Suko Adiarto
University of Indonesia/ Harapan Kita National Cardiovascular Center

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

Biomarker pada Infark Miokard Akut: Diperlukan yang lebih Dini Adiarto, Suko
Jurnal Kardiologi Indonesia Vol 32, No 4 (2011)
Publisher : Indonesian Heart Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

---
Biomarker pada Infark Miokard Akut: Diperlukan yang lebih Dini Adiarto, suko
Jurnal Kardiologi Indonesia Vol 34, No 4 (2011): Vol 32, No 4 (2011): Oktober-Desember 2011
Publisher : Indonesian Heart Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paling tidak dalam 4 dekade terakhir, Infark MiokardAkut (IMA) masih menempati urutan pertama dalamdaftar penyakit penyebab kematian di seluruh dunia.Secara historis, terdapat kemajuan yang sangat pesatdalam penatalaksanaan penyakit ini, baik dalam segidiagnostik, terapi medikamentosa, maupun tindakanrevaskularisasi. Khususnya di bidang diagnostik,penggunaan 3 kriteria WHO yang meliputi nyeri dadatipikal, perubahan EKG dan meningkatnya biomarker(enzim) yang spesifik sangat membantu meningkatkan akurasi diagnostik IMA secara signifikan. Bandingkan, pada tahun 1940-1950 hanya sekitar 15 persen penderita yang dirawat di ICCU dengan dugaanternyata benar-benar mengalami IMA.Kemajuan di bidang diagnostik juga diikuti oleh kemajuan yang sangat pesat dalam penatalaksanaanIMA, dimana fokus utama tatalaksana IMA telah bergeser dari limitasi luasnya infark dengancaramenurunkan kebutuhan oksigen miokard menjadi terapi reperfusi, baik dengan cara farmakologi (fibrinolitik) maupun secara mekanik (Primary PCI).2Meningkatnya kesintasan dan menurunnya komplikasiIMA dengan terapi reperfusi ini semakin bermaknaapabila dilakukan pada pasien dengan onset IMA yangmasih dini, tetapi walaupun tetap berguna, manfaatnyasemakin kecil dengan semakin lamanya onset IMA. Karena itu tuntutan peningkatan akurasi diagnostik IMA merupakan keniscayaan
Sel Punca Pada Penyakit Kardiovaskular: Kembali ke Bench Adiarto, Suko
Jurnal Kardiologi Indonesia Vol 31, No 2 (2010): Mei-Agustus 2010
Publisher : Indonesian Heart Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ungkapan from bench to bedside sesungguhnya merupakan dambaan setiap peneliti yang bergerak dalam ilmu-ilmu dasar kardiovaskular, dimana penemuan yang mereka hasilkan dari laboratorium pada tingkat kultur sel sampai uji efektitivitasnya pada hewan coba dengan model penyakit kardiovaskular dapat menemukan aplikasi klinik yang bermanfaat. Tidak semua temuan yang secara teoritis menjanjikan pada tingkat laboratorium maupun hewan coba dapat menunjukan efektivitas yang diharapkan pada uji klinik. Bahkan, ketika suatu modalitas yang secara meyakinkan menunjukkan potensi terapetik yang baik pada penelitian laboratorium atau hewan coba, namun gagal pada tingkat uji klinik seringkali diuji kembali pada penelitian laboratorium untuk mencari pemecahan dari kegagalan pada uji klinik tersebut