Nur Illiyyin Akib
Jurusan Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Haluoleo, Kendari

Published : 10 Documents
Articles

Found 10 Documents
Search

UJI PERMEASI IN VITRO GEL ETOSOM VITAMIN C Akib, Nur Illiyyin; Rahman, Latifah; Manggau, Marianti A.
MAJALAH FARMASI DAN FARMAKOLOGI Vol 16, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vitamin C merupakan senyawa hidrofilik sukar berpenetrasi ke dalam lapisan kulit. Salah satu sistem penghantar bentuk vesikel adalah etosom yang dapat meningkatkan penetrasi senyawa-senyawa hidrofilik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui permeasi formula gel etosom vitamin C dan memperoleh sediaan gel etosom vitamin C untuk penggunaan transdermal. Penelitian ini diformulasikan untuk memasukkan vitamin C sebagai zat aktif ke dalam etosom menggunakan metode dingin. Perbandingan fosfatidilkolin dan etanol dipilih berdasarkan formula yang paling banyak menjerap vitamin C. Optimasi penjerapan dilakukan dengan menaikkan konsentrasi vitamin C hingga diperoleh penjerapan optimum. Pengujian permeasi dilakukan terhadap sediaan gel etosom vitamin C dengan basis karbopol dan menggunakan kulit manusia secara in vitro. Hasil penelitian menunjukkan etosom dengan bentuk Large Unilamellar Vesicles (LUV) dengan ukuran 0,82 – 1,58 µm. Formula dengan perbandingan b/b fosfatidilkolin:etanol (2:20) dapat menjerap vitamin C sebesar 99,99%. Uji permeasi menunjukkan formulasi gel etosom dapat meningkatkan laju penetrasi vitamin C melintasi membran sebesar 77,3% dalam waktu 360 menit dengan kecepatan 2,25 mg/menit.cm2.
PREPARASI FENILBUTAZON DALAM PEMBAWA VESIKULAR ETOSOM DENGAN BERBAGAI VARIASI KONSENTRASI FOSFATIDILKOLIN DAN ETANOL Akib, Nur Illiyyin; Suryani, Suryani; Halimahtussaddiyah R, Halimahtussaddiyah R; Prawesti, Niken
Medula Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Medula

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.986 KB)

Abstract

Phenylbutazone is non steroidal anti-inflammatory drug (NSAID) used  in treatment of joint inflammation such  as  rheumathoid  arthritis.  In  order  to  minimize  irritation  effect  on  gastrointestinal  tract,  the  dose  of phenylbutazone is reduced or administered through transdermal pathways. Flux penetration of drugs across the membrane  can  be  improved  by  using  vesicular  type  of  delivery  system  such  as  ethosome.  This  study  aim  to prepare  phenylbutazone in  ethosome  vesicular  system.  Ethosome vesicular  systems  were prepared  with  various concentrations  of  phosphatidylcholine  (2%  and  3%)  and  ethanol  (30%,  35%,  and  40%).  Vesicles  that  are formed  further  characterized  by  shape,  size  and  entrapment  efficiency.  The  shaped  of  ethosome  produced  is large  unilamellar vesicle.  The size of vesicle  varies  between  0.57 to 0.81  µm  with  the smallest size  on Formula C.  The  highest  entrapment  efficiencies  was  also  on  the  Formula  C  by  59.88%  with  2%  concentration  of phosphatidylcholine and 40% of ethanol. Keywords: phenylbutazone, vesicle, ethosomes.
Study of Physical Characteristic and Equivalence between Generic and Branded Name of Phenylbutazone Tablet Akib, Nur Illiyyin; Husnaeni, Husnaeni; Zubaydah, Wa Ode Sitti; Mallarangeng, Andi Nafisah Tendri Adjeng
Pharmauho Vol 3, No 2 (2017): Pharmauho
Publisher : Pharmauho

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.497 KB)

Abstract

Physical characterization and equivalence testing of generic and branded names of phenylbutazone tablets have been done. The information about quality of generic drugs is expected to increase the use of generic drugs by health practitioners and public. Dissolution test carried out by in vitro had correlation with bioequivalence by in vivo test. Sample of dissolution testing were generic (G) and branded (A and B) names of 200 mg phenylbutazone tablets. Physical characteristic test performed by uniformity weight test, hardness and disintegration time. Dissolution test were conducted by using basket and spectrophotometry ultra violet method in 200-400 nm wavelength. The result of uniformity weight of generic drug and branded drug was 352,02 mg and 352,82 mg, the hardness of generic was 9,58 kgf and branded was 9,50 kgf, and disintegration test result of generic was 16,1 minutes and branded was 3 minutes. The result of dissolution testing were dissolution profile and dissolved concentration at 30 minutes that compared to qualify of USP XXXII. Relative bioavailability testing of generic to A brand was 101.580 and generic to B brand was 105.275. Based on statistical test, there was no significant different or pharmaceutical equivalent. The generic tablets were equivalent to A and B branded names tablets with similar factors 82.120 and 74.271.Keywords: Equivalence, Dissolution, Salbutamol tablet; generic name, branded name
Uji Aktivitas Antimalaria Ekstrak Air Bunga Carthamus tinctorius L. pada Biakan In Vitro Plasmodium falciparum Wahyuni, Wahyuni; Akib, Nur Illiyyin; Hamsidi, Rini
Pharmauho Vol 1, No 1 (2015): Pharmauho
Publisher : Pharmauho

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.611 KB)

Abstract

Pengujian aktivitas antimalaria dengan menggunakan ekstrak air bunga Carthamus tinctorius L. pada biakan in vitro plasmodium falciparum strain 3D7 yang sensitif terhadap klorokuin telah dilakukan. Uji aktivitas dilakukan dengan cara melarutkan bahan uji dalam DMSO kemudian dibuat serial pengenceran dalam media RPMI sampai diperoleh konsentrasi akhir sebesar 100 µg/ml, 10 µg/ml, 1 µg/ml, 0,1 µg/ml dan 0,01 µg/ml. Pada larutan uji ditambahkan suspensi parasit dengan kadar parasitemia ±1% dan hematokrit 5%. Kultur diinkubasi selama 48 jam pada suhu 37oC. Hasil menunjukkan pengujian aktivitas antimalaria dari ekstrak air bunga Carthamus tinctorius L. memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan Plasmodium falciparum strain 3D7 sebesar 52,68%.Kata Kunci : Bunga Carthamus tinctorius L, Antimalaria, Plasmodium falciparum 3D7, dan Ekstrak air
EVALUASI MUTU PELAYANAN DAN HUBUNGAN ANTARA KEPUASAN KONSUMEN DAN PELAKSANAAN PELAYANAN KEFARMASIAN OLEH APOTEKER PENGELOLA APOTEK DI APOTEK-APOTEK KOTA KENDARI Ihsan, Sunandar; Rezkya, Putri; Akib, Nur Illiyyin
Medula Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Medula

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.71 KB)

Abstract

Pharmaceutical service  quality relate to consumer’s  satisfaction.  Twenty five percent   curage  of patient can be  found  from  good  pharmaceutical  sevice  and  75%  from  drug  usage.  This  study  aimed  to  determine pharmaceutical  service  quality  in  community  pharmacy  of  Kendari  City  and  to  determine  correlation  between  consumer’s  satisfaction  and  implementation  of  pharmaceutical  service  by  pharmacist  manager.  This  study  is  an observational analytic. Data collected from 519 respondents  through questionnaires in June-August 2014 spread across  ten  community  pharmacies  City  of  Kendari  with  sampling  method  used  simple  random  sampling,  and accidental  sampling  for  pharmacist  manager.  Correlation  test  used  to  determine  correlation  between  cons umer satisfaction and implementation of pharmaceutical care by pharmacist manager in pharmacy. The result showed that the percentage rate is 76.70% for consumer satisfaction with moderate category. Fixed percentage of any document procedures  and  dispensing  time  is  60%  with  moderate  category.  Pharmacist  manager  percentage  that  manages quality guarantee is 40% with less category.  Statistic correlation test showed that there is no cerrelation between consumer satisfaction and implementation of pharmaceutical care by pharmacist manager in pharmacy with p value 0,268 (> 0,05). Keywords: quality service, pharmaceutical service, consumer satisfaction
Pengembangan Hard Candy Yang Mengandung Ekstrak Jahe Merah (Zingiber officinale var. rubrum) Sebagai Pangan Fungsional Berkhasiat Antibakteri Akib, Nur Illiyyin; Ardiyanti, Ardiyanti; Hamsidi, Rini; HM, Nurhayani; Saputra, Muhammad Juharisman; Baane, Wa
PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS PROSIDING SEMINAR NASIONAL SWASEMBADA PANGAN (Indonesia Menuju Swasembada Pangan dalam Tiga Tahun K
Publisher : Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo Kendari Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.936 KB)

Abstract

Hard candy merupakan produk konfeksionari yang digemari masyarakat namun berpotensi menyebabkan karies karena mengandung sukrosa pembentuk plak oleh bakteri Streptococcus mutans. Maka diformulasikan hard candy sebagai pangan fungsional dengan penambahan ekstrak jahe merah yang mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan triterpenoid yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan memformulasikan ekstrak jahe merah menjadi sediaan hard candy dan mengetahui aktivitas antibakterinya terhadap pertumbuhan S. mutans. Diperoleh aktivitas maksimum adalah hard candy yang mengandung ekstrak jahe merah konsentrasi 2,5 % dengan diameter zona hambat 10,08 mm. Disimpulkan bahwa ekstrak jahe merah dapat diformulasikan menjadi hard candy yang mampu menghambat pertumbuhan S. mutans.
Profil Fitokimia Ekstrak Etanol Bunga Kasumba Turate (Carthamus tinctorius L.) yang Berpotensi Sebagai Antimalaria Hamsidi, Rini; Widyawaruyanti, Aty; Hafid, Achmad Fuad; Ekasari, Wiwied; Malaka, Muhammad Hajrul; Kasmawati, Henny; Akib, Nur Illiyyin; Wahyuni, W; Sabarudin, S
Pharmauho Vol 4, No 2 (2018): Pharmauho
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.085 KB)

Abstract

Bunga Kasumba turate (Carthamus tinctorius Linn) dari suku Asteraceae merupakan tumbuhan obat tradisional etnis Sulawesi Selatan yang secara empiris digunakan dalam pengobatan campak. Ekstrak etanol dari kasumba turate memberikan peningkatan aktivitas imunoglobulin G (IgG) dan  aktivitas imunoglobulin A (IgA) yang sangat signifikan. Penelitian menunjukkan ekstrak etanol bunga C. Tinctorius L memiliki potensi sebagai antimalaria secara in vitro dengan nilai IC50 sebesar 1,06 µg/ml. Sampel bunga C. tinctorius L. kering sebanyak 3 Kg dicacah hingga menjadi serbuk sebanyak 870 gram kemudian diekstraksi secara maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 80%. Hasil maserasi dipekatkan dengan vacuum rotary evaporator pada suhu 50°C sehingga diperoleh ekstrak kental sebanyak 178,7gram. Profil fitokimia menunjukkan ekstrak etanol bunga C. tinctorius L. mengandung senyawa metabolit antara lain saponin, terpenoid, flavonoid, tanin dan antrakuinon.Kata kunci: Skrining, ekstrak, kasumba turate, obat tradisional, antimalaria
PENDIDIKAN KESEHATAN BAGI PARA PELAJAR DI KOTA KENDARI Akib, Nur Illiyyin; Arba, Muh.; ,, Suryani; Kasmawati, Henny; ,, Yamin; ,, Ruslin; Ihsan, Sunandar
Gema Pendidikan Vol 26, No 1 (2019): Jurnal Gema Pendidikan FKIP UHO
Publisher : UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.168 KB) | DOI: 10.1234/gapend.v26i1.6720

Abstract

Telah dilaksanakan kegiatan Pengabdian pada Masyarakat terintegrasi KKN-Tematik berupa pendidikan kesehatan bagi para pelajar di Kota Kendari. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang kesehatan bagi para pelajar. Kegiatan ini dilaksanakan di beberapa sekolah di Kota Kendari. Kegiatan dilaksanakan mulai Agustus hingga Oktober 2018. Pelaksanaan kegiatan terdiri atas penyuluhan keamanan pangan, obat, dan kosmetika oleh dosen terhadap pelajar SMAN 11 Kendari, SMA Muhammadiyah Kendari, SMKN 6 Kendari, dan SMK Satria Kendari; penyuluhan penggunaan obat bagi pelajar SMPN 05 Kendari; pengenalan profesi apoteker dan penyuluhan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bagi pelajar SDN 02 Baruga dan SDN 03 Poasia; serta penyebaran informasi melalui media cetak. Penyuluhan dilakukan dengan metode ceramah, praktek, tanya jawab. Media cetak yang digunakan adalah leaflet. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman tentang kesehatan bagi para pelajar di Kota Kendari. Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan, Pelajar, Penyuluhan, Obat, Kota Kendari.
Preparasi Teofilin dalam Pembawa Vesikular Etosom untuk Penggunaan Transdermal Akib, Nur Illiyyin; Ritonga, Halimatussadiyah; Mahfuz, Muhammad
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 5, No 1 (2019): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.364 KB) | DOI: 10.33772/pharmauho.v5i1.8998

Abstract

Theophylline is a methyl xanthine of alkaloid derivative compound has been used as a bronchodilator in the treatment of chronic lung disorders, especially asthma. Oral administration of theophylline causes inconvenient for patients including bitter taste, narrow therapeutic range, and indigestion due to increased of gastric acid secretion. Therefore, other administration of theophylline has been developed as transdermal delivery system. This study disscused about preparation of theophylline in ethosome as vesicular carrier. Preparation of ethosome was used hot method (40oC) and cool method (30oC). Characterization of ethosomes includes observation of shape and size of vesicles by microscopic method and the vesicles were fractionated by centrifugation then entrapment efficiency (% EE) were measured by spectrophotometric method. Then optimazed theophylline that entrapped in ethosome. Based on the results, ethosomes preparation by hot method were produced Small Unilamellar Vesicle (SUV), the size were 0,0522-0,100 µm, and the highest value of % EE was 98.95%, while ethosomes preparation by cold method were produced Small Unilamellar Vesicle (SUV), the size were 0.0522-0.100 ?m, and the highest value of % EE was 99.80%. The optimum concentration of theophylline was entrapped in etosom was 0.1%. It was concluded that cold method was the appropriate method for preparation of theophylline in ethosome as vesicular carrier.Keywords: Etosome, theophylline, vesicular, transdermal
FORMULASI GEL HAND SANITIZER ANTIBAKTERI KOMBINASI EKSTRAK RUMPUT LAUT Eucheuma spinosum DAN Eucheuma cotonii ASAL KEPULAUAN WAKATOBI SULAWESI TENGGARA Akib, Nur Illiyyin; Wulandari, Inten Widuri; Suryani, Suryani; Hanari, Hanari
Jurnal Fish Protech Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Fish Protech Vol. 2 No. 2 Oktober 2019
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.583 KB)

Abstract

ABSTRACT          Wakatobi Islands is the largest seaweed production center in Southeast Sulawesi. Seaweed needs to be developed into of high economic value products. An antibacterial hand sanitizer gel formulation was carried out containing a combination of Eucheuma spinosum and Eucheuma cottonii seaweed extract. The aims of the study are accepting a combination of hand sanitizer gel formulation which have antibacterial activity. Seaweed was extracted by maceration method using methanol as a solvent. The combination of extracts at concentrations of 1%, 2%, 4%, and 8% with a ratio of 1: 1 determined the MIC  and  MBC against Staphylocccus aureus and Escherichia coli using dilution method. The combination of extracts that can kill bacteria is formulated into a hand sanitizer gel preparation using a carbopol as base of gel by mechanical dispersion method. Gel is characterized by organoleptics and pH. Antibacterial activity of gel against the bacteria S. aureus and E. coli using the dilution method. The results obtained by the MIC value for S. aureus bacteria is 2% and for E. coli bacteria is 4%. MBC value of the combination of extracts against S. aureus and E. coli bacteria was 4%. Gel preparations were obtained in the form of semisolid, green, clear, green tea scent, and pH 6.3 and 5.7. It was concluded that hand sanitzer gel with a concentration of 4% had bactericidal activity againts E. coli and S. aureus. Keywords: Antibacterial, hand sanitizer gel, seaweed, Wakatobi.ABSTRAKKepulauan Wakatobi merupakan sentra penghasil rumput laut terbesar di Sulawesi Tenggara. Rumput laut perlu dikembangkan menjadi produk yang bernilai ekonomi tinggi. Telah dilakukan formulasi sediaan gel antibakteri hand sanitizer yang mengandung kombinasi ekstrak rumput laut Eucheuma spinosum dan Eucheuma cottonii. Penelitian ini bertujuan memperoleh sediaan kombinasi gel hand sanitizer yang memiliki aktivitas antibakteri. Rumput laut diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol. Kombinasi ekstrak pada konsentrasi 1%, 2%, 4%, dan 8% dengan perbandingan 1:1 ditentukan KHM dan KBM-nya terhadap bakteri Staphylocccus aureus dan Escherichia coli menggunakan metode dilusi. Kombinasi ekstrak yang dapat membunuh bakteri selanjutnya diformulasi menjadi sediaan gel hand sanitizer dengan basis karbopol menggunakan metode dispersi mekanik. Sediaan gel dikarakterisasi organoleptik dan pH-nya. Serta diuji aktivitasnya terhadap bakteri S. aureus dan E. coli menggunakan metode dilusi. Diperoleh hasil nilai KHM terhadap bakteri S. aureus adalah 2% dan terhadap bakteri E. coli adalah 4%. Nilai KBM kombinasi ekstrak terhadap bakteri S. aureus dan E. coli adalah 4%. Sediaan gel diperoleh dengan bentuk semipadat, warna hijau, bening, beraroma pewangi green tea, serta pH 6,3 dan 5,7. Disimpulkan bahwa sediaan gel hand sanitizer dengan konsentrasi ekstrak 4% memiliki aktivitas bakterisidal atau dapat membunuh bakteri E. coli dan S. aureus.Kata kunci: Antibakteri, Gel hand sanitizer, Rumput laut, Wakatobi.