Articles

Found 19 Documents
Search

Improving Oral Health Awareness in Primary School Student

Journal of the Indonesian Medical Association Vol. 61 No. 5 May 2011
Publisher : Journal of the Indonesian Medical Association

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalence of dental caries in primary school students according to the results of Riskesdas 2007 was 72.1%. One program that the Ministry of Health proclaimed was Usaha Kesehatan Gigi Sekolah through Program Sikat Gigi Bersama (PSGB) or School dental hygiene effort through collective toolhbrushing program. This study aims to know the effectiveness of PBSG to reduce the risk of dental caries in primary school studnets and improved of knowledge, attitudes, actions, and teacher behavior after being trained. The subjects were elementary school students grades 1 and 2 as well as teachers in Public Elementary School (SDN) 03 Senen. The teachers are given training as an instructor of toothbrush counseling for students. While the students were counseled, examined their teeth and mouth, they they brushed their teeth together in during six months with the teacher as guidance. Evaluation of the results is conducted at the sixth month using a questionnaire and doing oral examination on the students. The study showed a  significant increase in the average value of plaque pH, the value of student behavior, and teacher behavior.Keywords: primary students, tooth brushing together in class, plaque pH, salivary pH, buffer capacity

Analisis Logam Berat Timbal pada Sedimen Dasar Perairan Muara Sungai Sayung, Kabupaten Demak

Journal of Oceanography Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Journal of Oceanography

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam berat timbal yang terkandung dalam sedimen dasar perairan muara Sungai Sayung. Pengambilan data lapangan dilakukan pada tanggal 4 Mei 2013. Materi yang digunakan berupa sampel sedimen dasar dan didukung data pengukuran lapangan arus laut dan pH. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survey dan deskriptif analitik. Analisa ukuran butir sedimen dasar dilakukan di Laboratorium Geologi Jurusan Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. Analisa sampel sedimen dasar untuk mengetahui konsentrasi logam berat timbal dilakukan di Balai Laboratorium Kesehatan, Dinas Kesehatan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.  Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa konsentrasi timbal tertinggi terdapat pada sedimen di wilayah mangrove dengan nilai 24,21 mg/kg, sedangkan untuk hasil analisa ukuran butir, jenis sedimen pada perairan muara Sungai Sayung adalah pasir, pasir lanauan, lanau pasiran dan lanau. Berdasarkan hasil yang didapat, diduga bahwa sisa-sisa organisme yang mengendap di kawasan mangrove telah mengandung timbal. Berdasarkan Dutch Quality Standars for Metal in Sediment diketahui bahwa kandungan timbal pada sedimen dasar Perairan Muara Sungai Sayung masih dibawah level target.   

PERANCANGAN PENGELOLAAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA PEKERJAAN BEKISTING PROYEK BANGUNAN GEDUNG BERTINGKAT TINGGI DENGAN MENGGUNAKAN METODE HAZARD IDENTIFICATION, RISK ASESSMENT DAN RISK CONTROL DI PT JAYA KONSTRUKSI (Studi Kasus : Proyek Pembangu

Jurnal Teknik Lingkungan Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Teknik Lingkungan
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Construction Company is a part of work place that doing all of the hazard identification process, risks evaluation, and control that affect the worker safety. That component will be identified with risks type and the dangers that occurs in the construction process such as begisting, information from the identification will being analyze to determine the level of every source. The result of analyses and evaluation will be reviewed with SMK3 risks assessment which is a standard in this study. Based on the risk assessment of the construction activities on PT. Jaya Konstruksi, concluded that the risk level from before and after the project uses wilcoxon test is unaffected to decrease the risks, it proved from these formula {asymp.sig.(2-tailed)>0,005} that means Ho is accepted and the risks control is not affected

PERBEDAAN KEPADATAN TULANG ANTARA PENDERITA AUTIS DAN TIDAK AUTIS

Journal of Nutrition College Vol 3, No 2 (2014): Journal of Nutrition College
Publisher : Nutrition Science Department

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Penderita autis memiliki beberapa gangguan khas, antara lain gangguan perilaku, gangguan penyerapan, serta gangguan makan. Salah satu cara untuk mengurangi gangguan perilaku penderita autis adalah melakukan diet bebas gluten bebas kasein (BGBC). Penerapan diet BGBC yang tidak tepat pada penderita autis menyebabkan defisiensi asupan zat gizi seperti vitamin D dan kalsium yang mengakibatkan penderita autis lebih berisiko memiliki kepadatan tulang rendah dibandingkan dengan anak yang tidak autis.Tujuan: Menganalisis perbedaan kepadatan tulang antara penderita autis dan tidak autis Metode: Penelitian observasional dengan desain penelitian case control dengan subjek 20 penderita autis dan tidak autis 10-19 tahun yang diambil secara consecutive sampling. Data yang diambil asupan vitamin D dan kalsium, dan nilai kepadatan tulang. Penilaian asupan vitamin D dan kalsium diperoleh  melalui formulir  FFQ (Food Frequency Semi Quantitative) dan nilai kepadatan tulang menggunakan z-score   quantitative ultrasound bone densitometry. Analisis bivariat menggunakan uji Independent T-Test Hasil: Rerata z-score kepadatan tulang penderita autis lebih rendah (-1,47+ 0,91) dibandingkan dengan anak tidak autis (0,32+ 0,53). Kepadatan tulang yang rendah  (z-score < -2) hanya ditemukan pada kelompok penderita autis (35%).  Pada kedua kelompok sebagian besar mempunyai asupan vitamin D dan kalsium rendah. Terdapat perbedaan kepadatan tulang antara kelompok penderita autis dan tidak autis (p=0,00)Simpulan: Terdapat perbedaan kepadatan tulang antara penderita autis dan tidak autis

EXPLORING CHINESE CULTURE THROUGH CHINESE CULINARY IN NICOLE MONES’ THE LAST CHINESE CHEF

Jurnal Ilmiah Mahasiswa FIB Vol 6, No 3 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.645 KB)

Abstract

Keywords: Chinese culture, Dimensions of culture, Chinese culinary Food as the fuel of the body is an important thing in human’s life. However, the function of food can be seen in a broader context; it can reveal culture. This study is aimed to examine Chinese culture which is pictured through Chinese culinary in The Last Chinese Chef novel.Sociological approach to literature is used to analyze the novel. By using this approach, literary work is seen as the imitation of reality, thus it portrays culture as well. The understanding about culture and the dimensions of culture are also important to this study. The dimensions of culture that are discussed in this study are products, practices and perspective. Those three dimensions are completed each other in order to shape the culture.By applying the approach, this study finds that there are four cultural concepts that are exposed through Chinese culinary in The Last Chinese Chef. The first concept is harmony which can be applied in kitchen arrangement, food composition and flavor composition. The concept of harmony is important in Chinese culinary to balance the body and mind of the eater. The second concept is relationship. Eating together is Chinese’s way to make and strengthen their connection with others. The third concept is past time which can be seen through the cooks being traditional and the names of the food which have historical background. The last concept which is found is the concept of beauty. Chinese will not eat food that is not served beautifully.In conclusion, the practice and product of culture can be determinant in revealing the perspective behind it and it can be seen through something as mundane as food. For the next researcher, this novel still can be analyzed using psychological approach by focusing on the character’s personality.

The Application Of Brainstorming To Improve Student’s Writing Skill

International Multidiciplinary Conference on Social Sciences (IMCoSS) Vol 1 (2015): 3rd IMCoSS 2015
Publisher : Bandar Lampung University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2425.948 KB)

Abstract

Writing is one of the four basic language skills (reading, listening, writing, and speaking) that shoul be mastered by students. The aim of this research is to investigate the effect of brainstorming in improving student’s writing skill. The participants are students of English Study Program of Bandar Lampung University.The study shows that teaching writing by brainstorming method is successful. The students can develop their ideas in writing essay by using brainstorming technique because it helped them in organizing and arranging ideas into written text.

PERBEDAAN KEPADATAN TULANG ANTARA PENDERITA AUTIS DAN TIDAK AUTIS

Journal of Nutrition College Vol 3, No 2 (2014): April 2014
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.147 KB)

Abstract

Latar Belakang: Penderita autis memiliki beberapa gangguan khas, antara lain gangguan perilaku, gangguan penyerapan, serta gangguan makan. Salah satu cara untuk mengurangi gangguan perilaku penderita autis adalah melakukan diet bebas gluten bebas kasein (BGBC). Penerapan diet BGBC yang tidak tepat pada penderita autis menyebabkan defisiensi asupan zat gizi seperti vitamin D dan kalsium yang mengakibatkan penderita autis lebih berisiko memiliki kepadatan tulang rendah dibandingkan dengan anak yang tidak autis.Tujuan: Menganalisis perbedaan kepadatan tulang antara penderita autis dan tidak autis Metode: Penelitian observasional dengan desain penelitian case control dengan subjek 20 penderita autis dan tidak autis 10-19 tahun yang diambil secara consecutive sampling. Data yang diambil asupan vitamin D dan kalsium, dan nilai kepadatan tulang. Penilaian asupan vitamin D dan kalsium diperoleh  melalui formulir  FFQ (Food Frequency Semi Quantitative) dan nilai kepadatan tulang menggunakan z-score   quantitative ultrasound bone densitometry. Analisis bivariat menggunakan uji Independent T-Test Hasil: Rerata z-score kepadatan tulang penderita autis lebih rendah (-1,47+ 0,91) dibandingkan dengan anak tidak autis (0,32+ 0,53). Kepadatan tulang yang rendah  (z-score < -2) hanya ditemukan pada kelompok penderita autis (35%).  Pada kedua kelompok sebagian besar mempunyai asupan vitamin D dan kalsium rendah. Terdapat perbedaan kepadatan tulang antara kelompok penderita autis dan tidak autis (p=0,00)Simpulan: Terdapat perbedaan kepadatan tulang antara penderita autis dan tidak autis

HUBUNGAN PEMILIHAN WAKTU OLAHRAGA ZUMBA DENGAN PENURUNAN BERAT BADAN DI PUSAT KEBUGARAN KOTA BANDUNG

Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Vol 12, No 2 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Publisher : STIK Immanuel

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Zumba adalah olahraga yang menggabungkan antara tarian salsa dan gerakan tari Latin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pemilihan waktu olahraga zumba dengan penurunan berat badan di pusat kebugaran Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan desain Cross-Sectional yang dilakukan pada bulan mei, juni dan juli tahun 2018. Sebanyak 76 responden yang ikut serta dalam penelitian ini berasal dari 3 pusat kebugaran di Kota Bandung. Pemilihan waktu olahraga zumba diukur dengan mengggunakan kuisioner. Pengukuran berat badan diukur menggunakan kuisioner dan timbangan berat badan digital. Data di analisis menggunakan Uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan < 0,05. Hasil uji statistik didapatkan ada hubungan penurunan berat badan dengan asupan energi (r=0.000; p=0.05), ada hubungan penurunan berat badan dengan tingkat aktifitas fisik (r=0.001; p=0.05) dan ada hubungan pemilihan waktu olahraga zumba dengan penurunan berat badan (r=0.000; p=0.05). Olahraga zumba pada pagi hari dapat membuat penurunan berat badan lebih optimal. Olahraga Zumba sebaiknya dilakukan pada pagi hari. Kata kunci: zumba, pemilihan waktu olahraga, penurunan berat badan

Sistem Administrasi Proses Belajar Mengajar Di Program Studi Teknik Telekomunikasi Pnj Berbasis Android Dengan Transmisi WiFi

Jurnal Ilmiah Setrum Vol 5, No 1 (2016): List of Accepted Papers
Publisher : Fakultas Teknik Elektro - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem Administrasi Proses Belajar Mengajar di Program Studi Teknik Telekomunikasi PNJ Berbasis Android dengan Transmisi Wifi merupakan sebuah sistem untuk pencatatan kegiatan belajar mengajar berupa absen mahasiswa dan materi pembelajaran setiap harinya. Web server bertindak sebagai admin dan aplikasi android sebagai user. User dalam hal ini adalah dosen. Aplikasi ini terinstal pada tablet PC dan setiap menggunakan aplikasi ini user akan melakukan login terlebih dahulu dengan memasukkan username dan password sesuai dengan database server. Setelah melakukan login aplikasi akan menampilkan halaman menu. Pada halaman menu berisi profil dosen, kelas dan mata kuliah yang diajar oleh dosen, kurikulum yang ada di program studi teknik telekomunikasi PNJ dan jadwal mengajar dosen. Pada menu jadwal, dosen dapat melakukan absensi mahasiswa didik. Dosen melakukan absen satu persatu dengan menekan tombol “absen”. Data absensi dikirimkan ke web server dengan transmisi wifi dan masuk ke halaman lembar kontrol kegiatan dimana user diminta untuk mencatatkan judul materi. Web server akan menyimpan seluruh data yang dikirimkan oleh aplikasi android dan mengakumulasi absensi mahasiswa. Jika terdapat mahasiswa yang tidak hadir pada jam belajar dan memiliki masalah pada jumlah absensi sistem akan mengirimkan notifikasi berupa SMS kepada mahasiswa bersangkutan melalui SMS gateway.

NON-COMPETITION CLAUSE DALAM PERJANJIAN KERJA

Yuridika Vol 26, No 2 (2011): Volume 26 Nomor 2 Mei 2011
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Airlangga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Non-competition clause biasanya terdapat dalam suatu perjanjian kerja. Pemberlakuan non-competition clause memerlukan suatu pembatasan. Pembatasan suatu non-competition clause diperlukan dalam pemberlakuan klausula ini. Pelanggaran non-competition clause oleh pekerja yang menimbulkan kerugian bagi perusahaan dapat dilakukan suatu upaya hukum. Adapun upaya hukum yang dapat ditempuh oleh perusahaan tersebut adalah melalui jalur pengadilan maupun di luar pengadilan. Jika non-competition clause dirasa sangat membatasi hak pekerja atau dengan kata lain klausula ini tidak dalam batas kewajaran, pekerja tersebut mempunyai hak untuk mengajukan keberatan. Pekerja dapat mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri setempat. Mengenai keberatan terhadap non-competition clause ini dapat dikategorikan sebagai perselisihan kepentingan.Kata Kunci : non-competition clause, perjanjian kerja