Indra Agus
Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Padang, Kampus Limau Manis, Padang.

Published : 9 Documents
Articles

Found 9 Documents
Search

Penentuan Jenis Distribusi Dan Uji Kesesuaian Smirnov Kolmogorov Data Hujan Das Taratak Timbulun Kabupaten Pesisir Selatan Agus, Indra
REKAYASA SIPIL Vol 6, No 1 (2010)
Publisher : REKAYASA SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rain significantly represent input component in hydrologi proses. Mostly, rain characteristic are intensity, duration and depth. Data of rain available to calculate floods discharge. Floods discharge data are needed to calculate water construction dimension in planning. Plan of rains is calculated by applying frequency distribution analysis such normally distribution, log normally distribution, gumbel distribution, frechet distribution, pearson III distribution, log pearson III distribution and others. Unequal results occur from each distribution analysis. Therefore, this research is supposed to determine suitable distribution to calculate plan of rains. Distribution type researchs conduct by calculating statistic parameter (Mean x , Standard Deviation S, Coeffisient of Variation Cv, Coeffisient of Skewness Cs, Coeffisient of Kurtosis Ck). It results suitable distribution for Log Pearson III in Catchment Area Taratak Timbulun. According to Smirnov Kolmogorov suitability test and drawing at probability sheets result Log Normal and Log Pearson III in Catchment Area Taratak Timbulun.
Pembuatan Kurva Idf Catchment Area Taratak Timbulun Kabupaten Pesisir Selatan Agus, Indra; Alamsyah, Takdir
REKAYASA SIPIL Vol 7, No 1 (2011)
Publisher : REKAYASA SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan suatu saluran drainase pada suatu kawasan yang meliputi drainase perumahan, drainase jalan, drainase lapangan terbang, drainase lapangan olah raga, drainase areal parkir, drainase industri dan lain-lain sangat ditentukan sekali oleh debit limpasan yang terjadi. Debit limpasan sangat akan dipengaruhi oleh tata guna lahan, luas areal dan intensitas hujan. Intensitas hujan merupakan kedalaman per satuan waktu. Semakin singkat durasi hujannya semakin besar intensitas yang terjadi. Curah hujan yang di gunakan pada penelitian ini adalah curah hujan harian maksimum. Curah hujan rencana dihitung dengan menggunakan metode Log Pearson III untuk berbagai perioda ulang. Dengan menggunakan persamaan Mononobe didapat Intensitas hujan dengan durasi menitan (curah hujan dengan waktu singkat). Untuk menentukan intensitas hujan dalam waktu singkat tersebut diperlukan sekali suatu persamaan intensitasnya, formula yang digunakan biasanya adalah Talbot, Sherman dan Ishiguro. Dari ketiga persamaan tersebut dipilih suatu persamaan yang sesuai dengan sifat hujan yang ada pada lokasi tersebut dengan melakukan uji kesesuaian Chi-Kuadrat.
Uji Kesesuaian Chi-Kuadrat Data Hujan Das Batang Kuranji Kota Padang Agus, Indra; Hartati, Hartati
REKAYASA SIPIL Vol 7, No 2 (2011)
Publisher : REKAYASA SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hujan merupakan komponen masukan pada proses hidrologi. Umumnya karakteristik hujan terdiri dari intensitas hujan, durasi dan ketebalan hujan. Data hujan yang tersedia akan digunakan untuk menghitung curah hujan rencana yang pada akhirnya digunakan untuk menghitung debit banjir. Dari debit banjir bisa menghitung dimensi dari suatu konstruksi bangunan air. Sebelum data hujan digunakan untuk perhitungan debit terlebih dahulu harus dilakukan pengolahan data hujan. Pengolahan data hujan di antanya adalah melakukan penentuan jenis distribusi berdasarkan data parameter statistic seperti perhitungan nilai rata-rata, nilai standar deviasi, nilai koefisien variasi,koefisien kurtosis dan koefisien kemencengan.Untuk mengetahui apakah perlu penambahan data dalam perhitungan curah hujan rencana maka diperlukan uji kecocokan. Uji Kecocokan bertujuan untuk menentukan apakah jumlah data hujan yang digunakan telah mencukupi. Jika dari hasil uji kesesuaian tersebut didapatkan hasil tidak diterima maka sangat diperlukan sekali penambahan data hujan. Uji kesesuaian ini dapat dilakukan dengan beberapa metode di antaranya metode Smirnov Kolmogorov dan metode Chi-Kuadrat. Dalam penelitian ini uji kesesuaian dilakaukan dengan Metode Chi-Kuadrat
Modifikasi Persamaan Hidrograf Satuan Sintetis Metoda Nakayasu Terhadap Hidrograf Satuan Observasi Das Ciliwung Hulu Agus, Indra
REKAYASA SIPIL Vol 3, No 2 (2007)
Publisher : REKAYASA SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kejadian banjir dan kekeringan dalam suatu daerah pengaliran sungai terjadi akibat fenomena iklim, yaitu distribuasi curah hujan terjadi dalam waktu yang singkat dengan intensitas tinggi, atau periode kemarau yang terjadi lebih panjang dari normalnya. Secara umum penyebab banjir adalah adanya input berupa curah hujan dan sistem DAS (daerah aliran sungai). Curah hujan meliputi faktor intensitas hujan, lama hujan dan distribusi hujan, sedangkan sistem DAS meliputi faktor topografi, jenis tanah, penggunaan lahan dan sistem transfer hujan dalam DAS. Data curah hujan dan debit merupakan hal yang penting dalam mendapatkan hidrograf satuan observasi. Curah hujan yang digunakan adalah curah hujan efektif yang mana perhitungan menggunakan metoda  indeks. Sementara limpasan langsung (direct run off) di dapat dengan cara pemisahan total run off dengan base flow menggunakan salah satu dari tida metoda yaitu metoda Straight Line. Ordinat-ordinat hidrograf satuan observasi didapat dengan membagi ordinat limpasan langsung dengan hujan efektif.Hidrograf satuan sintetis merupakan hidrograf satuan yang didapat berdasarkan karakteritik DAS. Modifikasi persamaan Nakayasu dilakukan dengan menggunakan solver pada Microsoft Excel. Hasil Modifikasi persamaan Nakayasu harus mendekati hidrograf satuan observasi, yaitu dengan melihat koefisien korelasi dan rasio descrapancy. Modifikasi dilakukan pada tiga kondisi yaitu modifikasi pada persamaan tg, modifikasi pada persamaan tg, pangkat 2.4 pada Qa serta persamaan Qd1 , modifikasi pada persamaan tg, pangkat 2.4 dan persamaan Qd1,Qd2,Qd3.
Studi Ketinggian Lantai Mercu Bendung Gergaji untuk Peredaman Energi dengan Model Fisik Dua Dimensi Herdianto, Revalin; Agus, Indra; Mukhlis, Mukhlis
REKAYASA SIPIL Vol 2, No 2 (2006)
Publisher : REKAYASA SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu persoalan yang ditimbulkan oleh pembargunan bendung adalah perbedaan elevasi muka air hulu dan hilir yang menyebabkan tingginya energi air di hulu. Energi ini apabila tidak dikendalikan dengan baik dapat menimbulkan peng(prwan di hilir tubuh bendung, yang bisa menyebabkan keruntuhan struKur. Bendung gergaji adalah salah satu altemative yang dapat mengurangi energi ke hilir karena adanya mekanisme benturan antara air dengan lantai di sela-sela gigi gergaji. Pada peyelidikan ini dileliti hubungan antara ketirggian lantai dasar bendung gergaji &ngsn efektivitas peredaman energi melalui model fisik dua dimensi. Penelitian ini dilakukan dengan variasi ketinggian lantai dasar mercu bendung gergaji dengan berbagai debit Parameter yang diukur adalah kedalaman gerusan di hilir bendung. Pada penelitian ini diketahui bahwa dengan jumlah gigi 4 denganperbandingan lebar dan panjang (L/B) = 0,5 dengan gQi berbentuk kapesium menghasilkan efektivitas peredaman energi terbaik. PerbanCingan h/P yang terbaik adalah h/P = 0,70 s/d 1,00 karena gerusan yang dihasilkan adalah minimum.
Modifikasi Persamaan Hidrograf Satuan Sintetis Metoda Snyder-Alexejev Terhadap Hidrograf Satuan Observasi Das Ciliwung Hulu Agus, Indra; Alamsyah, Takdir
POLI REKAYASA Vol 4, No 1 (2008)
Publisher : POLI REKAYASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Flood and dryness in a region watershed happened because of a climate phenomenon, that is rainfall distribution tends to happened in a brief with high intensity, or drought period happened longer than normal. Generally the cause of flood is the existence of input of rainfall and watershed system. Rainfall covers rain factor of stress intensity, duration rainfall duration and distribution of rain, while system watershed covers topography factor, soil type, and land use and system transfer of rain in watershed. Approximation of flooding debit which based on torrential rains can be classified in three ways that is, by the way of empiric formula, by the way of statistic or probability and by the way of unit hydrograph. Rainfall and discharge are important thing in getting hydrograph set of observation and theoretical. The Rainfall that applied is the effective precipitation which calculation is using index method. Whereas direct overflow ( direct run off) in earning by the way of segregation of total run off with base flow applies one of three method that is method Straight Line. Hydrograph ordinates set of observation is gotten by dividing direct overflow ordinate with effective rain. Synthetic unit hydrograph is an unit hydrograph that resulted from watershed characteristic, The modification of Snyder-Alexejev equation is approximated to observation unit hydrograph by reviewing the correlation coefficient and discrepancy ratio. The optimation will be done by determining Ct, Cp anf velue, for the opptoximetion of synthetic unit hydrograph and observation unit hydrograph. Some condition to determine Snyder-Alexejev unit hydrograph; optimation to Ct,Cp and n value is same for  rising climb and recession climb; optimation to Ct,Cp and n value is different for  rising climb and recession climb; optimation to Ct,Cp ,A and n value is same for  rising climb and recession climb; ; optimation to Ct,Cp,  and n value is same  for  rising climb and recession climb, but different for A value
Uji Kesesuaian Chi-Kuadrat Data Hujan Catchment Area Taratak Timbulun Kabupaten Pesisir Selatan Agus, Indra; Hanwar, Suhendrik
POLI REKAYASA Vol 6, No 2 (2011)
Publisher : POLI REKAYASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rain significantly represent input component in hydrology process. Mostly, rain characteristic are intensity, duration and depth. Data of rain available to calculate floods discharge. Floods discharge data are needed to calculate water construction dimension in planning. Plan of rains is calculate by applying frequency distribution analysis such normally distribution, log normally distribution, gumbel distribution, frechet distribution, pearson III distribution, log person III distribution and others. Unequal results occur from each distribution analysis. Therefore, this research is supposed to determine suitable distribution type from rain data statistic parameter results (mean x, standard deviation s, coefficient of vaiation cv, coefficient of skewness cs, coefficient of kurtosis ck). Recomended ferquency distribution results will been tested by using chi quadrat method (chi quadrat suitability test). Based on chi quadrat suitability test results, log pearson III was recommended for the most suitable frequency distribution of catchment area taratak timbulun kabupaten pesisir selatan.
Perbandingan Hidrograf Satuan Teoritis Terhadap Hidrograf Satuan Observasi DAS Ciliwung Hulu Agus, Indra; Hadihardaja, Iwan K.
Jurnal Teknik Sipil Vol 18, No 1 (2011)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (763.331 KB)

Abstract

Abstrak. Banjir dan kekeringan dalam suatu wilayah (DAS) terjadi akibat fenomena iklim yaitu distribuasi curah hujan dengan intensitas tinggi atau periode kemarau yang terjadi lebih panjang. Penyebab banjir berasal dari masukan (hujan) dan sistem DAS. Masukan (hujan) meliputi faktor intensitas hujan, lama hujan dan distribusi hujan. Sedangkan sistem DAS meliputi faktor topografi, jenis tanah, penggunaan lahan dan sistem transfer hujan dalam DAS. Perkiraan debit banjir yang berdasarkan hujan lebat dapat diklasifikasikan dalam tiga cara yaitu, dengan cara rumus empiris, dengan cara statistik (kemungkinan) dan dengan cara hidrograf satuan. Curah hujan dan debit adalah dua hal penting untuk mendapatkan himpunan hidrograf hasil observasi dan teoritis. Curah hujan merupakan nilai yang efektif dan dihitung menggunakan metode indeks. Aliran langsung (limpasan langsung) didapat dari segregasi total limpasan dengan baseflow dan dengan menerapkan metode Straight Line. Ordinat hidrograf hasil observasi dihasilkan dengan membagi ordinat aliran langsung (direct overflow) dengan hujan efektif. Hasil dari satuan hidrograf observasi dibandingkan dengan satuan hidrograf teoritis dan dihitung dengan menggunakan metode Least Square, Forward Subtitution dan Linear Reservoar Cascade. Pebandingan dilakukan terhadap Time base (Tb), Time peaks (Ts), Q peak. Abstract. Flood and dryness in a region watershed was caused by a climate phenomenon, that is high intensity rainfall distribution or longer drought period. Flood is the existence of rainfall input and watershed system. Rainfall covers rain factor of stress intensity, rainfall duration and rain distribution. System watershed covers topography factor, soil type,land use and rain system transfer in watershed. Flooding debit approximation based on torrential rains can be classified in three ways such empiric formula, statistic or probability and unit hydrographer. Rainfall and discharge are important things in getting observed and theoretical hydrographer set. Applying Rainfall is the effective precipitation calculated using index method. Whereas direct overflow (direct  run off) was earned by total run off segregation with base flow applies Straight Line Method. Observed Hydrographer ordinates is created by dividing direct overflow ordinate with effective rain. Observed unit hydrograph result was compared with teoritic unit hydrograph and calculated by using Least Square Method, Forward Subtitution Method and Linear Reservoar Cascade Method. Comparation was done to Time base (Tb), Time peaks (Ts), Q peak.
Analisis Kapasitas Penampang Sungai Batang Mahat Terhadap Besaran Debit Banjir Menggunakan Pendekatan Model Matematik Dalrino, Dalrino; Sadtim, Sadtim; Hartati, Hartati; Agus, Indra
Jurnal Ilmiah Rekayasa Sipil Vol 15 No 2 (2018): Edisi Oktober 2018
Publisher : Politeknik Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (772.907 KB) | DOI: 10.30630/jirs.15.2.124

Abstract

Batang Mahat watershed has a total area of 772.87 km2 with a total length of the main rivers around 44.06 km. With the topographic condition on the upstream side was a mountainous terrain and steep slope relatively into downstream. The problem was can be classified as river siltation, narrowing of the river, and riverbank erosion that has caused flood and threaten a public facilities. Numerical simulations using the application of the HEC RAS model were conducted to determine the capability of the river storage capacity into various discharge values. The results of the analysis show that with the discharge condition Q2 there has been flood caused by the high surface elevation of water that was overtopping of the left and right embankments elevation at the upstream and midstream areas. The water surface elevation will increase with the increasing of flood discharge. River normalization efforts with additional depth and widening of river channel were recommended.