Articles

Found 10 Documents
Search

PENGARUH INJEKSI TUNGGAL BLOK PARAVERTEBRA TERHADAP KADAR KORTISOL PLASMA PASIEN OPERASI TUMOR PAYUDARA

MEDIA MEDIKA MUDA 2012:MMM VOLUME 1 NUMBER 1 YEAR 2012
Publisher : MEDIA MEDIKA MUDA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Teknik anestesi yang digunakan dalam bedah payudara saat ini telah mengalami perkembangan dengan menggunakan anestesi regional. Anestesi regional injeksi tunggal blok paravertebra menjadi inovasi baru yang dikembangakan pada pasien operasi tumor payudara. Blok paravertebra dinyatakan dapat mengurangi reaksi efek samping maupun menurunkan respon stress tubuh pasien seperti kortisol plasma.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh injeksi tunggal blok paravertebra yang menyebabkan penurunan kadar kortisol plasma pasien operasi tumor payudara.Metode: Desain penelitian ini adalah observasional dengan menggunakan analitik Cross sectional pada catatan medik 10 pasien yang menjalani operasi dengan teknik anestesi injeksi tunggal blok paravertebra yang memenuhi criteria inklusi dan ekslusi. Kemudian dibandingkan kadar konsentrasi kortisol plasma pada sebelum operasi (preoperasi) maupun pasca operasi (postoperasi). Uji statistic mengguakan uji pair-t test.Hasil: Penggunaan teknik injeksi tunggal blok paravertebra pada pasien bedah tumor payudara yang dilihat pengaruhnya melalui kadar konsentrasi kortisol plasma sebelum operasi (preoperasi) dengan rerata 258,34 ± 0,91 maupun pasca operasi (postoperasi) dengan rerata 234,01 ± 0,84 mengalami penurunan. Akan tetapi penurunan yang terjadi pada seluruh sampel tidak mengalami penurunan yang cukup significant. Rerata kadar konsentrasi kortisol plasma diuji dengan menggunakan uji statistic paired t- test mendapatkan hasil p>0,05 yaitu p=0,163. Sehingga penurunan kadar konsentrasi kortisol plasma pasien sebelum operasi (preoperasi) dengan pascaoperasi (postoperasi) memperoleh hasil yang tidak bermakna.Kesimpulan: injeksi tunggal blok paravertebra menyebabkan penurunan kadar konsentrasi kortisol plasma pascaoperasi (postoperasi) pada pasien bedah tumor payudara yang kurang significant. Sehingga mendapatkan hasil yang tidak bermakna.

Fasad Bioklimatik Pada Rancangan Perpustakaan Umum Di Kedung Kandang Kota Malang

Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1128.623 KB)

Abstract

Kota Malang merupakan salah satu kota yang menyandang ikon pendidikan di Jawa Timur, sehingga salah satu penyeimbang kebutuhan pendidikan ialah fasilitas perpustakaan. Meningkatnya institusi-institusi pendidikan yang menyebabkan pertambahan penduduk yang bermigrasi di Kota Malang juga menjadi sebab terhadap pengalihfungsian lahan-lahan hijau menjadi bangunan baru guna mewadahi kebutuhan pendatang baru. Hal ini yang menyebabkan tidak ada lagi penutup vegetasi yang dapat menurunkan suhu lingkungan. Menyikapi permasalahan tersebut maka dibutuhkan suatu pemecahan desain yakni bangunan yang dapat menyesuaikan iklim untuk mendapatkan kenyamanan di dalam bangunan. Metode perancangan yang digunakan ialah programatik dan pragmatik. Pengumpulan data dilakukan dengan melihat kondisi real tapak dan penggunaan teori yang dipaparkan secara kualitatif. Analisis dan sintesis dilakukan dengan metode programatik yang merupakan metode penyelesaian suatu masalah dengan cara yang sistematis dan berurutan sedangkan konsep bioklimatik dikembangkan melalui metode pragmatik. Komparasi yang digunakan ialah komparasi bangunan perpustakaan yang khusus menerapkan bioklimatik dengan fokus utama penerapan parameter bioklimatik yang dicetuskan oleh Ken Yeang. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep arsitektur bioklimatik yang diterapkan di bangunan perpustakaan khususnya pada desain fasad dapat meningkatkan kemampuan insulasi fasad sehingga dapat menurunkan suhu pada beberapa ruang di perpustakaaan.Kata kunci: Malang, perpustakaan, bioklimatik

Efek Antidiabetes dan Identifikasi Senyawa Dominan Fraksi Kloroform Herba Ciplukan (Physalis angulata L.)

Pharmaceutical Sciences and Research (PSR) Vol 8, No 1 (2011)
Publisher : Directorate of Research and Community Engagement, Universitas Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.681 KB)

Abstract

Antidiabetic activity of ciplukan (Physalis angulataL.) herb has a lot to do, as an extracts and infusions, proven to reduce blood sugar levels in rats or mice induced by alloxan. The research objective was to evaluate the antidiabetic effect and identify the content of the chloroformfraction ciplukan herb eluated with methanol-ammonia. Antidiabetic effects testing conducted using 30 male white mice (Mus musculus) ddY strain were divided into 6 groups, each consisting of 5 mice. K-1 is a negative control induced by alloxan, K-2, K-3 and K-4 induced by alloxan and treated with the test substance dose of 50 mg/kg bw/day, 100 mg/ kg bw/day, 200 mg/kg bw/day, K-5 is a positive control, induced by alloxan and treated with metformin dose of 65 mg/kg bw, K-6 as normal controls. Each mouse blood samples taken on day 7 and day 14, to test their blood sugar levels. Data were analyzed using one-way anova and multiple differences test. Identification of the content of the chloroform fraction eluated with methanol-ammonia , carried out by gas chromatography mass spectrometry (GC-MS). The results showed that all three doses showed a decrease in blood sugar levels significantly at day 7 , but the decline has not reach normal levels.Blood sugar levels drop significantly and the decline has reached normal occurred on day 14 . Dominant content of the chloroform fraction eluated with methanol-ammonia is a class of unsaturated fatty acid chain length is Hexanoic acid, C16H12O2, hexadecanoic acid methyl ester, C17H34O2, 9-octadecenoic acid methyl ester, C19H36O2, Oleic acid butyl ester, C22H42O2, 9-octadecenoic acid, C19H36O2, Octadecanoic acid,C18H36O2, 1,2-Benzendicarboxylic acid, C8H6O4, and Aplysterylacetate, C31H52O2. Another result is that Nordextromethorphan alkaloid compound, C17H23NO. The conclusion is chloroform fraction of ciplukan herbhas antidiabetic effects and has a class of compounds content of unsaturated fatty acids, Aplysterylacetate and alkaloid Nordextromethorphan.Keywords : Physalis angulata L., chloroform fraction, antidiabetes, Gas Chromatography-Mass Spectrophotometry

Efek Antidiabetes dan Identifikasi Senyawa Dominan Fraksi Kloroform Herba Ciplukan (Physalis angulata L.)

Pharmaceutical Sciences and Research (PSR) Vol 9, No 1 (2012)
Publisher : Directorate of Research and Community Engagement, Universitas Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.888 KB)

Abstract

Antidiabetic activity of ciplukan (Physalis angulata L.) herb has been widely observed, as an extracts and infusions, proven to reduce blood sugar levels in rats or mice induced by alloxan. The research objective was to evaluate the antidiabetic effect and identify the content of the chloroform fraction ciplukan herb eluated with methanol-ammonia. An- tidiabetic effects testing conducted using 30 male white mice (Mus musculus) ddY strain were divided into 6 groups, each consisting of 5 mice. K-1 is a negative control induced by alloxan, K-2, K-3 and K-4 induced by alloxan and treated with the test substance dose of 50 mg/kg bw/day, 100 mg/ kg bw/day, 200 mg/kg bw/day, K-5 is a positive control, induced by alloxan and treated with metformin dose of 65 mg/kg bw, K-6 as normal controls . Each mouse blood samples taken on day 7 and day 14, to test their blood sugar levels. Data were analyzed using one-way anova and multiple differences test. Identification of the content of the chloroform fraction eluated with methanol-ammonia, carried out by gas chroma- tography mass spectrometry (GC-MS). The results showed that all three doses showed a decrease in blood sugar levels significantly at day 7 , but the decline has not reach normal levels. Blood sugar levels drop significantly and the decline has reached normal occurred on day 14. Dominant content of the chloroform fraction eluated with methanol-ammonia is a class of unsaturated fatty acid chain length is Hexanoic acid, C16H1202, hexadecanoic acid methyl ester, C17H3402, 9-octadecenoic acid methyl ester, C19H3602, Oleic acid butyl ester, C22H4202, 9-octadecenoic acid, C19H3602, Octadecanoic acid, C18H3602, 1,2-Benzendicarboxylic acid, C8H604, and Aplysterylacetate, C31H5202. Another result is that Nordextromethorphan alkaloid compound, Cl 7H23NO. The conclusion is chloro- form fraction of ciplukan herb has antidiabetic effects and has a class of compounds con- tent of unsaturated fatty acids, Aplysterylacetate and alkaloid Nordextromethorphan.

Respon Perilaku Kupu–Kupu pada Kanopi Bercelah dan Kanopi Tertutup di Hutan PPKA Bodogol, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Bioma Vol 10 No 2 (2014): Bioma
Publisher : Biologi UNJ Press

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.095 KB)

Abstract

Abstract Tropical forest vegetation varies with vegetation structure. Branch characteristics were very complex, created gaps with some variation.Gaps can form physical environment that affect the performance of motion, flight and thermoregulation of insects. The purpose of this study was to determine the behavioral response of butterflies to patch influenced by canopy covering of  a tropical rain forest rain. The study was conducted on 20-22 June 2013, in 6 pairs of patch   on the vegetation canopy gaps and closed canopy PPKA Bodogol, Sukabumi, West Java. Behavioral observations used was focal animal sampling technique and analyzed by Manova Test. Results showed that the location and species in both patch significantly affect the behavior of butterflies.   Key words: behavioural respons, butterfly , canopy gaps , closed canopy

HUBUNGAN ANTARA KEDISIPLINAN BELAJAR DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XI IPS DI MAN PURWOREJO TAHUN PELAJARAN 2015/2016.

ISSN.2252-8407
Publisher : SOSIALITAS; Jurnal Ilmiah Pend. Sos Ant

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.77 KB)

Abstract

ABSTRAKNurul Amalia.  K8412062. HUBUNGAN ANTARA KEDISIPLINAN BELAJAR DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XI IPS DI MAN PURWOREJO TAHUN PELAJARAN 2015/2016. Skripsi, Surakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta. 2016.Penelitian bertujuan untuk mengetahui : (1) Hubungan antara kedisiplinan belajar dengan prestasi belajar Sosiologi siswa kelas XI IPS MAN PurworejoTahun Pelajaran 2015/2016. (2) Hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar Sosiologi siswa kelas XI IPS MAN PurworejoTAhun Pelajaran 2015/2016. (3) Hubungan antara kedisiplinan belajar dan motivasi belajar dengan prestasi belajar Sosiologi soiswa kelas XI IPS MAN Purworejo Tahun Pelajaran 2015/2016.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPS MAN Purworejo yang berjumlah 93 siswa. Sampel yang digunakan sejumlah 63 siswa diambil dengan teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan angket dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi ganda.Kesimpulan penelitian ini bahwa : (1) Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kedisiplinan belajar dengan  prestasi belajar Sosiologi siswa kelas XI IPS MAN Purworejo Tahun Pelajaran 2015/2016. (2) Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar Sosiologi siswa kelas XI IPS MAN Purworejo Tahun Pelajaran 2015/2016. (3) Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kedisiplinan belajar dan motivasi belajar dengan prestasi belajar Sosiologi siswa kelas XI IPS MAN PurworejoTahun Pelajaran 2015/2016. Jadi dapat dinyatakan bahwa kedisiplinan belajar dan motivasi belajar secara bersama-sama memiliki hubungan yang positif dan signifikan dengan prestasi belajar Sosiologi siswa kelas XI IPS MAN Purworejo Tahun Pelajaran 2015/2016.Kata kunci :  Kuantitatif,  Prestasi  Belajar  Sosiologi,  Kedisiplinan  Belajar , Motivasi  Belajar.

PENINGKATAN KUALITAS SEMEN “X” DENGAN METODE SIX SIGMA DI PACKING PLANT PT. XYZ

JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 8, No 1 (2018): Volume 8 No 1 maret 2018
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (800.555 KB)

Abstract

PT. XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang packing plant semen. Saat proses packing berlangsung seringkali terjadi kesalahan proses kerja yang menimbulkan defect product. Six sigma adalah suatu metode yang digunakan untuk meningkatkan kualitas produk untuk menghasilkan produk yang bebas cacat (zero defect) dengan menggunakan pendekatan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve dan Control). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kualitas produk semen X dan untuk mencapai zero defects pada saat proses packing. Berdasarkan penelitian diperoleh kesimpulan bahwa jenis-jenis cacat yang terdapat pada proses packing ini adalah bag burst, bag stuck, berat bag di luar toleransi, bag rusak, dengan jenis cacat terbesar yakni bag burst sebesar 72,9% untuk jenis bag 50 kg dan 68,8% untuk jenis bag 40 kg yang akan dijadikan prioritas perbaikan. Nilai sigma untuk jenis bag 50 kg dan 40 kg berada pada rentang nilai 3,79-4,13σ. Sehingga masih perlu dilakukan perbaikan untuk mencapai nilai 6σ dan untuk menghasilkan produk zero defect.

In Vitro Callus Induction from Leaf Explants of Vanda sp Stimulated by 2,4-D

Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education Vol 9, No 3 (2017): December 2017
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Sciences, Semarang State University . Ro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The addition of growth regulator is one of the critical success factors in in vitro cultures. 2,4-D as a plant regulator in media can stimulate the cell division, enlargement of the explants and promotes the formation and growth of callus. The purpose of this study was to determine the time of callus formation and to determine the best concentration of 2.4-D in inducing the growth of callus from leaf explants of Vanda sp. This research was conducted by experiment with completely randomized design, which consists of six levels of treatment concentration of 2,4-D i.e. 0 ppm; 1 ppm; 1.5 ppm; 2 ppm; 2.5 ppm; and 3 ppm. The parameters observed were the percentage of callus formation and the form of callus from Vanda sp leaf explants. The results were statistically analyzed by using MINITAB program version 17. Analysis of variance (ANOVA) was performed and the difference between means score/value was separated by F test at p < 0.05. The results showed that 2,4-D treatment give significant effect (F 5,12 = 3,20; p = 0,046 < 0,05) on the callus growth time and its percentage. Application of 2 ppm 2.4-D was the best concentration for accelerating the callus growth time (14.3 days after planting) and increasing the percentage of callus formation (83.3%). Most of callus type were proliferative callus (36.11%) and senescence callus (11.11%). The results of this research are very important to grow the callus from Vanda leaves orchid explant because it is very diffucult to grow.

Perancangan Sistem Informasi “DIAMONS” (Diabetes Monitoring System) Berbasis Internet of Things (IoT)

Jurnal Teknologi Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknologi Universitas Jayabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.578 KB)

Abstract

Diabetes merupakan penyakit “silent killer” yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darahdan kegagalan sekresi insulin. World Health Organization (WHO) pada tahun 2016 menyatakanbahwa diabetes menduduki urutan ke-6 sebagai penyakit mematikan di Indonesia. Sehingga upayapencegahan dan penanganan diabetes perlu mendapat perhatian yang serius. Internet of Things (IoT)dapat dijadikan sarana penunjang dalam penanganan penyakit diabetes. Inovasi ini memungkinkanperangkat perawatan kesehatan terhubung dengan jaringan internet, sehingga data pasien dapatdiperbaharui dan diakses secara real-time. Selain mempermudah akses, penggunaan IoT juga akanmemberikan nilai tambah pada efisiensi biaya pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untukmerancang software sistem monitoring gula darah berbasis web yang terintegrasi dengan IoT,sehingga pasien dapat melakukan pemeriksaan, konsultasi dengan dokter dan melihat data rekammedis dari jarak jauh. Data hasil pemeriksaan akan disimpan didalam cloud dan ditampilkan secaraonline. Penelitian ini menggunakan Node MCU ESP8266 sebagai mikrokontroller yang telahdilengkapi dengan modul WiFi, Thingspeak sebagai cloud, aplikasi online dengan “Diamons” sebagaidashboard yang mampu menampilkan presentasi data grafis, dibangun dengan bahasa HypertextPreprocessor (PHP) sebagai bahasa pemogramannya. Penelitian ini akan melibatkan pihak medisdalam pengambilan keputusan. Umpan balik yang diberikan kepada pasien berupa anjuran sepertiresep obat, pola makan, dan kegiatan fisik yang harus dilakukan oleh pasien.

EFEK ANTIDIABETES DAN IDENTIFIKASI SENYAWA DOMINAN DALAM FRAKSI KLOROFORM HERBA CIPLUKAN (Physalis angulata L.)

JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 4, No 2 (2008)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

To reveal the dominant substances contribute to antidiabetic effect of Physalis angulata herbs, an antidiabetic test had been done  on chloroform fraction of the herbs eluted with methanol-ammoniak. Identification of active substances was done by GC-MS.  Antidiabetic test was done using 30 male mice  (Mus musculus) strain ddY. The blood samples was taken on day-7 and day-14. Results showed that sugar blood level of the treated mice was significantly decreased, and reached normal level on day-14. Identification with GC-MS revealed that dominant substances in chloroform fraction of Physalis angulata herbs were unsaturated fatty acids, i.e. Hexanoic acid, Hexadecanoic acid methyl ester, 9-Octadecenoic acid methyl ester, Oleic acid butyl ester, 9-Octadecenoic acid, 1,2-Benzendicarboxylic acid, and Aplysterylacetate.. Beside fatty acids it was also found Nordextromethorphan, an alkaloid substance. In conclusion, chloroform fraction of  Physalis angulata herbs had antidiabetic avtivity and the dominant substances were unsaturated fatty acids and alkaloid Nordextromethorphan.   ABSTRAK Untuk mengetahui senyawa dominan dalam herba ciplukan yang mempunyai efek antidiabetes, maka dilakukan uji antidiabetes fraksi kloroform yang dieluasi dengan metanol-amoniak, selanjutnya diidentifikasi kandungannya dengan kromatografi gas spektrofotometri massa (KGC-MS). Pengujian dilakukan dengan menggunakan 30 ekor mencit putih jantan (Mus musculus) galur ddY. Masing-masing mencit diambil sampel darahnya pada hari ke-7 dan hari ke-14, untuk diuji kadar gula darahnya. Hasilnya ketiga dosis menunjukkan penurunan kadar gula darah secara signifikan pada hari ke-7, tetapi penurunannya belum mancapai kadar normal, sedangkan pada hari ke-14 seluruh perlakuan menunjukkan penurunan kadar gula darah secara signifikan dan penurunannya telah mencapai normal. Hasil identifikasi dengan KGC-MS menunjukkan kandungan dominan fraksi kloroform yang dieluasi dengan metanol-amoniak adalah golongan asam lemak tidak jenuh berantai panjang yaitu asam heksanoat, metil heksadekanoat, metil 9-oktadekanoat, butil oleat, asam 9-oktadekanoat, asam 1,2-benzendikarboksilat, dan Aplistearilasetat. Di samping asam lemak tidak jenuh, ditemukan pula senyawa alkaloid yaitu Nordextromethorphan. Dapat disimpulkan bahwa fraksi kloroform herba ciplukan mempunyai efek antidiabetes dan mempunyai kandungan senyawa golongan asam lemak tidak jenuh dan alkaloid Nordextromethorphan.