Alfridsyah Alfridsyah
Politeknik Kesehatan Banda Aceh, Kementerian Kesehatan RI. Jln. Kampus Politeknik Kesehatan NAD Desa Lagang - Lampeuneurut Darul Imarah - Banda Aceh

Published : 7 Documents
Articles

Found 7 Documents
Search

Perbedaan Penggunaan Standar Baru Antropometri WHO-2006 terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Penilaian Status Gizi pada Tenaga Gizi Pelaksana di Kota Banda Aceh Tahun 2009

Buletin Penelitian Sistem Kesehatan Vol 16, No 2 Apr (2013)
Publisher : Buletin Penelitian Sistem Kesehatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Pada tahun 2003, WHO merumuskan konsep Multicenter Growth References Study (MGRS) yang dilakukan di 6 negara dengan jumlah sampel yang diambil sebanyak 8440 anak hidup di lingkungan sehat yang memungkinkan tumbuh sesuai potensi genetik. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) yang dilakukan secara serentak di 33 provinsi di Indonesia pada tahun 2007 dalam penilaian status gizi balita telah mengacu pada WHO 2006. Secara keseluruhan Provinsi NAD termasuk ke dalam 10 besar yang mempunyai masalah gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan standar baru antropometri 2006 terhadap peningkatan pengetahuan dan penilaian status gizi pada Tenaga GiziPelaksana (TGP) di Kota Banda Aceh tahun 2009. Metode: Rancangan penelitian ini merupakan metode analitik eksploratif dengan pendekatan Quasi Experimental Design, yang dilakukan pada 70 TGP dan dibagi ke dalam dua kelompok. Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan sekunder. Analisis data menggunakan Independent T-Test dan DependentT-Test pada CI: 95%. Hasil: Hasil analisis Independent T-Test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan (p = 0,000), sikap (p = 0,004), perilaku (p = 0,005) dan peningkatan PSG (p = 0,031) antara post test pada kelompok ceramah disertai diskusi dengan ceramah disertai praktik. Sedangkan hasil analisis Dependent T-Test menunjukkan adanya peningkatan yang signifi kan dari pre tes ke post tes terhadap kedua kelompok pada TGP dalam wilayah kerja Kota Banda Aceh. Kesimpulan: Metode ceramah disertai praktik dan metode ceramah disertai diskusi dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, perilaku dan penilaian status gizi oleh TGP, pendidikan kesehatan penilaian status gizimenggunakan standar antropometri baru WHO-2006 dengan metode ceramah disertai praktik lebih efektif dibandingkan metode ceramah disertai diskusi, dan ada pengaruh yang signifi kan penggunaan standar antropometri baru WHO-2006 terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, perilaku dan penilaian status gizi pada Tenaga Gizi Pelaksana di Kota BandaAceh tahun 2009. Saran: Meningkatkan pemerataan program Penilaian Status Gizi (PSG), untuk meningkatkan derajatkesehatan dan status gizi balita agar lebih optimal, dengan tetap melibatkan profesi gizi dalam pelaksanaan programPSG, dan menggunakan metode ceramah disertai praktik dalam memberikan pendidikan/penyuluhan kepada TGP danselanjutnya ke kader-kader yang berada di wilayah kerja masing-masing, karena hal ini dapat meningkatkan pengetahuan,sikap dan perilaku tenaga pelaksana gizi dalam meningkatkan penilaian status gizi

Efektifitas pendidikan gizi mengunakan KMS dinding indeks tb/u terhadap tindakan guru PAUD dalam pemantauan pertumbuhan anak usia 4 – 5 tahun pada anak sekolah PAUD

AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 3, No 1 (2018): AcTion Vol 3 No 1 Tahun 2018
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (816.299 KB)

Abstract

Indikator status gizi berdasarkan tinggi badan menurut umur sangat bermanfaat untuk mengevaluasi status gizi dan mengambarkan pertumbuhan linier dan dapat mengambarkan status gizi masa lampau (kronis). Kajian ini  bertujuan untuk menilai efektifitas media Kartu Menuju Sehat (KMS) Dinding dalam meningkatkan perilaku gizi guru PAUD khususnya dalam melakukan pemantauan pertumbuhan. Rancangan penelitian ini Quasi Eksperimental study dengan rancangan non randomized one group pre-post test design dimana subjek penelitian ini adalah guru-guru sekolah PAUD. dilaksanakan pada 40 sekolah PAUD di Kabupaten Aceh Besar yang memenuhi criteria selama 5 (lima) bulan. Hasil penelitian menunjukan perbedaan atau dampak efektifitas yang ditimbulkan dari pelatihan KMS Dinding TB/U terhadap peningkatan pengetahuan dan  terdapat  dampak efektifitas pengunaan KMS Dinding TB/U terhadap peningkatan Pengetahuan dan Tindakan  Guru PAUD  sedangkan untuk sikap tidak Ada perbedaan atau dampak efektifitas pengunaan KMS Dinding TB/U terhadap peningkatan Sikap guru PAUD dengan p value sebesar 0,294. Kesimpulan, KMS dinding berdampak signifikan terhadap pengetahuan dan tindakan guru dalam mendeteksi anak pendek di PAUD. Kata kunci: KMS dinding, pendidikan gizi The nutritional status indicator based on height according to age is very useful for evaluating nutritional status and represents linear growth and can describe nutritional status of the past (chronic). This study aims to assess the effectiveness of wall growth chart media in improving the nutritional behavior of teachers, especially in monitoring growth. Method: This research design Quasi-Experimental study with non-randomized one group pre-post test design where the subject of this research is teachers of pre-school. Was held at 40 pre-schools in Aceh Besar district that met the criteria for 5 (five) months. The result was are differences or impacts of effectiveness resulting from the training of wall growth chart Height for Age (HFA) index on the improvement of knowledge and there is impact of effective use of it to increase knowledge and action of early childhood teacher while for attitude no difference or effectiveness impact of usage of it’s toward the improvement of teachers attitude with p-value of 0,294. Keywords: Wall growth chart, nutrition education

Pengaruh Perilaku Konsumsi Makanan Instan Yang Mengadung Natrium Terhadap Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi

AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 1, No 1 (2016): Volume 1 No 1 Tahun 2016
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.066 KB)

Abstract

Penyebab utama tingginya kasus meninggal akibat tekanan darah tinggi adalah mengkonsumsi makanan mengandung banyak natrium sehingga tubuh kita menampung darah yang berlebihan yang di butuhkan dan retensi cairan. Masyarakat Indonesia, sangat konsumtif dan selalu menginginkan praktis, tetapi tidak pernah mau peduli kesehatan badannya. Penelitian bersifat diskriptif analitik dengan menggunakan desain case control, pengambilan sampel secara random sampling yaitu sebanyak 35 kasus dan 35 orang kontrol. Data yang diambil meliputi data karakteristik sampel, konsumsi makanan instan serta tekanan darah pada sampel dengan pengukur tekanan darah yang dilakukan oleh bantuan enumerator. Uji statistic dengan menggunakan chi-square test. Hasil penelitian diketahui perilaku makan yang dikategorikan sering (tidak baik) pada kelompok kasus yaitu sebanyak 31 orang (64,6%) dan pada kelompok kontrol sebanyak 17 orang (35,4%). Responden pada kelompok kasus mayoritas bertekanan darah kategori tinggi sebanyak 25 orang (71,4%) dan sebagiannya bertekanan darah normal sebanyak 10 orang (28,6%). Disimpulkan ada pengaruh perilaku konsumsi makanan instan yang mengandung natrium terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi. Diharapkan kepada penderita hipertensi agar mengurangi kebiasaan konsumsi makanan instant.

Faktor Risiko Terjadinya Penyakit Jantung Koroner pada Pasien Rumah Sakit Umum Meuraxa Banda Aceh

AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 2, No 1 (2017): AcTion Vol 2 No 1 Tahun 2017
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.248 KB)

Abstract

Coronary Heart Disease (CHD) is the number one killer in Indonesia. The mortality rate due to CHD 17.05% of total deaths. Risk factors can be modified ie: dyslipidemia, diabetes mellitus, stress, infection, smoking habits, poor diet, lack of movement, Obesity. Unavoidable risk factors are age, sex, and family history. The purpose of this research is to know the factors related to CHD. Methods Analytical observational studies with Cossectional designs were conducted in July 2015. Data were collected by interviews and measurements of IMT and blood lipid profiles. Subjects were CHD patients as case group and non-CHD as comparison group was taken by con cement sampling by matching. Analysis of Univariate, bivariate and multivariate data. The result was that subjects with BMI ≥25 m2 had 2.7 times higher risk of CHD (CI 1.04-7.3). Physical passive activity has no effect on CHD (P 0.27). Smoking does not pose a significant risk to CHD 1.8 (CI 0.84-3.7). While consuming high fat there is a significant relationship with CHD (p: 0,29> 0,05). The most influential factors for CHD are cholesterol and triglyceride levels in the blood. The conclusion of BMI and blood lipid profile has an effect on CHD. The most influential factors are cholesterol and blood triglyceridesKeywords: Physical activity, BMI, HDL and LDL, cholesterol, CHDPenyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan pembunuh nomor satu di Indonesia. Angka kematian karena PJK 17,05% dari total kematian. Faktor risiko dapat dimodifikasi yaitu: dislipidemia, diabetes melitus, stres, infeksi, kebiasaan merokok, pola makan yang tidak baik, kurang gerak, Obesitas. Faktor risiko tidak dapat dicegah adalah usia, sex, serta riwayat keluarga. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan PJK.  Metode penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional dilaksanakan bulan Juli 2015. Data dikumpulkan dengan wawancara dan pengukuran IMT dan profil lipid darah. Subjek adalah pasien PJK sebagai kelompok kasus dan non PJK sebagai kelompok pembanding diambil secara concecutive sampling dengan matching. Analisis data univariate, bivariate dan multivariate. Hasilnya subjek yang mempunyai IMT ≥25 m2 mempunyai Risiko 2,7 kali lebih tinggi terkena PJK (CI; 1,04-7,3). aktifitas pasif fisik tidak mempunyai berpengaruh terhadap PJK (P; 0,27). Merokok tidak mempunyai risiko secara bermakna terhadap PJK 1,8 (CI; 0,84-3,7). Sedangkan Mengkonsumsi lemak tinggi ada hubungan yang bermakna dengan PJK (p; 0,29 > 0,05). Faktor yang paling berpengaruh terhadap PJK adalah kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah. Kesimpulan IMT dan profil lipid darah mempunyai pengaruh terhadap PJK. Faktor yang paling berpengaruh adalah kolestetol dan trigliserida darah.Kata kunci: Aktifitas fisik, IMT, HDL dan LDL, kolesterol, PJK  

Validitas Dan Reliabilitas Metode Sahli Dalam Penilaian Anemia Pada Ibu Hamil Diwilayah Kerja Puskesmas Darussalam Aceh Besar

AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 1, No 1 (2016): Volume 1 No 1 Tahun 2016
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.61 KB)

Abstract

Pemeriksaan Hb dilakukan melalui metode Sahli dan Hemocue. Sahli dan Hemocue lebih memperoleh informasi akurat dari hasil tes. Pemeriksaan Hb dilakukan dengan metode Sahli sebanyak 356 orang, dari hasil menggunakan metode Sahli hemoglobin pada ibu hamil anemia hanya sebesar 3%. Penelitian survei analitik dengan desain cross-sectional dengan sampel 54 orang. Jenis data yang dikumpulkan meliputi data primer dan sekunder. Analisis data dilakukan dengan Analisis Sensitivitas, spesifisitas, dan tes kehandalan yang dilakukan dengan menilai koefisien Kappa (K) Cohen.The perhitungan sensitivitas nilai indeks adalah 100%, spesifisitas untuk penilaian status anemia ibu diperoleh indeks skor 6,1%, hasil perhitungan uji reliabilitas adalah 1,16%. Jika Seseorang dinyatakan anemia menurut metode Sahli disarankan memeriksa dengan metode karena Sahli False positif Microkuvet tinggi.

Hubungan Komposisi Tubuh Dengan Indeks Prestasi Mahasiswi Prodi D-III Gizi Poltekkes Kemenkes Aceh

AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 1, No 1 (2016): Volume 1 No 1 Tahun 2016
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.391 KB)

Abstract

Masalah gizi terjadi apabila tubuh mengalami kekurangan satu atau lebih zat-zat gizi esensial yang menyebabkan terjadinya gangguan belajar (learning disabilities), kemampuan bekerja kurang, kesakitan sampai kematian yang sangat mempengaruhi konsentrasi dan kemampuan belajar. Penelitian bersifat deskriptif analitik ini berdesain crosscectional. Data Komposisi tubuh dikumpulkan dengan cara dilakukan pengukuran Persen Lemak Tubuh, Rasio Lingkar Pinggang Panggul, Indeks Massa Tubuh, dan Indeks Prestasi Kumulatif. Analisa data Univariat dan Bivariat dengan menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian ternyata 72% yang memiliki PLT overweight sedangkan secara statistik ada hubungan PLT dengan IPK mahasiswi. Selanjutnya 64% memiliki RLPP gemuk sehingga RLPP berhubungan dengan IPK mahasiswi. Berdasarkan status gizi ternyata 14% memiliki IMT gemuk dan 13% kurus sehingga secara statistik tidak ada hubungan IMT dengan IPK mahasiswi. Kesimpulan yaitu faktor PLT dan RLPP berhubungan dengan prestasi, sedangkan IMT ternyata tidak berkaitan dengan prestasi mahasiswi. Diharapkan agar mahasiswi dapat meningkatkan indeks prestasi, mempertahankan status gizi normal dan mencapai status gizi normal.

Konsumsi pangan dan skor pola pangan harapan (PPH) dengan prevalensi stunting di Provinsi Aceh (Data Susenas dan PSG tahun 2016)

AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 3, No 2 (2018): AcTion Vol 3 No 2 Tahun 2018
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.067 KB)

Abstract

Stunting in toddlers is one of the big problems that can threaten the development of the Quality of Human Resources, that can have an impact on national development. Quality human resources can be obtained by consuming adequate food, both in quantity, quality and balance. Associated with the problem of stunting food consumption in Aceh Province based on the Score Desirable Dietary Pattern as DDP is still less than DDP ideal is 70.0. This study aims to determine the association of food consumption and the Hope Food Pattern score with the prevalence of stunting in Aceh Province. This research is a descriptive analytic with the Cross-Sectional. Study design. The study used secondary data, National Census data analysis and Nutritional Status Monitoring 2016. The analysis used is a regression. The results showed that the average energy and protein consumption in households in Aceh Province was 2.276 kcal of energy and 65,21 grams of protein. The average energy and protein consumption are in the normal category of 105,8% (energy) and 114,0% (protein). The diversity of food consumption has not been varied enough based on the average score in Aceh Province is 77,8. Stunting is a public health problem with a mild problem category known from the average value of stunting prevalence of 26,3%. There was no relationship from AKE (p= 0,430), PPA (p= 0,274) and PPH score (p= 0,259) with stunting prevalence based on District / City in Aceh Province in 2016. The conclusion is There was no significant relationship between stunting and Energy Adequacy Rate (AKE), Protein Adequacy Rate (PPA), and Score DDP.Sumber daya manusia yang dapat berakibat pada pembangunan nasional. Terkait dengan masalah stunting konsumsi pangan di Provinsi Aceh berdasarkan Skor Pola Pangan Harapan (PPH) masih kurang dari ideal yaitu 70,0. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan konsumsi pangan dan skor Pola Pangan Harapan (PPH) dengan prevalensi stunting di Provinsi Aceh . Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain Cross Secsional Study. Penelitian menggunakan data sekunder yaitu data konsumsi (Susenas) dan data stunting balita survei (PSG). Pengumpulan data dengan cara wawancara menggunakan kuesioner food list (data konsumsi pangan), sementara data status gizi dengan cara penimbangan berat badan pengukuran tinggi badan. Analisis  yang digunakan adalah  korelasi regresi. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata konsumsi energi dan protein pada rumahtangga di Provinsi Aceh adalah sebesar 2.276 kkal energi dan 65.21 gram protein.  Rata-rata  konsumsi energi dan protein pada rumah tangga di Provinsi Aceh berada pada kategori normal 105,8% AKE dan 114,0% AKP. Keragaman pangan konsumsi pangan belum cukup beragam diketahui berdasarkan nilai rata-rata  skor PPH sebesar 77,8,  skor maksimum 92,5 dan skor minimum 64,2. Masalah stunting merupakah masalah kesehatan masyarakat dengan kategori masalah ringan diketahui dari nilai rata-rata prevalensi stunting sebesar 26,3%. Tidak terdapat hubungan AKE (P=0,430), AKP (p=0,274) dan skor PPH (p=0,259) dengan prevalensi stunting. Kesimpulan adalah tidak terdapat hubungan yang signifikan antara stunting dengan Angka kecukupan Energi (AKE), Angka Kecukupan Protein (AKP), dan Skor PPH.