparatur yang dilakukan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Kalimantan Barat serta menganalisis faktor  pendukung dan faktor penghambat upaya pengembangan kompetensi aparatur tersebut. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Kalimantan Barat melakukan upaya pengembangan kompetensi aparatur melalui tiga metode pembelajaran, yaitu pendidikan, pelatihan dan pengembangan. Faktor pendukung dari upaya pengembangan kompetensi aparatur diantaranya yaitu motivasi aparatur yang tinggi dan adanya jenjang karier yang jelas, sedangkan faktor penghambatnya yaitu kurangnya komitmen pimpinan, penempatan aparatur yang kurang sistematis dan koordinasi antar lembaga terkait belum berjalan dengan baik.