Mahdi Abrar
Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh

Published : 36 Documents
Articles

Found 36 Documents
Search

Isolation of enterobacteriaceae bacteria species from feces of Sumatran Orangutans (Pongo abelii)

Proceedings of The Annual International Conference, Syiah Kuala University - Life Sciences & Engineering Chapter Vol 3, No 1 (2013): Life Sciences
Publisher : Syiah Kuala University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The porpouse of this research aimed to isolate enterobacteriaceae bacteria from feces of Pongo abelii. The samples of feces were collected from 15 captive orangutans in Orangutan Sumatera Batu Mbelin Sibolangit Qurantine, North Sumatra. Of each sample was cultured in nutrient broth media using sterilecotton swabs or Pasteur pipettes, and incubated at 37°C temperature for 24 hours. Culture was spared on Methylene Blue Agar (Oxoid), examined by Gram staining, and tested by biochemically. The result showed that significantly more common appear Escherichia sp. (93,33%) and fewer Edwardsiella sp. (66,67%) wereisolated from feces samples of P. abelii. Others enterobacteriaceae found in feces of P. Abelii were Shigella sp. (46,67%), Klebsiella sp. (33,33%), Citrobacter sp., and Salmonella sp. (13,33%), respectively

PERANAN HEMAGLUTININ Staphylococcus aureus DALAM PROSES ADHESI PADA SEL EPITEL AMBING SAPI PERAH

Jurnal Kedokteran Hewan Vol 7, No 1 (2013): J. Ked. Hewan
Publisher : Syiah Kuala University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.365 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kemampuan hemaglutinin pada Staphylococcus aureus (S. aureus) dalam proses adhesi. Uji adhesi pada sel epitel ambing dilakukan dengan menggunakan metode Velentine-Weiggand. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa S. aureus yang memiliki hemaglutinin menunjukkan kemampuan adhesi yang jauh lebih baik (±380 bakteri/20 sel) dibandingkan dengan yang tidak memiliki hemaglutinin (±56 bakteri/20 sel).

PERANAN HEMAGLUTININ Escherichia coli DALAM PROSES ADHESI

Jurnal Kedokteran Hewan Vol 3, No 2 (2009): September
Publisher : kedokteran hewan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adhesi merupakan tahap inisiasi dari proses kolonisasi bakteri. Kemampuan adhesi ini diperantarai oleh keberadaan hemaglutinin pada permukaan bakteri. Tujuan penelitian ini adalah melihat kemampuan hemaglutinin pada Escherichia coli dalam proses adhesi. Uji adhesi pada sel epitel pipi dilakukan dengan menggunakan metode Velentine-Weiggand. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Escherichia coli yang memiliki hemaglutinin menunjukkan kemampuan adhesi yang jauh lebih baik yakni rata-rata 67,6 bakteri/sel dibandingkan dengan   yang tidak memiliki hemaglutinin rata-rata 7,2 bakteri/sel. Kemampuan adhesi ini berkaitan dengan keberadaan hemaglutinin di permukaan bakteri.

ISOLASI BAKTERI Pseudomonas sp PADA IKAN ASIN TALANG- TALANG (Scomberoides tala) DIDESAPULOET KECAMATAN LEUPUNGKABUPATEN ACEH BESAR

JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 1, No 3 (2017): MEI - JULI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitianini bertujuan mengisolasi bakteri Pseudomonas sp pada 7 ekor ikan asin Talang-Talang di Desa Puloet Kecamatan Leupung Kabupaten Aceh Besar. Isolasi bakteri dilakukan dengan cara menghaluskan daging ikan menggunakan blander steril, selanjutnyadipupuk pada media Nutrient Brooth (NB), dihomogenkan dan diinkubasi pada temperatur 370C selama 24 jam, setelah itu digoreskan pada media Tryticase Soya Agar (TSA). Hasilpenelitian tidak ditemukan pertumbuhan koloni bakteri Pseudomonas sp pada media TSA, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak ada bakteri Pseudomonas sppada sampel ikan asin Talang-Talang di Desa Puloet Kecamatan Leupung Kabupaten Aceh Besar.Penelitianini bertujuan mengisolasi bakteri Pseudomonas sp pada 7 ekor ikan asin Talang-Talang di Desa Puloet Kecamatan Leupung Kabupaten Aceh Besar. Isolasi bakteri dilakukan dengan cara menghaluskan daging ikan menggunakan blander steril, selanjutnyadipupuk pada media Nutrient Brooth (NB), dihomogenkan dan diinkubasi pada temperatur 370C selama 24 jam, setelah itu digoreskan pada media Tryticase Soya Agar (TSA). Hasilpenelitian tidak ditemukan pertumbuhan koloni bakteri Pseudomonas sp pada media TSA, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak ada bakteri Pseudomonas sppada sampel ikan asin Talang-Talang di Desa Puloet Kecamatan Leupung Kabupaten Aceh Besar. Kata kunci : Ikan asin Talang-Talang, Pseudomonas sp, di Desa Puloet Kecamatan Leupung Kabupaten Aceh Besar. ABSTRACT                     The aim of this study is to isolate Pseudomonas sp bactery on 7 Talang-Talang salted fish at Puloet village Leupung District Aceh Besar Regency. The bacterial isolation was done by blending the sample using the sample that had blender  then cultivated  in  Nutrient Brooth (NB), homogenated then incubated at temperature 370C for 24 hours, Then each sampel was fertilized on Tryticase Soya Agar (TSA) media and incubated at temperatur 370C for 24 hours. The result of this research shows that no Pseudomonas sp bacteria on Talang-Talang salted  fist at Puloet Village LeupungDistrict Aceh Besar Regency. Keywords: Talang-Talang salt fish, Pseudomonas sp, at Puloet village District Leupung Regency Great Aceh.

PERANAN HEMAGLUTININ Escherichia coli DALAM PROSES ADHESI

Jurnal Kedokteran Hewan Vol 3, No 1 (2009): J. Ked. Hewan
Publisher : Syiah Kuala University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.483 KB)

Abstract

Adhesi merupakan tahap inisiasi dari proses kolonisasi bakteri. Kemampuan adhesi ini diperantarai oleh keberadaan hemaglutinin pada permukaan bakteri. Tujuan penelitian ini adalah melihat kemampuan hemaglutinin pada Escherichia coli dalam proses adhesi. Uji adhesi pada sel epitel pipi dilakukan dengan menggunakan metode Velentine-Weiggand. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Escherichia coli yang memiliki hemaglutinin menunjukkan kemampuan adhesi yang jauh lebih baik yakni rata-rata 67,6 bakteri/sel dibandingkan dengan   yang tidak memiliki hemaglutinin rata-rata 7,2 bakteri/sel. Kemampuan adhesi ini berkaitan dengan keberadaan hemaglutinin di permukaan bakteri.

PENGEMBANGAN MODEL UNTUK MEMPREDIKSI PENGARUH SUHU PENYIMPANAN TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN BAKTERI PADA SUSU SEGAR

Jurnal Medika Veterinaria Vol 7, No 2 (2013): J. Med. Vet.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.734 KB)

Abstract

Banyak usaha telah dilakukan untuk memprediksi pengaruh suhu penyimpanan terhadap pertumbuhan bakteri termasuk pengembangan model matematika. Model akar kuadrat telah diketahui baik untuk mengambarkan hubungan antara suhu penyimpanan dan pertumbuhan bakteri pada susu segar. Penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan linier yang erat antara suhu penyimpanan dan akar kuadrat dari rata-rata kecepatan pertumbuhan (√m), ( m=log2/waktu generasi), dengan interval temperatur 3-41 °C. Koefisien korelasi, r, adalah 0,8908 dan hubungan tersebut dapat dipresentasikan dengan persamaan   √m = 0.0090 (T + 30.2357). Terjadi penurunan waktu generasi (waktu yang dibutuhkan bakteri untuk mencapai 107cfu/ml susu) dengan meningkatnya temperatur sampai dengan 20°C. Di atas suhu 20° C, waktu generasi berkecendrungan kostan. Jenis bakteri yang dapat diisolasi berdasarkaan suhu penyimpanan sangat bervariasi. Pada temperatur rendah (3-10°C) jenis bakteri yang banyak ditemukan adalah golongan bakteri Pseudomonas sp. sedangkan pada suhu di atas 10° C didominasi oleh bakteri Enterobaktereceae sp. dan bakteri golongan gram positif.

The Administration of Epididymis Extract Increased the Testosterone Concentration without Affects the Dihydrotestosterone Concentration in Local Male Goat

-
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine of Syiah Kuala University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.671 KB)

Abstract

This study was aimed to determine the effect of epididymis extract (EE) on the testosterone and dihydrotestosterone (DHT) level of local male goat. An experimental study was performed using a completely randomized design (CRD) pattern of one-way analysis of variance (ANOVA). 15 local male goats aged 1.5 years with body weight 14-16 kg were used in this study. The K0 group as a control group, injected with only 1 ml physiological saline, while each KP1, KP2, KP3, and KP4 groups treated with multilevel EE dose, ie 1, 2, 3, and 4 ml / goat for 13 consecutive days. At the end of treatment (day 14th), testes, epididymis (caput, corpus, and cauda) and ductus deferens samples were taken through the close-castration method for examining the testosterone and DHT concentration by using enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA) technique. Data gathered were later analyzed using ANOVA followed by Tukey’s HSD in SPSS 16.0 for Windows. The result showed that the average concentration of testosterone on K0, KP1, KP2, KP3, and KP 4 in testis respectively were 10.00±2.64 ng/ml; 7.66±2.51 ng/ml; 10.00±6.55 ng/ml; 0.66±0.57 ng/ml; 11.66±7.37 ng/ml; caput epididymis; 5.00±1.73 ng/ml; 2.33±1.52 ng/ml; 5.00±2.64 ng/ml; 1.33±0.57 ng/ml; 5.66±1.15 ng/ml; corpus epididymis; 1.33±0.57 ng/ml; 0.66±0.57 ng/ml; 4.00±2.64 ng/ml; 0.66±0.57 ng/ml; 4.33±2.30 ng/ml; cauda epididymis: 1.00±0.00 ng/ml; 0.66±0.57 ng/ml; 1.66±0.57 ng/ml; 1.00 ± 0.00 ng/ml; 2.00±1.73 ng/ml; ductus deferens: 3.66±2.51 ng/ml; 0.66±0.57 ng/ml; 3.00±1.00 ng/ml; 1.00±0.00 ng/ml and 3.66±1.15 ng/ml. While the average concentration of DHT on K0, KP1, KP2, KP3, and KP 4 in testis respectively; 10.00±2.64 ng/ml; 7.66±2.51 ng/ml; 10.00±6.55 ng/ml; 0.66±0.57 ng/ml; 11.66±7.37 ng/ml; caput epididymis; 5.00±1.73 ng/ml; 2.33±1.52 ng/ml; 5.00±2.64 ng/ml; 1.33±0.57 ng/ml; 5.66±1.15 ng/ml; corpus epididymis; 1.33±0.57 ng/ml; 0.66±0.57 ng/ml; 4.00±2.64 ng/ml; 0.66±0.57 ng/ml; 4.33±2.30 ng/ml; cauda epididymis: 1.00±0.00 ng/ml; 0.66±0.57 ng/ml; 1.66±0.57 ng/ml; 1.00 ± 0.00 ng/ml; 2.00±1.73 ng/ml; ductus deferens: 3.66±2.51 ng/ml; 0.66±0.57 ng/ml; 3.00±1.00 ng/ml; 1.00±0.00 ng/ml and 3.66±1.15 ng/ml. Statistical analysis showed that the administration of EE only increased testosterone concentration in testes had significant effect (P< 0.05). From this study, it can be concluded that the EE has the potential to improve spermatogenesis and sperm quality through increasing the testosterone concentration in the local male goats.

TOTAL KONTAMINASI Salmonella sp PADA PERALATAN PEMOTONGAN UNGGAS DI PASAR LAMNYONG

JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 1, No 3 (2017): MEI - JULI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.159 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan jumlah kontaminasi Salmonella sp pada peralatan pemotongan unggas di pasar Lamnyong Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh, dengan menggunakan prosedur pengenceran berseri  10⁻¹ - 10⁻⁵. Perhitungan Salmonella sp dilakukan pada media SSA dengan metode TPC pour plate secara  duplo. Sampel penelitian diambil dari 5 peralatan pemotongan unggas yaitu bak perebusan, alat pencabutan bulu, bak pencucian, meja dan talenan pada 2 lokasi yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan jumlah kontaminasi Salmonella sp pada peralatan pemotongan unggas. Pengamatan pada 10 sampel yang diambil, 8 diantaranya positif terkontaminasi salmonella sp dengan jumlah kontaminasi tertinggi terdapat pada talenan yaitu 4,8×10⁴ sedangkan kontaminasi terendah terdapat pada meja karkas yaitu 0,3×10³ dan negatif terdapat pada bak perebusan karkas. Hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa kontaminasi Salmonella sp yang tertinggi terdapat pada talenan.

PENGARUH TINGKAT CEMARAN BAKTERI Escherichia coli TERHADAP NILAI ORGANOLEPTIK PADA DAGING PAHA AYAM BROILER (Gallus gallus domesticus) (EFFECTS OF Escherichia coli CONTAMINATION ON ORGANOLEPTIC VALUE OF BROILER (Gallus gallus domesticus)CHICKEN THIGH MEAT)

JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 1, No 4 (2017): AGUSTUS-OKTOBER
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.155 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat cemaran bakteri E.coli pada daging paha ayam broiler yang dijual di pasar tradisional Kabupaten Aceh besar, dan mengetahui nilai organoleptik daging ayam broiler dengan tingkat cemaran berbeda berdasarkan uji mikrobiologis dari 3 pedagang dengan waktu pengambilan sampel pagi dan sore hari. Sebanyak 18 sampel daging paha ayam broiler dilakukan penilaian organoleptik oleh 30 panelis dari mahasiswa Kedokteran Hewan. Kemudian juga dilakukan uji mikrobiologis di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Syiah Kuala. Sampel paha daging ayam broiler dilakukan uji Total Plate Count (TPC). Dari hasil penelitian nilai organoleptik pada daging paha ayam broiler terdiri atas kategori “suka” dan “agak suka”. Diketahui bahwa tingkat cemaran bakteri E.coli pada daging tersebut melebihi ketentuan SNI 3924:2009 (1x101 cfu/gram). Disimpulkan tingkat cemaran bakteri E.coli tinggi (>1x101 cfu/gram) mempengaruhi nilai organoleptik pada daging paha ayam broiler, dan waktu pengambilan mempengaruhi nilai organoleptik pada daging paha ayam broiler.This research was aimed to find out the contamination level of E.coli bacteria on broiler chicken meat sold in traditional market Aceh besar district, and to find out organoleptic value on broiler chicken with different contamination level based on microbiological test from 3 traders with morning and afternoon sampling times. Organoleptic evaluation from 18 chicken samples was carried out by 30 panelists from Veterinary Faculty students. Furthermore, microbiological test was also conducted in Microbiology Laboratory of Veterinary Faculty, Syiah Kuala University. Thigh samples from broiler chicken were tested with Total Plate Count (TPC) method. The research The organoleptic value on chicken thigh meat was found consisted of “well accepted” and “accepted” category. sample found that contamination from E.coli bacteria on the meat has exceeded the SNI 3924:2009 provision (1x 101 cfu/gram). It was concluded that high E.coli bacteria (1x 101 cfu/gram) contamination level influenced organoleptic value on brown chicken thigh meat, and the taking time affects the organoleptic value of broiler chicken thigh meat.   

Total Bakteri Asam Laktat (BAL) pada Feses Rusa Sambar (Cervus unicolor) di Taman Rusa Aceh Besar (The Total of Lactic Acid Bacteria (LAB) on Feces of Sambar Deer (Cervus unicolor) in Taman Rusa Aceh Besar

JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 2, No 2 (2018): FEBRUARI - APRIL
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.393 KB)

Abstract

TOTAL BAKTERI ASAM LAKTAT (BAL) PADA FESES RUSA SAMBAR (Cervus unicolor) DI TAMAN RUSA ACEH BESAR  ABSTRAK          Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui total bakteri asam laktat (BAL) pada feses rusa sambar (Cervus unicolor) di Taman Rusa Aceh Besar. Sampel yang digunakan adalah feses dari 6 ekor rusa sambar.Penghitungan total BAL menggunakanmetode Total Plate Count (TPC). Sampel diencerkan dari 10-1 sampai dengan 10-8,kemudiandiinokulasikan ke dalam media MRS Agar dengan menggunakan metode spread plate.Cawan Petri diinkubasi 37oC selama 48 jam. Koloni bakteri asam laktat yang tumbuh kemudian dilakukan pengamatan berdasarkan morfologi koloni, pewarnaan Gram, uji katalase dan penghitungan total bakteri asam laktat yang tumbuh. Berdasarkan hasil pengamatan morfologi kolonidapat dilihat ada 5 macam BAL yang tumbuhpada media MRSAgar. Bakteri yang tumbuh semuanya termasuk ke dalamkelompok bakteri Gram positif (warna ungu) dan katalase negatif. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa total BAL pada feses rusa sambar adalah 5x109 CFU/ml. The Total of Lactic Acid Bacteria (LAB) on Feces of Sambar Deer (Cervus unicolor)  in Taman Rusa Aceh Besar   ABSTRACT            This study aims to know the total lactic acid bacteria (LAB) on the feces of sambar deer (Cervus unicolor) in Taman Rusa Aceh Besar. The sample used was the feces of  6 sambar deers. Total calculation of BAL used Total Plate Count (TPC) method. Samples were diluted from 10-1 to 10-8, then inoculated into MRS Agar medium by using the spread plate method. The Petri dish was incubated 37oC for 48 hours. The colonies of lactic acid bacteria that grew later were observed based on colony morphology, Gram staining, catalase test and total lactic acid bacteria count. Based on the observation of colony morphology, it can be seen that there were 5 kinds of  LAB growing on MRS Agar medium. The all-growing bacteria belong to the group of Gram-positive (purple) bacteria and negatif catalase. The results of this study can be concluded that the total LAB from feces of  sambar deer was 5 x 109 CFU / ml.  

Co-Authors . Darmawi . Fakhrurrazi Afriyani, Afriyani aini, hafitatul Amri, M. Chairul Arvina, Arvina Athaillah, Farida BAMBANG PONTJO PRIOSOERYANTO budianto panjaitan Darmawi -, Darmawi Darmawi Darmawi Darniati Darniati Dwinna Aliza Erdiansyah Rahmi Erina Erina Erni Wulandari, Erni Fachriyan Hasymi Pasaribu Faisal Jamin Fakhrur Razi Fakhrurrazi - Fakhrurrazi Fakhrurrazi Ferasyi, T.Reza Gholib Gholib, Gholib Hafizuddin Hafizuddin, Hafizuddin Hamny Hamny Harahap, Abdullah Azmi Hutasoit, Kabetty I WAYAN TEGUH WIBAWAN Ismail Ismail Joharsyah Hutabarat Joni, Liza Setia Juli Melia M. Nur Salim Maryulia Dewi maulita, riza Mirnawati Soedarwanto Mulyadi Adam, Mulyadi Muslim Akmal Muttaqien Bakri, Muttaqien Nanda Yuliansyah, Nanda Nellita Meutia, Nellita Nurliana N, Nurliana NURLIANA NURLIANA Nuryani, Srirezeki Handa Pratama Sekedang, M. Iqbal RAHMADIAN, CUT ADE Ramadhani, Devi Rastina, Rastina Razali Daud Razali Razali Rinidar Rinidar, Rinidar Rizal, Khairul Roslizawaty Roslizawaty, Roslizawaty Rosmaidar Rosmaidar, Rosmaidar Salim, Muhammad Nur Sari, Nelma Siregar, Chairul Saputra Sitakar, Nurdiani Muliana Sri Wahyuni Sugito s Sugito Sugito Sulasmi Sulasmi Suyoto, Balqis Alrasyid Syafruddin - Syafruddin Syafruddin Teuku Armansyah Teuku Zahrial Helmi Tongku Nizwan Siregar udin, mukthar Ulfah, Izdaharra Mutia Vhodzan Adzima, Vhodzan Wiliana -, Wiliana Winaruddin Winaruddin Yanrivina S.V.S, Yanrivina Yudha Fahrimal Yulina Rahmi, Yulina Zahra, Amalia Fatma Zakiah Heryawati Manaf Zakiah Heryawati Manaf, Zakiah Zakiah Heryawaty Manaf, Zakiah Heryawaty Zakiyah Heryawati Manaf Zuhrawati Zuhrawati, Zuhrawati Zulfan, Muhammad