Articles

Found 9 Documents
Search

Faktor - faktor yang mempengaruhi penyerapan tenaga kerja pada industri batik di Kecamatan Danau Teluk Kota Jambi

e-Jurnal Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan Vol 5 No 3 (2016): e-Jurnal Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan
Publisher : e-Jurnal Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: 1) karakteristik responden dari kategori jenis kelamin, usia , tingkat pendidikan, investasi, produksi, tingkat upah pada industri batik di kecamatan Danau teluk Kota Jambi; 2) pengaruh nilai investasi, nilai produksi dan tingkat upah terhadap penyerapan tenaga kerja pada industri batik di kecamatan Danau Teluk Kota Jambi. Data yang digunakan dalam penelitian ini, ialah data primer yang diperoleh dari hasil wawancara. Responden dalam penelitian ini ialah seluruh pemilik industri batik yang ada di kecamatan danau teluk yakni sebanyak 54 industri. Data dianalisis secara deskriptif serta menggunakan model regresi berganda. Hasil penelitian menemukan bahwa 1) pemilik industri batik dikecamatan danau teluk didominasi oleh perempuan, berusia dalam kisaran 46 – 55 tahun, dengan pendidikan sebagian besar tamat SD; 2) Rata-rata investasi sebesar Rp. 6.888.888, dengan rata-rata nilai produksi sebesar Rp. 7.999.074 perbulan; 3) Rata-rata upah pekerja pada industri batik adalah sebesar Rp. 1.679.630, perbulan; 4) Produksi dan tingkat upah berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja pada industri batik, sedangkan investasi tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Kata Kunci : Tenaga Kerja, Investasi, Produksi dan Upah REFERENCES Akmal,Roni. 2010.Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penyerapan Tenaga Kerja di Indonesia. Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor. http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/27411.Diakses 2 Maret 2016Ariani, Neno2013. Pengaruh Jumlah Usaha, Nilai Investasi, Dan Upah Minimum Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Pada Industri Kecil Dan Menengah Di Kabupaten Pinrang Tahun 2001-2011.Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Hasanuddin Makassar. http://repository.unhas.ac.id. Diakses 2 Maret 2016 Aribawa, Yanuar.2009.Analisis Tenaga Kerja Batik Tulis Lasem di Kecamatan Pancur Kabupaten Rembang. Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah.Surakarta. http://etd.eprints.ums.ac.id/5008/2/E100040005.PDF. Diakses 4 Maret 2016 Arikunto, Suharsimi.2002. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktek. Edisi Revisi IV. Jakarta:Rineka Cipta. Badan Pusat Statistik Kota Jambi, “Kota Jambi Dalam Angka 2014” Luas Wilayah dan Pembagian Daerah Administrasi Menurut Kecamatan di Kota Jambi Tahun 2013 Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jambi. “ Direktori Data Industri Kecil dan Menengah ( IKM)” . 2015. Haris, Abdul. 2013.Analisis Penyerapan Tenaga Kerja Industri Tenun Sutera di Kabupaten Wajo. Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas HasanuddinMakassar. http://repository.unhas.ac.id/. Diakses 14 Maret 2016 Indriantoro, Nur,.Bambang,Supono. 2009. Metodologi Penelitian Bisnis untuk Akuntansi dan Manajemen.Edisi pertama.Yogyakarta:BPFE Yogyakarta Khadafi, Fuad.2013. Analisis Faktor yang mempengaruhi penyerapan Tenaga Kerja Pada Industri Konveksi Kota Malang.Malang:Jurnal ilmiah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya. http://download.portalgaruda.org/article.php?article=189084&val=6467&title=analisis%20faktor%20yang%20mempengaruhi%20penyerapan%20tenaga%20%20kerja%20pada%20industri%20konveksi%20kota%20malang. Diakses 16 Maret 2016 Kantor Kecamatan Danau Teluk. 2014. Kecamatan Danau Teluk Dalam Angka Tahun 2013.Jambi Nurani, Suci.2014. Peningkatan Efektivitas Kerja Untuk Meningkatkan Produktivitas Di IKM Batik Desmiati. Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil. Bandung Sumber: Pustaka,DinasPerindustriandanperdagangan Kota Jambi, 2015. Diakses 1 Agustus 2016 Pradana, Venty.2013. Analisis Penyerapan Tenaga Kerja Pada Industri Kecil Perabot Rumah Tangga Dari Kayu (Studi Kasus Kabupaten Klaten). fakultas ekonomika dan bisnis universitas diponegoro semarang. http://eprints.undip.ac.id/41959/1/pradana.pdf. Diakses 2 April 2016 Putra. 2012.Pengaruh Nilai Investasi, Nilai Upah, Dan Nilai Produksi Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Pada Industri Mebel di Kecamatan Pedurungan Kota Semarang. Fakultas Ekonomi, UniversitasNegeri Semarang.Journal.Unnes.Ac.Id/Artikel_Sju/Pdf/Edaj/484/514. Diakses 6 Maret 2016 Qoimah, Hafsah.2012. Karakteristik Batik Motif SekarJagad Yogyakarta. Jurnal ilmiah. Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta. http://eprints.uny.ac.id/27606/ .Diakses 4 Maret 2016 Sagir, Soeharsono.1982.Kesempatan kerja ketahanan nasional dan pembangunan nasional. Penerbit Alumni,Bandung. Sugiyono. 2013. Penelitian Pendidikan ( Pendekatan Kuantitatif ,Kualitatif, dan R & D). Bandung : Alfabeta Suryana .2013.Ekonomikreatif, Ekonomi Baru: Mengubah Ide dan Menciptakan Peluang. Salemba Empat.Jakarta. Syahruddin .2001. Dasar-Dasar Teori ekonomi Mikro.Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Vitalia .2014. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penyerapan Tenaga Kerja Di Kabupaten Semarang.Fakultas Ekonomika Dan Bisnis Universitas Diponegoro Semarang. http://eprints.undip.ac.id/43893/1/06_VITALIA.pdf .Diakses 5 April 2016 Yuafni .2012.Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Batik Pada Industri Batik Jambi Di Kota Jambi. Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang.http://download.portalgaruda.org/article.php?article=24216&val=1480. Diakses 6 Maret 2016

Pengaruh Pembangunan Infrastruktur Terhadap Pengembangan Sektor Pertanian di Kabupaten Muaro Jambi

Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah Vol 1 No 1 (2013): Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah
Publisher : Program Magister Ilmu Ekonomi Pascasarjana Universitas Jambi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This Research aim  a) To analyse infrastructure growth to, market draught irrigation Muaro Jambi Regency Period 2000-2010; b)  To analyse infrastructure expense allocation growth and its proportion to totalizeing area expense Muaro Jambi Regency Period 2000-2010 c) To know and analyse ready influence infrastructure, market and irrigation to agricultural sector added value  Muaro Jambi Regency  Period 2000-2010. Result of research indicate that a)  During period 2000-2010 infrastructure growth rate in Muaro Jambi Regency is equal to 6,60 percent per year, in   same period infrastructure growth rate irrigation in Muaro Jambi Regency equal to 15,70 percent and infrastructure growth natural market growth mean equal to 18,16 percent b) meanly during period 2000-2010 infrastructure expense proportion to area expense equal to 39,85 percent, with growth per year mean equal to 65,32 percent meanly during period 2000-2010 growth agricultural sector added value Muaro Jambi Regency equal to 4,75 percent c) Infrastructure variable street, market and irrigation by together have an effect on positive and signifikan to velue added agricultural sector. By parsial infrastructure variable irrigation and street have an effect on by signifikan to agricultural sector added value, but market variable though have an effect on positive but don’t signifikan. Keywords: infrastructure , agricultural, expense

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Rumah tangga Miskin di Sekitar Taman Nasional Bukit Dua Belas (Studi Kasus Desa-Desa Penyangga TNBD di Kecamatan Maro Sebo Ulu, Kabupaten Batang Hari)

Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah Vol 1 No 2 (2013): Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah
Publisher : Program Magister Ilmu Ekonomi Pascasarjana Universitas Jambi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Poverty and forestry has inter-connected one another. Most of the poor people live in the urban area are closely interacted with forest. This fact has been showed in some studies which are clearly stated that poor people are mostly found nearby forest area. Bukit Dua Belas national park as one of national park in Jambi province had experienced drastical forest degradation for the last 20 years. Based on the data alalysis from Citra Satelite, the total of degraded forest area is approximately 69,825 ha or in average is 3,492 ha per year. It happens because of massive encroachment which is done by the local people in a purpose to open communities’ farming. The primary objective of this research is to analyze which factors has contributed to communities’ impovorishment around TNBD. The result of this study shows that the distance of farming, size of land,  the management and the status of land are the potential factor affecting the communities’ income significantly.   Keywords: national park, forestry, forest degradation, poor people

Tingkat Ketergantungan Fiskal dan Hubungannya dengan Pertumbuhan Ekonomi di Kota Jambi

Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah Vol 1 No 3 (2014): Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah
Publisher : Program Magister Ilmu Ekonomi Pascasarjana Universitas Jambi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to calculate Fiscal Needs in Jambi City and analyze the level of dependence on Fiscal relations with the Economic Growth in Jambi and see how much the rate dependence of the Fiscal Jambi City to the Central Government. These results indicate that the Fiscal Needs in Jambi city has increased significantly each year, the average growth of 46.28 %. Local Government Fiscal Dependence level of Jambi City to the Central Government is very High, the average in the past 11 years (2000 s / d 2010) the proportion of PAD to the total of the local revenue obtained an average of 9.6% and the proportion of average fund balance of the total of local revenues obtained an average of 90.4%, The relationship between the level of fiscal dependence with the Economic Growth in Jambi is very low, amounting to only 0.068.Keywords: Fiscal Need, Local Revenue, Fiscal Dependence

Analisis Konsumsi Masyarakat Indonesia Sebelum dan Setelah Krisis Ekonomi

Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah Vol 1 No 3 (2014): Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah
Publisher : Program Magister Ilmu Ekonomi Pascasarjana Universitas Jambi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine and analyze how big the marginal propensity to consume (MPC) and the average propensity to consume (APC) the people of Indonesia before and after the economic crisis and to find out and analyze what factors are affecting the consumption of Indonesian society. The method used in this research is descriptive and quantitative methods. From the research : 1) the marginal propensity to consume (MPC) the people of Indonesia after the economic crisis has decreased and the average propensity to consume (APC) the people of Indonesia after the economic crisis have increased.   2) Before the economic crisis affecting consume of Indonesian society is the national income and deposit rates. After the economic crisis affecting consume of Indonesian society is the national income and inflation. And overall, both before and after the economic crisis affecting consume of Indonesian society is the national income and deposit rates. Keywords: Marginal Propensity to Consume, Average Propensity to Consume, Economic Crisis

Analisis Produksi, Distribusi Pendapatan Petani dan Dampak Program Optimalisasi Lahan Terhadap Produksi Padi Sawah di Kabupaten Muaro Jambi

Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah Vol 2 No 1 (2014): Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah
Publisher : Program Magister Ilmu Ekonomi Pascasarjana Universitas Jambi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purposes of this study are ; ( 1 ) How does the social and economic characteristics of rice farmers in Jambi Muaro ; ( 2 ) What factors are affecting rice production in Muaro Jambi; ( 3 ) How is the impact of the land optimization program toward the increase of rice production in Muaro Jambi and ( 4 ) How is the income distribution of rice farmers in Muaro Jambi. The methodology of research used in this study is survey method using primary data and secondary data . Analysis tools used in this study are qualitative description and quantitative description using Cobb Douglas Production-Function Model , and the Gini Index Ratio . The findings in this study are ; ( 1 ) The Average production per hectare of rice farmers in the study area during the growing season was below the average production of Muaro Jambi district . ( 2 ) Over-All Test ( F Test ) showed that the land variable, orea fertilizer , seeds, labor capital , farming experience and education level have  influenced the rice production . While based on the partial test, it was showed that only the land area variable ( X1 ) and orea fertilizer ( x2 ) which significantly influence rice production while the amount of seed variable ( X3 ) , labor ( X4 ) , capital ( X5 ) , experience ( D1 ) , and formal education ( D2 ) had no significant effect on rice production in the research area ( 3 ) The land optimization has increased the income of the farmers compared to pre-optimization condition, but the gini index ratio is higher as a result of the maximization of income to farmers who have more land which is proven by The Gini Index Ratio: 0.30 in pre-optimization and after optimization of land it raises to 0:32 ; ( 4 ) The Land-Optimization Program which has implemented by the Government Muaro Jambi has positive impact both on increasing rice production and the income of farmers.   Key words : Optimization of Land , Production Optimization , Gini Ratio

Dampak input (tenaga kerja) dan output (GDP) sektor pertanian terhadap konsumsi pemerintah di Indonesia

Jurnal Paradigma Ekonomika Vol 13 No 1 (2018): Jurnal Paradigma Ekonomika
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the development of inputs (labor) and output (GDP) in the agricultural sector and government consumption in Indonesia during the period 1993-2014 and analyze the impact of inputs (labor) and output (GDP) on the agricultural sector on government consumption in Indonesia. The result of the research show during period from 1993-2014 output GDP in agriculture sector is 17% with an average value is 496,9 trillion rupiah. For agricultural sector workers the average value of growth is equal to -0.007%, with an average value of 39,621.18 thousand people, the highest growth occurred in 1998 which amounted to 13.29% and the lowest growth occurred in 1997 which was equal to -7.76%. The regression results show that the GDP variable Output of the agricultural sector has a positive and significant effect on government consumption, while the agricultural sector labor variable has no significant effect on government consumption.

Analisis pengaruh ekspor neto terhadap nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia

Jurnal Paradigma Ekonomika Vol 10 No 2 (2015): Jurnal Paradigma Ekonomika
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan Nilai Ekspor neto ,Pertumbuhan Ekonomi dan Nilai tukar rupiah terhadap US dollar di Indonesia, selama periode tahun 1993 sampai tahun 2014 dan menganalisis pengaruh Nilai Ekspor neto terhadap Pertumbuhan Ekonomi dan Nilai Tukar rupiah per US dollar di Indonesiaselama periode tahun 1993 sampai 2014 hasil penelitian menunjukkan Perkembangan ekspor neto Indonesia selama periode 1993 sampai 2014 mengalami naik turun atau fluktuasi dengan rata-rata nilai ekspor adalah 17952,77 dalam Juta US Dollar dan rata-rata perkembangannya adalah 14,84%. selama periode tahun 1993 sampai 2014 rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah 4,71% dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi terjadi pada tahun 1995 yakni sebesar 8,2% dan pertumbuhan ekonomi terendah terjadi pada tahun 1998 yakni -13,1%, terlihat selama periode tahun 1993 sampai tahun 2014 rata-rata nilai tukar rupiah terhadap dollar amerika serikat adalah 7.854,27 dan rata-rata perkembangannya adalah 14,60% dengan penguatan rupiah tertinggi atau penurunan dollar terendah terjadi pada tahun 1999 yakni -21,55% dan penurunan rupiah tertinggi atau penguatan dollar tertinggi terjadi pada tahun 1998 yakni sebesar 244,24%. Hasil regresi menunjukkan bahwa selama periode penelitian yakni tahun 1993 sampai tahun 2014 ekspor neto tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia dan ekspor neto berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai tukar rupiah per US dolar.   Kata Kunci : Nilai Ekspor ke neto, Pertumbuhan ekonomi dan Nilai tukar (Kurs)

Dampak ekspor ke Jepang dan investasi asing terhadap pendapatan perkapita masyarakat di Indonesia

Jurnal Paradigma Ekonomika Vol 13 No 2 (2018): Jurnal Paradigma Ekonomika
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan ekspor ke jepang dan investasi asing langsung serta pendapatan perkapita Indonesia selama periode tahun 1993-2014 dan menganalisis dampak ekspor ke jepang serta investasi asing terhadap pendapatan perkapita masyarakat Indonesia pada periode tersebut. Selama periode penelitian mulai tahun 1993-2014 dimana PDB perkapita mengalami fluktuasi atau naik turun dimana rata-rata nilainya adalah 15.058 dalam ribu rupiah pertahun dengan rata-rata pertumbuhan 16,61%, kemudian selama periode tersebut diperoleh hasil ternyata pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 1998 yakni 50,50% dan dengan pertrumbuhan terendah terjadi pada tahun 2012 yakni sebesar 8,46%. FDI Indonesia mengalami fluktuasi atau naik turun dengan nilai rata-rata 17.804,61 Juta US Dollar dan dengan rata-rata pertumbuhan 15,35%. Dari hasil regresi pada kedua model diperoleh hasil bahwa pada model pertama nilai ekspor ke jepang berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDB perkapita sementara variabel FDI tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDB perkapita.