Articles

Found 28 Documents
Search

OPTIMASI POLA TANAM HORTIKULTURA DI DESA RANTAU MAKMUR KECAMATAN BERBAK KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR Saninov, Ayu Arimbi; Alamsyah, Zulkifli; Suryani, Melly
Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis Vol 15 No 2 (2012): Juli 2012
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mempelajari penggunaan input, biaya dan pendapatan usahatani, (2) menganalisis pola tanam yang optimal, dan (3) menguji peningkatan pendapatan usahatani dari penerapan pola usahatani  yang optimal pada usahatani hortikultura di Desa Rantau Makmur Kecamatan Berbak Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Metode analisis yang digunakan adalah analisis biaya dan pendapatan usahatani, optimasi pola tanam menggunakan model linear programming dan uji statistik-t untuk beda dua rata-rata. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat berbagai variasi pola tanam tanaman hortikultura oleh petani dengan pendapatan rata-rata Rp. 30.071.087 per hektar per periode tanam. Berdasarkan hasil optimasi diperoleh pola tanam yang optimal untuk satu periode tanam adalah pengusahaan tanaman cabai 0,71 hektar dan kacang panjang 0,29 hektar. Dengan pola tanam yang optimal tersebut diperoleh peningkatan pendapatan secara signifikan sebesar 7,3 persen per periode tanam. Kata Kunci        :   Optimasi, Pola Tanam, Linear Programming
ANALISIS NILAI TAMBAH DAN PROSPEK PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI DODOL TOMAT Elfriyani, Nathalie; Alamsyah, Zulkifli; Elwamendr, .
Jurnal Sosio Ekonomika Bisnis Vol 15, No 1 (2012): jurnal Sosio Ekonomika Bisnis
Publisher : Jurnal Sosio Ekonomika Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui nilai tambah  yang dihasilkan  dari proses pengolahan produk yang dilakukan agroindustri dodol tomat dan mengetahui prospek pengembangan agroindustri dodol tomat di kabupaten Muaro Jambi.  Penelitian ini menggunakan pendekatan  metode observasi serta studi kasus.  Data bersumber dari bahan primer, penelitian tentang analisis nilai tambah dan prospek pengembangan agroindustri dodol tomat (studi kasus agroindustri ‘X’ di desa tangkit baru Muaro Jambi.  Pengolahan data dilakukan dengan metode deskriptif kulitatif untuk mengambarkan proses produksi  proses pengolahan tomat menjadi dodol tomat serta proses prospek pengembangan agroindustri  sementara analisis nilai tambah menggunakan tabel bantu Metode Hayami. Hasil penelitian menunjukkan proses pengolahan nilai tambah dan prospek pengembangan agroindustri dodol tomat (studi kasus agroindustri ‘X’ di desa tangkit baru Muaro Jambi. Pengunaan bahan baku tomat per proses produksi sebesar 15 kg. Dari hasil analisis nilai tambah diketahui bahwa besarnya nilai tambah tomat menjadi dodol tomat perproses produksi adalah sebesar Rp.24.239. bahan baku, dengan rasio nilai tambah sebesar 75,74% selama periode penelitian.  Dari analisis marjin nilai tambah diketahui pula bahwa balas jasa untuk faktor produksi paling besar diterima oleh sumbangan input lain sebesar 33,35% dan keuntungan perusahaan sebesar 13,43% sementara bagian tenaga kerja sebesar 53,21%. Dari analisis factor lingkungan eksternal dan internal diketahui prospek pengembangan yang dilakukan oleh agroindustri adalah dengan cara penguatan modal,pengembanagn prospek pemasaran,meningkatkan volume produksi dan pengembangan tekhnologi.   Kata kunci : agroindustri, dodol tomat, nilai tambah.
OPTIMASI POLA TANAM HORTIKULTURA DI DESA RANTAU MAKMUR KECAMATAN BERBAK KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR Saninov, Ayu Arimbi; Alamsyah, Zulkifli; Suryani, Melly
Jurnal Sosio Ekonomika Bisnis Vol 15, No 2 (2012): jurnal Sosio Ekonomika Bisnis
Publisher : Jurnal Sosio Ekonomika Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mempelajari penggunaan input, biaya dan pendapatan usahatani, (2) menganalisis pola tanam yang optimal, dan (3) menguji peningkatan pendapatan usahatani dari penerapan pola usahatani  yang optimal pada usahatani hortikultura di Desa Rantau Makmur Kecamatan Berbak Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Metode analisis yang digunakan adalah analisis biaya dan pendapatan usahatani, optimasi pola tanam menggunakan model linear programming dan uji statistik-t untuk beda dua rata-rata. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat berbagai variasi pola tanam tanaman hortikultura oleh petani dengan pendapatan rata-rata Rp. 30.071.087 per hektar per periode tanam. Berdasarkan hasil optimasi diperoleh pola tanam yang optimal untuk satu periode tanam adalah pengusahaan tanaman cabai 0,71 hektar dan kacang panjang 0,29 hektar. Dengan pola tanam yang optimal tersebut diperoleh peningkatan pendapatan secara signifikan sebesar 7,3 persen per periode tanam. Kata Kunci        :   Optimasi, Pola Tanam, Linear Programming
Analisis Curahan Jam Kerja Dan Pendapatan Rumah Tangga Petani Padi Sawah Tadah Hujan Di Kecamatan Pelayangan Kota Jambi Nasution, Fadly Habib; Alamsyah, Zulkifli; Yulismi, .
Jurnal Sosio Ekonomika Bisnis Vol 16, No 1 (2013): jurnal Sosio Ekonomika Bisnis
Publisher : Jurnal Sosio Ekonomika Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian survey yang bertujuan  1) untuk mengetahui gambaran usahatani padi sawah tadah hujan (budidaya, produksi, biaya dan penerimaan serta tingkat kelayakan). 2) Mempelajari curahan jam kerja dan pendapatan rumah tangga petani pada usahatani padi sawah tadah hujan dan  luar usahatani padi sawah tadah hujan. 3) Menganalisis kontribusi dan pengaruh curahan jam kerja  terhadap pendapatan yang dihasilkan rumah tangga. Data diolah dan dianalisis secara deskriptif dan statistik dengan menggunakan metode regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan usahatani padi sawah tadah hujan  memiliki rata-rata produksi sebesar  3.490 kg/ha dengan nilai R/C rasio sebesar 1,16, hal ini berarti usahatani padi  dikatakan layak secara ekonomi. Rumah tangga petani memiliki ketersediaan tenaga kerja sebesar  2,8333 orang, dengan ketersediaan jam kerja 5.712 jam/tahun. Rumah tangga petani mencurahkan jam kerja pada usahatani padi sebesar 276,5 jam/tahun,  luar usahatani padi 3.106,5 jam/tahun. Pada luar usahatani padi rumah tangga petani mencurahkan jam kerja pada usahatani non padi sebesar 124,3 jam/tahun dan non usahatani 2.982,2 jam/tahun. Kontribusi pendapatan yang dihasilkan dari curahan jam kerja rumah tangga petani pada usahatani padi sebesar 4,46 persen, luar usahatani padi 95,54 persen. Dari luar usahatani padi kontribusi pendapatan yang dihasilkan usahatani non padi sebesar 15,68 persen, pada non usahatani 79,86 persen. Curahan jam kerja rumah tangga petani pada usahatani padi tidak berpengaruh nyata terhadap pendapatan yang dihasilkan, sedangkan  luar usahatani padi berpengaruh sangat nyata terhadap pendapatan yang dihasilkan. Dimana pada luar usahatani padi, curahan jam kerja pada usahatani non padi dan non usahatani masing-masing berpengaruh sangat nyata terhadap masing-masing pendapatan yang dihasilkan.   Kata kunci: Curahan Jam Kerja, Pendapatan, Rumah tangga Petani Padi Sawah Tadah Hujan
ANALISIS EFISIENSI USAHATANI PADI SAWAH PADA KONDISI IRIGASI SEMI TEKNIS DI KABUPATEN MERANGIN Hutahaean, Juber Sudarmono; Alamsyah, Zulkifli; rahman, a
Jurnal Sosio Ekonomika Bisnis Vol 16, No 1 (2013): jurnal Sosio Ekonomika Bisnis
Publisher : Jurnal Sosio Ekonomika Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian survey yang bertujuan untuk mengetahui  efisiensi ekonomi dan kombinasi optimal penggunaan  faktor produksi pada usahatani padi sawah pada kondisi irigasi semi teknispada musim tanam tahun 2012 di Kabupaten Merangin. Penelitian ini dilakukan mulai dari bulan September sampai bulan Oktober 2012. Data diperoleh dari 30 orang petani per kondisi irigasi semi teknis . Data diolah dan dianalisis dengan metode fungsi produksi Cobb Douglas. Dari hasil analisis efisiensi ekonomi pada irigasi semi teknis rata – rata efisiensi harga/alokatif sebesar 1,873, rata – rata efisiensi teknik sebesar 0,66, dan efisiensi ekonomi sebesar 1,237. Secara keseluruhan faktor produksi yang belum efisien secara ekonomi dan perlu ditambah penggunaanya pada irigasi semi teknis adalahfaktorbenih, pupuk urea, dan pupuk TSP. Sedangkan faktor produksi yang tidak efisien adalah lahan, tenaga kerja dan pupuk KCl yang berarti perlu pengurangan penggunaan faktor produksi tersebut.Secara ekonomi dengan harga input dan produksi yang konstan, maka kombinasi penggunaan faktor produksi yang optimal yang dapat memberikan keuntungan maksimum dengan produksi yang optimum pada irigasi semi teknis produksi diproyeksikan sebesar 3684,76 kg/ha dengan keuntungan maksimum sebesar Rp. 3.251.560,93/ha.   Kata kunci : Efisiensi, Irigasi, Padi .
PROSES PENGADAAN BAHAN BAKU DAN ANALISIS NILAI TAMBAH PLYWOOD KAYU KARET (STUDI KASUS PADA PT. XYZ DESA SARANG BURUNG KABUPATEN MUARA JAMBI) Gulo, Revorman Gustiar; Alamsyah, Zulkifli; Elwamendri, .
Jurnal Sosio Ekonomika Bisnis Vol 16, No 2 (2013): jurnal Sosio Ekonomika Bisnis
Publisher : Jurnal Sosio Ekonomika Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui proses pengadaan bahan baku kayu karet di Kabupaten Muara Jambi serta menganalisa besarnya nilai tambah pengolahan kayu karet menjadi kayu lapis.  Penelitian dilakukan pada PT. XYZ di Desa Sarang Burung Kabupaten Muara Jambi selaku konsumen akhir dari kayu karet dan melakukan pengolahan kayu karet menjadi kayu lapis, penelitian dilakukan  pada tanggal  10-21 Januari 2013.penelitian ini menggunakan pendekatan komprehensif metode survey observasi serta studi kasus.  Data bersumber dari bahan primer, penelitian tentang pengadaan bahan baku kayu karet bersumber dari petani yang berada di Kabupaten Muara Jambi melalui wawancara langsung dengan dituntun oleh kuesioner, responden yang diambil merupakan petani yang menjual kayu karet kepada PT. XYZ selama periode penelitian.  Sementara analisis nilai tambah pengolahan kayu karet menjadi kayu lapis dilakukan pada PT. XYZ.  Pengolahan data dilakukan dengan metode deskriptif kulitatif yang menceriterakan proses pengadaan bahan baku kayu karet, sementara analisis nilai tambah menggunakan table Bantu metode Hayami. Hasil penelitian menunjukkan proses pengadaan bahan baku dilakukan dengan penebangan dan pembelian langsung ke lahan petani, melalui karyawan depo. Kebutuhan bahan baku kayu karet rata-rata pada PT. XYZ adalah sebesar 1281 m3 per bulan.  Dari hasil analisis nilai tambah diketahui bahwa besarnya nilai tambah pengolahan kayu karet menjadi kayu lapis adalah sebesar Rp.296.630,- per m3 bahan baku, dengan rasio nilai tambah sebesar 21,36% selama periode penelitian.  Dari analisis marjin nilai tambah diketahui pula bahwa balas jasa untuk faktor produksi paling besar diterima oleh sumbangan input lain sebesar 67,6% dan keuntungan perusahaan sebesar 25,15% sementara bagian tenaga kerja sebesar 7,26%. Kata kunci : pengadaan, nilai tambah, kayu lapis,kayu karet
ANALISIS INTEGRASI PASAR PINANG KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT Asbiliyah, .; Alamsyah, Zulkifli; naenggolan, Saidin
Jurnal Sosio Ekonomika Bisnis Vol 17, No 2 (2014): jurnal Sosio Ekonomika Bisnis
Publisher : Jurnal Sosio Ekonomika Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi pasar pinang Kuala Tungkal Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan pasar pinang Singapura. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan kuantitatif. Analisis data kuantitatif digunakan menggunakan metode error corection model yang meliputi uji Augmented Dickey Fuller (ADF), uji Johannsen, dan uji Kausalitas Granger untuk mengetahui hubungan kausalitas kedua pasar serta elastisitas transmisi harga antara pasar pinang Singapura dan pasar pinang Kuala Tungkal. Data yang digunakan adalah data time series. Software yang digunakan pada penelitian ini dibantu dengan menggunakan program Eviews. Dari Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pasar pinang Singapura dan pasar pinang Kuala Tungkal terintegrasi baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek artinya perubahan harga pinang di pasar Kuala Tungkal dipengaruhi oleh perubahan harga pinang di pasar Singapura. Perubahan 1% harga pinang di Singapura akan mempengaruhi perubahan harga pinang di pasar pinang Kuala Tungkal sebesar 0,38% dalam jangka pendek dan 1,67% dalam jangka panjang. Waktu penyesuaian perubahan harga pinang di pasar Kuala Tungkal terhadap harga pinang di pasar Singapura ditunjukkan oleh koefisien λ yang bernilai 0,57, yang berarti perubahan harga pinang di pasar Singapura akan menyebabkan perubahan harga pinang di pasar Kuala Tungkal dalam jangka panjang memerlukan waktu 15 hari. Di Singapura dan Kuala Tungkal, elastisitas transmisi harga pinang dalam jangka pendek bersifat inelastis dan dalam jangka panjang bersifat elastis. Kata Kunci : Integrasi Pasar, Pinang, Transmisi Harga
ANALISIS EFEKTIVITAS PASAR LELANG KARET DI KABUPATEN BUNGO PROVINSI JAMBI Stevan, James; Alamsyah, Zulkifli; naenggolan, Saidin
Jurnal Sosio Ekonomika Bisnis Vol 18, No 1 (2015): jurnal Sosio Ekonomika Bisnis
Publisher : Jurnal Sosio Ekonomika Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Karet merupakan komoditi unggulan pada subsektor  perkebunan yang terus menjadi perhatian pemerintah untuk dikembangkan dalam upaya meningkatkan tataniaga karet, pasar lelang karet merupakan suatu bentuk pasar yang teratur (organized market). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Efektivitas Pasar Lelang Karet Di Kabupaten Bungo Provinsi Jambi. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja dengan pertimbangan bahwa di Kabupaten Bungo ini merupakan kabupaten yang memiliki sembilan pasar lelang yang telah terdaftar di Dinas Perindustrian dan Perdagangan yang tersebar di 17 kecamatan di Kabupaten Bungo. Adapun sampel diambil sebanyak 60 orang, dimana sampel petani yang menjual bokar ke pasar lelang dan petani yang menjual karet ke luar pasar lelang (pedagang pengumpul). Alat analisis yang digunakan untuk mengetahui efektivitas pasar lelang karet menggunakan metode analisis margin pemasaran dan analisis bagian harga yang di terima petani pada setiap saluran tataniaga, selanjutnya di analisis menggunakan metode analisis indeks efisiensi teknis dan indeks efisiensi ekonomis. Dari hasil penelitian diketahui hasil analisis diketahui bahwa besarnya bagian harga yang diterima petani pada saluran I lebih tinggi dibandingkan saluran II, bagian harga yang diterima petani pada saluran I yaitu 93,02% dan saluran II yaitu 76,52%. Selanjutnya hasil analisis diperoleh nilai t-test hitung (equal variance assumed) adalah 14,599. Nilai t hitung > t tabel (14,599 >2,00172) bahwa terdapat perbedaan tingkat farmer share (mean diference) sebesar 16,50637 (93,0275-76,5211), dan perbedaan berkisar antara 14.24305 sampai 18.76968.Kata Kunci : Pasar lelang karet, Margin Pemasaran dan Farmer share
ANALISIS EFISIENSI PEMASARAN SAWI MANIS DENGAN PENDEKATAN STRUCTURE, CONDUCT, AND PERFORMANCE (SCP) DI KECAMATAN JAMBI SELATAN KOTA JAMBI Situmorang, Tinur Sulastri; Alamsyah, Zulkifli; naenggolan, Saidin
Jurnal Sosio Ekonomika Bisnis Vol 18, No 2 (2015): jurnal Sosio Ekonomika Bisnis
Publisher : Jurnal Sosio Ekonomika Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Mengetahui gambaran pemasaran sawi manis di Kecamatan Jambi Selatan, 2) Menghitung efisiensi pemasaran sawi manis dilihat dari analisis market structure, market conduct, dan market performance (SCP). Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan pendekatan structure, conduct, and performance of market (SCP). Berdasarkan penelitian, pemasaran sawi manis di Kecamatan Jambi Selatan terdiri dari lima pola saluran pemasaran, yaitu : 1) petani-konsumen ; 2) petani-pedagang pengumpul besar (PPB)-agen/pedagang pengecer-konsumen ; 3) petani-pedagang pengecer-konsumen; 4) petani-pedagang pengumpul kecil (PPK)-pedagang pengecer-konsumen; 5) petani-pasar modern-konsumen. Fungsi pemasaran yang dilakukan oleh lembaga-lembaga pemasaran, yaitu fungsi pertukaran, fungsi fisik, dan fungsi fasilitas. Dengan pendekatan market structure, pasar sawi manis di Jambi Selatan cenderung mengarah kepada persaingan oligopoli murni. Dilihat dari perilaku pasar, sistem pembayaran kemudian masih terjadi antara pedagang pengumpul dengan petani dan antara pedagang pengumpul dengan pedagang eceran. Sedangkan kinerja pasar menunjukkan bahwa penyebaran marjin, farmer’s share, dan rasio keuntungan tidak merata pada masing-masing lembaga pemasaran. Dari indikator SCP yang telah dijelaskan  di atas dapat diketahui bahwa pemasaran sawi manis di Jambi Selatan belum efisien. Berdasarkan kondisi saat ini dan hasil analisis yang telah dilakukan, saluran pemasaran IV (petani-pedagang pengumpul kecil (PPK)-pedagang pengecer-konsumen) merupakan alternatif saluran pemasaran yang efisien yang dapat dipilih oleh petani.   Kata Kunci : efisiensi, pemasaran, sawi manis, SCP (structure, conduct, and performance of market)
ANALISIS NILAI TAMBAH KOPI LUWAK BUBUK PADA AGROINDUSTRI “BUANA PUTRA” DI KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT Siregar, Muhammad Fikri; Alamsyah, Zulkifli; malik, adlaida
Jurnal Sosio Ekonomika Bisnis Vol 18, No 2 (2015): jurnal Sosio Ekonomika Bisnis
Publisher : Jurnal Sosio Ekonomika Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui gambaran kegiatan dan proses pengolahan produk dari biji kopi luwak green beans menjadi kopi luwak bubuk (2) mengetahui besarnya nilai tambah yang dihasilkan dari proses pengolahan kopi luwak bubuk (3) menganalisis produktivitas berdasarkan nilai tambah yang dihasilkan dari proses pengolahan kopi luwak bubuk yang dilakukan oleh Agroindustri Buana Putra. Penelitian ini menggunakan data yang dikumpulkan sebanyak empat kali proses produksi. Metode analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan tabel bantu analisis nilai tambah metode Hayami. Dari perhitungan tersebut akan diketahui besarnya nilai tambah per proses produksi dan keuntungan yang diterima agoindustri. Nilai tambah itu selanjutnya digunakan untuk mengukur produktivitas agroindustri dengan menggunakan rasio-rasio nilai tambah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kegiatan pengolahan kopi luwak green beans pada Agroindustri “Buana Putra” dimulai dari penyortiran, pencucian, penjemuran, penyangraian, pembubukan dan pembungkusan (2) rata-rata nilai tambah yang diperoleh Agroindustri “Buana Putra” untuk setiap Kg bahan baku biji kopi luwak green beans adalah sebesar Rp 96.224,10 per proses produksinya (3) produktivitas Agroindustri “Buana Putra” pada pada periode Mei sampai dengan Juni 2014 relatif tinggi dibandingkan beberapa penelitian sebelumnya yang menggunakan metode yang sama. Hal ini terlihat dari rasio nilai tambah rata-rata per proses produksinya untuk tenaga kerja sebesar Rp 48.112,1, per nilai output sebesar 42,56 %, per biaya tenaga kerja sebesar Rp 5,60 dan rasio keuntungan per nilai tambah sebesar 97,13 %. Kata Kunci :Pengolahan, Nilai Tambah, Kopi Luwak