Surya Amanu
Bagian Klinik Hewan, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana, Bali

Published : 20 Documents
Articles

Found 16 Documents
Search
Journal : Jurnal Sain Veteriner

EFEKTIVITAS PENGOBATAN PREPARAT KOMBINASI AMOKSISILIN DAN KOLISTIN SULFAT PADAKASUS INFEKSI BUATAN Escherichia coli PATOGEN PADA AYAM BROILER Haryadi Wibowo, Michael; Amanu, Surya
Jurnal Sain Veteriner Vol 27, No 1 (2009)
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5484.214 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penggunaan preparat kombinasi amoksisilin dan kolistin suIfat pada kasus infeksi buatan Escherichia coli pada ayam broiler. Sebanyak 140 ekor ayam broiler dipelihara sejak umur satu hari menurut pemeliharaan standar yang lazim. Pada umur 21 hari, ayam tersebut dipisahkan menjadi duayaitu 118 ekor sebagai ayam perlakuan sedangkan sisanya 22 ekor sebagai kontrol. Ayam perlakuan diinfeksi E. coli patogenik isolat asal unggas (EC/Kls/4/02) secara intra peritoneal dosis 0,5 ml dari suspensi Mac Farland I. Segera setelah diinfeksi ayam tersebut diobati dengan preparat kombinasi amoksisilin dan kolistin dosis 1 gram per liter,diberikan selama 7 hari. Kelompok kontrol diinfeksi E. coli sebagaimana kelompok perlakuan tetapi tidak diobati. Respon pengobatan yang diamati adalah kesembuhan ayam yang teramati tanpa adanya gejala klinis, dan penampilan ayam paska pengobatan yang meliputi: rasio jumlah ayam terjual dari jumlah yang diinfeksi, berat badan dan tingkatkonversi pakan. Untuk membandingkan pengaruh pengobatan antara kelompok perlakuan dan kontrol diuji dengan analisis Chi- Square menggunakan program Student Edition of Statistic 4.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prosentase ayam terjual sebanyak 86,4 %, dengan berat rerata pada umor 38 hari 1,48kg serta nilai efisiensipakan feedconvertion ratio 1,81. Secara statistik pengaruh pengobatan tersebut terdapat perbedaan yang bermakna pada tingkat signifikasi 0,5%, antara kelompok perlakuan dan kontrol. Berdasarkan data tersebut maka dapat disimpulkan bahwa respon pengobatan pada kasus infeksi buatan E. coli menggunakan preparat kombinasi amoksisilin dan kolistin sulfat,cukup baikuntuk mengatasi infeksi tersebut.Kata kunci: Escherichia coli, kombinasi antibiotik, potensi zooteknik ayam
Perbandingan beberapa program vaksinasi penyakit newcastle pada ayam buras Wibowo, Michael Haryadi; Amanu, Surya
Jurnal Sain Veteriner Vol 28, No 1 (2010)
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4409.3 KB)

Abstract

.
Studi Serologis Dengan Uji Hambatan Hemaglutinasi Terhadap Angsa Amanu, Surya; Rohi, Oktavianus Kale
Jurnal Sain Veteriner Vol 23, No 1 (2005)
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (890.776 KB)

Abstract

elah dilakukan penelitian uji hambatan hemaglutinasi (HH) pada sera angsa untuk mengetahui adanya reaktor terhadap Newcastle disease (ND) di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada yang bertujuan untuk memberikan informasi adanya reaktor terhadap ND pada angsa. Sebanyak 118 sampel sera angsa di daerah Istimewa Yogyakarta berasal dan Kabupaten Sleman 45 sampel, Kabupaten Kulonprogo 17 sampel, Kabupaten Bantul 28 sampel dan Kodya Yogyakarta 28 sampel, yang diuji HH dengan metode pelat mikro (Beard, 1980). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dan sebanyak 118 sampel sera angsa yang diperiksa, yang memberikan reaksi pesitif pada uji HH atau sebagai reaktor sebanyak 88 sampel (74,57 %).
Kejadian Infeksi Bakteri Mycoplasma Gallisepticum Pada Kalkun,Itik,Entok Dan Angsa Di Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta Amanu, Surya; Riyanto, Irwan Budi
Jurnal Sain Veteriner Vol 22, No 1 (2004)
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (788.773 KB)

Abstract

.
Survei Difeksi Bakteri Mycoplasma synoviae Pada Kalkun, Angsa, Entok dan Itik di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta = Survey of Mycoplasma synoviae Bacterial Infection in Turkey, Goose Muscovy Duck and Duck at Amanu, Surya
Jurnal Sain Veteriner Vol 23, No 2 (2005)
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian uji serologis terhadap Mycoplasma synoviae pada kalkun, angsa, entok dan itik di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada yang bertujuan untuk memberikan informasi adanya reaktor terhadap Infectious synovitis pada unggas tersebut. Sebanyak 175 sampel sera unggas yang terdiri dari 46 sampel sera kalkun, 45 sampel sera angsa, 44 sampel sera entok dan 40 sampel sera itik, dari Kabupaten Sleman yang diambil pada periode tahun 2003 diuji aglutinasi cepat serum dengan menggunakan antigen berwarna Mycoplasma synoviae serotipe S produksi Salsbury Laboratories, Amerika Serikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sebanyak 175 sampel sera unggas tersebut yang diperiksa, yang memberikan reaksi positif atau sebagai reaktor sebanyak 72 sampel sera unggas (41,14%) yang masing-masing berasal dari 26 sampel sera kalkun (56,52%), 23 sampel sera angsa (51,10%), 10 sampel sera entok (22,72%) dan 13 sampel itik (32,50%).
Isolation and Identification of Egg Drop Syndrome Virus with Hemagglutination and Hemagglutination Tests Fitrawati, Fidyah; Wibowo, Michael Haryadi; Amanu, Surya; Sutrisno, Bambang
Jurnal Sain Veteriner Vol 33, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Egg drop syndrome (EDS) is a disease that attacks layer hens in the production phase causing failure of peak eggs production, decreased in eggs production, and presence of eggs without shell. This study was conducted to isolate and identify the EDS virus in the chicken layer that was diagnosed as a disease of EDS by hemagglutination (HA) and  hemagglutination inhibition (HI) assays. Specific pathogen free (SPF) layerchickens which were passing through the production phase fed with food which was mixed with egg without shell from SR/WNO/2011. The chicken together with chicken FF/Sleman/2011 were dissected when pathological lesions, such as the dents or palor eggs observed. The uterine tissues were then collected for samples. Infundibulum of chicken FF/Sleman/2011 was explored and was found out that the eggs were lack ofegg shells. The eggs were then washed using sterile PBS. The three subsequent samples were propagated in the allantoic fluid of embryonated duck eggs for 16 days. Allantoic fluid was harvested after being incubated for 4 days. It was then tested by HA and HI assay by use of avian influenza virus (AIV), Newcastle disease virus (NDV), and EDS anti serum. The HA and HI test with EDS anti serum used chickens erythrocytes in percentageof 0,8. The HA test in uterine sample of both SR/WNO/2011 and FF/Sleman/2011 showed the titer 23 HA units and egg washed water sample of FF/Sleman/2011 showed titer 22 HA units. The HI test for comparison with ND and AI anti serum was negative, while the test with EDS anti serum showed positive results. Based on the HA and HI test results, it was concluded that the virus grown in the allantoic fluid is EDS virus.
Isolation and Identification of Egg Drop Syndrome Virus with Hemagglutination and Hemagglutination Tests Fitrawati, Fidyah; Wibowo, Michael Haryadi; Amanu, Surya; Sutrisno, Bambang
Jurnal Sain Veteriner Vol 33, No 1 (2015): JUNI
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Egg drop syndrome (EDS) is a disease that attacks layer hens in the production phase causing failure of peak eggs production, decreased in eggs production, and presence of eggs without shell. This study was conducted to isolate and identify the EDS virus in the chicken layer that was diagnosed as a disease of EDS by hemagglutination (HA) and  hemagglutination inhibition (HI) assays. Specific pathogen free (SPF) layerchickens which were passing through the production phase fed with food which was mixed with egg without shell from SR/WNO/2011. The chicken together with chicken FF/Sleman/2011 were dissected when pathological lesions, such as the dents or palor eggs observed. The uterine tissues were then collected for samples. Infundibulum of chicken FF/Sleman/2011 was explored and was found out that the eggs were lack ofegg shells. The eggs were then washed using sterile PBS. The three subsequent samples were propagated in the allantoic fluid of embryonated duck eggs for 16 days. Allantoic fluid was harvested after being incubated for 4 days. It was then tested by HA and HI assay by use of avian influenza virus (AIV), Newcastle disease virus (NDV), and EDS anti serum. The HA and HI test with EDS anti serum used chickens erythrocytes in percentageof 0,8. The HA test in uterine sample of both SR/WNO/2011 and FF/Sleman/2011 showed the titer 23 HA units and egg washed water sample of FF/Sleman/2011 showed titer 22 HA units. The HI test for comparison with ND and AI anti serum was negative, while the test with EDS anti serum showed positive results. Based on the HA and HI test results, it was concluded that the virus grown in the allantoic fluid is EDS virus.
Detection of Edwardsiella tarda From African Catfish (Clarias garipienus) by Agar Gel Precipitation (AGP) Method in jambi Amanu, Surya; Fikar, Miftahul; Barmara, Rudi
Jurnal Sain Veteriner Vol 34, No 1 (2016): Juni
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

For the past few years, Edwardsiella tarda has become major problem in African catfish culture in Jambi. Detection by biochemical characteristic can lead to inaccurate result and there is a necessity to develop more specific and accurate method, one of which is Agar Gel Precipitation (AGP) method. Six samples each were collected from two African catfish farm located in District Sungai Gelam and Telanai Pura in Jambi, which was showed clinical signs of E. tarda outbreak with more than fifty percent mortality rate. Heat stable soluble antigen was prepared from 2 groups of pure culture isolated from sample for AGP test. Antiserum for test wells was antiserum of E. tarda (ATCC 15947) that have been produced by inoculating whole-cell antigen (heat-stable) and flagellar antigen (formalin-killed) in rabbit. For control positive, soluble antigen prepared from E. tarda (ATCC 15947), and control negative from Aeromonas hydophila (ATCC 35654) and Edwardsiella ictaluri (NCIMB 13272). Both antiserums were able to show positive reaction visible by the formation of specific precipitin lines between antiserum and antigen wells, and there was no precipitin reaction for negative control. In conclusion AGP method is a one of reliable technique to identify E. tarda.
Deteksi Edwardsiella Ictaluri pada Ikan dengan Metode Co-Agglutination Test Fikar, Miftahul; Amanu, Surya; Simanjuntak, Suhardo R.T.; Yudistra, Mario Ari
Jurnal Sain Veteriner Vol 33, No 2 (2015): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknik immunodiagnostik dengan menggunakan uji serologis co-agglutination telah lama dikenal dalam mendeteksi infeksi bakteri dan virus pada manusia, hewan, ikan, dan cemaran pada produk-produk perikanan. Keunggulan teknik ini adalah sederhana, cepat, murah, dan akurat, terutama untuk penerapan di lapangan karena dapat mendeteksi langsung dari organ. Namun penggunaan metode kurang dikenal dibandingkan metode lain yang lebih kompleks dan mahal seperti ELISA dan FAT. Pengembangan metode ini di Indonesia telah dilakukan sejak tahun 2014 dan telah diaplikasikan di lapangan dengan hasil yang memuaskan, terutama dalam mendeteksibakteri Edwardsiella ictaluri penyebab penyakit Edwardsiella Septicemia of Catfish pada ikan patin (Pengasius hypophtalmus) dan lele (Clarias garipienus) di Jambi. Pengambilan sampel dilakukan di 70 lokasi sentra budidaya ikan patin dan lele di 4 kabupaten, di Provinsi Jambi selama bulan April-Juni 2015. Pengujian dengan teknik co-agglutination mendeteksi 5 lokasi budidaya positif tersebut E. ictaluri. Organ yang diuji dengan teknik ini diisolasi ke media agar untuk diuji secara konvensional dan serologis dengan metode rapid slide aglutination dan terkonfirmasi positif. Isolat yang diperoleh juga diujibandingkan ke laboratorium yang telah terakreditasi dalam ruang lingkup E. ictaluri di Batam dan Tanjung Pinang, dan mendapatkan hasil positif. Uji lapangan inimembuktikan bahwa teknik co-agglutination dapat memberikan hasil yang valid dalam waktu beberapa jam saja dibandingkan dengan metode konvensional yang memakan waktu berhari-hari, ataupun dengan metode ELISA dan FAT yang membutuhkan biaya tinggi. Inovasi teknologi dengan metode ini dapat menjadi jawaban atas tantangan globalisasi terutama dengan diberlakukannya kawasan Masyarakat Ekonomi Asean, dimana lalulintas peredaran ikan dan pengembangan industri perikanan makin meluas yang membawa resiko merebaknya wabahpenyakit ikan.
Survei Difeksi Bakteri Mycoplasma synoviae Pada Kalkun, Angsa, Entok dan Itik di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta = Survey of Mycoplasma synoviae Bacterial Infection in Turkey, Goose Muscovy Duck and Duck at Amanu, Surya
Jurnal Sain Veteriner Vol 23, No 2 (2005): DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian uji serologis terhadap Mycoplasma synoviae pada kalkun, angsa, entok dan itik di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada yang bertujuan untuk memberikan informasi adanya reaktor terhadap Infectious synovitis pada unggas tersebut. Sebanyak 175 sampel sera unggas yang terdiri dari 46 sampel sera kalkun, 45 sampel sera angsa, 44 sampel sera entok dan 40 sampel sera itik, dari Kabupaten Sleman yang diambil pada periode tahun 2003 diuji aglutinasi cepat serum dengan menggunakan antigen berwarna Mycoplasma synoviae serotipe S produksi Salsbury Laboratories, Amerika Serikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sebanyak 175 sampel sera unggas tersebut yang diperiksa, yang memberikan reaksi positif atau sebagai reaktor sebanyak 72 sampel sera unggas (41,14%) yang masing-masing berasal dari 26 sampel sera kalkun (56,52%), 23 sampel sera angsa (51,10%), 10 sampel sera entok (22,72%) dan 13 sampel itik (32,50%).