Articles

Found 22 Documents
Search

EVALUASI PROSES PRODUKSI RADIOISOTOP Sm-153 DAN SEDIAAN RADIOFARMAKA Sm-153 EDTMP Kadarisman, Kadarisman; Hastini, Sri; Tahyan, Yayan; Abidin, Abidin; Hafid, Dadang; Lestari, Enny
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 9 (2006): jurnal PRR 2006
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.914 KB)

Abstract

EVALUASI PROSES PRODUKSI RADIOISOTOP Sm-153 DAN SED1AAN RADIOFARMAKA Sm-153 EDTMP. Telah dilakukan percobaan proses produksi radioisotop Sm-153 dan proses penandaan sediaan radiofarmaka Sm-153 EDTMP, yang bertujuan untuk mengevaluasi proses produksi radioisotop Sm-153 dan sediaan radiofarmaka Sm-153 EDTMP di Pusat Radioisotop dan Radiofarmaka, BATAN. Dalam percobaan ini mencakup penyiapan bahan sasaran Sm2O3, pelarutan pasca irradiasi, penetapan konsentrasi radioaktivitas isotop Sm-153, kemurnian radionuklida, proses penandaan senyawa EDTMP, penetapan kemurnian radiokimia dan pH. Dalam percobaan ini diperoleh produk radioisotop Sm-153 dengan radioaktivitas total antara 2845,83 mCi s/d 36963,31 mCi atau dengan konsentrasi radioaktivitas antara 474,30 mCi/ml sampai dengan 6160,55 mCi/ml) berbentuk larutan SmCl3yang masing-masing mempunyai volume 6,0 ml, kandungan samarium 5,76 mg/ml dan dengan kemurnian radionuklida dari produk radioisotop Sm-153 adalah 100 %. Semua produk sediaan radiofarmaka Sm-153 EDTMP memenuhi syarat konsentrasi radioaktivitas, kandungan Sm, kemurnian radiokimia dan pH. Konsentrasi radioaktivitas sediaan radiofarmaka Sm-153 EDTMP minimum 37,50 mCi/ml dan yang terbesar 283,50 mCi/ml, sebanyak 8 buah larutan mempunyai pH 7,5, sedangkan yang lainnya ( 2 buah larutan ) mempunyai pH sebesar 8,5. Kemurnian radiokimia sediaan raiofarmaka Sm-153 EDTMP berkisar antara 90,00 % sampai dengan 98,76 %. Kata Kunci : Evaluasi, Radioisotop, Radiofarmaka, Sm-153, Sm-153 EDTMP EVALUATION OF RADIOISOTOPE PRODUCTION PROCESS OF Sm-153 AND Sm-153 EDTMP RADIOPHARMACEUTICALS. Experiments on the process of Sm-153 radioisotope and labeling of Sm-153 EDTMP radiopharmaceuticals were carried out, as a purpose for evaluation of Sm-153 radioisotope and Sm-153 EDTMP process production in Center for Radioisotope and Radiopharmaceuticals, National Nuclear Energy Agency. This experiments included preparation of Sm2O3target, dissolution of post irradiation, determination of radioactivity concentration of Sm-153 radioisotope, radionuclide purity, EDTMP labeling, determination of radiochemicals purity and pH. In these experiments the total radioactivity Sm-153 product is about 2845.83 mCi to 36963,31 mCi, or with the radioactivity concentration between 474,30 mCi/ml and 6160,55 mCi/ml in the SmCl3solution form. The volume is 6.0 ml, the samarium content is 5.76 mg/ml and the radionuclide purity of Sm-153 is 100 %. All of the Sm-153 EDTMP radiopharmaceuticals product are fullfilled requirements the radioactivity concentration, Sm content, radiochemical purity and pH. The radioactivity concentration of Sm-153 EDTMP radiopharmaceuticals is 37,50 mCi/ml(minimum) to 283,50 mCi/ml (highest). The pH 7.5 were 8 products, and the rest are pH 8.5. Radiochemical purity of Sm-153 EDTMP are round about 90.00 % to 98,76 %. Key Words : evaluation, radioisotope, radiopharmaceutical, Sm-153, Sm-153 EDTMP
PRODUKSI TEMBAGA-64 MENGGUNAKAN SASARAN TEMBAGA FTALOSIANIN Awaludin, Rohadi; Abidin, Abidin; Sriyono, Sriyono; Herlina, Herlina
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 9 (2006): jurnal PRR 2006
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.41 KB)

Abstract

PRODUKSI TEMBAGA-64 MENGGUNAKAN SASARAN TEMBAGA FTALOSIANIN. Radioisotop tembaga-64 (64Cu) merupakan pemancar positron yang memiliki beberapa kegunaan. Radioisotop ini dapat diproduksi dari 63 Cu melalui aktivasi neutron. Untuk mendapatkan radioisotop dengan radioaktivitas jenis yang tinggi, radioisotop ini dapat diproduksi memanfaatkan reaksi Szilard Chalmer, yaitu memanfaatkan lepasnya 64 Cu hasil iradiasi dari matrik sasaran. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan karakteristik 64Cu yang dapat diproduksi menggunakan reaktor G.A. Siwabessy dari sasaran tembaga ftalosianin. Tembaga ftalosianin sebanyak 200 mg diiradiasi di posisi pneumatic rabbit system selama 30 menit. Hasil iradiasi diukur menggunakan gamma ionization chamber untuk mendapatkan radioaktivitas yang dihasilkan. Kemurnian radionuklida diukur menggunakan spektrometer gamma. Dari tiga kali iradiasi diperoleh 64 Cu dengan radioaktivitas sebesar 5,29; 5,70 dan 5,65 mCi. Dari pengukuran menggunakan spektrometer gamma diketahui bahwa tidak ada radionuklida lain yang terdeteksi. Dari pemisahan menggunakan metode emulsi masih diperoleh yield yang rendah sebesar 2,59; 3,18 dan 5,33%. Kata kunci: tembaga-64, produksi radioisotop, tembaga ftalosianin PRODUCTION OF COPPER-64 USING COPPER PHTHALOCYANINE TARGET. Copper-64 is a positron emmiter radioisotope with a wide range of applications. The radioisotope can be produced by neutron activation method from 63 Cu. For obtaining high specific radioactivity, Szilard Chalmer method can be applicated, using the recoiling of 64 Cu from the target matrix. The objective of this study is obtaining the characteristics of 64 Cu that is produced using G.A. Siwabessy reactor with copper phthalocyanine target. Copper phthalocyanine 200 mg was irradiated at pneumatic rabbit sytem of GA Siwabessy reactor for 30 minutes. The radioactivity of Cu was measured by gamma ionization chamber. The radionuclide purity was determined by gamma spectrometer. From 3 times of irradiation of 200 mg of copper phthalocyanine, the Cu as high as 5.29, 5,70 and 5,65 mCi was obtained. The results of gamma spectrometer measurement showed that any other radioisotopes were not detected. Low yield (2.59; 3.18 and 5.33%) was obtained by separation using emulsion method. Key words: Copper-64, radioisotope production, copper phthalocyanine.
EVALUASI BIOLOGIS SENYAWA KOMPLEKS RENIUM-186 FOSFONAT SEBAGAI RADIOFARMAKA TERAPI PALIATIF KANKER TULANG Gunawan, Adang H.; Aguswarini, Sri; Abidin, Abidin; Karyadi, Karyadi; Bagiawati, Sri
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 10 (2007): JURNAL PRR 2007
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.855 KB)

Abstract

EVALUASI BIOLOGIS SENYAWA KOMPLEKS RENIUM-186 FOSFONAT SEBAGAI RADIOFARMAKA TERAPI PALIATIF KANKER TULANG. Senyawa kompleks renium-186 fosfonat, 186Re-HEDP (hydroxyethylidienediphosphonate) dan 186Re-EDTMP (ethylenediaminetetramethylphosphonate), dewasa ini telah luas digunakan sebagai penghilang rasa nyeri tulang yang disebabkan oleh metastasis kanker prostat, payudara, paru-paru dan ginjal ke tulang. Penggunaan radiofarmaka tersebut merupakan pengganti penggunaan analgesik, hormon, kemoterapi, dan narkotik yang diketahui memberikan efek samping yang tidak diinginkan. Metode preparasi dan uji kualitas senyawa kompleks 186Re-HEDP dan 186Re-EDTMP telah dikembangkan untuk tujuan produksi komersial. Penentuan kemurnian radiokimia dengan kromatografi kertas dalam berbagai kepolaran pelarut menunjukkan kemurnian radiokimia diatas 90% sampai hari ketiga setelah proses penandaan dilakukan. Disamping itu hasil pengujian menunjukkan pula bahwa larutan senyawa kompleks bebas pirogen dan steril. Hasil uji pada binatang percobaan tikus putih menunjukkan kandungan senyawa kompleks di dalam darah mencapai puncaknya pada 5 menit setelah penyuntikan. Sedangkan ekskresi radiofarmaka kedua kompleks di dalam urin menunjukkan adanya keradioaktifan sekitar 41% dan 38,5 % dalam bentuk perenat, 186ReO4-, setelah 20 jam penyuntikan. Hasil biodistribusi dan pencitraan (imaging)menggunakan kamera gamma terhadap mencit dan tukus putih normal menunjukkan bahwa senyawa kompleks 186Re-HEDP dan 186Re-EDTMP terakumulasi cukup nyata di tulang. Kata Kunci : 186Re-HEDP , 186Re-EDTMP, kanker tulang, kemurnian radiokimia, biodistribusi. BIOLOGIC EVALUATION OF PHOSPHONATES COMPLEX LABELLED WITH RHENIUM-186 AS A BONE CANCER PALLIATIVE THEURAPEUTIC RADIOPHARMACEUTICAL. Currently, rhenium-186 phosphonate complexes are widely used as pain palliative agents due to bone metastasis caused by prostate , breast , lung and kidney cancers. Either 186Re-HEDP or 186Re-EDTMP has been used for replacing analgesic therapy, hormone therapy, chemotherapy and narcotic therapy . Preparation and quality control of 186Re-HEDP and 186Re-EDTMP complexes have been developed for commercial production purposes. Radiochemical purity was determined using paper chromatography and afforded maximum yielded for more than 90 % . Both complexes were stable for 3 days. Sterility and pirogenicity tests indicated that these compounds were sterile and pyrogen free. Rhenium-186 HEDP and 186Re-EDTMP complexes contents in the blood achieved optimum activity after 5 minutes post injection. Both complexes showed major renal clearance up to 41 % and 38,5 % as perrhenate ion within 20 hours post injection. Biodistribution pattern and gamma camera image of the injected complexes in rats were accumulated in the bone. Keywords : 186Re-HEDP, 186Re-EDTMP ,bone cancer, radiochemical purity, biodistribution.
PEMISAHAN FRAKSI OSMIUM DAN IRIDIUM DALAM MATRIKS OSMIUM ALAM PASCA IRADIASI DENGAN TEKNIK EKSTRAKSI PELARUT Kadarisman, Kadarisman; Lubis, Hotman; Sriyono, Sriyono; Abidin, Abidin
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 10 (2007): JURNAL PRR 2007
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.162 KB)

Abstract

PEMISAHAN FRAKSI OSMIUM DAN IRIDIUM DALAM MATRIKS OSMIUM ALAM PASCA IRADIASI DENGAN TEKNIK EKSTRAKSI PELARUT. Generator Osmium – Iridium ada dua macam, yaitu generator radioisotop 191Os – 191mIr dan 194Os – 194Ir. Radioisotop 191mIr dan 194Ir digunakan di bidang kesehatan, terutama untuk diagnosis fungsi ginjal dengan metoda Angiografi. Dalam penelitian ini dilakukan pemisahan 191Os dari 192Ir melalui tahapan tahapan penelitian; penyiapan target Osmium alam, iradiasi target, perlakuan target teriradiasi, yang meliputi pengangkutan target teriradiasi ke fasilitas hot cell, pembukaan tabung dan pelarutan, serta proses pemisahan Osmium teriradiasi dengan ekstraksi pelarut menggunakan CCl4. Analisis radionuklida 191Os dan 192Ir menggunakan spektrometer gama. Dari hasil percobaan ini diperoleh radionuklida 191Os dan 192Ir dalam Osmium alam teriradiasi masing-masing sebesar 87,88 µCi dan 20,01 µCi saat pemisahan. Radionuklida 191Os dapat dipisahkan dari pengotor radionuklida 192Ir dengan radioaktivitas total 14,83 µCi dengan efisiensi pemisahan sebesar 16,88% pada akhir pemisahan. Hal ini menunjukkan kemungkinan dapat dipreparasi radionuklida 191Os atau 194Os untuk bahan generator 191Os/191mIr dan 194Os/194Ir. Kata Kunci : Osmium-191, Iridium-192, Ekstraksi, Generator 191Os/191mIr atau 194Os/194Ir THE SEPARATION OF FRACTION OF OSMIUM AND IRIDIUM IN OSMIUM MATRIX IRRADIATED WITH THE EXTRACTION LIQUID TECHNIQUE. Generator Osmium - Iridium there is 2 kinds of, that is radioisotope generator 191Os/191mIr dan 194Os/194Ir. Radioisotope 191mIr and 194Ir used in health area, especially to be diagnosed to a kidney function with the Angiography method. In this development conducted separation 191Os from 192Ir through research step; experienced Osmium target preparation, target irradiation, treatment of target irradiated, covering the transportation of target irradiated to facility of hot cell, opening save and dissolution, and also separation process of Osmium irradiated by solvent extraction use the CCL4. Analysis the radionuclide of 191Os and 192Ir use the gamma spectrometer. From this attempt result is obtained 191Os and 192Ir in Osmium irradiated each of 87,88 µCi and 20,01 µCi of dissolution moment. Radionuclide 191Os is detachable from 192Ir radionuclide impurities with the total radioactivity 14,83 µCi with the dissolution efficiency of equal to 16,88% by the end of dissolution. This matter show the possibility earn the preparation radionuclide 191Os atau 194Os for the substance of generator 191Os/191mIr or 194Os/194Ir. Keywords : Osmium-191, Iridium-192, Extraction, 191Os/191mIr or 194Os/194Ir Generator.
PROSES PENETAPAN HUKUM ISLAM TERHADAP FAKTA SOSIAL Abidin, Abidin
Istiqra: Jurnal Hasil Penelitian Vol 5 No 2 (2017): Juli-Desember 2017
Publisher : Istiqra: Jurnal Hasil Penelitian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.169 KB)

Abstract

This paper discusses the process or steps of the enactment of Islamic law against social facts, by asking seven main questions, among others: (1) what is the name of the social fact (object), (2) which pronunciation fits with the social fact, (3) whether the pronunciations have obvious meaning and guidance, (4) whether the composition of the language is clear enough for an understanding or (6) whether the pronunciation is general or special, absolute or muqayyad, (7) what is the form of pronunciation that gives rise to the taklifi law, is the commandment pronunciation (amr) or the prohibition (nahy), or there is absolutely no passage. This is done as carefully as possible until the red thread appears. The red thread in question is a social fact criterion that can be used as a basis for consideration of changes in Islamic law. Because remember not all social facts can be used as a basis for the change of Islamic law. Therefore, the tracking of the facts of social reality should be through a comprehensive approach
UJI BIODISTRIBUSI DAN UJI PREKLINIS MIKROSFER GELAS-P-32 UNTUK PENGOBATAN KANKER Astuti, Laksmi Andri; Caniago, Djoharly; Pardede, Ratlan; Widjaksana, Widyastuti; Purwoko, Purwoko; Bagiawati, Sri; Setiyowati, Sri; Abidin, Abidin; Aguswarini, Sri
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 6, No 2 (2003): Jurnal PRR 2003
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2363.751 KB)

Abstract

ABSTRAKUJI BIODISTRIBUSI DAN UJI PREKLINIS MIKROSFER GELAS-P-32 UNTUK PENGOBATAN KANKER.Radiofarmaka telah  menunjukkan  manfaat lebih unggul dan spesiflk biladibandingkan dengan teknik pelayanan kesehatan lain, terutama untuk keperIuan diagnosis dan terapi beberapa penyakit  mematikan seperti kanker. Mikrosfer gelas-P-32 ( P-32 GMS ) adalah  salah  satu sediaan  baru  radiofarmaka untuk terapi  dengan cara  radiasi  interna beberapa penyakit  kanker ganas  seperti  penyakit  kanker  hati. Mikrosfer  gelas-P-32 ini  disiapkan  dengan  cara  mengira diasikan mikrosfer gelas-P31dengan neutron di reaktor nuklir, kemudian sediaan disuntikkan ke daerah yang terkena kanker Untukmemudahkan  penyuntikan  pada  sediaan  ini  perlu ditambahkan larutan pensuspensi, yaitu campuran dari PVP 16 %, dekstrose 50% dan salin. Mengingat ukuran mikrosfer ini spesiflk yaitu 40-60 J.Ull  maka pemilihan jamm suntik perIu dilakukan agar P-32 GMS yang diinjeksikan maksirnal bisa masuk ke daerah sasaran, dan mikrosfer tidak mengalami kerusakan karena gesekan dengan permukaan dalam  jarum. Ujibiodistribusi perIu dilakukan untuk melihat apakah P-32 GMS yang telah diinjeksikan terak1.lmulasike daerah penyuntikan  atau  terdistribusi  ke organ - organ lain yang  tidak dikehendaki, Hewan percobaan yang dipakai  adalah  mencit dengan penyuntikan dilakukan  pada otot  paha  kanan. Hasil biodistribusi pada I, 3dan  24 jam  setelah  injeksi  menunjukkan 100% aktivitas P-32 GMS terakumulasi di daerah penyuntikan.Hasil biodistribusi pada 5 jam setelah penyuntikan menunjukkan adanya penimbunan  aktivitas di organ lambung selain penimbunan aktivitas di daerah penyuntikan, namun hal ini diduga karena terjadi kontaminasi akibat kesalahan kerja .Kata Kunci : Radiofarmaka, , Mikrosfer gelas, P-32,  iradiasi, uji biodistribusi , kanker. ABSTRACTBIODISTRIBUTION AND PRECLINICAL TEST OF P-32 GLASS MICROSPHERESFOR CANCER THERAPY. The superiority of  radiophannaceutical compare to the  other  techniques off medical services, especially for diagnosis and  therapy  of  several deadly diseases such as cancer, shows that this technique is more specific and accurate. P-32-Glass microsphere (P-32 GMS) is one of theradiophannaceuticals developed reccntly for therapy using  interrnal  radiation  method  for several malignant cancers, such as hepatic canccr. 111cP-32 GMS was prcpared by irradiating P-31 GMS with neutron at a nuclear reactor, then the preparation was injected to the cancerous infected  area. To make easy  injection, it needs suspension agent that was including PVP, dextrose and saline with a composition of 16% PVP - 50%dextrose - saline as 2 : 3 : 3 (v/v/v). As microsphere size should be maintained at 40-60 11m, the injectionneedle was selected properly in order to remain the particle size of P-32 GMS unchanged  when  the frictionoccurs between microspheres and the inside surfaces of the needle. The injection  needle  used  was needle produced  by BD with a typical size of 20 GI Tw. Biodistribution  studies were carried out after I, 3, 5 and24 hour of injection. Experimental results  for 1, 3 and 24 hour post -injection studies showed  that 100%activity of  P-32 GMS was accumulated  at  the  injected  area. For 5 hour post-injection study, accumulation of  P-32 GMS activity was also found at stomach besides the injected area, but it was presured as working error. Keywords: Radiophannaceutical , glass microspheres ,P-32,  biodistribution, , cancer.    
UNJUK KERJA GENERATOR 99Mo/99mT DENGAN RADIOAKTIVITAS 99Mo 600 DAN 800 mCi BERBASIS PZC Kadarisman, Kadarisman; Gunawan, Adang Hardi; Lubis, Hotman; Herlina, Herlina; Sriyono, Sriyono; Abidin, Abidin
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 12 (2009): JurnaL PRR 2009
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4335.436 KB)

Abstract

ABSTRAK UNJUK KERJA GENERATOR 99Mo/99mTc DENGAN  RADIOAKTIVITAS 99Mo 600 DAN 800 mCi  BERBASIS  PZc. Radioisotop 99mTc mempunyai umur paro pendek (6 jam), pemancar sinar gamma mono-energik (140 KeV), mudah membentuk senyawa komplek dengan berbagai kit, dan tidak memancarkan partikel beta, maka 99mTcmerupakan radionuklida paling ideal untuk diagnosis dibidang kesehatan dibandingkan dengan radionuklida lainnya, sehingga diagnosis kedokteran nuklir menggunakan radionuklida ini lebih 80% dari diagnosis menggunakan radioisotop di seluruh dunia dan ada sekitar 9 juta prosedur untuk diagnosis. Beberapa jenis generator 99Mo/99mTc telah dikembangkan dan dikomersialkan, sistem ekstraksi menggunakan Metil Etil Keton (MEK), produk 99mTc terkontaminasi MEK, system kromatografi alumina, kapasitas serap alumina untuk 99Mo kecil, harus menggunakan 99Mo fisi, sistem gel Zr-Mo atau Ti-Mo tidak reprodusibel, yang terakhir adalah sistem Polymer Zirconium Compound (PZC). PZC berkapasitas serap tinggi untuk 99Mo,dapat menggunakan 99Mo hasil reaksi (n,y) yang lebih murah dan hasil radionuklida 99mTclebih terjangkau, teknologi tidak rumit dan proses relatif sederhana. Akhir-akhir ini, sistem generator 99mTc berbasis PZC telah dipelajari secara mendalam meliputi profit elusi 99mTc menggunakan salin, kapasitas serap PZC terhadap 99Mo, kemurnian radionuklioda 99mTcdan kestabilan PZC. Namun perkembangan pengembangan itu baru menggunakan tingkat radioaktivitas 99Mo relatif rendah (maksimum 272 mCi), sedangkan dalam generator 99mTcminimal harus berisi 300 mCi sid 1000 mCi 99Mo. Dalam penelitian ini telah dilakukan pembuatan kolom Mo-PZC dengan tingkat radioaktivitas tinggi (600dan 800 mCi) dengan menggunakan PZC sebanyak 5,86 dan 4,42 gram. Dalam eksperimen ini diperoleh radioaktivitas 99mTc243,86 dan 308,59 mCi dengan kemurnian radionuklida masing-masing sebesar 1,87 x 10-2 dan 1,32 x 10-2 ~Ci 99Mo/mCi 99mTc.Matriks 99Mo_PZC mempunyai ukuran patikel lebih kecil, yaitu berkisar antara 0,456 sid 0,583 I-lm.Kata kunci : Generator radioisotop 99Mo/99mTc,radioisotop 99Mo,PZC, lolosan 99Mo ABSTRACT PERFORMANCE OF 99Mo/99mTc GENERATORS WITH 600 AND 800 mCi RADIOACTIVITY OF 99Mo BASED ON PZC. Radioisotope of 99mTchas half life of 6 hours, emit mono-energic gamma ray (140 KeV), easily form complex compound with various kit, and does not emit beta particle. The 99mTc represents ideal radioisotope for diagnosis in health field compared to other radionuclides. More than 80% of the diagnosis in nuclear medicine uses the radionuclide and there is about 9 million procedures for diagnosis all over the world. Some types of generator of 99Mo/99mTchave been developed and commercially used. In the extraction system using Methyl Ethyl Keton (MEK), the produced 99mTcwas contaminated by MEK, while in chromatography using alumina, the absorbent capacity of alumina for 99Mo is small and can be used for 99Mo fission product only. Generators using gel of Zr-Mo or Ti-Mo are not reproducible. The generator system developed recently was generator using Polymer Zirconium Compound (PZC) as the adsorbent. PZC have high absorption capacities for 99Mo and can be used for 99Mo from (n,y) reaction. The cost of the generator is relatively low, the technology is not complicated and the process is relatively simple. Generator system of 99mTc based on PZC have been studied intensively including elution profile of 99mTcusing saline solution, absorbtion capacity of PZC for 99Mo, radionuclide impurities in 99mTcand stability of PZC. However, the radioactivity  of  99 Mo used is still relatively low (maximum 272 mCi), while in 99Mo/99mTcgenerator, the radioactivity of 99Mo is in the range of 300 mCi to 1000 mCi 99Mo. In this research, the experiment of generators with high radioactivity of 99Mo (6 mCi) was carried out. In this experiment, 99mTc with  radioactivity of 243.86 and 308.59 mCi was obtained. The Impurity of 99Mo break through were 1,87 x 10-2 and 1,32 x 102 f.!Ci 99Mo/mCi 99mTc.The matrix of 99It10-PZChave small size, in the range of 0,456 to 0,583 f.!m.Key words : 99Mo/99mTc isotope generator, 99Mo isotope, PZC, 99Mo break through.00 – 800
EVALUASI BIOLOGIS RADIOFARMAKA 186ReEDTMP SEBAGAI ALTERNATIF BONE PAIN PALLIATIVE AGENT Gunawan, Adang Hardi; Muthalib, Abdul; Bagiawati, Sri; Sovilawati, Evi; Lestiawati, Sri Aguswarini; Abidin, Abidin
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 7, No 2 (2004): Jurnal PRR 2004
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3018.913 KB)

Abstract

ABSTRAK Evaluasi Biologis Radiofarmaka 186Re_EDTMP (Ethylenediamine-N,N,N,N-tetrakis(methylene phosphonic acid» sebagai Alternatif Bone Pain Palliative Agent. Beberapa penyakit kanker seperti prostat, payudara, paru-paru dan ginjal dapat mengalami metastase ke tulang. Samarium153 EDTMP merupakan radiofarmaka yang sampai saat ini secara luas digunakan untuk mengurangi rasa sakit akibat metastase kanker ke tulang. Penandaan EDTMP dengan radionuklida 186Re telah berhasil dibuat dengan kemurnian radiokimia yang tinggi dan stabil sampai hari ke 8 setelah pembuatan. Pada komplek 186Re_EDTMP yang telah dibuat, dilakukan pengujian biologis seperti biodistribusi, uji pencucian dari darah, uji pencucian dari ginjal, uji lipofilisitas, uji pengikatan pada hidroksiapatit, pencitraan dengan kamera gamma, uji sterilitas dan uji pirogenitas. Hasil uji biodistribusi dan pencitraan dengan kamera gamma menunjukkan bahwa penimbunan pada tulang yang tinggi terjadi pada 24 jam setelah penyuntikan dan diperoleh gambaran kamera gamma yang lebih baik dari pada 2 jam setelah penyuntikan. Kadar kompleks dalam darah mencapai puncaknya setelah 5 menit setelah penyuntikan dan menurun drastis pada 1 jam setelah penyuntikan. Sedangkan dalam urin 24 jam setelah penyuntikan diperoleh aktivitas sekitar 38% yang diekskresikan dalam bentuk perenat bebas. Hasil uji pengikatan komplek dengan hidroksiapatit menunjukkan komplek terikat kuat pada hidroksiapatit (68%) sampai dengan hari ke 2 setelah pencampuran. Hasil pengujian sterilitas dan pirogenitas menunjukkan sediaan tersebut steril dan bebas pirogen. Kata Kunci : 186Re_EDTMP , tulang, kemurnian radiokimia, biodistribusi. ABSTRACT Biological Evaluation of 186Re_EDTMP (Ethylenediamine-N,N,N,N-tetrakis(methylene phosphonic acid» as an Alternative Bone Pain Palliative Agent. Bone pain is a common complication for patient with bone metastases from prostate, breasts, lung and renal cancers. Samarium-I53 EDTMP is one of the most widely used radiophannaceutical for the treatment of metastatic bone pain. Preparation of 186Re_EDTMP have been carried out with high radiochemical purity and this complex was stable up to 8 days. Biodistribution pattern of the injected complex in mice indicates that the accumulated optimum activity in the bone was obtained 24 hours post injection. Rhenium-186-EDTMP complex contents in the blood reach optimum activity after 5 minutes and decrease drastically at I hours post injection. The complex showed major renal clearance up to 38% as perrhenate ion within 24 hours after injection. Rhenium-186-EDTMP revealed strong binding to hidroxyapatite (± 68%) and stable up to 2 days. Sterility and pyrogenicity test indicated that the complex were sterile and pyrogen free. Keywords: 186Re_EDTMP, bone, radiochemical purity, biodistribution.  
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN BPJS KESEHATAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI PUSKESMAS CEMPAE KOTA PAREPARE Abidin, Abidin
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 12, No 2: JUNI 2016
Publisher : Faculty Of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.219 KB)

Abstract

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan adalah badan hukum yang dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan kesehatan dengan tujuan untuk memproteksi seluruh masyarakat dengan premi terjangkau dan dengan coverage lebih luas untuk seluruh masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menunjukkan pengaruh kualitas pelayanan BPJS kesehatan terhadap kepuasan pasien di Puskesmas Cempae Kota Parepare. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi adalah seluruhpasien peserta BPJS di Puskesmas Cempae Kota Parepare dan sampel dalam penelitian ini sebanyak 185 pasien dengan metode penentuan sampel menggunakan metode accidental sampling. Analisis data menggunakan chi square melalui program SPSS versi 21 dengan kriteria α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh kehandalan (p=0,004), ketanggapan (p=0,002) dan empati (p=0,006) terhadap kepuasan peserta BPJS pasien rawat inap di Puskesmas Cempae Kota Parepare. Kesimpulan dari penelitian bahwa ada pengaruh kehandalan, ketanggapan dan empati terhadap kepuasan peserta BPJS pasien rawat inap di Puskesmas Cempae Kota Parepare.
Neutron Irradiation on SS316 Material for Radioactive Endovascular Stent Production Awaludin, Rohadi; Abidin, Abidin; Sriyono, Sriyono
Makara Journal of Technology Vol 12, No 2 (2008)
Publisher : Directorate of Research and Community Services, Universitas Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

It was reported that restenosis could be prevented by radioactive endovascular stent. SS316 material of endovascular stent has been irradiated at pneumatic rabbit system of G.A. Siwabessy reactor for 5 minutes for producing radioactive stent by neutron activation. After 10 days of decay, the irradiated SS316 was measured by gamma spectrometer. The radioisotopes of 51Cr, 59Fe and 60Co were detected in the irradiated SS316 with radioactivity of 5990, 107 and 109 Bq/mg respectively. The Calculation results showed that radioisotopes of 51Cr, 59Fe and 55Fe were produced by neutron activation. The radioactivity of 51Cr, 59Fe and 55Fe were 6051, 70 and 110 Bq/mg respectively. In the irradiated materials, the 55Fe was not detected because the radioisotope emitted radiation with very low energy (5.9 keV). It isconsidered that radioisotope of 60Co was produced from cobalt impurity in the SS316.