Mochammad Afifuddin
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Published : 31 Documents
Articles

Found 31 Documents
Search

STUDI EKSPERIMENTAL BALOK PROFIL KANAL (C) FERROFOAM CONCRETE DENGAN PENAMBAHAN POZZOLAN (STUDI KASUS BEDA TINGGI 300 MM, 450 MM DAN 600 MM)

JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 4, Februari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2080.887 KB)

Abstract

Abstract: Deck girder construction is one of the most important elements in the constructions of bridges. In general, the girder is made of steel, wood, or concrete. However, the use of these materials has their own limits. These problems led to the idea to study and make profiles ferro foam concrete canal with the addition of pozzolan as an alternative material that can be used in the construction of the bridge girder. This research was conducted to obtain information on the effect of the addition of natural pozzolan materials to the variation in height (h) in the structure of beam canal profile ferro foam concrete with the configuration I in accepting the loads that work. Specimens used in this study was 16 Specimens Profile Canal C are assembled into 8 profiles I with height variations (h), wingspan (bf) on the canal profile is 300 mm, 150 mm and 450 mm; 225 mm, 600 mm and 300 mm and thickness (tw = tf) on the canal profile that is 30 mm, 40 mm, 50 mm. the average of concrete compressive strength (f'c) 32,56 MPa and Specific Gravity (SG) 1,6 and Cement water factor (FAS) 0,4 with additional 10% in Pozzolan, yield stress reinforcement D8 421 MPa, and yield stress wiremesh 530 MPa. This research results obtained are capable of maximum load carried by the canal profile (C) which is configured I with a height of 300 mm is (PCBP 300.150.50) able to withstand the maximum load by 20,41 tons with a deflection of 24,43 mm, to the high-profile 450 mm is equal to 33,00 tons with the deflection of 24,43 mm, namely the test specimen PCBP 450.225.50 and for the profile height of 600 mm is able to accept 39,93 tons with a deflection of 28,55 mm, namely in the test specimen PCBP 600.300.50. The results obtained can be applied in the construction of short span bridges (less than 40 m). Increasing of ultimate load which are capable carried by the canal profile (C) with 600 mm height is 1,95 times of the profile with a height of 300 mm. the capable of the 450 mm height of the profile is 1,65 times with the height of profile is 300mm. the research result showed that with the addition of the height of the profile, the profile capacity is increased.Abstrak: Konstruksi gelagar jembatan merupakan salah satu elemen terpenting dalam pembangunan jembatan. Pada umumnya gelagar tersebut terbuat dari baja, kayu, ataupun beton. Namun, penggunaan material tersebut memiliki keterbatasan masing-masing. Permasalahan ini memunculkan suatu ide untuk meneliti dan menjadikan profil kanal ferro foam concrete sebagai alternatif material yang dapat digunakan pada konstruksi gelagar jembatan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan informasi tentang perilaku profil kanal (C) ferro foam concrete terhadap studi kasus variasi beda tinggi (h) dengan penambahan pozzolan alami dalam menerima beban-beban yang bekerja. Benda uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah 16 benda uji Profil Kanal C yang dirangkai menjadi 8 profil I dengan variasi beda tinggi (h), lebar sayap (bf) pada profil kanal yaitu 300 mm; 150 mm, 450 mm; 225 mm, 600 mm; 300 mm dengan tebal (tw=tf) keseluruhan profil yaitu 30 mm, 40 mm, 50 mm. Hasil kuat tekan beton rata-rata (f’c) adalah 32,56 MPa dengan Specifik Gravity (SG) 1,6 dan Faktor Air Semen (FAS) 0,4 dan penambahan pozzolan sebesar 10% dan tegangan leleh tulangan D8 421 MPa, dan tegangan leleh wiremesh 530 MPa. Hasil penelitian yang didapat yaitu beban maksimum yang mampu dipikul oleh profil kanal (C) yang dikonfigurasikan I dengan tinggi 300 mm adalah (PCBP 300.150.50) mampu menahan beban maksimum sebesar 20,41 Ton dengan lendutan sebesar 24,43 mm, untuk profil dengan tinggi 450 mm adalah (PCBP 450.225.50) mampu menahan beban maksimum sebesar 33 Ton dengan lendutan sebesar 31,25 mm dan untuk profil dengan tinggi 600 mm adalah (PCBP 600.300.50) mampu menahan beban maksimum sebesar 39,93 Ton dengan lendutan sebesar 28,55 mm. Pertambahan beban ultimit yang mampu dipikul oleh profil canal (C) dengan tinggi 600 mm adalah sebesar 1,95 kali dari profil dengan tinggi 300 mm dan untuk profil dengan tinggi 450 mm mampu menahan beban sebesar 1,62 kali dari profil dengan tinggi 300 mm. Hasil pengujian menunjukkan dengan adanya penambahan tinggi profil maka kapasitas dari profil tersebut menjadi meningkat.

EVALUASI NILAI OTTV GEDUNG IGD R.S MEURAXA BANDA ACEH

JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 4, Februari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1378.724 KB)

Abstract

Abstract: Emergency Installation Building is one of the existing buildings in the Meuraxa Hospital Complex consisting of several buildings with the location on the Soekarno Hatta street km 2 City Banda Aceh. The tropical climate of Banda Aceh region with temperatures ranging from 25.5 ℃ to 32.5 ℃ is located in the northern hemisphere causing the sun shining 12 hours each day resulting in high consumption of electrical energy caused by the use of artificial weather carriage. The development of the city that seemed modern and futuristic is an architectural phenomenon characterized by the use of dominant glass on the building sheath as well as the facade of RS.Meuraxa Emergency Installation Building. . In the effort of government energy conservation through National Standardization of Indonesia  in SNI 03-6389-2011 stated that maximum  thermal transfer value limit on the outer wall or called Overall Thermal Transfer Value (OTTV) is 35 Watt / m2.  This research aims to generate a reference design of sheath and get the factors that affect the amount of OTTV value from the results of simulating the calculation toward all variables. The calculation result obtained the total value of OTTV is 51,47 Watt/m2. To decrease the result, some variation of modification simulation by inputting all data of the coefficient value of the material which likely to be applied in the design. The simulations consist of Uf modifications (double glazing), Uw (Outer Wall Isolation), WWR (Glass comparison ratio), α (paint color), SC (shield). The simulation results are included in the table and trendline linear graphs so that the slope value is obtained to analyze the influence / significance level toward OTTV value. The result of the research shows that the modification of SC (glass and effective) by installing shade and modification of glass specification greatly influences the decrease of OTTV value in the effort of energy conservation by still presenting the concept of tropical architecture with traditional theme of Aceh.Abstrak: Gedung Instalasi Gawat Darurat merupakan salah satu dari gedung yang ada di Komplek Rumah Sakit Meuraxa yang terdiri dari beberapa bangunan dengan lokasi berada di jalan Soekarno Hatta km 2 Kota Banda Aceh. Wilayah Banda Aceh yang beriklim tropis dengan suhu berkisar antara 25,5 ℃ hingga 32,5℃ berada di belahan bumi Utara menyebabkan matahari bersinar 12 jam setiap harinya  terus menerus setiap tahunnya sehingga berdampak pada tingginya konsumsi energi listrik akibat dari penggunaan penghawaan buatan. Perkembangan kota yang berkesan modern dan futuristik merupakan fenomena konsep tampilan bangunan dengan bercirikan penggunaan kaca yang dominan pada selubung bangunan seperti halnya yang diterapkan pada bangunan gedung IGD Rs.Meuraxa. Dalam upaya konservasi energi pemerintah melalui Badan Standarisasi Nasional Indonesia yang dimuat dalam SNI 03-6389-2011 menentukan batasan nilai perpindahan termal menyeluruh pada dinding luar atau disebut dengan Overall Thermal Transfer Value (OTTV) maksimal 35 Watt/m2. Penelitian ini bertujuan menghasilkan acuan desain selubung dan mendapatkan faktor penyebab yang mempengaruhi besaran nilai OTTV dari hasil melakukan simulasi perhitungan terhadap semua variabelnya. Perhitungan OTTV pada IGD RS.Meuraxa terdiri 3 komponen nilai yaitu: nilai konduksi dinding, radiasi matahari dan konduksi kaca terhadap empat orientasi fasad bangunan dengan perolehan hasil total nilai OTTV 51,47 Watt/m2. Untuk menurunkan nilai dilakukan beberapa variasi simulasi modifikasi dengan menginput semua data nilai koefisien material yang dimungkinakan untuk diaplikasikan dalam desain. Simulasi terdiri dari modifikasi Uf (kaca ganda), Uw  (Isolasi Dinding Luar), WWR (Rasio perbandingan kaca), a (warna cat), SC (alat peneduh dan spec.kaca). Hasil  simulasi dimasukkan dalam tabel dan grafik trendline linear sehingga didapatkan nilai slope /kemiringan  untuk dianalisis tingkat pengaruh/ signifikan terhadap nilai OTTV. Hasil penelitian diperoleh bahwa modifikasi SC (kaca dan effectif) yaitu pemasangan alat peneduh dan modifikasi spesifikasi kaca sangat mempengaruhi penurunan nilai OTTV dalam  upaya konservasi energi dengan  tetap mengedepankan konsep arsitektur tropis yang bertemakan tradisional Aceh.

APLIKASI ARTIFICIAL NEURAL NETWORK (ANN) UNTUK MEMPREDIKSI PERILAKU LENTUR PROFIL KANAL (C) FEROSEMEN

Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2013): Volume 2, Nomor 2, januari 2013
Publisher : Department of Civil Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.492 KB)

Abstract

Abstract: Objective of this study to predict the flexural behavior of channel profiles (C) Ferosemen by using Artificial Neural Network (ANN). In modeling the effect of different variables is high-profile, number of layers wiremesh, and the amount of reinforcement appeal. The model derived from laboratory test data for 9 pieces of specimen testing that has been done by previous researchers. Steps being taken on the application of ANN there are three stages, namely training, validation, and forecasting. In training randomly selected 7 data for training, and the remaining 2 data selected for validation. Having ascertained the results of training and validation have been getting lessons well, followed by forecasting (predicting). Taken 9 for forecasting new data that has been modified high-profile, number of layers wiremesh, and the amount of tensile reinforcement. From the results obtained values forecasting greatest moments occurred in a high profile 350 mm, 3 layers wiremesh, and 4 rod tensile reinforcement, while the value of the moment of the smallest and the largest value of the deflection occurs in the high profile 150 mm, 3 layers wiremesh, and 2 tensile reinforcement , while the value of the smallest deflection occurs in the high profile 250 mm, 4 layers, wiremesh, and 3 tensile reinforcement. In secondary data, the value of the moment and deflection between ANN modeling (training and validation) compared with laboratory data had an average percentage of 101.81% and 97.45%, while the value of the moment and deflection between theoretical calculations compared with ANN modeling (training and validation) had an average percentage of 80.73% and 58.44%. In the new data, the value of the moment and deflection between theoretical calculations compared with ANN modeling (forecasting) has an average percentage of 78.12% and 60.95%.Keywords : Canal profile (C), ferrocement, Artificial Neural Network, backpropagation.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi perilaku lentur profil kanal (C) Ferosemen dengan menggunakan Artificial Neural Network (ANN). Dalam permodelan yang menjadi variabel adalah pengaruh perbedaan tinggi profil, jumlah lapis wiremesh, dan jumlah tulangan tariknya. Model diambil dari data hasil uji laboratorium terhadap 9 buah benda uji yang telah dilakukan pengujiannya oleh peneliti sebelumnya. Tahapan yang dilakukan pada aplikasi ANN ada tiga tahap, yaitu training, validasi, dan forecasting. Pada training dipilih 7 data secara acak untuk dilatih, dan 2 data sisanya dipilih untuk validasi. Setelah dipastikan hasil training dan validasi telah mendapatkan pembelajaran dengan baik, dilanjutkan dengan forecasting (memprediksi). Diambil 9 data baru untuk forecasting yang telah diubah tinggi profil, jumlah lapis wiremesh, dan jumlah tulangan tarik. Dari hasil forecasting diperoleh nilai momen terbesar terjadi pada profil dengan tinggi 350 mm, 3 lapis wiremesh, dan 4 batang tulangan tarik, sedangkan nilai momen terkecil dan nilai lendutan terbesar terjadi pada profil dengan tinggi 150 mm, 3 lapis wiremesh, dan 2 buah tulangan tarik, sedangkan nilai lendutan terkecil terjadi pada profil dengan tinggi 250 mm, 4 lapis wiremesh, dan 3 buah tulangan tarik. Pada data sekunder, nilai momen dan lendutan antara permodelan ANN (training dan validasi) dibandingkan dengan data laboratorium memiliki persentase rata–rata sebesar 101,81% dan 97,45%, sedangkan nilai momen dan lendutan antara perhitungan teoritis dibandingkan dengan permodelan ANN (training dan validasi) memiliki persentase rata–rata sebesar 80,73% dan 58,44%. Pada data baru, nilai momen dan lendutan antara perhitungan teoritis dibandingkan dengan permodelan ANN (forecasting) memiliki persentase rata–rata sebesar 78,12% dan 60,95%.Kata kunci : Profil Kanal (C), ferosemen, Artificial Neural Network, Backpropagation.

PERILAKU LATERAL SIKLIK PORTAL BETON BERTULANG BERISI DINDING BATA MERAH

JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 4, Februari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1726.817 KB)

Abstract

Abstract: Generally, brick masonry is used as infill wall material for houses and buildings. The Infill wall is installed once the structure is constructed, and assumed as the dead load for the structure. In fact, infill wall may contribute significant stiffness to the structure. As a consequent, the structure may develop such higher base shear forces due to the large stiffness of the structure. The purpose of this research is to evaluate the behavior of the reinforced concrete frame specimen with red brick infill wall and the specimen without using any infill wall. The size of the frame specimen is 2350 x 3300 mm, which consists of reinforced concrete bare frame specimen and reinforced concrete frame specimen with brick masonry infill wall. Cyclic loading tests were conducted on the specimens on the top beam of frame by in-plane direction. The displacement loading protocol are performed laterally and determined by the measured maximum of LVDT from the beam-column connection. Based on the experimental result, the increase capacity and the obtained energy dissipation of the infill wall frame specimen is up to 11.65 and 3.54 higher respectively, compared to the bare frame specimen. The decrease of the stiffness and the ductility level of the infill wall specimen is lesser in comparison with the bare frame specimen. The typical failure mechanism of the infill wall specimens is diagonal cracking. Abstrak: Material bahan bangunan pengisi dinding untuk pembangunan rumah tinggal dan gedung umumnya menggunakan bata merah. Dinding pengisi dipasang apabila struktur utama selesai dikerjakan dan dianggap sebagai beban mati. Namun pada kenyataannya struktur bangunan yang memiliki dinding mempunyai kekakuan struktur yang besar. Ditinjau dari aspek kegempaan, struktur bangunan dengan kekakuan yang besar maka semakin besar pula beban gempa yang bekerja. Tujuan dari penelitian ini menganalisis perilaku portal beton bertulang dengan dinding bata merah yang dibandingkan dengan portal beton bertulang tanpa dinding. Pengujian yang dilakukan adalah portal beton bertulang dengan ukuran 2350 × 3300 mm berjumlah 2 sampel yaitu: portal tanpa dinding dan portal berdinding bata merah dengan plasteran. Pengujian portal dilakukan dengan beban lateral siklik dengan arah pembebanan sejajar bidang balok (in plane) pada balok bagian atas portal. Mekanisme pembebanan dilakukan dengan kontrol beban yang ditentukan oleh perpindahan maksimum yang terukur dari LVDT dari join kolom-balok. Hasil penelitian ini menunjukkan terjadinya peningkatan kapasitas dan energi disipasi sebesar 11,65 kali dan 3,54 kali dari portal tanpa dinding. Penurunan kekakuan dan daktilitas yang terjadi lebih kecil dari portal tanpa dinding. Pola kehancuran yang terjadi pada portal berisi dinding bata merah yaitu jenis diagonal cracking

TINJAUAN PENGARUH RETAK PADA PERENCANAAN ELEMEN STRUKTUR GEDUNG PT PLN (PERSERO) WILAYAH PROVINSI ACEH

Jurnal Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Nomor 2, Januari 2012
Publisher : Department of Civil Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.147 KB)

Abstract

Abstract: The objective of this study is to see the effect of crack which is mention with the stiff­ness modification factor either for flexural stiffeness or torsion stiffener on behalf of section area, flexural moment, torsion moment, and shear forces. Effect of crack was analyzed on 15 main beams which is maximum and calculated on 2 Option, which is: Option 1: modification flex­ural stiffness value (I) and poisson ratio (v) based on SNI 03-2847-2002 method, and Op­tion 2: modification flexural stiffness value (I), torsion stiffeness (J) and piosson ration (v) based on Prof. Wiratman Wangsadinata method. The result for Option 1 shows greater result com­pare to the complete one. On the other hand, the result for Option II shows smaller result com­pare to the complete one. Torsion stiffness value was taken based on the need. It has been found that design building on structural element with effect of crack has been affected by the cho­sen flexural stiffness modification factor, torsion stiffness, and poisons ratio. The correct cho­sen of modification factor very important because will give affected to carry loading pat­tern by structural element on flexural, shear, torsion, or combination between them.Keywords : Flexural Stiffness Modification Factor, torsion stiffness, and poisson ratioAbstrak: Tinjauan ini bertujuan untuk melihat pengaruh retak yang dinyatakan dengan faktor modifikasi kekakuan baik kekakuan lentur maupun kekakuan puntir terhadap luas penampang, momen lentur, momen puntir dan gaya geser. Analisis pengaruh retak terhadap elemen struktur dilakukan terhadap 15 balok induk yang maksimum dan dihitung dalam 2 opsi yaitu Opsi 1: Modifikasi nilai kekakuan lentur (I) dan rasio poisson (v) menurut metode SNI 03-2847-2002 dan Opsi 2: Modifikasi nilai kekakuan lentur (I), kekakuan puntir (J) dan rasio poisson (v) menurut metode Profesor Wiratman Wangsadinata. Analisis pengaruh retak yang dilakukan dengan metode SNI 03-2847-2002 memberikan hasil yang lebih besar dari yang utuh, sedangkan analisis menurut metode Profesor Wiratman Wangsadinata memberikan hasil yang lebih kecil dari yang utuh. Pengambilan nilai kekakuan puntir elemen struktur berbanding lurus terhadap kebutuhannya. Jadi perencanaan gedung dengan pengaruh retak terhadap elemen struktur sangat dipengaruhi oleh pemilihan faktor modifikasi kekakuan lentur, kekakuan puntir dan rasio poisson. Pemilihan faktor modifikasi yang tepat sangat penting karena berpengaruh terhadap pola pemikulan beban oleh elemen struktur baik lentur, geser maupun puntir atau kombinasi diantara ketiganya. Kata kunci :  Faktor modifikasi kekakuan lentur, kekakuan punter, dan rasio poisson

PERILAKU BALOK PROFIL KANAL (C) KONSFIGURASI (I) FERROFOAM CONCRETE DENGAN VARIASI TINGGI PROFIL AKIBAT BEBAN LENTUR

JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 4, Februari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1434.101 KB)

Abstract

Abstract: Many areas have inadequate transportation infrastructure. The current technological developments, demanding the construction of easy to move. To accomplish this, a concrete technology is required that can provide lightweight concrete with high strength. Lightweight concrete technology is also urgently needed, to make innovations in the technical work of the new world of construction. For that combination of ferrocement and foam concrete can be a technology solution needed by the people of Indonesia today. The purpose of this study was to obtain information about the behavior of the confined ferrofoam concrete channel block beam I due to the bending load. The observed behavior in this research is the capacity of the beam in accepting the load, the deflection that occurs as well as the resulting crack pattern and the type of collapse. The test specimen to be made is a C-shaped profile with a height variation of 1500 mm, 200 mm, and 300 mm, a width of 100 mm, and a thickness of 30 mm. Test object repeats using D8 (Threaded Steel), and wiremesh layer of 3 layers. Mix design based on specific gravity of 1600 kg/m3 with FAS 0,4 and addition of pozolan equal to 10%. Results obtained 200-3L test object increased capacity by 38% compared to 150-3L test object, 300-3L increased by 97% compared to 150-3L. 200-3L test object decreased deflection by 12% compared to 150-3L, 300-3L test object decreased 61% compared to 150-3L. 200-3L test specimen increased 7% ductility compared to 150-3L test object, 300-3L increased by 76% compared to 150-3L. The overall profile failure is a sliding bending failure. Abstrak: Banyak daerah yang infrastruktur transportasinya belum memadai. Perkembangan teknologi saat ini, menuntut adanya konstruksi yang mudah untuk dipindahkan. Untuk mewujudkan hal ini, dibutuhkan suatu teknologi beton yang bisa menyediakan beton ringan dengan kekuatan yang tinggi. Teknologi beton yang ringan juga sangat dibutuhkan, untuk membuat inovasi dalam teknis pekerjaan baru didunia konstruksi. Untuk itu kombinasi wiremesh dan foam concrete bisa menjadi solusi teknologi yang dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia saat ini. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan informasi tentang perilaku dari balok profil kanal ferrofoam concrete yang dikonfigurasi I akibat beban lentur. Perilaku yang ditinjau pada penelitian ini berupa kapasitas balok dalam menerima beban, lendutan yang terjadi serta pola retak yang dihasilkan dan jenis keruntuhannya. Benda uji yang akan dibuat adalah profil berbentuk kanal C dengan variasi tinggi masing-masing 1500 mm, 200 mm, dan 300 mm, lebar 100 mm, dan ketebalan 30 mm. Penulangan benda uji menggunakan D8 (Baja Ulir), dan lapisan wiremesh sebanyak 3 lapisan. Mix design berdasarkan berat jenis yaitu 1600 kg/m3 dengan FAS 0,4 dan penambahan pozolan sebesar 10%. Hasil yang didapatkan benda uji 200-3L terjadi peningkatan kapasitas sebesar 38% dibandingkan benda uji 150-3L, 300-3L meningkat sebesar 97% dibanding 150-3L. Benda uji 200-3L terjadi penurunan lendutan sebesar 12% dibandingkan benda uji 150-3L, 300-3L menurun sebesar 61% dibanding 150-3L. Benda uji 200-3L terjadi peningkatan daktilitas sebesar 7% dibandingkan benda uji 150-3L, 300-3L meningkat sebesar 76% dibanding 150-3L. Kegagalan profil yang terjadi secara keseluruhan yaitu kegagalan lentur geser.

KESIAPAN SISTEM PENANGGULANGAN KEBAKARAN PADA GEDUNG FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA

Jurnal Arsip Rekayasa Sipil dan Perencanaan (Journal of Archive in Civil Engineering and Planning) Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Arsip Rekayasa Sipil dan Perencanaan
Publisher : Prodi Magister Teknik Sipil Unsyiah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.261 KB)

Abstract

Fire hazard is one of the risks that must be considered in the building safety management. This study aims to determine the condition of fire risk in the Engineering Faculty Building, Syiah Kuala University Banda Aceh. The analysis used in this research is Hazard identification, Risk Assessment and Risk Control and descriptive analysis. Data were collected using questionnaire survey, interview, and observation. The purposive sampling method is used to determine the number of samples. A total of 238 samples were collected with target respondents are lecturers, employees, and students at the Faculty of Engineering, Syiah Kuala University. Observations were conducted at the Engineering Building of A1, A2, and A3. Further, we conducted a direct interview with an expert of the Occupational Health and Safety (OHS). The result from the analysis the value of firefighting unit counted on an average 688.7. It can be concluded that the condition of fire protection system preparedness in the building of Faculty of Engineering, Syiah Kuala University in bad condition. Furthermore, the result of the assessment of fire risk in administrative room, supporting room, lecture room, and library room obtained shows is a low risk, while as for the laboratory room categorize a high risk. Fire risk controls are needed as the most effective in implementing Occupational Health and Safety (OHS) management systems, including establishing OHS fire management institutions and fire safety coordinator of a faculty composed in fire prevention procedures.

INFRASTRUKTUR PRIORITAS PADA ZONA PARIWISATA DI KOTA SABANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE LOCATION QUOTIENT (LQ) DAN ANALytic NETWORK PROcESs (ANP)

Jurnal Teknik Sipil Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Department of Civil Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (830.823 KB)

Abstract

Abstract: Geographical position which is at the equator, make Indonesia as a tropical country. Topography of the islands are diverse, consisting of lakes, mountains and one that has the longest coastline. This led Indonesia has a variety of beautiful attractions and the main attraction of tourists. Pulau Weh (or We) is a small volcanic island located in the western island of Sumatra. Infrastructure is a basic instruments to support the tourism aspect, where buildings and service institutions that existence is essential for the proper management in order to meet the needs of the economy and society. By using the method of decision-making that is, Location Quotient (LQ) in order to determine the potential tourist area, and then specify the infrastructure priorities that support the area with Analytic Network Process (ANP). From the results, Teupin Layeu and Gapang and Rubiah Island has the highest priority to the development of infrastructure inn / accommodation. Then followed with parking in Teupin Layeu infrastructure and access road to Km0. The results of this study have been partially recommended and in the realization phase, such as access roads to Km0 park in Km0 and also a parking space in Teupin LayeuKeywords : Infrastructure, Tourism, Priority, Sabang, Weh, AHP, LQAbstrak: Posisi geografisnya yang berada pada garis khatulistiwa, menjadikan Indonesia sebagai negara tropis. Topografi pulau-pulau yang beragam, terdiri dari danau, pegunungan dan salah satu yang memiliki garis pantai terpanjang. Ini menyebabkan Indonesia memiliki berbagai objek wisata yang indah dan menjadi daya tarik dari wisatawan mancanegara. Pulau Weh (atau We) adalah pulau vulkanik kecil yang terletak di barat Pulau Sumatra. Infrastruktur merupakan suatu perangkat dasar guna mendukung aspek pariwisata tersebut, dimana bangunan dan institusi pelayanan yang keberadaannya sangat penting untuk pengelolaan yang tepat guna memenuhi kebutuhan ekonomi dan masyarakat. Dengan menggunakan metode pengambilan keputusan yaitu, Location Quotient (LQ) guna menentukan daerah wisata yang berpotensi, dan kemudian di tentukan prioritas infrastruktur yang mendukung daerah tersebut dengan metode Analytic Network Process (ANP). Dari hasil penelitian didapatkan Teupin Layeu dan Gapang serta Pulau Rubiah memiliki prioritas tertinggi untuk dikembangkannya infrastruktur penginapan/akomodasi. Kemudian disusul dengan infrastruktur parkir di Teupin Layeu dan akses jalan menuju km 0. Hasil penelitian ini sebagian telah direkomendasikan dan di dalam tahap realisasi, seperti akses jalan ke km 0, tempat parkir di km 0 dan juga tempat parkir di Teupin Layeu.Kata kunci : Infrastruktur, Pariwisata, Prioritas, Sabang, Weh, ANP, LQ

STRATEGI PENGELOLAAN KAWASAN PASAR BINA USAHA MEULABOH KABUPATEN ACEH BARAT

Jurnal Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017): Volume 1 Special Issue, Nomor 2, Desember 2017
Publisher : Department of Civil Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (739.309 KB)

Abstract

Abstract: Good management needs to be applied in managing the market so that the market area well ordered so that the creation of comfortable and peaceful conditions for market users. Seedy, dirty and chaotic is a sure thing to be found in the market, these conditions have a negative impact on the development of the market itself. Similarly, in the Meulaboh Bina Usaha Market, the market management implemented by the UPTD has not been optimized either from the physical aspect, the completeness of the facilities and public facilities, the completeness of the market and the management. In addition, the utilization of new buildings provided for traders has not been optimal, as evidenced by the emergence of traders who sell on the roadside. The purpose of this research is to optimize the function and management of market management of Bina Usaha Meulaboh in minimizing the occurrence of chaos in the market area. The research method is descriptive with quantitative technique. Samples were obtained by 97 buyers, 91 merchants and 3 government officials interviewed as the parties who understood the problems that occurred in the market area. The dominant factor analysis resulted in less optimal market management ie unavailability of vehicle parking, street vendors, garbage, market management, in-market corridor, congestion, security & order, public toilets, warehousing and placement of traders. The appropriate strategy used in managing the market in accordance with SWOT and AHP analysis is to increase the role of UPTD as the responsible person by preparing SOP (standard operating procedure) related to market management so that it becomes the guideline for UPTD to run their respective duties in managing Meulaboh Bina Usaha.Abstrak: Manajemen yang baik perlu diterapkan dalam mengelola pasar agar kawasan pasar tertata dengan baik sehingga terciptanya kondisi nyaman dan tentram bagi pengguna pasar. Kumuh, kotor dan semrawut merupakan hal yang pasti akan ditemukan di pasar, kondisi seperti ini berdampak buruk terhadap perkembangan pasar itu sendiri. Begitu juga yang terjadi di pasar Bina Usaha Meulaboh, manajemen pengelolaan pasar yang diterapkan oleh UPTD belumlah optimal baik dari aspek fisik, kelengkapan fasilitas sarana dan prasarana umum, kelengkapan pasar serta pengelolaan. Selain itu, pemanfaatan bangunan baru yang disediakan untuk pedagang belumlah optimal, terbukti dengan munculnya para pedagang yang berjualan di pinggir jalan. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengoptimalkan fungsi dan manajemen pengelolaan pasar Bina Usaha Meulaboh dalam meminimalisasi terjadinya kesemrawutan di kawasan pasar. Metode penelitian secara deskriptif dengan teknik kuantitatif. Sampel diperoleh sebanyak 97 orang pembeli, 91 orang pedagang dan 3 orang pejabat pemerintah yang diwawancarai sebagai pihak yang mengerti tentang persoalan yang terjadi di kawasan pasar. Adapun hasil analisis faktor dominan yang menyebabkan kurang optimalnya manajemen pasar yaitu tidak tersedianya tempat parkir kendaraan, penertiban PKL, tempat sampah, pengelolaan pasar, koridor di dalam pasar, kemacetan, keamanan & ketertiban, toilet umum, pergudangan barang dan penempatan pedagang. Strategi yang tepat digunakan dalam mengelola pasar sesuai dengan analisis SWOT dan AHP ialah meningkatkan peran UPTD sebagai penanggung jawab dengan cara menyusun SOP (standard operating procedure) terkait pengelolaan pasar sehingga menjadi pedoman bagi UPTD untuk menjalankan tupoksi masing-masing dalam mengelola pasar Bina Usaha Meulaboh.

PERILAKU DAN ANALISA KEKUATAN PANEL PRACETAK FERROFOAM CONCRETE YANG DIBEBANI LENTUR STUDI KASUS : PANEL PRACETAK BERBENTUK U (LU)

JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 4, Februari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1480.385 KB)

Abstract

Abstract: The construction industry still depends on conventional construction methods. The concept of conventional construction must start to look for alternatives. One of them is by using precast panels. Construction precast panels typically use normal concrete, concrete weaknesses of normal weight is too heavy. The use of lightweight concrete in precast construction can solve the problem. One type of lightweight concrete used is lightweight foam concrete. The use of lightweight foam concrete in construction of precast panels facilitate the progress in the field, able to be appointed by the workforce. The aim of research to determine the behavior and capacity analysis ferrofoam precast concrete panels loaded U-shaped bending. This experiment is testing the U-shaped bending (LU) lightweight foam concrete. Dimensions of the test specimen with a length of 2200 mm, width 600 mm and 500 mm, height 120 mm and 80 mm, 30 mm thick. Concrete mix design based on the density is 1600 kg/m3 with FAS 0.4 and 21 MPa quality plan. The results showed that the maximum capacity of panel LU 600-120 1.34 tf at 26.81 mm deflection, LU 600-80 at 0.79 tf at 46.85 mm deflection, LU 500-80 on a deflection of 0.69 tf 39 , 82 mm. Model panel collapse LU LU 600-120 and 600-80 is shear failure, but for LU 500-80 flexural failure. Ductility panel LU 600-80 only 87% of ductility LU 600-120 is a panel with high variation. Ductility panel with wide variations LU panel 500-80 88% biggest than the LU 600-80. Abstrak: Industri konstruksi masih tergantung dengan metode konstruksi konvensional. Konsep konstruksi konvensional harus mulai dicarikan alternatif pengganti. Salah satunya adalah dengan menggunakan metode panel pracetak. Konstruksi panel pracetak biasanya menggunakan beton normal, kelemahan beton normal bobot terlalu berat. Penggunaan beton ringan pada konstruksi pracetak dapat menyelesaikan permasalahan tersebut. Salah satu jenis beton ringan yang digunakan adalah beton ringan busa. Penggunaan beton ringan busa pada konstruksi panel pracetak memudahkan dalam pengerjaan dilapangan, mampu diangkat oleh tenaga kerja. Tujuan penelitian untuk mengetahui perilaku dan analisa kapasitas panel pracetak ferrofoam concrete berbentuk U yang dibebani lentur. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian lentur berbentuk U (LU) beton ringan busa. Dimensi benda uji dengan panjang 2200 mm, lebar 600 mm dan 500 mm, tinggi 120 mm dan 80 mm, tebal 30 mm. Mix design beton berdasarkan berat jenis yaitu 1,6 dengan FAS 0,4 dan mutu rencana 21 MPa. Hasil penelitian adalah kapasitas maksimum panel LU 600-120 sesebar 1,34 tf pada lendutan 26,81 mm, LU 600-80 sebesar 0,79 tf pada lendutan 46,85 mm, LU 500-80 sebesar 0,69 tf pada lendutan 39,82 mm. Model keruntuhan panel LU 600-120 dan LU 600-80 adalah keruntuhan geser, namun untuk LU 500-80 keruntuhan lentur. Daktilitas panel LU 600-80 hanya 87% dari daktilitas LU 600-120 merupakan panel dengan variasi tinggi. Daktilitas panel dengan variasi lebar panel LU 500-80 lebih besar 88% dibanding LU 600-80.