Yunus Abidin
Universitas Pendidikan Indonesia Bandung

Published : 15 Documents
Articles

Found 15 Documents
Search

MODEL PENILAIAN OTENTIK DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA PEMAHAMAN BEROREINTASI PENDIDIKAN KARAKTER Abidin, Yunus
Jurnal Pendidikan Karakter No 2 (2012): Jurnal Pendidikan Karakter Edisi Juni 2012, TH. II, No. 2
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Abstrak: Dalam gamitan pendidikan karakter, pembelajaran membaca di sekolah harus dilaksanakan dengan berorientasi pada peningkatan kemampuan membaca sekaligus mengembangkan karakter siswa. Untuk itu, perlu dilakukan serangkaian upaya menciptakan proses pembelajaran membaca yang bermutu dan berkarakter. Pengembangan pembelajaran membaca dapat dilakukan melalui pemanfataan tiga saluran penerapan pendidikan karakter, yaitu melalui bahan ajar, model pembelajaran, dan penilaian otentik. Penilaian otentik merupakan saluran yang paling penting sebab penggunaan penilaian otentik akan mencakup pemilihan bahan ajar dan model pembelajaran. Penilaian otentik memandu pembelajaran melalui pengreasian berbagai aktivitas belajar yang dilakukan siswa selama proses pembelajaran yang di dalamnya terkandung muatan karakter. Penilaian otentik memberikan gambaran nyata kemampuan siswa dalam membaca dan memberikan ukuran ketercapaian pengembangan karakter siswa. Berdasarkan kenyataan tersebut penggunaan penilaian otentik akan berkontribusi terhadap peningkatan kemampuan membaca pemahaman dan pengembangan karakter siswa. Kata Kunci: penilaian otentik, pembelajaran membaca, pendidikan karakter
OPTIMALISASI PENERAPAN MODEL PENILAIAN OTENTIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA SEKOLAH DASAR Abidin, Yunus
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 1 No. 1 Juni 2014
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3995.962 KB) | DOI: 10.15408/tjems.v1i1.1121

Abstract

Abstract: The priority issue in this study is the lack of reading comprehension ability of elementary students. One cause of this condition is emerging that reading comprehension is still ongoing learning monotonous and did not using authentic assessment. To improve the reading comprehension skills of primary school students, this research was optimizing the using of authentic assessment model in teaching reading comprehension. This research was conducted by using the quasi-experimental method. Research samples were elementary school students from three schools with three different characteristics. Data were collected using a test technique. The data were processed using the statistical testing anova test. Based on the research and the results of the data analysis it can be concluded that the model of authentic assessment with proper design can enhance the ability of elementary school students reading comprehension. DOI: 10.15408/tjems.v1i1.1121
Pengembangan Model Pembelajaran Whole Languege Untuk Menumbuh Kembangkan Kemampuan Berbahasa Tulis Siswa Sekolah Dasar Halimah, Lely; Syahrudin, Didin; Abidin, Yunus
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 3, No 1: Januari 2011
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v3i1.2799

Abstract

AbstractSome mistake are finding in teaching and learning language at the schools until today. This condition happened because there is some mistake in teaching and learning language at the schools. Because of that, the process of teaching and learning literature at schools must be change by using the effective models of teaching and learning language which can improve student literacy. One of the models for teaching and learning literacy is Whole Language Model. The problems of this research are (1) what is real condition of learning and teaching language process in the schools? (2) how to development whole language models which can improve student’s literacy? (3) are there influence in using whole language model toward student’s literacy improvement? .Method of this research is research and development. The subject of this research is student in Primary School Laboratory UPI Cibiru Campus. Measurement utilizes test and observation. The statistic analysis technique is using to analysis the date. Result of this research concludes that (1) teacher needs the good model of learning and teaching language to improving student’s literacy in the school; (2) whole language model can implementating by three step that is introduction step, process step, and closing step; (3) implementation of whole language model of teaching and learning language can improving student’s literacy in the primary school.Key Word: Whole Language, Elementary Student, Literacy
Penerapan Model Bengkel Sastra Untuk Meningkatkan Kemampuan Mahasiswa Menulis Dan Mengapresiasi Sastra Rohayati, Etty; Abidin, Yunus
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 2, No 2: Juli 2010
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v2i2.2761

Abstract

Abstrak Some mistake are finding in teaching and learning literature at the schools until today. This condition happened because there is some mistake in teaching and learning literature at the university. Because of that, the process of teaching and learning literature at university must be change by using the effective models of teaching and leaning which can improve student ability in appreciation and writing poetry. One of the models for teaching and learning appreciation and writing poetry at the students university is bengkel sastra model. The problems of this research are (1) how to using bengkel sastra model in teaching and learning process of appreciation and writing poetry?; and (2) how can bengkel sastra model improve student ability in appreciation and writing poetry? The aims of this research are to know (1) the using of bengkel sastra model in teaching and learning process of appreciation and writing poetry; and (2) student ability in appreciation and writing poetry by using bengkel sastra model. Method of this research is classroom action research. The subject of this research is student in Indonesia Language concentration at PGSD Department, UPI Cibiru Campus. Measurement utilizes test and observation. The trigonometry analysis technique is using to analysis the date. Result of this research concludes that (1) bengkel sastra model can improve student ability in appreciation poetry and (2) bengkel sastra model can improve student ability in writing poetry. Thus, bengkel sastra model can using to improving student ability in appreciation poetry by using reader responds approach. Bengkel sastra model can using to improving student ability in writing poetry especially in diction, imagination, sense, and rime, but cannot optimal functions to improve student ability in choosing theme, making message, tone, and felling.Key Word: bengkel sastra model, writing, appreciation poetry
Pengembangan Model Bahan Ajar Bahasa Indonesia Berbasis Model Pembelajaran Yang Berorientasi Pada Pendidikan Karakter Ernalis, -; Syahruddin, Didin; Abidin, Yunus
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 5, No 1: Januari 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v5i1.2832

Abstract

Masalah penelitian yang menjadi prioritas dalam penelitian ini adalah lemahnya karakter siswa dan masih rendahnya prestasi belajar bahasa Indonesia siswa sekolah dasar khususnya dalam pembelajaran menyimak dan membaca. Salah satu penyebab muncul kondisi ini adalah bahwa pembelajaran menyimak dan membaca masih berlangsung secara monoton dan membosankan. Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa guru masih sangat terpaku pada buku teks yang ada di sekolah. Di sisi lain, kondisi buku teks yang ada belum disusun berdasarkan model pembelajaran dan juga belum dikembangkan dengan berorientasi pada pengembangan karakter siswa. Sejalan dengan masalah tersebut dilakukanlah penelitian untuk mengembangkan model bahan ajar bahasa Indonesia berbasis model pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan siswa menyimak dan membaca sekaligus untuk mengembangkan karakter siswa. Berdasarkan hasil penelitian dan hasil analisis data dapat dikemukakan hasil penelitian yakni (1) bentuk model bahan ajar bahasa Indonesia berbasis model pembelajaran yang dikembangkan dalam penelitian ini memiliki lima keunikan jika dibanding dengan bahan ajar yang ada dan digunakan di sekolah saat ini; (2) model bahan ajar berbasis model pembelajaran yang dikembangkan telah terbukti secara efektif meningkatkan kemampuan menyimak dan membaca para siswa; dan (3) model bahan ajar berbasis model pembelajaran yang dikembangkan telah terbukti secara efektif mengembangkan karakter siswa selama proses pembelajaran menyimak dan membaca.KATA KUNCI: Model Bahan Ajar, Model Pembelajaran, Kemampuan Menyimak, Kemampuan Membaca, dan Pendidikan Karakter
Pembelajaran Menulis Dalam Gamitan Pendidikan Karakter Abidin, Yunus
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 4, No 1: Januari 2012
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v4i1.2823

Abstract

AbstrakPembelajaranmenulisharuslahditafsirkansebagaisebuahprosesyang ditujukanuntukmengembangkanserangkaianaktivitassiswadalamrangka menghasilkansebuahtulisandibawahbimbingan,arahan,danmotivasiguru. Sejalandengandefinisiini,pembelajaranmenulisseyogyanyadikembangkan melaluibeberapatahapanprosesmenulissehinggasiswabenar-benarmampu menulissesuaidengantahapanprosesyangjelas.Disisilain,gurujugaharus membekalisiswadenganberbagaistrategimenulispadasetiaptahapanaktivitas menulisyangdilakukansiswa.Melaluikolaborasiperangurudansiswaini, pembelajaranmenulisdiyakiniakanmencapaihasilyangmemuaskan.Tanpa perankolaborasiini,kemampuansiswadalammenulistidakakanberkembang dantetapakanrendah. Dalamprosesnya,pembelajaranmenulishendaknyadiarahkanpada upayamembinakemampuansiswauntukmenulisberbagaigenretulisanuntuk berbagaitujuan,berbagaisasaranbaca,danberbagaikontekssosialbudaya. Sejalandengantuntutanini,pembelajaranmenulisselayaknyadikemasmelalui penciptaansejumlahaktivitas-aktivitasaktifkreatifyangharusdilakukansiswa selamapembelajaran.Aktivitasaktifkreatifinijugajanganhanyayangbersifat mereproduksitulisanmelainkanharuslebihterarahpadaprosesproduksitulisan yangaslidanmemilikidayakreativitasyangtinggi.KataKunci:PembelajaranMenulis,PendidikanKarakter,KemampuanMenulisAbstrakPembelajaran menulis haruslah ditafsirkan sebagai sebuah proses yangditujukan untuk mengembangkan serangkaian aktivitas siswa dalam rangkamenghasilkan sebuah tulisan di bawah bimbingan, arahan, dan motivasi guru.Sejalan dengan definisi ini, pembelajaran menulis seyogyanya dikembangkanmelalui beberapa tahapan proses menulis sehingga siswa benar-benar mampumenulis sesuai dengan tahapan proses yang jelas. Di sisi lain, guru juga harusmembekali siswa  dengan berbagai strategi menulis pada setiap tahapan aktivitasmenulis yang dilakukan siswa. Melalui kolaborasi peran guru dan siswa ini,pembelajaran menulis diyakini akan mencapai hasil yang memuaskan. Tanpaperan kolaborasi ini, kemampuan siswa dalam menulis tidak akan berkembangdan tetap akan rendah.Dalam prosesnya, pembelajaran menulis hendaknya diarahkan padaupaya membina kemampuan siswa untuk menulis berbagai genre tulisan untukberbagai tujuan, berbagai sasaran baca, dan berbagai konteks sosial budaya.Sejalan dengan tuntutan ini, pembelajaran menulis selayaknya dikemas melaluipenciptaan sejumlah aktivitas-aktivitas aktif kreatif yang harus dilakukan siswaselama pembelajaran. Aktivitas aktif kreatif ini juga jangan hanya yang bersifatmereproduksi tulisan melainkan harus lebih terarah pada proses produksi tulisan
Model Pembelajaran Terbimbimbing dalam Menulis Makalah Abidin, Yunus
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 1, No 1: Januari 2009
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v1i1.2719

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan penerapan pembelajaran terbimbing dalam menulis makalah serta dampaknya bagi kemampuan mahasiswa menulis makalah. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas. Teknik penelitian yang digunakan adalah teknik tes, wawancara, dan observasi. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan instrumen penelitian berupa tes, lembar observasi, dan pedoman wawancara. Sumber data penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi PGSD UPI Kampus Cibiru. Data penelitian diolah dan dianalisis melalui tahapan (1) identifikasi data, (2) klasifikasi data, dan (3) interpretasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) pembelajaran terbimbing dapat diterapkan dalam pembelajaran menulis makalah; dan (2) melalui pembelajaran terbimbing kemampuan mahasiswa dalam menulis makalah dapat meningkat.
Penilaian Otentik Sebagai Sarana Utama Implementasi Pendidikan Karakter Di Sekolah Abidin, Yunus
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 3, No 2: Juli 2011
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v3i2.2810

Abstract

ABSTRAK Upaya untuk meningkatkan kinerja pendidikan dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter saat ini sedang gencar-gencarnya dilakukan. Salah satu upaya ini adalah dengan mengembangkan satu program pendidikan yang dikenal dengan istilah pendidikan budaya dan karakter bangsa.Pendidikan karakter bertujuan agar siswa mampu menjadi orang yang berkarakter mulia. Usaha pengembangan karakter ini harus dilakukan secara bekesinambungan dalam proses pembelajaran. Secara praktisnya, pembentukan dan pengembangna karakter ini bersifat integratif dengan aktivitas belajar yang dilakukan siswa. Oleh sebab itu, untuk mampu mengukur perkembangan karakter siswa diperlukan sebuah alat yang secara otomatis mampu mengukur aktivitas dan sekaligus menunjukkan karakter siswa. Alat itu adalah penilaian otentik.Penilaian otentik merupakan sebuah bentuk penilaian yang mengukur kinerja nyata yang dimiliki siswa. Kinerja yang dimaksud adalah aktivitas dan hasil aktivitas yang diperoleh siswa selama proses pembelajaran. Berdasarkan pemahaman ini penilaian otentik pada prinsipnya mengukur aktivitas yang dilakukan oleh siswa selama proses pembelajaran berlangsung.Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Penilaian Otentik, Penilaian Karakter
Teater Antara Kreative, Dinamika Kelompok, Kematangan Psikologis, Dan Pembelajaran Di Sekolah Dasar Abidin, Yunus
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 2, No 1: Januari 2010
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v2i1.2758

Abstract

ABSTRAKTeater dapat dipandang dalam berbagai dimensi. Dimensi pertama adalah bahwa teater merupakan wujud kreativitas para pelakunya. Dalam pembentukan proses kreatif tersebut teater mencerminkan dinamika kelompok para pelakunya. Lebih jauh teater dapat pula dikatakan sebagai wadah pengembangan kematangan psikologis. Sejalan dengan hal di atas, teater merupakan materi pembelajaran di sekolah karena dinggap memilki banyak muatan posotif di dalamnya. Teater dalam pembelajaran membuat sebuah kontribusi yang penting terhadap perkembangan anak. Teater menyangkut bahasa, persepsi, perkembangan konsep, pengetahuan estetik dan pada akhirnya keseluruhan barisan pengalaman itu sendiri. Teater lebih jauh merupakan seni bahasa dan kemampuan berkomunikasi yang dapat digabungkan dalam beberapa cara yang menyenangkan dan untuk tujuan yang bervariasi dimulai dari mempertinggi perkembangan bahasa dan kosa kata sampai kepada kemampuan pemahaman menggunakannya dan membaca kritis.Kata Kunci : Teater, Kreativitas. Dinamika Kelompok, Psikologis, dan Pembelajaran
Optimalisasi Penerapan Model Pembelajaran Reading Aloud With Comprehension (RAC) untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Siswa Sekolah Dasar Ernalis, -; Syahrudin, D; Abidin, Yunus
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 7, No 1: Januari 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v7i1.2783

Abstract

Masalah penelitian ini dibatasi pada masalah utama yang muncul dalam pembelajaran membaca permulaan di sekolah dasar. Masalah tersebut adalah kurang terbinanya keterampilan membaca permulaan para siswa. Faktor utama yang menyebabkan hal tersebut adalah belum diterapkannya model pembelajaran membaca permulaan yang tepat bagi siswa. Sejalan dengan masalah ini tujuan penelitian yang hendak dicapai melalui penelitian ini adalah untuk mengetahui, menjelaskan, dan memaparkan (1) perbedaan kemampuan membaca permulaan antara siswa SD yang mendapatkan pembelajaran dengan menggunakan model RAC dan yang tidak menggunakan model RAC dan (2) faktor-faktor utama yang mendukung kemampuan membaca pemahaman siswa sekolah dasar. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode penelitian campuran tipe eksplanatori. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa sekolah dasar di Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung dan Kecamatan Ujungberung Kota Bandung. Data Penelitian akan dikumpulkan dengan menggunakan instrumen (1) kuesioner (2) wawancara, (3) penilaian hasil belajar, (4) penilaian proses/keterampilan, (5) catatan lapangan, dan (6) dokumentasi. Data hasil penelitian akan diolah dengan menggunakan teknik pengolahan data kualitatif dan teknik pengolahan data kuantitatif dengan uji statistika. Berdasarkan hasil pengolahan data diketahui bahwa (1) terdapat perbedaan kemampuan membaca permulaan antara siswa SD yang mendapatkan pembelajaran dengan menggunakan model RAC dan yang tidak menggunakan model RAC dan (2) faktor-faktor utama yang mendukung kemampuan membaca pemahaman siswa sekolah dasar adalah faktor intensitas membaca, strategi pembelajaran membaca, dan pengayaan bahan bacaan.