Articles

Found 18 Documents
Search

PROBLEMATIKA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BIOLOGI BERBASIS KECAKAPAN HIDUP (LIFE SKILL) DI INDONESIA Agustina, Putri; Saputra, Alanindra
Prosiding Seminar Biologi Vol 9, No 1 (2012): Seminar Nasional IX Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.191 KB)

Abstract

ABSTRAK   Permasalahan mendasar dalam sistem pendidikan di Indonesia terutama pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) adalah belum mampu menghasilkan kualitas SDM yang mempu bersaing dengan bangsa lain. Kualitas yang rendah ini ditandai dengan rendanya keterserapan lulusan di dunia industri sehingga mengakibatkan bertambahnya jumlah pengangguran dimana yang terbanyak ada pada lulusan SMA. Berdasarkan permasalahan terse-but, diperlukan upaya untuk membekali kemampuan pada siswa agar dapat hidup dan bersa-ing di dunia kerja salah satunya melalui pelaksanaan pembelajaran berbasis kecakapan hidup (life skill). Pelaksanaan pembelajaran berbasis kecakapan hidup dapat dilakukan dengan mengintegrasikan aspek-aspek kecakapan hidup pada mata pelajaran salah satunya Biologi. Permasalahan yang muncul dalam implementasi pembelajaran berbasis kecakapan hidup di-antaranya adalah bagaimana merancang perangkat pembelajaran berbasis kecakapan hidup, bagaimana mengembangkan kegiatan pembelajaran berbasis kecakapan hidup dan bagaimana memahami aspek-aspek kecakapan hidup dalam setiap mata pelajaran serta kesulitan dalam mengintegrasikan setiap aspek-aspek kecakapan hidup dalam setiap pokok materi pelajaran sesuai dengan format yang tersedia.   Kata Kunci: Pembelajaran Biologi, kecakapan hidup, life skill
STUDI BIODIVERSITAS TANAMAN POHON DI 3 RESORT POLISI HUTAN (RPH) DI BAWAH KESATUAN PEMANGKU HUTAN (KPH) TELAWA MENGGUNAKAN METODE POINT CENTER QUARTER (PCQ) Ariyanto, Joko; Widoretno, Sri; Nurmiyati, Nurmiyati; Agustina, Putri
Prosiding Seminar Biologi Vol 9, No 1 (2012): Seminar Nasional IX Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.646 KB)

Abstract

ABSTRAK   Tujuan penelitian ini adalah mengetahui jenis-jenis tumbuhan penutup tanah yang terdapat di KPH Telawa dan mengetahui keanekaragaman dan kemelimpahan (diversitas) tumbuhan penutup tanah di KPH Telawa. Penelitian ini dilaksanakan di beberapa lokasi yang ada di KPH Telawa dalam hal ini digunakan 3 Resort Polisi Hutan (RPH) yaitu RPH Juranggandul, RPH Karengan, dan RPH Rejosari.. Pada tiap RPH ditentukan daerah yang termasuk daerah pertanian (crop area), daerah bebas (free area), dan daerah perumahan (building area). Daerah yang dapat dipakai adalah daerah bebas (free area). Pada tiap RPH dihitung luas total masing-masing RPH. Luas masing-masing RPH yaitu untuk RPH Juranggandul 4062000 m2, RPH Karengan 3311000 m2, dan RPH Rejosari 3817000 m2. Perhitungan yang dilakukan dalam penelitian ini ada 2 yaitu indeks kekayaan dan indeks keragaman (diversitas). Indeks kekayaan yang dihitung adalah indeks Margalef sedangkan indeks diversitas yang dihitung adalah indeks Shanon dan indeks Simpson. Berdasarkan hasil perhitungan dan pengamatan pada semua titik sampel pada ketiga RPH, ditemukan 20 spesies di RPH Juranggandul, 25 spesies di RPH Karengan, dan 14 spesies di RPH Rejosari. Indeks Kekayaan Pada RPH Juranggandul sebesar 3,22. Sedangkan pada RPH Karengan adalah 4,27 dan RPH Rejosari sebesar 2,41. Berdasarkan perhitungan indeks keragaman (indeks diversitas) diperoleh hasil bahwa indeks diversitas pohon di RPH Juranggandul menurut jika dihitung menggunakan formulasi Shannon (English et al) adalah 2,18. rph Karengan adalah 2,05, dan RPH Rejosari sebesar1,835. Berdasarkan kriteria keanekaragaman tumbuhan pohon modifikasi dari Lee et al (1978) dalam Soegianto (1994) keanekaragaman tumbuhan penutup tanah di RPH Juranggandul masuk dalam kategori keanekaragaman tinggi. Perhitungan indeks dominansi Simpson menunjukkan bahwa indeks dominansi tumbuhan penutup tanah di RPH Juranggandul adalah 0,15. Di Karengan 1,22, dan di Rejosari 0,19.  Berdasarkan nilai indek keragaman dan indeks dominasi maka diperoleh kesimpulan bahwa diversitas tanaman pada RPH Jurunggandul, RPH Karengan, maupun RPH Rejosari adalah tinggi.  Tumbuhan yang dominan pada vegetasi di RPH Jurunggandul dan RPH Rejosari hanya 1 jenis, sedangkan tumbuhan yang mendominasi vegetsi di RPH Karenbgan ada beberapa jenis.   Kata kunci: Diversitas, Tumbuhan Pohon, Free Area
STUDI BIODIVERSITAS TANAMAN POHON DI 3 RESORT POLISI HUTAN (RPH) DI BAWAH KESATUAN PEMANGKU HUTAN (KPH) TELAWA MENGGUNAKAN METODE POINT CENTER QUARTER (PCQ) Ariyanto, Joko; Widoretno, Sri; Nurmiyati, Nurmiyati; Agustina, Putri
Prosiding Seminar Biologi Vol 9, No 1 (2012): Seminar Nasional IX Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.646 KB)

Abstract

ABSTRAK   Tujuan penelitian ini adalah mengetahui jenis-jenis tumbuhan penutup tanah yang terdapat di KPH Telawa dan mengetahui keanekaragaman dan kemelimpahan (diversitas) tumbuhan penutup tanah di KPH Telawa. Penelitian ini dilaksanakan di beberapa lokasi yang ada di KPH Telawa dalam hal ini digunakan 3 Resort Polisi Hutan (RPH) yaitu RPH Juranggandul, RPH Karengan, dan RPH Rejosari.. Pada tiap RPH ditentukan daerah yang termasuk daerah pertanian (crop area), daerah bebas (free area), dan daerah perumahan (building area). Daerah yang dapat dipakai adalah daerah bebas (free area). Pada tiap RPH dihitung luas total masing-masing RPH. Luas masing-masing RPH yaitu untuk RPH Juranggandul 4062000 m2, RPH Karengan 3311000 m2, dan RPH Rejosari 3817000 m2. Perhitungan yang dilakukan dalam penelitian ini ada 2 yaitu indeks kekayaan dan indeks keragaman (diversitas). Indeks kekayaan yang dihitung adalah indeks Margalef sedangkan indeks diversitas yang dihitung adalah indeks Shanon dan indeks Simpson. Berdasarkan hasil perhitungan dan pengamatan pada semua titik sampel pada ketiga RPH, ditemukan 20 spesies di RPH Juranggandul, 25 spesies di RPH Karengan, dan 14 spesies di RPH Rejosari. Indeks Kekayaan Pada RPH Juranggandul sebesar 3,22. Sedangkan pada RPH Karengan adalah 4,27 dan RPH Rejosari sebesar 2,41. Berdasarkan perhitungan indeks keragaman (indeks diversitas) diperoleh hasil bahwa indeks diversitas pohon di RPH Juranggandul menurut jika dihitung menggunakan formulasi Shannon (English et al) adalah 2,18. rph Karengan adalah 2,05, dan RPH Rejosari sebesar1,835. Berdasarkan kriteria keanekaragaman tumbuhan pohon modifikasi dari Lee et al (1978) dalam Soegianto (1994) keanekaragaman tumbuhan penutup tanah di RPH Juranggandul masuk dalam kategori keanekaragaman tinggi. Perhitungan indeks dominansi Simpson menunjukkan bahwa indeks dominansi tumbuhan penutup tanah di RPH Juranggandul adalah 0,15. Di Karengan 1,22, dan di Rejosari 0,19.  Berdasarkan nilai indek keragaman dan indeks dominasi maka diperoleh kesimpulan bahwa diversitas tanaman pada RPH Jurunggandul, RPH Karengan, maupun RPH Rejosari adalah tinggi.  Tumbuhan yang dominan pada vegetasi di RPH Jurunggandul dan RPH Rejosari hanya 1 jenis, sedangkan tumbuhan yang mendominasi vegetsi di RPH Karenbgan ada beberapa jenis.   Kata kunci: Diversitas, Tumbuhan Pohon, Free Area
PROBLEMATIKA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BIOLOGI BERBASIS KECAKAPAN HIDUP (LIFE SKILL) DI INDONESIA Agustina, Putri; Saputra, Alanindra
Prosiding Seminar Biologi Vol 9, No 1 (2012): Seminar Nasional IX Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.191 KB)

Abstract

ABSTRAK   Permasalahan mendasar dalam sistem pendidikan di Indonesia terutama pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) adalah belum mampu menghasilkan kualitas SDM yang mempu bersaing dengan bangsa lain. Kualitas yang rendah ini ditandai dengan rendanya keterserapan lulusan di dunia industri sehingga mengakibatkan bertambahnya jumlah pengangguran dimana yang terbanyak ada pada lulusan SMA. Berdasarkan permasalahan terse-but, diperlukan upaya untuk membekali kemampuan pada siswa agar dapat hidup dan bersa-ing di dunia kerja salah satunya melalui pelaksanaan pembelajaran berbasis kecakapan hidup (life skill). Pelaksanaan pembelajaran berbasis kecakapan hidup dapat dilakukan dengan mengintegrasikan aspek-aspek kecakapan hidup pada mata pelajaran salah satunya Biologi. Permasalahan yang muncul dalam implementasi pembelajaran berbasis kecakapan hidup di-antaranya adalah bagaimana merancang perangkat pembelajaran berbasis kecakapan hidup, bagaimana mengembangkan kegiatan pembelajaran berbasis kecakapan hidup dan bagaimana memahami aspek-aspek kecakapan hidup dalam setiap mata pelajaran serta kesulitan dalam mengintegrasikan setiap aspek-aspek kecakapan hidup dalam setiap pokok materi pelajaran sesuai dengan format yang tersedia.   Kata Kunci: Pembelajaran Biologi, kecakapan hidup, life skill
PENINGKATAN RESPON AFEKTIF (AFFECTIVE RESPONSE) SISWA KELAS X-1 SMA NEGERI 3 SURAKARTA MELALUI PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF TIPE ACTIVE KNOWLEDGE SHARING Agustina, Putri; Affandi, Said; Pertiwi, Najdah
Prosiding Seminar Biologi Vol 10, No 2 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.633 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan respon afektif  siswa kelas X-1 SMA Negeri Surakarta pada pembelajaran Biologi melalui penerapan strategi pembelajaran aktif tipe Active Knowledge Sharing. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus dengan setiap siklus masing-masing 2 pertemuan. Setiap  siklus terdiri atas 4 tahapan yaitu perenca-naan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian membuktikan bahwa dengan penerapan strategi Active Knowledge Sharing dapat meningkatkan respon afektif siswa pada pembelajaran Biologi. Hal ini didasarkan pada hasil observasi, angket, dan wawancara. Rata-rata persentase capaian setiap indikator respon afektif siswa untuk siklus I 71,71% dan siklus II 74,724% (meningkat 2,514%), rata-rata persentase capaian indikator angket respon afektif untuk siklus III sebe-sar 76,691% (meningkat 1,96%). Sedangkan rata-rata nilai capaian setiap indi-ator yang didapat dari hasil observasi respon afektif siswa untuk siklus I sebesar 67,83% dan siklus II 72,058% (meningkat 5,228%), serta pada siklus III sebesar 79,595% (meningkat 7,537%). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi Active Knowledge Sharing dapat meningkatkan respon afektif siswa kelas X-1 SMA Negeri 3 Surakarta tahun pelajaran 2010/2011.
PENGEMBANGAN MODUL INKUIRI BERORIENTASI LIFE SKILLS PADA MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN UNTUK SISWA KELAS X SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) Agustina, Putri
Prosiding Seminar Biologi Vol 11, No 1 (2014): Seminar Nasional XI Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11.277 KB)

Abstract

The purpose of this research is to produce inquiry-oriented life skills modules on environmental pollution materials for high school students of class X and test their effectiveness in teaching Biology. This research is the development that follows the Borg and Gall development procedure includes several steps: (1) research and information gathering; (2) planning; (3) the initial product development; (4) limited trial; (5) revision of the product; (6) The main trial; and (7) the major product revision. The results of the validation and assessment by experts material, teaching material development experts, and practitioners implementing learning indicates that the module in the excellent category with an average percentage of achievement (p) more than 85%. This indicates that the module has been implemented in the learning feasible. Readability test showed performance of 84.90 ataubaik. In the main test phase gain values obtained scores of 0.64 (medium), which means the module has been quite effectively applied in learning. Keywords : inquiry, life skills, learning
Pedagogical Content Knowledge (PCK) of 4th Semester Students in Biology Education Department on the Subject of Biology Learning Strategy Agustina, Putri
Prosiding Seminar Biologi Vol 12, No 1 (2015): Seminar Nasional XII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11.277 KB)

Abstract

This study aimed to describe the Pedagogical Content Knowledge (PCK) Biology student teachers in designing learning scenarios at the moment to take a course Biology Learning Strategy. This research is descriptive exploratory study. The population were all fourth semester students who take a course in Biology Learning Strategy totaling 140 students. Samples taken at random sampling two classes (63 students). The data were analyzed descriptively. The results showed that 75% of students are still difficulties in determining the appropriate materials with basic competence selected. Selection of many theoretical material, only 25% of students who chose contextual material and are directly related to the lives of learners. 60% of students on average chose teaching media in the form of power point slides and video. Preparation of the average slide is still much in the form of minimal explanation and illustration. The selected videos most movies are full length making it less effective used in the learning process. Selection of quite varied learning methods, 50% chose a lecture and question and answer, 25% choose the method of guided discovery, and others prefer a combination of lecture with methods that emphasize student activity. In general, students are still confused in determining the proper method in accordance with the characteristics of the material being taught. From the analysis of learning scenarios developed generally known that students have a mastery of the knowledge of the content (C) and pedagogy (P) were quite good however, the link between pedagogy with content (PCK) is still lacking, especially in selecting methods and instructional media in accordance with material characteristics and levelsKeywords: Pedagogical content knowledge, biology teacher education, strategy, method
Analisis Struktur Vegetasi di Kecamatan Ampel Kabupaten Boyolali MARIDI, MARIDI; SAPUTRA, ALANINDRA; AGUSTINA, PUTRI
BIOEDUKASI Vol 8, No 1 (2015): BIOEDUKASI
Publisher : BIOEDUKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (12.556 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini antara lain: (1) mengetahui struktur dan komposisi vegetasi baik pohon maupun vegetasi penutup lantai (lower crop community-LCC) di lokasi kajian AMDAL kecamatan Ampel Kabupaten Boyolali; serta (2) mengetahui pengaruh indeks nilai penting dan indeks diversitas vegetasi terhadap kondisi lingkungan di sekitar lokasi kajian AMDAL kecamatan Ampel kabupaten Boyolali. Penelitian dilaksanakan di lokasi kajian AMDAL kecamatan Ampel kabupaten Boyolali pada bulan Juni sampai Juli 2013. Penelitian dilaksanakan dalam beberapa tahap antara lain: (1) survei (pene-litian pendahuluan; (2) penentuan area kajian (unit sampling); (3) pengambilan data lapangan; serta (4) analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk vegetasi pohon, diperoleh 46 spesies yang termasuk ke dalam 24 famili. Jenis pohon yang pa-ling banyak ditemukan adalah Capsicum frutescens (cabe rawit) yang berjumlah 3655 individu tiap 1600 m2. Kontribusi spesies pohon yang terbesar ditunjukkan oleh indeks nilai penting (INP) tertinggi adalah Capsicum frutescens. Indeks diversitas/keaneka-ragaman vegetasi pohon di lokasi adalah 0,9864 (rendah). Untuk vegetasi penutup lantai (LCC) ditemukan 80 spesies yang termasuk 27 famili. Cacah individu terbanyak adalah Wedelia montana sebanyak 3234608 individu per 400 m2. Indeks diversitas vegetasi LCC adalah 1,144822 (melimpah). Keywords:     struktur vegetasi, LCC, Boyolali, INP
Kemampuan Menentukan Jenis dan Batasan Informasi Mahasiswa Semester III Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta (Studi Kasus pada Matakuliah Sistematika Invertebrata T.A 2014/2015) AGUSTINA, PUTRI; SAPUTRA, ALANINDRA
BIOEDUKASI Vol 8, No 1 (2015): BIOEDUKASI
Publisher : BIOEDUKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (12.556 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kemampuan mahasiswa semester III prodi pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta tahun ajaran 2014/2015 dalam menentukan jenis dan batasan informasi pada matakuliah Sistematika Invertebrata. Kemampuan menentukan jenis dan batasan in-formasi merupakan standar pertama literasi informasi yang dikeluarkan oleh Association of College and Re-search (ACRL). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi penelitian adalah mahasiswa prodi Pendidikan Biologi FKIP UMS semester III yang berjumlah 167 orang dari 5 kelas paralel. Sampel diambil secara acak (random sampling) menjadi 78 orang dari 2 kelas paralel yaitu B dan D. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan (observasi), kuesioner, serta studi kepustakaan dan dokumen. Hasil pe-nelitian menunjukkan bahwa: 94.9% mahasiswa telah mampu menentukan langkah yang dilakukan dalam mencari informasi; mahasiswa telah mampu memilih bentuk-bentuk informasi yang dapat digunakan seba-gai sumber referensi baik informasi tercetak (39.7%), digital/elektronik (17.9%), maupun keduanya (42.3%) serta pada umumnya masih jarang menentukan batasan informasi (84.6%) hanya sesuai dengan topik batas-an dan masih jarang mengevaluasi batasan informasi yang telah dibuat (58.6%). Keywords:     standar literasi informasi, menentukan jenis dan batasan informasi, ACRL
Kajian Potensi Vegetasi dalam Konservasi Air dan Tanah di Daerah Aliran Sungai (DAS): Studi Kasus di 3 Sub DAS Bengawan Solo (Keduang, Dengkeng, dan Samin) Maridi, Maridi; Saputra, Alanindra; Agustina, Putri
Prosiding KPSDA Vol 1, No 1 (2015): Prosiding KPSDA 2015
Publisher : Prosiding KPSDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.45 KB)

Abstract

Watershed is the land area that could potentially be a source of water. The main components of watershed ecosystem composed of humans, animals, vegetation, soil, climate, and water. Watershed ecosystem components that are interconnected is going to maintain the quality of the watershed. A common problem in a watershed is the sedimentation due to large amounts of waste, landslides, and erosion. Water and soil conservation efforts in the watershed can be cultivated by maintaining the balance of watershed ecosystem components one of which is the condition of the vegetation diversity. This study intends to analyze the potential of vegetation in water and soil conservation in the watershed. In-depth study based on the results of the analysis of vegetation and 3 sub-watershed namely Keduang, Dengkeng, and Samin which is a sub-watershed in the Bengawan Solo watershed. Analysis of the condition of the vegetation around the sub-watershed Keduang, Dengkeng, and Samin shows that vegetation has an important role in maintaining the quality of the watershed. Vegetation affects the ability of soil to retain water, thus increasing soil water reserves, prevent erosion and landslides in the surrounding watershed. Vegetation potentially in favor of water and soil conservation in the watershed are shrub vegetation, grass, and other plant floor coverings.