Prasetyo Adi
Program Studi Pendidikan Dokter Gigi, Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, Indonesia

Published : 9 Documents
Articles

Found 9 Documents
Search

Renewable Oil Extracted from Indonesian Srikaya’s (Annona squamosa sp.) Seed: Another Potent Source for Biodiesel Masruri, Masruri; Sharma, Mukesh; Warsito, Warsito; Adi, Prasetyo
The Journal of Pure and Applied Chemistry Research Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Chemistry Department, The University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpacr.2012.001.01.106

Abstract

This study looks at the wastes derived from Indonesian fruit as prospect for biofuels. This report investigates the chemical composition of Srikaya (Annona squamosal sp.) seed, which is disposed as waste products from traditional markets. The seeds were extracted with various extraction methods and the oil obtained was analysed by means of gas chromatography (GC/FID), gas chromatography-mass spectrometry (GC/MS), infra-red spectrometry and ultra-violet-visible spectrometry. It was found 2 h extraction using soxhlet apparatus with diethyl ether as solvent gave the optimum time extraction. Moreover, five major components were isolated from i.e.: ethyl hexadecanoate, ethyl hexadec-9-enoate, ethyl octadecanoate, 2-hydroxy-1,3-propanediyl hexadecanoate, octadec-9-enaldehyde, and unknown compound, respectively.
PENGARUH DAUN UBI JALAR UNGU TERHADAP KADAR SUPEROKSID DISMUTASE TIKUS YANG DIPAPAR ASAP ROKOK (EFFECT OF PURPLE SWEET POTATO LEAVES ON SUPEROXIDE DISMUTASE LEVEL ON RATS EXPOSED TO CIGARETTE SMOKE) Kusumastuty, Inggita; Falahia, Emirani; Adi, Prasetyo
Indonesian Journal of Human Nutrition Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Brawijaya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Superoksid Dismutase (SOD) merupakan suatu antioksidan enzimatik yang melindungi sel dari stres oksidatif dengan mengkatalisa dismutase dari superokside (O2-) menjadi O2 dan H2O2. Daun ubi jalar ungu atau Purple sweet potato leaves (PSPL) merupakan sejenis sayuran yang mengandung antioksidan polifenol yang cukup tinggi. Daun ubi jalar unggu dalam bentuk tepung memiliki kandungan polifenol 1805 mgGAE per 100 gram. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung PSPL terhadap kadar SOD hewan coba yang dipapar asap rokok. Hewan coba yang digunakan dalam penelitian adalah jenis Rattus novergicus strain wistar, jantan, usia 6-8 minggu dengan berat badan 140-250 gram serta dalam keadaan sehat selama penelitian dan tidak mendapat pengobatan sebelumnya. Hewan coba yang memenuhi kriteria inklusi diadaptasikan selama satu minggu kemudian dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan yaitu tidak dipapar asap rokok (P0), dipapar asap rokok (P1), dan dipapar asap rokok dengan penambahan PSPL sebesar 0,07g (P2), 0,14g (P3), dan 0,28g (P4) selama 30 hari dalam bentuk tepung. Di akhir penelitian dilakukan pemeriksaan SOD serum dengan metode spektrofotometri. Hasil analisa menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antar kelompok perlakuan (ANOVA, p=0,000). Pemberian tepung PSPL dapat meningkatkan kadar SOD pada semua kelompok perlakukan. Semakin banyak dosis tepung PSPL yang diberikan pada penelitian ini maka kadar SOD semakin meningkat. Kata kunci : daun ubi jalar ungu, kadar SOD, paparan asap rokok AbstractSuperoxide Dismutase (SOD) is an enzymatic antioxidant that protects cells from oxidative stress by catalyzing dismutase from superoxide into O2 and H2O2. The purple sweet potato leave (Ipomoea batatas L. Lam) is a kind of vegetable plant that contains  high polyphenol which is about 1805 mgGAE on 100-gram edible portions. This research was aimed to determine the effect of purple sweet potato leaves powder in SOD levels that had been given to an animal model with cigarette smoke exposure. 6-8 week- male Rattus novergicus-wistar’s strain was used in this experiment that weighed about 140-250 gram and the entire rats were in healthy condition and were never exposed to another treatment before. Firstly, the rats were prepared in one week which was then divided into 5 treatment groups, a group that had not been exposed to cigarette smoke (P0), cigarette smoke exposed (P1), and exposed to cigarette smoke with the addition PSPL flour treatment in varying doses: 0.07g (P2), 0.14g (P3), and 0.28g (P4) for 30 days. After that, SOD levels were measured with spectrophotometry method. The result shows that there was obviously a significant difference between the treatment groups (ANOVA, p=0.000). In short, it was found that the given PSPL dosages resulted in higher SOD’s level. Keywords :, purple sweet potato leaves, Superoxide Dismutase level, cigarette smoking
PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG BEKICOT TERHADAP KADAR TOTAL PROTEIN DARAH PADA RATTUS NOVE RGICUS STRAIN WISTAR DENGAN DIET NON PROTEIN Adi, Prasetyo; Kusumastuti, Inggit; Anida, .
Saintika Medika Vol 6, No 1 (2010): Januari 2010
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sm.v6i1.1006

Abstract

Protein Energy Malnutrition (PEM) adalah keadaan kurang gizi  yang disebabkan rendahnya konsumsi energi dan protein dalam makanan sehari-hari sehingga tida k memenuhi Angka Kecukupan Gizi (AKG). Karena kurangnya asupan protein yang terus berlanjut, penderita PEM dapat mengalami penurunan kadar total protein darah.  Tepung bekicot merupakan salah satu sumber protein hewani yang mengandung protein tinggi. Penelitian ini  bertujuan untuk membuktikan ba hwa tepung bekicot mampu memberikan pengaruh pada kadar total protein darah tikus dengan diet non pr otein. Studi eksperimental menggunakan the  pre-post test contro l group design dilakukan terhadap hewan coba tikus wistar jantan. Sampel dipilih dengan ca ra simple random sampling untuk  dibagi dalam empat kelompok, y aitu “P1” adalah kelompok tikus yang diberikan diet normal, “P2” kelompok tikus yang diberikan diet tepung bekicot 4%, “P3” kelompok tikus yang diberikan diet tepung bekicot 19%, “P4” kelompok tiku s yang diberikan diet tepung bekicot 50%. Variabel yang diukur  dalam penelitian ini adalah kadar total protein dar ah tikus setelah pemberian diet pada masi ng-masing perlakuan selama satu bulan. Ha sil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tepung  bekicot memberikan pengaruh yang nyata  terhadap perubahan ka dar total protein dar ah tikus (paired t-test, p < 0,05). Namun demikian ada perbedaan bermakna pada perlakuan (anova, p < 0,05) yang terjadi pada ”P2”.  Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian tepung bekicot  memberikan pengaruh terhadap kadar total protein darah, dan dosi s yang paling efektif adalah menggunakan tepung bekicot 19%. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar dilakukan penelitian le bih lanjut tentang aplikasi tepung bekicot pada manusia dengan kondisi PEM.  Kata kunci:  total protein darah, PEM, diet non protein
Pengaruh Ekstrak Propolis terhadap Kadar SGOT (Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase) dan SGPT (Serum Glutamic Pyruvic Transaminase) pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Galur Wistar dengan Diet Tinggi Lemak Nasution, Ade Yahya; Adi, Prasetyo; Santosa, Putu Adi
Majalah Kesehatan FKUB Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Propolis merupakan substansi bersifat resin yang dikumpulkan oleh lebah Apis mellifera dari pucuk daun pada berbagai jenis tanaman yang berbeda. Salah satu manfaat propolis yang belum banyak digali adalah sebagai antihiperlipidemia. Propolis mengandung beberapa bahan aktif seperti flavonoid dan quercetin yang diduga dapat mencegah perlemakan hati, sehingga kadar SGOT dan SGPT dalam darah menurun. Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak propolis dengan dosis bertingkat terhadap kadar SGOT dan SGPT serum pada tikus hiperlipidemia. Penelitian ini menggunakan studi true experimental yang dilakukan pada 25 ekor tikus Wistar jantan yang dibagi secara acak menjadi 5 kelompok. Kelompok 1 adalah tikus diberi diet normal selama 59 hari. Kelompok 2 adalah tikus diberi diet tinggi lemak saja selama 59 hari. Kelompok 3 sampai 5 diberi diet tinggi lemak dan diberi ekstrak propolis dengan dosis berbeda (15 mg/kgBB, 30 mg/kgBB, 45 mg/kgBB) secara per oral setiap hari sekali selama 59 hari. Parameter yang diukur adalah kadar SGOT dan SGPT. Analisis data menggunakan metode one way ANOVA menunjukkan bahwa pemberian ekstrak propolis dengan berbagai dosis tidak berpengaruh secara signifikan terhadap penurunan kadar SGOT, namun berbeda dengan kadar SGPT yang menurun secara signifikan. Kesimpulan penelitian ini adalah ekstrak propolis berpengaruh dalam penurunan kadar SGOT dan SGPT pada dosis 45 mg/kgBB pada tikus putih (Rattus norvegicus) galur Wistar dengan diet tinggi lemak. Kata kunci: Diet tinggi lemak, Ekstrak propolis, Kadar SGOT dan SGPT.
MYCOBACTERIUM TUBERCULOSIS STRAIN H37RV INFECTION TOWARDS MATRIX METALLOPROTEINASE (MMP)-2 IN BRAIN Hartono, Kevin; Adi, Prasetyo; Hidayati, Dwi Yuni Nur
Malang Neurology Journal Vol 3, No 2 (2017): July
Publisher : Malang Neurology Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mnj.2017.003.02.2

Abstract

Background. Tuberculous infection in brain can cause microglia to secrete inflammatory factors like Tumor Necrosis Factor alpha (TNF-α) and Interleukin 1 beta (IL-1β) which will be shown as body immune respons. Those inflammatory factors eventually can trigger microglia to secrete Matrix Metalloproteinase-2 (MMP-2) which will regenerate necrotic or apoptosis cells because of inflammation process. MMP-2 has been proven to have important role in brain tuberculous infection.Objective. To ascertain MMP-2 expression in mus musculus brain tissue with no infection, infection for 8 weeks, and infection for 16 weeks.Methods. This research used semiquantitative method to compare MMP-2 expression in 3 samples group. Observation of MMP-2 expression in mus musculus brain tissue were made by using immunohistochemistry colouration method which then would be observed in microscope with 400x magnification. Brain cell which express MMP-2 will become brown in cell nucleus, cytoplasm, and wall.Results. The result which had be obtained was overtime reduction of MMP-2 expression.Conclusion. MMP-2 expression didn’t decrease after 8 weeks time of infection.
Pengaruh Konsentrasi Rebusan Kelopak Bunga Rossella terhadap pH Saliva Buatan Adi, Prasetyo; Puspitasari, Ambar; I, Murni Ukhuwah
Majalah Kedokteran Gigi Indonesia Vol 1, No 2 (2015): December
Publisher : Faculty of Dentistry, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/majkedgiind.9234

Abstract

The Effect of Rossella Flower Petals Stew to Artificial Saliva pH. Saliva is a complex oral fluids. One of the microorganisms that cause the saliva’s pH becomes acid is Streptococcus mutans. Water stew of Rossella flower petals (Habiscus sabdariffa L) contains flavonoids and anthocyanins that interfere metabolism of the cells and growth of Streptococcus mutans. The purpose of this experimental was to know the effect of water stew Rossella flower petals concentration in pH scale and absorbance score of artificial saliva which induced with Streptococcus mutans by in vitro. The method which applied here was True Experimental Design, post test control group design. The concentrations that used in this study were 5%, 15%, 25% and 35%. The results described the differences in pH scale and absorbance score of artificial saliva which induced with Streptococcus mutans between treatment group (added by water stew Rossella petals) and control group. Data analysis using correlation and regression test showed the effect of water stew of Rossella flower petals in pH scale of artificial saliva was 99.2%. The conclusion of this experimental explained the increase of pH scale after added with the water stew of Rossella flower petals, also showed a significant differences of pH scale of artificial saliva between treatment group and control group based on the One-Way ANOVA test, and the water stew of Rossella flower petals was effective to maintain pH scale of artificial saliva approach normal pH scale
Pengaruh Pemberian Daun Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas Lam) terhadap Kadar TNF-Α, Il-6 dan Nf-Κb pada Tikus yang Dipapar Asap Rokok Kusumastuty, Inggita; Adi, Prasetyo; Harti, Leny Budhi; Nugroho, Fajar Ari
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2015.028.03.12

Abstract

Peningkatan stres oksidatif dapat memicu inflamasi yang berperan dalam perkembangan Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD). Daun ubijalarungu/Purple Sweet Potato Leaves (PSPL) memiliki kandungan polifenol yang tinggi yaitu sebesar 1805mg GEA (gallic acid eguivalent) dalam 100 gram tepung PSPL. Tujuan penelitian ini untuk membuktikan pengaruh pemberian daun ketela ungu terhadap perbaikan marker inflamasi yaitu TNF-α, IL-6, dan NF-κB pada tikus yang dipapar asap rokok. Hewan coba dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan yaitu tidak dipapar asap rokok, dipapar asap rokok, dan dipapar asap rokok dengan penambahan PSPL sebesar 0,07g, 0,14g, dan 0,28g selama 30 hari dalam bentuk tepung. Pengukuran TNF-α, IL-6, dan NF-κB dilakukan dengan menggunakan metode ELISA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tikus yang dipapar asap rokok dan ditambahkan tepung PSPL sebesar 0,14 g memiliki kadar TNF-α, IL-6, dan NF-κB paling rendah jika dibandingkan dengan kelompok yang terpapar asap rokok dengan dua dosis PSPL lainnya.Kata Kunci: Daun ubi jalar ungu, IL-6, NF-κB, paparan asap rokok, TNF-α
Pengaruh Pemberian Susu Sapi Bubuk terhadap Kadar MDA Hepar pada Tikus Putih (Rattus Novergicus Strain Wistar) Jantan Model Diabetes Melitus Tipe 2 Kurniawan, Adi Lukas; Nugroho, Fajar Ari; Adi, Prasetyo
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2015.028.03.11

Abstract

Susu sapi bubuk mengandung kalsium, dan vitamin D yang dapat mencegah peningkatan kadar Malondialdehyde (MDA) pada diabetes melltus tipe 2 melalui mekanisme perbaikan sekresi dan sensitivitas insulin. Susu sapi bubuk mampu menurunkan kondisi stress oksidatif pemicu peningkatan kadar MDA. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian susu sapi bubuk terhadap kadar MDA hepar pada tikus wistar model diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental post test only control group design menggunakan 30 tikus wistar model diabetes melitus tipe 2. Selama 90 hari, kelompok perlakuan diberikan susu sapi bubuk 0,9g (P1); 1,8g (P2); dan 2,7g (P3) per hari. selanjutnya pada hari ke-91 dilakukan pengukuran kadar MDA dari jaringan hepar dengan spektrofotometer. Hasil menunjukkan terdapat pengaruh pemberian susu sapi bubuk dengan berbagai dosis terhadap kadar MDA jaringan hepar tikus (p=0,003), dengan dosis efektif adalah 1,8g/hari karena dapat mencegah peningkatan kadar MDA mendekati kelompok negatif.Kata Kunci: Diabetes melitus tipe 2, Malondialdehyde (MDA), susu sapi bubuk
JUMLAH FIBROBLAS DAN ANGIOGENESIS SETELAH PEMBERIAN GEL GETAH JARAK CINA PADA ULSERASI TIKUS WISTAR Adi, Prasetyo; Hapsari, Yolanda Aulia; Nafilah, Azimah Nurin; Arifin, Zainal
E-Prodenta Journal of Dentistry Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.57 KB) | DOI: 10.21776/ub.eprodenta.2019.003.01.1

Abstract

Sariawan atau ulserasi dalam bahasa medis didefinisikan inflamasi pada mukosa ronggamulut; seperti pipi, gusi, lidah, bibir, dan dasar mulut. Prevalensi terjadinya ulserasi pada ronggamulut diperkirakan mencapai lebih dari 25% dari populasi di seluruh dunia. Jarak Cina (Jatrophamultifida L) mengandung senyawa kimia flavonoid, alkanoid, saponin, tanin, yang bermanfaat dalammempercepat proses penyembuhan luka. Tujuan: menghitung jumlah angiogenesis dan fibroblaspada kelompok tikus ulserasi dan menghasilkan formulasi terbaik nanospraygel getah Jarak Cinasebagai terapi penyembuhan ulserasi. Metode: Tikus Wistar jantan 28 ekor dibagi menjadi 4kelompok yaitu kelompok K+, P1, P2 dan P3 dengan pemberian konsentrasi 1% 3% dan 5%. Ulserasitikus dengan induksi panas menggunakan semen stopper panas diletakan pada mukosa labial tikusselama 4 detik. Pemberian nanospray gel getah jarak cina pada kelompok P1, P2 dan P3 dengankonsentrasi masing-masing 1% 3% dan 5% dua kali sehari selama 5 hari. Dekaputasi tikus dilakukanhari ke-5 dilanjutkan pewarnaan jaringan menggunakan pewarnaan HE. Hasil: Uji homogenitas dannormalitas menunjukkan bahwa data homogen dan berdistribusi normal. Uji One Way ANOVAmenunjukkan nilai signifikansi 0,000 dan 0,001 artinya ada perbedaan signifikan jumlah sel fibroblasdan angiogenesis pada tiap kelompok. Uji korelasi Pearson menunjukkan tidak ada hubungan kuatyang berarti semakin tinggi konsentrasi nanospraygel getah Jarak Cina tidak berpengaruh terhadapjumlah selfibroblas dan angiogenesis. Kesimpulan: pemberian SAYNA sebagai terapi ulserberpengaruh terhadap jumlah fibroblas dan angiogenesis pada tiap perlakuan dan dihasilkan formulaefektif nanospray gel getah jarak cina dengan konsentrasi 1%.