Articles

Found 21 Documents
Search

MODEL KONSTRUK KOMPETENSI KEJURUAN SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN TEKNOLOGI INDUSTRI

Eksplorasi Vol 24, No 1 (2012): Eksplorasi
Publisher : Eksplorasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTARKPenelitian ini bertujuan untuk menemukan model konstruk kompetensi kejuruan. Penelitian ini menggunakan data yang bersumber dari siswa Kelas 2 Jurusan Mesin SMK Pancasila, SMK Bhineka Karya, SMK Warga, dan SMK Murni. Ukuran sampel berjumlah 291 siswa  yang diambil dengan menggunakan teknik ‘proportional random sampling’. Teknik pengumpulan data menggunakan tes tertulis dan tes unjuk kerja. Tes tertulis digunakan untuk mengukur kemampuan pengetahuan dan sikap kerja siswa, sedangkan tes unjuk kerja digunakan untuk mengukur keterampilan siswa  dalam membubut dan mengefrais. Teknik analisis data menggunakan ‘Confirmatory Factor Analysis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ada 4 indikator kompetensi kejuruan, yakni pengetahuan prinsip kerja (l=0,664), pengetahuan prosedur kerja (l=0,857), keterampilan praktik membubut (l=0,429), dan keterampilan praktik mengefrais (l=0,177). Kata kunci: model konstruk, kompetensi, sekolah kejuruan

PELAKSANAAN KEMITRAAN USAHA DI SENTRA INDUSTRI KECIL COR LOGAM DI KABUPATEN KLATEN

Paedagogia, Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 11, No 2 (2008)
Publisher : Paedagogia, Jurnal Penelitian Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.549 KB)

Abstract

This study was evaluative in nature. The population was all the small entrepreneurs (n = 38) in the smallindustrial center of foundry in Klaten regency, who implemented the cooperative subcontracting system. To confirm the data obtained from the subcontractor entrepreneurs, the researcher collected other data from six contractor entrepreneurs, using questionnaire and interview. The data were then analyzed descriptively and presented in the form of mean score. The result of this research showed that the capacities of the production tools used by the subcontractors were very adequate, though the foundry technology was obsolete. The preparation of the subcontractors in implementing the cooperation was still less adequate, especially in finance and management. The level of subcontractors entrepreneur capabilities in realizing the cooperation was classified as high enough, and the level of constraint faced by the subcontractors in implementing the cooperative subcontracting system was high enough, especially in the area of capital formation, supplying of raw materials and marketing. The level of contractors involvement was classified as low, especially in terms of capital support, raw material contribution, and expertise support.

Peningkatan Kualitas Publikasi Ilmiah Mahasiswa dalam Menunjang Daya Saing Perguruan Tinggi

Jurnal Office Vol. 3, No. 1, Januari - Juni 2017
Publisher : Jurnal Office

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.069 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas publikasi ilmiah mahasiswa dalam menunjang daya saing perguruan tinggi. Pendekatan yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makassar. Mahasiswa yang berkonstribusi sebanyak 7 orang dengan berbeda latar belakang daerah seperti Aceh, Kalimantan, ternate, dan Papua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam proses pre test, penyajian materi pelatihan dan post test telah memberikan hasil yang baik. Hal ini terbukti bahwa manuskrip/artikel yang dibuat telah dipublikasikan pada jurnal nasional, konferensi nasional dan internasional. Kata Kunci: Kualitas, Publikasi Ilmiah, Daya Saing 

MODEL PENGEMBANGAN KOMPETENSI GURU PRAKTIK MESIN OTOMOTIF SMK TEKNOLOGI DAN REKAYASA

Eksplorasi Vol 27, No 1 (2014): Eksplorasi
Publisher : Eksplorasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan model pengembangan kompetensi guru mesin otomotif SMK Teknologi dan Rekayasa.Populasi penelitian terdiri atas dua sub-populasi yakni para akademisi bidang otomotif dan guru praktik mesin otomotif. Sampel dari kedua sub-populasi tersebut ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Sampel akademisi terdiri atas tiga orang pakar bidang otomotif yakni dosen otomotif PRODI PTM FKIP UNS. Sampel guru terdiri atas guru mesin otomotif SMK Murni 1 Surakarta, SMK Warga Surakarta dan SMK Pancasila Surakarta. Sampel akademisi digunakan untuk validasi draf model; sedangkan sampel guru digunakan untuk ujicoba model sekaligus sebagai rater. Pengujian model dilakukan dua tahap. Pengujian tahap I melibatkan tiga guru yang berasal dari SMK Murni 1 Surakarta. Pengujian Tahap II melibatkan 17 guru yang berasal dari SMK Pancasila Surakarta dan SMK Warga Surakarta.Pengumpulan data bertujuan untuk menemukan model pengembangan kompetensi guru mesin otomotif. Pengumpulan data untuk memperoleh model pengembangan kompetensi guru mesin otomotif melalui expert judgement dengan dua putaran. Instrumennya menggunakan kuesioner, sedangkan sumber datanya adalah akademisi otomotif. Analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Ujicoba terhadap model terdiri atas dua tahap yakni uji perorangan dan uji kelompok kecil.Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pengembangan kompetensi mesin otomotif terdiri atas tiga komponen utama yakni input, proses, dan produk. Kegiatan pada komponen input mencakup persiapan pelatihan. Kegiatan komponen proses mencakup tiga tahap yakni tahap awal, tahap inti, dan tahap akhir. Kegiatan komponen produk mencakup penilaian hasil pelatihan.Secara spesifik hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan persiapan pelatihan mencakup delapan kegiatan instruktur yakni penyiapan materi, penyiapan media, penyiapan bahan, penyiapan alat, penyiapan skenario training, penyusunan indikator pencapaian, penentuan kriteria penilaian, dan penyiapan instrumen penilaian. Kegiatan tahap awal terdiri atas sembilan kegiatan instruktur yakni penjelasan tujuan pelatihan, penjelasan pokok materi, penjelasan bahan yang digunakan, penjelasan alat yang digunakan, penjelasan keselamatan kerja, penjelasan skenario pembelajaran, penjelasan indikator pencapaian, penjelasan kriteria penilaian, dan penjelasan instrumen penilaian. Kegiatan inti terdiri atas lima kegiatan instruktur yakni penjelasan materi secara bertahap, pembagian tugas secara bertahap, pengamatan perilaku peserta pada setiap tahapan, pengamatan hasil kerja secara bertahap, dan pembahasan hasil kerja secara bertahap. Kegiatan tahap akhir proses terdiri atas tiga kegiatan instruktur yakni pemberian umpan balik, pelaksanaan refleksi diri, dan pemberian pengarahan untuk pertemuan selanjutnya. Kegiatan tahap akhir pelatihan terdiri atas lima kegiatan instruktur yakni pemeriksaan hasil pekerjaan, pengamatan perilaku yang dicapai, penampilan hasil kerja, penampilan perilaku yang dicapai peserta, dan penilaian hasil pelatihan.Kata kunci: model, dan pengembangan kompetensi guru

Urgensi Buku Digital Berbasis Realistic Mathematics Education dalam Pembelajaran Matematika

978-602-7561-566
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.306 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan urgensi buku digital dalam Pembelajaran matematika dalam upaya meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VII di Kota Pangkalpinang. Urgensi ini terkait perubahan pesat teknologi yang berdampak hampir ke semua aspek kehidupan masyarakat, termasuk aspek pendidikan. Pendidikan dapat dijadikan tolak ukur dalam menilai suatu Negara, misalnya PISA dan TIMSS. Hasil belajar matematika siswa yang rendah dalam PISA dan TIMSS juga menjadi salah satu alasan adanya kebijakan kurikulum 2013. Faktanya, desiminasi buku cetak kurikulum 2013 dari pusat ke daerah membutuhkan waktu yang panjang. Terkhusus buku pelajaran matematika, terjadi perubahan susunan materi setiap dikeluarkannya versi revisi oleh pemerintah, sehingga guru kesulitan dalam menyediakan materi yang dapat disesuaikan dengan kondisi siswa di masing-masing daerah. Penting adanya format buku yang dapat melibatkan guru dalam penyusunannya, dan dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam pelajaran yaitu buku digital. Seiring dengan perkembangan teknologi, pendidikan matematika berkembang dengan pesat akibat dari penemuan pendekatan terbaik dalam pembelajaran matematika. Perkembangan pendekatan pembelajaran matematika itu dipicu oleh adanya masalah bagi siswa yang berkenaan dengan hasil belajarnya. RME merupakan pendekatan pembelajaran yang dapat dijadikan jawaban kebutuhan dari penggunaan matematika dan persaingan ekonomi global khususnya di era teknologi dan informasi, hampir di setiap sektor kehidupan diperlukannya keterampilan intelegen dalam menginterpretasi, menyelesaikan suatu masalah, ataupun untuk mengontrol proses komputer. Buku digital berbasis RME menjadi langkah konkret menghadapi era persaingan dimana kebanyakan lapangan kerja menuntut kemampuan menganalisis daripada melakukan keterampilan prosedural dan mekanistik. Hasil dari analisis kebutuhan di Pangkalpinang mengemukakan urgensi buku digital dikarenakan desiminasi buku cetak kurikulum 2013, versi BSE yang kurang komunikatif, tidak mengintegrasikan multimedia, serta dibutuhkannya sumber belajar yang memfasilitasi siswa lebih banyak menjawab tantangan kehidupan sehari-hari dan dunia kerja.Kata kunci: buku digital; hasil belajar; kurikulum 2013; RME.

Pengaruh Model Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Fisika Siswa SMA

978-602-7561-566
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.11 KB)

Abstract

AbstrakSalah satu tujuan pendidikan sains di Indonesia adalah menghasilkan peserta didik yang berkualitas, yaitu manusia yang mampu berpikir kritis, kreatif, logis dan berinisiatif, dalam menanggapi isu yang berkembang dalam masyarakat. Kemampuan berpikir kritis siswa dapat ditingkatkan melalui model pembelajaran yang digunakan, sehingga pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model inkuiri terbimbing dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini siswa SMA. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan tes. Validitas data yang digunakan adalah triangulasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model inkuiri terbimbing dapat mempengaruhi peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa SMA. Kata kunci: inkuiri terbimbing; kemampuan berpikir kritis 

Gender bias in Islamic textbooks for Muslim children in Indonesia

ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.022 KB)

Abstract

Textbook has a strong influence on the formation of children’s attitudes and value system. Therefore, Islamic textbooks as the main learning source for Muslim children in Indonesia need to consider the gender equality. This is very important to note, because feminists often view that Islam contains teachings of gender inequality. Islam places men in the higher position, while women are placed in the lower position. For example, men can be imam for women in prayer, but women cannot be imam for men. It is easier for children to learn textbook material presented in pictures. Therefore, the pictures presented in Islamic textbooks ideally do not contain gender bias. So, a research is needed to know if there is gender bias in the pictures presented in Islamic textbooks taught to Muslim children in Indonesia. To prove it, a literary research is conducted on the Islamic textbooks taught to the first grade Muslim student of Islamic Elementary School/ Madrasah Ibtidaiyah (MI) in Indonesia which includes pictures in their teaching materials. Islamic textbooks studied in the research include Fikih, Akidah Akhlak, and Arabic textbooks. The results of this study conclude that the pictures presented in Islamic textbooks taught in Muslim children in Indonesia contain gender bias. The man favor pictures are more than those of woman favor. Based on the conclusion, this study recommends an improvement of pictures presented in Islamic textbooks taught to Muslim children in Indonesia.

Path Analysis on the Relationship Between Bio-psychosocial Factors During Gestational Period and Birthweight, Stimulation and Development in Children Aged 1-3 Years in Salatiga

Journal of Epidemiology and Public Health Vol 1, No 3 (2016)
Publisher : Masters Program in Public Health, Universitas Sebelas Maret, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.114 KB)

Abstract

Background: Bio-psychosocial condition during gestational period, such as maternal nutritional status, stress, education, and family income, may have significant impact on fetal growth and development. The purpose of this study was to determine relationship between bio-psychosocial factors during gestational period and birthweight, and the relationship between stimulation and development in children aged 1-3 years.Subjectsand Method: This was an analytic and observational study with case control design. A sample of 120 children aged 1-3 years was selected by fixed disease sampling with case: control ratio= 1:2. The exogenous variables were gestational maternal education and current maternal education. The endogenous variables were gestational family income, gestational maternal stress, current family income, maternal nutritional status,  birthweight, stimulation, and child development. The data were collected by a set of questionnaire and analyzed by path analysis on STATA 13.Results:Birthweight ≥ 2.500 gram(b= 0.96; 95%CI= –0.15-1.94; p=0.054) and stimulation (b= 0.43; 95% CI=– 0.30-0.89; p=0.067) had direct positive effect on child development. Gestational maternal education, family income, maternal stress, maternal nutritional status, had indirect effect on child development through birthweight.Maternal education and family income had indirect effect on child development through stimulation.Conclusion: Birthweight ≥ 2.500 gram and stimulation have direct positive effect on child development.Keywords: bio-psychosocial, gestational period, birthweight, stimulation, developmentCorrespondence: Vistra Veftisia. Faculty of Health Sciences, Ngudi Waluyo University, Ungaran, Central Java. Email: chan_viez@yahoo.comJournal of Epidemiology and Public Health (2016), 1(3): 154-163https://doi.org/10.26911/jepublichealth.2016.01.03.02

Pre-Service Science Teachers' Perception About High Order Thinking Skills (HOTS) in the 21st Century

International Journal of Pedagogy and Teacher Education Vol 2, No 1 (2018): International Journal of Pedagogy and Teacher Education (IJPTE)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.136 KB)

Abstract

In the 21st century, the pre-service science teachers faced on extremely global competitiveness, globalization, technologically driven by information and rapidly media-saturated that needs appropriate skills to meet these challenges. The aims of this study is to identify pre-service science teacher perception about high order thinking skills (HOTs) in 21st century. This study employed quantitative design using a survey research method involved 120 pre-service science teachers from Tanjungpura University. The results of this study indicated that prospective science teachers have an awareness of the importance of HOTs and their also knowing that the learning do emphasized on the aspects of HOTs is essential to face the challenges of the 21st century. It is indicated by the mean score of pre-service science teacher perception about the important of HOTs to meet the challenges in the 21st century (M = 4.29, SD = 0.61) and the skills of HOT that their will be required to becomes a teacher in the 21st century (M = 4.31; SD = 0.47) in the high level.  This result provides the reasons why we need cultivating a positive awareness of the importance of HOTs in order to fostering the need for teaching that emphasizes the aspects of HOTs during pre-service education.

Risk of Hypertension in Adolescents with Over Nutritional Status in Pangkalpinang, Indonesia

Journal of Epidemiology and Public Health Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Masters Program in Public Health, Universitas Sebelas Maret, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.319 KB)

Abstract

Background: Adolescents are the changes of children to be adults. Gender, family history of disease, age, sodium intake and physical activity affect the pravelence of hypertensionAdolescences are the time change from children into adults. Gender, family history of disease, body mass index or BMI according to age, sodium intake and physical activity affect the prevalence of hypertension in adulthood.  Hypertension disorders in teenagers most will settle on adulthood. This study aimed to analyze risk factors of hypertension in adolescent aged 15-17 years with over nutritional status.Subject and Methods: This was an observational analytic study with cross sectional design. This was conducted in Pangkalpinang, Bangka Belitung Indonesia. A total of 120 students in grade X-XI in four high schools were selected by fixed-exposure sampling. BMI measurement used antropometri. Physical activity questionnaire used International Physical Activity Questionnaire. Sodium intake was measured with a food frequency questionnaire. Blood pressure was measured by using a sphygmomanometer. Data analysis was using a multiple linear regression.Results:  Gender and nutritional status more positively associated with hypertension, (B = 5.77; p = 0.017) and (B = 4.85; p = 0.001), while sodium intake,  family disease history and physical activity have a negative relationship, (B = 0.01; p = < 0.076),  (B =-1.73; p = 0.481) and (B = >-0.01; p = 0.592). Multiple linear analysis obtained adjusted R2 = 0356 (35.6%).Conclusions: Young men have a higher average blood pressure than women of 5.77 mmHg. Any increase of 1 kg/m2 equivalent BMI will raise the blood pressure of 4.85 mmHg. Adolescents with more nutritional status can increase knowledge about hypertension, as well as regulate eating habits according to needs of physical growth and development.Keywords: hypertension, adolescent, gender, family history of disease, BMI, sodium intake, physical activity.Correspondence: Mirza Yusrizal. Health Department of Pangkalpinang, Bangka Belitung, Indonesia. Email: mirzayusrizal@yahoo.co.idJournal of Epidemiology and Public Health (2016), 1(1): 27-36https://doi.org/10.26911/jepublichealth.2016.01.01.04