Yati Afiyanti
Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Indonesia

Published : 15 Documents
Articles

Found 15 Documents
Search

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI OPTIMISME KESEMBUHAN PADA PASIEN KANKER PAYUDARA Wardiyah, Aryanti; Afiyanti, Yati; Budiati, Tri
Jurnal Keperawatan Vol 5, No 2 (2014): Juli
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.06 KB)

Abstract

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI OPTIMISME KESEMBUHAN PADA PASIEN KANKER PAYUDARAIdentification of Factors Affecting The Breast Cancer Patients Optimism Of HealingAryanti Wardiyah(1), Yati Afiyanti(2), Tri Budiati(3)(1,2,3)Keperawatan Maternitas, Fakultas Ilmu Keperawatan,  Universitas Indonesia, Kampus UI Depok, 16424.E-mail: 1)aryanti.wardiyah@gmail.comABSTRAKKasus kanker terbanyak kedua di Indonesia adalah kanker payudara yang kesembuhannya sulit untuk diprediksi. Penderita kanker payudara mengalami ketidakpastian, depresi, dan tekanan psikologis. Kondisi ini menyebabkan optimisme terhadap kesembuhan pasien menurun. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi optimisme terhadap kesembuhan pada pasien kanker payudara. Desain penelitian menggunakan cross sectional pada 96  responden. Faktor-faktor yang mempengaruhi secara signifikan terhadap optimisme kesembuhan responden adalah dukungan sosial (p value = 0,015) dan stres (p value = 0,022). Faktor yang paling mempengaruhi adalah dukungan sosial (â = 0,055). Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya agar lebih fokus pada intervensi keperawatan yang digunakan untuk meningkatkan dukungan sosial pada pasien kanker payudara.Kata Kunci : Kanker Payudara, Optimisme, Dukungan SosialABSTRACTThe second most common cancer case in Indonesia is breast cancer which its healing is difficult to be predicted. The breast cancer sufferers undergo uncertainty, depression, and psychological pressure. This condition decreases the patient’s optimism of healing. This research aimed to identify factors affecting the breast cancer patients’ optimism of healing. This study applied cross sectional design with 96 respondents. Factors affecting significantly against respondents’ healing optimism were social support (p value = 0,015) and stress (p value = 0,022). The most influencing factor was social support (â = 0,055). It is recommended that the further research will be more focused on the nursing intervention that used to raise social supports for breast cancer patients.Keywords: Breast cancer, optimism, sosial support
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IBU POSTPARTUM PASCA SEKSIO SESAREA UNTUK MELAKUKAN MOBILISASI DINI DI RSCM Hartati, Suryani; ., Setyowati; Afiyanti, Yati
Jurnal Keperawatan Vol 5, No 2 (2014): Juli
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.535 KB)

Abstract

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IBU POSTPARTUM PASCA SEKSIO SESAREA UNTUK MELAKUKAN MOBILISASI DINI  DI  RSCMThe factors related to post-cesarean mothers in performing early mobilizationSuryani Hartati(1) , Setyowati(2), Yati Afiyanti(3)(1)Akper Manggala Husada JakartaJl. Prof. Dr. Latumeten No. 1 Jakarta 11460(2,3)Universitas IndonesiaKampus UI Depok, 16424E-mail: 1) hartati_suryani@yahoo.comABSTRAKMobilisasi dini adalah salah satu tindakan keperawatan untuk meminimalkan terjadinya komplikasi. Berbagai faktor dapat mempengaruhi ibu pasca seksio sesarea untuk melakukan mobilisasi. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan ibu pasca seksio sesarea dalam melakukan mobilisasi dini. Desain penelitian adalah pendekatan cross sectional. Terdapat hubungan yang signifikan antara faktor pengetahuan, motivasi,  dan pemberian informasi oleh petugas kesehatan  terhadap tindakan mobilisasi dini dengan p value (p=0.005; á=0.05). Faktor yang paling berpengaruh terhadap tindakan mobilisasi dini adalah faktor pemberian informasi oleh petugas kesehatan (Exp (B): 4,200). Direkomendasikan perawat untuk memberikan informasi tentang tindakan mobilisasi dini pada ibu pasca seksio sesarea sesuai dengan standar operasional prosedur. Kata kunci :  Mobilisasi dini, ibu pasca seksio sesaraea, pemberian informasi oleh petugas kesehatanABSTRACTEarly mobilization is one of the nursing interventions to minimize the occurrence of complications. Various factors can affect the post-Caesarean section mothers to accomplish early mobilization. The purpose of this study was to determine the factors related to post-cesarean mothers in performing early mobilization. This study used a quantitative method with cross-sectional approach. There were a significant correlation between the factors of knowledge, motivation, and information provision given by health professionals to the intervention of early mobilization with p value (p=:0.005;á=0.05). While the most affecting factor was the information about early mobilization to post caesarean section mothers in accordance with standar operating procedure. Key words: early mobilization, Caesarean section , the provision of information by health professionals
PENGALAMAN KEPALA RUANGAN DALAM MENJALANKAN FUNGSI PENGARAHAN DIRUMAH SAKIT BANJARMASIN Chrismilasari, Lucia Andi; Afiyanti, Yati; Azidin, Yustan
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 2 No 2 (2017): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.439 KB)

Abstract

Kepala ruang merupakan manajer tingkat bawah/lini yang memegang peranan cukup penting dalam menentukan keberhasilan pelayanan keperawatan melalui fungsi manajemen pelayanan. Fungsi pengarahan merupakan merupakan fungsi yang paling fundamental dalam manajemen keperawatan  karena berdampak dalam meningkatkan atau menurunkan kepuasan kerja perawat pelaksana yang pada akhirnya akan sangat berpengaruh pada mutu pelayanan di rumah sakit. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk mengekplorasi berbagai pengalaman kepala ruangan dalam menjalani fungsi pengarahan di Rumah Sakit .Pengumpulan data yang dilakukan terhadap 7 orang partisipan dengan wawancara mendalam di tiga rumah sakit berbeda di Banjarmasin. Wawancara direkam kemudian dibuat dalam bentuk transkrip verbatim. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan fungsi pengarahan yang dilakukan oleh kepala ruangan terdiri atas pendelegasian dalam fungsi pengarahan yang dilakukan secara berjenjang dengan memperhatikan aspek legal; pemberian motivasi dengan menyeimbangkan pemberian reward dan punishment  serta tidak melupakan motivasi relligi; supervisi dengan mempertimbangkan mekanisme, tujuan, sasaran dan model supervisi; Mengatasi konflik dengan belajar dari pengalaman sebelumnya; melaksanakan komunikasi dan koordinasi dalam melakukan pengarahan. Hasil studi ini diharapkan perawat manager dapat berkolaborasi baik dengan institusi pendidikan maupun rumah sakit dalam hal pendidikan kepala ruangan baik secara formal dan informal.
Pengalaman Pasien Gagal Jantung Kongestif Dalam Melaksanakan Perawatan Mandiri ( Self Care ) Agustina, Anita; Afiyanti, Yati; Ilmi, Bahrul
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 1 No 2 (2016): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (734.661 KB)

Abstract

Penyakit Gagal jantug  kongestif  (CHF) merupakan salah satu penyumbang kematian terbesar didunia. Pengalaman pasien dengan CHF menunjukkan sikap yang beragam dalam melaksanakan  perawatan mandiri (self care). Berbagai dampak muncul akibat penyakit yang diderita, mempengaruhi peran dalam kehidupan sehari- hari baik di lingkungan  masyarakat,  maupun keluarga.  Pentingnya perawatan mandiri yang dilakukan oleh individu yang terdiagniosis merupakan faktor pendukung dalam proses pengobatan, Lingkungan sosial seperti keluarga dan masyarakat juga memiliki peran penting guna meningkatkan motivasi bagi klien selain informasi dari para pemberi layanaan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran serta mengungkapkan arti dari pengalaman Pasien Dengan Gagal Jantung Kongestif Dalam Melaksanakan Perawatan Mandiri (Self Care). Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam terhadap 5 orang partisipan yang pernah dirawat  minimal 2 kali dan melakukan kunjungan ulang dipoli klinik jantung Dirumah Sakit Umum Daerah Ulin Banjamasin, pengambilan data dilakukan dikediaman partisipan masing-masing.Terdapat 4 Tema yang teridentifikasi dalam penelitian ini yaitu : (1). Melaksanakan Perawatan mandiri (2). Dukungan yang diperoleh (3). Harapan Pasien (4). Usaha Mendapatkan Bantuan pengobatan
SELF CONTROL AND SELF EFFICACY INCREASE MOTHER’S BIRTH LABOR SATISFACTION Ramie, Agustine; Afiyanti, Yati; Pujasari, Hening
Jurnal Ners Vol 9, No 1 (2014): Vol 9 No 1 April 2014
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.825 KB)

Abstract

Introduction: Self-control and self-effi cacy are necessary for would-be mothers to enhance their birth labor satisfaction. This research was conducted in Ratu Zalecha public hospital in Martapura and in Banjarbaru public hospital in South Borneo with the aim to identify the relationship between self-control and self effi cacy on the one hand, and birth labor satisfaction on the other hand. Method: Cross-sectional approach with correlative analysis was applied for this research, using 125 samples chosen from normal childbirth using consecutive sampling techniques. Result: The result of Chi-Square correlation test showed that there were some relationships between self-control as well as self-effi cacy and birth labor satisfaction (ρ value 0.002,α: 0.05) and (ρ value 0.000, α: 0.05). There were four variables resulted from double logistic analytical regression that play signifi cant roles in birth labor satisfaction, i.e., self-control, self-effi cacy, family income, and parity. Discussion: The most infl uencing variable in birth labor satisfaction was family income. Labor carers should provide enough support so that would-be mothers can view the process of childbirth as a positive and pleasant experience; hence, birth labor satisfaction will surely be tremendous.Keywords: birth labor satisfaction, self-control, self-effi cacy
Faktor Risiko pada Pasien Preeklampsia Ratnawati, R Ratnawati; Afiyanti, Yati; Rachmawati, Imami Nur
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK) Vol 10, No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK)
Publisher : Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka kematian ibu di Indonesia pada tahun 2013 sebesar 190/100.000 kelahiran hidup. Penyebab kematian ibu sebagian besar karena preeklampsia. Pentingnya mengetahui faktor risiko preeklampsia agar dapat mencegah terjadinya peningkatan angka kematian ibu. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor risiko pada pasien preeklampsia. Penelitian deskriptif ini meneliti faktor – faktor risiko pada 107 ibu preeklampsia di ruang postpartum RSUD Kraton, Kajen dan RSI Muhammadiyah Pekajangan, Kabupaten Pekalongan. Data yang diberikan adalah biodata responden dan kuesioner Status Sosial Ekonomi dengan analisa menggunakan software komputer. Preeclampsia terjadi pada ibu primipara sebanyak 51,4%. berusia kurang dari atau sama dengan 35 tahun sebanyak 77,6%.57% pasien gemuk. Pasien preeklampsia tidak memiliki riwayat preeklampsia sebelumnya sebanyak (95,3%) dan tidak memiliki riwayat penyakit kronis 79,4% dengan status sosial ekonomi sebanyak 77,6% merupakan kelas menengah ke bawah. Pelayanan kesehatan perlu memperhatikan faktor-faktor risiko preeklampsia pada ibu hamil sehingga dapat mendeteksi lebih dini dan mendapat perawatan yang terkendali.
Faktor Risiko pada Pasien Preeklampsia Ratnawati, R Ratnawati; Afiyanti, Yati; Rachmawati, Imami Nur
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK) Vol 10, No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK)
Publisher : Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka kematian ibu di Indonesia pada tahun 2013 sebesar 190/100.000 kelahiran hidup. Penyebab kematian ibu sebagian besar karena preeklampsia. Pentingnya mengetahui faktor risiko preeklampsia agar dapat mencegah terjadinya peningkatan angka kematian ibu. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor risiko pada pasien preeklampsia. Penelitian deskriptif ini meneliti faktor – faktor risiko pada 107 ibu preeklampsia di ruang postpartum RSUD Kraton, Kajen dan RSI Muhammadiyah Pekajangan, Kabupaten Pekalongan. Data yang diberikan adalah biodata responden dan kuesioner Status Sosial Ekonomi dengan analisa menggunakan software komputer. Preeclampsia terjadi pada ibu primipara sebanyak 51,4%. berusia kurang dari atau sama dengan 35 tahun sebanyak 77,6%.57% pasien gemuk. Pasien preeklampsia tidak memiliki riwayat preeklampsia sebelumnya sebanyak (95,3%) dan tidak memiliki riwayat penyakit kronis 79,4% dengan status sosial ekonomi sebanyak 77,6% merupakan kelas menengah ke bawah. Pelayanan kesehatan perlu memperhatikan faktor-faktor risiko preeklampsia pada ibu hamil sehingga dapat mendeteksi lebih dini dan mendapat perawatan yang terkendali.
APPLICATION OF NURSING THEORY OF “NEED FOR HELP” AND “UNPLEASANT SYMPTOMS” ON TERMINATED-POSTTERM PREGNANCY: A CASE STUDY Mulhaeriah, Mulhaeriah; Afiyanti, Yati; Rachmawati, Imami Nur
Indonesian Contemporary Nursing Journal (ICON Journal) Volume 1 No. 2 Februari - Juli 2017
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.123 KB)

Abstract

Introduction: Post-term pregnancy is a prolonged pregnancy period till 42 weeks or more that can be caused by varied factors such as hormonal and genetic. Although the incident rate is considerably small, it can bring negative impacts to mother and her baby. Thus, it is important to manage the post-term pregnancy by applying effective approaches such as Need for help Nursing Theory to ensure rapid and precise assessment, observation and immediate intervention carried out during delivery process. In addition, The Theory of Unpleasant symptoms can also be applied to minimize unpleasant symptoms either physically or psychologically and situational discomfort during the labor. Method: The five study cases revealed that the mothers experienced unpleasant symptoms that affected each other and required immediate treatment. Result: After termination with labor induction were conducted, different results were found among the cases. Case two to five after be indiuced, they gave birth trough vaginal birth, while   case one ended with caesarean section because`of fetal distress. Conclusion: Mothers who experienced postterm pregnancy had different respond. Nurse role especially maternity nursing specialist is imperative during the gravidity termination period in performing nursing care to overcome problems experienced by mother with post-term pregnancy.
APLIKASI TEORI ADAPTASI ROY DAN LOST AND GRIEVING KUBLER-ROSE PADA KASUS IBU HAMIL DENGAN INTRA UTERINE FETAL DEATH (IUFD) Wardiyah, Aryanti; Afiyanti, Yati; Rachmawati, Imami Nur
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 6, No 1 (2017): Volume 6 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.86 KB)

Abstract

Karya ilmiah akhir ini disusun sebagai laporan dari praktik residensi spesialis keperawatan Maternitas yang berfokus pada penerapan teori keperawatan adaptasi Roy dan lost and grieving Kubler-Rose pada asuhan keperawatan ibu hamil yang mengalami intra uterine fetal death (IUFD).Tujuan penulisan laporan ini untuk memberikan gambaran pelaksanaan praktik Spesialis Keperawatan Maternitas dalam menjalankan perannya sebagai pemberi pelayanan keperawatan, edukator, konselor, advokat, pengelola, kolaborator, komunikator dan koordinator, agen perubah dan peneliti dalam memberikan asuhan keperawatan pada perempuan sepanjang periode kehidupannya dengan menerapkan teori keperawatan serta pencapaian target kompetensi. Aplikasi teori keperawatan adaptasi Roy dan lost and grieving Kubler-Rose efektif dilakukan pada lima kasus ibu hamil dengan IUFD. Aplikasi teori tersebut berhasil membantu menyelesaikan masalah keperawatan dan meningkatkan adaptasi klien.Kata kunci:Asuhan keperawatan, intra uterine fetal death (IUFD), teori Roy, Kubler-Rose
KEGIATAN RESIDENSI SPESIALIS KEPERAWATAN MATERNITAS FOKUS PENERAPAN “NEED FOR HELP WIEDENBACH” DAN “CONSERVATION LEVINE” PADA ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN PERDARAHAN KARENA KANKER SERVIKS Fitriani, Hemi; ., Styowati; Afiyanti, Yati
Jurnal Skolastik Keperawatan Vol 2, No 1 (2016): Januari - Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Advent Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: permasalahan kesehatan di Indonesia diantaranya seputar kesehatan ibu dan kesehatan perempuan. Ners spesialis keperawatan maternitas yang memiliki peran dan fungsi pada kesehatan perempuan diharapkan dapat berperan dalam mengatasi permasalahan kesehatan di Indonesia. Karya ilmiah akhir ini bertujuan memberikan gambaran pelaksanaan praktek residensi ners spesialis keperawatan maternitas dengan fokus penerapan teori keperawatan ‘need for help Wiedenbach’ pada fase akut dan ‘conservation Levine’ pada fase pemeliharaan dalam asuhan keperawatan pada tujuh kasus perdarahan akibat kanker serviks. Metode: praktik residensi keperawatan maternitas dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bekasi, Rumah Sakit Umum Pusat Nasional (RSUPN) Ciptomangunkusumo Jakarta. Hasil: masalah keperawatan prioritas pada fase akut adalah resiko hipovolemi. Masalah prioritas pada tahap pemeliharaan adalah gangguan perfusi jaringan. Evaluasi pada fase akut adalah tidak terjadi syok hipovolemi. Evaluasi pada fase pemeliharaan adalah gangguan perfusi jaringan teratasi. Kompetensi selama pelaksanaan praktek keperawatan maternitas dapat dicapai. Pembahasan: asuhan keperawatan pada pasien perdarahan akibat kanker serviks, sangat tepat dengan mengaplikasikan dua teori keperawatan yaitu teori keperawatan need for help wiedenbach pada fase akut dan teori Conservation Levine pada fase pemeliharaan mencapai keutuhan (wholeness). Ners spesialis keperawatan maternitas diharapkan mampu menerapkan teori model keperawatan dalam pelaksanaan asuhan keperawatan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pasien. ABSTRACT Introduction: health problems in Indonesia are including maternal and women's health. Maternity nursing specialists who have the role and function on the women’s health are expected to play a role in addressing women's health problems. This final scientific work aimed to describe the implementation of maternity nursing specialist residency practice focused on the application of Wiedenbach Need for Help Theory which was performed in the acute phase and Levine Conservation Theory which was done in the maintenance phase in nursing care of cervical cancer bleeding was performed on seven patients. Method: maternity nursing specialist residency practice was due at Bekasi Regency General Hospital (RSUD), Ciptomangunkusumo National General Hospital (RSUPN), Jakarta. Result: the prior nursing problem in the acute phase was risk for hypovolemic. The prior nursing problems in the conservation stage were tissue perfusion disorder. The evaluation in the acute phase was hipovolemic shock did not occur. The evaluations in the conservation phase were the tissue perfusion disorder was resolved. The maternity nursing specialist competencies were achieved during the residency practice. Discussion: nursing care of patient with cervical cancer bleeding is perfectly applying two nursing theories, those are Wiedenbach Need for Help at acute phase and Levine Conservation at the maintenance phase to reach wholeness.The maternity nursing specialists are expected to be able to apply the nursing model theory in the implementation of nursing care in accordance with the patient’s conditions and needs.