Kharistya Amaru
Jurusan Teknik dan Manajemen Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran, Jln. Raya Bandung - Sumedang Km. 21 Jatinangor.

Published : 15 Documents
Articles

Found 15 Documents
Search

Prediksi Erosi Dengan Persamaan Modified Universal Soil Loss Equation di Lahan Pertanian Berlereng Curam

Jurnal Teknotan Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Jurnal Teknotan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengambilan data erosi di lapangan telah dilaksanakan di lahan penelitian Laboratorium Hijauan Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran kampus Unpad Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Plot penelitian mempunyai kemiringan lahan 22 % dengan panjang lereng 22 meter dan lebar 9 meter. Berdasarkan analisis pada segitiga tekstur tanah, tanah di lahan penelitian masuk kedalam Liat Berdebu. Penelitian ini bertujuan memprediksi erosi dengan menggunakan pengembangan model  prediksi erosi Modified Universal Soil Loss Equation / MUSLE dan disesuaikan dengan karakteristik daerah penelitian. Hasil pengamatan lapang menunjukkan jumlah erosi kecil, dengan intensitas berkisar antara 0.03 mm/menit sampai 0.89 mm/menit. Intensitas tersebut belum dapat mengakibatkan erosi yang tinggi. Hasil perbandingan antara data pengukuran dengan data perhitungan prediksi erosi berdasarkan metoda Sum Square Error memberikan hasil yang memuaskan dalam prediksi erosi. Sum Square Error menunjukkan  nilai yang berkisar antara 0.43 hingga nol, berarti persamaan dapat digunakan di daerah penelitian. Hasil simulasi dengan variasi kategori hujan menunjukkan korelasi yang erat pada hubungan antara tinggi hujan dan erosi, hal ini dapat terlihat pada nilai korelasi yang mendekati satu. Kata kunci : Prediksi erosi, MUSLE, Lahan kemiringan curam, Lahan pertanian

Kajian Kelembaban Tanah dan Kebutuhan Air Beberapa Varietas Hibrida DR UNPAD

Jurnal Keteknikan Pertanian Vol 1, No 1 (2013): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis research aimed for examining the effect of soil moisture toward the amount and efficiency of water application of hybrid maize DR Unpad. This research was conducted in the greenhouse located in Faculty of Agriculture Padjadjaran University, which is situated at about 801 meters above mean sea level. The research method was using the experimental method of Split Plot Design with three replicates. The first factor was the hybrid corn varieties, i.e.: DR-A, DR-B, DR-F, and BISI-2. The second factor wasthe arrangement of soil moisture, i.e.: 100% field capacity, 90% field capacity, and 80% field capacity.The results showed that there was no interaction between the treatment of maize varieties and soil moisture.On soil moisture maintained at 90% field capacity, the plants has the highest water requiremenst is 345.45 mm/season.It has showed the best plant growth, the yield and water-use efficiency at the highest level at1.83 g/L. Plants that showed the highest water requirement, the best in growth and yield, in a row are hybrid corn BISI-2, DR-F, DR-A, and DR-B.Keywords: soil moisture, water requirement, hybrid corn DR Unpad, and field capacity.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kelembaban tanah terbaik terhadap jumlah kebutuhan dan efisiensi penggunaan air tanaman jagung hibrida DR Unpad. Penelitian dilakukan di rumah kaca KebunPenelitian Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran memiliki ketinggian ± 801 meter di atas permukaan laut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) dengan tiga kali ulangan. Faktor pertama adalah varietas jagung hibrida, yang terdiri dari 4 taraf, yaitu: DR-A, DR-B, DR-F, dan BISI-2. Faktor kedua adalah pengaturan kelembabantanah, yang terdiri dari 3 taraf, yaitu: kelembaban tanah 100 % kapasitas lapang (KL), 90 % KL, dan 80 % KL. Hasil penelitian menunjukan bahwa antara perlakuan varietas jagung dan kelembaban tanah ternyata tidakterjadi interaksi. Pada kelembaban tanah dipertahankan 90 % kapasitas lapang, tanaman membutuhkan air paling tinggi, yaitu 345.45 mm/musim dan memperlihatkan pertumbuhan dan hasil tanaman paling baik, serta efisiensi penggunaan air paling tinggi yaitu 1.83 g/L. Tanaman yang menunjukkan kebutuhan air tertinggi, y pertumbuhan dan hasil yang terbaik dalam, berturut-turut adalah jagung hibrida BISI-2, DR-F,DR-A, dan DR-B.Kata Kunci: kelembaban tanah, kebutuhan air, jagung hibrida DR Unpad, dan kapasitas lapangDiterima: 08 April 2013; Disetujui: 09 Juli 2013

Kajian Kelembaban Tanah dan Kebutuhan Air Beberapa Varietas Hibrida DR UNPAD

Jurnal Keteknikan Pertanian Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Keteknikan Pertanian
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis research aimed for examining the effect of soil moisture toward the amount and efficiency of water application of hybrid maize DR Unpad. This research was conducted in the greenhouse located in Faculty of Agriculture Padjadjaran University, which is situated at about 801 meters above mean sea level. The research method was using the experimental method of Split Plot Design with three replicates. The first factor was the hybrid corn varieties, i.e.: DR-A, DR-B, DR-F, and BISI-2. The second factor wasthe arrangement of soil moisture, i.e.: 100% field capacity, 90% field capacity, and 80% field capacity.The results showed that there was no interaction between the treatment of maize varieties and soil moisture.On soil moisture maintained at 90% field capacity, the plants has the highest water requiremenst is 345.45 mm/season.It has showed the best plant growth, the yield and water-use efficiency at the highest level at1.83 g/L. Plants that showed the highest water requirement, the best in growth and yield, in a row are hybrid corn BISI-2, DR-F, DR-A, and DR-B.Keywords: soil moisture, water requirement, hybrid corn DR Unpad, and field capacity.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kelembaban tanah terbaik terhadap jumlah kebutuhan dan efisiensi penggunaan air tanaman jagung hibrida DR Unpad. Penelitian dilakukan di rumah kaca KebunPenelitian Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran memiliki ketinggian ± 801 meter di atas permukaan laut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) dengan tiga kali ulangan. Faktor pertama adalah varietas jagung hibrida, yang terdiri dari 4 taraf, yaitu: DR-A, DR-B, DR-F, dan BISI-2. Faktor kedua adalah pengaturan kelembabantanah, yang terdiri dari 3 taraf, yaitu: kelembaban tanah 100 % kapasitas lapang (KL), 90 % KL, dan 80 % KL. Hasil penelitian menunjukan bahwa antara perlakuan varietas jagung dan kelembaban tanah ternyata tidakterjadi interaksi. Pada kelembaban tanah dipertahankan 90 % kapasitas lapang, tanaman membutuhkan air paling tinggi, yaitu 345.45 mm/musim dan memperlihatkan pertumbuhan dan hasil tanaman paling baik, serta efisiensi penggunaan air paling tinggi yaitu 1.83 g/L. Tanaman yang menunjukkan kebutuhan air tertinggi, y pertumbuhan dan hasil yang terbaik dalam, berturut-turut adalah jagung hibrida BISI-2, DR-F,DR-A, dan DR-B.Kata Kunci: kelembaban tanah, kebutuhan air, jagung hibrida DR Unpad, dan kapasitas lapangDiterima: 08 April 2013; Disetujui: 09 Juli 2013

RANCANG BANGUN REAKTOR BIOGAS DENGAN PENGADUK UNTUK SAMPAH ORGANIK SKALA RUMAH TANGGA

Jurnal Teknotan Vol 7, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Teknotan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mengurangi kelemahan reaktor biogas yang ada dan pemanfaatan sampah organik telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk merancang bangun reaktor biogas yang mudah dibuat, relatif murah, tidak korosi, tahan lama, dan memiliki pengaduk  dengan memanfaatkan sampah organik skala rumah tangga. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus hingga Desember 2011 di Desa Cikeruh, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Hasil penelitian memberikan rancangan reaktor biogas berbahan dasar drum plastik High density Polyethilen (HDPE) dengan pengaduk untuk sampah organik skala rumah tangga dengan spesifikasi: volume total 500l, volume isian 400l, panjang pengaduk 750mm dengan diameter poros 20mm. Reaktor biogas dapat menghasilkan biogas sebanyak 1100l dengan proses selama 30hari, temperatur dan pH rata-rata bahan isian berkisar 28ºC dan 7,23 dengan nilai kalor bersih 19,78 Joule/cm3. Pengaduk dapat mengaduk bahan isian di dalam reaktor biogas sehingga tidak mengalami pengeringan. Biaya investasi reaktor biogas Rp 587.000, NPV= Rp 752.906, IRR= 34,11 %, BCR= 1,59, reaktor biogas ini mencapai BEP pada produksi 1.350 l/bulan. Kata kunci : rancang bangun, reaktor biogas, pengaduk, sampah organik.

PENENTUAN TINGKAT BAHAYA EROSI DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI SUB DAS CIKERUH KABUPATEN BANDUNG-SUMEDANG

Jurnal Teknotan Vol 7, No 3 (2013)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3597.351 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat bahaya erosi yang terjadi di Sub DAS Cikeruh. Metode penelitian yang dilaksanakan adalah metode deskriptif, yaitu mendeskripsikan parameter-parameter Tingkat Bahaya Erosi (TBE) di SubDAS Cikeruh Kabupaten Bandung-Sumedang, dengan model prediksi erosi USLE (Universal Soil Loss Equation) dan kedalaman solum tanah yang dianalisis menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sub DAS Cikeruh memiliki Tingkat Bahaya Erosi yang bervariasi yaitu, sangat ringan 43,57 %; ringan 17,82 %; sedang 6,11 %; berat 31,96 %; dan sangat berat 0,54 % dari luas total Sub DAS Cikeruh dan laju erosi rata-rata di Sub DAS Cikeruh adalah sebesar 10,30 ton/ha/tahun. Kata kunci: Tingkat Bahaya Erosi, Sub DAS Cikeruh, Sistem Informasi Geografis (SIG)

APLIKASI GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEM (GIS) PADA PENYUSUNAN DATA SPATIAL LAHAN KRITIS (STUDI KASUS SUB DAS CIKERUH KABUPATEN SUMEDANG)

Jurnal Teknotan Vol 6, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Teknotan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data lahan kritis yang disusun dalam bentuk data spasial lahan kritis merupakan data yang tersimpan dalam format yang baik dan mudah diakses sehingga dapat diperoleh rekomendasi yang berdaya guna sebagai acuan dalam pengambilan kebijakan rehabilitasi hutan dan lahan. Keterbatasan waktu dan dana menjadikan SIG metode yang coock untuk melakukan analisis spasial dalam luasan yang besar. Penelitian ini dilakukan di Sub DAS Cikeruh dengan luas area kurang lebih 16.529 Ha, terletak diantara 107,684- 107,808°BT dan 6,811- 6,987 °LS. Metode penelitian adalah metode analisis deskriptif yang meliputi survey lapangan dan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sub DAS Cikeruh memiliki luasan lahan Agak Kritis sebesar 3.080 Ha, lahan Kritis 516 Ha, Potensial Kritis 6.852 Ha. Tingkat Bahaya Erosi (TBE) Sub DAS Cikeruh didominasi oleh Kelas Sangat Ringan seluas 7.186 Ha, Kelas Berat seluas 3.172 Ha. Kelas Sangat Ringan dan Ringan terjadi pada daerah dengan solum tanah > 90 cm, sedangkan Kelas Ringan – Sedang – Berat terjadi pada daerah dengan solum tanah pada 60-90 cm, dan Kelas Berat dan Sangat Berat terjadi pada daerah dengan solum tanah pada < 30 cm. Kata kunci : Sistem Informasi Geografis, lahan kritis, data spasial, analisis spasial

Analisis Rasio Luas Daerah Tangkapan Air (Catchment Area) dan Areal Budidaya Pertanian (Cultivated Area) dalam Desain Model Run Off Management Integrated Farming di Lahan Kering

Jurnal Teknik Sipil Vol 21, No 3 (2014)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (728.85 KB)

Abstract

Abstrak. Salah satu kendala lahan pertanian lahan kering adalah kurangnya ketersediaan air untuk tanaman pada musim kemarau. Pada area pertanian lahan miring, potensi run off (air limpasan) masih jarang dimanfaatkan sebagai sumber air irigasi. Air limpasan ini dapat ditampung dan dimanfaatkan sebagai sebagai air irigasi di musim kemarau. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis rasio luas daerah tangkapan air (catchment area) dan daerah budidaya tanaman (cultivated area) pada sistem pengelolaan run off di lahan kering. Penelitian dilaksanakan dengan metode survey dan deskriptif analitik melalui pengamatan kondisi lapangan, pemetaan lokasi serta analisis potensi runoff. Lokasi penelitian adalah area lahan kering di Jatinangor. Hasil analisis runoff secara teoritis dengan metode Rasional menunjukkan bahwa jumlah kumulatif runoff dalam setahun sebesar 1160,05 m3, menunjukkan bahwa limpasan permukaan berpotensi sebagai alternatif sumber air irigasi di lahan kering. Analisis rasio daerah tangkapan dan daerah budidaya menunjukkan nilai C : CA sebesar 14,8, berarti bahwa untuk memenuhi kebutuhan air tanaman jagung pada lahan seluas 1000 m2 selama 3 kali musim tanam dalam setahun dibutuhkan daerah tangkapan air sebesar 14800 m2.Abstract. One obstacle dryland agricultural land is the lack of availability of water for crops in the dry season. On sloping land agricultural areas, the potential for runoff (runoff) is rarely used as a source of irrigation water. Water runoff can be collected and used as a irrigation in the dry season. The purpose of this study to analyze the ratio of catchment and cultivable area of the run-off management system in dry land. The research was conducted by survey method and descriptive analytic by observation field conditions, mapping the location and analysis of potential runoff. The location of research is an area of dry land in Jatinangor. The results of the analysis of runoff theoretically with rational method showed that the cumulative runoff in a year amounted to 1160.05 m3, indicating that the surface runoff is potentially as an alternative source of irrigation in dry land. Analysis of the ratio of catchment areas and cultivated areas show the value of the C: CA 14.8, meaning that in order to meet the water needs of the corn crop in the area of 1000 m2 for 3 seasons in a year needed catchment area of 14800 m2.

EVALUASI KESESUAIAN LAHAN SALAK SLEBONG (Salacca edulis Reinw.) DENGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KABUPATEN SUMEDANG

Jurnal Teknotan Vol 9, No 3 (2015): Jurnal Teknotan, September 2015
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3636.937 KB)

Abstract

Lahan ekstensifikasi untuk tanaman salak slebong di Kabupaten Sumedang perlu dipetakan sebaran dan luasnya. SIG telah diaplikasikan untuk memudahkan proses analisis dan deskripsi lahan yang sesuai dengan tanaman tersebut. Metode penelitian analitik deskriptif digunakan untuk mengambarkan tingkat kesesuaian lahan berdasarkan parameter (syarat tumbuh, curah hujan, dan tekstur tanah), sehingga diperoleh peta sebaran hujan, peta sebaran suhu, dan peta sebaran tekstur tanah. Sedangkan metode survai ke lokasi sentra digunakan untuk memodifikasi tabel kesesuaian lahan berdasarkan keadaan lokasi sentra, dimana setiap parameter kesesuaian lahan di atas dioverlay, sehingga diperoleh peta kesesuaian lahan yang diinginkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 40.811,36 hektar lahan atau sekitar 26,1 persen dari luas wilayah Kabupaten Sumedang masuk ke dalam kelas sangat sesuai (S1).Kata kunci: evaluasi keseuaian lahan, SIG, salak slebong

EVALUASI KESESUAIAN LAHAN TANAMAN UBI CILEMBU (Ipomoea batatas) DI KABUPATEN SUMEDANG MENGGUNAKAN APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG)

Jurnal Teknotan Vol 9, No 1 (2015): Jurnal Teknotan, Januari 2015
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2819.482 KB)

Abstract

Potensi pasarubi Cilembu (Ipomoea batatas) sangat menjanjika, baik di pasar regional maupun internasional. Namun produksi ubi Cilembu aktual tidak dapat memenuhi permintaan pasar, sehingga, perluasan area tanam perlu dilakukan untuk meningkatkan produksinya. Untuk mengevaluasi kesesauian lahannya, SIG telah digunakan dalam penelitian ini, agar sebaran dan luasan lahan yang sesuai untuk ekstensifikasi pengembangan budidaya ubi Cilembu dapat diidentifikasi. Metode deskriptif digunakan melalui proses analisis tingkat kesesuaian lahan tanaman ubi Cilembu berdasarkan syarat tumbu yang meliputi, suhu, curah hujan, dan tekstur tanah tanaman ubi Cilembu. Dari data temperatur rerata tahunan, curah hujan rata-rata tahunan dan peta jenis tanah didapatkan masing-masing peta kesesuaian suhu, peta kesesuaian lahan untuk budidaya ubi Cilembu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahan yang sesuai untuk perluasan kawasan budidaya ubi Cilembu adalah 8.623,56 ha atau 5,52 persen dari luas Kabupaten Sumedang.Kata kunci: evaluasi kesesuain lahan, SIG, peta kesesuaian

RANCANG BANGUN REAKTOR BIOGAS DENGAN PENGADUK UNTUK SAMPAH ORGANIK SKALA RUMAH TANGGA

Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 7, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mengurangi kelemahan reaktor biogas yang ada dan pemanfaatan sampah organik telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk merancang bangun reaktor biogas yang mudah dibuat, relatif murah, tidak korosi, tahan lama, dan memiliki pengaduk  dengan memanfaatkan sampah organik skala rumah tangga. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus hingga Desember 2011 di Desa Cikeruh, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Hasil penelitian memberikan rancangan reaktor biogas berbahan dasar drum plastik High density Polyethilen (HDPE) dengan pengaduk untuk sampah organik skala rumah tangga dengan spesifikasi: volume total 500l, volume isian 400l, panjang pengaduk 750mm dengan diameter poros 20mm. Reaktor biogas dapat menghasilkan biogas sebanyak 1100l dengan proses selama 30hari, temperatur dan pH rata-rata bahan isian berkisar 28ºC dan 7,23 dengan nilai kalor bersih 19,78 Joule/cm3. Pengaduk dapat mengaduk bahan isian di dalam reaktor biogas sehingga tidak mengalami pengeringan. Biaya investasi reaktor biogas Rp 587.000, NPV= Rp 752.906, IRR= 34,11 %, BCR= 1,59, reaktor biogas ini mencapai BEP pada produksi 1.350 l/bulan. Kata kunci : rancang bangun, reaktor biogas, pengaduk, sampah organik.