Tjahyo Nugroho Adji
Fakultas Geografi UGM

Published : 15 Documents
Articles

Found 15 Documents
Search

THE DISTRIBUTION OF FLOOD HYDROGRAPH RECESSION CONSTANT FOR CHARACTERIZATION OF KARST SPRING AND UNDERGROUND RIVER FLOW COMPONENTS RELEASING WITHIN GUNUNG SEWU KARST REGION

Indonesian Journal of Geography Vol 42, No 1 (2010): Indonesian Journal of Geography
Publisher : Faculty of Geography, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3252.211 KB)

Abstract

This research is carried out within two caves with underground river andone karst spring, which is located in Gunung Sewu karst area, Gunung Kidul. Theobjective of this research is to recognize some flood hydrograph properties of karstaquifer characterization in order to compare the comportment of aquifer to releaseits flow components between underground river and karst spring. Water level dataloggers are installed within two caves and one karst spring represent upper,middle, and lower elevation of karst topography, which are Beton, Seropan, andToto Cave, respectively. In addition, time series discharge measurement incorrespond to minimum, average, and maximum flow events is conducted toformulate the Annual Stage Discharge Rating Curve. Thereby, the full year riverhydrograph may be defined. Afterwards, by selecting several flood hydrographevents, the recession constant in each cave including diffuse flow (Kb), and fissureflow (Ki), and conduit flow (Kc) recession constant, is then calculated andcompared in every location. The result shows that Beton Spring that represents theupper part of research area confirms the quickest respond towards rainfall events.Also, this point specifies the medium number of diffuse recession constant(Kb=0.983), compared to Seropan (0.996), and Toto (0.937), means that theaquifer surrounding Toto Cave release its groundwater storage faster than BetonSpring and Seropan Cave. On the contrary, Seropan Cave performs the highestvalue of diffuse recession constant (0.996) and this situation is confirmed by its dryseason discharge that still above 810 lt/second.

Application Of Water Table Fluctuation Method To Quantify Spatial Groundwater Recharge Witidn The Southern Slope Of Merapi Volcano, Indonesia

Indonesian Journal of Geography Vol 39, No 2 (2007): Indonesian Journal of Geography
Publisher : Faculty of Geography, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The southern slope of Merapi Volcano plays a significant role to Yogyakarta Municipality groundwater resources. Groundwater recharge, herein meant as the effective precipitation that infiltrates into unsaturated zone andpercolates to water table after exceeds the soi/field capacity, is the main subject in this article. The objective of this research is to apply WTF method to spatially define the groundwater annual recharge. Four wells are selected to represent some geomorphologic units. Then, four A WLR installed to record the yearly shallow groundwater table fluctuation. In addition, WTF method requires groundwaterfluctuation and specific yield data. The rate of groundwater recharge in every well confirms the varying value. However, it seems that geomorphologic unit may be principally control to the time series variation of shallow groundwater jluctuationthat results in groundwater recharge characteristic. The volcanic slope unit (above 600 m as!) has the lowest water table fluctuation indicates the resistant comportment to the annual rainfall. Ihis unit is characterized by the relatively high magnitude of recharge of approximately 4270 mm/year.

KONDISI AIRTANAH DI SEKITAR TPA DESA TANGGAN KECAMATAN GESI KABUPATEN SRAGEN

Jurnal Bumi Indonesia Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Fakultas Geografi UGM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Desa Tanggan, Kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen, karena di daerahtersebut terdapat tempat pembuangan akhir (TPA) sampah. Keberadaan lokasi TPA yangberdekatan dengan permukiman penduduk berpotensi menyebabkan zat pencemar dari timbunansampah masuk ke dalam airtanah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi airtanah,kualitas airtanah, dan pengaruh TPA terhadap kondisi airtanah di Desa Tanggan. Metode yangdigunakan adalah metode survey, yang bertujuan untuk mengumpulkan data tinggi muka air tanah(TMA) untuk membuat flownet, dan sampel air tanah untuk menganalisis kualitas air tanah.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi airtanah di Desa Tanggan mempunyai kedalamanmuka airtanah yang cukup bervarisi. Dari sepuluh sampel airtamah lima diantaranya masih beradapada ambang batas aman untuk dijadikan air minum dan kelima sampel lainnya melebihi ambangbatas untuk air minum, diantaranya Kesadahan, Besi Total, dan Bakteri Coli. Sumber pencemarairtanah tidak berasal dari lokasi TPA. Material geologi yang ada di sekitar lokasi TPA merupakanbatuan kedap air (impermeable).Kata kunci: kualitas air, TPA, Zat Pencemar

KAJIAN POTENSI DAN ARAHAN PENGGUNAAN AIRTANAH UNTUK KEBUTUHAN DOMESTIK DI KECAMATAN DEPOK KABUPATEN SLEMAN

Jurnal Bumi Indonesia Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Fakultas Geografi UGM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan di wilayah administrasi Kecamatan Depok, kabupaten Sleman,Propinsi DIY. Tujuan dari penelitian ini adalah:1) mengetahui sebaran dan potensi airtanah diKecamatan Depok; 2) mengetahui kebutuhan air domestik Kecamatan Depok, dan 3)menentukan arahan penggunaan airtanah untuk kebutuhan air domestik di Kecamatan Depok.Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survai dengan melakukanpengukuran lapangan. Sebanyak 116 sumur telah disurvai untuk mengetahui parameterairtanah berupa kedalaman muka airtanah, fluktuasi muka airtanah, Daya Hantar Listrikairtanah dan permeabilitas akuifer. 100 responden juga telah disurvai untuk mengetahuijumlah kebutuhan air domestik. Analisis data yang digunakan adalah analisis kuantitatif,deskriptif dan spasial. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa potensi airtanah di wilayahpenelitian terbagi menjadi dua kelas, yaitu potensi airtanah sangat tinggi, dan tinggi,. Jumlahkebutuhan air domestik total adalah sebesar 18.332,48 m3/hari, di mana kebutuhan airtersebut tidak melampaui hasil aman penurapan airtanah yang terbagi menjadi zonapenurapan I dan zona penurapan II.Kata kunci: airtanah, potensi airtanah, kebutuhan air domestik, arahan penggunaan airtanah

ANALISIS KERUANGAN KUALITAS AIRTANAH BEBAS PADA PERSEBARAN KANDUNGAN UNSUR NON ALAMI (Kasus : Kandungan Nitrat (NO3-), Nitrit (NO2-), dan Amoniak (NH3) di Kecamtan Kotagede, Daerah Istimewa Yogyakarta)

Jurnal Bumi Indonesia Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : Fakultas Geografi UGM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini terlihat kecendrungan terjadinya penurunan kualitas air di beberapa daerah, terutama daerah perkotaan. Tujuan penelitian adalah mengetahui kualitas airtanah bebas dan analisis keruangan atas keberadaan pencemar unsur Nitrat, Nitrit, dan Amoniak. Metode yang digunakan untuk mengetahui kualitas airtanah bebas adalah dengan uji laboratorium. Analisis keruangan dilakukan dengan membuat peta untuk mengetahui persebaran kandungan nitrat, nitrit, dan amoniak dalam airtanah.Kandungan nitrat berkisar antara 44,46 mg/l - 126,57 mg/l, Baku Mutu Air Provinsi DIY, kandungan nitrat yang diperbolehkan 10 mg/l. Kandungan nitrit berkisar antara 0,01 mg/l - 4,62 mg/l, kadar nitrit yang dipebolehkan yaitu 0,06 mg/l. Kandungan Amoniak nihil yaitu 0,00 mg/l. Daerah penelitian sudah tercemar oleh unsur nitrat. Unsur nitrit yang melebihi batas berada di Kelurahan Rejowinangun yaitu 0,16 mg/l, untuk Kelurahan Purbayan kadar nitrat sebesar 0,19 mg/l dan 4,62 mg/l.Kata Kunci : Analisis Keruangan, Kualitas Air, Unsur Nitrat, Nitrit, Amoniak.

The Investigation of Groundwater Potential by Vertical Electrical Sounding (VES) Approach in Arguni Bay Region, Kaimana Regency, West Papua

Forum Geografi Vol 21, No 1 (2007): July 2007
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was conducted within some villages in the surrounding area that administratively including Arguni Bay District, Kaimana Regency, West Papua. The main objective of this study is to vertically measure resistivity value of aquifer with the intention of recognizing deep groundwater potency as a source of native’s domestic needs. In addition, VES method by Schlumberger electrode array was applied within 18 locations, which expectantly represent the whole area of research. The resistivity data is then interpreted by IP2Win 2.1 Geoelectric Software to entirely describe the aquifer system as well as the occurrence of groundwater. The result indicates that vertically, the aquifer system is dominated by interbedded of claystone and sandstone (argillite group) as a past marine environment mineral. In addition, geomorphological and resistivity sounding interpretation gives a viewpoint that the landforms of the research area may be typified as Structural Mountain with the slope direction is towards the island beaches. Also, structurally, the main groundwater system is fractured aquifer with very limited productivity of groundwater resources. As consequences, this aquifer is more to be an aquitard, rather than an aquifer.

Hidrostratigrafi Akuifer dan Estimasi Potensi Airtanah Bebas Guna Mendukung Kebutuhan Air Domestik Desa Sembungan

Majalah Geografi Indonesia Vol 32, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Sembungan termasuk desa yang berbasis pada sektor pertanian dan pariwisata. Seiring berkembangnya sektor tersebut, perlu adanya kajian airtanah khususnya untuk kebutuhan domestik. Kuantitas airtanah pada suatu daerah sangat berkaitan dengan sistem dan karakteristik akuifer batuan penyusunnya. Tujuan dari penelitian adalah (1) menganalisis struktur hidrostratigrafi akuifer di Desa Sembungan dan (2) mengetahui potensi airtanah bebas untuk kebutuhan air domestik di Desa Sembungan. Penelitian ini menggunakan metode geolistrik tahanan jenis konfigurasi Schlumberger dalam investigasi keberadaan airtanah untuk mencapai tujuan pertama dan wawancara jenuh terkait penggunaan kebutuhan air domestik untuk mencapai tujuan kedua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akuifer Desa Sembungan merupakan akuifer bebas dengan lapisan akuifer terdiri dari lapisan lempung, airtanah, andesit basaltic dan endapan tuffan alterasi. Ketebalan akuifer berkisar 3 hingga 7,8 meter. Desa Sembungan memiliki potensi airtanah bebas sebesar 5,47 milyar liter untuk kebutuhan air domestik dalam  satu tahun  sebesar 87.994.985,3 liter/tahun sehingga Desa Sembungan memiliki potensi airtanah dengan kuantitas yang besar dan mencukupi kebutuhan masyarakat.

Kajian Kualitas Airtanah Bebas antara Sungai Kuning dan Sungai Tepus di Kecamatan Ngemplak, Yogyakata, Indonesia

Majalah Geografi Indonesia Vol 31, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan penduduk di Kabupaten Sleman telah menempatkan banyak tekanan pada sumber daya air. Perkembangan ini berkembang pesat ke daerah pedesaan termasuk Ngaglik, Ngemplak dan Kalasan Kecamatan. Oleh karena itu, studi tentang kualitas air di daerah ini penting. Daerah antara Sungai Kuning dan Sungai  Tepus merupakan daerah yang ideal untuk melakukan penelitian ini saerah ini meliputi 3 kecamatan yaitu: Ngaglik, Ngemplak dan Kalasan. Dalam penelitian ini, parameter untuk menilai kualitas air terbatas pada 4 parameter: Nitrat, Nitrit, Amoniak dan Fosfat. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2015, pengambilan sampel purposive dipilih untuk mengumpulkan besar sampel air tanah. Penggunaan lahan dan kegiatan lain yang dianggap dapat menyebabkan polusi air seperti pertanian, catel, dan limbah domestik. Sampel dianalisis di laboratorium untuk menentukan konsentrasi Nitrat, Nitrit, amoniak dan fosfat. Secara total, 23 sampel dikumpulkan. Selama kerja lapangan, tabel air diukur untuk menghasilkan peta flownet. Peta flownet ini akan digunakan untuk menganalisis potensi pencemaran air tanah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Nitrat, Nitrit, amoniak, dan fosfat yang bervariasi. Kontaminasi Nitrat dan Nitrit dalam air tanah masih di bawah standar sebesar 10 mg / L untuk Nitrat dan 0,06 mg / L untuk Nitrit sementara amoniak dan fosfat berada di atas standar sebesar 0,02 mg / L untuk amoniak dan 0,2 mg / L untuk fosfat. Tingginya jumlah amoniak ini disebabkan oleh kegiatan peternakan ayam sementara fosfat disebabkan oleh penggunaan pemupukan fosfat di daerah pertanian padi. Distribusi kualitas air tanah di daerah itu bervariasi berdasarkan penggunaan lahan, kegiatan orang dan aliran air tanah. Air tanah potensial pencemaran dilakukan berdasarkan aliran air tanah. Hasilnya menunjukkan bahwa daerah atas (utara) memiliki konsentrasi yang lebih rendah dari Nitrat, Nitrit, amoniak dan fosfat. Daerah pertengahan, di mana sebagian besar peternakan ayam dan pertanian berada, telah menjadi sumber pencemaran air. Population growth in Sleman regency have put a lot of pressure on water resources. This development is growing rapidly into the rural area including Ngaglik, Ngemplak and Kalasan Sub-district. Therefore, study about water quality in these area is important. The area between Kuning River and Tepus River is an ideal area to conduct this research since its cover 3 sub-districts: Ngaglik, Ngemplak and Kalasan. In this research, the parameter to assess water quality is limited to 4 parameters: Nitrate, Nitrite, Ammoniac and Phosphate. The study was conducted in 2015. Purposive sampling was selected to collect the groundwater sampels. Landuse and other people activities that can contribute to water pollution such as farming, catel, and domestic waste were considered. The samples were analysed in laboratory to define the concentration of Nitrate, Nitrite, ammoniac and phosphate. In total, 23 samples were collected. During fieldwork, the water table were measured to generate the flownet map. This flownet map will be used to analyse the groundwater pollution potential. The result of this research shows that the Nitrate, Nitrite, ammoniac, and phosphate were varies. The contamination of Nitrate and Nitrite in the groundwater is still below standard by 10 mg/L for Nitrate and 0,06 mg/L for Nitrite while ammoniac and phosphate were above standard by 0,02 mg/L for ammoniac and 0,2 mg/L for phosphate. These high number of ammoniac were caused by the chicken farming activities while phosphate were caused by the use of phosphate fertilization in the rice farming area. The distribution of groundwater quality in the area were varies based on the landuse, people activities and groundwater flow. The groundwater potential pollution were conducted based on the groundwater flow. The result show that the upper area (north) has lower concentration of Nitrate, Nitrite, ammoniac and phosphate. The mid area, where most of the chicken farm and rice farm are located, has become the sources of the water pollution.

Analisis Dampak Intrusi Air Laut Terhadap Airtanah di Pulau Koral Pramuka, DKI Jakarta

Majalah Geografi Indonesia Vol 31, No 2 (2017): September 2017
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pulau Koral Pramuka merupakan salah satu pulau yang memiliki fungsi strategis sebagai Ibukota Kabupaten Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Pembangunan yang terus berlangsung untuk mendukung fungsi sebagai ibukota sekaligus sebagai tujuan wisata menjadikan pertumbuhan penduduk tinggi dan kebutuhan akan sumberdaya air terus meningkat. Kondisi demikian dapat menyebabkan ancaman intrusi air laut menjadi semakin tinggi karena jumlah pengambilan airtanah akan semakin bertambah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak intrusi air laut terhadap airtanah di Pulau Koral Pramuka. Metode yang digunakan adalah analisis daya hantar listik (DHL) airtanah serta perbandingan ion klorida dan ion karbonat dalam airtanah. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah nilai DHL, kandungan ion klorida dan bikarbonat yang diambil dari sampel airtanah. Sampel diambil secara sistematis berdasarkan grid berukuran 100 meter x 150 meter. Total sampel airtanah adalah sejumlah 23 sampel. Hasil kajian menunjukkan bahwa 15 sampel airtanah menunjukkan bahwa intrusi telah berpengaruh cukup besar terhadap airtanah, sedangkan 8 sampel menunjukkan bahwa intrusi telah berpengaruh besar terhadap airtanah di Pulau Koral Pramuka.AbstractPramuka Cay, one of the islands in Kepulauan Seribu Regency, Jakarta, has a strategic role as the capital district. The constant development, which aims to support the functions as a capital district and a tourist destination, persistently increases population growth and, at the same time, demand for water resource. This condition may intensify the threats of seawater intrusion as it induces a higher groundwater withdrawal. This research aimed to identify the impact of seawater intrusion on groundwater in Pramuka Cay using electrical conductivity (EC) analysis and comparison analysis of the chloride and bicarbonate ions in the groundwater. The research data, including EC and the concentration of chloride and bicarbonate ions, were obtained from groundwater samples. The 23 samples were selected systematically from 100x150 m2 grids. The analysis of 15 samples found a rather significant impact of seawater intrusion on groundwater, whereas the test results on the remaining 8 samples showed that seawater intrusion had affected the groundwater in Pramuka Cay considerably. 

Pengaruh Potensi Sumberdaya Air Terhadap Pola Penggunaan Kebutuhan Domestik di Kecamatan Eromoko Kabupaten Wonogiri

Majalah Geografi Indonesia Vol 30, No 2 (2016): September 2016
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini masyarakat di beberapa daerah di Indonesia mengalami kekurangan air akibat kekeringan/krisis air yang disebabkan oleh musim kemarau yang panjang. Penyediaan air bersih di Indonesia masih sering terjadi masalah, yaitu tingkat pelayanan air minum, kualitas dan kuantitas air serta pasokan dan distribusinya. Air yang dikonsumsi oleh masyarakat terutama untuk kebutuhan domestik seperti air minum menjadi permasalahan di Indonesia. Masalah tersebut adalah kekurangan pasokan air bersih. Berkaitan dengan hal tersebut, penelitian ini dilatar belakangi seberapa besar potensi sumberdaya air digunakan untuk pemenuhan kebutuhan domestik penduduk Kecamatan Eromoko. Tujuan penelitian adalah (1) menganalisis potensi sumberdaya air Kecamatan Eromoko; (2) menganalisis kebutuhan domestik penduduk Kecamatan Eromoko; (3) melakukan evaluasi ketersediaan air terhadap kebutuhan air domestik di Kecamatan Eromoko.Data primer yang digunakan adalah data wawancara jumlah kebutuhan domestik penduduk, kedalaman muka airtanah, elevasi, kualitas air dan data debit air. Data sekunder meliputi data bor, data kontur elevasi dan data pendukung lainnya. Sampel data primer ditentukan secara sistematik, proposional dan purposif. Tujuan (1) dicapai dengan menentukan kualitas dan kuantias air. Kuantitas air didapatkan dari debit dinamis airtanah, mataair, sungai bawah tanah. Kualitas air didapatkan dari hasil uji laboratorium sampel air terhadap nilai pada peraturan mengenai kualitas air. Tujuan (2) dicapai dengan menghitung jumlah kebutuhan air untuk domestik penduduk Kecamatan Eromoko. Tujuan (3) dicapai dengan membandingkan kuantitas sumberdaya air yang tersedia dengan jumlah kebutuhan air untuk domestik penduduk Kecamatan Eromoko. Hasil penelitian diuraikan secara deskriptif kuantitatif, deskriptif kualitatif serta komparatif. Hasil penelitian meliputi (1) potensi sumberdaya air daerah penelitian memiliki nilai debit dinamis sebesar 121 juta lt/hari atau 121 juta m3/hari dan 69% kualitas sumber air dalam kondisi baik. (2) jumlah kebutuhan air untuk domestik sebesar 6.840.076 l/hari atau 6.840 m3/hari. (3) potensi sumberdaya air dapat mencukupi kebutuhan domestik penduduk karena jumlah kebutuhan domestik lebih kecil daripada debit dinamis airtanah dengan kualitas air kondisi baik