M. Rusli Alibasyah
Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Published : 14 Documents
Articles

Found 14 Documents
Search

Perubahan Beberapa Sifat Fisika dan Kimia Gambut Jambo Aye - Aceh Utara Akibat Perlakuan Berbagai Kedalaman Drainase Basri, Hairul; Alibasyah, M. Rusli; Indriansyah, Lilis
Jurnal Agrista Vol 10, No 1 (2006): Volume 10 Nomor 1 April 2006
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (815.469 KB)

Abstract

Change of Some Phisycial and Chemical Properties of Peat Soil of Jambo Aye- Aceh Utara and due to Depths of Dranage TreatmentABSTRACT. The objective of this research was to evaluate the change of physical and chemical properties of peat soil of Jambo Aye Aceh Utara due to the depth of drainage treatments. The research was set according to randomized completely design with three replication. Pipes of alluminium with length of 100 cm and diameter of 30 cm was used to set the depth of drainage treatments. The depth of drainage treatments were: no-drainage, 20 cm, 40 cm, and 60 cm. The results showed the dept of drainage on peat soil affected some of physical and chemical properties of peat soil. From the physical properties point of view, the deeper of drainage was conducted, the more subsidence occurred, otherwise the higher bulk density was occurred. From the chemical properties point of view, the drainage more than 20 cm decreased pH, N-total, P-available, K-exchangeable, and Base Saturated, otherwise increased C-organic, Cation Exchangeable Capacity, and Al-exchangeable. It was recommended to use the drainage depth of 20 cm for controlling the change of some physical and chemical properties of peat soil.
Pengaruh Lereng dan Pupuk Organik Terhadap Aliran Permukaan, Erosi dan Hasil Kentang di Kecamatan Atu Lintang Kabupaten Aceh Tengah Wati, Yulina; Alibasyah, M. Rusli; Man, M
Jurnal Manajemen Sumberdaya Lahan Vol 3, No 2 (2014): Volume 3, Nomor 2, Oktober 2014
Publisher : Program Studi Magister Konservasi Sumberdaya Lahan, Pascasarjana, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.456 KB)

Abstract

Abstract: The purpose of fertilization is to provide additional nutrients for plants that need nutrients for adequate growth, will further support the growth and better results for plants. Organic materials can reduce the rate of runoff and soil erosion. This study aimed to examine the influence of slope and type of organic fertilizer on runoff, erosion and yield of potatoes in BBI Atu Lintang Sub District Aceh Tengah District. The design method was used or Split Plot Design with factorial. The main factor is the Slope (K) is placed as the main plot, consists of two levels is : slope gradients of 8-12 % and 12-16 %, while the second factor is an organic fertilizer (P) which is placed as a subplot, consisting of 3 levels ie without fertilizer (0 ton.ha-1), compost (8 ton.ha-1) and red leather coffee compost (8 ton.ha-1) with making copartment Wischmeier for plant season with tall 22 meter and 2 wide. The results showed that the influence of slope and organic fertilizers are very real and significant effect on surface runoff, soil erosion, and yield of potatoes. The highest value of runoff and erosion found in 12-16 % slope without fertilizer while the highest potato production observed in 8-12 % slope of 20.22 ton.ha-1 with the use of compost (8 ton.ha-1) during one season potatoes plants (three months). Abstrak: Tujuan dari pemupukan adalah memberikan tambahan unsur hara bagi tanaman agar kebutuhan hara selama pertumbuhannya tercukupi, selanjutnya akan mendukung pertumbuhan dan hasil yang lebih baik bagi tanaman. Bahan organik dapat menurunkan laju aliran permukaan dan erosi tanah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh kemiringan lereng dan jenis pupuk organik terhadap aliran permukaan, erosi dan hasil kentang di Kecamatan Atu Lintang Kabupaten Aceh Tengah. Metode yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi atau Split Splot Design dengan pola faktorial. Faktor utama adalah Kelerengan (K) yang ditempatkan sebagai petak utama, terdiri dari 2 taraf yaitu : kelerengan 8–12 % dan kelerengan 12–16 %, sedangkan faktor kedua adalah pupuk organik (P) yang ditempatkan sebagai anak petak, terdiri atas 3 taraf yaitu tanpa pupuk (0 ton ha-1), pupuk kompos (8 ton ha-1) dan kompos kulit merah kopi (8 ton ha-1) dengan membuat petak baku Wischmeier untuk tanaman semusim dengan ukuran panjang 22 meter dan lebar 2 meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh kelerengan dan pupuk organik berpengaruh nyata dan sangat nyata terhadap aliran permukaan, erosi tanah, dan hasil kentang. Nilai tertinggi aliran permukaan dan erosi dijumpai pada kemiringan lereng 12–16 %  tanpa pupuk sedangkan produksi kentang tertinggi dijumpai pada kemiringan lereng 8–12 % sebesar 20,22 ton ha-1 dengan pemakaian pupuk kompos (8 ton ha-1) selama 1 musim tanam kentang (3 bulan).
Perubahan Sifat Fisika Tanah dan Pertumbuhan Kopi Arabika (coffea arabica L.) Akibat Kompos Tithonia dan Kompos Kulit Gelondong Kopi di Kecamatan Kebayakan Kabupaten Aceh Tengah Hairunnas, Hairunnas; Sufardi, Sufardi; Alibasyah, M. Rusli
Jurnal Manajemen Sumberdaya Lahan Vol 3, No 2 (2014): Volume 3, Nomor 2, Oktober 2014
Publisher : Program Studi Magister Konservasi Sumberdaya Lahan, Pascasarjana, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.296 KB)

Abstract

Abstract: This study was aimed to assess the changes in soil physical properties and plant growth of coffee due to the application of Tithonia compost and Coffee bean skin compost. The research was conducted in the Paya Tumpi village, Kebayakan of Aceh Tengah District at the altitude of ± 1300 m above mean sea level. The factorial randomized block design was used in the experiment, consisted of two factors i.e: (1) Tithonia compost and (2) Coffee bean skin compost, and replicated three times.The results of this study showed that the application of Tithonia compost and Coffee bean skin composthad significant interaction effect on aggregate stability index and plant height. The single application of Tithonia compost had significant effect on soil bulk density, permeability, porosity, aggregate stability index, slow drainageporosity, rapid drainageporosity, water availableporosity,and plant height at the age of 11 and 14 months. The single application of  Coffee bean skin compost had significant effect on soil bulk density, permeability, porosity, aggregate stability index, slow drainageporosity,water availableporosity, plant height and leaves area at the age 11 and 14 months. The optimum dosage of Tithonia compost and coffee bean skin compost was 3.75 kg plant-1. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perubahan beberapa sifat fisika tanah dan pertumbuhan tanaman kopi akibat pemberian kompos Tithonia dan kompos kulit kopi. Penelitian dilaksanakandi Desa Paya Tumpi Kecamatan Kebayakan Kabupaten Aceh Tengah dengan ketinggian tempat + 1300 m dpl.Percobaan dengan tiga ulangan, menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) pola faktorial. Ada 2 faktor yang dicobakan yaitu kompos Tithonia dan kompos kulit kopi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos Tithonia dan kompos kulit kopi terdapat interaksi terhadap indeks stabilitas agregat dan tinggi tanaman. Faktor tunggal pemberian kompos Tithonia berpengaruh terhadapbobot isi, permeabilitas, porositas, indeks stabilitas agregat, pori drainase lambat, pori drainase cepat, pori air tersedia, tinggi tanaman pada umur 11, 12, 13, dan 14 bulan, dan terhadap luas daun pada umur 11 dan 14 bulan. Faktor tunggal pemberian kompos kulit kopi berpengaruh terhadap bobot isi, permeabilitas, porositas, indeks stabilitas agregat, pori drainase lambat, pori air tersedia, tinggi tanaman pada umur 11 dan 14 bulan, dan luas daun pada umur 11 dan 14 bulan. Pemberian kompos Tithonia dan kompos kulit kopi yang terbaik adalah dengan perlakuan 3,75 kg/tanaman.
Reklamasi Gambut dengan Abu Sekam dan Tanah Mineral Muslimah, Yuliatul; Alibasyah, M. Rusli; Muyassir, Muyassir
Jurnal Manajemen Sumberdaya Lahan Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Nomor 2, Desember 2012
Publisher : Program Studi Magister Konservasi Sumberdaya Lahan, Pascasarjana, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.316 KB)

Abstract

Peat Reclamation With Rice of Waste and Soil MineralAbstract: The objectives of the research were to study deeply changes of several physical and chemical characteristics of peat and yield of peanut due to amelioran of chaff ash and Andisol. The experiment was conducted in Village Suak Ni, Sub District of Johan Pahlawan, District of Aceh Barat, from June to August 2010.  Soil analysis was carried out in Laboratory Soil and Plant Analysis, Agriculture Faculty, Syiah Kuala University, Darussalam Banda Aceh. Variables observed were physical (porosity and bulk density) and chemistry (pH, N-total, P-available, K-available, CEC, and base saturation) characteristics and yield of peanut. Results showed that chaff ash and mineral soil (Andisol) was highly significantly interacted on pH, and significantly interacted on N-total, P-available, K-available, CEC, and base saturation, but not significantly interacted on other variables. Chaff ash exerted significant effects on total porosity, bulk density, pH, N-total, P-available, K-available, CEC, base saturation of peat, plant height 30 and 45 DAP (day after planting), filled pod percentage, empty pod percentage, weight of 100 dried grains, dried grain weight per net plot and dried grain weight per hectare, but no significant effect on plant height 15 DAP. Mineral soil exerted significant effects on porosity, bulk density, pH, N-total, P-available, K-available, CEC, base saturation, but no effects on growth and yield of peanut.Abstrak: Penelitian ini dilaksanakan untuk mengkaji secara mendalam perubahan beberapa sifat fisika dan kimia tanah gambut serta hasil tanaman kacang tanah akibat pemberian amelioran abu sekam dan Andisol. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Suak Ni, Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat dan analisis tanah awal dilakukan di Laboratorium Analisis Tanah dan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Darussalam Banda Aceh. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2010 sampai dengan Agustus 2010. Peubah yang diamati dalam penelitian ini adalah sifat fisika (porositas dan bulk density) dan kimia (pH, N-Total, P-tersedia, K-tersedia, KTK dan KB) serta hasil kacang tanah pada tanah. Hasil penelitian menunjukkan pemberian abu sekam dan tanah mineral secara interaksi berpengaruh sangat nyata terhadap pH, berpengaruh nyata terhadap N-total, P-tersedia, K-dd, berpengaruh sangat nyata terhadap NTK, dan sangat nyata terhadap KB, sedangkan parameter tidak nyata.  Faktor tunggal abu sekam berpengaruh sangat nyata terhadap porositas total, dan Bulk  density, berpengaruh sangat nyata terhadap pH, N-total, P-tersedia, K-tersedia, NTK dan KB tanah gambut, tinggi tanaman 30 dan 45 HST, persentase polong bernas, persentase polong hampa, berat 100 biji kering, berat biji kering per plot netto serta berat biji kering per hektar, namun tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman kacang tanah umur 15 HST.  Pemberian tanah mineral berpengaruh sangat nyata terhadap porositas,  berpengaruh sangat nyata terhadap bulk  density, berpengaruh sangat nyata terhadap  pH, tidak nyata terhadap N-total, sangat nyata terhadap P-tersedia, K-dd, NTK dan KB. Namun berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah
Dampak Ekologi, Sosial dan Ekonomi Masyarakat Akibat Reklamasi Pantai Tapaktuan Aceh Selatan Husna, Nurul; Alibasyah, M. Rusli; Indra, Indra
Jurnal Manajemen Sumberdaya Lahan Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Nomor 2, Desember 2012
Publisher : Program Studi Magister Konservasi Sumberdaya Lahan, Pascasarjana, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.918 KB)

Abstract

Impact of Tapaktuan Beach Reclamation on Ecological, Social and Economic changes of Coastal Community at Gampong Pasar Aceh Selatan DistrictAbstract. The study was aimed to assess the impacts of beach reclamation on ecological, social and economic changes of coastal communities at Gampong Pasar, Aceh Selatan District. The study used quantitative and qualitative descriptive methods.  Primary data were collected from respondents. Ecological and social data were analyzed by a descriptive method, while economic data were analyzed using paired t test method. The results showed that coastal reclamation affected ecological changes such as crab, shrimp, fish and coral reef.  Those marine biota’s amount prior to the reclamation and lower after the reclamation. On the other hand, terrestrial biota’s such as terrestrial fauna (butterflies, dragonflies, grasshoppers and birds) were more abundant after the reclamation than before the reclamation. Likewise, terrestrial vegetation (palm, grass and wild plants) were more abundant after the reclamation than before the reclamation. For social changes, factors studied were social security, togetherness, friendship, community care, and custom marine receptions, excursions of outsider, employment, health, education and information.  Those social factors were poor prior to the reclamation and better after the reclamation. Economic changes influenced by incomes, living needs, and expenditures were better after the reclamation, compared to prior to the reclamation.Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak reklamasi pantai terhadap perubahan ekologi, sosial dan ekonomi masyarakat pesisir Gampong Pasar Kabupaten Aceh Selatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Aspek ekologi dan sosial dianalisis secara deskriptif, sedangkan variabel ekonomi dianalisa dengan menggunakan uji t berpasangan atau paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan ekologi seperti biota laut yaitu kepiting, udang, jenis ikan karang dan terumbu karang sebelum reklamasi keberadaannya dalam jumlah sedang dan sesudah reklamasi keberadaannya menjadi sedikit. Untuk biota darat seperti fauna darat (kupu-kupu, capung, belalang dan burung) setelah reklamasi lebih banyak dijumpai bila dibandingkan sebelum reklamasi. Begitu juga dengan vegetasi darat (kelapa, rumput-rumputan dan tanaman liar) setelah reklamasi lebih banyak tumbuh di lahan yang direklamasi apabila dibandingkan sebelum reklamasi. Untuk perubahan sosial faktor-faktor yang diteliti adalah jaminan rasa aman, gotong royong, keakraban dan kepedulian masyarakat, kebiasaan kenduri laut, kunjungan masyarakat luar daerah, kesempatan kerja, tingkat kesehatan, tingkat pendidikan dan tingkat informasi didapat bahwa sebelum reklamasi kurang baik sedangkan sesudah reklamasi menjadi lebih baik. Perubahan ekonomi dipengaruhi oleh pendapatan, kebutuhan hidup dan pengeluaran yang lebih baik sesudah adanya reklamasi dibandingkan sebelum reklamasi.
Partisipasi Masyarakat Adat dalam Konservasi Sumberdaya Hutan di Kecamatan Kota Jantho Kabupaten Aceh Besar Lestari, Titit; Agussabti, Agussabti; Alibasyah, M. Rusli
Jurnal Manajemen Sumberdaya Lahan Vol 3, No 2 (2014): Volume 3, Nomor 2, Oktober 2014
Publisher : Program Studi Magister Konservasi Sumberdaya Lahan, Pascasarjana, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.735 KB)

Abstract

Abstract: This study aimed to determine the level of indigenous peoples participation in the conservation of forest resources in Kecamatan Kota Jantho, Aceh Besar district. The qualitative supported by simple quantitative method was used in the research. The qualitative and multiple regression analysis was used to assess the level of peoples participation. The results showed that the level of local indigenous peoples was relatively low at 53%. This condition was not caused by their carelessness in preserving the forest resources, but due to various factors including age, education, occupation, income, experience (the duration of being a farmer), the intensity of extension, perception, motivation, incentives, and traditional institutions. The intervention that needed to improve the conservation of forest resources is strengthening and revitalizing the function of the existing traditional institutions. The government has to be as facilitator for implementation of conservation activities of forest resources.  Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat partisipasi masyarakat adat dalam konservasi sumberdaya hutan di Kecamatan Kota Jantho Kabupaten Aceh Besar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dan didukung dengan metode kuantitatif sederhana. Untuk menguji tingkat partisipasi menggunakan analisa statistik regresi ganda dan selanjutnya dianalisa secara kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh gambaran bahwa tingkat partisipasi masyarakat adat tergolong rendah sebesar 53 %. Kondisi ini disebabkan bukan karena ketidak- pedulian mereka dalam melestarikan sumberdaya hutan, akan tetapi karena berbagai factor, diantaranya adalah faktor umur, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, pengalaman (lamanya menjadi petani), intensitas penyuluhan, persepsi, motivasi, insentif,  lembaga adat. Adapun langkah yang perlu dilakukan dalam meningkatkan konservasi sumberdaya hutan adalah perlu adanya penguatan dan revitalisasi fungsi lembaga adat yang telah ada. Pemerintah perlu menjadi fasilitator bagi terselenggaranya kegiatan konservasi sumberdaya hutan berbasis kearifan tradisional.
Perubahan Beberapa Sifat Fisika dan Kimia Ultisol Akibat Pemberian Pupuk Kompos Dan Kapur Dolomit pada Lahan Berteras Alibasyah, M. Rusli
Jurnal Floratek Vol 11, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.895 KB)

Abstract

Changes of Some Physical and Chemical Ultisol Properties Given Compost Fertilizer and Dolomite Lime on Terraced Land ABSTRACT. This study aims to asses the changes of some physical and chemical ultisol properties  as a result of compost fertilizer and dolomite lime application on terraced land. This research using Randomize Block Design (RBD), consists of two factors, namely compost and dolomite lime. Parameters observed were physical and chemical properties of the soil. The results showed that compost has a very significant effect on the decrease of bulk density, the increase of total porosity, permeability, aggregate stability index, fast drainage pores, water available pores, soil water content at 2.54 pF, water content on 4.2 pF, the increase of P-available, and a significant affect on the slow drainage pores, the levels of C-organic, N-total, cation exchange capacity (CEC) and base saturation (BS). Dolomite lime has a very significant effect on bulk density, and a significant effect on the increase in total porosity, permeability, slow drainage pores, water available pores, N-total, CEC, BS,  and no significant effect on the aggregate stability index, fast drainage pores, water content at 4.54 pF and 4.2 pF ant the levels of C-organic. There also a very significant interaction between compost and dolomite lime on the increase in the pH of the soil.
Sifat Fisika Andisol dan Produksi Rumput Gajah Akibat Jenis dan Dosis Pupuk Organik di Kecamatan Pegasing Kabupaten Aceh Tengah Nikmah, Askura; Alibasyah, M. Rusli; Manfarizah, Manfarizah
Jurnal Manajemen Sumberdaya Lahan Vol 3, No 2 (2014): Volume 3, Nomor 2, Oktober 2014
Publisher : Program Studi Magister Konservasi Sumberdaya Lahan, Pascasarjana, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.718 KB)

Abstract

Abstract: Physical properties of soils are strongly influenced by bulkdensity, porosity, permeability, aggregatestability index, and moisture content of soils. The research was aimed to study the change of some physical properties of soil, growth and production of elephant grass (Pennisetum purpureum L.) due to thedosage of organic fertilizer treatment in Pegasing Central Aceh. The factorial randomized block design method was used in the experiment, consisted of two factors, the first factor wastype of organic fertilizer, namely;compost, coffee bean skin compost and manure and the second factor was the dosages organic fertilizer, namely;0, 5, 10 and 15 t ha-1. The type and dosage of organic fertilizer significantly influenced the height of elephant grass at the first, the second and the third harvest. The significant interaction effect was found on the weight of elephant grass at the second and the third harvest. The highest total weight of elephant grass was found on the dosages: (a) 24.90 t ha-1of compost with elephant grass yield 72,10 kg plot-1, (b) 16,36 ts ha-1 of coffee bean skin compost with elephant grass yield37,15 kg plot-1, and (c) 12,74 t ha-1 of manure with elephant grass yield 27,97 kg plot-1. Abstrak: Sifat fisika tanah terdiri dari berat volume, porositas, permeabilitas, indeks stabilitas agregrat, dan kadar air tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan beberapa sifat fisika tanah serta pertumbuhan dan produksi rumput gajah (Pennisetum purpureum L.) akibat pemberian jenis dan dosis pupuk organik di Kecamatan Pegasing Kabupaten Aceh Tengah. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri  dari dua faktor, yaitu faktor jenis pupuk organik terdiri dari tiga taraf yaitu kompos, kompos gelondong kopi dan pupuk kandang serta dosis pupuk organik terdiri dari empat taraf yaitu 0, 5, 10 dan 15 t ha-1. Jenis dan dosis pupuk organik secara faktor tunggal berpengaruh sangat nyata dan nyata terhadap tinggi rumput gajah pada pemotogan I, II dan III. Jenis dan dosis pupuk organik secara interaksi berpengaruh sangat nyata terhadap berat rumput gajah pemotongan II danke III. Berat tertinggi dijumpai pada dosis :(a) 24,90t ha-1pada jenis pupuk organik kompos dengan hasil rumput gajah 72,10kg plot-1, (b) 16,36 t ha-1pada pupuk organik jenis gelondong kopi dengan hasil rumput gajah 37,15 kg plot-1, dan (c) 12,74 t ha-1pada jenis pupuk kandang dengan hasil rumput gajah sebesar 27,97 kg plot-1.
Partisipasi Perempuan Nelayan dalam Konservasi Wilayah Pesisir di Kecamatan Meureubo Kabupaten Aceh Barat Fithria, Dewi; Indra, Indra; Alibasyah, M. Rusli
Jurnal Manajemen Sumberdaya Lahan Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Juni 2012
Publisher : Program Studi Magister Konservasi Sumberdaya Lahan, Pascasarjana, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.651 KB)

Abstract

ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat partisiasi perempuan nelayan dalam konservasi wilayah pesisir di Kecamatan Meureubo Kabupaten Aceh Barat serta faktor-faktor yang mempengaruhinya dalam konservasi wilayah pesisir. Analisis data menggunakan nilai skor dengan kategori rendah sampai tinggi, sedangkan Regresi Linier Berganda digunakan untuk menguji faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat partisipasi perempuan nelayan dalam konservasi wilayah pesisir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat partisipasi tinggi sebesar 32,5%, sedang 32,5%, rendah 35% dan secara parsial faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi perempuan nelayan dalam konservasi wilayah pesisir yaitu pengetahuan, pendidikan, status perkawinan, pendapatan suami dan insentif. Adapun strategi intervensi untuk meningkatkan partisipasi perempuan nelayan dalam konservasi wilayah pesisir dilakukan dengan dua cara yaitu dengan memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi serta pengembangan strategi partisipatif sesuai dengan potensi lokal.Fisherwoman Participation on Conservation of Coastal Areas in Meureubo Sub District, West Aceh DistrictABSTRACT. This study was aimed at assessments of fisherwoman participation in conservation of coastal areas in Sub District Meureubo, West Aceh, and the factors affecting woman participation in conservation of coastal areas. Data analysis used in this study was by using scores, where score one for low category, two for medium category, and three for high category, while Multiple Linear Regression was used to examine factors that affect level fisherwoman participation in conservation of coastal areas. The results showed that woman participation was categorized a low level by 35%.  Partially, factors affecting woman participation in conservation of coastal areas were knowledge, education, marital status, husband income and incentive. Intervention strategies to increase woman participation in conservation of coastal areas could be done by two ways, namely by taking into account factors that affect participation and carrying out development participatory strategies appropriate to the local potentials.
Degradasi Lahan Akibat Erosi pada Areal Pertanian di Kecamatan Lembah Seulawah Kabupaten Aceh Besar Rusdi, Rusdi; Alibasyah, M. Rusli; Karim, Abubakar
Jurnal Manajemen Sumberdaya Lahan Vol 2, No 3 (2013): Volume 2, Nomor 3, Juni 2013
Publisher : Program Studi Magister Konservasi Sumberdaya Lahan, Pascasarjana, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.424 KB)

Abstract

The Evaluation of Land Degradation by Erosion in Agricultural Area at Lembah Seulawah Sub-distrik Aceh Besar Abstract: Land has a large potential in supporting human life activities. It can be used as agricultural areas or settlements; however, by the time it changed functionally. This research was aimed at finding out levels of agricultural land degradation treatment caused by erosion on agricultural land and defining the proper conservation measures for sustainable land utilization, and especially analyzing levels of land degradation caused by erosion in agricultural land on Lembah Seulawah, Aceh Besar District. Land mapping unit was developed based on land utilization map, soil type map, and topography map with scale 1 : 60.000, then overlaid to find out Land Utilization Type (LUT), based on uniformity of land-forming variables. Results showed that there were 4 classifications of erosion hazard levels, i.e. light hazard erosion level (L) found in LUT 5,6,7 and 8, medium hazard erosion level (M) found in LUT 4, heavy hazard erosion level (H) found in LUT 2 and 3, and very heavy hazard erosion level (VH) found in LUT 1. Land use referrals in maintaining preservation actions are by applying vegetative and mechanical methods of conservation. Selection and management of planting pattern, cover crop planting, and uses of plant waste as mulch are recommended on the L and M levels. Development of tree crops (estate and industrial crops) and no agricultural uses are recommended on H and VH levels, respectively.Abstrak: Lahan memiliki potensi besar dalam menunjang aktivitas hidup manusia. Lahan tersebut bisa dijadikan sebagai areal pertanian maupun pemukiman penduduk, sering kali dalam perkembangannya terjadi perubahan fungsi-fungsi lahan dimaksud. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat degradasi lahan akibat erosi pada lahan pertanian dan menentukan arahan korservasi yang tepat sehingga pemanfaatan lahan dapat berkelanjutan di Kecamatan Lembah Seulawah Kabupaten Aceh Besar. Satuan peta lahan ditetapkan berdasarkan peta penggunaan tanah, peta jenis tanah dan peta kelerengan dengan skala 1 : 60.000, kemudian dioverlay untuk mendapatkan peta Tipe Penggunaan Lahan (TPL) yang didasarkan pada keseragaman peubah pembentuk lahan. Hasil penelitian terdapat 4 klasifikasi tingkat bahaya erosi yaitu tingkat bahaya erosi ringan (R) masing-masing terdapat pada TPL 5, 6, 7 dan 8, erosi sedang (S) terdapat pada TPL 4, erosi berat (B) terdapat pada TPL 2 dan 3, sedangkan klasifikasi tingkat bahaya erosi yang sangat berat (SB) terdapat pada TPL 1. Arahan penggunaan lahan yang sesuai dalam menjaga kelestariannya adalah menerapkan tindakan konservasi metode vegetatif dan metode mekanis. Pada lahan dengan tingkat bahaya erosi ringan (R) dan sedang (S) pemilihan dan pengaturan pola tanam, penanaman penutup tanah, penggunaan sisa tanaman sebagai mulsa, pada lahan tingkat bahaya erosi berat (B) dengan cara mengembangkan usaha tani tanaman tahunan (tanaman perkebunan dan tanaman industri), sedangkan pada lahan dengan tingkat bahaya erosi sangat berat (SB) tidak digunakan untuk lahan pertanian.