p-Index From 2014 - 2019
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Sosiohumaniora
Articles

Found 2 Documents
Search

KAMPANYE KOMUNIKASI KESEHATAN MELALUI MODEL MULTI STEP FLOW COMMUNICATION DALAM MENEKAN ANGKA PERNIKAHAN USIA DINI PADA MASYARAKAT URBAN DI KABUPATEN BANDUNG Subekti, Priyo; Hafiar, Hanny; Damayanti, Trie; Agung P, FX Ari
Sosiohumaniora Vol 16, No 3 (2014): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2014
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v16i3.5766

Abstract

Kasus pernikahan usia dini banyak terjadi di berbagai penjuru dunia dengan berbagai latar belakang.Telah menjadi perhatian komunitas internasional mengingat risiko yang timbul akibat pernikahan yang dipaksakan,hubungan seksual pada usia dini, kehamilan pada usia muda, kehamilan bermasalah, persalinan yang mengalamikesulitan, bayi yang terlahir tidak normal dll. Kemiskinan bukanlah satu-satunya factor penting yang berperandalam pernikahan usia dini.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengandata kualitatif.Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Bagaimana Karakteristik demografi pelaku pernikahan usiadini pada masyarakat urban. 2) Apa faktor-faktor penyebab masyarakat urban melakukan pernikahan dini. 3)Bagaimana gambaran personal determinans pelaku pernikahan usia dini. 4) Bagaimana gambaran tanggapanpelaku pernikahan usia dini terhadap ILM pernikahan dini. 5) Bagaimana gambaran peranan keluarga terhadappelaku pernikahan dini.Hasil dari penelitian ini: 1) a) Pendidikan SMP dan SMA b) Menikah di Usia 15-20tahun c)Ekonomi menengah ke bawah, 2. Faktor-faktor penyebab masyarakat urban melakukan pernikahan dini:Dorongan dari orang tua, Alasan agama, tidak ingin melanggar syariat agama, Keyakinan yang tinggi bahwadengan menikah di usia dini mampu menyejahterakan keluarga (pendidikan anak), Tingkat pengetahuan yangrendah yang menyebabkan ketidaktahuan akan resiko menikah di usia dini, Lingkungan social yang mendoronguntuk segera menikah; 3. Pelaku pernikahan usia muda cenderung belum dewasa secara psikologis disebabkanusia masih berada dalam ranah remaja awal, Pengambilan keputusan penting dalam hidup lebih dipengaruhi olehafeksi; 4, Untuk mengetahui bagaimana gambaran tanggapan pelakupernikahan usia dini terhadap ILM pernikahandini, Kuantitas terpaan rendah.
KAMPANYE KOMUNIKASI KESEHATAN MELALUI MODEL MULTI STEP FLOW COMMUNICATION DALAM MENEKAN ANGKA PERNIKAHAN USIA DINI PADA MASYARAKAT URBAN DI KABUPATEN BANDUNG Subekti, Priyo; Hafiar, Hanny; Damayanti, Trie; Agung P, FX Ari
Sosiohumaniora Vol 16, No 3 (2014): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2014
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v16i3.5766

Abstract

Kasus pernikahan usia dini banyak terjadi di berbagai penjuru dunia dengan berbagai latar belakang.Telah menjadi perhatian komunitas internasional mengingat risiko yang timbul akibat pernikahan yang dipaksakan,hubungan seksual pada usia dini, kehamilan pada usia muda, kehamilan bermasalah, persalinan yang mengalamikesulitan, bayi yang terlahir tidak normal dll. Kemiskinan bukanlah satu-satunya factor penting yang berperandalam pernikahan usia dini.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengandata kualitatif.Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Bagaimana Karakteristik demografi pelaku pernikahan usiadini pada masyarakat urban. 2) Apa faktor-faktor penyebab masyarakat urban melakukan pernikahan dini. 3)Bagaimana gambaran personal determinans pelaku pernikahan usia dini. 4) Bagaimana gambaran tanggapanpelaku pernikahan usia dini terhadap ILM pernikahan dini. 5) Bagaimana gambaran peranan keluarga terhadappelaku pernikahan dini.Hasil dari penelitian ini: 1) a) Pendidikan SMP dan SMA b) Menikah di Usia 15-20tahun c)Ekonomi menengah ke bawah, 2. Faktor-faktor penyebab masyarakat urban melakukan pernikahan dini:Dorongan dari orang tua, Alasan agama, tidak ingin melanggar syariat agama, Keyakinan yang tinggi bahwadengan menikah di usia dini mampu menyejahterakan keluarga (pendidikan anak), Tingkat pengetahuan yangrendah yang menyebabkan ketidaktahuan akan resiko menikah di usia dini, Lingkungan social yang mendoronguntuk segera menikah; 3. Pelaku pernikahan usia muda cenderung belum dewasa secara psikologis disebabkanusia masih berada dalam ranah remaja awal, Pengambilan keputusan penting dalam hidup lebih dipengaruhi olehafeksi; 4, Untuk mengetahui bagaimana gambaran tanggapan pelakupernikahan usia dini terhadap ILM pernikahandini, Kuantitas terpaan rendah.