Articles

Found 6 Documents
Search

PREPARASI Fe3+/TiO2-MONTMORILLONIT SEBAGAI KATALIS PADA DEGRADASI ZAT WARNA AZO Fatimah, Is; Alawiyah, Tuty; Sumarlan, Iwan
REAKTOR Volume 14, No. 4, OKTOBER 2013
Publisher : REAKTOR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.293 KB)

Abstract

PREPARATION OF Fe3+/TiO2- MONTMORILLONITE AS CATALYST IN AZO DYEDEGRADATION. Preparation of Fe3+/TiO2-Montmorillonite and its activity test on azo dyesdegradation has been performed. The succeed of material preparation was examined byphysicochemical characterization by using X-ray Diffraction, BET surface area analyzer and DiffuseReflectance UV-Visible. The role of physicochemical character to catalytic activity was evaluated inthe degradation reaction of two azo dyes: metil jingga and metilena biru by examination of its kineticsstudy in the Photo-Fenton like mechanism. Result of research showed the success of Fe3+/TiO2-Montmorillonit preparation and its fulfillment of goals as a catalyst in dye degradation via photo-Fenton mechanism. Kinetics data simulation demonstrates that degradation reaction for both dyesobey the Langmuir-Hinshelwood kinetics model with the values of k and K for MO are 8.83x10-7M/sec dan 328.29 and for MB are 4.56x10-5 M and 555.60 respectively. The values of rate constantand adsorption-desorption constant from both dyes describe the role of surface interaction incatalysis.
PREPARASI Fe3+/TiO2- MONTMORILLONIT SEBAGAI KATALIS PADA DEGRADASI ZAT WARNA AZO Fatimah, Is; Alawiyah, Tuty; Sumarlan, Iwan
REAKTOR Volume 14, No. 4, OKTOBER 2013
Publisher : Dept. of Chemical Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.754 KB)

Abstract

Dalam penelitian ini dilakukan preparasi material Fe3+/TiO2-Montmorillonit dan uji aktivitasnya sebagai katalis pada degradasi senyawa azo. Keberhasilan preparasi material dipelajari melalui karakterisasi menggunakan X-ray Diffraction, BET surface area analyzer dan Diffuse Reflectance UV-Visible. Peranan katalitik material hasil preparasi pada degradasi senyawa azo: metil jingga(MO) dan metilena biru(MB) dipelajari melalui studi kinetika reaksi dengan mekanisme mirip foto-Fenton (Photo-Fenton like mechanism). Hasil penelitian menunjukkan keberhasilan preparasi material Fe3+/TiO2-Montmorillonit serta tercapainya tujuan penggunaannya sebagai katalis untuk degradasi zat warna azo melalui mekanisme Photo-Fenton like. Simulasi terhadap data kinetika menunjukkan bahwa degradasi kedua zat warna azo dengan katalis hasil preparasi mengikuti  model kinetika Langmuir-Hinshelwood dengan nilai k dan K untuk MO berturut-turut adalah sebesar 8,83x10-7 M/detik dan 328,29 dan untuk MB sebesar 4,56x10-5 M dan 555,60. Nilai konstanta laju reaksi dan konstanta adsorpsi-desorpsi reaksi degradasi kedua zat warna menjelaskan peranan mekanisme interaksi permukaan dalam proses katalisis.
THE EFFECTIVENESS OF DICTOGLOSS METHOD ON LISTENING SKILL OF NARRATIVE TEXT AT TENTH GRADE STUDENTS OF MA AL IMAN ADIWERNA TEGAL Alawiyah, Tuty; Arrasyid, Farouk Imam
ELT Echo : The Journal of English Language Teaching in Foreign Language Context Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.234 KB)

Abstract

Abstract:Many problems based on condition of learning listening at tenth grade students of MA Al-Iman Adiwerna Tegal, students difficult to understand the topic or, content of spoken. This research method is quantitative, that used quasi experiment design. The population was at the tenth grade students of MA Al-Iman Adiwerna Tegal with a total number of 90 students and 61 students were taken as sample. The data were collected by using multiple choice listening  test (pre and post-test). The finding show the t-test result it can be seen that tcount is 2.289 and ttable = 1.671. So, the researcher made the conclusions of the hypothesis that tcount is higher than ttable namely 2.571>1.684 an from formula of t-test shown that to > tt namely 0,026 < 0,05, In other word, the Alternative Hypothesis (Ha) is accepted and the Null Hypothesis (Ho) is rejected. It means that there is positive and significant effect of using dictogloss method on listening skill of narrative text. It means that there is positive and significant effect of using dictogloss method on listening skill of narrative text at Tenth Grade Students of Ma Al Iman Adiwerna Tegal. Keyword: Dictogloss method, Listening Skill, Narrative Text.  
PROGRAM PENDAMPINGAN BELAJAR DENGAN MODEL REFLEKTIF UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN METAKOGNITIF SISWA SMA Alawiyah, Tuty
Journal of Innovative Counseling : Theory, Practice, and Research Vol 1 No 02 (2017): Agustus 2017
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to design and examine the effectiveness of learning assistance program using learning reflective model to improve cognitive skills of upper-secondary students in girls dormitory of Darul Hikam International School Academic Year 2016/2017. This study based on the profile of students’metacognitive skills, the low metacognitive skills of students, and the need for program to improve the students’metacognitive skills. This study uses a quasi experimental method and pretest-posttest control group design. Based on the pre-test given to 48 upper-secondary  students, there are 16 students  whose metacognitive skills is in low category and the rest is in high  and middle category. The 16 student’s then are devided into two groups, 8 students as the control group and 8 students as experimental group. The research finding shows  there is metacognitive skills improvement of experimental group after following the leaning assistance program using reflective learning model. Therefore, it can be concluded that the learning assistance program using reflective learning model proven effective to improve students’ metacognitive skills.
Enkripsi dan Dekripsi Teks menggunakan Algoritma Hill Cipher dengan Kunci Matriks Persegi Panjang Hidayat, Akik; Alawiyah, Tuty
Jurnal Matematika Integratif Volume 9 No 1 (April 2013)
Publisher : Department of Matematics, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.988 KB)

Abstract

Hill Cipher merupakan salah satu algoritma kriptografi yang memanfaatkan matriks sebagai kunci untuk melakukan enkripsi dan Dekripsi dan aritmatika modulo. Setiap karakter pada plaintext ataupun ciphertextdikonversikan kedalam bentuk angka. Enkripsi dilakukan dengan mengalikan matriks kunci dengan matriks plaintext, sedangkan Dekripsi dilakukan dengan mengalikan invers matriks kunci dengan matriks ciphertext. Karena itulah, Hill Cipher hanya bisa menggunakan matriks persegi sebagai matrikskuncinya. Invers semu atau pseudo invers dapat dimanfaatkan pada algoritma Hill Cipher, sehingga matriks kunci yang digunakan tidak terbatas pada matriks persegi saja. Penggunaan matriks persegi panjang menjadikan ciphertext lebih panjang dari plaintext. Hal ini tentunya membuat pesan menjadi lebih tersamarkan. Pada tulisan ini, penulis menggunakan modulo 95 artinya inputan data ada 95 simbol. Untuk mempermudah penghitungan pada saat inisialisasi matriks kunci, proses enkripsi dan proses Dekripsimenggunakan program aplikasi C++.Kata Kunci: kriptografi, enkripsi, Dekripsi, Hill Cipher yang diperluas.
Enkripsi dan Dekripsi Teks menggunakan Algoritma Hill Cipher dengan Kunci Matriks Persegi Panjang Hidayat, Akik; Alawiyah, Tuty
Jurnal Matematika Integratif Volume 9 No 1 (April 2013)
Publisher : Department of Matematics, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.988 KB)

Abstract

Hill Cipher merupakan salah satu algoritma kriptografi yang memanfaatkan matriks sebagai kunci untuk melakukan enkripsi dan Dekripsi dan aritmatika modulo. Setiap karakter pada plaintext ataupun ciphertextdikonversikan kedalam bentuk angka. Enkripsi dilakukan dengan mengalikan matriks kunci dengan matriks plaintext, sedangkan Dekripsi dilakukan dengan mengalikan invers matriks kunci dengan matriks ciphertext. Karena itulah, Hill Cipher hanya bisa menggunakan matriks persegi sebagai matrikskuncinya. Invers semu atau pseudo invers dapat dimanfaatkan pada algoritma Hill Cipher, sehingga matriks kunci yang digunakan tidak terbatas pada matriks persegi saja. Penggunaan matriks persegi panjang menjadikan ciphertext lebih panjang dari plaintext. Hal ini tentunya membuat pesan menjadi lebih tersamarkan. Pada tulisan ini, penulis menggunakan modulo 95 artinya inputan data ada 95 simbol. Untuk mempermudah penghitungan pada saat inisialisasi matriks kunci, proses enkripsi dan proses Dekripsimenggunakan program aplikasi C++.Kata Kunci: kriptografi, enkripsi, Dekripsi, Hill Cipher yang diperluas.