This Author published in this journals
All Journal Fish Scientiae
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGGUNAAN EKSTRAK DAUN SIRIH (Piper betle Linn) UNTUK MENGHAMBAT BAKTERI Aeromonas hydrophila DAN TOKSISITASNYA PADA IKAN PATIN (Pangasius hypophthalmus) (THE USE OF PIPER BETLE LINN EXTRACT ON AEROMONAS HYDROPHILA TO OBSTRUCT AND THE TOKSISITY TO PANGASIUS HYPOPHTHALMUS) Aisiah, Siti; Muhammad, Muhammad; Anita, Anita
Fish Scientiae Vol 1, No 2 (2011): Fish Scientiae, Vol.1 No.2 Desember 2011
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonnesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/fs.v1i2.1188

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui   daya  hambat  daun  sirih   yang  paling  besar  terhadap  bakteri Aeromonas Hydrophila, mengetahui konsentrasi minimal ekstrak daun sirih yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri  A. hydrophila  dan mengetahui toksisitas konsentrasi efektif dari  ekstrak daun sirih terhadap ikan patin. Rancangan percobaan yang digunakan untuk  uji toksisitas  adalah rancangan acak lengkap, terdiri dari 4 perlakuan yaitu A  = Ikan disuntik dengan ekstrak daun sirih konsentrasi 75%, B  = Ikan disuntik dengan ekstrak daun sirih konsentrasi 25%, C  = Kontrol positif (ikan disuntik dengan akuades steril) dan D  = Kontrol negatif (ikan tidak disuntik), diulang 3 kali. Hasil uji sensitivitas antibakteri daun sirih yang mempunyai daya hambat dan daya bunuh paling besar terhadap bakteri A. hydrophila adalah ekstrak daun sirih-metanol. Pengujian MIC menunjukkan bahwa ekstrak daun sirih-metanol memiliki daya hambat minimal 25 % terhadap aktivitas bakteri A. hydrophila. Hasil uji toksisitas yang dilakukan terhadap ikan patin dengan konsentrasi 75% dan 25% menunjukkan bahwa mortalitas yang terjadi tidak mencapai 50%. Pengamatan hematologis pada masing-masing perlakuan menunjukkan hasil yang berpengaruh tidak nyata terhadap kesehatan ikan patin. Parameter kualitas air pada penelitian ini yaitu, , kadar oksigen terlarut,  pH, amoniak, CO2 dan suhu masih dapat mendukung kehidupan ikan patin.This research was aimed a finding the part of Piper betle Linn  which had the biggest resistance to Aeromonas hydrophila bacteria and to know the minimal concentrate which could obstruct the growth of A. hydrophila  bacteria and to know effective concentrate toxicity of P. betle Linn  to Pangasius hypophthalmus.  The random sampling used proportionate stratified random sampling. In toxicity test, it had be done 4 treatment, which was given to fish, those were : A = fish was injected with 25 % concentrate of extract  P. betle Linn  leaves, B = fish was injected with 75 % concentrate of extract  P. betle Linn  leaves, C =  positive control (fish was injected with sterile aquadest), and D = negative control (fish wasn’t injected) and 3 trial. Sensivity result of A. hydrophila bacteria to P. betle Linn  showed that the axtract of Piper betle Linn  leaves-methanol had bigger activity than others.  Depended on MIC test of the leaves P. betle Linn-methanol extract showed result that the extract had 25% minimal bloked concentrate to A. hydrophila  bacteria. The result of toxicity test of  P. betle Linn 75% and 25%  leaves was no mortality 50% of P. hypophthalmus. Water quality parameter during experiment like dissolving oxygen, pH, ammonia, CO2, and temperature were still in reasonable range for Pangasius hypophthalmus.
POTENSI TUMBUHAN BANGKAL (Nauclea Orientalis) UNTUK PENGENDALIAN BAKTERI Aeromonas Hydrophila (POTENTIAL PLANT BANGKAL (Nauclea orientalis) FOR CONTROL Aeromonas Hydrophila) Aisiah, Siti
- Vol 2, No 4 (2012): Fish Scientiae, Vol.2 No.4 Desember 2012
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/fs.v2i4.1172

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah didapatkan metode pengendalian penyakit yang disebabkan oleh bakteri Aeromonas hydrophila pada budi daya ikan yang ramah lingkungan. Dalam penelitian ini dilakukan uji sensitivitas terhadap bakteri A. hydrophila, uji minimal konsentrasi menghambat  bakteri A. hydrophila (uji MIC) dan uji toksisitas terhadap ikan nila. Rancangan  yang digunakan untuk  uji toksisitas  adalah rancangan acak lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan yaitu A  = Ikan disuntik dengan ekstrak bangkal konsentrasi 20%, B  = Ikan disuntik dengan ekstrak bangkal konsentrasi 40%,  C  = Ikan disuntik dengan ekstrak bangkal konsentrasi 80%, dan D  = Kontrol (ikan tidak disuntik), diulang sebanyak 3 kali. Perlakuan ini didapat dari hasil uji sensitivitas antibakteri bangkal yang mempunyai daya hambat dan daya bunuh paling besar terhadap bakteri A. hydrophila yaitu ekstrak daun bangkal dengan pelarut akuades. Pengujian MIC menunjukkan bahwa ekstrak bangkal-akuades memiliki daya hambat minimal  20 % terhadap aktivitas bakteri A. hydrophila. Hasil uji toksisitas yang dilakukan terhadap ikan nila dengan konsentrasi 20%, 40% dan 80%  mortalitas ikan nila dibawah 50 %. Pengamatan hematologis yaitu eretrosit, leokosit, plasma darah, hematokrit dan leokokrit pada masing-masing perlakuan sebagian besar masih berada dalam kisaran yang normal. Parameter kualitas air yaitu, kadar oksigen terlarut,  pH, amoniak, CO2 dan suhu masih dapat mendukung kehidupan normal ikan nila.The purpose of this study was obtained method of controlling diseases caused by Aeromonas hydrophila in fish farming is environmentally friendly. In this study the sensitivity of the test  A. hydrophila, a minimum test konsentari inhibiting A. hydrophila (MIC test) and toxicity test on  tilapia. The design used for toxicity tests is completely randomized design with 4 treatments it A = Fish injected with extracts bangkal concentration of 20 %,  B = Fish injected with extracts bangkal concentration of 40 %, C = Fish injected with extracts of 80 % concentration bangkal, and D = Control ( fish not injected ), repeated 3 times. This treatment was obtained from the results of the sensitivity test antibacterial bangkal inhibition and has the power to kill most of the bacteria against A. hydrophila is bangkal leaf extract with distilled water solvent. MIC testing showed that the extract bangkal - distilled water has a minimum of 20 % inhibition of the bacterial activity A. hydrophila. Results of toxicity tests conducted on tilapia with a concentration of 20 %, 40 % and 80 % mortality of tilapia under 50 %. Haematological observation that eretrosit, leokosit, blood plasm, hematocrit and leokokrit in each treatment is still in the normal range. The water quality parameters, dissolved oxygen, pH, ammonia, CO2 and temperature can still support the normal life of tilapia.
PENGGUNAAN EKSTRAK DAUN SIRIH (Piper betle Linn) UNTUK MENGHAMBAT BAKTERI Aeromonas hydrophila DAN TOKSISITASNYA PADA IKAN PATIN (Pangasius hypophthalmus) (THE USE OF PIPER BETLE LINN EXTRACT ON AEROMONAS HYDROPHILA TO OBSTRUCT AND THE TOKSISITY TO PANGASIUS HYPOPHTHALMUS) Aisiah, Siti; Muhammad, Muhammad; Anita, Anita
Fish Scientiae Vol 1, No 2 (2011): Fish Scientiae, Vol.1 No.2 Desember 2011
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/fs.v1i2.1188

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui   daya  hambat  daun  sirih   yang  paling  besar  terhadap  bakteri Aeromonas Hydrophila, mengetahui konsentrasi minimal ekstrak daun sirih yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri  A. hydrophila  dan mengetahui toksisitas konsentrasi efektif dari  ekstrak daun sirih terhadap ikan patin. Rancangan percobaan yang digunakan untuk  uji toksisitas  adalah rancangan acak lengkap, terdiri dari 4 perlakuan yaitu A  = Ikan disuntik dengan ekstrak daun sirih konsentrasi 75%, B  = Ikan disuntik dengan ekstrak daun sirih konsentrasi 25%, C  = Kontrol positif (ikan disuntik dengan akuades steril) dan D  = Kontrol negatif (ikan tidak disuntik), diulang 3 kali. Hasil uji sensitivitas antibakteri daun sirih yang mempunyai daya hambat dan daya bunuh paling besar terhadap bakteri A. hydrophila adalah ekstrak daun sirih-metanol. Pengujian MIC menunjukkan bahwa ekstrak daun sirih-metanol memiliki daya hambat minimal 25 % terhadap aktivitas bakteri A. hydrophila. Hasil uji toksisitas yang dilakukan terhadap ikan patin dengan konsentrasi 75% dan 25% menunjukkan bahwa mortalitas yang terjadi tidak mencapai 50%. Pengamatan hematologis pada masing-masing perlakuan menunjukkan hasil yang berpengaruh tidak nyata terhadap kesehatan ikan patin. Parameter kualitas air pada penelitian ini yaitu, , kadar oksigen terlarut,  pH, amoniak, CO2 dan suhu masih dapat mendukung kehidupan ikan patin.This research was aimed a finding the part of Piper betle Linn  which had the biggest resistance to Aeromonas hydrophila bacteria and to know the minimal concentrate which could obstruct the growth of A. hydrophila  bacteria and to know effective concentrate toxicity of P. betle Linn  to Pangasius hypophthalmus.  The random sampling used proportionate stratified random sampling. In toxicity test, it had be done 4 treatment, which was given to fish, those were : A = fish was injected with 25 % concentrate of extract  P. betle Linn  leaves, B = fish was injected with 75 % concentrate of extract  P. betle Linn  leaves, C =  positive control (fish was injected with sterile aquadest), and D = negative control (fish wasn’t injected) and 3 trial. Sensivity result of A. hydrophila bacteria to P. betle Linn  showed that the axtract of Piper betle Linn  leaves-methanol had bigger activity than others.  Depended on MIC test of the leaves P. betle Linn-methanol extract showed result that the extract had 25% minimal bloked concentrate to A. hydrophila  bacteria. The result of toxicity test of  P. betle Linn 75% and 25%  leaves was no mortality 50% of P. hypophthalmus. Water quality parameter during experiment like dissolving oxygen, pH, ammonia, CO2, and temperature were still in reasonable range for Pangasius hypophthalmus.
POTENSI TUMBUHAN BANGKAL (Nauclea Orientalis) UNTUK PENGENDALIAN BAKTERI Aeromonas Hydrophila (POTENTIAL PLANT BANGKAL (Nauclea orientalis) FOR CONTROL Aeromonas Hydrophila) Aisiah, Siti
Fish Scientiae Vol 2, No 4 (2012): Fish Scientiae, Vol.2 No.4 Desember 2012
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/fs.v2i4.1172

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah didapatkan metode pengendalian penyakit yang disebabkan oleh bakteri Aeromonas hydrophila pada budi daya ikan yang ramah lingkungan. Dalam penelitian ini dilakukan uji sensitivitas terhadap bakteri A. hydrophila, uji minimal konsentrasi menghambat  bakteri A. hydrophila (uji MIC) dan uji toksisitas terhadap ikan nila. Rancangan  yang digunakan untuk  uji toksisitas  adalah rancangan acak lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan yaitu A  = Ikan disuntik dengan ekstrak bangkal konsentrasi 20%, B  = Ikan disuntik dengan ekstrak bangkal konsentrasi 40%,  C  = Ikan disuntik dengan ekstrak bangkal konsentrasi 80%, dan D  = Kontrol (ikan tidak disuntik), diulang sebanyak 3 kali. Perlakuan ini didapat dari hasil uji sensitivitas antibakteri bangkal yang mempunyai daya hambat dan daya bunuh paling besar terhadap bakteri A. hydrophila yaitu ekstrak daun bangkal dengan pelarut akuades. Pengujian MIC menunjukkan bahwa ekstrak bangkal-akuades memiliki daya hambat minimal  20 % terhadap aktivitas bakteri A. hydrophila. Hasil uji toksisitas yang dilakukan terhadap ikan nila dengan konsentrasi 20%, 40% dan 80%  mortalitas ikan nila dibawah 50 %. Pengamatan hematologis yaitu eretrosit, leokosit, plasma darah, hematokrit dan leokokrit pada masing-masing perlakuan sebagian besar masih berada dalam kisaran yang normal. Parameter kualitas air yaitu, kadar oksigen terlarut,  pH, amoniak, CO2 dan suhu masih dapat mendukung kehidupan normal ikan nila.The purpose of this study was obtained method of controlling diseases caused by Aeromonas hydrophila in fish farming is environmentally friendly. In this study the sensitivity of the test  A. hydrophila, a minimum test konsentari inhibiting A. hydrophila (MIC test) and toxicity test on  tilapia. The design used for toxicity tests is completely randomized design with 4 treatments it A = Fish injected with extracts bangkal concentration of 20 %,  B = Fish injected with extracts bangkal concentration of 40 %, C = Fish injected with extracts of 80 % concentration bangkal, and D = Control ( fish not injected ), repeated 3 times. This treatment was obtained from the results of the sensitivity test antibacterial bangkal inhibition and has the power to kill most of the bacteria against A. hydrophila is bangkal leaf extract with distilled water solvent. MIC testing showed that the extract bangkal - distilled water has a minimum of 20 % inhibition of the bacterial activity A. hydrophila. Results of toxicity tests conducted on tilapia with a concentration of 20 %, 40 % and 80 % mortality of tilapia under 50 %. Haematological observation that eretrosit, leokosit, blood plasm, hematocrit and leokokrit in each treatment is still in the normal range. The water quality parameters, dissolved oxygen, pH, ammonia, CO2 and temperature can still support the normal life of tilapia.