alfiah alfiah
Faculty of Medical and Health Sciences UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Jln Kertamukti, Kampus 2, Ciputat, Tangerang Selatan

Published : 17 Documents
Articles

Found 17 Documents
Search

THE STUDY OF INVERTEBRATE ZOOLOGY BASED DARTs THROUGH LESSON STUDY AS AN EFFORT IN BUILDING THE BIOLOGY STUDENTS’ CRITICAL THINKING

BIOMA Vol 2, No 1, April (2013)
Publisher : BIOMA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Activity lesson study is one means for faculty to enhance professionalism in the learning activities. Through lesson study activity which consists of three stages: plan, do and see, teachers can enhance learning systematically, and can build pedagogical knowledge. This study aims to develop an invertebrate zoology course in learning biology using model based learning DARTs (Directed Activities Related to Texts), or activities which are directed to read the text or reading. Through learning-based invertebrate zoology DARTs expected to increase students critical thinking skills and create effective learning.Learning-based invertebrate zoology Darts begins by compiling Student Worksheet together with lesson study teams, then the Student Worksheet to classroom study tested twice.The model of Invertebrate zoology learning best on DARTs through Lesson Study can helped teacher to develop Students work sheet. This can be seen in the increase in observations of students is increasing. Critical thinking skills can help students to understand the material presented so that invertebrate zoology student understanding can be fully or thoroughly.Keywords: Learning Development Invertebrate Zoology, DARTs (Directed Activities Related to Texts), Lesson Study.

PENGARUH PEMBELAJARAN TERPADU MODEL WEBBED (JARING LABA-LABA) DAN MODEL FRAGMENTED (PENGGALAN) TERHADAP HASIL BELAJAR UNGGAH- UNGGUHING BAHASA JAWA DI KELAS AWAL SEKOLAH DASAR

Media Penelitian Pendidikan Vol 6, No 1 (2012): mpp
Publisher : Media Penelitian Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini diadakan dengan tujuan untuk mengetahui adanya perbedaanpengaruh pembelajaran terpadu model fragmented dan model webbed terhadaphasil belajar unggah-ungguhing basa Jawa siswa kelas awal sekolah dasar. Jenispenelitian ini adalah penelitian true eksperimen dengan randomized Control-Group Pretest-Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswakelas III SD Negeri Citarum. Unit analisis siswa-siswa SD kelas III. Sampeldiambil secara acak (proportional random sampling) dari keempat SD Citarumyang ada. Secara keseluruhan hasil belajar kelompok siswa yang mendapatperlakuan model Webbed lebih tinggi. Hal ini dapat dilihat dari rerata hasilbelajar yang lebih tinggi yakni 6,4062, dibandingkan dengan yang mendapatperlakuan model Fragmented yang reratanya hanya sebesar 5,625. Dengandemikian hipotesis I teruji kebenarannya. Hasil belajar unggah ungguhing basaJawa kelompok siswa yang dikenai proses pembelajaran terpadu model Webbedbagi yang mempunyai kemampuan awal rendah hasilnya lebih rendahdibandingkan dengan hasil belajar kelompok siswa yang dikenai prosespembelajaran terpadu model Fragmented yang ber kemampuan awal rendah. JadiSiswa FR lebih tinggi hasil belajarnya dibandingkan dengan WR. Dengandemikian Hipotesis III tidak teruji kebenarannya. Hipotesis penelitian yangmengatakan ada interaksi antara kepandaian/kemampuan awal dengan modelpembelajaran yang berbeda, tidak teruji kebenarannya. Jadi tidak ada interaksiantara kemampuan awal (hasil pre tes) dengan model pembelajatan terpadu.Artinya baik yang berkemampuan awal (pre- tes) tinggi maupun yang rendah,model Webbed lebih efektif daripada model Fragmented.Kata Kunci: Model Webbed, Model Fragmented, Hasil Belajar1

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS DALAM MEMEGANG ALAT TULIS MELALUI KEGIATAN MENGGAMBAR DENGAN MEDIA KAPUR TULIS DAN ARANG PADA SISWA

BELIA Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : BELIA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah : 1) Mengetahui seberapa besar kemampuan motorik halus anak didik kelompok B 2) Untuk mengetahui upaya dalam mengembangkan kemampuan motorik halus anak.  Penelitian dilakukan di TK. Pertiwi Jaten Kec. Klego Kab. Boyolali, metode yang dipergunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Sebagai subjek dalam penelitian ini adalah semua siswa kelompok B TK. Pertiwi Jaten Kec. Klego Kab. Boyolali yang berjumlah 17 anak. Rancangan penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus, setiap siklus terdapat 4 tahapan yaitu : 1) perencanaan, 2) tindakan, 3) pengamatan, 4) refleksi. Teknik pengumpulan data melalui metode observasi, metode evaluasi, metode analisis data. Teknik analisis yang dipergunakan adalah reduksi data, paparan data dan kesimpulan. Hasil penelitian tentang peningkatan kemampuan motorik halus dalam memegang alat tulis melalui kegiatan menggambar dengan media kapur tulis dan arang pada siswa kelompok B TK. Pertiwi Jaten Kec. Klego Kab. Boyolali tahun ajaran 2013/2014 menunjukkan perkembangan motorik halus pada taman kanak-kanak  sangat baik untuk dalam kegiatan pembelajaran mencocok gambar. Analisis data dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan terhadap kemampuan motorik halus anak dalam kegiatan menggambar dengan media kapur tulis dan arang yaitu sebanyak 8 anak (47%), ini terjadi pada siklus I, pada siklus II peningkatan kemampuan motorik halus anak dalam kegiatan menggambar dengan media kapur tulis dan arang yaitu sebanyak 14 anak (80%).  Kata Kunci : Kapur Tulis dan Arang

PERANAN BADAN KONTAK MAJELIS TA’LIM (BKMT) KOTA PEKANBARU DALAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN NON FORMAL KEAGAMAAN DAN NON KEAGAMAAN

Kutubkhanah Vol 14, No 1 (2011): Januari - Juni 2011
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.696 KB)

Abstract

Saat ini Badan Kontak Majelis Ta’lim yang disingkat BKMT telah menjadi organisasi yang tersebar hampir di seluruh wilayah Republik Indonesia, salah satunya adalah BKMT Propinsi Riau yang dipimpin oleh Hj. Roslaini Ismail Suko dan BKMT Kota Pekanbaru yang dipimpin oleh Hj. Evi Meiroza Herman Abdullah. Program Kerja Badan Kontak Majelis Ta’lim (BKMT) Kota Pekanbaru Periode 2007-2012 terbagi kepada dua : (1) Program Kerja Jangka Pendek, dan (2) Program Kerja Jangka Panjang. Peranan perempuan dalam pengembangan pendidikan Non Formal Keagamaan dan Non Keagamaan melalui Badan Kontak Majelis Ta’lim (BKMT) Kota Pekanbaru dapat terlihat dari berbagai kegiatan yang telah diselenggarakan, yang mencakup : (1) memberikan wawasan keagamaan yang luas kepada para Anggota, (2) mempererat hubungan silaturrahim antar sesama muslim (ukhuwah islamiyah), (3) mengkaderisasi calon ulama yang ada di sekitar, (4) menciptakan masyarakat yang bertaqwa serta memiliki akhlaqul karimah, (5) Melahirkan Pribadi-pribadi yang Bertanggung Jawab. Kendala-kendala yang dihadapi dan upaya yang dilakukan pengurus BKMT Kota Pekanbaru dalam pengembangan Dakwah Islamiyyah mencakup : (1)kendala internal dan (2) kendala eksternal. Faktor penghambat dalam pengembangan Dakwah Islamiyyah melalui Badan Kontak Majelis Ta’lim (BKMT) Kota Pekanbaru, dikarenakan sebagian besar jema`ah yang ada berasal dari keluarga yang kondisi sosial ekonominya menengah ke bawah. Dengan demikian, aktifitas merek dalam mengikuti kegiatan keagamaan tersebut relatif tidak stabil. Di samping itu sarana dan prasarana yang ada sangat minim.

PERUBAHAN BENTUK RUMAH ADAT TONGKONAN TANA TORAJA BERDASARKAN PENDAPAT TEORI LESESAU

Teknosains Vol 10, No 2 (2016): JULI
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi UIN ALauddin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada kebudayaan di Sulawesi Selatan terdapat keragaman yangbersifat regional, salah satunya adalah kebudayaan rumah TradisionalTongkonan di Tana Toraja. Ciri kebudayaan itu terungkap dalam bentukarsitektur rumah tradisional yang spesifik. Dalam sejarah perkembangannyabentuk awal rumah tradisional pasti akan mengalami perubahan sesuaidengan kebutuhan zaman. Pertanyaan yang kemudian timbul, perubahanapa saja yang telah terjadi pada rumah Tradisional Tongkonan di TanaToraja, bagian apa saja yang tetap. Penelitian ini bertujuan untuk melihatperubahan yang terjadi pada bentuk fisik rumah Tradisional Tongkonan diTana Toraja pada dimensi ruang serta elemen yang berubah. Metodepenelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Analisa didasarkanpada teori transformasi. Hasil penelitian diharapkan akan dapat menambahkhasanak keilmuan tentang transformasi dan kebudayaan di SulawesiSelatan khususnya rumah tradisional Tongkonan Tana Toraja serta menjadimasukan dalam upaya konservasi bangunan dan nilai-nilai kebudayaanlokal

Terrorism: Between Islamic Radicalism and Misinterpretation of J i h a d Doctrine

JICSA Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : JICSA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.508 KB)

Abstract

This article discusses the relationship between Islam and terrorism. The West accuses Islam as a religion inspiring the act of terrorism. This accusation stemmed from the fact that there are many terrorist attacks perpetrated by extremist Muslims in the name of Islam. This article argues that there is no single verse in the Holy Qur’an that teaches Muslims to commit the acts of terrorism. The rise of violence in the Muslim world is a result of internal factors other than religion such as unjust social and economic Muslim condition, repressive domestic political regime and the West intervention in Muslim politics. This article also shows that some extremist Muslims misinterpret doctrine of Jihad and uses such doctrine to achieve their political aims. 

KEMAMPUAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL-SOAL URAIAN TERSTRUKTUR POKOK BAHASAN TEORI KINETIK GAS

EDU SAINS Vol 3, No 2 (2015): Volume 3 Nomor 2 Desember 2015
Publisher : IAIN Palangkaraya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.072 KB)

Abstract

"> Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) kemampuan kognitif yang dilihat dari hasil belajar peserta didik yang kelas XI MAN Model Palangka Raya dalam mengerjakan soal-soal uraian terstruktur pada pokok bahasan Teori Kinetik Gas; dan (2) kesulitan peserta didik dalam mengerjakan soal-soal uraian terstruktur. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dalam mengumpulkan datanya. Penelitian ini menggunakan instrumen dalam bentuk soal uraian terstruktur. Hasil uji coba soal uraian terstruktur pada kelas XI IA-1 MAN Model Palangka Raya mendapatkan tingkat validitas rata-rata 0,536 dan tingkat reliabilitas soal 0,539 dengan kategori cukup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) peserta didik yang mampu dan tidak mengalami masalah dalam mengerjakan soal-soal uraian terstruktur berjumlah 18 peserta didik dan 12 peserta didik tidak mampu dan mengalami masalah dalam mengerjakan soal-soal uraian terstruktur. Peserta didik yang mampu mengerjakan soal-soal uraian terstruktur memiliki ketuntasan belajar ≥ batas KKM, yaitu 60% (2) kesulitan peserta didik dalam mengerjakan soal-soal uraian terstruktur terdapat pada penyebutan dan penulisan satuan besaran pada jawaban dengan persentase kesulitan 36,7%, penguasaan operasi hitungan denganpersentase kesulitan 31,4% dan penulisan besaran yang ditanya dalam soal dengan persentase kesulitan 28,6%.

PENGARUH PEMBELAJARAN TERPADU MODEL WEBBED (JARING LABA-LABA) DAN MODEL FRAGMENTED (PENGGALAN) TERHADAP HASIL BELAJAR UNGGAH- UNGGUHING BAHASA JAWA DI KELAS AWAL SEKOLAH DASAR

Media Penelitian Pendidikan Vol 6, No 1 (2012): mpp
Publisher : Media Penelitian Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini diadakan dengan tujuan untuk mengetahui adanya perbedaanpengaruh pembelajaran terpadu model fragmented dan model webbed terhadaphasil belajar unggah-ungguhing basa Jawa siswa kelas awal sekolah dasar. Jenispenelitian ini adalah penelitian true eksperimen dengan randomized Control-Group Pretest-Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswakelas III SD Negeri Citarum. Unit analisis siswa-siswa SD kelas III. Sampeldiambil secara acak (proportional random sampling) dari keempat SD Citarumyang ada. Secara keseluruhan hasil belajar kelompok siswa yang mendapatperlakuan model Webbed lebih tinggi. Hal ini dapat dilihat dari rerata hasilbelajar yang lebih tinggi yakni 6,4062, dibandingkan dengan yang mendapatperlakuan model Fragmented yang reratanya hanya sebesar 5,625. Dengandemikian hipotesis I teruji kebenarannya. Hasil belajar unggah ungguhing basaJawa kelompok siswa yang dikenai proses pembelajaran terpadu model Webbedbagi yang mempunyai kemampuan awal rendah hasilnya lebih rendahdibandingkan dengan hasil belajar kelompok siswa yang dikenai prosespembelajaran terpadu model Fragmented yang ber kemampuan awal rendah. JadiSiswa FR lebih tinggi hasil belajarnya dibandingkan dengan WR. Dengandemikian Hipotesis III tidak teruji kebenarannya. Hipotesis penelitian yangmengatakan ada interaksi antara kepandaian/kemampuan awal dengan modelpembelajaran yang berbeda, tidak teruji kebenarannya. Jadi tidak ada interaksiantara kemampuan awal (hasil pre tes) dengan model pembelajatan terpadu.Artinya baik yang berkemampuan awal (pre- tes) tinggi maupun yang rendah,model Webbed lebih efektif daripada model Fragmented.Kata Kunci: Model Webbed, Model Fragmented, Hasil Belajar1

ALAT PERMAINAIN EDUKATIF BERBASIS KONTEKSTUAL SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BAGI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2012): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6840.163 KB)

Abstract

ALAT PERMAINAIN EDUKATIF BERBASIS KONTEKSTUAL SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BAGI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

PROBLEMATIKA PENERAPAN PENDIDIKAN KARAKTER DI PONDOK PESANTREN KOTA PEKANBARU

POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam Vol 2, No 1 (2016): Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The implementation of character building at Islamic Boarding School in Pekanbaru; Darel Hikmah Islamic Boarding School, Babussalam Islamic Boarding School, and Al-Kautsar Modern Islamic Boarding School is proceeded through 3 integrated ways, namely; through the subject courses, through local contents, and through students’ self development. Based on the preliminary study, writer found a discrepancy which indicates the implementation of character building in Islamic Boarding School Darel Hikmah, Babussalam and Al-Kautsar is not optimally applied. The discrepancy indicated that the character building in the schools does not have positive effect on students’ characters; to adore God Al mighty and all His creature; respectful and well-mannered, generous, mutual cooperation, self-confidence and hardworker, leadership and equitable, humble, tolerance, peaceful and unity. The application of character building at these schools has been investigated through 26 indicators. The research shows that the indicators are in good level; 73.16%. The first factor that support and barrier the application of character building in these Islamic Boarding Schools is funding; there is no specific fund to support the education character building implementation. The second is human resources; headmaster and teacher. Then, facilities and the last is teachers’ welfare.