Articles

Found 12 Documents
Search

Modification of Turen Bentonite with AlCl3 for Esterification of Palmitic Acid Abdulloh, Abdulloh; Maryam, Siti; Aminah, Nanik Siti; Triyono, Triyono; Trisunaryanti, Wega; Mudasir, Mudasir; Prasetyoko, Didik
Bulletin of Chemical Reaction Engineering & Catalysis 2014: BCREC Volume 9 Issue 1 Year 2014 (SCOPUS Indexed, April 2014)
Publisher : Department of Chemical Engineering - Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9767/bcrec.9.1.5513.66-73

Abstract

Natural Turen bentonite has been modified and applied as catalyst for palmitic acid esterification. Modification of natural Turen bentonite was conducted by cation exchange method using AlCl3 solution. Catalyst characterization was performed on X-ray Fluoroscence, X-ray Diffraction, nitrogen adsorption-desorption and infrared spectroscopy techniques. The catalytic activity test in the esterification reaction of palmitic acid with methanol was conducted by bath at 65 °C with a variation of reaction time of 1, 2, 3, 4 and 5 h. Catalytic activity has been observed qualitatively using GC-MS and quantitatively by changes in acid number. The analysis showed the formation of Al3+-bentonite. Observation on the elements has shown that the presence of calcium decreased from 10.2% to 4.17%, with an increase of aluminium content from 9.9% to 13%. Diffraction line at 2θ 5.7379º became 5.6489º, along with changes in d-spacing of 15.3895 Å to 15.6319 Å. The surface area increased from 83.78 m2/g to 91.26 m2/g, while Brönsted acid sites increased from 10.2 µmol/g to 67.5 µmol/g and Lewis acid sites increased from 94.9 µmol/g to 132 µmol/g. Furthermore, Al3+-bentonite has showed as active catalyst in the esterification reaction of palmitic acid with palmitic acid with conversion of 78.78% for 5 h. © 2014 BCREC UNDIP. All rights reservedReceived: 24th September 2013; Revised: 31st December 2013; Accepted: 26th January 2014[How to Cite: Abdulloh, A., Maryam, S., Aminah, N.S., Triyono, T., Trisunaryanti, W., Mudasir, M., Prasetyoko, D. (2014). Modification of Turen’s Bentonite with AlCl3 for Esterification of Palmitic Acid. Bulletin of Chemical Reaction Engineering & Catalysis, 9 (1): 66-73. (doi:10.9767/bcrec.9.1.5513.66-73)][Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.9767/bcrec.9.1.5513.66-73]
PENILAIAN SITUS PEMERINTAH DAERAH DI PROVINSI DKI JAKARTA, BENGKULU, JAMBI, DAN BANGKA BELITUNG Hoesin, Hanif; Setiadi, Herald; Lemmung, Nurjanah Andi; Tonandriv, Prima A; Abdulloh, Abdulloh
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 5 (2008): Information System And Application
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebijakan otonomi daerah menurut Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 yang berisikan kewenangan daerah otonom memungkinkan daerah untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat sesuai dengan perundang-undangan. Dalam hal percepatan pengembangan potensi daerah, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi yang tepat, terarah, serta berkelanjutan diharapkan memberikan nilai tambah tersendiri. Melalui  Inpres No. 3 Th 2003, pemerintahpun – dalam hal ini Departemen Komunikasi dan Informatika – telah menetapkan Kebijakan dan Strategi Nasional tentang pengembangan e-government. Implementasinya dalam teknologi informasi diantaranya adalah pengembangan situs web pemerintah daerah.Menurut Catatan Depkominfo (2007) menunjukkan bahwa jumlah situs web pemerintah (pusat dan daerah) mencapai 224 buah. Sebanyak 201 situs dapat diakses, dan sisanya 23 buah situs tidak dapat dibuka (www.kominfo.go.id). Meskipun demikian, sampai saat ini isi dari situs pemerintah daerah yang sudah dibangun itu belum diidentifikasi secara jelas. Isi dari situs, seperti informasi apa saja yang disajikan, apakah layanan online yang disediakan, bagaimana keterlibatan masyarakat dengan proses pembuatan kebijakan publik secara online, seperti apa fitur-fiturnya, belum didata/dikaji secara sistematis. Padahal, dari data tersebut kita dapat memperoleh gambaran mengenai sejauh mana perkembangan implementasi e-government di Indonesia. Lebih jauh lagi, berdasarkan data itu dapat dirumuskan langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk pengembangan isi situs pemerintah.Penelitian kali ini dilakukan dengan melakukan kodifikasi kontent situs pemerintah daerah dari tingkat propinsi hingga kabupaten dengan tujuan mengetahui profil situs pemerintah daerah, mengeksplorasi isi/content yang terdapat pada situs pemerintah daerah, mengetahui perbedaan isi/content yang terdapat pada situs pemerintah daerah, dan mengevaluasi isi situs pemerintah daerah. Penelitian dilaksanakan di Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Bangka Belitung, Provinsi Jambi, dan Provinsi Bengkulu, sesuai dengan wilayah kerja BPPI Depkominfo Jakarta. Metode analisa isi dan penilaian panelis dilaksanakan di DKI Jakarta, pelaksanaan in-depth interview terhadap pengelola e-government pemerintah daerah dilakukan di setiap provinsi tersebut.Semua situs pemerintah daerah yang berada di empat provinsi dijadikan populasi penelitian. Terdapat 12 buah situs yang aktif dan dapat di-coding dari 20 buah situs pemerintah daerah yang telah ditentukan. Untuk memperoleh cakupan informasi sesuai tujuan penelitian ini digunakan tiga pendekatan sekaligus yaitu pertama analisa isi (content analysis), lalu penilaian juri/panelis, dan ditambah wawancara mendalam (in depth interview).  Analisa isi terhadap situs pemerintah daerah merupakan instrumen penelitian utama, sementara penilaian juri/panelis dan wawancara mendalam digunakan untuk melengkapi temuan analisa isi. Coding instrument yang dibuat mengacu pada coding instrument yang dibuat pada penelitian Zhou (2004). Penelitian ini mereplikasi penelitian analisa isi terhadap situs pemerintah daerah yang dilakukan Zhou di Cina. Yang didalamnya terdapat tiga kategori koding utama yaitu tiga tipe utama e-government: e-governance, e-service, dan e-knowledge.Hasil penelitian menemukan bahwasanya situs pemerintah daerah yang dijadikan obyek penelitian sangat kaya akan informasi. Dua per tiga (62.3%) hyperlink yang terdapat pada situs pemerintah menyajikan informasi yang berasal dari pemerintah (fungsi e-knowledge). Sementara jumlah hyperlink yang dapat melibatkan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan pada pemerintah (fungsi e-governance) hanya seperempatnya (24.3%), dan hyperlink yang menyajikan layanan pemerintah secara online (fungsi e-service) hanya mencapai 13.4%.Dengan hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai bahan pembuatan kebijakan pengembangan isi situs pemerintah daaerah serta  sebagai tolak ukur objektif kuantitas dan kualitas isi situs pemerintah daerah.
Sistem Pendukung Keputusan Kelulusan Nilai SK-Emas STMIK Yadika Menggunakan Metode Logika Fuzzy Rijal, Yusron; Abdulloh, Abdulloh
SMATIKA JURNAL Vol 7 No 01 (2017): Smatika Jurnal : STIKI Informatika Jurnal
Publisher : LPPM STIKI MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem pendukung keputusan dengan menggunakan logika fuzzy adalah sistem ideal yang digunakan untuk menghitung nilai kelulusan SK-Emas berdasarkan kriteria-kriteria yang telah ditentukan dalam SK-Emas tersebut. Berdasarkan hasil penelitian bahwa aplikasi sistem pakar penentuan kelulusan nilai SK-Emas STMIK Yadika menggunakan metode fuzzy logic tsukamoto dapat berjalan dengan sangat baik. Hal ini dibuktikan dengan akurasi keputusan yang dibuat sistem sebesar 92% dan secara transaksional sistem memiliki unjuk kerja 100% dengan pendekatan pengujian black-box testing.
KEWENANGAN NOTARIS DALAM PEMBUATAN AKTA YANG BERKAITAN DENGAN PERTANAHAN DALAM KONTEKS PENDAFTARAN TANAH Abdulloh, Abdulloh
Kumpulan Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum MAGISTER ILMU HUKUM DAN KENOTARIATAN, 2016
Publisher : Kumpulan Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The notary public officials are authorized to make an authentic deed, besides other prescribed by statute the authority. At the time of the anactment UUJN No. 30 Tahun 2004, a debate emerged related to the authority notaries in making the deed assiciated with land. It is in the trigger because of other dignitaries in this PPAT who also has the authority in making the deed associated with land. Then the authority certificate relating to land as what can be made by a notary?. In the process of land registration as mentioned in PP No. 24 Tahun 1997, that which, aids the head of the land office is PPAT, a notary it is not included as the officials who could also help made the deed used for land registration, however there are several a deed which PPAT not authorized to make it so as to be using a notarial deed to or as a bottom land registration certificate as a binding agreement of purchase, the power of selling certificates, here make the meaning of the authority made the deed pertaining to land owned by a notary have become blurred. Here writer trying to look at what the meaning of the deed which as pertaining to land that has been granted to a notary in UUJN, as well as see the basis of maker of laws giving authority to a notary. This research using the normative law methodology, where approach research in use is statuta approach and conceptual approach Research suggests that the significance of related to land certificate which is the authority of the notary is narrow it could make a notarial deed with regard to land as long as it does not constitute the PPAT , then the lawmakers to give the authority is there some kind of notary or the idea that the idea of PPAT and notary to be one, it means that there is only one of the officials in charge of making a deed. Key words : a deed which as pertaining to land Abstrak Notaris merupakan pejabat umum yang berwenang membuat akta otentik, disamping kewenangan lainnya yang ditentukan oleh undang-undang.  Pada saat berlakunya UUJN No. 30 Tahun 2004, muncul suatu perdebatan terkait dengan adanya kewenangan notaris dalam membuat akta yang berkaitan dengan pertanahan.  Hal ini di picu karena adanya pejabat lain dalam hal ini PPAT yang juga mempunyai kewenangan dalam membuat akta yang berkaitan dengan pertanahan.  Lantas kewenangan membuat akta yang berkaitan dengan pertanahan seperti apa yang dapat dibuat oleh notaris?. Dalam proses pendaftaran tanah sebagaimana disebutkan dalam PP No. 24 Tahun 1997, bahwa yang membantu Kepala Kantor Pertanahan adalah PPAT, notaris tidak disebutkan sebagai pejabat yang juga dapat membantu membuat akta yang digunakan untuk pendaftaran tanah, akan tetapi ada beberapa akta yang mana PPAT tidak berwenang untuk membuatnya sehingga harus menggunakan akta notaris untuk atau sebagai dasar pendaftaran tanah seperti Akta Perjanjian Pengikatan Jual Beli, Akta Kuasa Menjual, disini menjadikan makna dari kewenangan membuat akta yang berkaitan dengan pertanahan yang dimiliki oleh notaris menjadi kabur. Disini  penulis mencoba menelaah apa makna dari akta yang berkaitan dengan pertanahan  sebagaimana yang telah diberikan kepada notaris dalam UUJN, sekaligus melihat dasar dari pembuat undang-undang memberikan kewenangan kepada notaris Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif, dimana pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menujukkan bahwa makna dari akta yang berkaitan dengan pertanahan yang merupakan kewenangan notaris adalah bersifat sempit, artinya notaris bisa membuat akta yang berkiatan dengan pertanahan sepanjang akta tersebut bukan merupakan kewenangan PPAT.  Kemudian dasar para pembuat undang-undang memberi kewenangan tersebut kepada notaris adalah adanya semacam gagasan atau ide bahwa nantinya notaris dan PPAT dapat dijadikan satu, artinya hanya ada satu pejabat saja yang berwenang untuk membuat akta.   Kata kunci:  akta yang bekaitan dengan pertanahan  
REPARASI DAN KARAKTERISASI ALFA-Fe2O3 /ZEOLIT Y UNTUK REAKSI PERENGKAHAN ASAM PALMITAT Abdulloh, Abdulloh; Purkan, Purkan; Hardiansyah, Nizar
Jurnal Kimia Riset Vol 2, No 2 (2017): Desember
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jkr.v2i2.6166

Abstract

Telah dilakukan preparasi dan karakterisasi a-Fe2O3/zeolite Y sebagai katalis uji reaksi perengkahan asam palmitat. Zeolit A disintesis dari NaOH, NaAlO2 dan TEOS dengan metode kristalisasi bertahap. Katalis alfa-Fe2O3/zeolite Y disiapkan melalui metode impregnasi menggunakan larutan Fe(NO3)3 1 M dan proses kalsinasi pada suhu 500 oC dengan dialiri gas N2 selama 5 jam. Katalis dikarakterisasi dengan XRD, FTIR dan surface area analyzer menggunakan metode BET. Uji aktivitas katalis dilakukan pada suhu 380 – 400 oC. Analisis GC-MS terhadap hasil reaksi perengkahan menunjukkan terbentuknya senyawa-senyawa hidrokarbon seperti alkana dan alkena yang memiliki rantai karbon lebih pendek dari asam palmitat atau biogasoline
DEKOLORISASI AIR LIMBAH PENGOLAHAN GURITA MENGGUNAKAN METODE AOT(ADVANCE OXIDATION TREATMENT) DENGAN REAGEN FENTON Nisak R, Khoirun; Supriyanto, Ganden; Abdulloh, Abdulloh
Jurnal Kimia Riset Vol 3, No 1 (2018): Juni
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jkr.v3i1.7798

Abstract

ABSTRACT This research aims to determine the effectiveness of Advance Oxidation Treatment (AOT) method with the use of Fenton reagent in decolorization of octopus canning wastewater’s red colour. The use of Fenton reagent (H2O2 and Fe2+) will produce hydroxyl radicals (∙OH) that will oxidize the red colour so the octopus canning wastewater to be colourless and safe to discharged into the environment. Determination of octopus canning wastewaters decolorization is done by determining the change of red colors intensity using Pt/Co scale. The main parameter in determining the decolorization of octopus canning wastewater using Advanced Oxidation Treatment (AOT) with Fenton reagent are time, concentration of Fe2+, concentration of H2O2, and pH. The maximum decolorization of octopus canning wastewater was reached at following condition rarely 55 minutes, with Fe2+ concentration of 42,86 ppm, H2O2 concentration of 85,71 ppm, and pH 4. With a capacity of red color’s decolorization is 49,08 %. Key words : Advance Oxidation Treatment (AOT), decolorization, Fenton reagent    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas metode Advance Oxidation Treatment  (AOT)  dengan menggunaan reagen Fenton dalam mendekolorisasi warna merah yang terdapat dalam air limbah pengolahan gurita. Penggunaan reagen Fenton (H2O2 dan Fe2+) akan menghasilkan radikal hidroksil (∙OH) yang bisa menghilangkan warna merah yang terdapat di dalam limbah sehingga limbah menjadi tidak berwarna dan aman untuk dibuang ke lingkungan. Penentuan dekolorisasi air limbah pengolahan gurita dilakukan dengan menentukan perubahan intensitas warna merah menggunakan skala Pt/Co. Parameter utama yang digunakan dalam metode Advance Oxidation Treatment  (AOT) adalah waktu, konsentrasi Fe2+, konsentrasi H2O2, dan pH. Hasil optimum dari dekolorisasi air limbah pengolahan gurita adalah pada waktu 55 menit, konsentrasi Fe2+ 42,86 ppm, konsentrasi H2O2 85,71 ppm, dan pH 4. Dengan kapasitas dekolorisasi warna merah sebesar 49,08 %. Kata kunci  : Advance Oxidation Treatment  (AOT), dekolorisasi, reagen Fenton 
THE EFFECT OF COOPERATIVE LEARNING TYPE TGT AND LEARNING MOTIVATION ON READING COMPREHENSION OF PRIVATE VOCATIONAL HIGH SCHOOL STUDENTS (SMK) IN BEKASI abdulloh, Abdulloh
Journal of English Language and Literature (JELL) Vol 1 No 01 (2016): JELL STIBA-IEC
Publisher : STIBA IEC JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.702 KB) | DOI: 10.2540/jell.v1i01.6

Abstract

The purpose of this study are to prove or determine  the effect of cooperative learning model type TGT  on reading comprehension , to prove or to determine  the effect of learning motivation on    reading comprehension and to know the interaction effect of cooperative learning and learning motivation together on reading comprehension, especially for Vocational High School (Sekolah Menengah Kejuruan /SMK) students. The study used survey and experiment with analysis model of treatment by level. Anova Two-Way is used to test the hypothesis. Experiment is carried out in two groups or samples, each of them was given different treatment. The first group called Experiment Class, a class that was taught by using cooperative learning type Team Game Tournament (TGT) with combination of reading race, while the second group called a Control class,  a class that was taught by using expository method. Each group is then divided into two categories of level of learning motivation. The first group is a group of students with high learning motivation level, the second one with low learning motivation level. The research found that : (1) there is a significant effect of using  cooperative learning on students reading comprehension achievement. It shows that sig = 0.000 < 0.05 and Fo=32,846 ; (2) there is a significant effect of the student’s learning motivation on students reading comprehension achievement , with sig = 0.000 < 0.05,  and Fo = (52.566); and (3) there is a significant interaction effect together between cooperative learning and student’s learning motivation on students reading comprehension achievement with sig = 0.009 < 0.05 and Fo = 7.252
IMPROVING SPEAKING SKILL THROUGH PRESENTATION TASK AT THE FIRST YEAR STUDENTS OF PALM OIL POLYTECHNIC CITRA WIDYA EDUKASI - BEKASI abdulloh, Abdulloh
Journal of English Language and Literature (JELL) Vol 2 No 01 (2017): JELL STIBA-IEC
Publisher : STIBA IEC JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.437 KB) | DOI: 10.2540/jell.v2i01.13

Abstract

This paper aims at presenting the general outline of designing oral presentations task in speaking class for college students. The presentation task is as one of varied teaching techniques in teaching speaking skill in college environment especially for students of  Palm Oil Polytechnic - Citra Widya Edukasi in Bekasi, in their English I and II subjects.There are two stages in this teaching design in one session of 3 X 50 minutes. The first half of the session used for speaking practice using the module provided and the second half used for presentation task. In presentation session they gather in group for preparing the topic of presentation related with their subjects or major (Management of Logistic and Palm Oil Processing of Harvest), still in group then they work together to finish the paper and power points. Guidance of presentation is given, let them rehearse or practice at home to be moderator, presenter, speaker or other roles. In class they rehearse their presentation in group consists of five to seven students three to four times in front of different goup before the real  the whole class presentation begun. This study shows that the presentation task done in group by students  genereates, accelerates  and empowers studens to speak english confidently. This study also has many implication that lecturers may not neglect and underestimate students’ capability. Lecturers  should empower and give much oportunity to give presentation as their task. And lecturers should motivate, monitor, and facilitate them  to be independent and motivated learners in English subject and other subjects in general.
AN ANALYSIS OF FIGURATIVE LANGUAGE IN AVRIL LAVIGNE SONGS IN ALBUM AVRIL LAVIGNE abdulloh, Abdulloh; rahmawati, ugi rahayu
Journal of English Language and Literature (JELL) Vol 3 No 01 (2018): JELL STIBA-IEC
Publisher : STIBA IEC JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.104 KB) | DOI: 10.2540/jell.v3i01.33

Abstract

This research aims to know and understanding the element of literature, especially in figurative language. The objectives of this research are (1). To identify some elements of figurative language are used by Avril Lavigne’s songs lyric. (2). To show the general meaning and detail meaning of the songs containing the figurative language itself in understanding songs lyric. (3). To find out the most and the least used figurative language of the songs. The data source used is the album self-titled Avril Lavigne by Avril Lavigne. In that album the writer chooses five songs to analyzed such as, Here’s to Never Growing Up, Bitchin’ Summer, Give You, What You Like, Hello Kitty, and Sippin’ on Sunshine. This research is descriptive qualitative research. It means that this research does not calculate the data and just gives description about figurative language that is contained in Avril Lavigne songs. It is done by using bold and underlining the songs lyric, classifying the figurative language and then giving the meaning. The result of this research is to discover some kinds of figurative language such as, Metaphor, Simile, Personification, Alliteration, Allusion, Hyperbole, Litotes, also Onomatopoeia
HIDROLISIS MINYAK JARAK PAGAR MENJADI ASAM LEMAH BEBAS MENGGUNAKAN KATALIS CaO Abdulloh, Abdulloh; Widati, Alfa Akustia; Tamamy, Faiz
Jurnal Kimia Riset Vol 1, No 1 (2016): Juni
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jkr.v1i1.2430

Abstract

AbstrakTelah dilakukan hidrolisis minyak jarak pagar (Jatropha curcas oil: JO) menggunakan katalis CaO. Reaksi ini dimaksudkan untuk meningkatkan nilai ekonomis minyak jarak pagar selain biodiesel. Katalis CaO dikalsinasi terlebih dahulu pada suhu 800ᵒC untuk menghindari terjadinya deaktivasi katalis oleh terbentuknya CaCO3. Pada penelitian ini dilakukan karakterisasi katalis CaO meliputi struktur kristal CaO, luas permukaan, jumlah situs basa dan kekuatan kebasaan serta aktivitas katalitiknya. Hasil penelitian menunjukkan, katalis CaO memiliki luas permukaan 26,451 m2/g, kekuatan situs basa (pKB) pada daerah 7,2 < pKBH CaO < 15,0. Hasil uji aktivitas katalis CaO pada reaksi hidrolisis CJO diperoleh konversi CJO menjadi asam lemak bebas (free fatty acid: FFA) sebesar 77,58% pada waktu 60 menit. Kata kunci: hidrolisis, minyak jarak pagar (JO), free fatty acid (FFA), CaO dan  situs basa   AbstractHydrolysis of Jatropha curcas oil has been carried out using CaO as a catalyst. This reaction is intended to increase the economic value besides biodiesel. CaO catalyst was calcined at a temperature of 800 oC to avoid catalyst deactivation by formation of CaCO3. In this research include the characterization of catalysts CaO crystal structure, surface area, the number of base sites and the strength of basicity and catalytic activity. The results of the analysis showed that CaO catalyst has a surface area of 26.451 m2/g, the number of base sites of 221.77 mmol/g and the strength of base sites (pKBH)  in the range of 7.2  < pKBH CaO < 15.0. From catalytic activity test showed that that the use of the catalytic activity of CaO catalyst in the hydrolysis reaction CJO into free fatty acids (FFA) as much as 77.58% for 60 minutes. Keywords: hydrolysis, Jatropha curcas oil (JO), free fatty acid (FFA), CaO and base site