Articles

Found 14 Documents
Search

ARTIFICIAL SUBSTRATES INCREASED SURVIVAL AND GROWTH OF HYBRID CATFISH (Clarias gariepinus >< C. macrocephalus)

AQUASAINS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Perikanan dan Kelautan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.873 KB)

Abstract

Artificial substrates on fish cultured applied to distinguish benefit on growth dan survival of hybrid catfish (Clarias gariepinus >< C. macrocephalus). Catfish has been cultured in intensive method and limited pond bottom. This study used completely random design with treatments consists of normal pond bottom; 1.5 folds; 2 folds and  2.5 folds of pond bottom. Results showed artificial substrates 1.5  dan 2 folds receive abundant fish for rest compare to normal pond bottom (P>0.05). Applied 2 folds of artificial subsrates showed better growth parameters (body weight and total length) of hybrid catfish compared to other treatment (P<0.05). Population and survival of hybrid catfish on 1.5 folds; 2 folds and 2.5 folds of artificial substrates significanlt different compared to normal pond bottom (P<0.05). Biomass of hybrid catfish has maximum gain while used 1.5 folds and 2 folds of artificial substrates (P<0.05). This study prove  that artificial pond bottom benefit to aquaculture in term use of energy for growth effectively.

Ablasi Tangkai Mata Mempercepat Pematangan Ovari Lobster Pasir (Panulirus homarus) pada Musim Pemijahan

Proceeding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan No 5 (2018)
Publisher : Proceeding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.391 KB)

Abstract

Musim pemijahan alami lobster pasir di perairan Pesisir Barat Lampung terjadi pada Juli-September yang ditandai dengan hasil tangkapan induk betina yang membawa telur mendominasi saat ditangkap. Pelarangan penangkapan lobster pasir ukuran kecil diduga akan menganggu produksi penangkapan sehingga perlu dimulai pembenihan yang memperlukan teknik pemeliharaan dan maturasi ovari induk betina lobster pasir hasil tangkapan alam. Tujuan penelitian ini mempelajari cara pemeliharaan induk dan pengaruh ablasi satu tangkai mata pada maturasi ovari lobster pasir (Panulirus homarus). Empatpuluh delapan ekor lobster pasir digunakan dan dipisahkan menjadi 2 kelompok yaitu ablasi satu tangkai mata dan tanpa ablasi tangkai mata. Tiga ekor diambil dari setiap kelompok pada hari ke-1:3:7:10:14:21 dan 27 untuk evaluasi perubahan anatomi ovari dan gonadosomatik indeks (GSI). Hasil penelitian menunjukkan seleksi selama masa adaptasi induk dapat meniadakan kematian induk karena ablasi mata. Anatomi ovari menunjukkan terjadinya maturasi ovari yang meningkat dari matang awal menjadi matang berlebih dengan ablasi mata pada hari ke-3 setelah ablasi sampai hari ke-27. Berbeda dengan perlakuan diatas, induk betina tanpa ablasi mata tidak dapat mematangkan ovari secara spontan. Setelah 27 hari, ovari secara serentak mencapai matang berlebih yang diasumsikan karena nutrien dari pakan yang diberikan dapat mendukung maturasi ovari. Perbedaan GSI antara perlakuan ablasi satu tangkai mata berbeda nyata (P<0,05) dengan tanpa ablasi tangkai mata. Hal ini menunjukkan hilangnya hormon penghambatan vitelogenesis (VIH) dan terpacunya hormon stimulasi vitelogenesis (VSH) karena ablasi tangkai mata. Studi merekomendasikan adaptasi untuk seleksi induk, ablasi untuk memperoleh maturasi ovari yang singkat dibandingkan dengan tanpa ablasi mata meskipun dengan nutrien pakan yang berkualitas. Kata Kunci: ablasi mata, GSI, lobster pasir, maturasi ovari, musim pemijahan 

IDENTIFIKASI BAKTERI PATOGEN PADA KUDA LAUT (Hippocampus kuda) DI BALAI BUDIDAYA LAUT, LAMPUNG

Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Vol 7, No 1 (2005)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sea horse (Hippocampus kuda) is one of the ornamental marine organisms and raw material of traditional medicine. Since 1993, Seafarming Development Centre, Lampung has pioneered a research and  culture  of sea horse in Indonesia. The serious problem in the culture of sea horse is pathogenic bacteria caused death of juveniles and broodstocks. The objective of this study was to identify pathogenic bacteria isolated from  sea horse in Seafarming Development Centre. Koch Postulate test was carried out, and then the pathogenic bacteria were identifed by morphological and biochemical tests. Results showed that from a total of 6 bacterial strains isolated from diseased sea horse, 3 strains were pathogenic bacteria to sea horse. These 3 pathogenic bacteria caused identical disease signs with the initial disease signs when the bacteria were isolated.  Morphological and biochemical tests suggested that  the pathogenic bacteria could be identified to be Vibrio fluvialis, V. alginolyticus and V. hollisae. 

Identifikasi Dan Keragaman Parasit Pada Ikan Maskoki (Carrasius Auratus) Dan Ikan Mas (Cyprinus Carpio) Yang Berasal Dari Lampung Dan Luar Lampung

AQUASAINS Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Perikanan dan Kelautan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.163 KB)

Abstract

Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi dan membandingkan keragaman jenis ektoparasit pada ikan mas (Cyprinus carpio) dan ikan maskoki (Carassius auratus) yang berasal dari Lampung dan luar Lampung Metode penelitian yang digunakan adalah survei langsung dan pengambilan sampel secara random ke pedagang ikan yang mendatangkan ikan dari luar Lampung serta ke lokasi budidaya ikan yang ada di Lampung.  Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah prevalensi parasit, intensitas, dominasi, indeks keragaman, indeks dominasi dan indeks keseragaman terhadap parasit yang ditemukan. Metode pemeriksaan secara langsung di lokasi dengan preparasi kerokan kulit dan insang dilakukan di laboratorium. Data yang diperoleh ditabulasi dan dihitung keragamannya dengan indeks Shannon-Wiener. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis parasit yang ditemukan menginfeksi ikan uji adalah Trichodina nobilis, Gyrodactylus sp, Trichodina reticulata, Dactylogyrus sp. Myxobolus sp. Vorticella sp. dan Ichthyophthirius sp. Parasit yang mendominasi ikan maskoki dari luar Lampung adalah Trichodina nobilis (69,66%) dan pada ikan maskoki asal Lampung adalah Trichodina nobilis (70,05%). Parasit yang mendominasi ikan mas asal luar Lampung adalah Trichodina nobilis (65,89%), dan pada ikan mas asal Lampung adalah Vorticella sp. (37,86%). Indeks keragaman parasit (H’) tertinggi pada ikan maskoki asal luar Lampung sebesar 0,6389, pada ikan maskoki asal Lampung sebesar 0,3836, pada ikan mas asal luar Lampung H’ sebesar 0,5766, dan pada ikan mas asal Lampung H’ tertinggi sebesar 0,5625.

ARTIFICIAL POND BOTTOM AND PROBIOTICS APPLICATION FOR AFRICAN CATFISH (Clarias sp.) GROW OUT IN SUPER INTENSIVE CULTURED

AQUASAINS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Perikanan dan Kelautan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.632 KB)

Abstract

Catfish has good prospect local market and has opportunity to go international market or export because the quality meat, has good size, and saturated quality condition for export. The big problem in intensive amplification catfish such as competition fir retain movement place because restrictveness basic fish pond.The basic application synthetic and affixture probiotic during amplification to intensive scale as basic alterbative increase production. The purpose in this research to know about the effective basic pond synthetic and addition probiotic to amplification masamo catfish towards biomassa, growth, giving woof and directness life. In thitis research has 3 treatment such as TDB treatment: amplification masamo catfish without use basic pond synthetic, after that in this treatment have name as control treatment. PBK treatment: amplification masamo catfish with addition probiotic in woof and water pond. PDB treatment:  commodity.use basic 2 application synthetic pond. The result in this research is different with weight fish and directness with highest score is 1,387gr/day and 96,58% where as growth biomassa and in the conversion woof is nothing different. The basic utilization technology synthetic affixture probiotic capable to increase biomassa 10%. In this problem will have the impact in production and resulted income. The using of woof in amplification masamo catfish is more efficient with the application fish pond synthetic and probiotic. It can been seen from the result woof convertion is gotten. The growth weight and the length of catfish increases with the application fish pond synthetic and probiotic.

ENRICHED LIVE FEED SHOWED DIFFERENT GROWTH AND SURVIVAL TO BLACK TIGER SHRIMP (Penaeus monodon) POST LARVAE 2-13

AQUASAINS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Perikanan dan Kelautan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3.299 KB)

Abstract

Live feed is used in aquaculture as nutrient and energy source to increase the growth of  shrimp. The study of different live feed addition aimed to determine the effectiveness of enrich live feed based on growth and survival rate for black tiger shrimp (Penaeus monodon) post larvae 2-13. The post larvae have initial average weight of 1,17 mg and initial average body length of 5,3 mm. This study design using completely randomized design with four treatments and four replications were used : Artemia naupli enriched with fish oil, Branchionus plicatilis enriched with Tetraselmis chuii, Branchionus plicatilis enriched with Nannochloropsis, Branchionus plicatilis enriched with Tetraselmis chuii and Nannochloropsis. Shrimp was kept during 14 days for studying enrich live feed which were effective for the shrimp. The data was analyzed with ANOVA and continued with the LSD test.  The research showed that different live feed addition give different growth. Artemia naupli enriched with fish oil is optimum for black tiger shrimp growth with body weight of 2,61 mg, body length of 5,96 mm, and survival rate of 89% (P<005) . It showed that enriched live feed will change contens of nutrien in live feed ang give positive response on growth and survival rate. This research support application of effective live feed management for adapting black tiger shrimp’s metamorphose in short time.

APLIKASI DASAR KOLAM BUATAN PADA PEMBESARAN LELE MASAMO (Clarias sp.) SKALA SUPER INTENSIF DENGAN PENAMBAHAN PROBIOTIK DAN VITAMIN C

e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.252 KB)

Abstract

Permasalahan pembesaran lele masamo (Clarias sp.) yang terjadi antara lain yaitu kompetisi untuk mempertahankan ruang gerak, mempertahankan hidup dan  konversi pakan menjadi daging kurang optimal yang  mengakibatkan penurunan dalam pertumbuhan dan penurunan  produksi. Penelitian bertujuan mengetahui efektivitas dasar kolam buatan pada pembesaran lele masamo menggunakan penambahan probiotik dan vitamin C terhadap biomassa akhir, kelangsungan hidup, panjang dan bobot ikan. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri 3 perlakuan  diantaranya adalah perlakuan pemeliharaan lele masamo tanpa menggunakan dasar kolam buatan, tanpa probiotik dan tanpa penambahan vitamin C   pada pakan (TDPC); pemeliharaan lele masamo tanpa menggunakan dasar kolam buatan, dengan penambahan probiotik pada air kolam dan vitamin C pada pakan (TDKB); pemeliharaan lele masamo dengan menggunakan 2 dasar kolam buatan dan penambahan probiotik pada air kolam dan vitamin C pada  pakan (DVPC). Hasil menunjukkan bahwa perlakuan dasar kolam buatan, penambahan probiotik pada air kolam dan penambahan vitamin C pada pakan (DVPC) pada pembesaran lele masamo super intensif berpengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup dengan kelangsungan hidup mencapai 94,67%. Tetapi,  perlakuan dasar kolam buatan, penambahan probiotik pada air kolam dan penambahan vitamin C pada pakan  pada pembesaran lele masamo super intensif tidak  berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan,  konversi pakan dan biomassa lele masamo. Penelitian ini juga membuktikan bahwa teknologi dasar kolam buatan efektif untuk meningkatkan produksi sebanyak 10% dari produksi normal. Lebih lanjut, pembesaran lele masamo skala super intensif memerlukan aplikasi probiotik dan vitamin C untuk menjaga imunitas dan kualitas air selama pemeliharaan.

IMUNITAS NON-SPESIFIK DAN SINTASAN LELE MASAMO (Clarias sp.) DENGAN APLIKASI PROBIOTIK DAN DASAR KOLAM BUATAN

e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.232 KB)

Abstract

Lele masamo (Clarias sp.) merupakan lele varian baru yang memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan lele biasa. Salah satu keunggulannya yaitu pertumbuhan yang cepat sehingga lele masamo banyak diminati oleh pembudidaya. Penggunaan dasar kolam buatan pada budidaya lele masamo dijadikan sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan produksi. Namun, pemberian dasar kolam buatan dalam budidaya mengindikasi ikan mengalami stres. Salah satu cara untuk menanggulangi permasalahan tersebut yaitu dengan pemberian imunostimulan seperti yang terkandung dalam probiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh pemberian probiotik terhadap imunitas non-spesifik lele masamoyang dibudidayakan dengan menggunakan dasar kolam buatan. Rancangan penelitian menggunakan 2 perlakuan yaitu perlakuan pemberian probiotik dan tanpa pemberian probiotik dengan tiga kali ulangan. Penelitian berlangsung selama 45 hari dan diamati pada hari ke-0, hari ke-15, hari ke-30, dan hari ke-45. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian probiotik berpengaruh nyata terhadap total leukosit, persentase limfosit  dan sintasan lele masamo (P<0,05), namun tidak berbeda nyata terhadap persentase monosit, persentase neutofil dan kadar hematokrit (P>0,05). Pemberian probiotik dalam pakan dan air budidaya mampu meningkatkan total leukosit dari 66.856 sel/mm3 menjadi 103.739 sel/mm3,persentase limfosit dari 68,7% menjadi 75%.

PERFORMA BUDIDAYA UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) SEMI INTENSIF DI DESA PURWOREJO KECAMATAN PASIR SAKTI KABUPATEN LAMPUNG TIMUR

e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.835 KB)

Abstract

Pacific white shrimp (Litopenaeus vannamei) is new species were culture to replace tiger shrimp (Penaeus monodon) in Purworejo village, Pasir Sakti sub-district of East Lampung residence. This study was purposed to investigate culture performances of Pacific white shrimp in semi intensive system in two farmer groups. Eight ponds with ± 2100 m2/ ponds and density of 60 ind/m2 was used for this study. Results showed that Pacific white shrimp performances was different among two farmer groups. Sido Makmur group showed better performance compared to Lestari Gemilang with showed of ponds productivity 1337,8 kg and 1330,3 kg, respectively. FCR and SR among two groups also showed different, there were 1,88 to 2,39 and 86,95% to 63,3%, respectively. High mortality after WSSV infection was decreased pond productivity. Water quality parameters such as ammonia (0,029-0,031 ppm) and light density (<40 cm) were not suitable for shrimp culture impacted to pond productivity. WSSV infection and water quality parameters had corellation to pond performances.

IMUNITAS NON-SPESIFIK DAN SINTASAN LELE MASAMO (Clarias sp.) DENGAN APLIKASI PROBIOTIK, VITAMIN C DAN DASAR KOLAM BUATAN

e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.659 KB)

Abstract

Lele masamo (Clarias sp.) merupakan lele varian baru dan banyak diminati oleh petani ikan di Indonesia. Salah satu cara untuk meningkatkan produksi budidaya intensif lele masamo dapat dilakukan dengan penambahan dasar kolam buatan, penggunaan imunostimulan berupa vitamin C dalam pakan dan probiotik termodifikasi. Penggunaan dasar kolam buatan pada budidaya lele masamo berdampak pada perubahan imunitas non-spesifik berupa stres akibat perubahan lingkungan budidaya dan perubahannya  teramati melalui pengamatan profil darah. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari pengaruh penambahan dasar kolam buatan terhadap kadar hematokrit, total leukosit, diferensial leukosit: limfosit, monosit dan neutrofil lele masamo yang diberi imunostimulan berupa probiotik dan vitamin C. Penelitian dilakukan selama 45 hari dan pengamatan profil darah dilakukan pada hari ke-0, hari ke-15, hari ke-30 dan hari ke-45. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan dasar kolam buatan berpengaruh terhadap kadar  total leukosit dan monosit lele masamo (P<0,05). Penambahan dasar kolam buatan  tidak berpengaruh nyata terhadap kadar hematokrit, limfosit dan neutrofil lele masamo (P>0,05). Sintasan selama budidaya menunjukan penambahan dasar kolam buatan lebih baik dibandingkan tanpa dasar kolam buatan tetapi tidak berbeda nyata (P>0,05).