Bilqis Amaliah
Fakultas Teknologi Informasi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, 60111

Published : 11 Documents
Articles

Found 11 Documents
Search

Implementasi DNA Similarity Matching pada Perangkat Mobile dengan Sugeno Fuzzy Inference System

Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Teknik ITS (ISSN 2301-9271)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.037 KB)

Abstract

STR analysis merupakan teknik DNA profiling yang populer digunakan untuk mendapatkan profil DNA manusia yang bersifat unik dari sampel biologis yang didapatkan. Profil DNA tersebut terdiri dari beberapa lokus STR yang ditetapkan sebagai standar. Dalam praktiknya, permasalahan timbul ketika dalam proses analisis terjadi kontaminasi terhadap sampel biologis. Akibatnya, profil hasil proses analisis memiliki nilai ketidakpastian (uncertainty) atau nilai pergeseran dan noise. Untuk permasalahan seperti ini, perangkat lunak bantu untuk proses pencocokan kemiripan DNA yang dikembangkan oleh National Institute of Standards and Technology (NIST), yaitu STR_MatchSamples, tidak mampu menangani. Hal ini dikarenakan STR_MatchSamples bekerja dengan logika crisp, sedangkan data profil DNA memiliki nilai-nilai ketidakpastian. Maka, untuk mengatasi permasalahan ketidakpastian pada profil DNA, digunakan sebuah metode fuzzy untuk pencocokan kemiripan DNA, yaitu sistem inferensi fuzzy Sugeno. Pada paper ini diberikan penjelasan mengenai metode sistem inferensi fuzzy Sugeno sebagai metode untuk pencocokan kemiripan DNA beserta implementasinya sebagai aplikasi web service yang bekerja pada sebuah server. Aplikasi tersebut dapat diakses oleh perangkat mobile bersistem operasi Android sebagai client aplikasi web service tersebut.

Implementasi Algoritma Genetika pada Struktur Backpropagation Neural Network untuk Klasifikasi Kanker Payudara

Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Teknik ITS (ISSN 2301-9271)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.341 KB)

Abstract

Pada penelitian sebelumnya sudah dilakukan klasifikasi kanker payudara menggunakan kombinasi dari metode Neural Network (NN) dan Association Rules (AR). Namun metode ini dinilai masih belum optimal dikarenakan hasil rata-rata akurasinya yang menunjukkan angka kurang maksimal. Metode baru diusulkan dengan maksud untuk mencari solusi lebih baik dari metode sebelumnya dalam hal rata-rata akurasi, yaitu dengan menggunakan kombinasi metode klasifikasi Neural Network dan algoritma genetika. Metode Neural Network digunakan sebagai Artificial Intelligence untuk memprediksi kanker payudara, sedangkan algoritma genetika digunakan untuk optimasi parameter Neural Network seperti jumlah hidden layer dan learning rate agar akurasi yang dihasilkan bisa lebih bagus. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk membandingkan antara metode kombinasi Neural Network dan algoritma genetika dengan metode Naïve Bayesian. Metode evaluasi uji coba yang digunakan adalah metode 10 fold cross validation. Hasil uji coba 10 fold cross validation menunjukkan bahwa metode Neural Network yang optimasi parameternya menggunakan algoritma genetika menghasilkan rata-rata akurasi yang cukup tinggi yaitu 97,00%, lebih baik dari metode Naïve Bayesian yang menghasilkan rata-rata akurasi 96,24% dan juga lebih baik dari metode Neural Network dengan Association Rules yang menghasilkan rata-rata akurasi 95.6%.

Deteksi Jenis Kendaraan di Jalan Menggunakan OpenCV

Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.25 KB)

Abstract

Jenis kendaraan yang melewati suatu ruas jalan dapat diketahui secara komputasi dengan mencocokkan fitur kendaran yang terdeteksi dengan fitur kendaraan standar masing-masing jeniskendaraan. Dengan mencapture frame image yang memuat kendaraan di jalan, OpenCV dapat mencocokkan fitur kendaraan tersebut dengan fitur kendaraan standar masing-masing jeniskendaraan, sehingga jenis kendaraan pada frame image dapat diketahui.

PEMILIHAN WARNA LIPSTIK BERDASARKAN INFORMASI USIA DAN WARNA KULIT DENGAN MENGGUNAKAN METODA ARTIFICIAL NEURAL NETWORK

Semantik Vol 1, No 1 (2011): Prosiding Semantik 2011
Publisher : Semantik

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.882 KB)

Abstract

Seringkali seorang wanita sulit untuk memutuskan warna lipstik apa yang sesuai untuk dirinya, terutama bagi wanita yang baru pertama kali membeli lipstik. Pada situasi seperti ini pihak penjual diharapkan dapat memberikan saran kepada wanita atau pelanggan tersebut.Untuk membantu pihak penjual agar dapat memberikan saran kepada pelanggan maka pada penelitian ini akan dibuat suatu aplikasi yang dapat menentukan warna lipstik yang tepat bagi pelanggan. Aplikasi dibangun dengan melakukan proses pengenalan pola, klasifikasi dan ramalan pada data kasus yang ada. Data masukan yang dibutuhkan berupa informasi warna kulit dan usia dari pelanggan. Metode yang digunakan adalah metode pembelajaran Jaringan Syaraf Tiruan (Artificial Neural Network) dengan menggunakan fungsi training Levenberg- Marquardt. Hasil dari penelitian ini adalah dapat menentukan warna lipstik bagi pelanggan dengan tingkat akurasi rata-rata adalah 51%.Kata kunci : Klasifikasi, Artificial Neural Network, Levenberg-Marquardt

PENENTUAN JENIS FUMIGASI DENGAN MENGGUNAKAN METODE DECISION TREE

Semantik Vol 2, No 1 (2012): Prosiding Semantik 2012
Publisher : Semantik

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.66 KB)

Abstract

Fumigasi merupakan suatu perlakuan yang harus dilakukan terhadap semua komoditi yang akan dikirim ke luar negeri. Terdapat beberapa macam jenis fumigasi yaitu AQIS, ISPM 15, AF, LCL, dan Standart. Atribut yang digunakan adalah Jenis Komoditi, Negara tujuan, Shipper, Volume, Alat Angkut, Bahan Pengepak, Dosis, dan Tempat Stuffing. Sehingga tidak mudah bagi seorang fumigator untuk menentukan jenis fumigasi yang cocok untuk komoditi yang akan dikirim keluar negeri. Untuk membantu fumigator agar dapat menentukan jenis fumigasi yang tepat, maka pada penelitian ini akan dibuat aplikasi penentuan jenis fumigasi dengan menggunakan metode klasifikasi decision tree ID3. Ada tiga tahap dalam pembuatan penelitian ini yaitu tahapan pengolahan data, tahap decision tree, dan tahap interpretasi. Pada tahap pengolahan data meliputi data selection, pre-processing dan transformation. Tahap decision tree adalah tahap pembuatan tree, sedangkan tahap interpretasi adalah proses pencarian jenis fumigasi berdasarkan decision tree yang telah di dapat. Dari percobaan dan sembilan scenario yang dilakukan, terbukti bahwa metode decision tree dapat diaplikasikan untuk permasalahan klasifikasi jenis fumigasi. Terbukti dengan tingkat akurasi yang didapat adalah 83% untuk 50% data training, dan 50% data testing.Kata Kunci: Decision Tree ID3, Klasifikasi, Fumigasi, Interpretasi

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KEUANGAN SUB BAGIAN PERBENDAHARAAN, STUDI KASUS PEMERINTAH KABUPATEN MALANG

JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Vol 2, No 2 Juli 2003
Publisher : Teknik Informatika, ITS Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah keuangan merupakan hal yang cukup vital, terlebih dalam sebuah sistem pemerintahan. Untuk itu diperlukan suatu sistem informasi manajemen keuangan yang dapat meminimalisasikan atau bahkan menghilangkan kesalahan-kesalahan yang mungkin dapat terjadi. Dalam penelitian ini dibuat suatu aplikasi yang menyediakan sarana untuk pencatatan kegiatan keuangan pada Sub Bagian Perbendaharaan Pemerintah Kabupaten Malang, mulai dari penerbitan Surat Perintah Membayar (SPM) sampai pelaporan keadaan posisi kas keuangan yang dimiliki oleh Kas Daerah. Bentuk dan format pelaporan yang dihasilkan Sistem Informasi Manajemen Keuangan ini mengacu pada Keputusan Menteri Dalam Negeri nomor 29 tahun 2002 tentang: Pedoman Pengurusan, Pertanggungjawaban Dan Pengawasan Keuangan Daerah Serta Tata Cara Penyusunan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah, Pelaksanaan Tata Usaha Keuangan Daerah Dan Penyusunan Perhitungan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah. Sistem informasi ini menyatu dengan Sistem Informasi Manajemen Keuangan sub bagian yang lain (Anggaran, Verifikasi, dan Pembukuan) baik yang telah ada maupun yang akan dikembangkan, sehingga proses yang terjadi pada sistem ini terintegrasi antara satu dengan yang lain. Sistem ini dibuat menggantikan sistem yang telah ada dan berjalan sebelumnya di Bagian Keuangan Pemerintah Kabupaten Malang yang dilakukan secara semi manual/ belum terkomputerisasi dengan baik serta tidak terintegrasi dengan proses/ aktivitas yang dilakukan oleh sub bagian yang lain. Dengan menjadikan aplikasi Sistem Informasi Manajemen Keuangan Sub Bagian Perbendaharaan ini berbasis web maka informasi dapat lebih mudah diakses dimana saja pada brower jaringan online. Sistem informasi ini dibangun dengan menggunakan database Oracle9i dan bahasa pemrograman web Active Server Pages (ASP). Sistem informasi yang dibuat diujicoba secara fungsional, dimana sampel data yang digunakan diambil dari Sub Bagian Perbendaharan Pemerintah Kabupaten Malang. Sistem informasi ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mengelola manajemen keuangan di lingkungan studi kasus. Kata kunci : Sistem Informasi Manajemen, Keuangan.

RANCANG BANGUN PERANGKAT LUNAK UNTUK PERHITUNGAN BESAR ARUS HUBUNG SINGKAT PADA SISTEM DISTRIBUSI LISTRIK DI KAPAL

JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Vol 3, No 2 Juli 2004
Publisher : Teknik Informatika, ITS Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu penunjang untuk pengamanan jaringan listrik kapal adalah mengetahui berapa besar arus hubung singkat pada bus-bus tertentu di jaringan listrik kapal. Selama ini PT.PAL dalam hal menghitung hubung arus hubung singkat dilakukan secara manual. Untuk lebih meningkatkan efektifitas dan effisiensi kerja, maka pada penelitian ini penulis akan membuat program komputer untuk menghitung besar arus hubung singkat pada sistem distribusi listrik di kapal. Untuk ini penulis akan merancang suatu program yang terkenal dengan istilah user friendly yaitu dengan menggunakan program yang dapat menggambarkan diagram satu garis system tenaga listrik. Program ini mendukung interaksi langsung antara pemakai dan diagram satu garis Metoda yang dipakai dalam perhitungan ini adalah metoda matrik impedansi Z-bus. Dengan mengetahui besar arus hubung singkat 3 fasa maka dapat ditentukan besar breaking capacity dari peralatan pengaman. Manfaat lain yang dapat diperoleh adalah untuk menentukan setting pengaman. Kata kunci : metoda matrik impedansi Z-bus, breaking capacity

SEAT INTERFERENCE ANTAR PENUMPANG PADA MODEL BOARDING PESAWAT TERBANG

Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 1 (2010): Computatinal
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.577 KB)

Abstract

Ada dua keadaan untuk sebuah pesawat, keadaan pertama adalah pada saat pesawat tersebut sedang berada di darat dan keadaan kedua adalaha saat peswat tersebut sedang berada di udara. Maskapai penerbangan akan mendapat keuntungan pada saat pesawat mereka sedang terbang. Banyak hal yang mempengaruhi lama pesawat berada di darat, antara lain : waktu penumpang turun, bongkar muat barang, pengisian bahan baker, boarding time, dll. Penelitian ini menyajikan beberapa model boarding untuk mengurangi seat interference dan untuk mengurangi waktu boarding. Mixed Integer Non Linier Programing digunakan untuk menghasilkan model boarding. ProModel digunakan untuk simulasi, hasil simulasi adalah waktu boarding dan seat interference. Airbus-320 digunakan untuk menerapkan model simulasi ini. Beberapa hal yang mempengaruhi strategi boarding adalah jumlah baris, jumlah grup dan jumlah penumpang yang dimasukkan untuk tiap grup. Hasil simulasi memperlihatkan bahwa model boarding dengan 6 grup dapat mengurangi jumlah seat interference sebesar 85,5% dan mengurangi waktu boarding sebesar 6,82% dibandingkan dengan menggunakan model tradisional back to front.

PEMISAHAN GIGI PADA DENTAL PANORAMIC RADIOGRAPH DENGAN MENGGUNAKAN INTEGRAL PROJECTION YANG DIMODIFIKASI

Kursor Vol 6, No 2 (2011)
Publisher : University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1001.417 KB)

Abstract

PEMISAHAN GIGI PADA DENTAL PANORAMIC RADIOGRAPH DENGAN MENGGUNAKAN INTEGRAL PROJECTION YANG DIMODIFIKASI aBilqis Amaliah, bAnny Yuniarti, cAnindita Sigit Nugroho, dAgus Zainal Arifin a,b,c,d Jurusan Teknik Informatika, FTIf – ITS - Surabaya Gedung Teknik Informatika, Jl. Teknik Kimia ITS, Sukolilo, Surabaya E-Mail: aBilqis@if.its.ac.id Abstrak Tidak mudah untuk mengetahui identitas seorang korban, jika sebagian besar tubuhnya sudah tak berbentuk lagi. Terdapat banyak cara untuk mengidentifikasi korban yang meninggal dunia, antara lain dengan DNA, sidik jari dan citra gigi. Gigi merupakan bagian dari tubuh yang biasanya masih utuh, karena struktur gigi yang padat. Sehingga peneliti mengajukan penelitian tentang identifikasi korban dengan menggunakan citra gigi. Terdapat beberapa tahap untuk identifikasi korban menggunakan citra gigi. Tahapan awal dan sangat menentukan adalah tahap pemisahan citra gigi. Dengan semakin akuratnya hasil dari pemisahan citra gigi, maka akan semakin akurat pula hasil identifikasi korban menggunakan citra gigi. Pemisahan citra gigi yang dilakukan adalah menggunakan metode Integral Projection yang dimodifikasi. Metode Integral Projection yang dimodifikasi ini digunakan untuk memberi garis pemisah antara satu gigi dengan gigi lainnya. Citra gigi yang digunakan adalah dental panoramic radiograph. Keberhasilan Integral Projection biasa dalam memisahkan antara gigi adalah 88,23 %, sedangkan dengan menggunakan Integral Projection yang dimodifikasi meningkat menjadi 93,47 %. Kata Kunci: Dental Panoramic Radiograph, Segmentasi, Integral Projection. Abstract It’s not easy to find out the identity of a victim, if most of his body was not shaped anymore. There are some ways to identify a victims, for example are using DNA matching, fingerprints and dental image. Teeth are part of the body that usually remains intact, because the solid tooth structure. Because of that, identify victim using dental image are purposed. There are several stages for victim identification using dental images. The first stage and the important one is teeth separation. The more accurate the results of the teeth separation, the more accurate the identification victim using dental images. Teeth separation is using modified integral projection method. The modified integral projection method is to make a line between the teeth so that the result is more accurate than the ordinary integral projection. In this research, dental panoramic radiographs are used. Accuration of ordinary integral projection is 88,23 %, and modified projection integral is 93,47 %. Key words:Dental Panoramic Radiograph, Segmentation, Integral Projection.

ABCD FEATURE EXTRACTION OF IMAGE DERMATOSCOPIC BASED ON MORPHOLOGY ANALYSIS FOR MELANOMA SKIN CANCER DIAGNOSIS

Jurnal Ilmu Komputer dan Informasi Vol 3, No 2 (2010): Jurnal Ilmu Komputer dan Informasi (Journal of Computer Science and Information
Publisher : Faculty of Computer Science - Universitas Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1704.294 KB)

Abstract

This research present asymmetry, border irregularity, color variation, and diameter (ABCD) feature extraction of image dermatoscopic for melanoma skin cancer diagnosis. ABCD feature is the important information based on morphology analysis of image dermatoscopic lesion. ABCD feature is used to calculate Total Dermatoscopic Value (TDV) for melanoma skin cancer diagnosis. Asymmetry feature consist information of asymmetry and lengthening index of the lesion. Border irregularity feature consist information of compactness index, fractal dimension, edge abruptness, and pigmentation transition from the lesion. Color homogeneity feature consist information of color homogeneity and the correlation between photometry and geometry of the lesion. Diameter extraction is diameter of the lesion. There are three diagnosis that is used on this research i.e. melanoma, suspicious, and benign skin lesion. The experiment uses 30 samples of image dermatoscopic lesion that is suspicious melanoma skin cancer. Based on the experiment, the accuracy of the system is 85% that there are four false diagnoses of 30 samples. Penelitian ini menyajikan ekstraksi fitur citra dermatoskopik untuk diagnosis kanker kulit melanoma berdasarkan asymmetry, border irregularity, color variation, dan diameter (ABCD). Fitur ABCD adalah informasi yang penting berdasarkan analisis morfologi lesi citra dermatoskopik. Fitur tersebut digunakan dalam perhitungan Total Dermatoscopic Value (TDV) untuk diagnosis kanker kulit melanoma. Fitur asymmetry terdiri dari informasi asimetri dan indeks perpanjangan luka. Fitur border irregularity terdiri dari informasi indeks compactness, dimensi fraktal, edge abruptness, dan transisi pigmentasi dari lesi. Warna fitur homogenitas terdiri dari informasi homogenitas warna dan korelasi antara fotometri dan geometri lesi. Ekstraksi diameter adalah diameter lesi. Ada tiga diagnosa yang digunakan pada penelitian ini yaitu melanoma, diduga melanoma, dan benign skin lesion. Percobaan ini menggunakan 30 sampel dari lesi citra dermatoskopik kanker kulit melanoma yang mencurigakan. Berdasarkan percobaan, akurasi dari sistem ini adalah 85% dan terdapat empat diagnosa palsu dari 30 sampel.