Articles

PEMILIHAN TEKNOLOGI DESALINASI NUKLIR DI PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 11, No 1 (2009): Jurnal Pengembangan Energi Nuklir
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SELECTION OF NUCLEAR DESALINATION TECHNOLOGY IN EAST KALIMANTANPROVINCE. Nowdays, electricity demand in East Kalimantan increases with a rate of 12% per annum. Since the electricity supply produced by PT.PLN increases 8,5% per annum, then it can consequently an occurrence of electricity shortage in the region. NPP may be regarded as one viable option to overcome the problem. In case of fresh water availability, the supply is also less than the demand. Therefore, a serious effort is necessary. Nuclear desalination, which is a process of separating dissolved salts of seawater or brackish water, can be coupled to the NPP to produce fresh water. There are some desalination technology commonly used in the world i.e.MSF (Multi-Stage Flash Distillation), MED (Multi-Effect Distillation) and RO (Reverse Osmosis). This paper shows the study result of selection for desalination technology to obtain the optimum solution. The selection is done based on the thirteen important parameters, which are estimated to affect on determine technology option on the nuclear desalination with a weighing factor with ranges from 1 to 4. The most favourable technology is that with the highest point. The result show thatMED has highest weighing factor that is 39, followed 36 for RO and 33 for MSF. Since the water quality requirement to supply NPP is about 1ppm, and to supply public demand is below 1000 ppm, so a hybrid system of MED-RO is optimum option to produce fresh water.Key words: desalination technology, MSF, MED, RO, fresh water, coupling, NPP.

ANALISIS KOMPARASI HTGR TIPE PRISMATIK DAN PEBBLE BED

Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 16, No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.874 KB)

Abstract

ABSTRAK ANALISIS KOMPARASI HTGR TIPE PRISMATIK DAN PEBLLE BED. Telah dilakukan analisis komparasi High Temperature Gas-Cooled Reactor (HTGR) tipe prismatik dan pebble bed. HTGR adalah salah satu kandidat untuk pembangkit listrik masa depan dan aplikasi panas untuk industri. Fitur desain HTGR saat ini, bermoderator grafit, teras berpendingin helium dan partikel bahan bakar berlapis TRISO yang didispersikan dalam matriks grafit.  Masing-masing tipe teras HTGR tersebut masing-masing mempunyai kelebihan. Studi ini bertujuan membandingkan HTGR prismatik dan pebble bed sebagai alternatif PLTN di Indonesia. Metodologi yang digunakan adalah kajian literatur dan analisis dengan membuat nilai bobot berdasar aspek strategi nasional dan tekno ekonomi. Aspek strategi nasional meliputi tujuan PLTN dibangun, rating daya pembangkit dan ketersediaan teknologi fabrikasi elemen bakar. Aspek tekno-ekonomi meliputi  keselamatan umum, teknologi teruji, kinerja pembangkit, kemudahan produksi elemen bakar, umur desain, interval siklus pengisian bahan bakar, efisiensi thermal, penyederhanaan, kemudahan operasi dan perawatan serta proteksi fisik. Hasil analisis menunjukkan bahwa HTGR prismatik dan pebble bed, masing-masing mempunyai nilai terbobot 4,546 dan 3,823 dari nilai tertinggi 5 sehingga HTGR pebble bed memiliki nilai lebih unggul dibanding HTGR prismatik. Kata kunci : HTGR, prismatik, pebble bed, aspek strategi nasional, aspek tekno-ekonomi, PLTN ABSTRACT COMPARATIVE ANALYSIS OF HTGR TYPE PRISMATIC AND PEBBLE BED. Analysis comparative of High Temperature Gas-Cooled Reactor (HTGR) type prismatic and pebble bed has been carried out. HTGR is one of candidates for future electricity plant and industrial process heat applications. Current HTGR design features graphite moderated, helium cooled cores and TRISO coated fuel particles dispersed in a graphite matrix.  Each type of HTGR cores has certain advantage. The purpose of this study is to compare of HTGR type prismatic and pebble bed as NPP alternative in Indonesia. The used methodology was literature assessment and analysis by making the weighing factor based on aspects of national strategic and techno-economic. National strategic aspects covers the purpose of NPP is constructed, rating power plant and availability of fuel element fabrication technology. Techno-economic aspects includes general safety, proven technology, plant performance, fuel element productability, design life, refueling cycle, thermal efficiency, simplicity, operability and maintability, also physical protection. The results of the analysis show HTGR type prismatic and pebble bed, each has weighed point 4.546 and 3.823 of 5 as the highest, so HTGR pebble bed superior than HTGR prismatic. Keywords : HTGR, prismatic, pebble bed, national strategic aspect, techno-economic aspect, NPP

STUDI BANDING SISTEM DEMINERALISASI AIR PADA PLTN OPR 1000 DAN AP 1000

Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 11, No 2 (2009): Desember 2009
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.749 KB)

Abstract

ABSTRAKSTUDI BANDING SISTEM DEMINERALISASI AIR PADA PLTN OPR 1000 DAN AP 1000. Sistem demineralisasi air pada OPR 1000 mengadopsi metode berbasis resin penukar ion sedangkan AP 1000 berbasis membran Reverse Osmosis (RO) -Elektrodeionisasi (EDI). Penukar ion adalah proses kimia reversible (dapat balik) antara cairan dan padatan. Penukar ion menggunakan resin sebagai penangkap ion-ion pengotor yang kemudian diregenerasi setelah resin menjadi jenuh. RO adalah metode yang menggunakan tekanan untuk melewatkan larutan melalui membran, dan menangkap solute dari satu sisi dan mendapatkan solvent murni di sisi lain. Sedangkan EDI merupakan perpaduan antara elektrodialisis dengan penukar ion. Ion ditangkap oleh resin kemudian dibuang dengan memanfaatkan beda potensial listrik. Karena adanya fenomena water splitting pada EDI membuat resin yang ada tidak pernah jenuh, sehingga RO-EDI menjadi sistem demineralisasi yang sedikit menggunakan bahan kimiawi, instalasi lebih sederhana, mampu menjaga kualitas pasokan produk air demin dan ramah lingkungan. Dengan demikian di banding dengan penukar ion, RO-EDI lebih unggul sebagai sistem air demineralisasi.Kata kunci: demineralisasi air, OPR 1000, AP 1000, penukar ion, reverse osmosis, elektrodeionisasi ABSTRACTCOMPARISON STUDY OF WATER DEMINERALIZATION SYSTEM FOR THE OPR 1000 AND AP 1000 NUCLEAR POWER PLANT. OPR 1000 adopts demineralization method based on ion exchanger resin and AP 1000 adopt the method that based on Reverse Osmosis (RO)-Electrodeionization (EDI). The Ion exchange process is a reversible chemical reaction of a solution and an insoluble solid. Ion exchanger use resin as polluter ions capture and will be regenerated after its saturated. RO is method using pressure to force a solution through a membrane, retaining the solute on one side and allowing the pure solvent to pass to the other side. Whereas, EDI is a combination of ion exchange and electrodialysis. The ions is taken by ion exchange resin, and then it is discharged utilizing electric potensial difference. Due to water splitting phenomena in EDI, make resin will never be saturated, so the RO-EDI process is water demineralization system that use little chemical, more simple installation, capable to maintain demin water product quality and environmental friendly. Thereby, The RO-EDI water demineralization system is more advance then ion exchange technology.Keywords: water demineralization, OPR 1000, AP 1000, ion exchanger, reverse osmosis, electrodeionization

Analisis Kinerja Bahan Bakar Reaktor Tipe HTGR Sebagai Penghalang Produk Fisi

Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 19, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.527 KB)

Abstract

ANALISIS KINERJA BAHAN BAKAR REAKTOR TIPE HTGR SEBAGAI PENGHALANG PRODUK FISI. Reaktor tipe HTGR merupakan reaktor berpendingin gas temperatur tinggi (~ 900oC). Terdapat 2 tipe elemen bakar HTGR yaitu prismatik dan pebble bed. Kedua tipe elemen bakar tersebut tersusun dari partikel berlapis TRISO yang terdiri dari lapisan IPyC, SiC dan OPyC yang berfungsi sebagai pengungkung produk fisi dan menjaga integritas bahan bakar. Reaktor beroperasi dengan temperatur tinggi, sehingga kinerja/ kemampuan bahan bakar dalam menahan produk fisi perlu diketahui. Tujuan studi adalah untuk memperoleh  pemahaman tentang  karakteristik produk fisi yang dihasilkan bahan bakar, karakteristik penghalang dan kinerja bahan bakar dalam menahan produk fisi. Metode yang digunakan adalah kajian dan analisis dengan mengevaluasi kemampuan penghalang (barrier) dalam menahan produk fisi pada elemen bakar prismatik dan pebble. Hasil studi menunjukkan bahwa terdapat beberapa  mekanisme potensial lepasnya produk fisi, yaitu: difusi melalui lapisan, kerusakan lapisan, korosi SiC oleh produk fisi palladium dan dekomposisi termal SiC. Bahan bakar merupakan penghalang pertama terhadap lepasnya radionuklida produk fisi sedangkan lapisan SiC merupakan penghalang utama yang menahan sebagian besar produk fisi gas dan padat pada temperatur operasi normal (< 1250°C). Produk fisi penting yang terbentuk adalah 137Cs, 107 Pd, 106Rh, 106Ru, 110mAg, 134I, 131Cs, 137Cs, 90Sr, 88Kr dan 133Xe, 132Te, 140La dan 239Pu. Di antara produk fisi tersebut, paladium (Pd) yang lepas dari kernel dan mencapai lapisan SiC dapat bereaksi dan menyebabkan korosi. Berdasarkan hal itu, untuk menjaga integritas bahan bakar harus dilakukan pembatasan kondisi operasi reaktor, seperti: temperatur, derajat bakar, energi aktivasi produk fisi dan kualitas bahan bakar. Pada bahan bakar tipe prismatik, terdapat 8 penghalang, yaitu: kernel bahan bakar, lapisan SiC dan PyC, matriks grafit, kompak (pil) bahan bakar, sleeve grafit, sirkuit primer, blok grafit heksagonal dan bangunan reaktor. Sedangkan pada bahan bakar pebble terdapat 6 penghalang, yaitu kernel bahan bakar, lapisan SiC dan PyC, matriks grafit, lapisan grafit sebelah luar, sirkuit primer dan bangunan reaktor. Namun, jumlah  penghalang bukan merupakan satu-satunya faktor yang menentukan adanya kemungkinan lepasnya  produk fisi ke lingkungan.

PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN EMBRIOGENESIS HEWAN UNTUK MENGOPTIMALKAN PEMAHAMAN KOGNITIF MAHASISWA

Jurnal Pendidikan IPA Indonesia Vol 1, No 2 (2012): October 2012
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran yang efektif dan adaptabel yang dapat memberikan pemahaman optimal tentang embriogenesis hewan pada struktur kognitif mahasiswa dan menambah keragaman sumber belajar biologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas media pembelajaran yang dikembangkan memiliki kategori baik menurut ahli dan mahasiswa sehingga dapat disimpulkan bahwa media tersebut layak digunakan sebagai sumber belajar embriogenesis hewan.   This study aims to develop an interactive learning media program which is effective, efficient, and adaptable to support an optimal understanding of embryogenesis animal for the students’ cognitive structure and provide an alternative learning resource for biology field, especially for the subject of Animal Embryology. The result of research shows that the quality of the learning media is categorized as good by experts and students as the users. It means that the media being developed is feasible to be used as a learning media to study animal embryogenesis.

DESAIN PEMBELAJARAN BIOLOGI DENGAN MODEL EXPERIENTIAL JELAJAH ALAM SEKITAR MELALUI LESSON STUDY

Prosiding Seminar Biologi Vol 10, No 1 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.183 KB)

Abstract

Belajar biologi adalah belajar tentang fenomena yang ada dan terjadi di alam sekitar melalui aktivitas kegiatan ilmiah oleh peserta didik, sehingga cara belajar biologi yang tepat adalah dengan pembelajaran aktif dan kontekstual. Pembelajaran aktif dan kontekstual dapat didesain oleh guru sebagai orang yang bertanggung jawab dalam proses pembelajaran peserta didik dengan menerapkan teori dan prinsip pembelajaran aktif dan kontekstual. Model pembelajaran  Experiential  Jelajah Alam Sekitar  (EJAS) merupakan salah satu model pembelajaran aktif dan kontekstual yang dapat digunakan sebagai  pedoman untuk mendesain pembelajaran di kelas oleh peserta didik karena model pembelajaran EJAS merupakan model pembelajaran biologi yang memberikan pengalaman langsung pada proses belajar peserta didik dan mengembangkan potensi keterampilan dan sikap yang dimiliki mereka melalui proses pembelajaran. Guru perlu berkolaborasi dengan rekan seprofesi dalam satu bidang studi melalui kegiatan  lesson study  untuk mendapatkan desain pembelajaran yang efektif dan efisien untuk memudahkan belajar peserta didik dalam mendapatkan pengetahuan dan pengembangan skill untuk menghadapi dan mensikapi perubahan masa depan.  Kata Kunci: Desain Pembelajaran Biologi, Lesson Study, Model Experiential Jelajah Alam Sekitar

ASPEK EKONOMI PENGOLAHAN KONSENTRAT DESALINASI NUKLIR

Buletin Limbah Vol 16, No 1 (2013): Vol. 16 No.1 Tahun 2013
Publisher : Buletin Limbah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ASPEK EKONOMI PENGOLAHAN KONSENTRAT DESALINASI NUKLIR. Proses desalinasi nuklir menimbulkan limbah berupa konsentrat dengan kandungan garam tinggi, yang jika dibuang langsung ke laut berpotensi mempengaruhi komponen-komponen ekosistem laut. Konsep ZDD (Zero Discharge Desalination) merupakan salah satu konsep untuk mengolah konsentrat dengan tujuan meminimalkan dampak lingkungan dan menghasilkan produk yang bernilai komersial. Hasil studi pengolahan konsentrat desalinasi dengan konsep ZDD menggunakan bahan baku air laut pulau Bangka, diperoleh produk komersial yaitu garam farmasi sebagai produk utama, dengan produk samping cake BaSO4, Mg(OH)2, CaCO3 dan BaCO3. Selain aspek teknologi, aspek ekonomi juga perlu dipertimbangkan untuk mengetahui kelayakan secara ekonomi. Faktor-faktor yang perlu ditinjau dalam analisis ekonomi diantaranya Return of Investment (ROI), Pay Out Time (POT) dan Break Event Point (BEP). Hasil analisis ekonomi diperoleh ROI sebelum pajak 29,69 %, POT sebelum pajak 2,52 tahun dan BEP 48,69 % dari kapasitas produksi. Hal ini berarti memenuhi persyaratan ROI pabrik farmasi (ROI >24 %), persyaratan POT pabrik farmasi adalah <3 tahun dan persyaratan BEP untuk industri kimia adalah 40-60 %. Dari aspek ekonomi, instalasi pengolahan konsentrat desalinasi nuklir dengan konsep ZDD untuk produksi garam farmasi cukup layak untuk dikaji lebih lanjut. Kata kunci: aspek ekonomi, konsentrat desalinasi nuklir, ZDD, garam farmasi. ECONOMIC ANALYSIS FOR TREATMENT OF NUCLEAR DESALINATION CONCENTRATE. Nuclear desalination process generate waste in the form of concentrate with the high salt, which if it is directly discharged into the sea potentially affecting the components of marine ecosystem. ZDD (zero Discharge Desalination) concept is one concept to process concentrate to minimalizing environmental impact to produce the commercial products. The study results of desalination concentrate treatment by using ZDD concept with sea water of Bangka Island as raw material obtains commercial products such as the pharmacy salt as the main product and cakes BaSO4, Mg(OH)2, CaCO3 and BaCO3 as by products. Besides of technology aspect, economic aspect need to be considered to understand economical feasibility. Factors that need to be reviewed in the economic analysis are Return of Investment (ROI), Pay Out Time (POT) and Break Event Point (BEP). Economic analysis result shows that the ROI before tax is 29,69 %, POT before tax is 2,52 years and BE P is 48,69 % of production capacity. This means that meets ROI requirement for pharmacy factory ( ROI > 24 %), POT requirement for pharmacy factory is < 3 years and BEP requirement for chemical industry is 40-60 %. The economic aspect shows that desalination concentrat treatment instalation by using ZDD concept for pharmacy salt production is feasible to be further assessed. Keywords: economy aspect, nuclear desalination concentrate, ZDD, pharmaceutical salt

ASPEK EKONOMI PENGOLAHAN KONSENTRAT DESALINASI NUKLIR

Jurnal Teknologi Pengelolaan Limbah Vol 16, No 1 (2013): Juli 2013
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5177.131 KB)

Abstract

ASPEK EKONOMI PENGOLAHAN KONSENTRAT DESALINASI NUKLIR. Proses desalinasi nuklir menimbulkan limbah berupa konsentrat dengan kandungan garam tinggi, yang jika dibuang langsung ke laut berpotensi mempengaruhi komponen-komponen ekosistem laut. Konsep ZDD (Zero Discharge Desalination) merupakan salah satu konsep untuk mengolah konsentrat dengan tujuan meminimalkan dampak lingkungan dan menghasilkan produk yang bernilai komersial. Hasil studi pengolahan konsentrat desalinasi dengan konsep ZDD menggunakan bahan baku air laut pulau Bangka, diperoleh produk komersial yaitu garam farmasi sebagai produk utama, dengan produk samping cake BaSO4, Mg(OH)2, CaCO3 dan BaCO3. Selain aspek teknologi, aspek ekonomi juga perlu dipertimbangkan untuk mengetahui kelayakan secara ekonomi. Faktor-faktor yang perlu ditinjau dalam analisis ekonomi diantaranya Return of Investment (ROI), Pay Out Time (POT) dan Break Event Point (BEP). Hasil analisis ekonomi diperoleh ROI sebelum pajak 29,69 %, POT sebelum pajak 2,52 tahun dan BEP 48,69 % dari kapasitas produksi. Hal ini berarti memenuhi persyaratan ROI pabrik farmasi (ROI >24 %), persyaratan POT pabrik farmasi adalah <3 tahun dan persyaratan BEP untuk industri kimia adalah 40-60 %. Dari aspek ekonomi, instalasi pengolahan konsentrat desalinasi nuklir dengan konsep ZDD untuk produksi garam farmasi cukup layak untuk dikaji lebih lanjut. Kata kunci: aspek ekonomi, konsentrat desalinasi nuklir, ZDD, garam farmasi. ABSTRACT ECONOMIC ANALYSIS FOR TREATMENT OF NUCLEAR DESALINATION CONCENTRATE. Nuclear desalination process generate waste in the form of concentrate with the high salt, which if it is directly discharged into the sea potentially affecting the components of marine ecosystem. ZDD (zero Discharge Desalination) concept is one concept to process concentrate to minimalizing environmental impact to produce the commercial products. The study results of desalination concentrate treatment by using ZDD concept with sea water of Bangka Island as raw material obtains commercial products such as the pharmacy salt as the main product and cakes BaSO4, Mg(OH)2, CaCO3 and BaCO3 as by products. Besides of technology aspect, economic aspect need to be considered to understand economical feasibility. Factors that need to be reviewed in the economic analysis are Return of Investment (ROI), Pay Out Time (POT) and Break Event Point (BEP). Economic analysis result shows that the ROI before tax is 29,69 %, POT before tax is 2,52 years and BE P is 48,69 % of production capacity. This means that meets ROI requirement for pharmacy factory ( ROI > 24 %), POT requirement for pharmacy factory is < 3 years and BEP requirement for chemical industry is 40-60 %. The economic aspect shows that desalination concentrat treatment instalation by using ZDD concept for pharmacy salt production is feasible to be further assessed. Keywords: economy aspect, nuclear desalination concentrate, ZDD, pharmaceutical salt PENDAHULUAN Desalinasi nuklir merupakan proses untuk memproduksi air bersih dari air laut menggunakan panas yang diperoleh dari panas yang dihasilkan dari reaksi nuklir. Selain menghasilkan air bersih, proses desalinasi juga menghasilkan limbah berupa konsentrat dengan total padatan terlarut (TDS/Total Dissolved Solute) yang dapat mencapai dua kali lipat dari TDS umpan desalinasi. Konsentrat ini mengandung berbagai garam, yang jika dibuang langsung ke laut dan tidak diolah dengan tepat dapat memberikan efek merusak lingkungan perairan/biota laut. Suatu konsep yang Siti Alimah, Erlan Dewita: Aspek Ekonomi Pengolahan Konsentrat Desalinasi Nuklir 52 saat ini sedang dikembangkan adalah ZDD (Zero Discharge Desalination). ZDD adalah suatu konsep pengolahan konsentrat desalinasi menjadi garam dan produk kimia yang mempunyai nilai komersial[1]. Dari aspek teknologi, ZDD merupakan konsep yang menarik karena selain menghasilkan produk yang mempunyai nilai komersial juga meminimalkan dampak lingkungan. Berbagai produk kimia yang dapat diambil dari konsentrat desalinasi dengan konsep ZDD tergantung komposisi kimia air laut yang digunakan sebagai umpan desalinasi. Hasil studi yang telah dilakukan menggunakan hasil analisis air laut dari pulau Bangka, diperoleh produk komersial adalah NaCl (garam farmasi), dengan produk samping cake BaSO4, Mg(OH)2, CaCO3 dan BaCO3, yang jika diolah lebih lanjut akan bernilai komersial[2]. Selain dari aspek teknologi, prospek pembangunan instalasi pengolahan konsentrat desalinasi nuklir juga perlu ditinjau dari aspek ekonomi untuk mengetahui kelayakannya. Aspek ekonomi pembangunan instalasi adalah salah satu elemen penting yang berkaitan dengan optimisasi keuntungan, yang ditentukan selain oleh desain proses, juga operasinya. Optimisasi keuntungan dipengaruhi oleh teknik proses, desain peralatan dan kondisi operasi. Keuntungan mempengaruhi kecepatan pengembalian, jangka waktu pengembalian dan titik impas kembalinya dana investasi. Dana investasi merupakan problem utama bagi perusahaan. Sumber dana investasi perlu dialokasikan secara khusus, jika tidak ingin bergantung pada investasi perusahaan asing. Dengan sumber dana investasi dari dalam negeri untuk pembangunan instalasi pengolahan konsentrat maka akan mendukung sektor industri. Sedangkan dengan diketahuinya kecepatan pengembalian, jangka waktu pengembalian dan titik impas kembalinya dana investasi maka dapat diketahui kelayakan ekonomi instalasi pengolahan konsentrat desalinasi. Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui kelayakan ekonomi pengolahan konsentrat desalinasi nuklir, sehingga dapat diketahui menarik atau tidaknya bagi investor maupun pemerintah. Hasil dari penulisan makalah ini diharap dapat memberi masukan pengambil kebijakan, mengenai kelayakan ekonomi instalasi pengolahan konsentrat desalinasi nuklir dalam rangka menyongsong persiapan pembangunan PLTN kogenerasi dengan instalasi desalinasi di Indonesia. BAHAN DAN M

STUDI TEKNOLOGI INTAKE UNTUK PENDINGIN KONDENSOR DAN INSTALASI DESALINASI PADA PLTN

Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 10, No 1 (2008): Juni 2008
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (824.639 KB)

Abstract

ABSTRAKSTUDI TEKNOLOGI INTAKE UNTUK PENDINGIN KONDENSOR DAN INSTALASI DESALINASI PADA PLTN. Telah dilakukan studi teknologi intake untuk pendingin kondensor dan instalasi desalinasi untuk memasok kebutuhan air pada PLTN. Teknologi intake mempunyai peranan yang sangat penting untuk memasok kebutuhan air dari laut. Ada dua jenis intake air laut untuk pendingin kondensor dan instalasi desalinasi yaitu surfaces intake dan subsurface intake. Kedua teknologi tersebut mempunyai keunggulan masing-masing. Teknologi surfaces intake terdiri dari dua sistem yaitu traveling water screen dan passive screen, sedangkan subsurface intake terdiri dari tiga sistem yaitu sumur pantai, infiltration gallery dan seabed filtration. Teknologi intake yang baik menjamin stabilitas kualitas dan kuantitas pasokan air umpan, yang merupakan faktor penting dalam memperbaiki efisiensi proses dan keandalan keseluruhan instalasi, dengan dampak ekologi minimum. Dampak ekologi yang perlu dipertimbangkan yaitu impingement dan entrainment. Untuk PLTN kelas 1000 MWe yang direncanakan dibangun di Ujung Lemah Abang Jepara, jenis traveling water screen dapat menjadi pilihan karena sesuai dengan persyaratan kecepatan dan arah aliran, serta memenuhi kuantitas pasokan air. Jenis travelling water screen dapat mengurangi dampak ekologi impingement 80-90%, namun tidak mengurangi entrainment dari telur dan larva dari berbagai macam organisme laut.Kata kunci: teknologi intake, air proses, desalinasi, PLTN ABSTRACTSTUDY OF INTAKE TECHNOLOGY FOR THE CONDENSOR COOLANT AND DESALINATION PLANT OF NPP. Study of intake technology for condenser coolant and desalination plant to supply amount of water required in NPP has been carried out. Intake technology had a momentously role in supplying amount of water required from the sea. There were two types of seawater intake for condenser coolant and desalination plant namely surfaces intake and subsurface intake. Both technology have their own superiority. Surface intake technology consist of two system which include traveling water screen and passive screen, meanwhile subsurface intake technology consists of three system, namely beach well, infiltration gallery and seabed filtration. A good performance of intake technology will secure quality and quantity stability of feedwater supply, which have been an important factor to improve process efficiency and reliability of plant overall, with minimum ecology impact. Ecology impact that need to be considered were impingement and entrainment. For the class 1000 MWe NPP that has been designate to be built at Ujung Lemah Abang, Jepara, type of traveling water screen system could be a better choice due to the conformity with velocity, flow direction and water supply quantity requirement. Traveling water screen type could reduced 80-90% impingement ecology impact, but didn’t reduce entrainment of egg and larva of variety oceanic organism.Keywords: intake technology, process water, desalination, NPP

DESALINASI HYBRID MED-RO SEBAGAI OPSI PASOKAN AIR BERSIH DI PROVINSI KEPULAUAN BABEL

Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 13, No 1 (2011): Juni 2011
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (707.251 KB)

Abstract

ABSTRAKDESALINASI HYBRID MED-RO SEBAGAI OPSI PASOKAN AIR BERSIH DI PROVINSI KEPULAUAN BABEL. Sistem desalinasi hybrid MED-RO adalah kombinasi proses desalinasi MED (Multi Effect Distillation) dan RO (Reverse Osmosis) dengan sistem pembangkit daya. Konfigurasi ini mempunyai keuntungan ekonomis dan operasional dibanding dengan instalasi desalinasi tunggal. Konfigurasi hybrid dikarakterisasikan dengan fleksibilitas operasi, komsumsi energi spesifik (33,50 kWh/m3) lebih rendah dibandingkan MED (36,54 kWh/m3) dan instalasi mudah diperoleh. Hybrid MED-RO merupakan teknologi desalinasi yang komersial, proven dan handal untuk memproduksi air bersih skala besar. Tujuan studi adalah menganalisis desalinasi hybrid MED-RO sebagai opsi untuk menambah pasokan air bersih di Provinsi Kepulauan Babel ditinjau dari aspek teknologi dan ekonomi. Hasil studi memperlihatkan bahwa penggunaan energi nuklir untuk tujuan ganda sebagai pembangkit listrik dan produksi air bersih lebih kompetitif dibanding instalasi pembangkit bahan bakar fosil. Konfigurasi hybrid MED-RO, dengan air umpan RO yang berasal dari rejeksi panas MED, layak dipertimbangkan sebagai opsi untuk menambah pasokan air bersih karena semakin tinggi temperatur umpan RO, kecepatan aliran air produk yang melewati membran akan meningkat. Hasil analisis ekonomi menggunakan DEEP-3.2, menunjukkan bahwa biaya produksi air dari desalinasi hybrid MED-RO (0,581 $/m3) lebih rendah dibandingkan proses MED (0,752 $/m3), dengan energi dari PLTN. Biaya produksi air hybrid MED-RO dengan energi dari PLTN (0,581 $/m3) lebih rendah dibandingkan dengan energi dari PLTU (0,720 $/m3).Kata kunci: hybrid MED-RO, desalinasi, PLTN ABSTRACTMED-RO HYBRID DESALINATION AS OPTION TO SUPPLY FRESH WATER IN BABEL ISLANDS PROVINCE. MED-RO hybrid desalination systems are combining both thermal (MED) and membrane (RO) desalination processes with power generation systems. This configuration has more economical and operational benefits in comparison with single desalination plant. Hybrid configurations are characterized by flexibility in operation, specific energy consumption (33,50 kWh/m3) is lower than MED (36,54 kWh/m3) and high plant availability. The objective of study is to analyze the MED-RO hybrid desalination as an option to add supply fresh water in Babel Islands Province, in terms of technology and economy aspects. The result of study showed that adopting nuclear power plants as dual-purpose for power generation and producing fresh water is has economic competitiveness than fosil-fired generation plants. MED-RO hybrid configuration, with feed RO from heat rejection of MED system is suitable as fresh water supply add option because increase of RO feed temperature will increase flux. Economic analysis of water cost are performed using the DEEP-3.2. Water cost of hybrid MED-RO desalination with energy of NPP (0,581 $/m3) is lower than that of MED water cost (0,752 $/m3). Water cost of hybrid MED-RO with energy of NPP (0,581 $/m3) is lower than that of water cost of energy with fosil-fired generation plants (0,720 $/m3). Keywords: hydrid MED-RO, desalination, NPP