Oman Abdurahman
Badan Geologi, Jln. Diponegoro No. 57 Bandung

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

Sebaran akuifer dan pola aliran air tanah di Kecamatan Batuceper dan Kecamatan Benda Kota Tangerang, Propinsi Banten Hadian, Mohamad Sapari; Mardiana, Undang; Abdurahman, Oman; Iman, Munib Ikhwatun
Indonesian Journal on Geoscience Vol 1, No 3 (2006)
Publisher : Geological Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1226.33 KB) | DOI: 10.17014/ijog.v1i3.14

Abstract

http://dx.doi.org/10.17014/ijog.vol1no3.20061Geologically the Batuceper and Benda Sub-Regencies belongs to the western part of the Jakarta Basin. The area is covered by coastal alluvial and delta deposits, and volcanic product. Understanding the distribution and groundwater pattern, either in the shallow part or the deep part, are of the basic thing for a geometric model and its groundwater fl ow in identifying the groundwater conservation. The result of the aquifer distribution, either in the shallow or the depth parts, was approached by the geoelectrical and hydrogeological surveys in the fi eld and well data that has resulted in aquifer distribution, either in the shallow or the deep parts. In general, the shallow aquifer developed downward becomes semi confi ned and confi ned aquifers. Groundwater fl ow pattern indicated local cones depression of groundwater level, especially around the city. Depression of groundwater level is considered to be related to the natural shape of aquifer as lences. However, it was possible to be caused by over pumping in this zone.    
AIR TANAH UNTUK ADAPTASI PERUBAHAN IKLIM DI MALANG, JAWA TIMUR: Penilaian Risiko Penurunan Ketersediaan Air Iman, Munib Ikhwatun; Riawan, Edi; Setiawan, Budhi; Abdurahman, Oman
JURNAL RISET GEOLOGI DAN PERTAMBANGAN Vol 27, No 1 (2017)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2720.251 KB) | DOI: 10.14203/risetgeotam2017.v27.438

Abstract

Risk of water shortage related to climate change in Malang Regency has been conducted by climate projection model until 2030 based on baseline data in 1960-1990 as a normal condition. The projection as a trigger for an early warning of the water shortage hazard has shown trend of temperature increase and change of precipitation.To measure the vulnerability can be simplified based on three dominant factors which were water source for availability, water demand, and population welfare. The vulnerability has spread in the west and the south region spatially that increasing from high to very high risk in 2030. Population growth and land-use change were conducted the main factor as non-climatic driven related to hazard and vulnerability of water availability. Analysis result has conducted higher risk depends on its hydrogeology. Groundwater can take a part for adaptation to climate change if it could be managed optimally.AbstrakRisiko penurunan ketersediaan air akibat perubahan iklim di Malang, Jawa Timur dikaji melalui analisis skenario proyeksi model hingga tahun 2030 terhadap basis data tahun 1960-1990 sebagai kondisi acuan normal. Hasil proyeksi iklim sebagai pemicu awal bahaya perubahan iklim menunjukkan pola kenaikan suhu dan penurunan presipitasi yang berdampak atau berisiko pada adanya potensi penurunan ketersediaan air di Malang. Untuk mengukur dan menentukan upaya pengurangan risiko tersebut dilakukan pendekaatan analisis bahaya penurunan ketersediaan air dan kerentanan terhadapnya akibat perubahan iklim. Kerentanan dimaksud di Malang secara sederhana ditentukan oleh tiga faktor yang dinilai dominan, yaitu kebutuhan air, sumber air, dan kesejahteraan masyarakatnya. Kerentanan secara spasial memperlihatkan wilayah bagian barat dan selatan Malang mengalami peningkatan nilai risiko penurunan ketersediaan air dari tinggi menjadi sangat tinggi pada tahun 2030. Pertumbuhan penduduk dan perubahan tata guna lahan merupakan faktor non-klimatik yang mempengaruhi bahaya dan kerentanan penurunan ketersediaan air. Hasil analisis memperlihatkan adanya peningkatan risiko yang lebih tinggi yang dipengaruhi kondisi hidrogeologi yang terkait potensi airtanahnya. Pengelolaan airtanah yang optimal diharapkan dapat memberikan kontribusi sebagai salah satu upaya adaptasi terhadap risiko perubahan iklim atas sumber air di Malang.
Sebaran akuifer dan pola aliran air tanah di Kecamatan Batuceper dan Kecamatan Benda Kota Tangerang, Propinsi Banten Hadian, Mohamad Sapari; Mardiana, Undang; Abdurahman, Oman; Iman, Munib Ikhwatun
Indonesian Journal on Geoscience Vol 1, No 3 (2006)
Publisher : Geological Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1226.33 KB) | DOI: 10.17014/ijog.1.3.115-128

Abstract

http://dx.doi.org/10.17014/ijog.vol1no3.20061Geologically the Batuceper and Benda Sub-Regencies belongs to the western part of the Jakarta Basin. The area is covered by coastal alluvial and delta deposits, and volcanic product. Understanding the distribution and groundwater pattern, either in the shallow part or the deep part, are of the basic thing for a geometric model and its groundwater fl ow in identifying the groundwater conservation. The result of the aquifer distribution, either in the shallow or the depth parts, was approached by the geoelectrical and hydrogeological surveys in the fi eld and well data that has resulted in aquifer distribution, either in the shallow or the deep parts. In general, the shallow aquifer developed downward becomes semi confi ned and confi ned aquifers. Groundwater fl ow pattern indicated local cones depression of groundwater level, especially around the city. Depression of groundwater level is considered to be related to the natural shape of aquifer as lences. However, it was possible to be caused by over pumping in this zone.    
ALTERASI DAN MINERALISASI DI PULAU MERAH, KECAMATAN PESANGGARAN, KABUPATEN BANYUWANGI, PROVINSI JAWA TIMUR Suprapto, Sabtanto Joko; Murdohardono, Dodid; Suparno, Suparno; Abdurahman, Oman; Subekti, Agung Tri
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 13, No 2 (2018): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Buletin Sumber Daya Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Merah berada di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, pada jarak sekitar 200 meter dari garis pantai Desa Sumberagung, memiliki indikasi mineralisasi logam. Penelitian di Pulau Merah bertujuan untuk mendapatkan tipe mineralisasi dan alterasi, serta sebaran tubuh bijih. Metodologi penelitian yang digunakan terdiri dari pengamatan litologi, alterasi, mineralisasi, dan pengambilan conto batuan untuk analisis kandungan mineral dan kimia. Morfologi Pulau Merah berbentuk bukit kecil. Pada tebing bagian timur menghadap laut dangkal yang dapat diseberangi saat laut surut, terdapat singkapan luas batuan teralterasi dan mineralisasi. Pada bagian tenggara sampai bagian tengah terdapat singkapan cebakan tembaga porfiri, di bagian utara terdapat singkapan cebakan emas epitermal tipe high sulphidation. Cebakan tembaga porfiri mempunyai kadar 0,32% s.d. 2,14% Cu, 285 ppb s.d. 1.502 ppb Au, 1,4 ppm s.d. 9,4 ppm Ag dan 2 ppm s.d. 4 ppm Mo. Cebakan emas epitermal high sulphidation mempunyai kadar 189 ppb s.d. 1.843 ppb Au, 1 ppm s.d. 21,4 ppm Ag dan 24 ppm s.d. 123 ppm As. Pulau Merah sesuai dengan Undang-undang Nomor 1 tahun 2014 Tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, termasuk ke dalam kriteria Pulau Kecil, oleh karena itu tidak dapat dimanfaatkan untuk kegiatan tambang. Obyek langka Pulau Merah berupa cebakan tembaga dan cebakan emas yang mudah dijangkau dan merupakan bagian dari tujuan wisata maka layak untuk dapat  dijadikan cagar alam geologi.