Moch. Alip
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN KOMITE SEKOLAH DALAM PENYELENGGARAAN SMK DI DIY Alip, Moch.; Soenarto, Soenarto
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 11, No 1 (2008)
Publisher : Graduate School, Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

    Abstrak Penelitian ini bertujuan menggali informasi tentang bagaimana realisasi peran Komite Sekolah SMK di DIY sebagai bahan kaji ulang mekanisme kerja dan peranannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif feno-menologis rancangan multisitus yang dipilih berdasarkan dua pertimbangan, yaitu: objek penelitian tidak dimanipulasi dan data berupa kata-kata, kalimat, paragraf, dan dokumen. Data dikumpulkan melalui wawancara dan pengkajian dokumen, kemudian dianalisis secara induktif dan terus-menerus, melalui penggolongan, klasifikasi, dan reduksi. Subjek adalah pengurus komite sekolah terbaik di setiap Kabupaten/Kota di DIY berdasarkan informasi dari Dinas Pendidikan terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komite sekolah terpilih sangat aktif, namun belum melaksanakan semua perannya secara optimal, yaitu sebagai pemberi pertimbangan, pendukung, pengontrol, dan sebagai mediator. Komite sekolah nampak sangat aktif dalam mendukung kebijakan sekolah tentang pengumpulan dana sekolah, cukup aktif sebagai mediator antara sekolah dengan DUDI, dan aktif sebagai pemberi pertimbangan, namun kurang aktif sebagai badan pengontrol dan belum ada yang mengembangkan mekanisme kontrol. Kondisi demikian kemungkinan terjadi karena komite dibentuk dan difasilitasi oleh kepala sekolah serta pengurus komite adalah mantan pengurus badan pendukung penyelenggaraan pendidikan yang perannya memang sebagai badan pendukung. Kata kunci: peran komite sekolah
Evaluasi sarana dan prasarana bengkel praktik SMK teknik pemesinan di Kota Semarang berdasarkan kebutuhan kurikulum Sudiyono, Sudiyono; Alip, Moch.
Jurnal Pendidikan Vokasi Vol 6, No 1 (2016): Februari
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.21831/jpv.v6i1.8117

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) kondisi sarana dan prasarana bengkel praktik SMK teknik pemesinan di Kota Semarang berdasarkan persepsi guru pengampu dan tool men, (2) tingkat kesesuaiannya terhadap standar minimal Permendiknas Nomor 40 Tahun 2008, dan (3) tingkat kecukupannya terhadap kebutuhan kurikulum. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi dengan model evaluasi diskrepansi. Pendekatan yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif dengan analisis persentase. Teknik pengumpulan data menggunakan analisis dokumen, wawancara, dan observasi. Teknik analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kondisi sarana dan prasarana bengkel praktik SMK Teknik Pemesinan di Kota Semarang menurut persepsi guru pengampu dan tool men pada SMK negeri ataupun swasta sudah dinyatakan layak, (2) Prasarana pada SMK negeri sesuai dengan standar minimal, sedangkan pada SMK swasta cukup sesuai, (3) Sarana pada SMK negeri sangat sesuai dengan standar minimal, sedangkan pada SMK swasta sesuai standar, (4) Prasarana pada SMK negeri cukup memenuhi kebutuhan kurikulum, sedangkan pada SMK swasta kurang memenuhi, (5) Sarana pada SMK negeri cukup memenuhi kebutuhan kurikulum, sedangkan pada SMK swasta kurang memenuhi. AN EVALUATION OF FACILITIES AND INFRASTRUCTURES OF MECHANICAL ENGINEERING VOCATIONAL SCHOOL WORKSHOP IN SEMARANG CITY BASED ON THE NEEDS OF THE CURRICULUMAbstractThis study aimed to determine: the condition of facilities and infrastructure of workshops at Mecha-nical Engineering Vocational School in Semarang City based on the perception of teachers and tool men, its relevance to the minimum standards of Education Ministry Decree No. 40 of 2008, and its leve of adequacy. This study was an evaluation study using discrepancy evaluation model. The approach used was quantitative descriptive with analysis of the percentage. The population was vocational schools in Semarang which had a Mechanical Engineering study program. The objects of study were workshop facilities in mechanical engineering, while the respondents were the teachers and the tool men of the workshop. Data were collected through analysis of documents, interviews, and observations. Data were analyzed using descriptive statistics. The results showed that: (1) The condition of the facilities at mechanical engineering vocational school workshop in Semarang according to the perceptions of teachers and tool men was adequate in public and private schools, (2) infrastructure at public schools was highly relevant to the minimum standards, while in private schools was relevant, (3) Facilities in public schools were very appropriate to the minimum standards, while in the private school they were appropriate to the standards, (4) infrastructure in public schools was sufficient to meet the needs of the curriculum, while those in the private school was not sufficient, and (5) Facilities in public schools were sufficient to meet the needs of the curriculum, while in the private schools they were insufficient.