Anizar Ahmad
Unknown Affiliation

Published : 23 Documents
Articles

Found 23 Documents
Search

Pengaruh Pernikahan Dini Terhadap Kesejahteraan Keluarga di Gampong Kuta Bahagia, Kabupaten Aceh Barat Daya

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 2, No 2 (2017): MEI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pernikahan dini adalah pernikahan yang dilakukan oleh pasangan yang berusia dibawah umur 21 tahun baik itu pria maupun wanita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya pernikahan dini dan pengaruh pernikahan dini terhadap kesejahteraan keluarga di Gampong Kuta Bahagia, Kabupaten Aceh Barat Daya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Responden terdiri atas tujuh orang yang berstatus sebagai istri. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab dan pengaruh terjadinya pernikahan dini di Gampong Kuta Bahagia, Kabupaten Aceh Barat Daya, dari ketujuh responden memberi jawaban yang berbeda, juga cara mengatasi permasalahan yang kadang kala harus mereka hadapi. Ada diantara mereka yang menikah di usia dini disebabkan dari beberapa hal seperti faktor ekonomi, married by accident, perjodohan, karena cinta dan paksaan dari orang tua yang mengharuskan mereka menikah pada usia dini. Kecuali itu ada juga pasangan dari pernikahan usia dini, merasa bahagia dengan pasangannya. Hal ini juga dibenarkan dari beberapa narasumber yaitu: ibu kandung, ibu mertua, kakak perempuan dan tetangga lainnya. Pengaruh pernikahan dini terdapat berbagai macam dampak yang ditimbulkan seperti: konflik yang berkepanjangan, keguguran, dan perceraian. Agar masyarakat khususnya orang tua dan juga bagi pasangan muda Gampong Kuta Bahagia, sebaiknya lebih mementingkan pendidikan anaknya, minimal tingkat SMA dan juga sebaiknya diperhitungkan terlebih dahulu resiko apa yang akan dihadapi, bila menikah diusia dini

PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK YANG MENONTONFILM ANIMASI DI TK IDAMAN HATI KECAMATAN SAWANG ACEH UTARA

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 1 (2016): Agustus
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.459 KB)

Abstract

Perkembangan sosial emosional anak dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah faktor lingkungan baik lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat dan media-media disekitar anak yaitu televisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan sosial emosional anak yang menonton televisi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 5 orang anak yang berusia 5-6 tahun dan informan dalam penelitian ini adalah orang tua anak dan guru di TK Idaman Hati. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) anak melakukan dua jenis kekerasan yaitu kekerasan fisik dan verbal; 2) tayangan televisi yang sering dilihat anak adalah film animasi kartun yang mengandung unsur kekerasan dan kefulgaran; 3) waktu yang dihabiskan anak dalam menonton yaitu mencapai 2-5 jam perhari pada waktu pagi, siang, sore dan malam; 4) perilaku anak pada saat menonton televisi bermacam-macam, yaitu diam memperhatikan, menirukan adegan secara langsung dan tidak langsung; dan 5) peran orang tua hanya sebatas menonton televisi bersama dan tidak memberikan bimbingan dan tanggapan terhadap tayangan yang dilihat anak. kesimpulan dari penelitian ini adalah perkembangan sosial emosional anak masih kurang baik, yaitu perilakunya masih cenderung ke hal-hal yang negatif. Diharapkan  kepada orang tua agar dapat mendidik, mengasuh, dan membimbing anak dengan baik serta melakukan pengontrolan dan pendampingan pada saat anak menonton televisi.

PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK MELALUI INTERAKSI SOSIAL DENGAN TEMAN SEBAYA DI PAUD NURUL HIDAYAH, DESA LAMPUUK, KABUPATEN ACEH BESAR

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 1 (2016): Agustus
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bermain dengan lingkungan sekitar (teman sebaya) dapat merangsang aspek-aspek perkembangan anak, khususnya perkembangan sosial emosional. Akan tetapi, sebagian orang tua berpendapat bahwa teman sebaya hanya dapat membawa pengaruh negatif terhadap anak, sehingga melarang anaknya untuk bermain bersama teman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan sosial emosional anak melalui interaksi sosial dengan teman sebaya di PAUD Nurul Hidayah, Desa Lampuuk, Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini berjumlah enam orang anak berusia empat s/d enam tahun, sedangkan informan dalam penelitian ini adalah guru di PAUD Nurul Hidayah, Desa Lampuuk, Kabupaten Aceh Besar. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan wawancara. Penelitian diketahui bahwa perkembangan sosial emosional anak melalui interaksi sosial dengan teman sebaya di PAUD Nurul Hidayah sudah baik. Adapun perkembangan sosial emosional anak melalui interaksi sosial dengan teman sebaya meliputi; 1) anak berbagi dengan teman sebaya, 2) menaati aturan yang berlaku dalam permainan, 3) anak bermain dengan teman sebaya, 4) menunjukkan sikap tata krama dan sopan santun sesuai dengan nilai sosial budaya setempat. Namun ada anak yang melakukan penyimpangan prilaku seperti memukul, mendorong, mengejek dan menendang. Akan tetapi penyimpangan prilaku yang di lakukan anak di PAUD Nurul Hidayah Desa Lampuuk, Kabupaten Aceh Besar masih dapat didik ke arah yang lebih baik. Ketika anak melakukan penyimpangan prilaku terhadap teman sebayanya, guru selalu menasehati dan memberi arahan. Diharapkan kepada orang tua, agar tidak melarang anak bermain dengan teman sebaya, karena teman sebaya merupakan salah satu faktor perkembangan sosial emosional. Namun tetap dalam pengawasan orang tua atau guru.

IMPLEMENTASI PERMAINAN BONGKAR PASANG DALAM MELEJITKAN BERBAGAI ASPEK PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI PADA PAUD IT AR-RAHMAH BANDA ACEH

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 1 (2016): Agustus
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implementasi permainan bongkar pasang merupakan inovasi kegiatan pembelajaran yang dapat mengembangkan aspek perkembangan pada anak usia dini. Bagaimanakah implementasi permaianan bongkar pasang, jenis permaianan bongkar pasang yang tersedia, dan aspek perkembangan yang dikembangkan melalui permainan bongkar pasang pada PAUD IT AR-RAHMAH Banda Aceh.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif.Sumber data terdiri atas subjek dan objek penelitian. Subjek penelitian terdiri atas 4 orang guru dan 116 orang anak yang terbagi atas TK A dan TK B. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengolahan data dilakukan secara reduksi data, penyajian data dan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PAUD IT AR-RAHMAH Banda Aceh mengimplementasikan permainan bongkar pasang, jenis-jenis permainan bongkar pasang yang diimplementasikan adalah bongkar pasang lego, bongkar pasang balok, bongkar pasang huruf, angka, hijaiyah, buah-buahan, sayur-sayuran dan bongkar pasang transportasi serta aspek perkembangan yang dapat dikembangkan melalui implemementasi permainan bongkar pasang adalah aspek perkembangan agama dan moral, sosial emosional, motorik, kognitif, bahasa dan seni. Berdasarkan hasil penelitian maka penulis dapat menyimpulkan bahwa implementasi permainan bongkar pasang dapat mengembangkan aspek-aspek perkembangan pada anak usia dini.

MODEL PENGEMBANGAN KECAKAPAN BERBAHASA ANAK YANG TERLAMBAT BERBICARA (SPEECH DELAY)

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 1 (2016): Agustus
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak:Bahasa anak secara bertahap berkembang sesuai rangsangan yang diberikan oleh orangtua dan guru, karena pada dasarnya yang mempengaruhi perkembangan anak adalah lingkungan. Perkembangan bahasa anak usia 4-6 tahun ditunjukkan dapat berbicara, penguasaan bahasa dan penyampaian kata sudah lebih kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kasus speech delay, untuk mengetahui usaha-usaha guru dan orangtua dalam mengatasi anak yang terlambat berbicara serta merancang konsep model pengembangan kecakapan berbahasa anak yang terlambat berbicara. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data terdiri atas: subjek (anak, guru dan orangtua) dan informan. Informan penelitian adalah terapis wicara anak yang ada di Kota Banda Aceh. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengolahan data peneliti menggunakan tahap reduksi, dan penyajian data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat anak terlambat berbicara usia 4-6 tahun pada Lembaga PAUD Khalifah Aceh 2 dan PAUD Cinta Ananda. Faktor-faktor yang memperngaruhi anak terlambat berbicara terdiri atas: kecerdasan, jenis disiplin orangtua, posisi urutan anak, anak kembar, status sosial ekonomi, ras, penggunaan bahasa kedua, gaya bicara/model yang ditiru, jenis kelamin, kesehatan, dan hubungan keluarga. Usaha-usaha guru dan orangtua dalam mengatasi anak terlambat berbicara ialah, melatih anak berbicara dengan benar, pelan dan berulang-ulang,saat berbicara selalu memperhatikan tata bahasa yang diucapkan, selalu melibatkan anak berbicara pada setiap keadaan dengan memperbaiki pengucapan anak yang masih keliru, dan konsultasi rutin untuk mengetahui perkembangan anak pada Dokter dan Psikolog anak. Simpulan dari penelitian ini, anak Speech Delay menunjukkan ciri-ciri sulit mengungkapkan ekspresi, ketidaktepatan kata yang diucapkan serta penguasaan kosakata yang tidak mendukung hal ini dilatarbelakangi oleh faktor kecerdasan, penggunaan bahasa kedua, gaya bicara/model yang ditiru, hubungan keluarga, dan kesehatan. Peran keluarga dan sekolah sangat penting dalam mengembangkan kecakapan berbicara anak yang terlambat berbicaradan konsep model yang peneliti tawarkan dalam penelitian ini berbentuk strategi/teknik dalam mengatasi anak terlambat berbicara.

PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK DARI KELUARGA YANG BERCERAI DI KECAMATAN ULIM KABUPATEN PIDIE JAYA

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 1 (2016): Agustus
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluarga merupakan tempat pendidikan pertama bagi anak. Baik dan buruk pendidikan yang diberikan oleh keluarga akan berdampak kepada perkembangan anak, salah satunya perkembangan sosial emosional anak. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana perkembangan sosial emosional anak dari keluarga yang bercerai di Kecamatan Ulim Kabupaten Pidie Jaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku anak dari keluarga yang bercerai di Kecamatan Ulim Kabupaten Pidie Jaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi subjek berjumlah lima orang anak yang berusia lima-enam tahun dan wawancara dengan masing-masing orang tua anak. Hasil analisis data menunjukkan keluarga yang bercerai memberi dampak buruk untuk perkembangan anak, salah satunya perkembangan sosial emosional anak yaitu anak yang berasal dari keluarga yang bercerai di Kecamatan Ulim Kabupaten Pidie Jaya kurang dapat bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya, mengalami tekanan, kekerasan, emosi dan perilaku yang tidak terkontrol. Kesimpulannya anak dari keluarga yang bercerai perkembangan perilakunya cenderung kurang baik dikarenakan kurang mendapat kasih sayang dari kedua orangtuanya. Perilaku yang kurang baik terlihat dari ekspresi yang ditunjukkan anak, yaitu emosi dan perilaku yang berlebihan, emosi yang tidak terkontrol dan egois, rasa frustrasi yang menghantui jiwanya, serta pemalu dan tidak bisa menerima keadaannya. Diharapkan orang tua dapat menjalin komunikasi yang lebih baik lagi dengan anak, bertanggung jawab, mendampingi anak, dan sebaiknya tidak melakukan perceraian agar perkembangan anak tidak terhambat dan memberi penjelasan kepada anak tentang apa yang terjadi di dalam keluarga.

Implementasi Permainan Tradisional Aceh Di PAUD IT Al-Fatih Banda Aceh

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 1 (2016): Agustus
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implementasi permainan tradisional Aceh merupakan salah satu cara mengenalkan unsur nilai sosial budaya dan tradisi dalam kegiatan pembelajaran anak usia dini. Bagaimana jenis permainan tradisional Aceh dan aspek perkembangan yang dapat dikembangkan melalui permainan tradisional  Aceh dalam penelitian di PAUD IT Al-Fatih Banda Aceh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Subjek penelitian adalah 54 orang anak  dan 11 orang guru di PAUD IT Al-Fatih Banda Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada lima jenis permainan tradisional Aceh yang diimplementasikan di PAUD IT Al-Fatih Banda Aceh, yaitu (1) engklek, (2) tam-tam buku, (3) ureung buta, (4) lumpat taloe, dan (5) meupet-pet nyet. Aspek yang dapat dikembangkan dari permainan tradisional Aceh yang diimplementasikan enam aspek dasar perkembangan anak, (1) agama dan moral, (2) bahasa, (3) fisik motorik, (4) kognitif, (5) sosial emosional, dan (6) seni. Disarankan kepada pengelola lembaga PAUD IT Al-Fatih untuk menyediakan berbagai alat permainan tradisional Aceh dan memasukkan dalam kurikulum PAUD IT Al-Fatih.

Peningkatan Kemampuan Komunikasi Matematis dan Motivasi Siswa dengan Pembelajaran Pendekatan Quantum Learning pada Siswa SMP Negeri 5 Lhokseumawe

Didaktik Matematika Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Didaktik Matematika
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Rendahnya kemampuan komunikasi matematis dan motivasi siswa di Sekolah Menengah Pertama (SMP) disebabkan guru masih cenderung aktif, dengan pendekatan konvensional menyampaikan materi kepada para peserta didik, sehingga siswa dalam mengkomunikasikan matematis dan motivasi masih sangat kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang memperoleh pembelajaran dengan pendekatan Quantum learning berbeda dari siswa yang memperoleh pembelajaran secara konvensional di SMP Negeri 5 Lhokseumawe. Untuk mengetahui apakah peningkatan motivasi siswa yang memperoleh pembelajaran dengan pendekatan quantum learning berbeda dari pada siswa yang memperoleh pembelajaran secara konvensional di SMP Negeri 5 Lhokseumawe. Pengumpulan data digunakan instrumen berupa tes kemampuan komunikasi matematis dan angket motivasi siswa. Untuk melihat adanya perbedaan kemampuan siswa antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol digunakan uji-t dengan taraf signifikan 0,05 setelah prasyarat pengujian terpenuhi. Hasil penelitian menunjukkan bawa peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang memperoleh pembelajaran dengan penerapan pendekatan quantum learning lebih baik dari pada siswa yang memperoleh pembelajaran secara konvensional. Motivasi siswa di kelas yang memperoleh pembelajaran pendekatan quantum learning lebih baik dari pada motivasi siswa yang memperoleh pembelajarabn secara konvensional. Pendekatan pembelajaran quantum learning sangat potensial untuk diterapkan dalam pembelajaran matematika, terutama pada saat pengenalan konsep dasar suatu materi. Kata Kunci:    Pendekatan Pembelajaran Quantum Learning, Kemampuan Komunikasi Matematis, Motivasi Siswa

Peningkatan Komunikasi Matematis dan Kemandirian Belajar Siswa melalui Pendekatan Problem Posing berbantuan Mind Map

Didaktik Matematika Vol 3, No 2 (2016): Jurnal Didaktik Matematika
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.522 KB)

Abstract

The purpose of this study to determine the increase of mathematical communication skills and independent learning that students acquire learning using learning approach problem posing aided mind map. This study used an experimental method with quantitative approach to research design pretest-posttest control group design. The study population was all students of class VII Islamic Solidarity School Jantho Aceh Besar. Sampel consists of two classes, namely the experimental class and control class taken with random sampling technique. To determine the increase in communication and independent learning ability of students between the group problem posing approach aided by a group mind map problem posing without a mind map used the t-test at the 0.05 significance level. The results showed that the increase in mathematical communication skills and independent learning that students acquire learning by problem posing approach aided mind map better than students who received no mind problem posing approach. Problem posing approach aided the mind map in learning can improve communication skills and independence of student learning mathematical form rather than the problem posing without a mind map. Aided learning approach problem posing a mind map can be used as an alternative learning that can improve mathematical communication skills and student learning independence.

Penerapan Model Eliciting Activities untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis dan Self Confidence Siswa SMA

Didaktik Matematika Vol 2, No 2 (2015): Jurnal Didaktik Matematika
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The ability of mathematical creative thinking and self-confidence are ones of the targets in mathematics learning. Therefore, learners need a relevant model to have them be active in searching information themselves, group working, building self-confidence, and improving creative thinking in perceiving and understanding the information to resolve a problem. One of the models is model-eliciting activities to improve students’ mathematical creative thinking and self-confidence to have students organize their own knowledge in learning. Applying this model, this research was to investigate (1) the differences of students’ mathematical creative thinking improvement through dividing into low, medium, and high subgroups, (2) the description of students’ self-confidence in mathematics learning, and (3) the correlation of creative thinking ability and self-confidence in mathematics learning. This experiment used one-group pretest-posttest design. The population was all first year students of SMA Negeri 5 Banda Aceh, and the sample was all students in Class X-IA3. The instruments applied in the research were mathematical creative thinking ability test and self-confidence questionnaire. The statistic testing applied in data analysis was the average difference test, whereas the questionnaire was counted based on the percentage. The result obtained showed that the improvement in students’ mathematical creative thinking exists in those who applied model-eliciting activities. While, the result from the questionnaire proves that the majority of the students (74.6%) establish positive view toward mathematics learning using model-eliciting activities. In contrast, there was no any correlation between creative thinking ability and self-confidence in mathematics learning.