Kadek Karang Agustina
Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana
Articles
24
Documents
Uji Organoleptik dan Tingkat Keasaman Susu Sapi Kemasan yang Dijual di Pasar Tradisional Kota Denpasar

Indonesia Medicus Veterinus Vol 2 (4) 2013
Publisher : Indonesia Medicus Veterinus

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas susu sapi kemasan yang dipasarkan di pasar tradisional yang terdapat di Kota Denpasar ditinjau dari uji organoleptik dan uji tingkat keasaman susu. Sampel yang dipergunakan berupa susu sapi kemasan 250 mL yang berasal dari empat wilayah di Kota Denpasar dengan merek yang sama, masing-masing kios diambil sebanyak tiga kemasan sebagai sampel penelitian. Sampel yang diambil adalah susu yang diletakkan tanpa menggunakan lemari gerai dan tidak diletakkan di dalam lemari pendingin. Seluruh sampel diperiksa secara organoleptik (warna, bau, rasa, dan kekentalan) dan dilakukan pengujian terhadap tingkat keasamannya. Hasil penelitian ini menunjukkan kualitas susu sapi kemasan secara organoleptik yaitu warna putih kekuningan, bau khas susu sapi, rasa sedikit manis dan sedikit asin serta kekentalan yang encer. Uji tingkat keasaman, susu sapi kemasan memiliki pH 7. Dari penelitian ini dapat ditarik simpulan yaitu kualitas susu sapi kemasan yang dijual di pasar tradisional di Kota Denpasar dalam kondisi baik.

Ketahanan Susu Kambing Peranakan Ettawah Post-Thawing pada Penyimpanan Lemari Es Ditinjau dari Uji Didih dan Alkohol

Indonesia Medicus Veterinus Vol 3 (1) 2014
Publisher : Indonesia Medicus Veterinus

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketahanan dan kerusakan susu kambing peranakan ettawah (PE) post-thawing pada penyimpanan lemari es ditinjau dari uji didih dan alkohol. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah susu kambing PE yang berasal dari distributor Tuban Kabupaten Badung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat perlakuan yaitu susu kambing PE post-thawing yang disimpan pada suhu 4?C dengan lama penyimpanan jam ke-0, jam ke-4, jam ke-8 dan jam ke-12. Pemeriksaan dilakukan terhadap ketahanan atau kerusakan susu meliputi uji didih dan uji alkohol. Penelitian diulang sebanyak lima kali dengan interval pengambilan sampel setiap hari sekali. Hasil penelitian menunjukkan keadaan susu kambing PE post-thawing pada penyimpanan suhu 4?C ditinjau dari uji didih maupun uji alkohol, masih layak untuk dikonsumsi pada penyimpanan hingga 4. Hal tersebut ditunjukkan dengan kualitas susu masih bagus, sedangkan mulai jam 8 sampai jam 12 hasilnya positif, yang berarti susu sudah tidak layak untuk dikonsumsi. Simpulan yang dapat ditarik adalah susu kambing baik disimpan dalam lemari es selama 4 jam.

Kualitas Daging Se’i Babi Produksi Denpasar

Indonesia Medicus Veterinus Vol 3 (4) 2014
Publisher : Indonesia Medicus Veterinus

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas daging se’i babi produksi Denpasar yang diambil dari dua tempat produksi dan pemasaran daging se’i babi di kota Denpasar yaitu Gimbo di Imam Bonjol dan Max di Teuku Umar. Parameter yang digunakan dalam menentukan kualitas daging se’i babi tersebut meliputi daya ikat air (DIA), pH, kadar air, dan cita rasa. Analisis data menggunakan uji T berpasangan. Hasil analisis statistik menunjukkan daya ikat air, pH dan cita rasa daging se’i babi produksi kedua tempat produksi tersebut tidak berbeda nyata (P>0,05). Sedangkan kadar air daging se’i babi produksi Gimbo (34.850) berbeda sangat nyata (P<0,01) dengan daging se’i babi produksi Max (29.082). Melihat kualitas daging se’i babi produksi Gimbo dan Max yang cukup baik, diharapkan produsen dapat mempertahankan dan meningkatkan lagi kualitas daging se’i babi yang diproduksi sehingga kualitasnya menjadi lebih baik lagi.

Kualitas Daging Se’i Babi Produksi Denpasar

Indonesia Medicus Veterinus Vol 3 (5) 2014
Publisher : Indonesia Medicus Veterinus

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas daging se’i babi produksi Denpasar yang diambil dari dua tempat produksi dan pemasaran daging se’i babi di kota Denpasar yaitu Gimbo di Imam Bonjol dan Max di Teuku Umar. Parameter yang digunakan dalam menentukan kualitas daging se’i babi tersebut meliputi daya ikat air (DIA), pH, kadar air, dan cita rasa. Analisis data menggunakan uji T berpasangan. Hasil analisis statistik menunjukkan daya ikat air, pH dan cita rasa daging se’i babi produksi kedua tempat produksi tersebut tidak berbeda nyata (P>0,05). Sedangkan kadar air daging se’i babi produksi Gimbo (34.850) berbeda sangat nyata (P<0,01) dengan daging se’i babi produksi Max (29.082). Melihat kualitas daging se’i babi produksi Gimbo dan Max yang cukup baik, diharapkan produsen dapat mempertahankan dan meningkatkan lagi kualitas daging se’i babi yang diproduksi sehingga kualitasnya menjadi lebih baik lagi.  

Daya Ikat Air, pH, Warna, Bau dan Tekstur Daging Sapi Bali dan Daging Wagyu

Indonesia Medicus Veterinus Vol 4 (1) 2015
Publisher : Indonesia Medicus Veterinus

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya ikat air, tingkat keasaman (pH), warna, bau dan tekstur dari daging sapi bali dan daging wagyu yang dijual di Kota Denpasar. Uji daya ikat air menggunakan metode Hamm, tingkat keasaman (pH) diukur menggunakan pH meter, uji warna menggunakan beef colour standar, uji bau dan tekstur menggunakan 10 orang panelis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daging sapi bali dan daging wagyu memiliki nilai daya ikat air dan pH yang tidak berbeda nyata (P>0,05) dengan daya ikat air yang berkisar antara 53,20% -72,30% dan pH yang berkisar antara 5,41-5,85. Hasil uji warna, daging sapi bali berbeda nyata (P

Kualitas Se’i Babi Produksi Denpasar yang Disimpan pada Suhu Dingin

Indonesia Medicus Veterinus Vol 4 (1) 2015
Publisher : Indonesia Medicus Veterinus

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas daging se’i babi produksi Denpasar yang diambil dari dua tempat produksi yaitu produksi Max dan Gimbo dan disimpan pada suhu dingin. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini untuk menentukan kualitas se’i babi adalah daya ikat air (DIA), pH, dan cita rasa. Untuk uji daya ikat air menggunakan metode Hamm, dan untuk uji pH dilakukan pengukuran dengan pH meter dan cita rasa dengan menggunakan panelis. Hasil yang didapat dari uji ini adalah daya ikat air dan pH daging se’i babi produksi Denpasar disimpan pada suhu dingin pada hari ke-0 tidak berbeda nyata (P>0,05) dengan penyimpanan pada hari ke-2, dan 4. Uji cita rasa daging se’i babi produksi Denpasar yang disimpan pada suhu dingin mengalami penurunan nilai cita rasa atau berpengaruh sangat nyata (P

Kualitas Daging Kambing yang Disimpan pada Suhu Ruang Ditinjau dari Uji Subjektif dan Objektif

Indonesia Medicus Veterinus Vol 4 (2) 2015
Publisher : Indonesia Medicus Veterinus

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian terhadap daging kambing untuk mengetahui kualitas daging pada suhu ruang ditinjau dari uji subjektif dan objektif. Sampel diambil dari empat tempat pemotongan di kota Denpasar antara lain : di Kampung Jawa, Kampung Bugis, (Serangan) Sidakarya dan Teuku Umar. Untuk uji warna menggunakan standar warna SNI, sedangkan uji bau dan tektur diuji oleh panelis, untuk mengukur daya ikat air menggunakan metode Hamm. Kadar air dilakukan dengan pengeringan menggunakan oven selanjutnya untuk mengukur pH dilakukan dengan menggunakan pH meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat tempat pemotongan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap keenam parameter antara lain : warna, bau, tekstur, daya ikat air, kadar air dan pH sedangkan lama penyimpanan berpengaruh sangat nyata (P

Kualitas Daging Sapi Wagyu dan Daging Sapi Bali yang Disimpan pada Suhu -19oc

Indonesia Medicus Veterinus Vol 4 (3) 2015
Publisher : Indonesia Medicus Veterinus

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daging merupakan salah satu bahan makanan yang sangat penting dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, karena di dalam daging mengandung nilai gizi yang tinggi, seperti protein, lemak, karbohidrat, dan air. Penyimpanan di bawah titik beku merupakan salah satu cara pengawetan daging yang banyak dilakukan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perubahan kadar-kadar gizi pada daging wagyu dan daging sapi bali meliputi kadar protein, lemak, karbohidrat dan kadar air pada penyimpanan di bawah titik beku selama 25 hari. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 2x6.  Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis ragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar protein, lemak, karbohidrat, dan kadar air daging Wagyu dengan daging sapi bali selama penyimpanan suhu beku berbeda nyata (P<0,05). Tidak terjadi interaksi yang nyata (P>0,05) antara jenis daging sapi wagyu dan daging sapi bali dengan lama penyimpanan pada suhu beku terhadap kadar protein dan kadar air daging sapi. Terjadi interaksi yang nyata (P<0,05) antara jenis daging sapi Wagyu dan daging sapi bali dengan lama penyimpanan pada suhu beku terhadap kadar lemak dan kadar karbohidrat daging sapi.

Media Kulit Buah Manggis Meningkatkan Parameter Nilai Gizi Telur Asin

Indonesia Medicus Veterinus Vol 4 (3) 2015
Publisher : Indonesia Medicus Veterinus

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perubahan zat gizi dari telur asin yang dibuat dengan menggunakan media kulit buah manggis ditinjau dari kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein, dan kadar karbohidrat. Menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Pola Faktorial, dengan dua faktor perlakuan yaitu faktor pertama meliputi telur yang telah dilapisi media kulit buah manggis dan telur yang dilapisi media batu bata. Faktor kedua yakni jangka waktu pemeraman telur pada suhu kamar dimulai dari hari ke-1, ke-7, ke-14 dan ke-21. Data dari penelitian dianalisis dengan sidik ragam, dan apabila terdapat perbedaan dari masing-masing perlakuan maka dilanjutkan dengan menggunakan uji LSD. Hasil penelitian menunjukka bahwa selama proses pemeraman telur asin yang dibuat dengan media kulit buah manggis yang diamati pada hari ke 1, 7, 14 dan 21 terjadi peningkatan kadar protein dan karbohidrat telur asin dari 10,13% sampai 12,72% dan 3,26% sampai 11,61%. Sedangkan kadar air, kadar abu, dan kadar lemak mengalami penurunan dari 70,43% sampai 60,39%, 1,67% sampai 2,81% dan 14,49 sampai 12,44%. Sehingga dapat disimpulakan bahwa pembuatan telur asin dengan menggunakan media kulit buah manggis (Garcinia mangostana L) dapat berpengaruh terhadap perubahan zat gizi telur.

Faktor Risiko Infeksi Escherichia coli O157:H7 pada Sapi Bali di Petang, Badung, Bali

Indonesia Medicus Veterinus Vol 4 (3) 2015
Publisher : Indonesia Medicus Veterinus

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor risiko yang berperan dalam menyebarkan agen E. coli O157:H7 dan mengetahui asosiasi diantara faktor-faktor risiko terhadap penyebaran E. coli O157:H7 pada ternak sapi. Sampel yang dipergunakan adalah sebanyak 58 sampel feses sapi yang dilengkapi dengan data epidemiologi. Sampel berasal dari tujuh desa di Kecamatan Petang Kabupaten Badung, Bali. Tahapan isolasi E. coli dilakukan dengan menumbuhkan bakteri pada media Eosin Methylene Blue Agar (EMBA). Selanjutnya dilakukan pewarnaan Gram untuk mengetahui bentuk dan warna dari E. coli. Untuk membedakan bakteri fecal coli dan non fecal coli maka dilakukan identifikasi isolat dengan uji Indol, Methyl red, Voges-proskauer dan Simon citrate. Selanjutnya untuk mengkonfirmasi E. coli O157 maka isolat ditumbuhkan pada media sorbitol MacConkey Agar (SMAC) yang dilanjutkan dengan uji aglutinasi latek O157. Tahapan akhir yang dilakukan untuk memastikan E. coli O157 tersebut adalah E. coli O157:H7 maka diuji dengan uji antiserum H7. Hasil analisis data epidemiologi dengan Odds ratio menunjukkan bahwa sapi jenis kelamin jantan memiliki nilai Odds ratio 4,1 yang berarti  memiliki risiko menyebarkan E. coli O157:H7 4,1 kali lebih besar dibandingkan dengan sapi yang berjenis kelamin betina. Selain itu, sumber air minum ternak yang berasal bukan dari Perusahaan Air Minum memiliki nilai Odds ratio 2,4 yang berarti 2,4 kali berisiko menyebarkan E. coli O157:H7 dibandingkan dengan air minum yang bersumber dari Perusahaan Air Minum. Pada uji Chi square belum ditemukan adanya pengaruh nyata (P>0,05) dari asosiasi diantara faktor-faktor risiko tersebut. Dari penelitian ini ditemukan faktor yang beresiko terhadap penyebaran E. coli O157:H7 adalah jenis kelamin dan sumber air minum dan tidak terdapat asosiasi yang signifikan diantara faktor resiko tersebut.