Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Kimia dan Kemasan

Sintesis Poli N-Isopropilakrilamida (PNIPA)/Polityrosin (PTYR) Interpenetrating Polymer Networks (IPNs) Bertanda Iodium-125 Saptiama, Indra; Herlina, Herlina; Sarmini, Endang; Karyadi, Karyadi; Abidin, Abidin; Widyaningrum, Triani; Awaludin, Rohadi
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 36 No. 2 Oktober 2014
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.835 KB)

Abstract

Saat ini perkembangan polimer telah semakin maju, berbagai aplikasi polimer telah dikembangkan baik di sektor energi, pangan maupun kesehatan. PNIPA/PTYR IPNs bertanda iodium-125 dapat dimanfaatkan sebagai sumber terapi kanker. PNIPA/PTYR merupakan polimer peka temperatur. Tujuan dari penelitian ini adalah sintesis PNIPA/PTYR IPNs bertanda iodium-125. Polityrosin ditandai dengan iodium-125 kemudian secara simultan direaksikan dengan monomer N-isopropilakrilamida melalui polimerisasi radikal bebas dengan inisiator amonium persulfat (APS) dan tetrametiletilenediamin (TEMED) untuk memperoleh PNIPA/PTYR IPNs bertanda iodium-125. Kemurnian radiokimia PNIPA/PTYR IPNs bertanda iodium-125 diukur dengan krom atografi lapis tipis (KLT) dengan fasa gerak 2 propanol: 1 butanol: 0,2 M NH4OH. Selain Itu, stabilitas PNIPA/PTYR IPNs bertanda iodium-125 diuji pada media air. PNIPA/PTYR IPNs telah berhasil ditandai dengan iodium-125 dengan rendemen penandaan sebesar 37,6 ± 4,2 % (n = 3). Hasil pengamatan visual, ditunjukkan bahwa polimer mengalami perubahan sifat pada temperatur 32 oC sampai dengan 34°C. Hasil H-NMR hanya menunjukkan spektrum dari polimer PNIPA. Berdasarkan pemeriksaan KLT, kemurnian radiokimia PNIPA/PTYR IPNs bertanda iodium-125 adalah 95,93%. Pengujian stabilitas polimer bertanda iodum-125 pada media air pada T = 37°C selama 2 minggu menunjukkan bahwa iodium-125 yang masih tertahan pada polimer adalah 71,3 ± 6,2 %. 
Desain dan Performa Prototipe Generator 99Mo/99mTc dengan Kolom Material Berbasis Zirkonium dan Kolom Alumina Marlina, Marlina; Sriyono, Sriyono; Lestari, E.; Abidin, Abidin; Setiawan, H.; Kadarisman, Kadarisman
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 38 No. 2 Oktober 2016
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1854.602 KB)

Abstract

Hingga saat ini radioisotop tehnesium-99m (99mTc) masih banyak digunakan di bidang kedokteran nuklir di seluruh dunia. Hal ini karena 99mTc memiliki waktu paro 6 jam dan memancarkan gamma murni pada energi 140 keV sehingga merupakan radioisotop yang ideal untuk diagnosis. 99mTc dapat dihasilkan salah satunya dari generator 99Mo/99mTc. Prototipe generator 99Mo/99mTc dibuat dengan menggunakan Molibdenum-98 (98Mo) alam hasil iradiasi neutron, yang dilengkapi dengan kolom berisi material berbasis zirkonium (MBZ) dan kolom alumina. Penentuan performa prototipe generator dilakukan dengan menentukan yield 99mTc, kualitas larutan natrium pertehnetat (Na99mTcO4) yang dihasilkan, dan laju dosis pada permukaan prototipe generator. Yield 99mTc dari prototipe generator yaitu 76,95 ± 7,7%. Prototipe generator menghasilkan radioisotop 99mTc (Na99mTcO4) dengan karakterisitik yang memenuhi persyaratan US Pharmacopoeia, yaitu larutan jernih, memiliki pH 6 ± 0,6, kemurnian radionuklida (lolosan 99Mo) sebesar 0,022 μCi/mCi 99mTc, kemurnian radiokimia 99mTcO4- sebesar 99,85 ± 0,05%, kemurnian kimia (lolosan alumina) < 5 μg/mL, dan laju dosis permukaan prototipe sebesar 1,18 mSv/jam. Dengan demikian prototipe generator 99Mo/99mTc ini sudah menunjukkan performa yang baik dalam menghasilkan radioisotop 99mTc untuk keperluan medis dan memiliki laju dosis yang aman, namun perlu ditingkatkan kembali yieldnya.