This Author published in this journals
All Journal COMPETITOR
. Abraham Razak
Unknown Affiliation

Published : 7 Documents
Articles

Found 7 Documents
Search

PERBANDINGAN DAYA TAHAN OTOT LENGAN ANTARA ATLET DAYUNG CANO DAN DAYUNG KAYAK DI SULAWESI SELATAN Abraham Razak, .
COMPETITOR: Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Vol 2, No 1 (2010)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara daya tahan otot lengan antara atlet dayung cano dan dayung kayak di Sulawesi Selatan. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuasi eksperimen. Populasi penelitian ini adalah seluruh atlet dayung yang terdiri dari 10 atlet dayung cano dan 10 atlet dayung kayak yang menjadi sampel dan dipilih secara clastrum random sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis uji t tidak berpasangan pada taraf signifikan 95% atau a0,05. Berdasarkan hasil pengujian analisis perbedaan daya tahan otot lengan antara atlet dayung cano dan atlet dayung kayak di Sulawesi Selatan yang tercantum pada tabel di atas. Diperoleh nilai µcano = 12,3000 < µkayak = 16,3500. Sedangkan nilai tobservasi ( t0 ) = 4,680 > nilai ttabel ( tt ) = 1,73 dengan tingkat probabilitas ( P ) < a0,05. Dengan demikian ada perbedaan yang signifikan daya tahan otot lengan antara atlet dayung cano dan atlet dayung kayak di Sulawesi Selatan. Dan daya tahan otot lengan atlet dayung kayak lebih baik dibandingkan daya tahan otot lengan atlet dayung cano di Sulawesi Selatan. Kata Kunci : Daya Tahan Otot Lengan, Dayung Cano, Dayung Kayak
HUBUNGAN PENGUASAAN GERAK SENAM BUGAR INDONESIA TERHADAP TINGKAT KESEGARAM JASMANI PADA SISWA SD IKIP MAKASSAR Abraham Razak, .
COMPETITOR: Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Vol 2, No 2 (2010)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui tingkat kesegaran jasmani siswa SD IKIP Makassar dan hubungan antara penguasaan gerak senam bugar Indonesia terhadap tingkat kesegaran jasmani pada siswa SD IKIP Makassar. Populasi adalah siswi SD IKIP Makassar dengan jumlah sampel 30 orang. Teknik analisis data adalah uji-korelasi pada taraf signifikan 95%. Dengan hasil nilai yang diperoleh menunjukkan  bahwa: (1) tingkat kesegaran jasmani siswi SD IKIP Makassar dikategorikan sedang, dan (2) Terdapat hubungan yang signifikan penguasaan gerak senam bugar Indonesia terhadap tingkat kesegaran jasmani siswi SD IKIP Makassar (ro = 0,119 dengan P = 0,043 < a 0,05) Kata Kunci: Penguasaan Gerakan Senam Bugar Indonesia, Tingkat Kesegaran Jasmani       ABSTRACT This research is a descriptive study aims to determine the physical fitness levels of elementary students IKIP Makassar and the relationship between mastery of motion exercises fit the level of physical fitness Indonesia in Makassar IKIP elementary students. Elementary student population is IKIP Makassar with a sample of 30 people. Data analysis techniques are test-correlation at 95% significance level. With the value obtained results show that: (1) physical fitness levels of elementary students being categorized IKIP Makassar, and (2) There is a significant relationship mastery Indonesia motion exercises fit the physical fitness levels of elementary students IKIP Makassar (ro = 0.119 to P = 0.043 <a 0.05) Keywords : Fit Gymnastics Indonesia Movement Mastery, Level Physical Fitness
STUDI ANALISIS PHYSICAL FITNES TRAINING TERHADAP HASIL PRESTASI ATLET KARATE PON XVII DI KALTIM TAHUN 2008 Abraham Razak, .
COMPETITOR: Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Vol 3, No 1 (2011)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui pengaruh physical fitness training aspek kekuatan terhadap hasil prestasi atlet karate PON XVII di Kaltim Tahun 2008, (2) untuk mengetahui pengaruh physical fitness training aspek daya tahan otot terhadap hasil prestasi atlet karate PON XVII di Kaltim Tahun 2008, dan (3) untuk mengetahui pengaruh physical fitness training aspek daya tahan umum terhadap hasil prestasi atlet karate PON XVII di Kaltim Tahun 2008. Dengan menggunakan metode kuasi eksperimen. Populasi yang digunakan adalah atlet PON XVII di Kaltim tahun 2008 dengan sampel atlet karate pada PON XVII di Kaltim 2008 sebanyak 16 orang. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji-t pada taraf signifikan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) Ada pengaruh yang signifikan physical fitness training aspek kekuatan terhadap hasil prestasi atlet karate PON XVII di Kaltim tahun 2008, terbukti t0 = 4,875 > tt = 2,131, (2) Ada pengaruh yang signifikan physical fitness training aspek daya tahan otot terhadap hasil prestasi atlet karate PON XVII di Kaltim tahun 2008, terbukti t0 = 9,233 > tt = 2,131, dan (3) Ada pengaruh yang signifikan physical fitness training aspek daya tahan umum terhadap hasil prestasi atlet karate PON XVII di Kaltim tahun 2008, terbukti t0 = 3,738 > tt = 2,131. Secara keseluruhan hasil yang dicapai physical fitness training terhadap hasil prestasi atlet karate pada PON XVII di Kaltim tahun 2008 dari 16 orang atlet, medali emas diperoleh dari komite atas nama Ismail Aswar dan Hendro Salim  memiliki kategori baik sekali, di Katak Perorangan atas nama Faisal ZN kategori baik, dan Katak Beregu atas nama Aswar kategori baik sekali, Faisal ZN dan Fidel YS Lolobua memiliki kategori baik. Untuk medali perak diperoleh atas nama Wiwi Pertiwi kategori baik. Untuk medali perunggu diperoleh dari komite atas nama Ardjuna S. dan Arif Afandy, serta di Katak Beregu atas nama Ririn Krisna Sari, Sulhadra dan Tri Wulan Mei masing-masing berkategori baik. Untuk peringkat IV diperoleh dari Komite atas nama Sri Huriani, Irwan Rifai, Teguh Ganeswara dan Mulyadi Nur masing-masing berkategori baik. Dan satu atlet yang tidak berhasil lolos di babak penyisian atas nama Sulaeman berkategori baik. Dapat disimpulkan bahwa physical fitness training terhadap hasil prestasi atlet karate pada PON XVII di Kaltim tahun 2008 dikategorikan baik (13 : 81.3%). Dengan demikian secara keseluruhan physical fitness training yang terdiri dari aspek kekuatan, daya tahan otot, dan daya tahan umum sebagai bahan penelitian sangat mempengaruhi hasil prestasi yang dicapai pada atlet karate di PON XVII Kaltim tahun 2008. Namun demikian ketiga aspek yang diteliti ternyata aspek daya tahan otot yang sangat mendukung hasil prestasi yang dicapai atlet karate pada PON XVII di Kaltim tahun 2008. Akan tetapi ketiga komponen aspek physical fitness training tersebut hanya bagian kecil dari keberhasilan atlet karate dalam mencapai hasil prestasi Kata Kunci: Physical Fitness Training, Kekuatan, Daya Tahan, Olahraga Karate ABSTRACT This study aimed (1) to determine the effect of physical fitness strength training aspect of karate athletes achievements in East Kalimantan PON XVII of 2008, (2) to determine the effect of physical fitness aspects of endurance training on the achievements of karate athletes in East Kalimantan PON XVII of 2008 , and (3) to determine the effect of physical fitness training aspect of the general resistance against the achievements of karate athletes in East Kalimantan PON XVII of 2008. By using quasi-experimental methods. Population used is the athlete PON XVII in East Kalimantan in 2008 with a sample of karate athletes in East Kalimantan PON XVII in 2008 as many as 16 people. Data analysis technique used is the t-test at significant level 95%. The results showed that: (1) There were significant effects of physical fitness strength training aspect of karate athletes achievements PON XVII in East Kalimantan in 2008, proved t0 = 4.875> tt = 2.131, (2) There was a significant influence aspects of the physical fitness training resistant muscle of the achievements of karate athletes in East Kalimantan PON XVII in 2008, proved t0 = 9.233 > tt = 2.131, and (3) There is a significant influence of physical fitness training aspect of the general resistance to the achievement of karate athletes in East Kalimantan PON XVII of 2008, proved t0 = 3.738 > tt = 2.131. Overall physical fitness results achieved against the performance athlete training karate at PON XVII in East Kalimantan in 2008 from the 16 athletes, gold medal from the committee on behalf of Salim Ismail Aswar and Hendro have very good categories, in the name of Faisal Individual Frogs ZN category good, and on behalf of Team Frog Aswar excellent category, Faisal, and Fidel YS Lolobua ZN has either category. For the obtained silver medal on behalf of the Earth Wiwi either category. For the bronze medal from the committee on behalf of Ardjuna S. and Arif Afandy, as well as in the Frog Team on behalf of Krishna Ririn Sari, and Tri Wulan Mei Sulhadra each category either. To rank IV obtained from the Committee on behalf of Sri Huriani, Irwan Rifai, Teguh Ganeswara and Nur Mulyadi each category either. And an athlete who is not able to escape in the last category penyisian on behalf Sulaeman good. It is concluded that physical fitness training for karate athletes achievements in PON XVII in East Kalimantan in 2008 categorized both (13: 81.3%). Thus the overall physical fitness training which consists of aspects of strength, muscular endurance, and general durability as research material greatly affects the outcome of our achievements in karate athletes in East Kalimantan PON XVII 2008. Yet a third aspect of the study was that muscle endurance aspect strongly supports the achievement of karate athletes in PON XVII in East Kalimantan in 2008. However, the three components of physical fitness training aspect is only a small part of karate athletes success in achieving performance results Keywords : Physical Fitness Training, Strength, Endurance, Sport Karate
PERBEDAAN DAYA TAHAN OTOT LENGAN ANTARA ATLET DAYUNG CANO DAN ATLET DAYUNG KAYAK DI SULAWESI SELATAN Abraham Razak, .
COMPETITOR: Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Vol 3, No 2 (2011)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui perbedaan daya tahan otot lengan antara atlet dayung cano dan atlet dayung kayak di Sulawesi Selatan. Populasi populasi pada penelitian ini adalah atlet dayung di Sulawesi Selatan. Dengan demikian sampel yang digunakan adalah atle dayung cano dan kayak dengan perincian 10 orang atlet dayung cano dan 10 orang atlet dayung kayak. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis uji t pada taraf signifikan 95%. Berdasarkan hasil pengujian analisis perbedaan daya tahan otot lengan antara atlet dayung cano dan atlet dayung kayak di Sulawesi Selatan diperoleh nilai µcano = 12,3000 < µkayak = 16,3500. Sedangkan nilai tobservasi ( t0 ) = 4,680 > nilai ttabel ( tt ) = 1,73  dengan tingkat probabilitas ( P ) < a0,05, karena nilai tobservasi lebih besar dan probabilitas lebih kecil maka Ho ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian ada perbedaan yang signifikan daya tahan otot lengan antara atlet dayung cano dan atlet dayung kayak di Sulawesi Selatan. Dan daya tahan otot lengan atlet dayung kayak lebih baik dibandingkan daya tahan otot lengan atlet dayung cano di Sulawesi Selatan. Kata Kunci: Daya tahan otot lengan, dayung cano, dayung kayak ABSTRACT This study is a kind of quasi-experimental research. The purpose of this study was to determine the difference between the arms muscular endurance athletes and athletes Cano paddle kayak paddle in South Sulawesi. Population in this study population was rower in South Sulawesi. Thus the sample used was Atle Cano and kayak paddle with the details of 10 people rowing athletes and 10 athletes Cano kayak paddle. Data analysis techniques used were t test analysis at 95% significant level. Based on the results of analytical testing arm muscle endurance difference between Cano rower kayak and rowing athletes in South Sulawesi values ​​obtained μcano = 12.3000 <μkayak = 16.3500. While the value tobservasi (t0) = 4.680> TTable value (tt) = 1.73 probability level (P) <a 0.05, because the probability tobservasi larger and smaller then Ho is rejected and H1 accepted. Thus there are significant differences between the arms muscular endurance athletes and athletes Cano paddle kayak paddle in South Sulawesi. And muscular endurance athletes kayak paddle arm is better than arm muscle endurance rower Cano in South Sulawesi. Keywords: Arm muscle endurance, cano paddles, kayak paddles
PENGARUH LATIHAN HURDLE JUMP DAN LATIHAN KNEE TUCK JUMP TERHADAP PENINGKATAN DAYA LEDAK TUNGKAI PADA MAHASISWA FIK UNM MAKASSAR Abraham Razak, .
COMPETITOR: Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Vol 3, No 3 (2011)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini adalah penelitian eksperimen lapangan yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh antara latihan hurdle jump dan latuihan knee tuck jump terhadap peningkatan daya ledak tungkai pada mahasiswa FIK UNM Makassar. Populasi dan sample adalah mahasiswa FIK UNM Makassar Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga berjumlah 20 orang. Teknik analisis data adalah uji-t pada taraf signifikan 95%. Hasil analisis yang diperoleh menunjukkan  bahwa: (1) Ada  pengaruh yang signifikan latihan hurdle jump terhadap peningkatan daya ledak tungkai pada mahasiswa FIK UNM Makassar (tobservasi = 14,993  > ttabel = 1,833). Ada pengaruh yang signifikan latihan knee tuck jump terhadap peningkatan daya ledak tungkai pada mahasiswa FIK UNM Makassar (tobservasi = 8,913 > ttabel = 1,833). Dan ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara latihan hurdle jump dan latihan knee tuck jump terhadap peningkatan daya ledak tungkai pada mahasiswa FIK UNM Makassar (tobservasi =  4,707   >   ttabel = 2,086). Prediksi yang dapat dikemukakan bahwa kedua bentuk latihan ini memberikan pengaruh atau peningkatan yang positif terhadap peningkatan daya ledak tungkai, namun bila dibandingkan dengan melihat hasil yang diperoleh pada rata-rata tes akhir serta pengujian statistik uji-t tidak berpasangan, maka latihan hurdle jump lebih produktif dan efesien. Sebab didalam melakukan latihan ini lebih mengarahkan pada daya ledak tungkai yang maksimal, sebab pada pelaksanaannya dalam latihan hurdle jump memiliki target lompatan yang bervariasi yang dilompati sehingga dilaksanakan dengan merata dibandingkan dengan latihan knee tuck jump dengan melompat tanpa ada beban dari luar, sehingga kontraksi dan fungsi otot lebih besar bagi mereka yang dilatih hurdle jump serta kemampuan otot tungkai lebih cepat mendapat rangsangan dan mengotomatisasikan gerakan dalam melakukan tumpuan atau tolakan pada saat melakukan lompatan ke arah vertikal dengan baik. Dengan demikian hasil penelitian ini disarankan (1) Hendaknya latihan knee tuck jump dan latihan hurdle jump dapat dijadikan sebagai indikator dari beberapa bentuk latihan untuk meningkatkan peningkatan daya ledak tungkai, (2) Kepada para pelatih dan pembina olahraga, khususnya untuk atlet atau pemain tingkat pemula, agar dapat dijadikan bahagian dari isi program latihan yang dirancang, dan (3) Diharapkan adanya penelitian  lebih lanjut dengan sampel yang lebih besar dalam penelitian yang relevan, agar hasil yang dicapai dalam penelitian ini dapat dijadikan sebagai disiplin ilmu keolahragaan,  khususnya dalam menentukan bentuk-bentuk latihan yang sesuai dengan tuntutan dan pola gerak dalam cabang olahraga setiap permainan. Kata Kunci: Hurdle Jump, Knee Tuck Jump, Daya Ledak TungkaiABSTRACT This research field is experimental research that aims to determine the effects difference between the exercise hurdle latuihan knee tuck jump and jump to the increase explosive power leg on FIK UNM college student Makassar. Student population and the sample is FIK Makassar UNM Department of Education Sports coaching amounted to 20 people. Techniques of data analysis is the t-test at significant level 95%. Analytical results obtained indicate that: (1) There were significant effects of increasing exercise hurdle jump explosive power leg on FIK UNM college student Makassar (tobservation = 14.993 > ttable = 1.833). (2) There is a significant influence knee tuck jump exercise to increase explosive power leg on FIK UNM college student Makassar (tobservation = 8.913 > ttable = 1.833). (3) And there are significant differences in effect between exercise and the exercise hurdle jump knee tuck jump to an increase in explosive power leg on FIK UNM college student Makassar (tobservation = 4.707 > ttable = 2.086). Predictions that can be argued that both forms of exercise provide a positive influence or a enhancement to increase explosive leg power, but when compared to seeing the results obtained in the final test average as well as the statistical test of unpaired t-test, then jump hurdle exercise more productive and efficiently. For in doing this exercise is more directed at the maximum explosive power leg, because the implementation in practice has a target jump hurdle jump jump so varied that performed equally compared with exercise knee tuck jump with a jump with no load from the outside, so that the contraction and function muscle was greater for those who are trained hurdle jump and the ability to more quickly get a leg muscle stimulation and automate the movement of the pedestal or repulsion do when making the leap to the vertical direction as well. Thus the results of this study suggested (1) should exercise knee tuck jump hurdle jump and exercise can be used as an indicator of some form of exercise to improve leg explosive power improvement, (2) To the coaches and sports coaches, especially for athletes or novice level players , that can be used as a portion of the contents of the training program was designed, and (3) It is hoped further research with larger samples in relevant research, so that the results achieved in this study can be used as a sports discipline, especially in determining the shape form in accordance with the demands of exercise and movement patterns in the sport every game. Keywords : Hurdle Jump, Knee Tuck Jump, Leg Explosive Power
PENGARUH LATIHAN PULL UP DAN LATIHAN PUSH UP TERHADAP KEMAMPUAN PANJAT TEBING KATEGORI SPEED PADA MAHASISWA UNM Abraham Razak, .
COMPETITOR: Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Vol 4, No 1 (2012)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan pull up dan latihan push up terhadap kemampuan panjat tebing kategori speed pada mahasiswa UNM. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimen lapangan. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa UNM dengan jumlah sampel penelitian 20 orang dari mahasiswa UNM dengan memiliki karakteristik hampir sama yaitu terdaftar sebagai anggota mahasiswa pemanjat tebing yang dipilih secara proposive random sampling, kemudian dilanjutkan pembagian kelompok dengan menggunakan machid ordinat. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis uji-t dengan menggunakan sistem SPSS Versi 15.00 pada taraf signifikan 95% atau a0,05. Bertolak dari hasil  analisis data, maka penelitian ini menyimpulkan bahwa: (1) ada pengaruh yang signifikan latihan pull up terhadap kemampuan panjat tebing kategori speed pada mahasiswa UNM, terbukti nilai t0 = 39,845 > tt = 2,262 atau (P < α0,05); (2) ada pengaruh yang signifikan latihan push up terhadap kemampuan panjat tebing kategori speed pada mahasiswa UNM, terbukti nilai t0 = 22,945 > tt = 2,262 atau (P < α0,05); dan (3) ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara latihan pull up dan latihan push up terhadap kemampuan panjat tebing kategori speed pada mahasiswa UNM, terbukti nilai t0 = 3,037 > tt = 2,101 atau (P < α0,05). Kata Kunci: Pull Up, Push Up, Panjat Tebing Kategori Speed   ABSTRACT This study aims to determine the effects of exercise training pull ups and push ups on the ability of rock climbing speed category at UNM students. These studies include the type of field experimental studies. The study population was all UNM students study a sample of 20 people from UNM students with similar characteristics that is registered as a student member of the rock climber who is selected by random sampling proposive, then continued division of the group by using machid ordinate. Data analysis technique used is the t-test analysis techniques using SPSS system version 15:00 on 95% or a significant level a of 0.05. Starting from the results of data analysis, the study concluded that: (1) no significant effect on the ability of exercise pull up a rock climbing speed category at UNM student, proved the value of t0 = 39.845 > tt = 2.262 or (P < α0,05); (2) no significant effect on the ability of exercise push up rock climbing speed category at UNM student, proved the value of t0 = 22.945 > tt = 2.262 or (P < α0,05), and (3) no significant difference in effect between the pull exercises ups and push-up exercises for rock climbing skills on the speed category UNM student, proved the value of t0 = 3.037 > tt = 2.101 or (P < α0,05). Key words: Pull Up, Push Up, Rock Climbing Speed ​​Category
ANALISIS TINGKAT VO2MAX PADA ATLET SEPAKBOLA DI PPLP SULAWESI SELATAN Abraham Razak, .
COMPETITOR: Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Vol 4, No 2 (2012)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Keberhasilan dalam konsep pembinaan atlet berbakat untuk mencetak atlet berprestasi, sangat bergantung pada penerapannya ke dalam sistem penyelenggaraan pelatihan. Oleh karena sistem ini yang dapat menjamin terselenggaranya proses latihan hingga mencapai hasil yang diinginkan (atlet berprestasi). Agar sistem penyelenggaraan pelatihan ini dapat berjalan, diperlukan suatu wadah/tempat yang dapat menunjang sistem tersebut. Pusat pendidikan dan latihan olahraga pelajar (PPLP) sebagai wadah pendidikan dan pembinaan atlet pelajar berbakat merupakan wujud dari sistem penyelenggaraan pelatihan untuk mencapai atlet berprestasi. Pembentukan PPLP ini bertujuan agar atlet pelajar yang potensial dan berprestasi dapat dibina secara terpusat sehingga proses pelatihan bagi atlet akan lebih intensif dan pembinaan pendidikan akademiknya tidak tertinggal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis VO2 max pada atlet sepakbola . Penelitian ini termasuk jenis penelitian survey. Populasi penelitian ini adalah seluruh Atlet sepakbola di PPLP Sulawesi Selatan dengan jumlah sampel penelitian 18 orang yang dipilih secara random sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik deskriptif secara persentase dengan menggunakan sistem SPSS Versi 15.00. Bertolak dari hasil  analisis data, maka penelitian ini menyimpulkan bahwa: tingkat VO2 Max atlet sepakbola di PPLP Sulawesi Selatan dikategorikan sedang.     Kata Kunci : VO2Max, Sepakbola, PPLP Sulawesi Selatan ABSTRACT The success of the concept of coaching talented athletes to print outstanding athlete, is very dependent on its application to the system implementation training. Therefore, this system can ensure the implementation of the training process to achieve the desired result (outstanding athlete). In order for the implementation of this training system to work, we need a container / place to support the system. Education and sports training center students (PPLP) as a container of education and coaching talented student athlete is a form of training delivery system to achieve outstanding athlete. Formation PPLP is intended that potential students and athletes can perform centralized nurtured so that the process of training for athletes and coaching will be more intensive academic education is not left behind. This study aims to analyze the athlete's VO2 max in football. This study includes a survey of research types. The study population was all football athletes in South Sulawesi PPLP sample amount 18 people chosen at random sampling. The data analysis technique used is descriptive technique is the percentage by using the SPSS system version 15.00. Departing from the results of the data analysis, the study concluded that: VO2 Max level footballers in South Sulawesi PPLP being categorized.   Keyword : VO2max, Football, South Sulawesi PPLP