Rudiana Agustini
Jurusan Kimia FMIPA-Universitas Negeri Surabaya

Published : 25 Documents
Articles

Found 25 Documents
Search

Efektifitas Model Pembelajaran CCM-CCA Untuk Memfasilitasi Perubahan Konsep Gaya Pada Mahasiswa Makhrus, Muh; Widodo, Wahono; Agustini, Rudiana
Jurnal Pendidikan Fisika dan Teknologi Vol 4, No 2 (2018): Juli-Desember 2018
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.235 KB)

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of the CCM-CCA learning model that has been validated by physicist education through Focused Group Discussions (FGD) activities, and the validation results are valid in content and construct. The research design used follows the Education Research and Development method. The development of models starting from designing the model until implementing the model. Test the effectiveness of the model measured by the results of analysis of observational data and interview results on the occurrence of conceptual changes in students. Observation and interview data refers to the thought process experienced by students as a condition for conceptual change. The results of the study showed that students who were the subjects of the study experienced the four (4) thought processes that were the conditions for conceptual change. These results indicate that the CCM-CCA learning model is an effective learning model for facilitating the occurrence of student conceptual changes from wrong conceptions into scientific conceptions (physicist conception) about the concept of force
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISKUSI KELAS DENGAN STRATEGI BEACH BALL PADA MATERI POKOK LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT DI SMAN 22 SURABAYA (IMPLEMENTATION OF CLASS DISCUSSION LEARNING MODEL WITH BEACH BALL STRATEGY ON SUBJECT MATTER OF ELECTROLYTE NURY FARIZA, HENNY Nury; Agustini, Rudiana
UNESA Journal of Chemical Education Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : UNESA Journal of Chemical Education

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran pada hakikatnya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Keempat istilah tersebut merupakan satu kesatuan dalam pembelajaran. Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang akan dan/atau sedang digunakan dapat diketahui dari langkah-langkah pembelajaran yang telah tersusun dan/atau sedang terjadi. Pendekatan pembelajaran adalah cara umum dalam memandang pembelajaran. Sedangkan strategi pembelajaran adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber belajar yang dimiliki dan/atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Metode mengajar adalah berbagai cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan teknik pembelajaran adalah ragam khas penerapan suatu metode sesuai dengan latar penerapan tertentu. Teknik pembelajaran mengambarkan langkah-langkah penggunaan metode mengajar yang sifatnya lebih operasional. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan teknik pembelajaran di antaranya adalah kemampuan dan kebiasaan guru, ketersedian sarana dan waktu, serta kesiapan siswa. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran ialah tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajaran, sarana, waktu yang tersedia, siswa, dan guru.
PENGARUH SUHU POLIMERISASI L-ASAM LAKTAT MELALUI METODE RING OPENING POLYMERIZATION (ROP) TERHADAP KARAKTERISTIK POLYLACTIC ACID (PLA) (POLYMERIZATION TEMPERATURE EFFECT OF L-LACTIC ACID BY ROP METHOD ON PLA CHARACTERISTICS) ULYA, MINHATUL; Agustini, Rudiana
UNESA Journal of Chemistry Volume 1, Number 1, 2012
Publisher : UNESA Journal of Chemistry

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran pada hakikatnya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Keempat istilah tersebut merupakan satu kesatuan dalam pembelajaran. Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang akan dan/atau sedang digunakan dapat diketahui dari langkah-langkah pembelajaran yang telah tersusun dan/atau sedang terjadi. Pendekatan pembelajaran adalah cara umum dalam memandang pembelajaran. Sedangkan strategi pembelajaran adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber belajar yang dimiliki dan/atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Metode mengajar adalah berbagai cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan teknik pembelajaran adalah ragam khas penerapan suatu metode sesuai dengan latar penerapan tertentu. Teknik pembelajaran mengambarkan langkah-langkah penggunaan metode mengajar yang sifatnya lebih operasional. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan teknik pembelajaran di antaranya adalah kemampuan dan kebiasaan guru, ketersedian sarana dan waktu, serta kesiapan siswa. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran ialah tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajaran, sarana, waktu yang tersedia, siswa, dan guru.
PENGARUH MASSA GLISEROL TERHADAP TITIK LELEH PLASTIK BIODEGRADABLE DARI PATI UBI KAYU (THE GLYCEROL MASS EFFECT TOWARD MELTING POINT OF BIODEGRADABLE PLASTIC FROM WOOD CASSAVA STARCH) PRASETYO R, TRI Prasetyo; Agustini, Rudiana
UNESA Journal of Chemistry Volume 2, Number 1, 2013
Publisher : UNESA Journal of Chemistry

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran pada hakikatnya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Keempat istilah tersebut merupakan satu kesatuan dalam pembelajaran. Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang akan dan/atau sedang digunakan dapat diketahui dari langkah-langkah pembelajaran yang telah tersusun dan/atau sedang terjadi. Pendekatan pembelajaran adalah cara umum dalam memandang pembelajaran. Sedangkan strategi pembelajaran adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber belajar yang dimiliki dan/atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Metode mengajar adalah berbagai cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan teknik pembelajaran adalah ragam khas penerapan suatu metode sesuai dengan latar penerapan tertentu. Teknik pembelajaran mengambarkan langkah-langkah penggunaan metode mengajar yang sifatnya lebih operasional. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan teknik pembelajaran di antaranya adalah kemampuan dan kebiasaan guru, ketersedian sarana dan waktu, serta kesiapan siswa. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran ialah tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajaran, sarana, waktu yang tersedia, siswa, dan guru.
PENGARUH PENAMBAHAN ION LOGAM K + TERHADAP AKTIVITAS ENZIM PAPAIN (THE ADDITION EFFECT OF THE METAL ION K+ ON THE PAPAIN ENZYME ACTIVITIES) Soda, Fransiska Nay; Agustini, Rudiana
UNESA Journal of Chemistry Volume 2, Number 2, 2013
Publisher : UNESA Journal of Chemistry

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran pada hakikatnya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Keempat istilah tersebut merupakan satu kesatuan dalam pembelajaran. Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang akan dan/atau sedang digunakan dapat diketahui dari langkah-langkah pembelajaran yang telah tersusun dan/atau sedang terjadi. Pendekatan pembelajaran adalah cara umum dalam memandang pembelajaran. Sedangkan strategi pembelajaran adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber belajar yang dimiliki dan/atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Metode mengajar adalah berbagai cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan teknik pembelajaran adalah ragam khas penerapan suatu metode sesuai dengan latar penerapan tertentu. Teknik pembelajaran mengambarkan langkah-langkah penggunaan metode mengajar yang sifatnya lebih operasional. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan teknik pembelajaran di antaranya adalah kemampuan dan kebiasaan guru, ketersedian sarana dan waktu, serta kesiapan siswa. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran ialah tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajaran, sarana, waktu yang tersedia, siswa, dan guru.
PENGARUH KONSENTRASI ONGGOK INDUSTRI TAPIOKA DAN UREA PADA PRODUKSI BIOHIDROGEN MELALUI FERMENTASI GELAP (INFLUENCE OF CONCENTRATION ONGGOK TAPIOCA INDUSTRY AND UREA IN BIOHYDROGEN PRODUCTION THROUGH DARK FERMENTATION) Maghfiroh, Lailatul; Agustini, Rudiana
UNESA Journal of Chemistry Volume 2, Number 3, 2013
Publisher : UNESA Journal of Chemistry

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran pada hakikatnya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Keempat istilah tersebut merupakan satu kesatuan dalam pembelajaran. Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang akan dan/atau sedang digunakan dapat diketahui dari langkah-langkah pembelajaran yang telah tersusun dan/atau sedang terjadi. Pendekatan pembelajaran adalah cara umum dalam memandang pembelajaran. Sedangkan strategi pembelajaran adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber belajar yang dimiliki dan/atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Metode mengajar adalah berbagai cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan teknik pembelajaran adalah ragam khas penerapan suatu metode sesuai dengan latar penerapan tertentu. Teknik pembelajaran mengambarkan langkah-langkah penggunaan metode mengajar yang sifatnya lebih operasional. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan teknik pembelajaran di antaranya adalah kemampuan dan kebiasaan guru, ketersedian sarana dan waktu, serta kesiapan siswa. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran ialah tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajaran, sarana, waktu yang tersedia, siswa, dan guru.
UJI EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK KASAR SAPONIN JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus) TERHADAP Staphylococcus aureus dan Escherichia coli ANTIBACTERIAL EFFECTIVITY TEST OF SAPONINS CRUDE EXTRACT FROM WHITE OYSTER MUSHROOM (Pleurotus ostreatus) AGAINST Zahro, Latifatuz; Agustini, Rudiana
UNESA Journal of Chemistry Volume 2, Number 3, 2013
Publisher : UNESA Journal of Chemistry

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran pada hakikatnya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Keempat istilah tersebut merupakan satu kesatuan dalam pembelajaran. Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang akan dan/atau sedang digunakan dapat diketahui dari langkah-langkah pembelajaran yang telah tersusun dan/atau sedang terjadi. Pendekatan pembelajaran adalah cara umum dalam memandang pembelajaran. Sedangkan strategi pembelajaran adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber belajar yang dimiliki dan/atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Metode mengajar adalah berbagai cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan teknik pembelajaran adalah ragam khas penerapan suatu metode sesuai dengan latar penerapan tertentu. Teknik pembelajaran mengambarkan langkah-langkah penggunaan metode mengajar yang sifatnya lebih operasional. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan teknik pembelajaran di antaranya adalah kemampuan dan kebiasaan guru, ketersedian sarana dan waktu, serta kesiapan siswa. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran ialah tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajaran, sarana, waktu yang tersedia, siswa, dan guru.
EFFECT OF TEMPERATURE AND pH ON SWEET POTATO STARCH RESIDUE FERMENTATION TO PRODUCE BIOHYDROGEN THROUGH DARK­-FERMENTATION USING YEAST ANDARU P, FAJAR; AGUSTINI, RUDIANA
UNESA Journal of Chemistry Vol 3, No 1 (2014): Volume 3, Number 1, 2014
Publisher : UNESA Journal of Chemistry

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi temperatur fermentasi dan pengaruh pH fermentasi terhadap produksi biohidrogen melalui dark-fermentation dengan substrat limbah padat tapioka menggunakan kultur ragi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode fermentasi dalam sistem batch dimana biohidrogen hasil fermentasi diukur melalui metode analisis kromatografi gas. Variabel yang diujikan adalah temperatur ruang, 30 oC, 35 oC, 40 oC, dan 45 oC untuk pengaruh temperatur dan pH 4,0; 5,0; 6,0; dan 7,0 untuk pengaruh pH. Hasil uji statistik anova satu jalur menunjukkan adanya perbedaan rata-rata yang signifikan pada perlakuan temperatur (p = 0,000 < 0,05) dan adanya perbedaan rata-rata yang signifikan pada perlakuan pH (p = 0,022 < 0,05). Dapat diartikan bahwa temperatur dan pH mempengaruhi produksi biohidrogen melalui fermentasi gelap. Temperatur optimum untuk memproduksi gas biohidrogen adalah 27 oC dengan perolehan sebesar 16,4230% dan pH optimum 5,0 dengan perolehan 7,1458%. Kata kunci: dark-fermentation, hydrogen, limbah padat tapioka, ragi   Abstract. Effect of fermentation temperature and fermentation pH on sweet potato residue fermentation using yeast by dark fermentation to produce biohydrogen was conducted. This experiment used fermentation method in batch system and the produced hydrogen measured by gas chromatography analysis method. The variable tested was room temperature, 30 oC, 35 oC, 40 oC, and 45 oC to investigate the effect of temperature and pH 4,0; 5,0; 6,0; dan 7,0 to investigate the effect of fermentation pH. Statistical test result showed that there was a significant difference in temperature variations (p = 0,000 < 0,05) and there was a significant difference in pH variations (p = 0,022 < 0,05). Temperature and pH affecting biohydrogen production through dark fermentation. The optimum temperature to product biohydrogen was 27 oC (16,4230% biohydrogen yield) and optimum pH at 5,0 (7,1458% biohydrogen yield). Keywords: dark-fermentation, hydrogen,  potato starch residue, yeast
PENGARUH WAKTU FERMENTASI DAN KONSENTRASI BIBIT KEFIR TERHADAP MUTU KEFIR SUSU SAPI THE EFFECT OF FERMENTATION AND CONCENTRATION OF KEFIR GRAINS OF QUALITY OF COW’S MILK KEFIR HAFIDZOH YUSRIYAH, NURIL; AGUSTINI, RUDIANA
UNESA Journal of Chemistry Vol 3, No 2 (2014): Volume 3, Number 2, 2014
Publisher : UNESA Journal of Chemistry

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu fermentasi dan konsentrasi bibit kefir terhadap mutu kimia, mutu mikrobiologi, dan organoleptik dari kefir susu sapi. Fermentasi dilakukan pada waktu fermentasi 24 jam, 48 jam, dan 72 jam, serta konsentrasi 1%, 3%, dan 5% (b/v). Mutu kimia yang diuji pada penelitian ini meliputi pH, total asam, jumlah degradasi protein, dan kadar alkohol. Mutu mikrobiologi yang diteliti meliputi jumlah bakteri asam laktat dan mutu organoleptik yang diteliti meliputi rasa, aroma, warna, dan kekentalan kefir susu sapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu fermentasi dan konsentrasi bibit kefir berpengaruh sangat nyata (P<0,05) terhadap mutu kimia, mikrobiologi, dan organoleptik. pH terendah diperoleh pada fermentasi 72 jam dengan konsentrasi 5%, kadar asam tertinggi pada fermentasi 48 jam dengan konsentrasi 5%, jumlah degradasi protein tertinggi diperoleh pada fermentasi 72 jam dengan fermentasi 5%, dan kadar alkohol tertinggi diperoleh pada fermentasi 24 jam dengan konsentrasi 5%. Pada pengujian mutu mikrobiologi, total BAL tertinggi sebesar 2,4 x 107 CFU/g pada jam ke-24 dengan konsentrasi 5%. Rasa dan kekentalan kefir susu sapi yang paling disukai adalah dari kefir yang dibuat dengan waktu fermentasi 24 jam dan konsentrasi 3%. Sedangkan  warna dan aroma kefir susu sapi yang paling disukai adalah dari kefir yang dibuat dengan waktu fermentasi 24 jam dan konsentrasi 1%.   Kata Kunci: kefir, starter bibit kefir   Abstract. This study aims to determine the effect of fermentation time and concentration on the quality of kefir seeds microbiological, chemical, and organoleptic characteristics of milk kefir. Fermentation is done at the time of fermentation 24 hours, 48 hours, and 72 hours, and the concentration of 1 %, 3 %, and 5 %. The results showed that the fermentation time and the concentration of kefir grains was highly significant ( P < 0.05 ) on the quality of chemical, microbiological and organoleptic. In the microbiological quality testing, the highest total BAL by 2,4 x 107 CFU/g at the 24th hour with a concentration of 5 %. Chemical quality tested in this study include pH, total acid  the amount of degradation of proteins, and alcohol content. lowest pH was obtained at 72 hours of fermentation with a concentration of 5 %, the highest acid levels at 48 hours of fermentation at a concentration of 5 %, the highest amount of protein degradation was obtained at 72 hours of fermentation the fermentation of 5%, and the highest alcohol content was obtained at 24 hours of fermentation at a concentration of 5 %. Taste and viscosity of cows milk kefir is the most preferred of kefir made ​​with 24 hours of fermentation time and the concentration of 3 %. While the color and aroma of cows milk kefir is the most preferred of kefir made ​​with a fermentation time of 24 hours and a concentration of 1 %.   Keywords: kefir, starter kefir grains
PENGEMBANGAN E-BOOK BERORIENTASI MIND MAPPING PADA MATERI POKOK HIDROKARBON UNTUK SMA KELAS XI (E-BOOK ORIENTED MIND MAPPING DEVELOPMENT IN THE SUBJECT MATTER OF HYDROCARBON FOR XI GRADE SENIOR HIGH SCHOOL) SRIDEWANTI Y T, RINDI; AGUSTINI, RUDIANA
UNESA Journal of Chemical Education Vol 3, No 3 (2014): Vol. 3, No. 3, (2014)
Publisher : UNESA Journal of Chemical Education

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kelayakan e-book berorientasi mind mapping sebagai media pembelajaran pada materi pokok hidrokarbon di SMA kelas XI serta untuk mendeskripsikan kemampuan siswa dalam membuat mind mapping dipandu oleh e-book ini. E-book yang dikembangkan menggunakan metode penelitian 4D (four D Models). Hasil penelitian menunjukkan bahwa validitas e-book berorientasi mind mapping ditinjau dari kelayakan media mendapatkan persentase 94% dengan kategori sangat layak, ditinjau dari kelayakan materi mendapatkan persentase 89% dengan kategori sangat layak dan hasil respon siswa ditinjau dari aspek format media dan ketertarikan siswa mendapatkan persentase 83,97% dengan kategori sangat layak, serta penilaian kemampuan siswa dalam membuat mind mapping mendapatkan nilai rata-rata 3,47 dengan kategori sangat baik. Dengan hasil tersebut, e-book berorientasi mind mapping ini sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran pada materi pokok hidrokarbon di SMA kelas XI. Kata Kunci: pengembangan, e-book, mind mapping, hidrokarbon. The purpose of this study was to describe the feasibility of e-book oriented mind mapping in the subject matter of hydrocarbon for XI grade senior high school. E-book was developed by using 4D (four D Models) method. The result of this research showed that the validity of e-book oriented mind mapping that was observed from the media feasibility got 94% with very suitable category and from the subject matter feasibility got 89% with very suitable category, the result of students’s responds from media format and students anxiety aspects got 83,97% with very suitable category and the student’s evaluation of mind mapping got average value 3,47 with very good category. With those results, this e-book oriented mind mapping was very suitable to be used as learning media in the subject matter of hydrocarbon for XI grade senior high school. Keywords: development, e-book, mind mapping, hydrocarbon.