p-Index From 2014 - 2019
9.413
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Gizi dan Pangan Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan J@TI (TEKNIK INDUSTRI) Jurnal Beraja Niti Jurnal Sains dan Seni ITS Jurnal Kedokteran Brawijaya Buletin Limbah Jurnal Forum Nuklir Jurnal Iptek Nuklir Ganendra Jurnal Teknologi Pengelolaan Limbah Urania Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir Industrial Engineering Online Journal Jurnal Kesehatan Masyarakat Journal of Nutrition College Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Media Komunikasi Geografi Jurnal Kreatif Tadulako Online Jurnal MIPA Jurnal Celtic Pendidikan Biologi Teknosains Jurnal Kesehatan SAMODRA ILMU Jurnal Sumber Daya Alam dan Lingkungan Perspective Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Jurnal Varidika: Varia Pendidikan Jurnal Zeolit Indonesia Taqdir Jurnal Dunia Keperawatan Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah PROFIT : Kajian Pendidikan Ekonomi dan Ilmu Ekonomi Jurnal Keperawatan Sriwijaya Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Jurnal Penelitian Teh dan Kina Jurnal Manajemen Al-Kimia Chimica et Natura Acta ABDIMAS TALENTA Indonesian Journal of Chemistry Window of Health : Jurnal Kesehatan Jurnal Smart PAUD The Southeast Asian Journal of Midwifery Indonesian Fisheries Research Journal Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Buana Pendidikan: Jurnal Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan WAHANA Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia Consilium AKMEN Jurnal Ilmiah Academic Journal Perspective : Education, Language, and Literature Jurnal Segara PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Ilmiah Dikdaya JETL (Journal Of Education, Teaching and Learning) Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Jurnal SMART Kebidanan INDONESIAN JOURNAL OF MEDICAL LABORATORY SCIENCE AND TECHNOLOGY Jurnal Ilmiah Advokasi Adaara: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Jurnal Keperawatan Priority Al-Khidmat
Articles

SENSITISASI PADA PENGELASAN TABUNG BAJA TAHAN KARAT AISI 304 WADAH LIMBAH SUMBER 226Ra BEKAS RADIOTERAPI. Aisyah, Aisyah
Jurnal Teknologi Pengelolaan Limbah Vol 14, No 1 (2011): juni 2013
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pusat Teknologi Limbah Radioaktif melakukanpengelolaan limbah sumber 226Ra bekas radioterapi dengan cara memasukkan limbah kedalam tabungbaja tahan karat AISI 304 yang ditutup dengan cara pengelasan. Tabung yang telah berisi limbahdimasukkan kedalam Long Term Storage Shield (LTSS), dan kemudian LTSS dimasukkan kedalamshell drum 200 liter untuk penyimpanan sementara. Sensitisasi pada pengelasan baja tahan karat AISI304 adalah dimungkinkan. Telah dilakukan penelitian sensitisasi pada pengelasan tabung baja tahankarat AISI 304 wadah limbah dengan parameter arus pengelasan. Sensitisasi ditandai denganterbentuknya presipitat Cr23C6 pada batas butir, dan adanya presipitat diamati dengan mikroskop optikdan elektron. Uji tarik guna mendukung pengamatan struktur mikro dilakukan untuk mengetahuikekuatan tabung wadah limbah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arus optimal pada pengelasantabung baja tahan karat AISI 304 wadah limbah adalah 110 A dengan kuat tarik 64 kg/mm2. TerbentukHAZ dalam daerah 14 mm dari sumbu las dengan kekerasan tertinggi 162 HVN. Pada HAZ terjadisensitisasi, namun presipitat Cr23C6 yang terbentuk pada batas butir masih terisolir antara satu denganyang lain dan korosi batas butir tidak signifikan. Sensitisasi pada pengelasan tabung wadah limbahdengan kondisi seperti ini diyakini berada dalam batas yang selamat.
FAKTOR-FAKTOR YANG MELATARBELAKANGI INTENSITAS TERAPI PERILAKU AUTISME METODE ABA (APPLIED BEHAVIOR ANALYSIS) PADA ANAK AUTIS DI RUMAH Aisyah, Aisyah; Asmika, Asmika; Setijowati, Nanik
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 19, No 2 (2003)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT The Autism children in Indonesia had increased drastically every year. From HOPA’s (Himpunan Orang tua Peduli Autisme) data, inMalang and surrounding area, there were 12 autism children in 2001, 98 children ini 2002 and increased to 120 children in June 2003.Major behavioral therapy centers in Indonesian are using ABA method for autism’s therapy. The3 intensity of ABA methode needs toapply at leas 40 hours a week to get on optimal result. However, in  “ A- PLUS ” Dharma Wanita Autistic Behavioral Therapy Center,the intensity of ABA methode didn’t achieve the target. Thus the lack of time should be substitute by applying at home. The objectiveof the study is to observe the factors that influence the intensity of autistic behavioral therapy with ABA methode to the autismchildrena their home. This research is descriptive observational with cross sectional study using questionaire as instrument. The Study hasbeen  done  17  parents  with  autism  children  whom  received  behavioral  therapy  in  “A-PLUS  “Dharma  Wanita  Autistic  BehavioralTherapy Center Kota Malang. It was held from June until August 2003 using quota sapling technique. The result of the intensity ofABA methode on autistic children at home is sufficient (47%).The respondent’s knowledge about autism and the treatment are good(59%). The father’s occupations are merchant (70%) while the mother’s are housewives (58%). The incomes of the parets are morethan 2 million rupiah monthly (59%).
CEK SILANG MIKROSKOPIS SEDIAAN DARAH MALARIA PADA MONITORING PENGOBATAN DIHIDROARTEMISININ-PIPERAKUIN DI KALIMANTAN DAN SULAWESI Ariyanti, Endah; E, Riyanti; Prasetyorini, Budi; Aisyah, Aisyah; Khairiri, Khairiri; Harun, Syahrial; Handayani, Sarwo; Tjitra, Emiliana
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 22, No 4 Des (2012)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Quality assurance of malaria microscopy is an important issue in health service and health research for a better case management. In monitoring Dyhydroartemisinin-Piperaquine, quality assurance was a part of this research activities at sentinel sites in Kalimantan and Sulawesi. This activity was carried out to confirmed diagnosis of malaria cases that could be analysed, and to evaluate the skill of microscopists to be improved in the future. Quality assurance was assessed based on the results of cross-checking malaria smears which done blindly by certified microscopist from Laboratory of  Parasitology ,National Institute of Health Research and Development, The quality of smears were mostly good, however the error rate was still high (10.9%). Therefore, a better and continuing planning and strategiy is needed to improve and mantain the quality  of  skill microscopists. Keywords: malaria; microscopic, Dyhydroartemisinin-Piperaquine   Abstrak Pemantapan kualitas mikroskopis malaria merupakan isue penting dalam pelayanan dan penelitian kesehatan untuk penanganan kasus yang lebih baik. Pada monitoring pengobatan Dihidroartemisinin-Piperakuin, pemantapan kualitas merupakan bagian dari kegiatan penelitian tersebut di lokasi sentinel (Kalimantan dan Sulawesi). Pemantapan dilakukan untuk mendapatkan kepastian diagnosis kasus malaria yang dapat dianalisis, dan sebagai evaluasi ketrampilan mikroskopis untuk perbaikan dan peningkatan di masa datang. Pemantapan kualitas dinilai berdasarkan hasil cek silang sediaan darah malaria secara blinded yang dilakukan oleh mikroskopis tersertifikasi dari Laboratorium Parasitologi Badan Litbang Kesehatan. Hasil cek silang menunjukkan kualitas  sediaan darah sebagian besar sudah baik meskipun untuk error rate masih tinggi mencapai 10,9%. Oleh sebab itu dibutuhkan rencana dan strategi yang baik dan berkelanjutan untuk memperbaiki dan mempertahankan kualitas tenaga mikroskopis malaria yang handal.   Keywords: malaria; mikroskopis; Dihidroartemisinin-Piperakuin
PENGOLAHAN LIMBAH AKTIVITAS TINGGI DENGAN GELAS FOSFAT Martono, Herlan; Aisyah, Aisyah
Buletin Limbah Vol 10, No 1 (2006): STUDI PENGELOLAAN BAHAN BAKAR NUKLIR BEKAS PLTN JENIS PWR DAN BWR
Publisher : Buletin Limbah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.2 KB)

Abstract

PENGOLAHAN LIMBAH AKTIVITAS TINGGI DENGAN GELAS FOSFAT. Limbah cair pelarut bekas bahan bakar nuklir teriradiasi dari Instalasi Radiometalurgi mempunyai tingkat aktivitas dan panas radiasi yang ditimbulkan tidak setinggi limbah cair aktivitas tinggi (LCAT) dari ekstraksi siklus I proses olah ulang. Umur limbah cair pelarut bekas bahan bakar nuklir lebih pendek dibandingkan LCAT dari proses olah ulang tersebut. Berdasarkan atas karakteristik limbah pelarut bekas bahan bakar nuklir, maka pengolahan atau imobilisasi limbah cair tersebut dapat dilakukan dengan gelas fosfat, walaupun gelas fosfat lebih korosif dan mengalami devitrifikasi pada suhu yang lebih rendah. Keuntungan gelas fosfat adalah dapat bercampur dengan unsur Mo dan titik leburnya lebih rendah dibanding gelas borosilikat. Campuran limbah simulasi berturut-turut 0, 15, 20, 25, dan 30 % berat dengan bahan pembentuk gelas fosfat 100, 85, 80, 75, dan 70 % berat dilakukan dalam crucibel porselin. Masing-masing campuran dipanaskan pada suhu 950 °C dalam crucibel platina selama 2,5 jam, kemudian lelehan gelas-limbah dituang kedalam crucibel grafit. Annealing dilakukan pada suhu 510 °C selama 2jam, kemudian didinginkan dengan laju 16,7 °C/jam sampai suhu kamar sehingga terbentuk gelas-limbah. Contoh gelas-limbah diuji lindih dengan alat Soxhlet pada 100 °C dan 1 atm selama 6 jam. Makin tinggi kandungan limbah makin tinggi laju pelindihannya. Hasil yang dipertimbangkan untuk imobilisasi adalah gelas-limbah dengan kandungan limbah 30 % berat. Kata kunci : limbah aktivitas tinggi, pelarut bekas, gelas-fosfat. TREATMENT OF HIGH LEVEL WASTE BY PHOSPHATE GLASS. Activity and radiation heat of liquid waste of irradiated nuclear fuel spent solvent from Radiometallurgy Installation is lower than high level liquid waste from the first cycle extraction of spent fuel reprocessing. The life time of spent solvent liquid waste is shorter than high level liquid waste from the reprocessing. Based on those characteristics of nuclear fuel spent solvent, so that treatment or immobilization of liquid waste can be conducted by phosphate glass, although phosphate glass more corrosive and lower in temperature devitrification. The advantage of phosphate glass are that it can be mixed with Mo element and it’s melting temperature is lower than borosilicate glass. The mixture of simulated waste with fraction are 0, 15, 20, 25, and 30 % weight and phosphate glass material are 100, 85, 80, 75, and 70 % weight respectively are conducted in the porcelain crucible. Each of the mixtures are heated at 950 °C in the platinum crucible for 2.5 hours. The molted waste-glass are poured in the graphite crucible, and then annealing are conducted at 510 °C for 2 hours, and then cooling rate are conducted with 16,7 °C/hour until room temperature, so that waste-glass are occured. The leaching of the waste-glasses sample are tested for with Soxhlet apparatus at 100 °C and 1 atm for 6 hours. The higher of waste loading, the higher of it’s leaching rate. The consideration for immobilization is the waste-glass with waste loading 30 % weight.
Pengolahan Limbah Produksi Radioisotop Menggunakan Resin Penukar Anion Aisyah, Aisyah; Martono, Herlan; Wati, Wati
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 4 No 1 Mei 2010
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.833 KB)

Abstract

Dalam produksi radioisotop 99Mo akan ditimbulkan limbah radioaktif yang mengandung campuran uranium dan hasil belah. Pengolahan dilakukan untuk memisahkan uranium dari hasil belah menggunakan resin penukar anion. Resin penukar anion akan selektif mengikat uranium dalam bentuk uranium kompleks. Telah dilakukan penelitian pengolahan limbah simulasi dengan konsentrasi uranium 0,05g/L menggunakan resin penukar anion amberlit IRA-400(Cl) dengan cara mengkomplekkan uranium dengan Na2CO3. Variable yang dipelajari adalah jumlah Na2CO3 dan waktu kontak. Penjerapan uranium yang optimal diperoleh pada penambahan Na2CO3. 0,75 gram (U / Na2CO3 ? 0,067), waktu kontak 60 menit dengan penjerapan uranium 88,6 % berat. Resin IRA-400 (Cl) yang jenuh uranium disolidifikasi dengan polimer resin epoksi. Karakterisasi polimer-limbah hasil solidifikasi dilakukan dengan pengukuran densitas, kuat tekan dan laju pelindihan. Densitas ditentukan dengan mengukur berat dan volume polimer-limbah, kuat tekan ditentukan dengan alat uji tekan Paul Weber dan laju pelindihan ditentukan dengan alat sokhlet. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa kandungan limbah yang optimal adalah 20 % berat dengan densitas 1,036 g/cm3, kuat tekan 12,153 kN/ cm2dan tidak terdeteksi adanya pelindihan uranium keluar dari polimer-limbah.
ANALISIS PENGARUH TEMPERATUR LINGKUNGAN KERJA, BERAT BADAN DAN TINGKAT BEBAN KERJA TERHADAP DENYUT NADI (Studi Kasus Ground Handling Bandara Ahmad Yani Semarang) Aisyah, Aisyah; Purwaningsih, Ratna
Industrial Engineering Online Journal Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : Industrial Engineering Online Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas ground handling bandara Ahmad Yani Semarang adalah aktivitas penting yang dilakukan dalam kegiatan penerbangan pesawat. Dan merupakan bagian yang berperan penting terhadap keselamatan penerbangan. Petugas ground handling, khusunya petugas apron bertanggung jawab melakukan persiapan sebelum take off ataupun pada saat landing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi temperatur, berat badan pekerja dan tingkat beban kerja pekerja, mengetahui pengaruh temperatur, berat badan dan tingkat beban kerja terhadap denyut nadi 51 pekerja apron baik secara simultan ataupun individual dan menentukan faktor yang paling berpengaruh terhadap denyut nadi. Pengujian pengaruh hubungan variabel-variabel independen (temperatur lingkungan kerja, berat badan, tingkat beban kerja) terhadap denyut nadi dilakukan  dengan menggunkan uji regresi berganda, uji t dan uji F. Persamaan regresi yang diperoleh adalah ŷ = 141,062 - 1,452 x1 - 0,697 x2 + 11,681 x3. Berdasarkan uji t dan uji f yang telah dilakukan semua variabel independen mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen baik secara simultan ataupun secara individual. Hasil perhitungan koefisien determinasi menunjukkan bahwa temperatur lingkungan mempunyai koefisien R 0,18, berat badan 0,17 dan faktor tingkat beban kerja 0,424.Hal ini berarti bahwa tingkat beban kerja paling berpengaruh terhadap denyut nadi pekerja apron Bandara Ahmad Yani Semarang.ABSTRACTGround handling activities Ahmad Yani airport in Semarang is an important activity carried out in the aircraft flight activity. And a part that is vital to the safety of flight. Ground handling officers, especially officers responsible apron preparation before the flight (take off) or at landing. This study aims to determine the conditions of temperature, body weight and level of workload workers, determine the effect of temperature, body weight and level of workload on the pulse of 51 workers apron either simultaneously or individually. Testing the influence of the independent variables relationship (work environment temperature, body weight, level of workload) of the pulse is done by using multiple regression test, t test and F test Obtained regression equation is Y = 141.062 - 1.452 x1 - 0.697 x2 +11.68 x3. Based on the t test and f test that has been done all the independent variables have a significant influence on the dependent variable either simultaneously or individually. Results of calculation of the coefficient of determination indicates that environmental temperature has a coefficient R 0.18, 0.17 weight factor and 0.424 level workload. This means that the level of workload the most influence on the pulse of the apron workers Ahmad Yani Airport in Semarang.
PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA BERBASIS MASYARAKAT DI RT 50 KELURAHAN SUNGAI PINANG DALAM (TINJAUAN PERATURAN DAERAH KOTA SAMARINDA NOMOR 02 TAHUN 2011 TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH) Aisyah, Aisyah
JURNAL BERAJA NITI Vol 2, No 12 (2013)
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Mulawarman

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.93 KB)

Abstract

Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Berbasis Masyarakat Di RT 50 Kelurahan Sungai Pinang Dalam (Tinjauan Peraturan Daerah Kota Samarinda Nomor 02 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan Sampah) dibawah bimbingan Bapak Dr. La Sina,SH, M.Hum dan Ibu Rika Erawaty SH,MH. Pertambahan jumlah penduduk di perkotaan yang pesat berdampak terhadap peningkatan jumlah sampah yang dihasilkan. Peningkatan jumlah sampah yang tidak diikuti oleh perbaikan dan peningkatan sarana dan prasarana pengelolaan sampah mengakibatkan permasalahan sampah menjadi komplek. Tujuan penelitian ini adalah : 1) Untuk Mengetahui Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Berbasis Masyarakat yang ada di lokasi Kelurahan Sungai Pinang Dalam Kecamatan Samarinda Utara; dan 2) Mengetahui Kendala yang di hadapi pada Pengelolaan Sampah Rumah Tangga yang ada di lokasi Kelurahan Sungai Pinang Dalam Kecamatan Samarinda Utara. Sistem pengelolaan sampah rumah tangga berbasis masyarakat dengan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) solusi dari paradigma cara mengelola sampah dalam arti memilah untuk dimanfaatkan yang pada prakteknya dapat mereduksi secara signifikan timbulan sampah yang dibuang.  Dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat di RT 50, dalam tarap memilah sampah anorganik untuk dijual. Dengan adanya pemilahan sampah kemudian dijual, maka tindakan warga RT 50, sudah bisa mengurangi beban lingkungan.   Kata kunci : Pengelolaan Sampah, sampah berbasis masyarakat
KARAKTERISASI GELAS LIMBAH HASIL VITRIFIKASI LIMBAH CAIR TINGKAT TINGGI Aisyah, Aisyah
Buletin Limbah Vol 16, No 1 (2013): Vol. 16 No.1 Tahun 2013
Publisher : Buletin Limbah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KARAKTERISASI GELAS LIMBAH HASIL VITRIFIKASI LIMBAH CAIR TINGKAT TINGGI. Limbah cair tingkat tinggi (LCTT) ditimbulkan dari ekstraksi siklus pertama proses olah ulang bahan bakar bekas reaktor nuklir. Limbah ini banyak mengandung hasil belah dan sedikit aktinida dan vitrifikasi dilakukan dengan gelas borosilikat. Komposisi limbah cair tingkat tinggi dipengaruhi antara lain oleh jenis reaktor, fraksi bakar, pengayaan uranium, daya reaktor spesifik dan lama pendinginan bahan bakar bekas sebelum divitrifikasi. Agar diperoleh karakteristik gelas limbah yang memenuhi persyaratan, bagi setiap komposisi limbah yang berbeda memerlukan komposisi bahan pembentuk gelas serta kandungan limbah yang berbeda pula. Telah dilakukan karakterisasi densitas, koefisien muai panjang dan laju pelindihan gelas limbah hasil vitrifikasi LCTT simulasi. Karakterisasi gelas limbah dilakukan dengan variabel kandungan limbah 19,84; 22,32; 25,27; 26,59 % berat, dan karakterisasi laju pelindihan dengan variabel kandungan SiO2 dan Al2O3 pada bahan pembentuk gelas masing-masing sebesar 44; 45 ; 46,8 % berat dan 1,4; 2,4; 3,4; 3,7 % berat. Sebagai acuan digunakan gelas limbah standar milik Japan Atomic Energy Agency. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa kandungan limbah yang semakin tinggi akan meningkatkan karakteristik densitas dan laju pelindihan gelas limbah, sedangkan karakteristik koefisien muai panjang relatif tidak berubah. Peningkatan kandungan SiO2 maupun Al2O3 akan menurunkan laju pelindihan. Jika dibandingkan dengan gelas limbah standar maka jumlah kandungan limbah dan bahan pembentuk gelas keduanya tidak signifikan mempengaruhi karakteristik densitas, koefisien muai panjang dan laju pelindihan. Kata kunci: Gelas limbah, limbah cair tingkat tinggi, vitrifikasi, gelas borosilikat CHARACTERIZATION of WASTE GLASS FROM PRODUCT of A HIGH LEVEL LIQUID WASTE VITRIFICATION. High level liquid waste (HLLW) is generated from the first step extraction of nuclear fuel reprocessing. This waste contains an amount of fission products and a few actinides, and such waste was vitrified with borosilicate glass. The composition of high-level liquid waste was influenced by the type of reactor, the burn up of fuel, the uranium enrichment, the specific reactor power and the cooling time of the spent fuel before vitrification. In order to obtain the characteristics of the waste glass that meets the requirements, for every composition of different of waste, require the different composition of glass frit and also the different waste loading. Characterization of density, thermal expansion coefficient and leaching rate had been carried out to the simulated waste glass of vitrified HLLW product, such characterization was carried out with a variable of the waste loading of 19.84 ; 22.32 ; 25.27 ; 26.59 wt%, and characterization of leaching rate was carried out with a variables of SiO2 and Al2O3 content of 44 ; 45 ; 46 , 8 wt% and 1.4 ; 2.4 ; 3.4 ; 3.7 wt% respectively. As a reference, the waste glass standard from Japan Atomic Energy Agency was used. The charaterization results showed that the higher the waste loading, the higher the density and leaching rate characteristics of waste glass, while the thermal expansion coefficient characteristic is relatively unchanged. The increasing content of SiO2 and Al2O3 will reduce the leaching rate. Compared to the waste glass standard, both the amount of waste loading and glass frit do not significantly affect the density, thermal expansion coefficient and leaching rate characteristics. Keywords: Waste glass, high level liquid waste, vitrification, borosilicate glass.
PEMANFAATAN AMONIUM ZEOLIT DAN POLIMER DALAM PENGOLAHAN LIMBAH AIR PENDINGIN REAKTOR NUKLIR Aisyah, Aisyah
Buletin Limbah Vol 16, No 2 (2013): Desember 2013
Publisher : Buletin Limbah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11.976 KB)

Abstract

PEMANFAATAN AMONIUM ZEOLIT DAN POLIMER DALAM PENGOLAHAN LIMBAH AIR PENDINGIN REAKTOR NUKLIR. Pengoperasian reaktor nuklir akan menimbulkan limbah radioaktif yang salah satunya adalah limbah air pendingin primer yang mengandung hasil belah Sr90, Cs137 dan produk korosi Co60 . Limbah ini harus dikelola dengan baik agar tidak memberikan dampak bagi masyarakat dan lingkungan. Telah dilakukan penelitian pengolahan limbah air pendingin primer dengan memanfaatkan zeolit murni dan amonium zeolit, serta imobilisasi zeolit bekas menggunakan polimer. Penelitian bertujuan untuk mempelajari kemampuan penyerapan zeolit murni dan amonium zeolit terhadap Sr, Cs dan Co, serta karakteristik hasil imobilisasi. Percobaan dilakukan secara catu dengan mengkontakkan zeolit murni dan amonium zeolit dengan limbah air pendingin reaktor simulasi yang mengandung Sr, Cs dan Co dalam berbagai waktu kontak. Imobilisasi amonium zeolit bekas dengan polimer dilakukan pada berbagai kandungan limbah 10, 20, 30, 40 dan 50 % berat. Karakteristik blok polimer-amonium zeolit bekas yang dipelajari adalah densitas, kuat tekan dan laju pelindihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu kontak optimal adalah 90 menit dengan efisiensi penyerapan amonium zeolit lebih tinggi dibandingkan zeolit murni, dengan urutan: Sr > Co > Cs. Karakterisasi blok polimer-amonium zeolit bekas menunjukkan bahwa semakin besar kandungan limbah maka densitas dan laju pelindihan semakin tinggi dan kuat tekan semakin turun. Karakteristik blok polimer-amonium zeolit bekas terbaik diperoleh pada kandungan limbah 20 % berat dengan densitas 1,3051 g/cm-3, kuat tekan 9,68 kN/cm-2 dan tidak terdeteksi adanya hasil belah yang keluar dari blok polimer-amonium zeolit bekas. Kata kunci: Hasil belah, air pendingin reaktor, zeolit, polimer. UTILIZATION OF AMMONIUM ZEOLITES AND POLYMERS IN TREATMENT OF COOLANT WASTE OF NUCLEAR REACTOR. Operation of nuclear reactor generates radioactive wastes, and one them is the waste from primary coolant water that contain fission products Sr90, Cs137 and corrosion product Co60 . This waste must be managed to prevent impact to the community and environment. A research on treatment of primary cooling water that contain fission products by utilizing pure zeolite and ammonium zeolite, and immobilization of the spent ammonium zeolite with polymer has been completed. The aim of the research is to study both the sorption ability of pure zeolite and ammonium zeolite to Sr,Cs and Co, and the characteristics of the immobilization product. The experiments was carried out by contacting pure zeolite and ammonium zeolite with simulated waste which contain Sr,Cs and Co in a varied contact time. Immobilization of spent ammonium zeolite with a polymer is conducted in a varied waste loading, i.e.: 10, 20, 30, 40 and 50% weight. The characterization of the ammonium zeolite-polymer blocks was performed by the measurement of the density, compressive strength and leaching rate. The result, at the 90 minutes optimal contact time, showed that the ammonium zeolite sorption efficiency is higher than pure zeolite’s, in an order of Sr> Co> Cs. The characteristics of ammonium zeolite-polymer blocks was found to be the greater the waste loading the higher the density of the waste, as well as the compressive strength and the leaching rate. The best ammonium zeolite-polymer blocks were obtained at waste loading of 20% weight, the blocks density of 1.3051 g/cm3, and the compressive strength of 9.68 kN/cm2. The presence of fission product leaching was not detected. Keywords: Fission product, water-cooled reactor, zeolite, polymer.
KARAKTERISASI GELAS LIMBAH HASIL VITRIFIKASI LIMBAH CAIR TINGKAT TINGGI Aisyah, Aisyah
Jurnal Teknologi Pengelolaan Limbah Vol 16, No 1 (2013): Juli 2013
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5177.131 KB)

Abstract

KARAKTERISASI GELAS LIMBAH HASIL VITRIFIKASI LIMBAH CAIR TINGKAT TINGGI. Limbah cair tingkat tinggi (LCTT) ditimbulkan dari ekstraksi siklus pertama proses olah ulang bahan bakar bekas reaktor nuklir. Limbah ini banyak mengandung hasil belah dan sedikit aktinida dan vitrifikasi dilakukan dengan gelas borosilikat. Komposisi limbah cair tingkat tinggi dipengaruhi antara lain oleh jenis reaktor, fraksi bakar, pengayaan uranium, daya reaktor spesifik dan lama pendinginan bahan bakar bekas sebelum divitrifikasi. Agar diperoleh karakteristik gelas limbah yang memenuhi persyaratan, bagi setiap komposisi limbah yang berbeda memerlukan komposisi bahan pembentuk gelas serta kandungan limbah yang berbeda pula. Telah dilakukan karakterisasi densitas, koefisien muai panjang dan laju pelindihan gelas limbah hasil vitrifikasi LCTT simulasi. Karakterisasi gelas limbah dilakukan dengan variabel kandungan limbah 19,84; 22,32; 25,27; 26,59 % berat, dan karakterisasi laju pelindihan dengan variabel kandungan SiO2 dan Al2O3 pada bahan pembentuk gelas masing-masing sebesar 44; 45 ; 46,8 % berat dan 1,4; 2,4; 3,4; 3,7 % berat. Sebagai acuan digunakan gelas limbah standar milik Japan Atomic Energy Agency. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa kandungan limbah yang semakin tinggi akan meningkatkan karakteristik densitas dan laju pelindihan gelas limbah, sedangkan karakteristik koefisien muai panjang relatif tidak berubah. Peningkatan kandungan SiO2 maupun Al2O3 akan menurunkan laju pelindihan. Jika dibandingkan dengan gelas limbah standar maka jumlah kandungan limbah dan bahan pembentuk gelas keduanya tidak signifikan mempengaruhi karakteristik densitas, koefisien muai panjang dan laju pelindihan. Kata kunci: Gelas limbah, limbah cair tingkat tinggi, vitrifikasi, gelas borosilikat ABSTRACT CHARACTERIZATION of WASTE GLASS FROM PRODUCT of A HIGH LEVEL LIQUID WASTE VITRIFICATION. High level liquid waste (HLLW) is generated from the first step extraction of nuclear fuel reprocessing. This waste contains an amount of fission products and a few actinides, and such waste was vitrified with borosilicate glass. The composition of high-level liquid waste was influenced by the type of reactor, the burn up of fuel, the uranium enrichment, the specific reactor power and the cooling time of the spent fuel before vitrification. In order to obtain the characteristics of the waste glass that meets the requirements, for every composition of different of waste, require the different composition of glass frit and also the different waste loading. Characterization of density, thermal expansion coefficient and leaching rate had been carried out to the simulated waste glass of vitrified HLLW product, such characterization was carried out with a variable of the waste loading of 19.84 ; 22.32 ; 25.27 ; 26.59 wt%, and characterization of leaching rate was carried out with a variables of SiO2 and Al2O3 content of 44 ; 45 ; 46 , 8 wt% and 1.4 ; 2.4 ; 3.4 ; 3.7 wt% respectively. As a reference, the waste glass standard from Japan Atomic Energy Agency was used. The charaterization results showed that the higher the waste loading, the higher the density and leaching rate characteristics of waste glass, while the thermal expansion coefficient characteristic is relatively unchanged. The increasing content of SiO2 and Al2O3 will reduce the leaching rate. Compared to the waste glass standard, both the amount of waste loading and glass frit do not significantly affect the density, thermal expansion coefficient and leaching rate characteristics. Keywords: Waste glass, high level liquid waste, vitrification, borosilicate glass.
Co-Authors Abizar Abizar Abubakar, Andi Nur Fitriani AL, Yunizar Amry, Intan Wardany Ranat Andhika Prima Prasetyo Anisa, Ani Wahyu Artiani, P. Ayu Asmika Asmika Asri Saleh Asriani Ilyas Asrijal Asrijal, Asrijal Aziz, Rahmawati Badrudin Badrudin, Badrudin Baharuddin, Aminuddin Bakar, Andi Nurfitriani Abu Bambang Rahadi Bambang Suharto Bintang, Muh. Taufiq M. Budi Prasetyorini Budi Sutrisno Chadijah, St Chairulwan Umar Clara Meliyanti Kusharto Dharmadi, Dharmadi Didin Mujahidin Dini Purbani Donastin, Adyan Eko Prianto, Eko Emiliana Tjitra Endah Ariyanti Endi Setiadi Kartamihardja, Endi Setiadi Enny Probosari Fachrin, Suharni a. fatimah Fatimah Fivi Rahmatus Sofiyah Gunawan, Dino Hendra, Rudi Herlan Martono HERNAWATI HERNAWATI Hilwan Yuda Teruna Husna, Saadatul Husnah Husnah I Nengah Korja Ilyas, Asriyani Intizhar, Fikri Isabella Hasiana, Isabella Ismawati Ismawati Iswadi Iswadi Jamanuddin Jamanuddin, Jamanuddin Jasril Jasril Joko Prihantono, Joko Joko Santoso Kasim, Kamalludin Kasim, Kamaluddin Khairiri Khairiri Kirana Lahsmin, Yulia Koryati, Dewi L, Najamuddin L Lasang, Muharam Bapa Lia Yulia Budiarti Lubis, Yeti Meliany M Risal, M Maming, Muh Shiddiq Maswati Baharuddin Mawardi Umar Meilina Estiani, Meilina Michrun Nisa Mirawaty, Mirawaty Misnati, Misnati Muhammad Ikhtiar Muhammad Kasran, Muhammad Najamuddin L Nanik Setijowati Nila Berghuis Tamaela, Nila Berghuis Nour Athiroh, Nour Novianty, Iin Nugraha, Bambang Aditya Nunung Nurjannah, Nunung Nurasiah Nurasiah Nurlaili Nurlaili Nurlina Nurlina Nursamsiar Nursamsiar, Nursamsiar Oktaviani, Dian Oktaviani, Dian Puspasari, Reni Putri, Kurnia Arini Putriyani, Kiki Radhia R, Radhia Radjiin, Mahdi Rahfiludin, M . Zen Rahmaniah, Rahmaniah Ramadhani, Wahidah Febriya Ratna Purwaningsih Reny Puspasari, Reny Risdiyana Setiawan, Risdiyana Riskayanti, Riskayanti Risnah, Indah Ayu Risnah, Indah Ayu Risti Rosmiati Riswan Jaenudin, Riswan Riyani, Sugeng Riyanti E Sadali, Mohammad Isnaini Sahibuddin A Gani, Sahibuddin A Said, Hasan Basri saimul Laili, saimul Salim Salim, Salim Saokani, Jawiana Saokani, Jawiana Sappewali, Sappewali Saputra, Dwi Luhur Ibnu Sarwo Handayani Setiya Triharyuni Sitti Chadijah Sjamsiah, Sjamsiah Sri Anna Marliyati Sri Maryanti Sri Pujiyati Subagiya Subagiya Subarman, Subarman Sulastini, Sulastini Sulistyo, Ato Sumiono, Bambang Suriani Suriani Suyatno Suyatno Syahrial Harun Syamsidar HS Syarifah, Lailani Totok Hestirianoto Trina Astuti Triyani, Sugeng Wahid, Abdurahman Wardani, A. Reskianti Wati Wati Wiadnyana, Ngurah Nyoman Wicaksono, Bayu Hendro Widihastuti, Retno Wuryani, Murti Y U Anggraito, Y U Yana Maolana Syah Yuli Purwanto, Yuli Yulius Yulius Zulfiah, Naila