Articles

Found 13 Documents
Search

ZONASI, KARAKTERISTIK FISIKA-KIMIA AIR DAN JENIS-JENIS IKAN YANG TERTANGKAP DI SUNGAI MUSI, SUMATERA SELATAN ,, Samuel; Adjie, Susilo
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol 15, No 1 (2008): Juni 2008
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Penelitian untuk mengetahui batas-batas zona, karakteristik perairan dan jenis-jenis ikan di Sungai Musi telah dilaksanakan dari Juni-Nopember 2002. Metode penelitian adalah metode  survei dengan menetapkan 15 stasion pengamatan dari hulu hingga ke hilir serta mencakup musim kemarau dan hujan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa profil memanjang Sungai Musi berdasarkan karakteristik fisika-kimia air, ketinggian dan jarak dari muara dapat dibagi menjadi 3 zona yaitu: zona hulu dengan panjang sungai ±187 km pada ketinggian 600-40 m dpl. Zona tengah (±177 km dan ketinggian 40-15 m) dan zona hilir (±146 km dan ketinggian 15-0 m). Ketiga zona dilihat dari faktor hidrologi dan beberapa parameter fisika-kimia air mempunyai karakteristik yang berbeda. Jenis-jenis ikan yang ditemukan selama penelitian ada ±79 jenis dari 24 famili dan famili Cyprinidae mempunyai jenis terbanyak (±32 jenis). Udang ada 3 jenis dari 2 famili. Penyebaran jenis ikan terfokus pada zona tengah yaitu ±70 jenis, diikuti zona hilir dan hulu masing-masing 52 dan 19 jenis. Jenis ikan/udang yang terdapat pada 3 zona ada 8 jenis terdiri dari 7 jenis ikan dan 1 jenis udang.Kata kunci: zonasi, karakteristik air, jenis ikan teridentifikasi, Sungai Musi
BEBERAPA ASPEK BIOLOGI IKAN SIDAT (Anguilla spp.) DI SUNGAI KETAHUN, PROVINSI BENGKULU Samuel, Samuel; Adjie, Susilo
Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 2, No 1 (2004): Jurnal Ilmu - ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Juni 2004
Publisher : Faculty Fisheries Departement Fisheries

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Study on some biological aspect of freshwater eel in the Ketahun river, Bengkulu Province was conducted in 1997. Four stations were set up by using purposive sampling method. The objective of this study was to obtain some information on biological aspect of freshwater eel such as length-weight relationships, characteristic of natural growth, condition factor, food habit and water quality. Results showed that there was definitely one species of sidat encounted in the Ketahun river i.e : Anguilla marmorata called “pelus kembang”. The characteristic of natural growth was isometric with b value of 2,32-3,43, and condition factor of 1,065-1,200. Based on their feeding habit, this freshwater eel (Anguilla marmorata) can be grouped in carnivorous fish. Water quality condition of the Ketahun river can still support freshwater ell’s life.Keywords: biological aspects, freshwater ell (Anguilla spp.), Ketahun river Bengkulu
ZONASI, KARAKTERISTIK FISIKA-KIMIA AIR DAN JENIS-JENIS IKAN YANG TERTANGKAP DI SUNGAI MUSI, SUMATERA SELATAN ,, Samuel; Adjie, Susilo
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol 15, No 1 (2008): Juni 2008
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Penelitian untuk mengetahui batas-batas zona, karakteristik perairan dan jenis-jenis ikan di Sungai Musi telah dilaksanakan dari Juni-Nopember 2002. Metode penelitian adalah metode  survei dengan menetapkan 15 stasion pengamatan dari hulu hingga ke hilir serta mencakup musim kemarau dan hujan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa profil memanjang Sungai Musi berdasarkan karakteristik fisika-kimia air, ketinggian dan jarak dari muara dapat dibagi menjadi 3 zona yaitu: zona hulu dengan panjang sungai ±187 km pada ketinggian 600-40 m dpl. Zona tengah (±177 km dan ketinggian 40-15 m) dan zona hilir (±146 km dan ketinggian 15-0 m). Ketiga zona dilihat dari faktor hidrologi dan beberapa parameter fisika-kimia air mempunyai karakteristik yang berbeda. Jenis-jenis ikan yang ditemukan selama penelitian ada ±79 jenis dari 24 famili dan famili Cyprinidae mempunyai jenis terbanyak (±32 jenis). Udang ada 3 jenis dari 2 famili. Penyebaran jenis ikan terfokus pada zona tengah yaitu ±70 jenis, diikuti zona hilir dan hulu masing-masing 52 dan 19 jenis. Jenis ikan/udang yang terdapat pada 3 zona ada 8 jenis terdiri dari 7 jenis ikan dan 1 jenis udang.Kata kunci: zonasi, karakteristik air, jenis ikan teridentifikasi, Sungai Musi
RUAYA BEBERAPA JENIS IKAN DI SUAKA PERIKANAN, SUNGAI LEMPUING, SUMATERA SELATAN Adjie, Susilo
Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Vol 10, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfs.8942

Abstract

The purpose of this research was to know the migration pattern of fishes in the fisheries reserved of Lempuing River. Research was conducted in fisheries reserved areas along Lempuing River system from April 1998 to March 1999. The fishes migration patterns werenamely catfish (Mystus nemurus), kissing gourami (Helostoma temmincki) and carp (Osteochillus hasselti). The results showed that around 3.80 % of 394 tagged fish were recaptured. Recapture fishes were dominated by catfish (M. nemurus) which have the farthest migration than other group. Habitat of fisheries reserved, especially cannals, must be obstacles free to facilitate the migration.
ASPEK LINGKUNGAN DAN BIOLOGI IKAN DI DANAU ARANG-ARANG. PROPINSI JAMBI Samuel, Samuel; Adjie, Susilo; Nasution, Zahri
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 8, No 1 (2002): (Vol.8 No.1 2002)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.8.1.2002.1-13

Abstract

Suatu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui aspek lingkurrgan perairan biglogi ikan di Danau Arang-Arang, Jambi telah dikerjakan dari bulan Juli sampai Desember 2000 dengan metode survei. Perairan Danau Arang-Arang merupakan salah satu areal penangkapan ikan air tawar yang penting di Kabupaten Batanghari, Jambi
STRUKTUR TINGKAT TROFIK KOMUNITAS IKAN DI WADUK WADASLINTANG KABUPATEN WONOSOBO, JAWA TENGAH Fatah, Khoirul; Adjie, Susilo
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 7, No 3 (2015): (Desember 2015)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.858 KB) | DOI: 10.15578/bawal.7.3.2015.155-163

Abstract

Waduk Wadas lintang memiliki potensi perikanan yang cukup besar baik perikanan tangkap maupun perikanan budidaya. Kegiatan penangkapan ikan di waduk Wadaslintang saat ini sudah cukup tinggi, yang akan berdampak langsung pada struktur komunitas ikan yang menyebabkan pergeseran pola hubungan antara pemangsa,mangsa atau pesaing pada berbagai tingkat trofik. Tujuan penelitian ini untukmengetahui pola hubungan antar kelompok ikan berdasarkan tingkat trofik dari tingkat trofik terendah sampai kepada ikan karnivor, sehingga diperoleh gambaran peran kelompok ikan dalam komunitas. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April, Juni, September dan Nopember 2013 di perairan waduk Wadaslintang. Analisa data mencakup komposisi hasil tangkapan dan kebiasaan makan ikan serta tingkat trofik komunitas ikan. Analisis sidik ragam untuk mengetahui perbedaan antar tingkat trofik. Ikan contoh diperoleh dari nelayan dengan alat tangkap jaring, mulai dari ukuran 0,75 – 4,5 inchi. Hasil penelitian diketemukan sebanyak 15 jenis ikan yang didominasi oleh ikan nila dengan persentase berat mencapai 56,45%. Struktur komunitas ikan di perairan waduk Wadaslintang tersusun atas tiga kelompok tingkat trofik yaitu ikan patin, nila, tawes dan nilem mempunyai jenjang trofik terendah (<2,5), ikan bader dan brek mempunyai nilai jenjang trofik sedang (2,5 – 3,49) dan ikan beong, betutu, palung dan lelemempunyai nilai jenjang trofik tertinggi (>3,5). Kelompok ikan pada tingkat trofik rendah < 2,5 sangat penting dalam menyokong komunitas ikan di perairan waduk Wadaslintang karena akan mempengaruhi kelompok ikan dengan tingkat trofik tinggi.Wadaslintang reservoirs was considered have high potential for fisheries and aquaculture. Fishing Activities in the Wadaslintang reservoir is currently quite high, which may gave a direct impact on the trophic levels structure of fish community and would change composition of predators, preys, and competitors on various trophik levels. The objective of research was focused on the pattern of relationship among trophic groups from the lowest level of trophic to the highest level of carnivorous fish, to find out the role of each fish group in the community. This research was carried out in April, June, September and November 2013 at Wadaslintang reservoir waters. The recorded data were analysed to find out the composition of the fish, feeding habits and trophic levels, and followed by statistical analysis of variance to evaluate the difference among trophic level. Fish samples obtained from a capture tool gillnets, ranging from size 0.75 – 4.5 inches. The results shows that Wadaslintang Reservoir was habited by 15 species of fish where Nile Tilapiais is the dominance species with percentage weight is 56,45%. The structure of fish communities in the water of the Wadaslintang reservoir composed of three groups, namely trophic level of sutchi catfish, nile tilapia, silver barb and nilemhad the lowest trophic levels (< 2.5), barb and javaen barb had value trophic level moderat (2.5-3.49) and catfish, marble goby, hampala barb and walking catfish had the highest trophic level values (>3.5). Fish group on trophic level < 2.5 levels is very important group in supporting good community structure in Wadaslintang reservoir as a way to sustainability of populaion oh the other groups with higher trophic level.
HASIL TANGKAPAN BEBERAPA JENIS ALAT TANGKAP DI SUNGAI BENGAWAN SOLO Adjie, Susilo; Utomo, Agus Djoko
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 3, No 1 (2010): (April 2010)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.506 KB) | DOI: 10.15578/bawal.3.1.2010.33-44

Abstract

Penelitian hasil tangkapan beberapa jenis alat tangkap dan kegiatan penangkapan ikan di Bengawan Solo telah dilakukan dari bulan Mei-Desember 2004. Penelitian ini dilakukan denganmetode survei pada empat stasiun pengamatan di Sungai Bengawan Solo yaituWaduk Gajah Mungkur dan Bendung Colo (bagian hulu), Cemeng (bagian tengah) dan Ngablak (bagian hilir). Hasil tangkapan dan jenis ikan yang tertangkap didapatkan dari nelayan yang dipilih sebagai responden dan dibahas berdasarkan pada musim dan stasiun. Hasil pengamatan menunjukan bahwa ikan tebaran sepertiikan patin jambal (Pangasius hypophthalmus), nila (Oreochromis niloticus), dan tawes (Barbonymus gonionotus) dominan tertangkap di Waduk Gajah Mungkur, Wonogiri. Ikan sapu-sapu (Liposarcus pardalis) ditemukan di daerah Solo-Sragen, sedangkan di bagian hilir antara daerah Bojonegoro sampai Lamongan tertangkap jenis ikan lokal antara lain ikan jambal (Pangasius djambal), lumbet (Cryptopterus spp.), tagih (Mystus nemurus), dan wagal (Pangasius micronema). A study on determine of some fishing gear activities species in Solo River was conducted from May to December 2004. Observation used in this research was survey method by setting 4 station as long as Solo River, there are Waduk Gajah Mungkur dan Bendung Colo (upstream), Cemeng (middle etream), and Ngablak (down stream). Catching of gear, species was found from responden in every station based on season and station. Research shown that exotic species such as nila (Oreocromis niloticus), jambal (Pangasius hypophthalmus), tawes (Barbodes gonionotus) are commonly found in the upper reaches of the river system. Sapu-sapu (Liposarcus pardalis) is frequently found in the middle river (Cemeng). Native species such as jambal (Pangasius djambal), tagih (Hemibagrus nemurus), wagal (Pangasius micronema), lumbet (Cryptopterus spp.) are normally found in the lower of Bengawan Solo River system (Ngablak).
KARAKTERISTIKHABITATDANSEBARAN JENIS IKAN DI SUNGAIKAPUAS BAGIAN TENGAHDANHILIR Adjie, Susilo; Utomo, Agus Djoko
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 3, No 5 (2011): (Agustus 2011)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3467.724 KB) | DOI: 10.15578/bawal.3.5.2011.277-286

Abstract

Sungai Kapuas memiliki keanekaragaman jenis ikan yang tinggi dilaporkan mencapai sekitar 200 spesies. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik habitat serta sebaran jenis ikan di Sungai Kapuas bagian tengah dan hilir. Penelitian ini dilakukan pada bulan April, Juli, September, dan Nopember 2006. Parameter yang diamati meliputi kualitas air (suhu, kecerahan, daya hantar listrik, pH, CO2, oksigen terlarut, alkalinitas, BOD, PPO 4, N-NO3, N-NO2, COD, N-NH3, dan salinitas), habitat perairan, serta sebaran jenis ikan. Contoh air diambil dari sembilan stasiun pengamatan yaitu di bagian tengah Tengkidap, Pengembung, Pemerak, Bukit Tekenang, dan Sambar Indah dan di bagian hilir Muara Jungkat, Sungai Raya, Muara Sungai Tayan, dan Semitau, contoh air dianalisis menggunakan American Public Health Association (1986). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa karakteristik kualitas air bagian tengah dan hilir relatif sama dan karakteristik habitat Sungai Kapuas bagian tengah merupakan daerah rawa banjiran (flood plain) yang banyak terdapat hutan rawa danmerupakan kawasan konservasi dari Taman Nasional Danau Sentarum. Karakteristik habitat Sungai Kapuas bagian hilir dipengaruhi oleh pasang surut air laut dan merupakan kawasan industri. Jenis ikan yang dijumpai di sepanjang stasiun pengamatan terdapatsekitar 123 jenis, penyebarannya terkonsentrasi di sungai bagian tengah ± 120 jenis yang didominansi oleh ikan Cyprinidae dan Sungai Kapuas bagian hilir ±85 jenis yang didominansi oleh ikan dukang (Arius stomi) dan janggut(Polynemus longipectoralis). Kapuas River has a high diversity of fish species reported to reach about 200 species. This study aimed to characterize the habitat and distribution of fish species in the Kapuas River middle and downstream sections. The study was conducted in April, July, September, and November 2006. The parameters observed included water quality (temperature, brightness, electrical conductivity, pH, CO2, dissolved oxygen, alkalinity, BOD, P-PO4, NNO3, N-NO2, COD, NH3-N, and salinity), and aquatic habitats distribution of fish species. Water samples taken from nine observation stations are in the middle Tengkidap, Pengembung, Pemerak, Bukit Tekenang, and Sambar Indah and in the downstream Muara Jungkat, Sungai Raya, Muara Sungai Tayan, and Semitau, water samples were analyzed using the American Public Health Association (1986). The results showed that characteristics of water quality downstream of the middle and relatively similar, habitat characteristics of the Kapuas River and the middle is a swamp area flood plain that there are still a lot of swamp forest and is a conservation area of the Park Lake Sentarum. Characteristics of the Kapuas River downstream habitats are influenced by tides and is an industrial area. Types of fish that are found along the observation stations are about 123 species, its distribution is concentrated at the center of the ± 120 River dominated by fish species cyprinidae and Kapuas River downstream of ± 85 species dominated by fish dukang (Arius stomi) and janggut (Polynemus longipectoralis).
SEBARAN DAN KEBIASAAN MAKAN BEBERAPA JENIS IKAN DI DAERAH ALIRAN SUNGAI KAPUAS, KALIMANTAN BARAT Adjie, Susilo; Dharyati, Emmy
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 2, No 6 (2009): (Desember 2009)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1265.531 KB) | DOI: 10.15578/bawal.2.6.2009.283-290

Abstract

Sungai Kapuas merupakan sungai terbesar di Kalimantan Barat, memiliki tipe ekologi yang kompleks mulai dari hulu sampai ke muara dan memiliki keanekaragaman hayati tinggi terutamakeanekaragaman ikannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang sebaran jenis ikan, pakan alami, dan habitat dari beberapa jenis ikan. Metode penelitiannya adalah dengan survei dan observasi selama tiga kali pada bulan April, Juli, dan Desember 2007 di daerah aliranSungai Kapuas bagian tengah, hulu, sampai stasiun sekitar Danau Sentarum, Leboyan, Danau Empangau, Jongkong, dan, Sungai Sibau Hulu. Pengambilan data dilakukan pada 12 stasiunpengamatan. Parameter yang diambil adalah diversitas dan sebaran ikan, pakan alami (food habits), habitat, dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran ikan semah (Tor spp.) di hulu sungai yang berarus deras, sedangkan ikan ringo (Datnoides microlepis) tersebar dari kawasan Semitau, Danau Sentarum, sampai Danau Empangau. Ikan tabirin (Belodonthicthys dinema), hampir tersebar di semua stasiun pengamatan, dan ikan entukan (Thinnichthys thynoides) paling dominan di danau. Berdasarkan pada pengamatan pakan alami, ikan semah merupakan ikan omnivora, sedangkan tabirin, dan ringo merupakan ikan karnivora. Ikan entukan sebagai ikan pemakan plankton (plankton feeder).
BIOLOGI REPRODUKSI IKAN RED DEVIL (Amphilopus labiatus) dan (Amphilopus citrinellus) DIWADUKKEDUNGOMBO, JAWATENGAH Adjie, Susilo; Fatah, Khoirul
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 7, No 1 (2015): (April 2015)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.227 KB) | DOI: 10.15578/bawal.7.1.2015.17-24

Abstract

Waduk Kedung ombo yang mempunyai luas kurang lebih 4.800 ha merupakan waduk serbaguna. Bagi sektor perikanan, perairan waduk merupakan sumber daya alam yang dimanfaatkan baik untuk kegiatan penangkapan maupun budidaya. Populasi ikan red devil di waduk Kedung Ombo semakin tidak terkendali dan memangsa ikan komersial lain seperti ikan mas, tawes, nila. Penelitian untuk mengetahui beberapa aspek biologi (tingkat kematangan gonad, fekunditas, frekuensi dan musim pemijahan dan ukuran ikan pertama kali matang gonad) ikanred devil di waduk Kedung Ombo Jawa Tengah telah dilakukan pada bulan Maret, Mei, Juli dan Oktober 2011. Contoh ikan dikumpulkan dari hasil tangkapan nelayan yang menggunakan jaring insang. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa ikan red devil (A. labiatus) pertama kali matang gonad pada ukuran panjang total antara 9,66-11,47 cm, sedangkan pada A. citrinellus terjadi pada kisaran panjang total 7,9-11,95 cm. Fekunditas pada A. labiatus berkisar antara 677-1378 butir dan pada A. citrinellus berkisar antara 631-2.771 butir. Diameter telur pada A. labiatus berkisar antara 0,4-1,59 mmdan pada A. citrinellus berkisar antara 0,54-2,16 mm. Keragaman ukuran telur ikan A. labiatus dan A. citrinellus terutama pada TKG IV menunjukkan bahwa ikan ini tergolong jenis ikan yang memijah sepanjang tahun dan secara parsial (partial spawner).