Articles

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MENIMBULKAN KECENDERUNGAN MINAT BELI KONSUMEN SARUNG (Studi Perilaku Konsumen Sarung di Jawa Timur) Ujianto, Ujianto; Abdurachman, Abdurachman
Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan Vol 6, No 1 (2004): MARCH 2004
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Focusing the problem on the research factors that cause buying interest of sarong is how large the total variance explaining the preference of buying interest of sarong. This research was purposed to identify the preferent and dominant factors of buying interest. Decision making process of buying is begun by marketing stimulant (product, price, promotion, place) and other stimulants (economic, technology, politic culture), which build buyer characteristics. Those aspects above build customer perception about the clothes dressing and customer will recognize what´s characteristic of cloth they need. The research was in Pasuruan and Gresik, in order to get non probability purpossive sample, by questionaring to 120 respondents. Each respondent was asked to judge his preference by choosing from fully agree till fully disagree gradually of six alternatives of Likert scale. Primary data were collected and analyzed by using the technics of Factor Analysis and Descriptive Analysis. To make the analysis running well used SPSS Program. The result of this research conclude that the preferent factors of buying interest of customer are Quality, Reference, Brand and Colour, Packaging and Price, Discount and Gift, and Supplies Factors. And the dominant factors are Quality and Reference Factors. Abstract in Bahasa Indonesia : Fokus penelitian ini adalah faktor-faktor apa yang menimbulkan kecenderungan minat beli konsumen terhadap produk sarung. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang dipertimbangkan oleh konsumen untuk membeli produk sarung. Secara teoritik dapat dijelaskan bahwa proses pengambilan keputusan pembelian didahului oleh stimuli pemasaran dan stimuli lainnya yang dapat mempengaruhi minat beli sarung calon konsumen. Penelitian dilakukan di Gresik dan Pasuruan dan pengambilan sampel dilakukan secara purposive dan data dikumpulkan melalui kuesioner kepada sebanyak 120 responden. Kuesioner disusun dalam bentuk Skala Likert dan data dianalisis dengan menggunakan analisis faktor dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang dipertimbangkan oleh konsumen untuk membeli sarung adalah kualitas, referensi, merk dan warna serta kemasan, harga, diskon dan hadiah. Dari keseluruhan faktor tersebut kualitas dan referensi merupakan faktor yang paling dominan. Kata kunci: Minat beli, faktor yang dipertimbangkan, konsumen sarung.
Potensi Tebang Naungan Pada Aplikasi “Silin” Di PT Balikpapan Forest Industry (BFI), Kalimantan Timur Purwaningsih, Sri; Abdurachman, Abdurachman
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa
Publisher : Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jped.2017.3.1.13-22

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sampai sejauh mana kayu hasil tebang pembukaan tajuk dapat dimanfaatkan serta potensi tegakan tinggalnya pada TPTII (Tebang Pilih Tanam Indonesia Intensif)/Silvikultur Intensif (SILIN). Penelitian dilakukan di areal kerja PT Balikpapan Forest Industry (BFI) wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara, propinsi Kalimantan Timur. Pengumpulan data dilakukan dengan inventarisasi tegakan tinggal dan potensi limbah pada plot terpilih dengan intensitas penarikan sampel sebesar 10%. Analisis data dilakukan secara statistik. Hasil penelitian menunjukan bahwa limbah tebangan sebesar 33,770 m3/ha (40,77% dari potensi total). Volume kayu yang dapat diproduksi hanya 36,750 m3/ha (56,5 % dari potensi tegakan awal). Inventarisasi tegakan setelah tebang naungan sebesar 118,39 m3/ha dengan jumlah permudaan sebanyak 2409 semai dan 2266 pancang.
POTENSI DAN RIAP DIAMETER JENIS Aquilaria malaccensis LAMK DI HUTAN ALAM PRODUKSI LABANAN, KABUPATEN BERAU, KALIMANTAN TIMUR Abdurachman, Abdurachman; Saridan, Amiril; Lanniari, Ida
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 6, No 1 (2009): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2009.6.1.1-11

Abstract

Aquilaria malaccensis LAMK adalah salah satu jenis tanaman penting yang dapat memproduksi gaharu sebagai hasil hutan bukan kayu di Kalimantan  Timur. Gaharu memilki nilai ekonomi tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi potensi, distribusi, dan riap diameter pohon penghasil gaharu. Diharapkan informasi ini dapat dijadikan dasar untuk konservasi genetik dalam pengembangan silvikultur. Penelitian ini dilaksanakan pada plot STREK (Silviculture Technique for Regeneration of Logged Over Area in East Kalimantan) di hutan alam produksi Labanan dengan total  kawasan 48 ha. Telah dibuat 12 plot di mana setiap plot berukuran empat ha atau 200 m x 200 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah pohon pada setiap plot berjumlah 1-5 pohon,  ini berarti hanya ada satu pohon dalam luasan dua ha. Diameter terbesar adalah 44,7 cm  dan terkecil  10 cm  Rata-rata riap diameter adalah 0,40 cm per tahun (±0,402 cm). Sementara itu, riap tertinggi adalah 0,64 cm per tahun untuk kelas diameter >40 cm.
PENGAWETAN WARNA KAYU TUSAM (Pinus merkusii) DAN PULAI (Alstonia sp.) DENGAN MENGGUNAKAN BAHAN DASAR DISINFEKTAN Barly, Barly; Martono, Dominicus; Abdurachman, Abdurachman
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 30, No 2 (2012):
Publisher : Pusat Litbang Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Warna di antara berbagai jenis kayu sangat bervariasi, meskipun dalam jenis kayu yang sama perbedaan tersebut relatif kecil. Perbedaan warna kayu pada bagian permukaan atau inti dari suatu papan dapat menimbulkan masalah dalam perdagangan atau penampakan dari suatu produk akhir. Perubahanwarna yang tidak diharapkan sering terjadi selama proses pengeringan. Penelitian bertujuan untuk mempelajari perubahan warna alami kayu pulai (Alstonia sp.) dan tusam (Pinus merkusii). Pencegahan perubahan warna dilakukan secara kimia dengan menggunakan bahan aktif benzilkonium klorida (A dan D), fenol (B dan C), asam kresilat (E), natrium hipoklorit (F) dan metilena-bisthiocyanate (G). Contoh uji kayu basah dilabur bahan di atas dan bersama kontrol disimpan dalam ruang AC pada RH 70 dan suhu 18 C, di ruang teras dan dalam oven pada suhu 60 dan 120 C. Hasil pengujian menunjukkan nilai kecerahan (L*) tertinggi diperoleh pada kayu pulai di bagian permukaan dan di bagian dalam balok menggunakan formulasi D, yaitu 87,3 dan 89,3 dengan nilai total variasi kecerahan ( L*) -6,7 dan -4,7. Sementara, pada kayu tusam di bagian permukaan dan di bagian dalam balok menggunakan formulasi F, yaitu 83,5 dan 80,0 dengan total variasi). Pencegahan perubahan warna dilakukan secara kimia dengan menggunakan bahan aktif benzilkonium klorida (A dan D), fenol (B dan C), asam kresilat (E), natrium hipoklorit (F) dan metilena-bisthiocyanate (G). Contoh uji kayu basah dilabur bahan di atas dan bersama kontrol disimpan dalam ruang AC pada RH 70 dan suhu 18 C, di ruang teras dan dalam oven pada suhu 60 dan 120 C. Hasil pengujian menunjukkan nilai kecerahan (L*) tertinggi diperoleh pada kayu pulai di bagian permukaan dan di bagian dalam balok menggunakan formulasi D, yaitu 87,3 dan 89,3 dengan nilai total variasi kecerahan ( L*) -6,7 dan -4,7. Sementara, pada kayu tusam di bagian permukaan dan di bagian dalam balok menggunakan formulasi F, yaitu 83,5 dan 80,0 dengan total variasi kecerahan -10,5 dan -14,0. Nilai tersebut dihasilkan pada kayu yang disimpan dalam suhu dan kelembaban rendah (AC).
SIFAT FISIS DAN STABILISASI DIMENSI BEBERAPA JENIS BAMBU KOMERSIAL Barly, Barly; Ismanto, Agus; Martono, Dominicus; Abdurachman, Abdurachman; Andianto, Andianto
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 30, No 3 (2012):
Publisher : Pusat Litbang Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh formula yang dapat digunakan untuk memperbaiki sifat fisis dan stabilitas dimensi bambu agar optimal penggunaannya sebagai bahan konstruksi. Hasil penelitian menunjukkan panjang batang, jumlah ruas dan panjang ruas pada tiap jenis bambu nilainya bervariasi. Kadar air bambu segar bervariasi bergantung jenis, yaitu bambu hijau atau ater (236,15%), mayan (181,52% ), tali (117,32% ), hitam (111,83%). Kerapatan bambu bervariasi, yaitu bambu tali (0,93), andong (0,88), mayan (0,83), hijau atau ater (0,79), hitam (0,78), dan betung (0,78). Kerapatan dari arah luar ke dalam pada arah potong melintang, bagian luar lebih tinggi dibandingkan dengan bagian tengah dan dalam. Penyusutan volumetrik bambu mayan (9,04%), betung (15,75%), andong (16,32%) dan ater (38,45%). Dengan perlakuan bambu ater paling rendah penyusutannya, yaitu -9,21% (PEG) dan yang tertinggi pada bambu andong, 12,13% (air). Persentase ASE tertinggi pada bambu ater, 95,57% (LO) dan yang terendah pada bambu mayan , yaitu -144,92 (SCa). Bahan yang memberi respon pada nilai % ASE disusun secara berurut dari tertinggi, yaitu LO, PEG, SPo, D, B, A, C. Bahan LO paling sedikit diserap (diabsorb) oleh semua jenis bambu, disusul oleh PEG kecuali pada bambu hitam. Bambu yang paling sedikit menyerap bahan yaitu andong (14,12%) dengan LO dan yang paling banyak yaitu bambu hitam (137,54%) dengan PEG. Secara umum bambu hitam menyerap paling banyak semua jenis bahan yang digunakan. Retensi bahan dalam bambu disusun secara berurut dari yang tertinggi adalah PEG, LO, SCa dan SPo. Jenis bambu yang memiliki nilai retensi tertinggi secara berurut, yaitu hitam, ater, tutul, andong, mayan dan betung.
PAIN RELIEVED USING EXTRA ANATOMY PATHWAY IN ACUTE INFECTION Abdurachman, Abdurachman
Indonesian Journal of Tropical and Infectious Disease Vol 3, No 1 (2012)
Publisher : Institute of Topical Disease

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Acute infection is characterized especially by pain as major complaint of patients. In this following case report, it will be shown that pain cause of acute infection can be relieved using acupuncture technique. Acupuncture use meridian as extra anatomy pathway.
KARAKTERISTIK FISIS DAN MEKANIS GLULAM JATI, MANGIUM DAN TREMBESI Hadjib, Nurwati; Abdurachman, Abdurachman; Basri, Efrida
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Litbang Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SIFAT PAPAN PARTIKEL DARI KAYU KULIT MANIS (Cinnamomum burmanii BL) Abdurachman, Abdurachman; Hadjib, Nurwati
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2011.29.2.128-141

Abstract

Kayu kulit manis (Cinnamomum burmannii BL) merupakan salah satu komoditas potensial untuk dikembangkan. Kulit kayunya memiliki bau yang khas, banyak digunakan untuk berbagai keperluan, seperti penyedap rasa makanan atau kue. Bagian batang kulit manis tersebut berupa kayu belum dimanfaatkan optimal selain untuk kayu bakar. Pada proses pengolahan dolok kulit manis menjadi kayu gergajian dihasilkan limbah berupa serbuk dan slab yang dapat dijadikan serpih sebagai bahan baku pembuatan papan partikel. Penelitian untuk mengetahui sifat papan partikel yang dibuat dari limbah tersebut dilakukan dengan cara; partikel kulit manis baik dalam bentuk serbuk gergaji atau serpih, masing-masing dikeringkan dalam oven pada suhu 70 - 90 C sampai mencapai kadar air sekitar 5%, kemudian dicampur dengan serbuk gergaji (sebagai partikel halus) atau terdiri hanya dari partikel saja atau serpih (sebagai partikel kasar), lalu dicetak menjadi lembaran papan partikel menggunakan perekat urea formaldehida (UF), dikempa panas selama 10 menit pada suhu 140 C dengan tekanan 25 kg/cm2. Papan partikel yang dibuat berukuran 30 cm x 30 cmx 1,5 cm dengan kerapatan target masing-masing 0,6, 0,7 dan 0,8 g/cm3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air, kerapatan, pengembangan tebal, keteguhan lentur, keteguhan rekat internal dan kuat memegang sekrup papan partikel yang dihasilkan sudah memenuhi persyaratan Standar Nasional Indonesia, kecuali untuk kerapatan 0,6 g/cm3dan 0,7 g/cm3yang dibuat dari campuran serpih dan serbuk gergaji.
SIFAT BALOK KOMPOSIT KOMBINASI BAMBU DAN KAYU Abdurachman, Abdurachman; Hadjib, Nurwati; Jasni, Jasni; Balfas, Jamal
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Litbang Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Both Acute and Chronic Exercise Decrease Total Cholesterol Level in Human Blood Purwanto, Bambang; Pratiwi, Wahyu N.; Abdurachman, Abdurachman
Health Notions Vol 2, No 9 (2018): September
Publisher : Humanistic Network for Science and Technology (HNST)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/hn.v2i9.319

Abstract

Exercise such as Diabetes dance of Persadia 1 is the evolvement of prior diabetes dance series with aerobic principle with more eccentric movement. Diabetes dance of Persadia 1 has been inspected effective for lowering fasting blood glucose, but its still unknown about its effect on blood level of total cholesterol. The aim of this research was to analyze the effect of exercise on total cholesterol level. This research was experimental study, with 16 subject of healthy housewifes and divided on 2 groups, that were exercise and control group. Exercise group was given with diabetes dance of Persadia 1 while control group have the unstructured activity. Blood level of total cholesterol (TC) has been measured after 24 hours post single bout exercise (acute-AE) and repeated exercise (chronic exercise-CE). Paired t-test analysis on both acute (AC) (p=0.005) and chronic (CC) (p=0.006) shows TC decrease significantly on control group, as well as on AE (p=0.001) and CE (p=0.001). However, TC tend to increase on CC though not significantly increase (p=0.916), while on CE tend to decrease significantly (p=0.041). This study showed that both acute and cronic exercise decrease total cholesterol level in human blood. Keywords: Interleukin-6, Total cholesterol level, Exercise