Isa Akhlis
Jurusan Fisika, Universitas Negeri Semarang Kampus Sekaran, Gunungpati Semarang

Published : 28 Documents
Articles

Found 28 Documents
Search

PENGEMBANGAN PROGRAM VRML (VIRTUAL REALITY MODELLING LANGUAGE) UNTUK E-LEARNING BERBASIS WEB TERINTEGRASI DALAM PHP-MySQL MATA KULIAH ILMU PENGETAHUAN BUMI DAN ANTARIKSA POKOK BAHASAN SISTEM TATA SURYA Anas, Azwar; Hardyanto, Wahyu; Akhlis, Isa
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 4, No 2 (2006)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemahaman tentang fenomena sistem tata surya  membutuhkan daya imaginasi yang cukup. Hal ini merupakan salah satu kesulitan dalam memahami materi tentang sistem tata surya, sehingga diperlukan adanya visualisasi untuk membantu mengatasi kesulitan tersebut. Salah satu visualisasi adalah dengan menggunakan program visualisasi 3D. Pembuatan program diawali dengan identifikasi masalah dan persiapan perangkat lunak. Dalam hal ini program yang digunakan adalah VRML(Virtual Reality Modelling Language). Pelaksanaan pembuatan program dimulai dengan memodelkan gejala-gejala fisis yang terkait dengan fenomena sistem tata surya. Bahasa pemrograman VRML hanya mampu melakukan perhitungan dasar yang sangat sederhana. Untuk perhitungan data yang kompleks digunakan bantuan Microsoft Office Excel. Data yang dihasilkan dari perhitungan menggunakan Microsoft Office Excel kemudian dimasukkan ke dalam list program VRML. Hasil penelitian berupa pemodelan sistem tata surya yang diintergrasikan dalam e-learning berbasis web. Untuk menampilkan hasil program ini digunakan browser Cortona VRML player. Tampilan 3D yang dihasilkan menarik dan interaktif. User dapat mengamati model 3D dari berbagai sudut pengamatan dengan menggunakan toolbar yang tersedia pada browser. Kata kunci : VRML, visualisasi 3D, sistem tata surya
IMPLEMENTASI METODE HISTOGRAM EQUALIZATION UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS CITRA DIGITAL Akhlis, Isa
Jurnal Fisika Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Jurnal Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Radiografi dapat digunakan untuk membantu mendiagnosis penyakit dalam bidang medis. Umumnya citra radiograf masih tampak kabur sehingga memerlukan pengolahan untuk menghilangkan atau mengurangi kekaburan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mendesain perangkat lunak untuk meningkatkan kualitas citra digital foto Roentgen yaitu dengan meningkatkan kontras citra tersebut. Salah satu metode untuk meningkatkan kontras citra digital adalah dengan menggunakan metode histogram equalization. Metoda tersebut membuat tingkat keabuan citra tersebar merata pada semua tingkat keabuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metoda histogram equalization dapat digunakan untuk meningkatkan kontras citra.  Hal ini dapat langsung dilihat pada layar monitor.   Kata kunci: citra radiograf,  histogram equalization
Pengembangan LMS (Learning Management System) Berbasis Web untuk Mengukur Pemahaman Konsep dan Karakter Siswa Wibowo, Agung Tri; Akhlis, Isa; Nugroho, Sunyoto Eko
Scientific Journal of Informatics Vol 1, No 2 (2014): November 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sji.v1i2.4019

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah berkembang pesat dalam bidang pendidikan dengan lahirnya e-learning. E-learning dapat membantu guru dalam memantau keaktifan siswa dengan penugasan, forum diskusi maupun aktivitas lain, sehingga karakter dapat dideskripsikan melalui e-learning. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan Software Learning Management System (LMS). LMS adalah aplikasi perangkat lunak untuk kegiatan online, program pembelajaran elektronik (e-learning program) dan isi pelatihan. Selain itu, penelitian ini juga menyelidiki respon dari siswa terhadap LMS dan menguji keefektifannya dalam meningkatkan pemahaman konsep serta mengembangkan karakter siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian pengembangan. Uji produk menggunakan Pre Experimental Design dengan jenis Pretest and Posttest One Group Design. Instrumen penelitian berupa angket uji ahli, angket tanggapan, tes tertulis dan lembar observasi karakter. Teknik analisis data uji kefektifan menggunakan uji gain. Hasil tanggapan siswa untuk keseluruhan aspek mendapatkan prosentase diatas 82,5% kategori sangat baik. Hasil uji gain pemahaman konsep sebesar 0,56 dengan kategori sedang, artinya LMS efektif meningkatkan pemahaman konsep siswa. Sedangkan uji gain karakter 0,16 kategori rendah, artinya belum efektif mengembangkan karakter siswa.
Recognition Number of The Vehicle Plate Using Otsu Method and K-Nearest Neighbour Classification Hidayah, Maulidia Rahmah; Akhlis, Isa; Sugiharti, Endang
Scientific Journal of Informatics Vol 4, No 1 (2017): May 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sji.v4i1.9503

Abstract

The current topic that is interesting as a solution of the impact of public service improvement toward vehicle is License Plate Recognition (LPR), but it still needs to develop the research of LPR method. Some of the previous researchs showed that K-Nearest Neighbour (KNN) succeed in car license plate recognition. The Objectives of this research was to determine the implementation and accuracy of Otsu Method toward license plate recognition. The method of this research was Otsu method to extract the characteristics and image of the plate into binary image and KNN as recognition classification method of each character. The development of the license plate recognition program by using Otsu method and classification of KNN is following the steps of pattern recognition, such as input and sensing, pre-processing, extraction feature Otsu method binary, segmentation, KNN classification method and post-processing by calculating the level of accuracy. The study showed that this program can recognize by 82% from 100 test plate with 93,75% of number recognition accuracy and 91,92% of letter recognition accuracy. 
Comparative Analysis of Simple Additive Weighting Method and Weighted Product Method to New Employee Recruitment Decision Support System (DSS) at PT. Warta Media Nusantara Setyawan, Agus; Arini, Florentina Yuni; Akhlis, Isa
Scientific Journal of Informatics Vol 4, No 1 (2017): May 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sji.v4i1.8458

Abstract

Issue handling of inadvertence situations in the decision-making process of recruiting new employees at PT. Warta Media Nusantara that use criteria value of interviews, field test, a psychological test and medical check-up requires Multi Attribute Decision Making (MADM) as an auxiliary method of decision-making on the prospective eligible employee to be accepted in the company. There are various MADM methods, such as Simple Additive Weighting (SAW) method and Weighted Product (WP) method. Both of these methods are known as the most common method used in handling MADM issues, so in this study both methods are applied to the DSS and analyzed the differences in terms of obtained results and the execution time required for each method. The results of the study of the application of SAW and WP methods in the recruitment of new employees DSS there are some differences in the results of the candidates rank order and the differences in execution time of each method. The differences in rank order of these methods are due to the effects of alternative values, weighting criteria, and the calculation method. WP method is able to provide more rigorous result than SAW method, while the difference in execution time of SAW and WP methods explains that the execution time of SAW method relatively quick because SAW calculation method has a simpler process than the process of WP calculation methods 
PENGEMBANGAN MEDIA INTERAKTIF PEMBELAJARAN IPA TERPADU TEMA MATA UNTUK SISWA KELAS VIII Viyanti, Nur; Parmin, Parmin; Akhlis, Isa
Unnes Science Education Journal Vol 3 No 1 (2014): February 2014
Publisher : Unnes Science Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v3i1.2953

Abstract

Berdasarkan Permendiknas No. 22 tahun 2006 pembelajaran IPA seharusnya dilakukan secara terpadu. Namun kenyataannya belum ada perangkat pembelajaran IPA secara terpadu dan media yang mampu memaparkan keterpaduan bidang kajian IPA. Tema mata mempelajari konsep abstrak yang membutuhkan media untuk menggambarkan konsep abstrak menjadi pengalaman konkret. Penelitian ini bertujuan menghasilkan sebuah media pembelajaran IPA terpadu yang layak dan efektif digunakan dalam pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development). Berdasarkan validasi pakar, tanggapan guru dan siswa serta hasil evaluasi siswa, maka media interaktif layak digunakan sebagai media pembelajaran IPA terpadu tema mata. Based on the  Regulation of National Education Minister (Permendiknas) Number 22 year 2006, educating science should be done integratedly. However, in fact integrated science learning equipment and media that can represent the integration of study in science field have not been provided well. The theme “eye” studies about the abstract concepts which need media to represent them into concrete experiences. This research aims to produce a feasible and effective integrated science learning media to be used in teaching- learning process. Research method used in  this study is Research and Development. Based on expert validation, the teacher’s and students’ feedback and opinion, and also the result of the evaluation, it can be concluded that interactive media is feasible to be used as integrated science learning media themed “eye”.  
PENGEMBANGAN E-DIAGNOSTIC TEST UNTUK IDENTIFIKASI TINGKAT PEMAHAMAN KONSEP SISWA SMP PADA TEMA OPTIK DAN PENGLIHATAN Yoanita, Pradika; Akhlis, Isa
Unnes Science Education Journal Vol 4 No 1 (2015): February 2015
Publisher : Unnes Science Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v4i1.5015

Abstract

Hasil analisis perolehan nilai siswa kelas VIII pada mata pelajaran IPA di SMP Negeri 2 Magelang, menunjukkan bahwa pada tema optik dan penglihatan, hanya 61% siswa yang memenuhi kriteria ketuntasan. Hal ini menunjukkan kurangnya pemahaman siswa, sehingga diperlukan alat tes yang dapat mendiagnosis tingkat kemampuan siswa dalam memahami konsep yang diajarkan. Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development, yang bertujuan untuk mengembangkan e-diagnostic test berbasis web, yang layak digunakan untuk mengidentifikasi tingkat pemahaman konsep siswa pada ranah kognitif, khususnya tema optik dan penglihatan.. Validasi oleh pakar instrumen tes dan media berturut-turut ialah 95,83% dan 94,44% dan termasuk dalam kategori sangat layak. Angket tanggapan siswa pada skala kecil sebesar 78%, skala luas 87%, dan implementasi 90%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang memenuhi kriteria kelulusan minimal hanya 6 orang, dari jumlah keseluruhan 22 siswa. Konsep yang paling rendah presentase tingkat pemahamannya ialah indikator 1 (mengetahui definisi dan sifat cahaya), dan indikator 2 (memahami syarat dan proses terjadinya pemantulan dan pembiasan cahaya). Pada pengetahuan definisi dan sifat cahaya, 36% siswa mengalami misunderstanding, dan 50% siswa mengalami instrumental understanding. Pada pemahaman syarat dan proses terjadinya pemantulan dan pembiasan cahaya, 36% siswa mengalami misunderstanding, dan 20% mengalami instrumental understanding. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa e-diagnostic test telah layak digunakan untuk mendiagnosis tingkat pemahaman konsep siswa. The science score analysis’ result of the 8th grade students’ in 2 Magelang Junior High School showed that there were only 61% of student who is achieved the criterion referenced. It shows the lackness of understanding by the students, so then we need a test instrument which is could diagnose their ability to understanding the concepts that have been tought. This research is aimed to develop e-diagnostic test on web-based, which is proper to be used to identifying the students’ understanding in cognitive domain, especially in optic and vision topic. Students’ capability and weakness are directly known, so then teacher could gives an appropriate feedback to each student. Validation of test instrument and media are showing the result 95,83% and 94,44%, which is included in a very appropriate category. Students’ questionnaire is showing result 78% on the small class stage, 87% on wide class, and 90% on implementation. The research result was showing that only 6 students who could pass the criterion referenced. The lowest percentage of concept understanding are the first indicator (Understanding the light’s definition and characteristics), and the second indicator (conceiving the requirements and the process of the light’s reflection and refraction). 36% students are on misunderstanding phase, and 50% are on instrumental understanding, in the ability of understanding the light’s definition and characteristics. 36% students are on misunderstanding phase, and 20% are on instrumental understanding, in the ability of conceiving the requirement and the process of the light’s reflection and refraction. This research result was showing that e-diagnostic test is able to diagnose the concept understanding of the students. 
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA AUDIOVISUAL PADA PEMBELAJARAN ENERGI DALAM SISTEM KEHIDUPAN PADA SISWA SMP Wahyuni, Tri; Widiyatmoko, Arif; Akhlis, Isa
Unnes Science Education Journal Vol 4 No 3 (2015): December 2015
Publisher : Unnes Science Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v4i3.8848

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan medai audiovisual terhadap minat dan hasil belajar siswa SMP kelas VIII tema energi dalam sistem kehidupan. Populasi dalam penelitian ini adalah semua kelas VIII SMP N 2 Sulang, sampel penelitian adalah siswa kelas VIII A dan VIII C diambil dengan teknik purposive sampling. Jenis penelitian ini adalah Quasi Eksperimental Design dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata minat kelas eksperimen sebesar 83,37% sedangkan rata-rata kelas kontrol sebesar 79,02%. Siswa yang diajar dengan menggunakan media audiovisual rata-rata minat belajarnya lebih tinggi dibanding dengan rata-rata minat kelas kontrol. Dengan minat belajar yang tinggi tentu memiliki hasil belajar yang tinggi pula. Hal ini ditunjukkan dengan rata-rata hasil belajar kelas eksperimen lebih tinggi dibanding dengan rata-rata belajar kelas kontrol. Kelas eksperimen memiliki rata-rata hasil belajar sebesar 83,82 sedangkan rata-rata hasil belajar kelas kontrol sebesar 78,43. Sama halnya dengan ketuntasan klasikal kelas eksperimen lebih tinggi dibanding kelas kontrol. Berdasarkan hasil analisis rata-rata minat belajar siswa diperoleh t hitung sebesar 1,98 dan t tabel sebesar 1,68. Berdasarkan  rata-rata hasil belajar siswa diperoleh hasil t hitung sebesar 1,965 dan t tabel sebesar 1,68 sehingga dapat disimpulkan dari kedua analisis di atas bahwa  penggunaan media ausio visual efektif terhadap minat belajar siswa dan hasil belajar siswa. This study aims to determine the effectiveness of the use of audio-visual media against interest and student learning outputs junior class VIII theme of energy in living systems. Population in this research is all class VIII SMP N 2 Sulang, samples were students of class VIII A and VIII C is taken by purposive sampling technique. The design of this study was Quasi Experimental Design with design Nonequivalent Control Group Design. The results showed that the average interest of 83.37% experimental class while the average grade of 79.02% control. Students are taught using audio-visual media interest in learning on average higher than average interest in the control class. With a high learning interest certainly has a high learning outputs as well. This is indicated by the average results of experimental class learning higher than the average of the control class learning. Experimental class has an average of learning outputs of 83.82 while the average learning outputs control class is 78.43. Similarly, the classical completeness experimental class is higher than the control class. Based on the average results of the analysis of student interest earned of 1.98 t and t table at 1.68. Based on the average results of student learning results obtained t calculate equal to 1.965 and t table at 1.68 so it can be inferred from the above analysis that the use of audiovisual media effective against the interest of student learning and student learning outputs.
PENERAPAN GENIUS LEARNING UNTUK MENGUKUR KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI EKOSISTEM Andriyani, Resti; Parmin, Parmin; Akhlis, Isa
Unnes Science Education Journal Vol 4 No 3 (2015): December 2015
Publisher : Unnes Science Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v4i3.8852

Abstract

Hasil observasi di SMPN 5 Semarang diperoleh informasi bahwa proses pembelajaran IPA kurang bisa mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa. Berdasarkan informasi tersebut, maka diperlukan adanya variase pembelajaran yang dapat menumbuhkan keterampilan berpikir kritis siswa. Salah satu pendekatan pembelajaran yang prosesnya dapat menumbuhkan keterampilan berpikir kritis siswa adalah genius learning. Penelitian ini menerapkan pendekatan genius learning untuk mengukur keterampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep siswa pada materi ekosistem. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh penerapan pendekatan genius learning terhadap keterampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep siswa. Desain penelitian ini ialah quasi eksperimental design dengan bentuk nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua kelas VII SMPN 5 Semarang, sampel penelitiannya adalah siswa kelas VII C (kelas eksperimen) dan VII E (kelas kontrol) diambil dengan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, metode angket dan metode tes. Analisis data yang digunakan untuk mengukur pengaruh variabel bebas dengan variabel terikat adalah korelasi product moment. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pendekatan genius learning dan variabel terikat adalah keterampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep siswa. Pengaruh penerapan genius learning terhadap pemahaman konsep dilihat dari hasil analisis korelasi product moment (rxy) adalah 0,43 (kategori sedang) dan pengaruh genius learning terhadap keterampilan berpikir kritis siswa adalah 0,85 (kategori sangat kuat). Berdasarkan Hasil penelitian dapat disimpulkan penerapan genius learning berpengaruh terhadap peahaman konsep siswa dan berpengaruh positif terhadap keterampilan berpikir kritis siswa. The result of observations in SMPN 5 Semarang obtained inforations that science learning process was less able to develop student’s critical thinking skill. Based on that inforation, it’s necessary to have learning process to develop student’s critical thinking skills. One of learning approach that can develop student’s critical thinking skills is genius learning. This research is an application of genius learning strategy for measuring student’s critical thinking skills and concept comprehension in ecosystem lesson. The reseach’s aim is knowing the influence of genius learning approach toward student’s critical thingking skills and student’s science concept comprehension. Design of this research is quasi eksperimental design using form nonequivalent control group design. Population that used is student of SMPN 5 Semarang in 7th grade. The sampel is student of class 7C (experimental class) and 7E (control class) taken by purposive sampling. For the data collection, this research used test methods, observation method and questionnaire result.To analyze the data influence of independent variable and dependent variable, was use corelation product  moment formula. Independent variable in this research is genius learning approach, and dependent variable are critical thinking skill and concept comprehension.  Influence of genius learning application concerning to concept comprehension can be seen from the analyze of correlation product moment (rxy) is 0,43 (middle category) ang influence of genius learning application concerning to critical thinking skills is 0,85 (very strong category). Based on the result, the conclusion is genius learning influential to concept comprehension and positively influential to student’s critical thinking skills.
PENGEMBANGAN CD INTERAKTIF PEMBELAJARAN IPATERPADU TEMA ENERGI DALAM KEHIDUPAN UNTUK SISWA SMP Wulandari, Feby Rizka Ayuning; Dewi, Novi Ratna; Akhlis, Isa
Unnes Science Education Journal Vol 2 No 2 (2013): July 2013
Publisher : Unnes Science Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v2i2.2033

Abstract