Articles

Found 24 Documents
Search

Kinerja Induk Kambing Peranakan Etawah pada Pola Pemeliharaan Sistem Kandang Kelompok dan Kandang Individu di Kecamatan Turi Kabupaten Sleman Aka, Rahim; Budisatria, I Gede S.; Ngadiono, Nono
Buletin Peternakan Vol 32, No 3 (2008): Buletin Peternakan Vol. 32 (3) Oktober 2008
Publisher : Fakultas Peternakan UGM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (814.433 KB)

Abstract

File lengkap ada dalam bentuk PDF dibawah ini
Asam lemak trans (trans-C18:1) dalam susu kambing Tasse, Andi Murlina; Aka, Rahim
Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan Vol 24, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.281 KB)

Abstract

Trans fatty acid such as trans-octadecenoic acid (trans C18:1) in goat milk could be detected using silver-ion thin layer chromatography. Measurement of trans fatty acid content of goat milk derived from 8 Peranakan Etawah (PE) goats. The goats were divided into 2 groups in which group 1 was fed by elephant grass while group 2 was fed by native grass. The study showed that the proportion of trans fatty acid toward total fatty acid in group 1 and group 2 were 1.04% and 2.04% respectively. It was concluded that native grass could increase the proportion of trans fatty acid. Vaccenic acid trans-11 (C18:1) was the main content of trans fatty acid isomer in goat milk.   Key words : Trans fatty acid, Goat milk, PE
DOE PRODUCTIVITY AND KID CROP OF ETAWAH GRADE DOES KEPT UNDER INDIVIDUAL AND GROUP HOUSING IN TURI SUB DISTRICT, SLEMAN DISTRICT - DIY PROVINCE Aka, Rahim
MEDIAGRO Vol 4, No 2 (2008)
Publisher : MEDIAGRO

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.896 KB)

Abstract

The research was conducted to investigate doe productivity and kid crop of Etawah Grade does under individual and group housing at Girikerto village, sub district of Turi, Sleman? -? DIY Province. Material consisted of farmers and their Etawah Grade does kept under individual and group housing. Descriptive and analytic survey method were applied to collect data. Purposive sampling method was applied to collect data. On average, 17 and 14 does and their kids respectively for group housing and individual management system were studied. Data? consisted? kid crop, litter size, kidding interval,? weaning weight, and doe productivity. Descriptive analysis was kid crop and to compare the kidding interval, litter size, weaning weights? and doe productivity? were analyzed using Independent Samples T-test? to identify differences between individual and group housing management systems.? The result showed that kid crop at group housing management system were? 225.7% it was higher than those of individual management systems that is 176.6%.? Litter size and weaning weight were no significantly differ, while kidding interval and? doe productivity? differ (P<0.05) between both management systems.? It was concluded that? doe productivity and kid crop? of Etawah Grade does under group housing was better than individual management system. ? Keywords:? Doe? productivity,? Kid? Crop,? Etawah? Grade goats,? group? and ? Individual housing
MUTU DAGING SAPI BALI YANG DIMARINASI DALAM JUS BUAH PINANG (Areca catechu L.) DENGAN KONSENTRASI YANG BERBEDA Isyqzamiyah, Sitti; Aka, Rahim; Tasse, Andi Murlina
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 4, No 2 (2017): JITRO, Mei
Publisher : Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.57 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan Untuk mengetahui mutu daging sapi yang dimarinasi dalam jus buah pinang (Areca catechu L.) dengan konsentrasi yang berbeda. Variable yang diamati adalah warna, aroma, tekstur, susut masak dan mutu kimia. Penelitian telah dilaksanakan di UPT. Laboratorium Terpadu Universitas Halu Oleo Kendari pada bulan Januari 2016. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL)  dengan 5 perlakuan yaitu daging yang dimarinasi dalam jus buah pinang 55 % (P1), daging yang dimarinasi dalam jus buah pinang 60 % (P2), daging yang dimarinasi dalam jus buah pinang 65 % (P3), dan daging yang dimarinasi dalam jus buah pinang 70 % (P4). dan 3 ulangan. Variable meliputi uji organoleptik (warna, aroma dan tekstur), uji kualitas fisik (susut masak), dan uji kualitas kimia (kadar air dan kadar protein). Hasil penelitian diperoleh 1. Uji organoleptik pada daging sapi yang dimarinasi dalam jus buah pinang dengan konsentrasi yang berbeda menunjukkan warna yang berbeda sangat nyata (P<0,01) yaitu menghasilkan warna daging merah (2,08–2,35), aroma menunjukkan pengaruh yang tidak nyata (P>0,05) yaitu menghasilkan aroma khas daging dan sedikit aroma pinang (1,85–1,98) serta tekstur menunjukkan pengaruh yang tidak nyata (P>0,05) yaitu tekstur daging yang sedang (2,05–2,35). 2. Susut masak daging sapi yang dimarinasi dalam jus buah pinang dengan konsentrasi yang berbeda menunjukkan pengaruh yang tidak nyata (P>0,05). 3. Kadar Air dan kadar protain daging sapi yang di marinasi dalam jus buah pinang dengan konsentrasi yang berbeda menunjukkan pengaruh yang tidak nyata (P>0,05). Kata kunci : Jus buah pinang, Daging sapi bali, Organoleptik, Mutu Fisik, Mutu Kimia 
PERTAMBAHAN ALAMIAH DAN DISTRIBUSI ANGKA KELAHIRAN SAPI BALI DI KOTA BAUBAU Asana, Farida; Ba'a, La Ode; Aka, Rahim
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 5, No 1 (2018): JITRO, Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.622 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertambahan alamiah distribusi angka kelahiran sapi bali di Kota Baubau. Diharapkan hasil penelitian ini bermanfaat sebagai informasi  mengenai pertambahan alamiah dan distribusi angka kelahiran sapi bali di Kota Baubau. Penentuan lokasi penelitian di kota Baubau ditentukan secara purposive samplingyaitudi pilih 3 (tiga) kecamatan yang memiliki populasi sapi bali terbanyak yaitu (Kecamatan Bungi, Kecamatan Sorawolio dan Kecamatan Lea-lea). Pemilihan responden penelitian di tingkat desa  di lakukan secara purposive sampling  dengan kriteria peternak yang di jadikan responden adalah peternak yang memiliki sapi bali induk yang pernah melahirkan. Variabel  yang diamati adalah jumlah populasi ternak sapi bali, persentase  kelahiran, persentase kematian, dan angka kelahiran bulanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai persentase kelahiran  sapi bali  sebesar  45,40%tahun, persentase kematian sapi bali sebesar 7,86%tahun, pertambahan alamiah  populasi 37,54%tahun dan rata-rata distribusi kelahiran bulanan 14% ekor/bulan  dengan persentase induk yang melahirkan dalam setahun 86,08% dari jumlah total populasi induk 194 ekor. Dapat disimpulkan bahwa nilai pertambahan alamiah  populasi  dan distribusi  angka kelahiran bulanan di Kota Baubau cukup tinggi.Kata kunci : Pertambahan alamiah,  Angka kelahiran bulanan, Sapi bali.
EVALUASI KINERJA PROGRAM PENGEMBANGAN SAPI POTONG BANTUAN DINAS PERTANIAN DAN KEHUTANAN KOTA KENDARI Haadii, abdul; Aka, Rahim; Ba'a, La Ode
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 5, No 2 (2018): JITRO, Mei
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.916 KB)

Abstract

Salah satu upaya pengembangan sapi potong yang di lakukan oleh Dinas Pertanian dan Kehutanan Kota Kendari adalah pemberian bantuan kepada kelompok tani yang ada di Kota Kendari.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan populasi sapi potong, permasalahan dan kebijakan pemerintah Kota Kendari dalam pengembangan peternakan sapi potong di Kota Kendari.Metode penelitian adalah sensus dan sampel ditentukan secara purposive yaitu Kecamatan Baruga, Poasia, Abeli, Puwatu dan Mandonga.Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan pengamatan langsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok tani penerima bantuan hibah program  pengembangan sapi potong tersebut  terdiri dari 22 kelompok tani ternak dengan jumlah bantuan 10 ekor perkelompok. Pola pemeliharaan sapi potong di Kota Kendari umumnya dilakukan secara semi intensif (92,3%), rata-rata perkembangan populasi sapi bantuan 24 ekor/tahun. Permasalahan pengembangan sapi potong yang dominan muncul dalam pengembangan sapi potong adalah musim kemarau sulit diperoleh hijauan makanan ternak, harga berfluktuasi, lahan penggembalaan sempit.Dukungan kebijakan yaitu peraturan daerah tentang peternakan dan kesehatan hewan. Hasil evaluasi program di lapangan dilaksanakan sesuai dengan petunjuk teknis program sehingga layak untuk dilanjutkan. Saran dari hasil penelitian ini adalah perlu adanya pengembangan lahan hijauan makanan ternak dan kelompok tani penerima bantuan sebaiknya diprioritaskan kepada kelompok tani yang memiliki lahan penggembalaan yang cukup luas untuk mengantisipasi kekurangan hijauan pada musim kemarau.Kata kunci : Evaluasi kinerja program pengembangan, Sapi potong.
PENINGKATAN NILAI NUTRISI KULIT ARI BIJI KEDELAI YANG DIFERMENTASI DENGAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI EFEKTIVITAS MIKROORGANISME (EM-4) DAN WAKTU INKUBASI YANG BERBEDA Auza, Fuji Astuty; Badaruddin, Rusli; Aka, Rahim
Indonesian Journal of Fundamental Sciences Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.253 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat level dan waktu inkubasi terbaik pemberian EM4 terhadap nilai nutrisi kulit ari kedelai. Penelitian akan dilaksanakan di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak Jurusan Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo, Kendari. Penelitian ini menggunakan metode percobaan laboratorium dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial. Faktor pertama adalah pemberian level EM-4 , yaitu 0 cc, 1 cc, 2 cc dan 3 cc, faktor kedua ialah waktu inkubasi yang berbeda, yaitu inkubasi 0 jam, inkubasi 24 jam, inkubasi 48 jam, dan inkubasi 72 jam yang masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Peubah yang diamati adalah bahan kering, abu, protein kasar, dan serat kasar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian level EM-4 dan waktu inkubasi yang berbeda pada tepung kulit ari biji kedelai memberikan perbedaan nyata (P<0.05) pada nilai kadar abu dan serat kasar, tetapi tidak berbeda nyata (P>0.05) pada nilai bahan kering dan protein kasar, namun ada peningkatan atau perbaikan protein kasar dari tepung kulit ari biji kedelai pada level pemberian 3 cc EM-4 dan waktu inkubasi 72 jam.
SUSUT MASAK DAN KUALITAS ORGANOLEPTIK BAKSO DAGING SAPI DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG SAGU PADA LEVEL YANG BERBEDA Rosita, Fera; Hafid, Harapin; Aka, Rahim
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 2, No 1 (2015): JITRO, Januari
Publisher : Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.341 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk olahan daging dengan kualitas yang lebih baik dan untuk mengevaluasi daya suka konsumen terhadap bakso daging sapi dengan penambahan level tepung sagu yang berbeda melalui uji fisik dan organoleptik telah dilaksanakan di Laboratorium Jurusan Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Haluoleo Kendari pada bulan Januari 2013. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap yaitu 3 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang dilakukan adalah penambahan tepung sagu dengan level 15% (P1), 25% (P2) dan 35% (P3). Variabel penelitian meliputi susut masak dan kualitas organoleptik (rasa, aroma, warna, tekstur dan keempukan). Hasil penelitian diperoleh bahwa penambahan tepung sagu 25% dan 35% menghasilkan susut masak yang lebih rendah daripada penambahan tepung sagu 15%. Penambahan tepung sagu 15% dan 25% menghasilkan rasa dan keempukan yang lebih baik daripada penambahan tepung sagu 35%. Aroma bakso memiliki rataan skor 3 (cukup disukai), warna bakso memiliki rataan skor 3 (agak abu-abu) dan tekstur bakso memiliki rataan skor 3 yang dikategorikan (agak kasar). Disimpulkan bahwa penambahan level tepung sagu yang berbeda mempengaruhi susut masak (p<0,01), rasa dan keempukan (p<0,05) produk olahan dan tidak mempengaruhi aroma, warna dan tekstur produk olahan.Kata kunci : Bakso, Kualitas fisik, Organoleptik, Tepung sagu
Kinerja Induk Kambing Peranakan Etawah pada Pola Pemeliharaan Sistem Kandang Kelompok dan Kandang Individu di Kecamatan Turi Kabupaten Sleman Aka, Rahim; Budisatria, I Gede S.; Ngadiono, Nono
Buletin Peternakan Vol 32, No 3 (2008): Buletin Peternakan Vol. 32 (3) Oktober 2008
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (814.433 KB)

Abstract

File lengkap ada dalam bentuk PDF dibawah ini
KARAKTERISTIK TELUR TETAS PARENT STOCK AYAM BROILER YANG DIFUMIGASI DAN TANPA FUMIGASI Hariani, Fifi; Pagala, Muhammad Amrullah; Aka, Rahim
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 4, No 1 (2017): JITRO, Januari
Publisher : Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.086 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik telur tetas parent stock ayam broiler yang difumigasi dan tanpa fumigasi. Penelitian ini dilaksanakan di PT. Mega Satwa Perkasa, Desa Todopulia, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada bulan September 2016. Secara umum penelitian dilaksanakan dua tahap yaitu tahap persiapan fumigasi dan tahap pengumpulan data. Telur tetas dibagi dalam dua perlakuan, yaitu telur tetas yang difumigasi dan telur tetas tanpa fumigasi. Setiap perlakuan diulang sepuluh kali, sehingga terdapat 20 unit percobaan dan setiap unit menggunakan 10 butir telur sehingga telur tetas yang digunakan berjumlah 200 butir. Parameter yang diamati pada penelitian ini yaitu  fertilitas, daya tetas dan hasil tetas. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa telur tetas yang difumigasi dan tanpa fumigasi tidak berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap fertilitas, daya tetas dan hasil tetas.  Kata kunci : Telur tetas, Parent stock ayam broiler, Fumigasi