Kadek Karang Agustina
Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana
Articles
24
Documents
Identifikasi dan Prevalensi Cacing Tipe Strongyle pada Babi di Bali

Buletin Veteriner Udayana Vol. 5 No. 2 Agustus 2013
Publisher : Buletin Veteriner Udayana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menghitung prevalensi spesies cacing pada babi di Bali yang memiliki bentuk telur yang sama yaitu bentuk tipe strongyle. Sebanyak 240 sampel feses babi yang berasal dari peternakan babi yang tersebar di seluruh wilayah Bali telah diperiksa menggunakan modifikasi dari metode Roberts dan O’Sullivan yaitu kultur feses yang menunjukkan hasil positif pada pemeriksaan mikroskopis. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 60% babi di Bali terinfeksi cacing type strongyle. Setelah dilakukan kultur feses, teridentifikasi dua jenis cacing yaitu Hyostrongylus rubidus dan Oesophagostomum dentatum dengan prevalensi masing-masing yaitu  41,25% dan 47,5%.

Prevalensi Toxocara vitulorum Pada Induk Dan Anak Sapi Bali Di Wilayah Bali Timur

Buletin Veteriner Udayana Vol. 5 No.1 Pebruari 2013
Publisher : Buletin Veteriner Udayana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi infeksi cacing Toxocara vitulorum pada induk dan anak sapi bali di wilayah Bali Timur. Sebanyak 720 sampel feses sapi bali yang terdiri dari 360 sampel feses induk sapi bali dan 360 sampel feses anakan (pedet) sapi bali telah diperiksa menggunakan metode pengapungan. Hasil pemeriksaan secara keseluruhan menunjukkan prevalensi T. vitulorum pada sapi bali di wilayah Bali timur sebesar 39,4 %. Dari 360 induk sapi bali terdapat 153 (42,5%) sampel yang positif terinfeksi T. vitulorum. Sedangkan dari pemeriksaan 360 sampel feses pedet sapi bali, terdeteksi sebanyak 131 (36,4%) sampel pedet yang terinfeksi T.vitulorum.

Uji Organoleptik dan Tingkat Keasaman Susu Sapi Kemasan yang Dijual di Pasar Tradisional Kota Denpasar

Indonesia Medicus Veterinus Vol 2 (4) 2013
Publisher : Indonesia Medicus Veterinus

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas susu sapi kemasan yang dipasarkan di pasar tradisional yang terdapat di Kota Denpasar ditinjau dari uji organoleptik dan uji tingkat keasaman susu. Sampel yang dipergunakan berupa susu sapi kemasan 250 mL yang berasal dari empat wilayah di Kota Denpasar dengan merek yang sama, masing-masing kios diambil sebanyak tiga kemasan sebagai sampel penelitian. Sampel yang diambil adalah susu yang diletakkan tanpa menggunakan lemari gerai dan tidak diletakkan di dalam lemari pendingin. Seluruh sampel diperiksa secara organoleptik (warna, bau, rasa, dan kekentalan) dan dilakukan pengujian terhadap tingkat keasamannya. Hasil penelitian ini menunjukkan kualitas susu sapi kemasan secara organoleptik yaitu warna putih kekuningan, bau khas susu sapi, rasa sedikit manis dan sedikit asin serta kekentalan yang encer. Uji tingkat keasaman, susu sapi kemasan memiliki pH 7. Dari penelitian ini dapat ditarik simpulan yaitu kualitas susu sapi kemasan yang dijual di pasar tradisional di Kota Denpasar dalam kondisi baik.

Ketahanan Susu Kambing Peranakan Ettawah Post-Thawing pada Penyimpanan Lemari Es Ditinjau dari Uji Didih dan Alkohol

Indonesia Medicus Veterinus Vol 3 (1) 2014
Publisher : Indonesia Medicus Veterinus

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketahanan dan kerusakan susu kambing peranakan ettawah (PE) post-thawing pada penyimpanan lemari es ditinjau dari uji didih dan alkohol. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah susu kambing PE yang berasal dari distributor Tuban Kabupaten Badung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat perlakuan yaitu susu kambing PE post-thawing yang disimpan pada suhu 4?C dengan lama penyimpanan jam ke-0, jam ke-4, jam ke-8 dan jam ke-12. Pemeriksaan dilakukan terhadap ketahanan atau kerusakan susu meliputi uji didih dan uji alkohol. Penelitian diulang sebanyak lima kali dengan interval pengambilan sampel setiap hari sekali. Hasil penelitian menunjukkan keadaan susu kambing PE post-thawing pada penyimpanan suhu 4?C ditinjau dari uji didih maupun uji alkohol, masih layak untuk dikonsumsi pada penyimpanan hingga 4. Hal tersebut ditunjukkan dengan kualitas susu masih bagus, sedangkan mulai jam 8 sampai jam 12 hasilnya positif, yang berarti susu sudah tidak layak untuk dikonsumsi. Simpulan yang dapat ditarik adalah susu kambing baik disimpan dalam lemari es selama 4 jam.

Kualitas Daging Se’i Babi Produksi Denpasar

Indonesia Medicus Veterinus Vol 3 (4) 2014
Publisher : Indonesia Medicus Veterinus

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas daging se’i babi produksi Denpasar yang diambil dari dua tempat produksi dan pemasaran daging se’i babi di kota Denpasar yaitu Gimbo di Imam Bonjol dan Max di Teuku Umar. Parameter yang digunakan dalam menentukan kualitas daging se’i babi tersebut meliputi daya ikat air (DIA), pH, kadar air, dan cita rasa. Analisis data menggunakan uji T berpasangan. Hasil analisis statistik menunjukkan daya ikat air, pH dan cita rasa daging se’i babi produksi kedua tempat produksi tersebut tidak berbeda nyata (P>0,05). Sedangkan kadar air daging se’i babi produksi Gimbo (34.850) berbeda sangat nyata (P<0,01) dengan daging se’i babi produksi Max (29.082). Melihat kualitas daging se’i babi produksi Gimbo dan Max yang cukup baik, diharapkan produsen dapat mempertahankan dan meningkatkan lagi kualitas daging se’i babi yang diproduksi sehingga kualitasnya menjadi lebih baik lagi.

Kualitas Daging Se’i Babi Produksi Denpasar

Indonesia Medicus Veterinus Vol 3 (5) 2014
Publisher : Indonesia Medicus Veterinus

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas daging se’i babi produksi Denpasar yang diambil dari dua tempat produksi dan pemasaran daging se’i babi di kota Denpasar yaitu Gimbo di Imam Bonjol dan Max di Teuku Umar. Parameter yang digunakan dalam menentukan kualitas daging se’i babi tersebut meliputi daya ikat air (DIA), pH, kadar air, dan cita rasa. Analisis data menggunakan uji T berpasangan. Hasil analisis statistik menunjukkan daya ikat air, pH dan cita rasa daging se’i babi produksi kedua tempat produksi tersebut tidak berbeda nyata (P>0,05). Sedangkan kadar air daging se’i babi produksi Gimbo (34.850) berbeda sangat nyata (P<0,01) dengan daging se’i babi produksi Max (29.082). Melihat kualitas daging se’i babi produksi Gimbo dan Max yang cukup baik, diharapkan produsen dapat mempertahankan dan meningkatkan lagi kualitas daging se’i babi yang diproduksi sehingga kualitasnya menjadi lebih baik lagi.  

Daya Ikat Air, pH, Warna, Bau dan Tekstur Daging Sapi Bali dan Daging Wagyu

Indonesia Medicus Veterinus Vol 4 (1) 2015
Publisher : Indonesia Medicus Veterinus

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya ikat air, tingkat keasaman (pH), warna, bau dan tekstur dari daging sapi bali dan daging wagyu yang dijual di Kota Denpasar. Uji daya ikat air menggunakan metode Hamm, tingkat keasaman (pH) diukur menggunakan pH meter, uji warna menggunakan beef colour standar, uji bau dan tekstur menggunakan 10 orang panelis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daging sapi bali dan daging wagyu memiliki nilai daya ikat air dan pH yang tidak berbeda nyata (P>0,05) dengan daya ikat air yang berkisar antara 53,20% -72,30% dan pH yang berkisar antara 5,41-5,85. Hasil uji warna, daging sapi bali berbeda nyata (P

Kualitas Se’i Babi Produksi Denpasar yang Disimpan pada Suhu Dingin

Indonesia Medicus Veterinus Vol 4 (1) 2015
Publisher : Indonesia Medicus Veterinus

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas daging se’i babi produksi Denpasar yang diambil dari dua tempat produksi yaitu produksi Max dan Gimbo dan disimpan pada suhu dingin. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini untuk menentukan kualitas se’i babi adalah daya ikat air (DIA), pH, dan cita rasa. Untuk uji daya ikat air menggunakan metode Hamm, dan untuk uji pH dilakukan pengukuran dengan pH meter dan cita rasa dengan menggunakan panelis. Hasil yang didapat dari uji ini adalah daya ikat air dan pH daging se’i babi produksi Denpasar disimpan pada suhu dingin pada hari ke-0 tidak berbeda nyata (P>0,05) dengan penyimpanan pada hari ke-2, dan 4. Uji cita rasa daging se’i babi produksi Denpasar yang disimpan pada suhu dingin mengalami penurunan nilai cita rasa atau berpengaruh sangat nyata (P

Kualitas Daging Kambing yang Disimpan pada Suhu Ruang Ditinjau dari Uji Subjektif dan Objektif

Indonesia Medicus Veterinus Vol 4 (2) 2015
Publisher : Indonesia Medicus Veterinus

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian terhadap daging kambing untuk mengetahui kualitas daging pada suhu ruang ditinjau dari uji subjektif dan objektif. Sampel diambil dari empat tempat pemotongan di kota Denpasar antara lain : di Kampung Jawa, Kampung Bugis, (Serangan) Sidakarya dan Teuku Umar. Untuk uji warna menggunakan standar warna SNI, sedangkan uji bau dan tektur diuji oleh panelis, untuk mengukur daya ikat air menggunakan metode Hamm. Kadar air dilakukan dengan pengeringan menggunakan oven selanjutnya untuk mengukur pH dilakukan dengan menggunakan pH meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat tempat pemotongan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap keenam parameter antara lain : warna, bau, tekstur, daya ikat air, kadar air dan pH sedangkan lama penyimpanan berpengaruh sangat nyata (P

Analisis Nilai Gizi Telur Itik Asin Yang Dibuat Dengan Media Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L) Selama Masa Pemeraman

Buletin Veteriner Udayana VOL. 7 No. 2 Agustus 2015
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine of Udayana University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kandungan zat gizi dari telur itik asin yang dibuat dengan menggunakan media kulit buah manggis ditinjau dari kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein dan kadar karbohidrat selama masa pemeaman. Menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 2 faktor perlakuan yaitu faktor pertama meliputi telur yang telah dilapisi media kulit buah manggis dan telur yang dilapisi media batu bata. Sedangkan faktor kedua yakni jangka waktu pemeraman telur yaitu selama 7, 14 dan 21 hari. Metode yang dipergunakan dalam pemeriksaan nilai gizi telur merujuk pada standar yang dikeluarkan oleh AOAC (1984). Data hasil penelitian dianalisa menggunakan Uji T untuk membandingkan kadar gizi kedua jenis telur asin tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama proses pemeraman dengan menggunakan media kulit buah manggis yang diamati pada hari ke 7, 14 dan 21 terjadi penurunan kadar air dan kadar lemak telur asin berturut-turut dari 68.02% menjadi 63.54% dan 14.23% menjadi 13.26%. Sedangkan  kadar abu, protein dan karbohidrat mengalami peningkatan berturut-turut dari 1.4% menjadi 2.69%, 13.54% menjadi 13.61% dan 1.93% menjadi 6.89%. Apabila dibandingkan dengan media batu bata, seluruh parameter nilai gizi tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan (P>0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa media kulit buah manggis dapat dimanfaatkan sebagai media pembuatan telur asin.