Fuad Abdillah
IKIP Veteran Semarang

Published : 9 Documents
Articles

Found 9 Documents
Search

PENGARUH TEKANAN , TEMPERATUR DIE PADA PROSES SQUEEZE CASTING TERHADAP KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO PISTON BERBASIS MATERIAL BEKAS Abdillah, Fuad
T R A K SI Vol 9, No 1 (2009): mechanical engineering
Publisher : T R A K SI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Squeeze casting sering juga disebut dengan liquid metal forging, merupakan suatu istilah yangdipakai untuk menggambarkan suatu proses dimana logam cair didinginkan di dalam cetakan tertutupsambil diberi tekanan luar yang biasanya berasal dari tenaga hidrolik. Terjadinya kontak antara logam cairdengan punch dan die pada saat penekanan memungkinkan terjadinya perpindahan panas yang cukupcepat. Ini akan menghasilkan struktur mikro yang lebih homogen serta perbaikan sifat mekanik. Materialyang digunakan untuk pengujian ini dan sekaligus sebagai pembanding diambil dari produk pistonDhaihatsu dengan komposisi. 12.60 wt% Si, 2.80 wt% Cu, 1.58 wt% Ni, 0.87 wt% Mg, 0.36 wt% Fe, 0.15wt% Mn, 0.076 wt% Zn, 0.016 wt% Pb, 0.009 wt% Sn, 0.006 wt% Ca dan selebihnya Al. Material dileburpada 750 oC, benda uji dibuat dengan menggunakan teknik squeeze casting dengan jalan memvariasikantekanan , temperature dan artificial Aging. Selanjutnya benda uji dikarakterisasi berupa kekerasan ,porositas dan struktur mikro. Pada pengujian yang dilakukan, laju pendinginan material akibat pengaruhtekanan dan temperatur die sangat signifikan pengaruhnya terhadap perbaikan sifat benda uji. Dari hasilpengamatan, proses ini mampu menurunkan porositas sampai 85.00 % dan memperbaiki kekerasansebesar 5.30 % setelah dilakukan perlakukan panas T6. Tekanan serta temperatur die optimal didapatkanpada 70 – 100 MPa dan 400 – 450 0C.
MENGATASI GEJALA EARING PADA PROSES DEEP DRAWING Abdillah, Fuad
T R A K SI Vol 7, No 2 (2008): mechanical engineering
Publisher : T R A K SI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Deep Drawing dan drawing pada dasarnya merupakan salah satu ienis proses produksi yang oleh beberipa ahli metallurgy dibedakan oleh index ketinggian proses pembentukan logamnya yokni pada proles drawing dilakukan dengan menekan material benda kerja yang berupa lembaran logam yang biasa disebut dengan blank sehingga peregangan selalu mengikuti bentuk diesnya. Poda proses drawing biasanya mempunyai sifat khusus dibandingkan dengan proses pembentukran logam lainnya, yaitu pada umumnya produk yang dihasilkan mempunyai banyak tabung yang mempunyai ketinggian tertentu sehingga die yang digunakan juga mempunyai bentuk khusus pula. Sehingga produk yang dihasilkantergantung pula dari bentuk die dan punchNya.
ANALISIS PERBANDINGAN KEKERASAN CONNECTING ROD TYPE ORIGINAL, AHM DAN MPM MOTOR HONDA SUPRA FIT Lima, Feru; Abdillah, Fuad; Solechan, -
T R A K SI Vol 13, No 1 (2013): mechanical engineering
Publisher : T R A K SI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Sekarang ini banyak produsen pembuat spare part kendaraan yang bermunculan dengan menawarkan harga jual berbanding 50% sampai 100% dengan kualitas bersaing dengan suku cadang asli dari pabrikan sepeda motor pembuatnya. Oleh karena itu setiap merk yang memproduksi Connecting Rod memiliki mechanichal properties yang berbeda-beda sehingga perlu diadakan penelitian pemilihan connecting rod yang baik dan berkualitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan hasil pengujian: komposisi kimia , strukturmikro dan harga kekerasan dari connecting rod type Original, AHM dan MPM Honda Supra Fit. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa: hasil pengujian komposisi kimia di dapatkan connecting rod original memiliki unsur karbon paling tinggi dengan nilai 0,302. Sedangkan AHM dengan nilai 0,229 dan MPM dengan nilai 0,265. Struktur mikro connecting rod original yang memiliki unsur karbon dan struktur perlit paling tinggi di banding connecting rod AHM dan MPM.   Kata Kunci: Kekerasan, Komposisi Kimia, Connecting Rod, Mechanical Properties.
ANALISIS PERBANDINGAN KEKUATAN TARIK CONNECTING ROD ORIGINAL, AHM DAN MPM PADA MOTOR HONDA SUPRA FIT Lima I. P, Feru; Abdillah, Fuad; Solechan, -
T R A K SI Vol 12, No 1 (2012): MAJALAH ILMIAH TEKNIK MESIN
Publisher : T R A K SI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Sekarang ini banyak produsen pembuat spare part kendaraan yang bermunculan dengan menawarkan harga jual berbanding 50% sampai 100% dengan kualitas bersaing dengan suku cadang asli dari pabrikan sepeda motor pembuatnya. Oleh karena itu setiap merk yang memproduksi Connecting Rod memiliki mechanichal properties yang berbeda-beda sehingga perlu diadakan penelitian pemilihan connecting rod yang baik dan berkualitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmengetahui perbandingan hasil pengujian: komposisi kimia ,strukturmikro dan harga kekerasan dari connecting rod type Original, AHM dan MPM Honda Supra Fit. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa: hasil pengujian komposisi kimia di dapatkan connecting rod original memiliki unsur karbon paling tinggi dengan nilai 0,302. Sedangkan AHM dengan nilai 0,229 dan MPM dengan nilai 0,265. Struktur mikro connecting rod original yang memiliki unsur karbon dan struktur perlit paling tinggi di banding connecting rod AHM dan MPM.Kata Kunci: Kekerasan, Komposisi Kimia, Connecting Rod, MechanicalProperties.
ANALISA PENGARUH PENGECORAN ULANG TERHADAP SIFAT MEKANIK PADUAN ALUMUNIUM ADC 12 Raharjo, Samsudi; Abdillah, Fuad; Wanto, Yugohindra
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aluminium (Al) merupakan logam ringan yang mempunyai sifat tahan terhadap korosi dan hantaran listrik yang baik. Aluminium biasa dipergunakan untuk peralatan rumah tangga, material pesawat terbang, otomotif, kapal laut, konstruksi dan lain–lain. Untuk mendapatkan peningkatan kekuatan mekanik, biasanya logam aluminium dipadukan dengan dengan unsur Cu, Si, Mg, Zn, Mn, Ni, dan unsur lain. Tujuan dari penelitian ini antara lain adalah Untuk mengetahui hasil dari metode pengecoran Gravitasi dan Die Casting terhadap kekerasan, Untuk mengetahui sifat-sifat mekanik ADC 12 asli dengan dilebur ulang  (Remelting), Membandingkan antara Cetakan Permanan dengan cetakan Pasir terhadap kekerasan, Untuk mengetahui berapa tingkat porositas ADC 12 setelah di remelting Metode penelitian dilakukan dengan pengecoran gravitasi dan menggunakan cetakan pasir. Dengan  menggunakan temperature penuangan 7000C. Karakterisasi material meliputi uji komposisi kimia, uji kekerasan, uji struktur mikro dan uji porositas. Hasil dari penelitian ADC 12 dengan kekerasan menurun dari 95,4 HRB menjadi 71,8 HRB dan porositas dari 5,77  % menjadi 34,97 % dengan temperatur penuangan 7000C. Maka Remelting akan menurunkan kekerasan dan menambah tingkat porositas material tersebut. Kata kunci :   ADC 12, Pengecoran Ulang (remelting),  temperature penuangan, pengecoran gravitasi.
PROTOTIPE ALAT PENGHEMAT BAHAN BAKAR MOBIL MENGGUNAKAN METODE HYDROCARBON CRACK SYSTEM UNTUK MENGHEMAT BAHAN BAKAR DAN MENGURANGI EMIS GAS BUANG Abdillah, Fuad; -, Sugondo
Prosiding SNATIF Vol 1, No 1 (2014): Prosiding Seminar Nasional Teknologi dan Informatika
Publisher : Prosiding SNATIF

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (915.723 KB)

Abstract

Abstrak Mahalnya harga bahan bakar menyentuh harga setinggi US$ 122,17 per barrel dengan harga eceran per liter untuk bahan premium Rp 5.000 Per liter, pertamax Rp 9.050 per liter dan pertamax plus Rp 10.450 per liter. Maka perlu inovasi pembuatan alat untuk penghematan bahan bakar yang tujuan jangka panjang untuk mengurangi konsumsi bahan bakar (BB), menaikan kinerja mesin, mengurangi emisi gas buang dan mengurangi resiko kerusakan.  Tujuan khusus dari penelitian ini adalah membuat prototipe alat penghemat bahan bakar memakai metode hydrocarbon crack system (HCS) melalui pemanfaatan hidrokarbon pertamax dari uap tangki bahan bakar yang dilewatkan pipa katalis menuju intake manifold mesin. Diharapkan dapat berpengaruh terhadap konsumsi bahan bakar, dan emisi gas buang pada mobil. Metodolog riset dengan menggunkan variabel bebas panjang pipa katalis dengan panjang 100, 150, dan 200 mm. Variasi konsentrasi jumlah bahan bakar (BB) premium dalam tangki yang akan digunakan 20 liter dan 30 liter. Untuk pengujian pada putran idle atau 700 rpm dan 2500 rpm. Pencapian HCS sangat efektif dipakai untuk power supelmen kendaraan bermotor sebagai penghemat bahan bakar yang mampu menghemat minimal 50% pada putaran 700 rpm dan maksimal penghematan bahan bakar 61% pada putaran 2500 rpm. Emisi gas buang pada putaran rendah dan tinggi masuk standar yang ditetapkan pada pemerintah. Desain pipa katalis HCS yang paling baik pada panjang 200 mm, baik dari segi penghematan bahan bakar dan emisi gas buang. Kata kunci: Pipa, katalis, premium, hidrokarbon, penghemat
STUDI PENGARUH TEKANAN DAN KOMPOSISI CAMPURAN PADA PROTOTIPE PISTON KOMPOSIT DENGAN PENGUAT SILIKON KARBIDA (SiC) MENGGUNAKAN METODE SQUEEZE CASTING -, Radimin; Abdillah, Fuad
Prosiding SNATIF Vol 1, No 1 (2014): Prosiding Seminar Nasional Teknologi dan Informatika
Publisher : Prosiding SNATIF

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1249.233 KB)

Abstract

Abstrak Aluminium berkembang 29 juta ton per tahun, untuk 22 juta ton aluminium baru dan 7 juta ton daur ulang skrap aluminium.  Penggunaan aluminium daur ulang secara ekonomi dan lingkungan sangat menarik. Kebutuhan aluminium di Indonesia per tahun mencapai 200.000-300.000 ton dengan harga US$ 1.951,50 per ton. Padahal bijih  aluminium merupakan bahan tambang yang persediannya terbatas. Apabila dikaitkan  penggunaan piston dengan jumlah kendaraan di Indonesia, pada tahun 2011 mencapai  85.601.351 buah. Untuk penggantian kerusakan piston setiap tahunnya 3-4% dan berat piston rata-rata 3 ons. Seandainya dikalikan jumlah piston yang diganti mencapai 16.306,5 ton. 1 ton aluminium dengan harga US$ 1.951,50, berarti jumlah uang keseluruhan US$ 31.822.134 (Rp 315 Milyar). Tujuan penelitian  untuk pembuatan prototipe piston komposit dari limbah  piston dengan penambahan silikon karbida (SiC) dan magenesium menggunakan metode stir casting dan squeeze casting. Komposisi campuran dengan kode K1, K2, dan K3. Sebagai kontrol piston Daihatsu Hijet 1000. Tekanan squeeze casting dengan variasi 400, 600, dan 800 MPa. Hasil pengujian komposisi kimia limbah piston untuk kandungan Al dan Si masih dibawah komposisi kimia dari piston asli, sehingga perlu penambahan material silikon karbida (SiC) dan Magnesium (Mg) untuk menambah kekuatan mekanis. Pengujian strukturmikro SEM  nampak perbedaan pada ikatan antarmuka antara matrik dan penguat SiC. Komposisi campuran K3 dengan tekanan 800 MPa memiliki ikatan antarmuka matrik dan penguat lebih sempurna. Matrik alumunium mampu menyelimuti permukaam SiC. Hasil strukturmikro mendukung terhadap hasil kekerasan. kekerasan menyamai kekerasan piston Daihatsu Hijet-1000 sebesar 76 HRB. maka bisa direkomendasikan untuk pembuatan prototipe piston komposit   Kata kunci: Aluminium, piston, komposit, silikon karbida, squeeze casting
STUDI KOMPARASI HEAT TREATMENT TERHADAP SIFAT-SIFAT MEKANIS MATERIAL RING PISTON BARU DAN BEKAS Abdillah, Fuad
PAWIYATAN Vol 20, No 1 (2013)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akhir-akhir ini  banyak beredar berbagai macam produk pin piston mulai dari produk orisinil (buatan jepang)  yang biasanya berharga mahal, hingga produk – produk non orisinil yang harganya relatif lebih murah. Harga produk orisinil saat ini sekitar sepuluh kali lipat dari harga produk tiruan. Kualitas produk non orisinil memang perlu dipertanyakan, melihat perbedaan harga yang cukup besar ini. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kualitas dari sifat-sifat mekanis antara material ring piston baru yang berkualitas  original  dengan ring piston bekas pada sepeda motor Honda  supra X yang telah mengalami perlakuan panas dengan proses holding time 1,2, dan 3 jam. Proses heat treatmen dilakukan pada material ring piston sepeda motor honda supra X pada suhu dibawah titik lebur yaitu 900oC kemudian di quenching dengan air garam atau biasa disebut proses austenisasi, yang dilanjutkan dengan proses tempering pada suhu 400oC dengan variasi holding time tersebut diatas.  Hasil yang didapatkan pada penelitian ini adalah angka kekerasan ring piston baru 39,94 HRC sementara harga kekerasan yang paling tinggi terjadi pada ring piston bekas  pada holding time 3 jam yaitu 38, 66 HRC sementara dari komposisi kimia terjadi perubahan yang tinggi pada unsur Fe yaitu 92,45 pada ring piston supra X baru dan 93,02 pada ring piston bekas. Kata Kunci : Ring piston, Heat treatment, sifat mekanis
STUDI KOMPARASI HEAT TREATMENT TERHADAP SIFAT-SIFAT MEKANIS MATERIAL RING PISTON BARU DAN BEKAS Abdillah, Fuad
PAWIYATAN Vol 20 No 1 (2013)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akhir-akhir ini  banyak beredar berbagai macam produk pin piston mulai dari produk orisinil (buatan jepang)  yang biasanya berharga mahal, hingga produk – produk non orisinil yang harganya relatif lebih murah. Harga produk orisinil saat ini sekitar sepuluh kali lipat dari harga produk tiruan. Kualitas produk non orisinil memang perlu dipertanyakan, melihat perbedaan harga yang cukup besar ini. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kualitas dari sifat-sifat mekanis antara material ring piston baru yang berkualitas  original  dengan ring piston bekas pada sepeda motor Honda  supra X yang telah mengalami perlakuan panas dengan proses holding time 1,2, dan 3 jam. Proses heat treatmen dilakukan pada material ring piston sepeda motor honda supra X pada suhu dibawah titik lebur yaitu 900oC kemudian di quenching dengan air garam atau biasa disebut proses austenisasi, yang dilanjutkan dengan proses tempering pada suhu 400oC dengan variasi holding time tersebut diatas.  Hasil yang didapatkan pada penelitian ini adalah angka kekerasan ring piston baru 39,94 HRC sementara harga kekerasan yang paling tinggi terjadi pada ring piston bekas  pada holding time 3 jam yaitu 38, 66 HRC sementara dari komposisi kimia terjadi perubahan yang tinggi pada unsur Fe yaitu 92,45 pada ring piston supra X baru dan 93,02 pada ring piston bekas. Kata Kunci : Ring piston, Heat treatment, sifat mekanis