Tri Hanggono Achmad
Departemen Ilmu Penyakit THT-KL Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala 3Departemen Biokimia dan Biomolekuler Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung
Articles
19
Documents
‚Äč
Embryo Quality: The Most Critical Factor for Pregnancy Rates after day-2, day-3, and day-5 of Embryo Transfer

Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology Vol. 34. No. 4. October 2010
Publisher : Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Objective: To determine the most critical factor on day-2, day-3, and day-5 of embryo transfer in correlation with pregnancy rates.Method: This research is a retrospective study in Aster Fertility Clinic, IVF program- Dr. Hasan Sadikin Hospital, Bandung, Indonesia. One hundred ninety five women enrolled in an IVF program conducted from March 2006 through November 2009 at the Aster Fertility Clinic. Effect of embryo-transfer day and any other factors (including quality of embryo, oocyte quantity, difficulty of embryo transfer technique, and blood or mucus contamination on the catheter) on pregnancy rate in IVF.Results: The mean age of the pregnant group was 34.65 (SD = 3.91), and the mean of the infertility period was 7.25 years (SD = 3.54). There were no siginificant differences in pregnancy rates in the day-2, day-3, and day-5 groups. The most critical factor influencing pregnancy was the total score for the quality of embryos [p = 0.001; OR (CI 95%) = 1.94 (0.91 - 4.08)]. Otherwise, the day of embryo transfer, oocyte quantity, and difficulties in embryo transfer did not affect the pregnancy rate (p > 0.05).Conclusion: Our study suggests that the total score for the quality of the embryos was the most critical factor for the success rate of pregnancy rather than the day of embryo transfer, oocyte quantity, difficulty of embryo transfer technique, or contamination of blood and mucus on the catheter.[Indones J Obstet Gynecol 2010; 34-4: 175-9]Keywords: day of embryo transfer, in vitro fertilization, quality of embryo total score, oocytes quantity, catheter contaminationTujuan: Untuk menentukan faktor yang terpenting pada keberhasilan kehamilan setelah transfer embrio hari ke-2, ke-3 dan ke-5.Metode: Penelitian ini adalah studi retrospektif di klinik Fertilitas Aster, Program IVF- Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin, Bandung, Indonesia. Penelitian ini melibatkan seratus sembilan puluh lima perempuan yang mengikuti program IVF sejak Maret 2006 hingga Nopember 2009. Efek dari waktu (hari) transfer embrio dan faktorfaktor lainnya (termasuk kualitas embrio, jumlah oosit, kesulitan dalam teknik transfer embrio, dan kontaminasi darah atau mukus dalam kateter) terhadap angka keberhasilan kehamilan pada IVF.Hasil: Rata-rata usia perempuan hamil pada penelitian ini 34,65 (SD = 3,91), dan rata-rata periode infertilitas 7,25 (SD = 3,54). Tidak terdapat perbedaan bermakna pada angka kebehasilan kehamilan setelah transfer embrio baik pada hari ke-2, -3 dan -5. Faktor terpenting yang mempengaruhi keberhasilan kehamilan adalah skor total dari kualitas embrio [p = 0,001; OR (CI 95%) = 1,94 (0,91 - 4,08)]. Dilain fihak, waktu transfer embrio, jumlah oosit, kesulitan dalam teknik transfer embrio tidak mempengaruhi kebehasilan kehamilan (p > 0,05).Kesimpulan: Hasil studi kami menunjukkan bahwa faktor terpenting yang mempengaruhi keberhasilan kehamilan adalah skor total dari kualitas embrio dibandingkan dengan waktu transfer embrio, jumlah oosit, kesulitan dalam teknik transfer embrio, atau kontaminasi darah dan mukus dalam kateter.[Maj Obstet Ginekol Indones 2010; 34-4: 175-9]Kata kunci: hari setelah transfer embrio, fertilisasi in vitro, skor total dari kualitas embrio, jumlah oosit, kontaminasi kateter