Articles

Found 23 Documents
Search

STRATEGI DAN PERAN LPTK DALAM PENYIAPAN GURU VOCATIONAL DI SMK Achdiani, Yani
APTEKINDO Tahun 2010
Publisher : FTK Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Salah satu implikasi globalisasi dalam pendidikan yaitu persaingan antar lembaga pendidikanakan semakin berat. Mengantisipasi perubahan-perubahan yang begitu cepat serta tantangan yangsemakin besar dan kompleks, tiada jalan lain bagi LPTK untuk mengupayakan cara-cara untukmeningkatkan daya saing lulusan serta produk-produk akademik lainnya, dengan strategi danpeningkatan mutu LPTK. Dalam menggerakkan segala kemampuan di dalam lembaga pendidikanuntuk mencapai mutu yang ditetapkan, haruslah dikembangkan adanya kerjasama antar unsur-unsurpelaku proses mencapai mutu. Oleh karena itu, sebaiknya calon guru membekali diri denganpengalaman di luar disiplin ilmunya dan membuka diri untuk dunia usaha. LPTK diharapkan mampumemperluas jaringan kerja sama tidak hanya dengan lembaga-lembaga kerja kependidikan, tetapijuga nonkependidikan seperti perusahaan dan pemda (pemerintah daerah). Pendidikan vocationaldiberikan untuk mempersiapkan tenaga kejuruan yang handal, trampil untuk menghadapi tantanganmasa depan. Oleh karena itu LPTK dapat memberikan sumbangsih sebesar-besarnya bagitercapainya kondisi tinggal landas bagi sekolah kejuruan melalui dikuasainya trilogi profesi oleh parapendidik, serta dikemasnya pengelolaan satuan pendidikan melalui pengelolaan pendidikan berbasiskinerja. Guru atau pendidik harus menguasai dan memenuhi ketiga komponen trilogi profesi (Prayitno,2007), yaitu komponen dasar keilmuan, komponen substansi profesi dan komponen praktik profesi. Disamping itu, pengelolaan pendidikan diharapkan mampu memberdayakan para pendidik yangprofesional itu, untuk menyelenggarakan tugas keprofesionalannya sesuai dengan trilogi profesimasing-masing.Kata Kunci : Strategi, LPTK, Penyiapan , Guru, Vocational.
SOSIALISASI DAN ENKULTURASI TRADISI PENGANUT MADRAISME DALAM KELUARGA DI KAMPUNG CIREUNDEU KOTA CIMAHI Achdiani, Yani
Indonesian Journal of Dialectics Vol 2, No 3 (2012)
Publisher : Program Pascasarjana Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Up to the present time, we still find people who profess the ism which is no longer suitable for the modern or religious society. This research is a case study which is purposed to understand the existence of Madraism followers, which is known as “SundaWiwitan”, at Cireundeu village, Cimahi city. The problem is, why Madraism is still faithfully professed, meanwhile another ismsuch as Ahmadiyah has been prohibited. The method used in the research is descriptive analytical method and field data aredescribed using qualitative approach (phenomenal paradigm). Data collecting was conducted through observation and deepinterview. Validity of the data is measured using triangulation technique through confirmation and check and recheck betweenthe results of observation and deep interview. The objective of the research is to analyze socialization and enculturation ofMadraism follower tradition within the family life at Cireundeu village using Structural-functional Talcot Parson System theory.The results of the research are as follows: (1) socialization and enculturation process of Madraism have implanted since thechildhood with the aim at having ability to live in global era without losing their identity, (2) the process occur in harmonious, charismatic, and noble life with the content of social ethic, norms, Sundanese custom, and Madraism, (3) the family is a major factor in developing personalized value, (4) the process pattern in accordance with the intercourse between parents and children based on influence of parents through stages of imitation, suggestion, identification, and sympathy. Theoretical implication of the study indicates that the findings of this study support the Structural-functional theory and Social System. Socialization in a unit of family describes a network of relatives (kin-group) which is continued cooperatively based on values, norms, and social customs. Based on the suggestion of the research, the concept proposed is a comprehensive socialization and enculturation by involving all elements to strengthen the local tradition.
KEGIATAN BERMAIN SEBAGAI SARANA PENYIAPAN KEMANDIRIAN DAN KREATIVITAS ANAK PRA SEKOLAH Achdiani, Yani
FamilyEdu: Jurnal Pendidikan Kesejahteraan Keluarga 2014: FamilyEdu Edisi Khusus
Publisher : Prodi PKK - Departemen PKK - Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.498 KB)

Abstract

Anak masa pra sekolah ditinjau dari sudut umur berada pada usia antara 2 sampai 6 tahun. Pada masa ini disebut juga masa kanak-kanak awal. Masa kanakkanak ini merupakan masa terpanjang dalam rentang kehidupan manusia . Pada masa ini menunjukkan perkembangan yang menonjol dalam aspek pengalaman bahasa, intelegensi dan aspek kepribadian. Bermain bagi anak pra sekolah merupakan suatu kegiatan yang bersifat ; sukarela karena dilakukan sesuai dengan keinginan dan kemauan anak, tanpa paksaan dan tekanan; bersifat spontan, karena dilakukan tanpa perencanaan, dan dapat memberikan suasana afeksi yang menyenangkan serta membuat anak menjadi aktif. Bermaian bagi anak mempunyai manfaat terhadap berbagai aspek perkembangan yang berkeanaan dengan; fisik, mental dan, sosial anak..Kegiatan bermain sebagai sarana penyiapan kemandirian dan kreativitas, karena dengan kegiatan bermain anak melakukan eksplorasi, eksperimen dan melakukan sesuatu yang menyenangkan bagi anak. Prinsip dalam mengembangkan kreativitas dan kemandirian anak dapat dilakukan dengan cara; pertama; berilah anak alat permaian yang konstruktif dapat berupa gambar-ganmbar verbal atau yang bersifat fisik, seperti alat tulis, alat musik dan gambar. Kedua; berikalanlah ganjaran, pujian terhadap usahausaha kreatif, dapat berupa hadiah-hadiah, sehingga anak akan memperoleh kekuatan untuk kembali melakukan kreativitasnya.
TUGAS DAN FUNGSI PESANTREN DI ERA MODERN Maesaroh, Nenden; Achdiani, Yani
SOSIETAS Vol 7, No 1 (2017): JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terjadinya modernisasi yang dilakukan oleh Pondok Pesantren Najaahaan yang semula berkonsep pesantren tradisional, saat ini sedang mengalami perubahan secara bertahap menjadi pesantren modern.    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan tugas dan fungsi pesantren di era modern. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dan metode studi deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, studi literatur dan studi dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari pihak pengelola pesantren, santri, dan masyarakat di sekitar pesantren. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tugas pesantren di era modern adalah mempertahankan eksistensi dan fungsinya saat ini selain sebagai lembaga pendidikan ilmu agama serta penjaga nilai-nilai dan norma keagamaan masyarakat, salah satu cara mempertahankan eksistensi pesantren saat ini juga dengan menyelenggarakan pendidikan formal. Sedangkan fungsi pesantren secara umum adalah menciptakan dan mengembangkan kepribadian muslim yang dapat berperan aktif di dalam lingkungan masyarakat modern saat ini melalui fungsi pendidikan, religi, sosial serta penambahan fungsi ekonomi pada pesantren.
PENERAPAN SELF REGULATED LEARNING BERBASIS INTERNET UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN BELAJAR MAHASISWA Ana, Ana; Achdiani, Yani
Innovation of Vocational Technology Education Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Technological and Vocational Education-Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/invotec.v11i1.4835

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemandirian belajar mahasiswa pada perkul iahan PTK melalui penerapan self regulated learning (SRL) berbasis internet. Secara khusus, target yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah memperoleh data peningkatan kemandirian belajar mahasiswa dengan aspek-aspek kemandirian belajar yang di kembangkan meliputi aspek Independency, Self-management, Desire for learning, dan Problem-solving melalui penerapan SRL berbasis internet. Metode penelitian yang digunakan adalah pre-experimental design dengan desain pretest -postest satu kelompok atau one-group pretest -postest design. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah 35 orang mahasiswa Prodi PKK FPTK UPI yang menempuh matakuliah Kajian PTK. Hasil uji peningkatan (gain) menemukan bahwa kemandirian belajar mahasiswa dalam mata kuliah Kajian PTK melalui pendekatan SRL berbasis internet mengalami peningkatan. Aspek independency merupakan aspek yang mengalami peningkatan (gain) dengan kategori tinggi (0,7). Aspek yang lainnya yaitu self management, desire for learning dan problem solving masih perlu ditingkatkan.
Penguasaan Pengetahuan Pengasuhan Anak Autis Pada Peserta Didik Di SMK Negeri 15 Bandung Handayani, Renny Novida; Achdiani, Yani; Ana, Ana
FamilyEdu: Jurnal Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Prodi PKK - Departemen PKK - Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.397 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keinginan untuk mengetahui penguasaan pengetahuan pengasuhan anak autis pada peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh data mengenai penguasaan pengetahuan pengasuhan anak autis pada peserta didik di SMK Negeri 15 Bandung. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa tes hasil belajar dengan bentuk pilihan ganda sebanyak 30 soal. Sampel pada penelitian ini adalah peserta didik kelas XI program keahlian pekerjaan social yang mengikuti mata pelajaran pengasuhan anak autis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan pengetahuan pengasuhan anak autis yang berkaitan dengan aspek pengetahuan: (1) Konsep dasar pengasuhan, karakteristik anak autis, dan konsep dasar anak autis berada pada kategori tinggi. Pengasuhan pada aspek pemahaman: (2) Cara mendiagnosis anak autis, komponen dalam pengasuhan anak autis, hambatan yang dialami anak autis berada pada kategori tinggi. Sedangkan penguasaan pada aspek penerapan (3) Identifikasi masalah dalam proses pengasuhan, identifikasi langkah-langkah assesmen anak autis pada kategori tinggi. Hasil capaian keseluruhan penguasaan pengetahuan pengasuhan anak autis kurang dari setengahnya berada pada kategori tinggi. Rekomendasi pada penelitian ini diharapkan peserta didik dapat meningkatkan penguasaan pengetahuan dan wawasannya mengenai mata pelajaran pengasuhan anak autis di SMK Negeri 15 Bandung.
Upaya Pengasuh Dalam Stimulasi Perkembangan Bahasa Pada Anak Usia Balita Melalui Kegiatan Pembiasaan Sehari-hari di Daycare Taman Isola UPI Fauziah, Fitri Nurul; Achdiani, Yani; Rinekasari, Nenden Rani
FamilyEdu: Jurnal Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Prodi PKK - Departemen PKK - Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Some children have difficulty in accepting the language so that the child slowly reveal more use language such as body language in expressing his desire. The problem of this research is how the baby sistter efforts in the stimulation of language development kindergarten through habituation daily activities at Daycare Taman Isola UPI. The purpose of this study was to obtain an overview of the efforts baby sistters in the stimulation of language development kindergarten through habituation daily activities at Daycare focusing routine, spontaneous and exemplary. This research using descriptive method, as a means of collecting data in the form of a questionnaire distributed to respondents, the baby sistter at Daycare Taman Isola UPI as many as 14 people. The findings of research on baby sistter efforts in the stimulation of language development kindergarten through habituation everyday activities that most  the baby sistters are already making efforts to give an example, invites, familiarize and train through habituation in daycare. Recommendation results of this study aimed to baby sistters in order to deliver rewards in the form of praise when the child is able to perform the achievements of the language development appropriate to his age, he is also concerned about the development of children's language training to develop the skills and knowledge of baby sistter.
Penguasaan Pengetahuan Pembuatan Batik Cap Pada Peserta Didik SMKN 14 Bandung Sovia, Iif; Achdiani, Yani; Widiaty, Isma
FamilyEdu: Jurnal Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Prodi PKK - Departemen PKK - Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.127 KB)

Abstract

Masalah dalam penelitian ini yaitu penguasaan pengetahuan pembuatan batik cap pada peserta didik masih rendah sehingga perlu ditingkatkan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk  memperoleh data mengenai penguasaan pengetahuan pembuatan batik cap pada peserta didik DPK Tekstil SMKN 14 Bandung. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa tes hasil belajar dengan bentuk pilihan ganda. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel total yaitu seluruh peserta didik DPK Tekstil 1 dan DPK Tekstil 2 yang mengikuti mata pelajaran pembuatan batik cap sebanyak 52 peserta didik. Temuan hasil penelitian menunjukan bahwa penguasaan pengetahuan batik cap berkaitan dengan aspek pengetahuan konsep dasar batik cap berada pada kategori tinggi. Penguasaan pada aspek pemahaman alat, bahan, dan motif batik cap berada pada kategori cukup tinggi. Sedangkan penguasaan pada aspek  penerapan proses pembuatan batik cap berada pada kategori cukup tinggi. Secara keseluruhan penguasaan pengetahuan batik cap pada peserta didik SMK berada pada kategori cukup tinggi. Rekomendasi hasil penelitian diharapkan peserta didik dapat meningkatkan penguasaan pengetahuan dan keterampilan pembuatan batik cap di SMKN 14 Bandung.
Penguasaan Pengetahuan Keterampilan Dasar Mengajar Sebagai Kesiapan Praktik Program Pengalaman Lapangan Di Sekolah Menengah Kejuruan Rusliyani, Dwi Ayu; Achdiani, Yani; Widiaty, Isma
FamilyEdu: Jurnal Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Prodi PKK - Departemen PKK - Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penguasaan pengetahuan keterampilan dasar mengajar yang menjadi salah satu faktor keberhasilan dalam pelaksanaan praktik Program Pengalaman Lapangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh data mengenai penguasaan pengetahuan keterampilan dasar mengajar pada mahasiswa Prodi PKK. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa tes hasil belajar dengan bentuk pilihan ganda. Sampel pada penelitian ini adalah mahasiswa Prodi PKK angkatan 2012 sebanyak 21 mahasiswa. Hasil penelitian menunjukan rata-rata nilai penguasaan pengetahuan mahasiswa pada: (1) keterampilan membuka pelajaran berada pada kategori cukup tinggi, (2) keterampilan menutup pelajaran berada pada kategori tinggi, (3) keterampilan menjelaskan berada pada kategori tinggi, (4) keterampilan bertanya berada pada kategori tinggi, (5) keterampilan memberi penguatan berada pada kategori cukup tinggi, (6) keterampilan mengadakan variasi berada pada kategori cukup tinggi, (7) keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil berada pada kategori cukup tinggi, (8) keterampilan mengajar kelompok kecil dan mengajar perseorangan berada pada kategori cukup tinggi, (9) keterampilan mengelola kelas berada pada kategori cukup tinggi, (10) secara keseluruhan penguasaan pengetahuan keterampilan dasar mengajar mahasiswa berada pada kategori cukup tinggi. Rekomendasi pada penelitian ini ditujukan kepada mahasiswa Prodi PKK untuk selalu meningkatkan pengetahuan dan wawasannya mengenai keterampilan dasar mengajar.
Analisis Penguasaan Pengetahuan Hasil Penyuluhan Pendewasaan Usia Perkawinan Dalam Program Generasi Berencana Pada Remaja Di SMP Negeri 39 Bandung Oktavia, Devie; Achdiani, Yani; Rinekasari, Nenden Rani
FamilyEdu: Jurnal Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Prodi PKK - Departemen PKK - Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (838.998 KB)

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini yaitu fenomena pada banyaknya remaja perempuan di kota Bandung yang melakukan perkawinan pertama pada usia 19 tahun, sedangkan menurut BKKBN usia kawin pertama bagi perempuan adalah pada usia 21 tahun. Terjadinya perkawinan pada usia muda karena kurangnya pendidikan dan bimbingan mengenai pendewasaaan usia perkawinan pada remaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh data mengenai penguasaan pengetahuan hasil penyuluhan pendewasaan usia perkawinan dalam program generasi berencana pada remaja di SMPN 39 Bandung dengan mengacu pada tiga aspek yaitu pengetahuan, pemahaman, dan penerapan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah peserta didik yang aktif mengikuti ektrakulikuler PIK R di SMPN 39 Bandung dari kelas VII dan kelas VIII yang berjumlah 30 peserta didik. Instrumen penelitian berupa lembar soal dengan teknik tes berbentuk pilihan ganda. Hasil analisis penguasaan pengetahuan PUP menunjukan bahwa pengetahuan konsep PUP berada pada kategori tinggi, aspek pemahaman berkaitan dengan pentingnya PUP dari berbagai aspek dan persiapan menjelang pernikahan berada pada kategori cukup tinggi dan aspek penerapan berkaitan dengan persiapan menjelang pernikahan dan perencanaan keluarga berada pada kategori kurang. Rekomendasi pada penelitian ini diharapkan peserta didik dapat mempertahankan wawasan pengetahuan mengenai pendewasaan usia perkawinan serta menumbuhkan self efficacy dan self regulated learning.