Articles

Found 13 Documents
Search

SHOPPING ON SOCIAL NETWORKING SITES: A STUDY ON FACEBOOK CONSUMERS’ PSYCHOLOGICAL CHARACTERISTICS Albert, Albert; Hersinta, Hersinta
Journal Communication Spectrum Vol 2, No 2 (2012): Agustus 2012 - Januari 2013
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Universitas Bakrie

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (884.316 KB)

Abstract

Saat ini, penggunaan media sosial seperti Facebook dan Twitter menunjukkan peningkatan pesat.  Di  Indonesia,  Facebook  menjadi  salah  satu  media  sosial  dengan  posisi  keempat sebagai negara dengan pengguna terbanyak di dunia. Pada perkembangannya, media social membuka prospek pasar bagi para pemasar di dunia maya atau wirausaha digital. Karena itu, dibutuhkan pemahaman mendalam mengenai karakteristik pembeli online, bagaimana konsumen  menginterpretasikan dan  menerima  stimuli  berupa  pesan  dan  informasi,  yang di tahap selanjutnya dapat mempengaruhi keputusan pembelian. Penelitian  ini bertujuan untuk  memaparkan  faktor­faktor  yang  dapat  mempengaruhi  kelompok  konsumen  usia muda  dalam  berbelanja  di  Facebook.  Faktor  karakteristik  konsumen  online  yang  diteliti difokuskan  pada  faktor  psikologis.  Sebanyak  15  konsumen  pembelanja  online  dalam kelompok generasi Y (usia 20­30 tahun) diwawancara dan diobservasi. Hasilnya, terdapat perbedaan  antara  kelompok  pria  dan  wanita,  di  mana  pria  berbelanja  karena  factor keunikan  produk  serta  layanan  (reliabilitas  dan  keamanan  berbelanja).  Sementara  bagi wanita, faktor kenyamanan merupakan hal yang utama. Kata  Kunci:  media  sosial,  facebook,  online  shopping,  perilaku  konsumen. Nowadays,  social  media  like  Facebook  and  Twitter,  showed  increasing  number  rapidly from time to time. In Indonesia, Facebook has become the largest social media, being the fourth  place  in  user  number  in  2012,  comparing  to  other  countries.  As  a  result,  the development  of  social  media  provides a  developing  prospect  for E­marketers  and  digitalentrepreneurs. If E­marketers know the insights on their buyers’ characteristic, they could get  insights  on  how  customers  interpret  and  receive  stimuli  (messages/information), which could affect customers’ decisions. This paper focuses on interpreting factors which affect  young  people’s  online  shopping  in  Facebook,  as  well  as  finding  consumers  online characteristic factors which include cultural, social, personal and psychological factors. In this research, 15 consumers from various online shop in Facebook were interviewed and observed  as informants.  Those  informants  are in  Y  generation  category (age  20­30) who had experienced shops online,  male and  female, to  see  if  there any differences between gender in their psychological characteristics. From interviews and observations, male andfemale  have  different  perceptions;  female’s  reasons  to  buy  are  more  because  of convenience, while male’s reasons are mainly because of product uniqueness and customer service  factor, such  as reliability  and  security. Keywords:  social  media,  facebook,  online  shopping,  consumer  behavior. 
KONTRIBUSI KOMUNIKASI ANTARPRIBADI DAN KONSEP DIRI TERHADAP KINERJA GURU PESANTREN TERPADU SERAMBI MEKKAH KOTA PADANGPANJANG Albert, Albert
al-fikrah: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : IAIN Batusangkar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.094 KB)

Abstract

This study aims to examine the contribution of Inter-Personal Communication and Self- Concept to Teachers' Performance of Integrated Boarding School of Serambi Mekkah  of Padang Panjang. The studied variables are Interpersonal Communication and Self Concept as the  independent variables and Teachers'  Performance  as  the dependent variable. The respondents  of the  research are  54 teachers of Integrated Boarding School of Serambi Mekkah  of Padang Panjang. The specified sample is 48 people. Sampling is done by using Proportional Sampling technique. Data were collected by questionnaire, then analyzed by using Correlation Analysis and Regression technique to find out its contribution by using partial analysis. The results of the  data analysis revealed that: 1) Interpersonal Communication significantly influences the performance of teachers, 2) Self-Concept significantly influences the performance of teachers, and 3) interpersonal communication and self-concept simultaneously , and significantly influences the performance of teachers. From the above findings,  it can be concluded that the teachers' interpersonal communication and self-concept are  two important factors that can affect the performance of the  teacher, despite other factors contribution. Finally, it is  recommended to all parties in Integrated Boarding School of Serambi Mekkah  of Padang Panjang to give serious attention to both factors above.
KAJIAN YURIDIS TENTANG EKSISTENSI HAK MILIK ATAS TANAH YANG BELUM MEMILIKI SERTIFIKAT KEPEMILIKAN TANAH Albert, Albert
LEX CRIMEN Vol 5, No 5 (2016): Lex Crimen
Publisher : LEX CRIMEN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana Eksistensi Yuridis Hak Milik atas Tanah yang belum memiliki bukti Sertifikat dan bagaimana prosedur hukum untuk mendapatkan bukti Sertifikat hak milik atas tanah.  Dengan menggunakan metode penelitian yuridis normatif disimpulkan: 1. Untuk dapat dikatakan sebagai hak milik atas tanah, maka harus memenuhi syarat atau unsur utama yang terkandung didalam pengertian hak milik itu sendiri yaitu unsur turun-temurun, terkuat, dan terpenuh serta unsur lainnya misalnya fungsi sosial.  Tetapi jika tanah belum memiliki bukti sertifikat walaupun telah dikuasai secara turun-temurun, belum bisa dikatakan sebagai hak milik, tepatnya tanah tersebut merupakan tanah negara yang dikuasai oleh subjek hukum, namun diatasnya melekat hak untuk memiliki dengan catatan tanah tersebut harus didaftarkan pada Badan Pertanahan Nasional.  Jadi tanah dengan status hak milik harus merupakan tanah yang sudah terdaftar pada Badan Pertanahan Nasional sebagai badan non-departemen yang berwenang di bidang pertanahan. 2. Untuk mendapatkan bukti kepemilikan hak atas tanah berupa sertifikat hak milik, maka tanah tersebut haruslah terlebih dahulu didaftarkan pada Badan Pertanahan Nasional.  Sedangkan pendaftaran tersebut dapat digolongkan menjadi dua, yaitu pendaftaran untuk hak-hak yang lama dan pendaftaran untuk hak-hak  atas tanah yang baru.  Dalam prakteknya prosedur pendaftaran tanah untuk pertama kali meliputi dua cara, yaitu : Pendaftaran secara Sistematik; Pendaftaran secara Sporadik. Dianjurkan pendaftaran tanah secara Sporadik. Kata kunci: Eksistensi, hak milik, tanah, sertifikat.
KAJIAN PROYEK DESAIN RUMAH SUSUN SEWA PADA PEREMAJAAN KAWASAN JATINANGOR BERDASARKAN PROFIL CALON PENGHUNINYA Wizmar, Dickie A.; Albert, Albert
TATANAN Vol 2, No 1 (2008)
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractJatinangor area has changed from rural, to crowded urban city, with high density, almost 120 person/Ha and dominated with middle low economic level people. The consequences from that condition were the growth of slums.This condition motivates government to build some flats for middle low income. The design accomodates the owners activity, and their social economic condition, in order to make better housing quality.The main target to live in flats is worker, and university student. The target market affected the building design which is suited to the owners professions.Another thing which influence the design are dimension of each unit, and activity circulation. A good quality of basic housing conditions to be considered too in the building design are distance among flats, dimension, access and circulation, in order to obtain ultimate comfort for the people who lived there. Keywords: multistorey housing, revitalize Jatinangor area, users profile.AbstrakPerubahan kawasan Jatinangor yang semula berupa pedesaan menjadi perkotaan yang padat dan ramai, dengan tingkat kepadatan hampir 120 jiwa/ha dan didominasi oleh kalangan menengah ke bawah. Akibatnya, terjadi area kumuh yang cukup besar di kawasan Jatinangor.Kondisi ini mendorong pemerintah untuk memproyeksikan pembangunan rumah susun sewa yang diperuntukkan bagi mereka yang berada di kalangan menengah ke bawah. Karakteristik pembangunannya disesuaikan dengan penghuninya, pola aktivitasnya, dan kondisi sosial-ekonominya sehingga diharapkan kualitas hunian yang baik pun akan tercapai.Penghuni yang menjadi prioritas sebagai pengguna rumah susun sewa ini sebagian besar dari kalangan buruh pabrik, dan mahasiswa, hal ini berpengaruh desain rumah susun yang akan direncanakan, sesuai dengan mata pencaharian, dan profesi dari penghuninya.Hal lain yang juga harus diperhitungkan adalah kondisi umum yang menjadi standar pembangunan rumah susun yang layak guna, seperti jarak antar bangunan, dimensi ruangan, akses dan sirkulasi, sehingga kenyamanan penghuni tetap menjadi prioritas dalam pembangunan rumah susun sewa ini.Kata kunci: rumah susun, peremajaan kawasan Jatinangor, profil penghuni.
Developing Review Websites Using Feature Driven Development (FDD) Hariono, Marchelin Fau; Albert, Albert; Vinsensius, Arvin; Kusnadi, Adhi
Ultimatics : Jurnal Teknik Informatika Vol 6 No 2 (2014): Ultimatics: Jurnal Ilmu Teknik Informatika
Publisher : Program Studi Teknik Informatika UMN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (766.22 KB)

Abstract

In this paper discussed a case study of the development of a website review . The discussion of this case study is limited to the implementation and use of the five steps in the development FDD review website . Moreover it is not a discussion of such budget , personal develomnent , the success rate of software , and others . That reviews are steps in the development of the system , ie develop an overall model of phase , build a feature list , plan by features , design by features , build by feature . Conclusions that can be drawn from this discussion is the Feature Driven Development successfully used for software development carried out by the team , which will produce a good system . FDD will also make the user comfortable , where there is an attractive feature to assist companies in doing business . FDD does not focus on how to design a system that is considered costly and time. However , FDD prioritize how to execute a project with a faster and more efficient despite the implementation of the use of this method requires a lot of qualified human resources. Index Terms - website review, feature driven development, FDD
Challenges Encountered By Small Scale Fish Farmers In Assuring Fish Product Sustainability Elfitasari, Tita; Albert, Albert
Journal Omni-Akuatika Vol 13, No 2 (2017): Omni-Akuatika November
Publisher : Fisheries and Marine Science Faculty - Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.738 KB)

Abstract

ABSTRACT  The aquaculture industry is developing tremendously over the past two decades following the significant decline of the world’s fish catch. Nevertheless, small scale fish farmers are still one of the most vulnerable communities in Indonesia. In their attempt to carry out successful aquaculture business, small scale fish farmers encounter several challenges that inhibit the fish farmers in ensuring the sustainability of fish products. This research aims to explore challenges and identify internal and external challenges that affect fish farmers’ activities in ensuring fish product sustainability. This research used a quantitative approach by collecting data through questionnaire distribution to small scale fish farmers in Central Java and data was analyzed using statistical analysis package. The findings of this research showed that challenges are classified into nine internal and seven external challenges. Result of statistical analysis indicated that internal challenges influenced product sustainability through water quality examination, whereas external challenges influenced product sustainability through two activities, i.e. giving feed at the right quantity and time, and maintain fish seed quality and availability.
PENERAPAN VALUE ENGINEERING PADA PEKERJAAN STRUKTUR PELAT LANTAI (STUDI KASUS GEDUNG ARSIP DINAS PEKERJAAN UMUM PROVINSI KALIMANTAN TENGAH KM. 3,5 PALANGKA RAYA Albert, Albert; Waluyo, Rudi; Gawei, Apria Brita Pandohop
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 3, No 1: Edisi Januari 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (770.939 KB)

Abstract

Value Engineering adalah suatu cara pendekatan yang kreatif dan terencana dengan tujuan untuk mengoptimalkan dan mengefisienkan biaya-biaya yang tidak perlu. Value Engineering digunakan untuk mencari suatu alternatif-alternatif atau ide-ide yang bertujuan untuk menghasilkan biaya yang optimal atau lebih efisien dari harga yang telah direncanakan sebelumnya dengan batasan fungsional dan mutu pekerjaan. Penerapan Value engineering dilakukan pada pekerjaan struktur Pelat Lantai yaitu pada Bangunan Gedung Arsip Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Tengah KM. 3,5 Palangka Raya. Permasalahan yang ditinjau adalah bagaimana penerapan dan pengaruh Value Engineering terhadap biaya Bangunan Gedung Bertingkat. Penelitian dimulai dengan melakukan survai mengumpulkan data untuk kemudian dianalisis menggunakan Value Engineering. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari gambar bangunan gedung, RAB Perencanaan Bangunan Gedung Tahap I, dokumen kontrak, brosur material, buku-buku literatur, dan referensi yang berkaitan dengan Value Engineering. Dalam melakukan proses Analisis Value Engineering terdiri dari 5 tahapan, yaitu tahap Informasi, Kreatif, Analisis, Pengembangan dan Presentasi.Hasil menunjukan bahwa Biaya pekerjaan Struktur Pelat lantai Exsisting adalah sebesar Rp985.627.991,13 dan setelah di lakukan Velue Engineering biaya pekerjaan Struktur Pelat Lantai menjadi sebesar Rp643.722.052 yaitu pada Alternatif 6 (Pelat Lantai komposit Floor Deck tipe W dengan penambahan Balok dan Tulangan Wiremash) dan memberikan efisiensi biaya Pekerjaan Struktur Pelat Lantai sebesar Rp 321.241.763 atau 32,59% dan 9,00%  terhadap biaya keseluruhan Bangunan Gedung Bertingkat.Kata kunci: Analisis Fungsi, Value Engineering , Penghematan biaya, efisiensi biaya
tudi Kelayakan dan Perancangan Aplikasi Pencarian Buku pada Katalog Perpustakaan Menggunakan Rocchio Relevance Feedback Albert, Albert; Kristanda, Marcel Bonar; Hansun, Seng
Ultimatics : Jurnal Teknik Informatika Vol 8 No 1 (2016): Ultimatics: Jurnal Ilmu Teknik Informatika
Publisher : Program Studi Teknik Informatika UMN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.425 KB)

Abstract

A catalog is a register of all bibliographic items found in a library. A bibliographic item can be any information entity. The library catalog has evolved from manual, website based catalog to mobile catalog. Unfortunately, there are still many obstacles in the results of library catalog search, including the relevant results of documents based on input from the user. The purpose of this research is to make the library catalog based on mobile application in android using relevant calculation used rocchio relevance feedback method. Terms— android, library, library catalog, mobile, rocchio.
Kajian Algoritma Peningkatan Kontras Citra Dengan Fast Hue Dan Range Preserving Histogram Equalization Specification Sirait, Pahala; Albert, Albert; Hendri, Hendri; H, Juniardi; Gohzali, Hernawati
Jurnal SIFO Mikroskil Vol 17, No 2 (2016): JSM Volume 17 Nomor 2 Tahun 2016
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Mikroskil

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.289 KB)

Abstract

Faktor pencahayaan yang kurang saat suatu citra diakuisisi membuat citra menjadi gelap. Untuk memperbaiki tingkat kecerahan kontras citra, beberapa metode telah dilakukan seperti Fast Hue and Range Preserving Histogram Equalization Specification yang meliputi Algoritma Naik and Murthy, algoritma Optimal Range-Preserving Enhancement, algoritma Multiplicative Color Enhancement dan algoritma Additive Color Enhancement. Pada tahap awal dilakukan proses perataan histogram (Histogram Equalization (HE)). Namun dari beberapa referensi belum dapat ditentukan algoritma yang lebih baik dalam proses peningkatan kontras tersebut. Skenario pengujian dilakukan dengan menurunkan nilai lightness dari suatu citra, memproses citra gelap dengan algoritma yang dibahas, dan mengukur perbedaan citra hasil algoritma dengan citra asli menggunakan Structural Similarity Index (SSIM).  Hasil pengujian menunjukkan bahwa  nilai SSIM tertinggi didapatkan dengan menggunakan algoritma Optimal Range-Preserving Enhancement dan algoritma Multiplicative Color Enhancement. Pada algoritma Optimal Range-Preserving Algorithm, nilai SSIM tertinggi diperoleh dengan menggunakan nilai Lamda (λ) di atas 0.6.
TEACHING VOCABULARY IN CONTEXTUALIZATION FOR YOUNG LEARNERS Irwandi, Irwandi; Quaidy, Gusti Milla; Albert, Albert
Proceedings of ISELT FBS Universitas Negeri Padang Vol 6 (2018): Prosiding of The Sixth International Conference on English Language and Teaching (ICO
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The primary focus of this study is to determine the effect of teaching vocabulary in contextualization for young learners. Vocabulary is one of the central components in a language included in English. According to Luppescu and Day (1993: 266)," Building a large vocabulary is essential when learning English because people with large vocabularies are more proficient than those with limited vocabularies. It occurs because the young learners who want to speak English with limited vocabulary, they will get difficulty during speaking with partners. They will stop their conversation or they will do code-mixing while talking with partners. It happens because the young learners will get the obstacle with the word that will be delivered because the speakers do not have enough storage in vocabulary. The obstacle appeared because the teachers order the young learners to memorize the word. Consequently, It can make the young learners easier to forget the words memorized by them. It happens because in that age (young learners), they need to understand the contex and the used of the each vocabularies that is provided by the teachers. Therefore, this study is proposed to solve the problem by giving the suggested strategy which is using contextualization in teaching vocabulary for young learners.