Articles

PENGARUH EDUKASI KELOMPOK SEBAYA TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU PENCEGAHAN ANEMIA GIZI BESI PADA WANITA USIA SUBUR DI KOTA SEMARANG Aisah, Siti; Sahar, Junaiti; Hastono, Sutanto Priyo
PROSIDING SEMINAR NASIONAL Vol 1, No 1 (2010): Bio Molekuler, Analis Kesehatan, Keperawatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.945 KB)

Abstract

Kelompok sebaya wanita usia subur (WUS) yang ada dan berkembang di masyarakat sudah banyak terbentuk salah satunya adalah kelompok sebaya dalam wadah PKK RT. Salah satu permasalahan yang terjadi pada kelompok WUS adalah anemia gizi besi (AGB). Kelompok sebaya PKK RT diharapkan dapat membantu WUS dalam melakukan pencegahan AGB. Tujuan penelitian untuk  mengetahui pengaruh edukasi kelompok sebaya terhadap perubahan  perilaku dalam pencegahan AGB,  jenis penelitian eksperimen semu, desain non-equivalent pretest-postest with control group, dengan intervensi edukasi kelompok sebaya PKK RT. Proses penelitian telah dilaksanakan pada bulan Maret-Juni 2008 di Kota Semarang dengan metode multistage random sampling, jumlah sampel 110 (55 responden kelompok perlakuan, dan 55 responden  kelompok kontrol). Hasil penelitian menunjukkan rata-rata umur WUS 35.5 tahun dengan  pendidikan WUS terbesar SMA. Ada hubungan yang signifikan antara usia dengan pengetahuan (p<0.05). Ada hubungan yang signifikan antara pendidikan dengan pengetahuan dan sikap (p<0.05). Ada perbedaan yang signifikan (p<0.05) rata-rata nilai pengetahuan, sikap, ketrampilan antara sebelum dan setelah pada kedua kelompok, namun masih lebih tinggi pada kelompok perlakuan yang mendapat intervensi edukasi kelompok sebaya. Ada perbedaan yang signifikan (p<0.05) rata-rata nilai pengetahuan, sikap, ketrampilan antara kelompok perlakuan dan kontrol. Intervensi edukasi kelompok sebaya mempengaruhi pengetahuan, sikap, dan ketrampilan yang dapat dilihat dari nilai p<0.05, berarti bahwa pengetahuan, sikap, dan ketrampilan tidak dipengaruhi oleh umur dan tingkat pendidikan tetapi dipengaruhi oleh intervensi edukasi kelompok sebaya. Berdasar hasil tersebut perlu optimalisasi kelompok sebaya wanita yang sudah ada di masyarakat, mengintegrasikan upaya promotif dan preventif AGB kedalam programnya.Kata kunci: Perilaku pencegahan, anemia gizi besi, wanita usia subur, edukasi kelompok sebaya.
PENGARUH EDUKASI KELOMPOK SEBAYA TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU PENGEGAHAN ANEMIA GIZI BESI PADA WANITA USIA SUBUR DI KOTA SEMARANG Aisah, Siti; Sahar, Junaiti; Hastono, Sutanto Priyo
FIKkeS Vol 2, No 1 (2008): Keperawatan dan Kebidanan
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (842.843 KB)

Abstract

Kelompok sebaya wanita usia subur (WUS) yang ada dan berkembang di masyarakat sudah banyak terbentuk salah satunya adalah kelompok sebaya dalam wadah PKK RT. Salah satu permasalahan yang terjadi pada kelompok WUS adalah anemia gizi besi (AGB). Kelompok sebaya PKK RT diharapkan dapat membantu WUS dalam melakukan pencegahan AGB. Tuiuan penelitian untuk mengetahui pengaruh edukasi kelompok sebaya terhadap perubahan perilaku dalam pencegahan AGB, jenis penelitian eksperimen semu, desain non-equivalent pretest-postest with control group, dengan intervensi edukasi kelompok sebaya PKK RT. Proses penelitian telah ditaksanakan pada bulan Maret-Juni 2008 di Kota Semarang dengan metode multistage random sampling, jumlah sampel 110 (55 responden kelompokperlakuan, dan 55 responden kelompokkontrol). Hasil penelitian menunjukkan rata+ata umur WUS 35.5 tahun dengan pendidikan W|JS terbesar SMA. Ada hubungan yang signifikan antara usia dengan pengetahuan (p<0,05).Ada hubungan yang signifikan antara pendidikan dengan pengetahuan dan sikap (p<0.05), Ada perbedaan yang signifikan (p<0.05) rata-rata nilai pengetahuan, sikap, ketrampilan antara sebelum dan setelah pada kedua kelompok, namun masih lebih tinggi pada kelompok perlakuanyang mendapat intervensi edukasi Relompok sebaya. Ada perbedaan yang signifikan (p<0.05) rata-rata nitai pengetahuan, sikap, ketrampilan antara kelompok perlakuan dan kontrol. lntervensi edukasi kelompok sebaya mempengaruhi pengetahuan, sikap, dan ketrampilan yang dapat dilihat dari nilai p <0.05, berarti bahwa pengetahuan, sikap, dan Retrampilan tidak dipengaruhi oleh umur dan tingkat pendidikan tetapi dipengaruhi oleh intervensi edukasi kelompok sebaya. Berdasar hasil tersebut perlu optimalisasi kelompok sebaya wanita yang sudah ada di masyarakat, mengintegrasikan upaya promotif dan preventif AGB kedalam programnya.Kata kunci : Perilaku pencegahan, anemia gizi besi, wanita usia subur, edukasi kelompok sebaya
Penggunaan Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Think Pair Square Berbantuan Kartu Soal untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa Kelas VII B SMP Negeri 5 Purworejo Aisah, Siti
RADIASI: Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol 3, No 1 (2013): Vol.3. No.1. September 2013
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.096 KB)

Abstract

Intisari – Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa dengan penggunaan model pembelajaran Cooperative Learning tipe Think-Pair-Square berbantuan kartu soal. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII B SMP Negeri 5 Purworejo tahun pelajaran 2012/2013. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, metode angket, metode tes, dan metode dokumentasi. Setelah data diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif persentase. Hasil penelitian ini dapat disimpulakan bahwa dengan penggunaan model pembelajaran Cooperative Learning tipe Think-Pair-Square berbantuan kartu soal dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas VII B SMP N 5 Purworejo. Data hasil observasi aktivitas belajar siswa meningkat dari 61,88% pada pra siklus,  menjadi 70,10% pada siklus I dan meningkat menjadi 81,35% pada siklus II. Persentase angket aktivitas belajar meningkat dari 58,39% pada pra siklus, menjadi 70,56% pada siklus I, dan meningkat lagi menjadi 79,28% pada siklus II. Peningkatan aktivitas belajar ini juga berpengaruh pada peningkatan hasil belajar siswa. Rata-rata hasil belajar siswa meningkat dari 72,66 dengan ketuntasan hasil belajar 62,50% pada pra siklus, menjadi 78,44 dengan ketuntasan hasil belajar 71,88 pada siklus I, dan meningkat lagi menjadi 82,19 dengan ketuntasan hasil belajar 87,50 pada siklus II.   Kata Kunci: Cooperative Learning Think-Pair-Square, Kartu Soal
PENGARUH EDUKASI KELOMPOK SEBAYA TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU PENCEGAHAN ANEMIA GIZI BESI PADA WANITA USIA SUBUR DI KOTA SEMARANG Aisah, Siti; Sahar, Junaiti; Hastono, Sutanto Priyo
PROSIDING SEMINAR NASIONAL 2010: PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL-HASIL PENELITIAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.945 KB)

Abstract

Kelompok sebaya wanita usia subur (WUS) yang ada dan berkembang di masyarakat sudah banyakterbentuk salah satunya adalah kelompok sebaya dalam wadah PKK RT. Salah satu permasalahan yangterjadi pada kelompok WUS adalah anemia gizi besi (AGB). Kelompok sebaya PKK RT diharapkandapat membantu WUS dalam melakukan pencegahan AGB. Tujuan penelitian untuk mengetahuipengaruh edukasi kelompok sebaya terhadap perubahan perilaku dalam pencegahan AGB, jenispenelitian eksperimen semu, desain non-equivalent pretest-postest with control group, dengan intervensiedukasi kelompok sebaya PKK RT. Proses penelitian telah dilaksanakan pada bulan Maret-Juni 2008 diKota Semarang dengan metode multistage random sampling, jumlah sampel 110 (55 respondenkelompok perlakuan, dan 55 responden kelompok kontrol). Hasil penelitian menunjukkan rata-rata umurWUS 35.5 tahun dengan pendidikan WUS terbesar SMA. Ada hubungan yang signifikan antara usiadengan pengetahuan (p<0.05). Ada hubungan yang signifikan antara pendidikan dengan pengetahuan dansikap (p<0.05). Ada perbedaan yang signifikan (p<0.05) rata-rata nilai pengetahuan, sikap, ketrampilanantara sebelum dan setelah pada kedua kelompok, namun masih lebih tinggi pada kelompok perlakuanyang mendapat intervensi edukasi kelompok sebaya. Ada perbedaan yang signifikan (p<0.05) rata-ratanilai pengetahuan, sikap, ketrampilan antara kelompok perlakuan dan kontrol. Intervensi edukasikelompok sebaya mempengaruhi pengetahuan, sikap, dan ketrampilan yang dapat dilihat dari nilaip<0.05, berarti bahwa pengetahuan, sikap, dan ketrampilan tidak dipengaruhi oleh umur dan tingkatpendidikan tetapi dipengaruhi oleh intervensi edukasi kelompok sebaya. Berdasar hasil tersebut perluoptimalisasi kelompok sebaya wanita yang sudah ada di masyarakat, mengintegrasikan upaya promotifdan preventif AGB kedalam programnya.Kata kunci: Perilaku pencegahan, anemia gizi besi, wanita usia subur, edukasi kelompok sebaya.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KESEMBUHAN PENYAKIT TUBERCULOSIS (TBC) PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MANGKANG SEMARANG BARAT Muniroh, Nuha; Aisah, Siti; Mifbakhuddin, -
Jurnal Keperawatan Komunitas Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Keperawatan Komunitas
Publisher : Jurnal Keperawatan Komunitas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.698 KB)

Abstract

Tuberkolusis paru adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh basil Mikrobacterium tuberkolusis. kesembuhan TBC paru di Indonesia masih terdapat daerah tertentu yang angka kesembuhanya masih rendah. Oleh karena itu perlu adanya program kesembuhan TB paru DOTS menekankan pentingnya pengawasan terhadap penderita TB paru agar menelan obat secara teratur sesuai ketentuan sampai dinyatakan sembuh. Strategi DOTS direkomendasikan oleh WHO secara global untuk menanggulangi TB paru, karena menghasilkan angka kesembuhanyang tinggi yaitu 95%.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kesembuhan penyakit tuberculosis (TBC) paru di wilayah kerja puskesmas Mangkang Semarang Barat. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dengan populasi dan sampel penelitian adalah repondenyang menjalani pengobatan Tuberkulosis  selama fase lanjutan di wilayah kerja puskesmas Mangkang Semarang Barat sebanyak 30 orang. Variabel bebas adalah  dukungan keluarga, kepatuhan minum obat, pengawas minum obat dan perilaku buang dahak. Variabel terikatnya adalah kesembuhan . Uji statistik yang digunakan uji Chi Square. Penelitian menunjukkan bahwa ada tidak ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga terhadap kesembuhan pada penderita TBC di wilayah kerja Puskesmas Mangkang dengan p value 0,073 (p > 0,05), ada hubunganyang  signifikan kepatuhan minum Obat terhadap kesembuhan pada penderita TBC di wilayah kerja Puskesmas Mangkang dengan p value 0,001 (p < 0,05), ada hubungan yang signifikan Pengawas Minum Obat terhadap kesembuhan pada penderita TBC di wilayah kerja Puskesmas Mangkang dengan p value   0,002 (p < 0,05), ada hubungan yang signifikan  perilaku buang dahak terhadap kesembuhan pada penderita TBC di wilayah kerja Puskesmas Mangkang dengan p value  0,007   (p < 0,05). Diharapkan penderita TBC dapat lebih meningkatkan perilaku hidup sehat dalam aspek kepatuhan minum obat, PMO dan perilaku buang dahak yang dianjurkan oleh tenaga kesehatan untuk mencapai kesembuhan yang optimal. Kata kunci : faktor, kesembuhan , TBC
PERBEDAAN RESPON SOSIAL PENDERITA HIV-AIDS YANG MENDAPAT DUKUNGAN KELUARGA DAN TIDAK MENDAPAT DUKUNGAN KELUARGA DIBALAI KESEHATAN PARU MASYARAKAT (BKPM) SEMARANG Marubenny, Sandy; Aisah, Siti; Mifbakhuddin, -
Jurnal Keperawatan Komunitas Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Keperawatan Komunitas
Publisher : Jurnal Keperawatan Komunitas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.371 KB)

Abstract

Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) merupakan kumpulan gejala penyakit yang disebabkan oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV). Virus HIV ditemukan dalam cairan tubuh terutama pada darah, cairan sperma, cairan vagina dan air susu ibu. Virus tersebut merusak kekebalan tubuh manusia dan mengakibatkan turunnya atauhilangnya daya tahan tubuh sehingga mudah terjangkit penyakit infeksi. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan respon sosial yang mendapat dukungan keluarga dan tidak mendapat dukungan keluarga di Balai Kesehatan Paru Masyarakat (BKPM) Semarang. Jenis penelitian yang dipakai observasi analitik dengan pendekatan cross sectional, dengan tujuan prospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah ODHA di Balai Kesehatan Paru Masyarakat Semarang dan sampel penelitian ini berjumlah 39 orang. Variabel bebas penelitian ini adalah dukungankeluarga sedangkan Variabel terikat dalam penelitian ini adalah respon sosial. Analisa data yang digunakan yaitu analisa univariat dan analisa bivariat. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar berusia dewasa awal antara 18 – 40 tahun sebanyak 29 orang (74,4%) dan sebagian besar berjenis kelamin perempuan dengan tingkat pendidikan SMA sebanyak 21orang (53,8%) sedangkan untuk pekarjaan sebanyak 25 orang (64,1%) bekerja di swasta. Sebanyak 22 orang (56,4%) respon sosialnya mal adaptif sisanya sebanyak 17 orang (43,6%), sedangkan untuk dukungan keluarga sebagian besar mendukung sebanyak 22 orang (59,0%) sedangkan sisanya tidak mendukung sebanyak 17 orang (41,0%), hasil nilai didapat gambaran nilai p-value 0,267 (p value > 0,05) jadi kesimpulannya tidak ada perbedaan respon sosial penderita HIV-AIDS yang mendapat dukungan dan tidak mendapat dukungankeluarga. Berdasarkan hasil tersebut perlu optimalisasi untuk meningkatkan respon sosial di masyarakat, mengintegrasikan upaya promotif dan preventif di dalam program Balai Kesehatan Paru masyarakat.Kata kunci : respon sosial, dukungan keluarga, HIV/AIDS
HUBUNGAN OBESITAS DENGAN CITRA DIRI DAN HARGA DIRI PADA REMAJA PUTRI DI KELURAHAN JOMBLANG KECAMATAN CANDISARI SEMARANG Prameswari, Sorga Perucha Iful; Aisah, Siti; Mifbakhuddin, -
Jurnal Keperawatan Komunitas Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Keperawatan Komunitas
Publisher : Jurnal Keperawatan Komunitas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.569 KB)

Abstract

Obesitas merupakan keadaan dimana terjadi penumpukan lemak tubuh yang berlebih, sehingga berat badan seseorang seseorang jauh diatas normal dan dapat membahayakan kesehatan. Obesitas dapat memberikan dampak negatif secara psikologi kepada remaja yang bersangkutan, hal yang selalu beriringan dengan obesitas adalah gangguan citra diri dan harga diri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan obesitas dengan citra diri dan harga diri pada remaja putri di Kelurahan Jomblang Kecamatan Candisari Kota Semarang.Metode dalam penelitian ini adalah Diskriptif Korelasi dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja putri yang mengalami obesitas di Kelurahan Jomblang yaitu sebanyak 27remaja. Teknik sampling yang digunakan adalah dengan menggunakan sample jenuh yaitu dengan menggunakan seluruh populasi sebagai sample penelitian. Hasil penelitian menyatakan bahwa sebagian besar remaja yang menjadai responden dalam penelitian berada dalam obesitas ringan ( 81,5 % ), sebagian besar remaja putri memiliki citra diri yang negatif ( 51,9 % ), serta sebagian besar remaja putri memiliki harga diri yang negatif ( 51,9 % ). Berdasarkan hasil uji korelasi Pearson Product Moment didapatkan nilai p = 0.154 (> 0.05), sehinggatidak terdapat hubungan antara obesitas dengan citra diri dan nilai p = 0.791 (> 0.05), sehingga tidak terdapat hubungan antara obesitas dengan harga diri pada remaja putri. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka diharapkan remaja putri yang mengalami obesitas agar meningkatkan kemampuan fisiknya, meluangkan waktu untuk melakukan kegiatan olah raga rutin serta dapat memahami perikaku apa saja yang dapat mempengaruhi kesehatn fisiknya. Secara keseluruhan diharapkan remaja putri yang mengalami obesitas untuk dapatmeningkatkan harga dirinya dan memiliki pandangan yang positif terhadap tubuhnya agar dapat terhindar dari penghinaan secara fisik.Kata kunci : obesitas, citra diri, harga diri, remaja putri.
Uji daya gabung tiga galur mandul jantan dengan sepuluh galur kandidat restorer pada tanaman padi (Oryza sativa L.) Aisah, Siti; Hayati, Erita; Bakhtiar, Bakhtiar
-
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.796 KB)

Abstract

The purpose of this research was to obtain lines of candidates restorer that has a good combining ability against three plants Cytoplasmic Male Sterile (CMS/A). The research was conducted at the research field at PT. Syngenta Indonesia Cikampek West Java, Jati Sari, Balonggandu village. Crossed design and  analysis arranged by following  line x tester desing. Ten hybrid line restorer fertility and three line CMS planted the field using randomized complete block design with  2 replications, treatment consisting of 43 treatment so getting 86 unit experiment with the analysis resources combining ability. This research was the observed against character of high of plants, number of filled grain per clump , number of filled per clump, number of unfilled per clump, weights 1000 grains, number of productive, panicle length, persentase fertiliy panicle. The result showed that all the characters observed having had significant variance of general combining ability (GCA) and specific combining ability (SCA). Expression of the characters above controlled by the action of genes additive or non-aditif.
Students’ Meta-Cognitive Learning Strategies Toward Speaking Proficiencyin EFL Class Handayani, Ika; Aisah, Siti
International Conference on Education and Language (ICEL) Vol 2 (2013): 1st ICEL 2013
Publisher : Bandar Lampung University (UBL)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This writing is a report of a minor research conducted to find out students’ meta-cognitive learning strategies toward their speaking proficiency  and  investigate some barriers in applying the meta-cognitive strategies toward their grammatical, strategic, discourse and sociolinguistic competencies. The meta-cognitive learning strategies itself, in this research, refers students’self-reflection, self-responsibility and initiative, as well as goal setting and time management,(Hismanouglu,2000). Oxford (1990)  adds that meta-cognitive learning strategies include recognizing when a strategy is needed, selecting strategies, memorizing or rehearsing strategies, and assessing the helpfulness of strategies. So, in this study, the researchers limits on what kind of meta-cognitive learning strategies that the students use to encounter some problems in learning speaking toward their speaking proficiency  and the barriers that they find in applying the strategiesinclude in meta-cognitive strategies. This idea, in line  with the theory from Oxford (1990) about three majors strategies in learning English as foreign language: centering the learning, arranging and planning the learning and evaluating the learning. The researchers tried to focus in the students’ meta-cognitive strategies toward their speaking proficiency: grammatical competencies, strategic competencies, discourse  competencies and sociolinguistic competencies. It means that the researchers elaborate the students’ meta-cognitive learning strategies in mastering those four competences in speaking proficiency. As it is a case study, the researcher involved ten students in the speaking 4 class at the English education department. The choice of these subjects is based on their speaking fluency which is better than other friends in the classroom. This is important choosing the ten students, because in implementing meta-cognitive  learning strategies, the students should have better ability in finishing their speaking tasks.. The data were collected through classroom observation, informal talk with the lecturer and interview with students (ten students). Further, the data analysis was conducted qualitatively and done over the course of the study. On going data analysis and interpretations were based mainly on observation notes (note taking), informal conversations (interview)with both lecturer and students. And, the data analysis was done through expert judgment and theory which is using triangulation intechniques and source. Results of this study reveal that most of the students  (70%) centered their learning before the lecturer explaining the tasks. There were 50 % students who arranged and planned their learning in accomplishing their tasks. However ,  the students did not  apply all six  minor strategies of the second major in meta-cognitive learning strategies,. They skipped  “identifying the purpose of the task and setting the objective of the learning of tasks”.  There were 50% students who applied the last  strategy in mata-cognitive learning strategies,  evaluating their learning by having self monitoring and self evaluation. In terms of barriers toward speaking profiency, the interview conducted show that the students got barriers in discourse and strategic competence that refers to the ability  to keep communication in meaningful way, to know when and how to take the floor, how to keep a conversation going, how to terminate the conversation and how to clear up the communication break down as well as comprehension problems. 
Perancangan Sistem Informasi Pelayanan Kesejahteraan Sosial Bagi Penyandang Cacat Menggunakan Metodologi Unified Approach (UA) Di Dinas Sosial Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Garut Aisah, Siti; Supriatna, Asep Dedi; Kurniawati, Rina
Jurnal Algoritma Vol 9 (2012): Jurnal Algoritma
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Garut

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.575 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini perancangan sistem informasi pelayanan kesejahteraan sosial bagi penyandang cacat.  Metodologi yang digunakan dalam perancangan sistem informasi ini menggunakan metodologi Unifiedh Approach (UA).  Sebelum adanya hasil penelitian penyandang cacat, petugas pelayanan kesejahteraan social  merancang apa saja yang masih belum terkomputerisasi seperti masih adanya penumpukan arsip, lambatnya laporan pendaftaran penyandang cacat, sehingga petugas harus membuat sebuah aplikasi yang memudahkan petugas pelayanan kesejahteraan social untuk melakukan pendaftaran pelayanan kesejahteraan social yang kemudian akan dilakukan penyeleksian terhadap penyandang cacat yang melakukan pendaftaran. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan sistem informasi pelayanan kesejahteraan sosial bagi penyandang cacat dapat memperlancar, mempermudah, tepat waktu, sera memiliki akurasi yang tinggi dalam pengelolaan data penyandang cacat.