Mochammad Afifuddin
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Published : 34 Documents
Articles

Found 34 Documents
Search

APLIKASI ARTIFICIAL NEURAL NETWORK (ANN) UNTUK MEMPREDIKSI PERILAKU LENTUR PROFIL KANAL (C) FEROSEMEN Afifuddin, Mochammad; Putra, Rudiansyah; Akbar, Andika
Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2013): Volume 2, Nomor 2, januari 2013
Publisher : Department of Civil Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.492 KB)

Abstract

Abstract: Objective of this study to predict the flexural behavior of channel profiles (C) Ferosemen by using Artificial Neural Network (ANN). In modeling the effect of different variables is high-profile, number of layers wiremesh, and the amount of reinforcement appeal. The model derived from laboratory test data for 9 pieces of specimen testing that has been done by previous researchers. Steps being taken on the application of ANN there are three stages, namely training, validation, and forecasting. In training randomly selected 7 data for training, and the remaining 2 data selected for validation. Having ascertained the results of training and validation have been getting lessons well, followed by forecasting (predicting). Taken 9 for forecasting new data that has been modified high-profile, number of layers wiremesh, and the amount of tensile reinforcement. From the results obtained values forecasting greatest moments occurred in a high profile 350 mm, 3 layers wiremesh, and 4 rod tensile reinforcement, while the value of the moment of the smallest and the largest value of the deflection occurs in the high profile 150 mm, 3 layers wiremesh, and 2 tensile reinforcement , while the value of the smallest deflection occurs in the high profile 250 mm, 4 layers, wiremesh, and 3 tensile reinforcement. In secondary data, the value of the moment and deflection between ANN modeling (training and validation) compared with laboratory data had an average percentage of 101.81% and 97.45%, while the value of the moment and deflection between theoretical calculations compared with ANN modeling (training and validation) had an average percentage of 80.73% and 58.44%. In the new data, the value of the moment and deflection between theoretical calculations compared with ANN modeling (forecasting) has an average percentage of 78.12% and 60.95%.Keywords : Canal profile (C), ferrocement, Artificial Neural Network, backpropagation.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi perilaku lentur profil kanal (C) Ferosemen dengan menggunakan Artificial Neural Network (ANN). Dalam permodelan yang menjadi variabel adalah pengaruh perbedaan tinggi profil, jumlah lapis wiremesh, dan jumlah tulangan tariknya. Model diambil dari data hasil uji laboratorium terhadap 9 buah benda uji yang telah dilakukan pengujiannya oleh peneliti sebelumnya. Tahapan yang dilakukan pada aplikasi ANN ada tiga tahap, yaitu training, validasi, dan forecasting. Pada training dipilih 7 data secara acak untuk dilatih, dan 2 data sisanya dipilih untuk validasi. Setelah dipastikan hasil training dan validasi telah mendapatkan pembelajaran dengan baik, dilanjutkan dengan forecasting (memprediksi). Diambil 9 data baru untuk forecasting yang telah diubah tinggi profil, jumlah lapis wiremesh, dan jumlah tulangan tarik. Dari hasil forecasting diperoleh nilai momen terbesar terjadi pada profil dengan tinggi 350 mm, 3 lapis wiremesh, dan 4 batang tulangan tarik, sedangkan nilai momen terkecil dan nilai lendutan terbesar terjadi pada profil dengan tinggi 150 mm, 3 lapis wiremesh, dan 2 buah tulangan tarik, sedangkan nilai lendutan terkecil terjadi pada profil dengan tinggi 250 mm, 4 lapis wiremesh, dan 3 buah tulangan tarik. Pada data sekunder, nilai momen dan lendutan antara permodelan ANN (training dan validasi) dibandingkan dengan data laboratorium memiliki persentase rata–rata sebesar 101,81% dan 97,45%, sedangkan nilai momen dan lendutan antara perhitungan teoritis dibandingkan dengan permodelan ANN (training dan validasi) memiliki persentase rata–rata sebesar 80,73% dan 58,44%. Pada data baru, nilai momen dan lendutan antara perhitungan teoritis dibandingkan dengan permodelan ANN (forecasting) memiliki persentase rata–rata sebesar 78,12% dan 60,95%.Kata kunci : Profil Kanal (C), ferosemen, Artificial Neural Network, Backpropagation.
TINJAUAN PENGARUH RETAK PADA PERENCANAAN ELEMEN STRUKTUR GEDUNG PT PLN (PERSERO) WILAYAH PROVINSI ACEH Afifuddin, Mochammad; Huzaim, Huzaim; Ikmal, Teuku
Jurnal Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Nomor 2, Januari 2012
Publisher : Department of Civil Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.147 KB)

Abstract

Abstract: The objective of this study is to see the effect of crack which is mention with the stiff­ness modification factor either for flexural stiffeness or torsion stiffener on behalf of section area, flexural moment, torsion moment, and shear forces. Effect of crack was analyzed on 15 main beams which is maximum and calculated on 2 Option, which is: Option 1: modification flex­ural stiffness value (I) and poisson ratio (v) based on SNI 03-2847-2002 method, and Op­tion 2: modification flexural stiffness value (I), torsion stiffeness (J) and piosson ration (v) based on Prof. Wiratman Wangsadinata method. The result for Option 1 shows greater result com­pare to the complete one. On the other hand, the result for Option II shows smaller result com­pare to the complete one. Torsion stiffness value was taken based on the need. It has been found that design building on structural element with effect of crack has been affected by the cho­sen flexural stiffness modification factor, torsion stiffness, and poisons ratio. The correct cho­sen of modification factor very important because will give affected to carry loading pat­tern by structural element on flexural, shear, torsion, or combination between them.Keywords : Flexural Stiffness Modification Factor, torsion stiffness, and poisson ratioAbstrak: Tinjauan ini bertujuan untuk melihat pengaruh retak yang dinyatakan dengan faktor modifikasi kekakuan baik kekakuan lentur maupun kekakuan puntir terhadap luas penampang, momen lentur, momen puntir dan gaya geser. Analisis pengaruh retak terhadap elemen struktur dilakukan terhadap 15 balok induk yang maksimum dan dihitung dalam 2 opsi yaitu Opsi 1: Modifikasi nilai kekakuan lentur (I) dan rasio poisson (v) menurut metode SNI 03-2847-2002 dan Opsi 2: Modifikasi nilai kekakuan lentur (I), kekakuan puntir (J) dan rasio poisson (v) menurut metode Profesor Wiratman Wangsadinata. Analisis pengaruh retak yang dilakukan dengan metode SNI 03-2847-2002 memberikan hasil yang lebih besar dari yang utuh, sedangkan analisis menurut metode Profesor Wiratman Wangsadinata memberikan hasil yang lebih kecil dari yang utuh. Pengambilan nilai kekakuan puntir elemen struktur berbanding lurus terhadap kebutuhannya. Jadi perencanaan gedung dengan pengaruh retak terhadap elemen struktur sangat dipengaruhi oleh pemilihan faktor modifikasi kekakuan lentur, kekakuan puntir dan rasio poisson. Pemilihan faktor modifikasi yang tepat sangat penting karena berpengaruh terhadap pola pemikulan beban oleh elemen struktur baik lentur, geser maupun puntir atau kombinasi diantara ketiganya. Kata kunci :  Faktor modifikasi kekakuan lentur, kekakuan punter, dan rasio poisson
KESIAPAN SISTEM PENANGGULANGAN KEBAKARAN PADA GEDUNG FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA Hermansyah, Dede; Afifuddin, Mochammad; Munir, Abdul
Jurnal Arsip Rekayasa Sipil dan Perencanaan (Journal of Archive in Civil Engineering and Planning) Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Arsip Rekayasa Sipil dan Perencanaan
Publisher : Prodi Magister Teknik Sipil Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.261 KB) | DOI: 10.24815/jarsp.v1i2.10951

Abstract

Fire hazard is one of the risks that must be considered in the building safety management. This study aims to determine the condition of fire risk in the Engineering Faculty Building, Syiah Kuala University Banda Aceh. The analysis used in this research is Hazard identification, Risk Assessment and Risk Control and descriptive analysis. Data were collected using questionnaire survey, interview, and observation. The purposive sampling method is used to determine the number of samples. A total of 238 samples were collected with target respondents are lecturers, employees, and students at the Faculty of Engineering, Syiah Kuala University. Observations were conducted at the Engineering Building of A1, A2, and A3. Further, we conducted a direct interview with an expert of the Occupational Health and Safety (OHS). The result from the analysis the value of firefighting unit counted on an average 688.7. It can be concluded that the condition of fire protection system preparedness in the building of Faculty of Engineering, Syiah Kuala University in bad condition. Furthermore, the result of the assessment of fire risk in administrative room, supporting room, lecture room, and library room obtained shows is a low risk, while as for the laboratory room categorize a high risk. Fire risk controls are needed as the most effective in implementing Occupational Health and Safety (OHS) management systems, including establishing OHS fire management institutions and fire safety coordinator of a faculty composed in fire prevention procedures.
INFRASTRUKTUR PRIORITAS PADA ZONA PARIWISATA DI KOTA SABANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE LOCATION QUOTIENT (LQ) DAN ANALytic NETWORK PROcESs (ANP) Akbar, Herry; Afifuddin, Mochammad; Rani, Hafnidar Abd
Jurnal Teknik Sipil Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Department of Civil Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (830.823 KB)

Abstract

Abstract: Geographical position which is at the equator, make Indonesia as a tropical country. Topography of the islands are diverse, consisting of lakes, mountains and one that has the longest coastline. This led Indonesia has a variety of beautiful attractions and the main attraction of tourists. Pulau Weh (or We) is a small volcanic island located in the western island of Sumatra. Infrastructure is a basic instruments to support the tourism aspect, where buildings and service institutions that existence is essential for the proper management in order to meet the needs of the economy and society. By using the method of decision-making that is, Location Quotient (LQ) in order to determine the potential tourist area, and then specify the infrastructure priorities that support the area with Analytic Network Process (ANP). From the results, Teupin Layeu and Gapang and Rubiah Island has the highest priority to the development of infrastructure inn / accommodation. Then followed with parking in Teupin Layeu infrastructure and access road to Km0. The results of this study have been partially recommended and in the realization phase, such as access roads to Km0 park in Km0 and also a parking space in Teupin LayeuKeywords : Infrastructure, Tourism, Priority, Sabang, Weh, AHP, LQAbstrak: Posisi geografisnya yang berada pada garis khatulistiwa, menjadikan Indonesia sebagai negara tropis. Topografi pulau-pulau yang beragam, terdiri dari danau, pegunungan dan salah satu yang memiliki garis pantai terpanjang. Ini menyebabkan Indonesia memiliki berbagai objek wisata yang indah dan menjadi daya tarik dari wisatawan mancanegara. Pulau Weh (atau We) adalah pulau vulkanik kecil yang terletak di barat Pulau Sumatra. Infrastruktur merupakan suatu perangkat dasar guna mendukung aspek pariwisata tersebut, dimana bangunan dan institusi pelayanan yang keberadaannya sangat penting untuk pengelolaan yang tepat guna memenuhi kebutuhan ekonomi dan masyarakat. Dengan menggunakan metode pengambilan keputusan yaitu, Location Quotient (LQ) guna menentukan daerah wisata yang berpotensi, dan kemudian di tentukan prioritas infrastruktur yang mendukung daerah tersebut dengan metode Analytic Network Process (ANP). Dari hasil penelitian didapatkan Teupin Layeu dan Gapang serta Pulau Rubiah memiliki prioritas tertinggi untuk dikembangkannya infrastruktur penginapan/akomodasi. Kemudian disusul dengan infrastruktur parkir di Teupin Layeu dan akses jalan menuju km 0. Hasil penelitian ini sebagian telah direkomendasikan dan di dalam tahap realisasi, seperti akses jalan ke km 0, tempat parkir di km 0 dan juga tempat parkir di Teupin Layeu.Kata kunci : Infrastruktur, Pariwisata, Prioritas, Sabang, Weh, ANP, LQ
STRATEGI PENGELOLAAN KAWASAN PASAR BINA USAHA MEULABOH KABUPATEN ACEH BARAT Resmal, Dody; Afifuddin, Mochammad; Azmeri, Azmeri
Jurnal Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017): Volume 1 Special Issue, Nomor 2, Desember 2017
Publisher : Department of Civil Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (739.309 KB)

Abstract

Abstract: Good management needs to be applied in managing the market so that the market area well ordered so that the creation of comfortable and peaceful conditions for market users. Seedy, dirty and chaotic is a sure thing to be found in the market, these conditions have a negative impact on the development of the market itself. Similarly, in the Meulaboh Bina Usaha Market, the market management implemented by the UPTD has not been optimized either from the physical aspect, the completeness of the facilities and public facilities, the completeness of the market and the management. In addition, the utilization of new buildings provided for traders has not been optimal, as evidenced by the emergence of traders who sell on the roadside. The purpose of this research is to optimize the function and management of market management of Bina Usaha Meulaboh in minimizing the occurrence of chaos in the market area. The research method is descriptive with quantitative technique. Samples were obtained by 97 buyers, 91 merchants and 3 government officials interviewed as the parties who understood the problems that occurred in the market area. The dominant factor analysis resulted in less optimal market management ie unavailability of vehicle parking, street vendors, garbage, market management, in-market corridor, congestion, security & order, public toilets, warehousing and placement of traders. The appropriate strategy used in managing the market in accordance with SWOT and AHP analysis is to increase the role of UPTD as the responsible person by preparing SOP (standard operating procedure) related to market management so that it becomes the guideline for UPTD to run their respective duties in managing Meulaboh Bina Usaha.Abstrak: Manajemen yang baik perlu diterapkan dalam mengelola pasar agar kawasan pasar tertata dengan baik sehingga terciptanya kondisi nyaman dan tentram bagi pengguna pasar. Kumuh, kotor dan semrawut merupakan hal yang pasti akan ditemukan di pasar, kondisi seperti ini berdampak buruk terhadap perkembangan pasar itu sendiri. Begitu juga yang terjadi di pasar Bina Usaha Meulaboh, manajemen pengelolaan pasar yang diterapkan oleh UPTD belumlah optimal baik dari aspek fisik, kelengkapan fasilitas sarana dan prasarana umum, kelengkapan pasar serta pengelolaan. Selain itu, pemanfaatan bangunan baru yang disediakan untuk pedagang belumlah optimal, terbukti dengan munculnya para pedagang yang berjualan di pinggir jalan. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengoptimalkan fungsi dan manajemen pengelolaan pasar Bina Usaha Meulaboh dalam meminimalisasi terjadinya kesemrawutan di kawasan pasar. Metode penelitian secara deskriptif dengan teknik kuantitatif. Sampel diperoleh sebanyak 97 orang pembeli, 91 orang pedagang dan 3 orang pejabat pemerintah yang diwawancarai sebagai pihak yang mengerti tentang persoalan yang terjadi di kawasan pasar. Adapun hasil analisis faktor dominan yang menyebabkan kurang optimalnya manajemen pasar yaitu tidak tersedianya tempat parkir kendaraan, penertiban PKL, tempat sampah, pengelolaan pasar, koridor di dalam pasar, kemacetan, keamanan & ketertiban, toilet umum, pergudangan barang dan penempatan pedagang. Strategi yang tepat digunakan dalam mengelola pasar sesuai dengan analisis SWOT dan AHP ialah meningkatkan peran UPTD sebagai penanggung jawab dengan cara menyusun SOP (standard operating procedure) terkait pengelolaan pasar sehingga menjadi pedoman bagi UPTD untuk menjalankan tupoksi masing-masing dalam mengelola pasar Bina Usaha Meulaboh.
KAJIAN AWAL PERENCANAAN LENTUR JEMBATAN MENGGUNAKAN GELAGAR FERRO FOAM CONCRETE Nanda, Syarifah Asria; Afifuddin, Mochammad; Aulia, Teuku Budi
Jurnal Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2016): Volume 5, Nomor 2, Januari 2016
Publisher : Department of Civil Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.775 KB)

Abstract

Abstract: Generally girder are made of reinforced concrete which is relatively heavy, that make it  requires many molds (formwork) and scaffolding to hold the load during the execution. To overcome this used ferro foam concrete material with profile I as a girder. The purpose of this study was to determine the amount of carrying capacity arising under variation girder high for for a few short span .High variation girder under review was 150 mm, 200 mm and 300 mm. Some spans that will be reviewed is 1.5 meters, 2 meters, 2.5 meters, 3 meters, 3.5 meters, 4 meters, 5 meters, and 6 meters. The results showed that the nominal moment is greater than the ultimate moment. for a maximum span length of 2 meters on the type of bridge traffic light. While on the pedestrian bridge shows that the nominal moment is greater than the ultimate moment for a maximum span length of 5 meters.  Value nominal moment resistance (ФMn) was 1.1 tm for the girder size 15x20 cm, 1.6 tm for  size 20x20 cm, and 2.8 tm for size 30x20 cm. Girder large dimensions also affect the amount of deflection, the higher the girder, the smaller flexural.Keywords : profile I, ferro foam concreteAbstrak: Umumnya gelagar terbuat dari beton bertulang yang relatif berat, yang dalam pelaksanaannya membutuhkan cetakan (bekisting) dan penyokong yang relatif banyak untuk menahan beban selama pelaksanaan. Untuk mengatasi hal ini digunakan material ferro foam concrete dengan bentuk profil I sebagai gelagar.  Tujuan penelitian ini adalah mengetahui besarnya kapasitas daya dukung yang timbul berdasarkan variasi tinggi gelagar untuk bentang-bentang pendek. Variasi tinggi gelagar yang ditinjau adalah 150 mm, 200 mm dan 300 mm. Bentang-bentang yang akan ditinjau yaitu 1,5 meter, 2 meter, 2,5 meter, 3 meter, 3,5 meter, 4 meter, 5 meter, dan 6 meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa momen nominal lebih besar dari momen ultimit untuk panjang bentang maksimum 2 meter pada tipe jembatan lalu lintas ringan. Sedangkan pada jembatan pedestrian menunjukkan bahwa momen nominal lebih besar dari momen ultimit untuk panjang bentang maksimum 5 meter. Nilai momen nominal tahanan (ФMn) untuk gelagar ukuran 15x20 cm diperoleh ФMn sebesar 1,1 ton, ukuran 20x20 cm diperoleh ФMn sebesar 1.6 ton, dan ukuran 30x20 cm diperoleh ФMn sebesar 2.8 ton. Besar dimensi gelagar juga mempengaruhi besarnya lendutan, semakin tinggi gelagar maka semakin kecil lendutannya.Kata kunci : Profil I, ferro foam concrete
EVALUASI JALUR EVAKUASI DI BAPPEDA ACEH Fattah, Muntadhar Abdul; Afifuddin, Mochammad; Munir, Abdul
Jurnal Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2017): Volume 6, Nomor 2, Januari 2017
Publisher : Department of Civil Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.657 KB)

Abstract

Abstract: Disaster is an event or the sequence of events which threaten and disrupt the lives and society livelihood which is caused by natural factors or non-natural factors, and human factors which resulting in the emergence of human fatalities, environmental damage, loss of property, and psychological impact. Banda Aceh city is located between two faults (east-north and south-west of the city). The background of geological layout indicates that Banda Aceh city is prone place toward natural disasters such as earthquake, tsunami, and flood. Building in prone disaster areas should be planned according to the standards and applicable regulations so that it can provide security and comfort for building users. Development planning agency at sub- national level (Bappeda) Aceh is one of the government offices which are responsibility toward planning the regional development so that the goals that have been set up can be achieved well. The purpose of this study is assessing the evacuation route feasibility at Bappeda Aceh, knowing the users or employees’ perception about evacuation route at Bappeda Aceh and formulating strategies of disaster prevention management. Data processing method which is used is the analysis of SWOT and AHP.  According to the SWOT analysis showed that Bappeda Aceh should be more focus to the salvation path or disaster evacuation route including Aceh governments willingness to help the budget for completeness disaster management facilities, as well as the implementation of the training / education on disaster reduction.Abstrak: Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor non alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis. Kota Banda Aceh terletak diantara dua patahan (sebelah timur-utara dan sebelah barat-selatan kota). Latar belakang letak geologis menunjukkan bahwa Kota Banda Aceh rawan terhadap bencana alam seperti gempa, tsunami dan banjir. Bangunan gedung pada kawasan rawan bencana harus direncanakan sesuai dengan standar-standar dan peraturan yang berlaku sehingga memberikan keamanan dan kenyamanan bagi pengguna bangunan. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh merupakan salah satu kantor pemerintahan yang bertugas merencanakan pembangunan daerah sehingga sasaran yang diinginkan dapat tercapai dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji kelayakan jalur evakuasi di Kantor Bappeda Aceh, mengetahui persepsi pengguna atau karyawan mengenai jalur evakuasi bencana di Kantor Bappeda Aceh dan merumuskan strategi manajemen penanggulangan resiko bencana di Kantor Bappeda Aceh. Metode pengolahan data yang digunakan adalah analisis SWOT dan AHP. Berdasarkan análisis SWOT  diperoleh bahwa Bapedda Aceh harus lebih fokus kepada jalur keselamatan ataujalur evakuasi bencana termasuk didalamnya kesediaan Pemerintah Aceh untuk membantu anggaran untuk kelengkapan fasilitas penanggulangan bencana, serta adanya pelaksanaan pelatihan/pendidikan mengenai penanggulangan bencana.
PERILAKU DAN ANALISA KEKUATAN PANEL PRACETAK FERROFOAM CONCRETE YANG DIBEBANI LENTUR STUDI KASUS : PANEL PRACETAK BERBENTUK U (LU) Effendi, Zulfan; Abdullah, Abdullah; Afifuddin, Mochammad
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 4, Februari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1480.385 KB) | DOI: 10.24815/jts.v1i4.10050

Abstract

Abstract: The construction industry still depends on conventional construction methods. The concept of conventional construction must start to look for alternatives. One of them is by using precast panels. Construction precast panels typically use normal concrete, concrete weaknesses of normal weight is too heavy. The use of lightweight concrete in precast construction can solve the problem. One type of lightweight concrete used is lightweight foam concrete. The use of lightweight foam concrete in construction of precast panels facilitate the progress in the field, able to be appointed by the workforce. The aim of research to determine the behavior and capacity analysis ferrofoam precast concrete panels loaded U-shaped bending. This experiment is testing the U-shaped bending (LU) lightweight foam concrete. Dimensions of the test specimen with a length of 2200 mm, width 600 mm and 500 mm, height 120 mm and 80 mm, 30 mm thick. Concrete mix design based on the density is 1600 kg/m3 with FAS 0.4 and 21 MPa quality plan. The results showed that the maximum capacity of panel LU 600-120 1.34 tf at 26.81 mm deflection, LU 600-80 at 0.79 tf at 46.85 mm deflection, LU 500-80 on a deflection of 0.69 tf 39 , 82 mm. Model panel collapse LU LU 600-120 and 600-80 is shear failure, but for LU 500-80 flexural failure. Ductility panel LU 600-80 only 87% of ductility LU 600-120 is a panel with high variation. Ductility panel with wide variations LU panel 500-80 88% biggest than the LU 600-80. Abstrak: Industri konstruksi masih tergantung dengan metode konstruksi konvensional. Konsep konstruksi konvensional harus mulai dicarikan alternatif pengganti. Salah satunya adalah dengan menggunakan metode panel pracetak. Konstruksi panel pracetak biasanya menggunakan beton normal, kelemahan beton normal bobot terlalu berat. Penggunaan beton ringan pada konstruksi pracetak dapat menyelesaikan permasalahan tersebut. Salah satu jenis beton ringan yang digunakan adalah beton ringan busa. Penggunaan beton ringan busa pada konstruksi panel pracetak memudahkan dalam pengerjaan dilapangan, mampu diangkat oleh tenaga kerja. Tujuan penelitian untuk mengetahui perilaku dan analisa kapasitas panel pracetak ferrofoam concrete berbentuk U yang dibebani lentur. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian lentur berbentuk U (LU) beton ringan busa. Dimensi benda uji dengan panjang 2200 mm, lebar 600 mm dan 500 mm, tinggi 120 mm dan 80 mm, tebal 30 mm. Mix design beton berdasarkan berat jenis yaitu 1,6 dengan FAS 0,4 dan mutu rencana 21 MPa. Hasil penelitian adalah kapasitas maksimum panel LU 600-120 sesebar 1,34 tf pada lendutan 26,81 mm, LU 600-80 sebesar 0,79 tf pada lendutan 46,85 mm, LU 500-80 sebesar 0,69 tf pada lendutan 39,82 mm. Model keruntuhan panel LU 600-120 dan LU 600-80 adalah keruntuhan geser, namun untuk LU 500-80 keruntuhan lentur. Daktilitas panel LU 600-80 hanya 87% dari daktilitas LU 600-120 merupakan panel dengan variasi tinggi. Daktilitas panel dengan variasi lebar panel LU 500-80 lebih besar 88% dibanding LU 600-80.
KAJIAN KEANDALAN UTILITAS BANGUNAN GEDUNG RUSUNAWA DI KOTA BANDA ACEH Idin, Raja; Munir, Abdul; Afifuddin, Mochammad
Jurnal Arsip Rekayasa Sipil dan Perencanaan (Journal of Archive in Civil Engineering and Planning) Vol 1, No 3 (2018): Jurnal Arsip Rekayasa Sipil dan Perencanaan
Publisher : Prodi Magister Teknik Sipil Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.057 KB) | DOI: 10.24815/jarsp.v1i3.11778

Abstract

Pembangunan Rumah Susun Sewa (RUSUNAWA) kian meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk di kawasan perkotaan. Pemerintah menyediakan Rusunawa sebagai hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), terutama yang selama ini tinggal di kawasan yang dianggap kumuh. Hampir seluruh Rusunawa  di Kota Banda Aceh yang mengalami permasalahan pada utilitas baik plumbing maupun pencahayaan/penerangan yang mengakibatkan kurangnya kenyamanan bagi penghuni Rusunawa. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana keandalan utilitas Rusunawa di Kota Banda Aceh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat keandalan masing-masing gedung sekaligus mengetahui apakah ada perbedaan baik secara umum maupun khusus terhadap utilitas, instalasi plumbing dan instalasi penerangan /pencahayaan dalam penggunaan bangunan Rusunawa dan mengkaji kelayakan utilitas pada bangunan Rusunawa yang ada di Kota Banda Aceh. Metodologi penelitian ini awalnya dimulai dengan pengumpulan data primer dan sekunder, observasi ditulis secara deskriptif mengenai aktivitas yang  terjadi, juga direkam dengan kamera foto mengenai gambaran kondisi kerusakan Rusunawa di Kota Banda Aceh. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode random sampling yaitu pengambilan sampel dari anggota populasi dengan cara acak tanpa memperhatikan strata (tingkatan) dalam anggota populasi tersebut, artinya siapa saja yang secara tidak sengaja bertemu dengan peneliti dan sesuai dengan karakteristiknya maka orang tersebut dapat digunakan sebagai sampel (responden). Jumlah rusunawa 2 tower berada di UIN Ar raniry Banda Aceh dan Asrama Polisi Lamtemen Banda Aceh. Responden yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 76 responden serta menggunakan rumus slovin dengan tingkat kesalahan 5%. Metode analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif dengan menggunakan nilai variabel keandalan utilitas dan skala likert. Hasil penelitian ini yaitu diketahuinya kerusakan yang diklasifikasi berdasarkan tingkat keandalan utilitas, meningkatkan pengetahuan tentang tingkat keandalan bangunan serta meminimalisir setiap kesalahan-kesalahan pada tahap perencanaan dan pembangunan Rusunawa yang ada di Kota Banda Aceh.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TIDAK BERFUNGSINYA PASAR TRADISIONAL (Studi Kasus: Pasar Lamgapang Kecamatan Ulee Kareng Kota Banda Aceh) Syahputra, Eddy; Afifuddin, Mochammad; Yusuf, Safwan
Jurnal Arsip Rekayasa Sipil dan Perencanaan (Journal of Archive in Civil Engineering and Planning) Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Arsip Rekayasa Sipil dan Perencanaan
Publisher : Prodi Magister Teknik Sipil Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.384 KB) | DOI: 10.24815/jarsp.v1i1.10361

Abstract

Lamgapang Market is one of the traditional markets located in Gampong Lamgapang, Ulee Kareng Sub-district, Banda Aceh City. The traditional market of Lamgapang was built in 2008 by the Rehabilitation and Reconstruction Agency (BRR). After completion in 2009 the Department of Cooperatives UKM and Trade Banda Aceh City has been functioning this market Lamgapang, but only operates for 6 months due to not many visitors/buyers. Therefore traders no longer sell in the market Lamgapang and back to where they started selling Ulee Kareng market. This study aims to identify factors that may affect the non-functioning of traditional markets Lamgapang, and identify the form of market Lamgapang desired by buyers and traders. This research uses qualitative method through observation and interview, and quantitative method through questionnaires distribution. The number of respondents in this study is 163 people. Statistical analysis used in data processing consists of validity and reliability test, while data analysis is used descriptive analysis, using the aid of Statistical Product and Service Solution (SPSS) version 22 software. The results show that the factors that influence the malfunction of Lamgapang market is the location of the market is not strategic, the lack of traders remain, there are still street vendors selling in the old market, accessibility that is difficult to reach, lonely buyers, and lanes of traffic away from the crowd. The market shape of Lamgapang that is highly desirable by buyers and traders is that it lies in a strategic position, frequented by buyers, many street vendors, easily accessible via a transport network system, and many traders remain.