Gamaliel Septian Airlanda
Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Kristen Satya Wacana

Published : 23 Documents
Articles

Found 23 Documents
Search

FESTIVAL SAINS DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS Airlanda, Gamaliel Septian; Sudarisman, Suciati
Prosiding Seminar Biologi Vol 8, No 1 (2011): Seminar Nasional VIII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.85 KB)

Abstract

ABSTRAK Sains khususnya biologi sangat penting perannya dalam mendorong kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Oleh karenanya, pengembangan biologi harus senantiasa diupayakan terutama sesuai dengan hakikat pembelajarannya kearah pengembangan kemampuan berpikir (mind on), ketrampilan (hands on), serta sikap ilmiah (heart on). Namun, pembelajaran biologi di sekolah cenderung belum seperti yang diharapkan. Pembelajaran biologi cenderung berorientasi pada produk (materi), sehingga kurang mengembangkan ketrampilan proses siswa akibatnya siswa menjadi pasif, membosankan, dan akhirnya siswa menjadi kurang berminat untuk mempelajarinya. Oleh karenanya, perlu dilakukan upaya-upaya inovatif agar pembelajaran biologi dapat lebih memberi peluang bagi siswa untuk dapat melakukan keterampilan proses sains secara bebas.Festival Sains dalam pembelajaran biologi merupakan suatu acara publik yang menampilkan karya nyata dan unjuk kerja siswa khususnya dalam bidang biologi. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengaplikasikan produk sains (konsep-konsep biologi), proses sains (ketrampilan proses sains), serta sikap ilmiah. Melalui kegiatan Festival Sains diharapkan dapat mengembangkan berbagai aspek seperti: kemandirian, menghasilkan dan mengkomunikasikan karya nyata. Dengan demikian, melalui kegiatan Festival Sains Biologi diharapkan dapat menjawab berbagai permasalahan dalam pembelajaran biologi. Meski kegiatan Festival Sains dalam pembelajaran biologi sangat menarik, tetapi perlu kesiapan serta penyesuaian baik dari siswa maupun guru karena kegiatan tersebut relatif baru terutama bagi sekolah-sekolah di Indonesia. Berangkat dari uraian di atas serta dalam rangka meningkatkan ketrampilan proses sains siswa maka gagasan tentang kegiatan Festival Sains Dalam Pembelajaran Biologi menjadi fokus pada paparan makalah ini. Kata kunci : Ketrampilan Proses Sains, Festival Sains Biologi
PENGEMBANGAN MEDIA KOMIK UNTUK EFEKTIFITAS DAN MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOGNITIF MATERI PERUBAHAN LINGKUNGAN FISIK Ambaryani, Ambaryani; Airlanda, Gamaliel Septian
Jurnal Pendidikan Surya Edukasi (JPSE) Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Pendidikan Surya Edukasi (JPSE)
Publisher : UM Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (805.892 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media komiksebagai media pembelajaran IPA. Penelitian ini memfokuskan pada materi perubahan lingkungan fisik terhadap daratan kelas 4 SD. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research  and Development (RnD) dan menggunakan model pengembangan ADDIE. Model pengembangan ADDIE memiliki tahapan Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation. Subjek penelitian ini sebanyak 37 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa uji pakar/validasi pakar, tes, nontes. Hasil penelitian menunjukkan produk yang dihasilkan: (1) Media komik Menemukan Perubahan Lingkungan disekitarku berdasarkan model pembelajaran discovery learning. (2) Kevalidan media komik ditunjukkan dengan hasil uji ahli/uji pakar materi dan media. Pada uji pakar materi diperoleh skor 76% dan pada uji ahli/ pakar media diperoleh skor 88% dengan kategori sangat baik. Keefektifan media komik ditunjukkan dengan hasil angket respon siswa diperoleh dengan skor 90% dan angket respon guru diperoleh skor 82% dengan kategori sangat baik. (3) Hasil belajar  kognitif terdapat peningkatan dari 60,54 menjadi 81,08.
FESTIVAL SAINS DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS Airlanda, Gamaliel Septian; Sudarisman, Suciati
Prosiding Seminar Biologi Vol 8, No 1 (2011): Seminar Nasional VIII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.85 KB)

Abstract

ABSTRAK Sains khususnya biologi sangat penting perannya dalam mendorong kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Oleh karenanya, pengembangan biologi harus senantiasa diupayakan terutama sesuai dengan hakikat pembelajarannya kearah pengembangan kemampuan berpikir (mind on), ketrampilan (hands on), serta sikap ilmiah (heart on). Namun, pembelajaran biologi di sekolah cenderung belum seperti yang diharapkan. Pembelajaran biologi cenderung berorientasi pada produk (materi), sehingga kurang mengembangkan ketrampilan proses siswa akibatnya siswa menjadi pasif, membosankan, dan akhirnya siswa menjadi kurang berminat untuk mempelajarinya. Oleh karenanya, perlu dilakukan upaya-upaya inovatif agar pembelajaran biologi dapat lebih memberi peluang bagi siswa untuk dapat melakukan keterampilan proses sains secara bebas.Festival Sains dalam pembelajaran biologi merupakan suatu acara publik yang menampilkan karya nyata dan unjuk kerja siswa khususnya dalam bidang biologi. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengaplikasikan produk sains (konsep-konsep biologi), proses sains (ketrampilan proses sains), serta sikap ilmiah. Melalui kegiatan Festival Sains diharapkan dapat mengembangkan berbagai aspek seperti: kemandirian, menghasilkan dan mengkomunikasikan karya nyata. Dengan demikian, melalui kegiatan Festival Sains Biologi diharapkan dapat menjawab berbagai permasalahan dalam pembelajaran biologi. Meski kegiatan Festival Sains dalam pembelajaran biologi sangat menarik, tetapi perlu kesiapan serta penyesuaian baik dari siswa maupun guru karena kegiatan tersebut relatif baru terutama bagi sekolah-sekolah di Indonesia. Berangkat dari uraian di atas serta dalam rangka meningkatkan ketrampilan proses sains siswa maka gagasan tentang kegiatan Festival Sains Dalam Pembelajaran Biologi menjadi fokus pada paparan makalah ini. Kata kunci : Ketrampilan Proses Sains, Festival Sains Biologi
Peningkatan proses dan hasil belajar muatan matematika tema 8 subtema 1 melalui model Meaningful Instructional Design (MID) siswa kelas 2 SD Negeri Mangunsari 01 semester II tahun pelajaran 2017/2018 Maharani, Marlinda Putri; Harjono, Nyoto; Airlanda, Gamaliel Septian
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4 No 2 (2018)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2154.88 KB) | DOI: 10.33654/math.v4i2.86

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas ini menggunakan model Kemmis dan Taggart yang terdiri dari 2 siklus, tiap siklus melewati tahap perencanaan, tindakan-observasi, dan refleksi dengan tujuan untuk melihat peningkatan proses dan hasil belajar pada tema 8 muatan matematika dengan menggunakan model Meaningful Instructional Design (MID). Peningkatan proses dibagi menjadi aktivitas guru dan aktivitas siswa. Subjek penelitian adalah siswa kelas 2 SDN Mangunsari 01 sejumlah 30 siswa. Kriteria ketuntasan sebesar 75 dan secara klasikal sebanyak 80% dari jumlah siswa, serta proses belajar minimal kategori baik. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Model pembelajaran MID dapat meningkatkan skor rata-rata proses belajar. Hal ini dilihat dari skor rata-rata aktivitas guru dan siswa siklus I, siklus II. Skor rata-rata aktivitas guru pada siklus I sebesar 2,94 atau 73,5% dan 3,68 atau 92% pada siklus II. Sedangkan  skor rata-rata aktivitas siswa pada siklus I sebesar 2,59 atau 64,7% dan 3,48 atau 87% pada siklus II. (2) Peningkatan proses berdampak pada peningkatan hasil belajar, dilihat dari ketuntasan belajar pada siklus I sebesar 53,33% atau 16 siswa dan siklus II meningkat menjadi 83% atau 25 siswa. Dengan demikian model MID bukan hanya dapat meningkatkan proses tetapi hasil belajar muatan matematika pada siswa kelas 2 SDN Mangunsari 01.
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN BIOLOGI BERBASIS HSPS DIPADUKAN BLENDED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA XI IPA SMA KRISTEN PETRA MALANG Airlanda, Gamaliel Septian
Jurnal Pendidikan Sains | Pendidikan Kimia Vol 4, No 1 (2016): JURNAL PENDIDIKAN SAINS
Publisher : Pendidikan Kimia Unimus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan menjadi salah satu tonggak dasar pengendalian pola perkembangan era global. Biologisebagai bagian dari sains harus mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan hakikat sains. Namun kenyataannya guru dan siswa cenderung fokus pada pencapaian nilai kognitif yang tinggi dibandingkan keterampilan sains. Solusi pembelajaran dengan mengembangkan modul berbasis Home Science Process Skill (HSPS) yang merupakan pengorganisasian materi pembelajaran yang mengembangkan keterampilan proses sains berbasis kehidupan sehari-hari (daily life) dan dapatdilakukan oleh siswa di rumah dengan bimbingan guru. Pengembangan modul pembelajaran telahmendapatkan respon positif dari ahli dan juga siswa dengan kriteria valid tanpa revisi. Keterampilanproses sains berhasil meningkat dari 71,31% menjadi 78,77%. Keunggulan pembelajaran ini adalah:adanya peran teknologi informasi, peran orang tua, sumber belajar variatif, kontekstual, berbasisproyek, siswa mengembangkan produk nyata.Kata kunci: modul pembelajaran biologi, home science process skill dipadukan blended learning, keterampilan proses sains
PENINGKATAN PROSES DAN HASIL BELAJAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK (PMR) SISWA KELAS 4 SDN MANGUNSARI 05 Rahmawati, Tutut; Airlanda, Gamaliel Septian
MAJU : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 6, No 1 (2019): MAJU: JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dalam proses belajar dan hasil belajar di SDN Mangunsari 05 belum mencapai tujuan pembelajarn, hal ini dikarenakan guru masih menggunakan pembelajaran konvensional dan tidak menyesuaikan dengan kondisi dan karakteristik siswa. oleh sebab itu dilakukannya Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini bertujuan meningkatkan proses dan hasil belajar matematika siswa melalui penerapan model Pembelajaran Matematika Realistik (PMR) pada mata pelajaran Matematika. Metode penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang mengikuti model Kemmis dan Taggart. Penelitian ini mencakup mencakup 4 tahap yaitu perencanaan (planning), pelaksanaan (acting), observasi (observing), dan refleksi (reflecting). Peningkatan aktivitas belajar matematika terlihat pada kondisi awal/pra siklus hanya 65%, kemudian pada  pada siklus I pertemuan I persentase aktivitas 70%, siklus I pertemuan II 90%. Pada siklus II pertemuan I persentase aktivitas siswa mencapai 80% dibanding siklus I, sedangkan pada siklus II pertemuan II persentase akativitas siswa mencapai 100% atau naik 10%. siklus I terlihat peningkatan jumlah siswa yang tuntas sebanyak 31 siswa dengan presentae 77,5% dan 9 siswa ysng nilainya belum tuntas atau dibawah KKM 70 dengan presentase 33,5%. siklus II jumlah siswa yang memperoleh nilai diatas KKM 70 sebanyak 33 siswa dengan pesentase 82,5%, dan terdapat 7 siswa yang masih dibawah KKM 70 atau belum tuntas dapat ditulis dengan presentase 17,5%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model Pembelajaran Matematika Realistik (PMR)  dapat meeningkatkan proses dan hasil belajar pada mata pelajaran matematika.
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING (GUIDED INQUIRY) UNTUK MENINGKATKAN PROSES DAN HASIL BELAJAR IPA KELAS 4 SD Laksono, Tri; Harjono, Nyoto; Airlanda, Gamaliel Septian
KALAM CENDEKIA PGSD KEBUMEN Vol 6, No 5.1 (2018): KALAM CENDEKIA PGSD KEBUMEN (EDISI KHUSUS)
Publisher : KALAM CENDEKIA PGSD KEBUMEN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.988 KB)

Abstract

AbstractThe background of the problem in this study is the lack of learning process in the process of learning so that the effect on the low learning outcomes. This study aims to improve learning and learning outcomes of science grade 4 by applying a guided inquiry learning model on science subjects second semester Kauman Lor State Element 01 years of 2017/2018 pelajaraan. The research used is Classroom Action Research (CAR) which consists of two cycles. Each cycle consists of 3 meetings, each covering several stages, namely action planning, action execution, observation, and reflection. It is known from the research that in the initial conditions before the action that the learning process in the category of good only 3 students (11.53%). After the action in cycle I, the learning process increased to 8 students (30.76%). In cycle II, there is an increase in learning process that is there are 22 students (84.61%) who have good learning process categories. While the results before learning to bealajar action, students who reach KKM = 70 only 7 students (26.92%) of 26 students. After the action is given in cycle I, there is an increase of the learning result which is complete to 16 students (61,53%). In cycle II, there is another improvement of learning achievement to 26 students (100%). Thus it can be concluded that the use of Inquiry Learning Guidance model (Guided Inquiry) can improve the process and the results of science learning in fourth graders of Kauman Lor 01 Elementary School II semester II Lesson Year 2017/2018.Keywords: Guided Inquiry, Learning Process, Learning Outcomes ABSTRAKLatar belakang masalah dalam penelitian ini adalah kurangnya proses belajar dalam proses pembelajaraan sehingga berpengaruh pada rendahnya hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan proses belajar dan hasil belajar IPA kelas 4 dengan menerapkan model pembelajaraan inkuiri terbimbing pada mata pelajaran IPA semester II SD Negeri Kauman Lor 01 tahun pelajaraan 2017/2018. Penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus terdiri dari 3 pertemuan, masing-masing mencakup beberapa tahap, yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Diketahui dari hasil penilitian bahwa pada kondisi awal sebelum dilakukannya tindakan yang proses belajarnya dalam kategori baik hanya 3 siswa (11,53%). Setelah dilakukan tindakan pada siklus I, proses belajar meningkat menjadi 8 siswa (30,76%). Pada siklus II, terjadi peningkatan proses belajar yaitu ada 22 siswa (84,61%) yang memiliki kategori proses belajar baik. Sedangkan hasil bealajar sebelum diadakan tindakan, siswa yang mencapai KKM=70 hanya 7 siswa (26,92%) dari 26 siswa. Setelah diberikan tindakan pada siklus I, terjadi peningkatan hasil belajar yang tuntas menjadi 16 siswa (61,53%). Pada siklus II, terjadi lagi peningkatan kentuntasan hasil belajar menjadi 26 siswa (100%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran Inkuiri Terbimmbing (Guided Inquiry) dapat meningkatkan proses dan hasil belajar IPA pada siswa kelas 4 SD Negeri Kauman Lor 01 semester II Tahun Pelajaran 2017/2018.Kata Kunci : Inkuiri Terbimbing, Proses Pembelajaran, Hasil Belajar
PENINGKATAN PROSES DAN HASIL BELAJAR MUATAN BAHASA INDONESIA TEMA 7 SUBTEMA 1 MELALUI MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEADS TOGETHER PADA SISWA KELAS 1 SD LEDOK 02 SALATIGA Lestari, Yunita Retnani; Harjono, Nyoto; Airlanda, Gamaliel Septian
KALAM CENDEKIA PGSD KEBUMEN Vol 6, No 6.1 (2018): KALAM CENDEKIA PGSD KEBUMEN (EDISI KHUSUS)
Publisher : KALAM CENDEKIA PGSD KEBUMEN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.385 KB)

Abstract

AbstractThis research is motivated by the process and the result of learning of the content of Indonesian language of the first grade students that are still low in one of the SD Negeri Ledok 02 Salatiga . The objective of the study is to improve the process and learning outcomes of Indonesian language by applying the model of learning Numbered Heads Together. Type of research using Classroom Action Research (CAR). Technique of collecting data that is observation and test result learn. The tools used in data collection are observation sheets, test questions which are then analyzed by quantitative descriptive method. The results show that the average percentage of teachers, students and learning outcomes increased. This is indicated by the percentage increase from cycle 1 to be 60% and increase to cycle 2 to be 87%. Teacher activity also increased. This is indicated by the pre cycles having a 38% percentage increase in the first cycle to be 60% and increased from cycle 2 to be 84%. Improvement on student learning outcomes of pre cycle that only 11 students increased to 21 students completed with an average of 74. In to cycle 2 students that reached KKM reached 29 people with an average of 89. Keywords: Indonesia Language, Learning Outcomes, Numbered Head Together, Learning Process AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh proses dan hasil belajar muatan Bahasa Indonesia pada siswa kelas 1 yang masih rendah di SD Negeri Ledok 02 Salatiga. Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan proses dan hasil belajar muatan Bahasa Indonesia dengan menerapkan model pembelajaran Numbered Heads Together. Jenis penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Teknik pengumpulan data yaitu observasi dan tes hasil belajar. Alat yang digunakan dalam  pengumpulan data adalah lembar observasi dan soal-soal tes yang kemudian dianalisis dengan cara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan persentase rata – rata aktivitas guru, aktivitas siswa dan hasil belajar. Hal ini ditunjukan dengan peningkatan aktivitas siswa dari prasiklus dengan persentase 41% meningkat pada siklus 1 menjadi 60% dan meningkat pada siklus 2 menjadi 87%.  Aktivitas guru pun mengalami peningkatan. Hal ini ditunjukan pada prasiklus yang memliki presentase 38% meningkat pada  siklus 1  menjadi 60% , kemudian meningkat pada siklus 2 menjadi 84%. Peningkatan hasil belajar siswa dari prasiklus yang hanya 11 siswa meningkat menjadi 21 siswa tuntas dengan rata-rata 74. Pada siklus 2 siswa yang mencapai KKM mencapai 29 orang dengan rata-rata 89.Kata kunci : Bahasa Indonesia, Hasil Belajar,  Numbered Head Together, Proses Belajar
PERBAIKAN PROSES DAN HASIL BELAJAR MUATAN IPA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) SISWA KELAS 4 SD Muasaroh, Maulida Ilfin; Harjono, Nyoto; Airlanda, Gamaliel Septian
e- Jurnal Mitra Pendidikan Vol 2 No 7 (2018): Jurnal Mitra Pendidikan Edisi Juli
Publisher : Kresna Bina Insan Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.918 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki proses dan hasil belajar muatan IPA tema 8 subtema 1 siswa kelas 4 SD Negeri Dukuh 01 Salatiga Semester II Tahun 2017/2018 melalui model pembelajaran Problem Based Learning. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Pelaksanaan dalam masing-masing siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Sumber data adalah guru dan siswa. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, kajian dokumen, dan tes, selanjutnya dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Muatan IPA merupakan salah satu muatan pelajaran dengan hasil belajar yang kurang maksimal. Proses pembelajaran muatan IPA siswa masih pasif dan kurang antusias dalam mengikuti pembelajaran. Terbukti dari hasil observasi prasiklus aktivitas guru memperoleh persentasae 66,69%. Kemudian prasiklus aktivitas siswa memperoleh persentase 42,89%. Aktivitas belajar yang belum maksimal berdampak pada rendahnya hasil belajar. Berdasarkan hasil ulangan harian muatan IPA kelas 4 memperoleh hasil nilai tertinggi 95, nilai terendah 36, nilai rata-rata 63. Siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 14 siswa dari 34 siswa , itu artinya hasil belajar muatan IPA masih rendah. Simpulan hasil penelitian adalah bahwa penerapan model PBL dapat memperbaiki proses dan hasil belajar muatan  IPA tema 8. Pada siklus I, persentase ketercapaian aktivitas guru sebesar 88,1% yang kemudian meningkat pada siklus II menjadi 97,62% dan ketercapaian aktivitas siswa pada siklus I sebesar 72,6% yang kemudian meningkat pada siklus II menjadi 95,24%. Peningkatan hasil belajar muatan IPA dilihat dari aspek kognitif persentase ketuntasan untuk siklus I mencapai 67,65% dan meningkat pada siklus II menjadi 88,24%.
PERBAIKAN PROSES DAN HASIL BELAJAR MUATAN IPA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING (DL) PADA SISWA KELAS IV SD Susanti, Ani Sri; Harjono, Nyoto; Airlanda, Gamaliel Septian
e- Jurnal Mitra Pendidikan Vol 2 No 7 (2018): Jurnal Mitra Pendidikan Edisi Juli
Publisher : Kresna Bina Insan Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.518 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Bertujuan untuk memperbaiki proses dan hasil belajar muatan IPA Tema 6 siswa kelas 4 semester II Tahun 2017/2018 melalui model pembelajaran Discovery Learning. Pelaksanaan dalam masing-masing siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas 4 dengan jumlah 34 siswa. Sumber data adalah guru dan siswa. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, kajian dokumen, dan tes. Selanjutnya dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Muatan IPA merupakan salah satu muatan pelajaran dengan hasil belajar yang kurang maksimal. Kurang maksimalnya hasil belajar dikarenakan siswa kurang aktif didalam kelas sehingga siswa sulit untuk memahami pembelajaran IPA. Terbukti dari hasil observasi prasiklus aktivitas guru memperoleh persentasae 66,69%. Kemudian prasiklus aktivitas siswa memperoleh persentase 42,89%. Pada siklus I, persentase ketercapaian aktivitas guru sebesar 86% dan ketercapaian aktivitas siswa pada siklus I sebesar 81,3% yang kemudian meningkat pada siklus II sebesar 98%  menjadi 94%. Peningkatan hasil belajar muatan IPA dilihat dari aspek kognitif persentase ketuntasan untuk siklus I mencapai 73,5% dan meningkat pada siklus II menjadi 100%.