Alianto Alianto
Department of Fishery, Faculty of Animal Husbandry, Fishery and Marine Science, Papua State University, Jalan Gunung Salju, Manokwari 98314

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

Kondisi Fisika Kimia Air Sungai Yang Bermuara di Teluk Sawaibu Kabupaten Manokwari Irwan, Muhammad; Alianto, Alianto; Toja, Yori Turu
JURNAL SUMBERDAYA AKUATIK INDOPASIFIK Volume 1, Number 1, May 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Papua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1229.682 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan di tiga sungai kecil (Momo, Sahara dan Konto) yang bermuara di Teluk Sawaibu Kabupaten Manokwari. Pengambilan sampel air untuk ketiga stasiun pengamatan  dilakukan untuk pengukuran parameter fisik yaitu suhu, TDS, TSS dan kekeruhan, dan parameter kimia pH, DO, COD, BOD, Nitrat (NO3), Fosfat (PO4) dan Amonia. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kualitas fisik kimia air sungai dari lokasi penelitian, dan dibandingkan dengan baku mutu kualitas air berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 82 tahun 2001 tentang pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air. Hasil pengukuran parameter fisik dan kimia adalah kisaran suhu dari tiga stasiun pengamatan berkisar antara 26,6 - 31°C, kekeruhan berkisar 0,17-49,7 NTU. Padatan Terlarut Total (TDS) 134 - 317 mg/l. Padatan Tersuspensi Total 14 – 96 mg/l. pH berkisar antara 6,69 – 7,78. DO (Dissolved Oxygen) 0,03–6,22 mg/l. COD (Chemical Oxygen Demand) <4,99 – 27,75 mg/l, BOD (Biochemical Oxygen Demand) 0,60 – 6,31 mg/l, Nitrat (NO3-N) 0,013 – 0,251 mg/l, Fosfat (PO4) 0,013 – 0,243 mg/l dan Amonia (NH3) 0,051 – 0,346 mg/l.
Total nitrogen dan fosfat di perairan Teluk Doreri, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat, Indonesia (Total nitrogen and phosphorus in the Doreri Bay, Manokwari Regency, West Papua Province, Indonesia) Alianto, Alianto; Hendri, Hendri; Suhaemi, Suhaemi
DEPIK Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan Vol 5, No 3 (2016): December 2016
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Syiah Kuala University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.18 KB)

Abstract

Total Nitrogen (TN) and Phosphate (TP) are the two bio-elements essential that determine the source of life in the waters, including marine waters. This study aims to determine the concentration of TN and TP in the Doreri Bay. The study was conducted from January to March 2012. The sampling of seawater in situ performed three times in the six research stations. Measurement of sea water samples also carried out ex-situ by using method persulphate and peroxidisulphate for each concentration of TN and TP. The measurement results obtained an average TN concentration ranging from 0.053 to 0.165 mg/L with a higher tendency at station 1, 2 and 5 respectively of 0.102 mg/L; 0.100 mg/L; and 0.165 mg/L. While TP concentrations ranged from 0.017 to 0.038 mg/L with a value equal concentrations tended at each station observations. The results showed the value of the concentration of TN tend to vary and TP relatively stable or not varies.Total Nitrogen (TN) dan Fosfat (TP) merupakan dua unsur bioelemen penting yang menentukan sumber kehidupan di perairan termasuk perairan laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi TN dan TP di perairan Teluk Doreri. Penelitian dilaksanakan pada Januari 2012 sampai Maret 2012. Pengambilan contoh air laut dilakukan secara in situ sebanyak tiga kali pada enam stasiun penelitian. Pengukuran contoh air laut dilakukan secara eks situ, konsentrasi TN diukur  dengan metode persulphate dan TP dengan metode peroxodisulphate. Hasil pengukuran diperoleh rata-rata konsentrasi TN berkisar dari 0,053 – 0,165 mg/L dengan kecenderungan lebih tinggi pada stasiun 1, 2 dan 5 dengan nilai konsentrasi secara berturut-turut sebesar 0,102 mg/L; 0,100 mg/L; dan 0,165 mg/L.  Konsentasi TP berkisar dari  0,017 – 0,038 mg/L dengan nilai konsentrasi yang cenderung sama pada setiap stasiun pengamatan.  Hasil yang diperoleh menunjukkan nilai konsentrasi TN cenderung  bervariasi dan TP relatif stabil atau tidak bervariasi. 
MEASUREMENT OF DISSOLVED INORGANIC NUTRIENT IN EUPHOTIC ZONE THE BANTEN BAY Alianto, Alianto; Adiwilaga, Enan M.; Damar, Ario; Harris, Enang
Indonesian Journal of Chemistry Vol 9, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.894 KB)

Abstract

At a few this last years, measurement concentration of dissolved inorganic nutrient is has rapidlyed grow by using various methods. But method anything applied must based on at formation of indicator end of measurement amonia, nitrite, nitrate, orthophosphate and silicate. At measurement of amonia its indicator is formation of blue indophenol, nitrite formation of pink azo, nitrate formation of yellow colored solution, orthophosphate formation of blue molybdenum, and silicate based on formation of yellows silicomolibdate. The intensity of color that is highly dependent on the concentration of each element. Measurement of amonia blue indophenol intensity perfected concentration in the range 0.206-0.396 mg/L. Measurement nitrite the formation of a pink azo easy imperfect because its low concentration. Intensity measurements nitrate solution yellow perfect concentration in the range 0.128-0.989 mg/L. Measurement of imperfect blue molybdenum intensity orthophosphate because its low concentration. While measuring the formation silicate of yellow silicomolibdate  perfect concentration on the range 10.573-26.470 mg/L. As a whole from result of measurement is obtained chemical composition of dissolved inorganic nutrient in euphotic zone the Banten bay is more predominated by silicate 97.27%, nitrate 1.84%, amonia 0.49%, orthophosphate 0.20%, and nitrite 0.18%.   Keywords: blue indophenol, pink azo, yellow solution, blue molybdenum, yellow silicomolibdate
Status Mutu Kualitas Air Laut Pantai Maruni Kabupaten Manokwari Silalahi, Harry N; Manaf, Marhan; Alianto, Alianto
JURNAL SUMBERDAYA AKUATIK INDOPASIFIK Volume 1, Number 1, May 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Papua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.982 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi Amonia, Nitrat dan Ortoposfat serta parameter lainnya yang tertera pada baku mutu air laut untuk biota laut dan mengetahui status mutu kualitas air laut dengan menggunakan metode Indeks Pencemaran (IP). Konsentrasi ammonia dan nitrat dari dua periode pengamatan dalam satu wilayah Pantai Maruni secara konsisten menunjukkan hasil yang melebihi nilai ambang batas baku mutu lingkungan, sedangkan ortofosfat pada semua titik sampling masih dibawah nilai ambang batas baku mutu lingkungan sesuai Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 51 Tahun 2004 tentang Baku Mutu Air Laut. Status mutu kualitas air laut Pantai Maruni berdasarkan analisis Indeks Pencemaran (IP) termasuk dalam kategori cemar ringan hingga cemar sedang. Parameter yang berkontribusi terhadap kondisi ini adalah ammonia dan nitrat yang telah melebihi baku mutu lingkungan.
Konsentrasi Surfaktan dan Minyak di Perairan Depapre, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua Tanjung, Rosye Hefmi Rechnelty; Hamuna, Baigo; Alianto, Alianto
Buletin Oseanografi Marina Vol 8, No 1 (2019): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.389 KB)

Abstract

Kondisi kualitas air suatu perairan yang baik sangat penting untuk mendukung kehidupan organisme yang hidup di dalamnya. Penentuan status mutu air perlu dilakukan sebagai acuan dalam melakukan pemantauan pencemaran kualitas air. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji status mutu air laut berdasarkan konsentrasi parameter surfaktan dan minyak di perairan Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura. Pengambilan sampel air laut dilakukan di lima stasiun penelitian, kemudian hasilnya dibandingkan dengan baku mutu air laut untuk biota laut berdasarkan KEPMEN-LH No. 51 Tahun 2004. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi surfaktan di perairan Distrik Depapre berkisar antara 0,08–0,22 mg/L, sedangkan konsentrasi kandungan minyak berkisar antara 0,14–0,41 mg/L. Berdasarkan baku mutu air laut, konsentrasi surfaktan dan minyak belum melampaui baku mutu dan masih sesuai untuk biota laut di perairan Depapre, Kabupaten Jayapura. Hasil penelitian ini memberikan informasi bahwa kondisi perairan Depapre belum tercemar oleh limbah surfaktan dan minyak. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa konsentrasi tersebut dapat terus meningkat, sehingga perlu upaya lebih lanjut dari pemerintah dan masyarakat untuk meminimalkan jumlah limbah surfaktan dan minyak yang masuk kelingkungan perairan laut. Good water quality is critical to support the life of organisms. The determination of water quality status was needed as a reference to monitor water pollution. This study aimed to assess the condition of water quality based on the concentration of surfactant and oil parameters in the Depapre waters, Jayapura Regency. Sampling was carried out in five research stations; then the results were compared with water quality standards based on KEPMEN-LH No. 51 Tahun 2004 for marine biotas. The result showed that the concentration of surfactant in Depapre waters was 0.08–0.22 mg/L, while the oil concentration was 0.14–0.41 mg/L. Based on water quality standards, surfactant and oil concentration has not exceeded the quality standards and are suitable for marine biotas in Depapre waters, Jayapura Regency. Results showed the condition of  Depapre waters had not been polluted by surfactant and oil waste. However, it does not rule out the possibility that the concentration can increase so that it needs further efforts from the government and the community to minimize the amount of surfactant and oil waste entering the marine environment.